Beranda blog Halaman 592

Pemkab Kukar Rencanakan Penambahan Kawasan Pertanian di Wilayah Hulu

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memperluas kawasan pertanian di wilayah yang potensial.

Pemkab Kukar berencana membuka kawasan pertanian baru di wilayah Hulu Sungai Mahakam, terutama di Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar dengan ketersediaan lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah.

Menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, pengembangan kawasan pertanian di wilayah tersebut telah memasuki tahap pengukuran dan pemetaan lahan. Saat ini, tim konsultan sedang mengumpulkan data untuk pemetaan di lima kecamatan tersebut guna memastikan kesesuaian data lapangan.

“Pengecekan lapangan sangat diperlukan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara data yang dikumpulkan dan kenyataan di lapangan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Sunggono berharap agar petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memperhatikan dan mencermati informasi yang disampaikan oleh Tim Konsultan untuk mengembangkan sektor pertanian di kawasan tersebut.

“Petani dan PPL yang sehari-hari bekerja di lapangan adalah pihak yang paling memahami kondisi sebenarnya. Jika ada data yang tidak sesuai, segera lakukan koreksi agar informasi yang tercatat dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian di Kukar tidak hanya diisi oleh generasi yang sudah berpengalaman, tetapi juga mendapat sentuhan inovatif dari generasi muda.

Sunggono juga menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus membenahi sektor pertanian, termasuk menangani masalah air dan infrastruktur pertanian di berbagai wilayah.

“Saya ingin memotivasi generasi muda untuk berpartisipasi dalam sektor pertanian. Pemkab Kukar akan melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar generasi muda yang berminat bisa mendalami ilmu pertanian,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Kecewa Tak Dianggap di Era Gubernur Isran Noor, Disabilitas Kaltim Beri Dukungan Penuh untuk Pasangan Rudy-Seno

0

SAMARINDA – Kelompok Disabilitas Kalimantan Timur secara resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan di Sekretariat DPD Partai Golkar Kaltim pada Selasa (5/11/2024), yang dihadiri langsung oleh Calon Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dan perwakilan komunitas disabilitas.

Muhammad Ilham, Ketua Disabilitas Bangkit dan Bergerak Bersama Indonesia Cabang Kaltim, mengatakan bahwa dukungan ini muncul karena kekecewaan terhadap pemerintah provinsi yang selama ini dinilai kurang memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.

Menurut Ilham, pemerintah provinsi saat dipimpin oleh Isran Noor tidak menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menyatakan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesempatan kerja di sektor pemerintah dan swasta tanpa diskriminasi.

“Kami telah meminta kepada pemerintah provinsi, tapi hingga saat ini belum ada disabilitas yang bekerja di kantor pemerintahan provinsi,” ungkap Ilham.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kaltim, Daniel Eko Wahyu, menyampaikan harapan besar pada pasangan Rudy-Seno untuk memperjuangkan hak-hak disabilitas di Kaltim.

Daniel menyebutkan bahwa kaum disabilitas di Kaltim berharap bisa bekerja di kantor pemerintah dan BUMN, serta mendapatkan fasilitas umum yang ramah disabilitas.

Seno Aji menyambut dukungan ini dengan penuh haru dan menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas.

“Kami berkomitmen memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak dan fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka,” kata Seno.

Para penyandang disabilitas berharap pasangan Rudy-Seno dapat membawa perubahan nyata, terutama dalam memastikan hak-hak dan kesejahteraan mereka terpenuhi, yang selama ini belum maksimal diberikan oleh pemerintah sebelumnya.

“Kami berjanji untuk menaikkan kuota tenaga kerja disabilitas di pemerintahan hingga minimal 3-4 persen jika pasangan Rudy-Seno terpilih, kalo ada yang mau usaha kita juga adakan permodalan dan pelatihan,” pungkasnya. (Han)

Penulis: Hanafi
Editor:

Petani Desa Sumber Sari Pakai Rumah Jemur UV Dryer untuk Keringkan Padi

TENGGARONG – Menghadapi musim penghujan yang kerap kali menjadi tantangan bagi petani, warga Desa Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kini memiliki solusi inovatif dengan memanfaatkan rumah jemur UV Dryer. Fasilitas ini dirancang untuk membantu petani mengeringkan padi secara optimal, meski di tengah cuaca yang tidak mendukung.

Saikem, pemilik penggilingan padi di desa tersebut, mengungkapkan bahwa UV Dryer ini baru saja selesai dibangun dan kini sudah mulai digunakan dalam tahap percobaan. Meski masih dalam penyesuaian, terutama pada penggunaan panel surya (solar cell), Saikem melihat potensi besar dari teknologi ini untuk meningkatkan kualitas panen.

“Setelah bangunan ini jadi, kami langsung gunakan untuk percobaan. Memang masih perlu penyesuaian, terutama pada solar cell yang mengatur daya. Tapi hasil awalnya sudah cukup memuaskan,” ujar Saikem.

Rumah jemur berukuran 8 x 20 meter ini mampu menampung hingga enam ton padi dalam sekali pengeringan. Prinsip kerja UV Dryer mengandalkan radiasi sinar ultraviolet yang masuk melalui atap transparan, memerangkap panas di dalam bangunan, sehingga suhu di dalamnya meningkat. Perbedaan suhu antara di luar dan di dalam bangunan bisa mencapai lima hingga sepuluh derajat, yang cukup untuk menguapkan kadar air pada butiran padi.

“Jika kualitas UV Dryer ini optimal, manfaatnya akan sangat besar bagi kami. Ini adalah harapan baru bagi petani di tengah musim hujan,” jelas Saikem.

UV Dryer ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang rampung pada 2024, sebagai solusi yang efektif untuk menjaga kualitas hasil panen. Saikem berharap, dengan adanya fasilitas ini, petani di Desa Sumber Sari dapat mempertahankan kualitas padi meski cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga harga jual komoditas tetap stabil dan menguntungkan.

“Dengan UV Dryer ini, kami ingin memastikan kualitas hasil panen yang baik, agar harga jual tetap bisa dipertahankan dan petani tidak rugi. Semoga ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi kita semua,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Inflasi Berau Jadi Tertinggi Di Kaltim, Oktavia: Segera Cari Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

TANJUNG REDEB – Bedasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, pada bulan April 2024, Kabupaten Berau menempati posisi pertama di Kalimantan Timur dengan inflasi sebesar 3,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,53.

Inflasi tersebut lebih besar dari Kalimantan Timur sebesar 3,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,02.

Atas tingginya angka inflasi di Kabupaten Berau, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Berau, Oktavia. Ia mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau secara cepat harus menemukan solusi konkret untuk menekan inflasi di Bumi Batiwakkal.

“Pada September 2024, inflasi di Kabupaten Berau tercatat mencapai 3,34 persen,” ungkap Oktavia.

Oktavia, yang akrab disapa Okta, menekankan perlunya langkah strategis pemerintah untuk mengatasi lonjakan inflasi, terutama pada kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami sangat prihatin dengan angka inflasi di Berau yang sudah mencapai 3,34 persen,” tambahnya.

Politikus Partai NasDem tersebut mengungkapkan kenaikan yang signifikan di sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,67 persen, serta sektor kesehatan yang melonjak hingga 5,57 persen.

Menurutnya, kenaikan di sektor-sektor ini menjadi beban berat bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang paling terdampak.

“Kenaikan di sektor makanan dan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi beban besar bagi mereka yang memiliki daya beli terbatas,” ujarnya.

Oktavia mendesak Pemkab Berau segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok serta memastikan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.

Ia juga menyarankan adanya sinergi antara Pemkab dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta kolaborasi dengan stakeholder terkait untuk merumuskan kebijakan jangka pendek maupun panjang.

“Pemantauan harga di pasar dan pelaksanaan operasi pasar bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak inflasi,” jelasnya.

Selain itu, dukungan terhadap sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai penting untuk meningkatkan produksi lokal yang dapat membantu menstabilkan harga di pasaran.

“Dukungan dari segala pihak sangat diperlukan untuk menekan angka inflasi di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (ADV/KN)

Peri Kombong Minta Tekan Angka Persentase Remaja Putus Sekolah di Berau

TANJUNG REDEB – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, persentase angka putus sekolah untuk kelompok remaja usia 16-18 tahun tergolong cukup tinggi di Bumi Batiwakkal.

Hal tersebut menunjukkan kurangnya minat anak untuk bersekolah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor komunikasi internal keluarga, faktor sosial dan faktor kesehatan.

Dengan tingginya persentase anak putus sekolah pada usia tersebut, Anggota DPRD Berau, Peri Kombong sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Menurutnya, pendidikan adalah hal penting masa depan anak untuk mengejar cita-citanya setinggi-tingginya.

Maka dari itu, kasus putus sekolah harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

“Jangan dibiarkan hal seperti ini, Pemkab Berau seharusnya bisa perhatikan dengan serius terkait angka putus sekolah,” ungkapnya.

Feri membeberkan, pihaknya akan melakukan monitoring terkait permasalahan yang ada di lapangan.

Akar permasalahan akan dicari untuk mengetahui persoalan apa yang memicu terjadinya anak putus sekolah.

Dikatakannya, putus sekolah merupakan suatu hal yang tidak bisa dinilai berdasarkan satu kesimpulan saja, harus dengan turun ke lapangan sehingga bisa memahami.

“Kita akan lihat nanti apa masalahnya, apakah karena terbentur dengan ekonomi atau karena kurangnya SMA/SMK, dari sini akan kita ambil langkah,” tuturnya.

Politikus Gerindra itu menyebutkan pula, akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas permasalahan ini.

“Kita akan koordinasi untuk bersama-sama membahas dan mencari solusi persoalan itu, agar angka anak putus sekolah dapat ditekan,” jelasnya.

Feri menegaskan, jika putus sekolah terjadi akibat kurangnya minat belajar, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat khususnya pelajar agar dapat tetap menempuh jalur pendidikan.

“Pendidikan merupakan bekal dalam menentukan kehidupan di masa mendatang. Tentu, harus diberi perhatian lebih untuk mencegah anak-anak Kabupaten Berau putus sekolah,” pungkasnya. (ADV/KN)

Elita Minta Jangan Hanya Pariwisata Diperhatikan, Kebudayaan Perlu Diperhatikan

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau memiliki keberagaman budaya yang ada. Dengan tiga suku asli yang selama ini hidup berdampingan di Bumi Batiwakkal, yakni Suku Banua, Dayak dan Bajau. Melahirkan banyak acara budaya yang telah terselenggara.

Hal tersebut tentu bisa di manfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Berau untuk menarik minat para wisatawan baik lokal, nasional hingga mancanegara dengan budayanya.

Menyoroti hal tersebut, Anggota DPRD Berau, Elita Herlina mengingatkan jangan hanya pariwisata aja yang diperhatikan. Kebudayaan harus dijaga dengan melakukan kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Ditambahkannya, jika kegiatan kebudayaan di Kabupaten Berau harus didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pasalnya diketahui ada banyak acara kebudayaan yang rutin digelar, salah nsatunya Meja Panjang dan Bakudung Batiung.

“Meski kegiatan tersebut biasanya ada dukungan pihak ketiga, pemerintah harus tetap memberi dukungan penuh agar setiap tahun kegiatan bisa semakin meriah,” ungkapnya.

Menurut Elita, festival kebudayaan seperti Bekudung Betiung itu harus didukung dengan maksimal. Terlebih dapat memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat.

“Kegiatan kebudayaan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapat Asli Kampung (PAK). Maka dari itu harus didukung dengan maksimal,” tuturnya.

Politikus Golongan Karya (Golkar) ini menyebut, pemerintah harus mendukung penuh acara-acara kebudayaan yang digelar, sehingga dapat menarik perhatian wisatawan.

“Banyak destinasi wisata, kita juga punya nilai kebudayaan yang bisa diperkenalkan, baik itu ke wisatawan lokal maupun mancanegara. Saya harap potensi ini bisa diperhatikan,” katanya.

Elita berharap pemerintah dapat memperhatikan acara tahunan tersebut dari sisi anggaran.

“Kita perlu komitmen dan konsisten mendukung penganggarannya jika ingin kebudayaan dan pariwisata kita maju dan berkembang,” pungkasnya. (ADV/KN)

Polemik Tatib Debat Kedua Pilgub Kaltim: Tim 02 Desak KPU Bertindak Tegas Atas Pelanggaran Paslon 01

0

SAMARINDA – Tim Paslon 02 Pilgub Kaltim, Rudy-Seno, melayangkan protes keras terhadap Paslon 01 Isran-Hadi yang diduga melanggar tata tertib (tatib) debat Pilgub Kaltim yang digelar pada 3 November 2024 lalu di Jakarta.

Pelanggaran tatib tersebut terjadi sebanyak tiga kali secara berturut-turut, yang dianggap layak untuk mengeluarkan Paslon 01 dari arena debat.

Sudarno, Wakil Ketua Tim 02 Rudy-Seno Kaltim dan Tim Pembahas Tatib Debat Kedua, menjelaskan bahwa Paslon 01 telah melanggar tatib yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua tim, disaksikan oleh KPU Kaltim dan Bawaslu.

Pelanggaran pertama terjadi saat Cawagub 01, Hadi Mulyadi, di awal acara debat sudah berbicara di luar isu debat dan memprotes isi tatib debat yang telah disepakati bersama.

Melihat hal itu, Tim 02 memprotes Komisioner KPU Kaltim karena tidak memberikan peringatan pertama pada Paslon 01 (tatib pasal 9).

Selanjutnya, yang merupakan sesi head to head antara cagub vs cagub dan cawagub vs cawagub, Cagub 01 dibantu oleh Cawagub 01 dalam menjawab pertanyaan Cagub 02.

“Hal ini melanggar tatib pasal 8, dan Tim 02 kembali memprotes Komisioner KPU Kaltim,” ungkap Sudarno.

Lebih lanjut, Tim 02 menyoroti pernyataan Paslon 01 yang melakukan serangan personal kepada Paslon 02 terkait pergantian Ketua DPRD Kaltim dengan menyebut nama secara langsung.

“Tim 02 kembali mengajukan protes ke KPU Kaltim atas pelanggaran tersebut (tatib pasal 5),” tegasnya.

“Atas pelanggaran tatib yang dilakukan Paslon 01, saya sudah melakukan protes langsung ke Komisioner KPU Kaltim pada saat debat berlangsung di Jakarta. Namun, saya sebagai LO/perwakilan Tim 02 malah diusir oleh Oknum Komisioner KPU Kaltim perempuan dengan memanggil pengamanan dalam KPU Kaltim untuk mengamankan Tim 02,” ujarnya.

Hal ini membuat Tim 02 tidak terima. Sudarno menegaskan bahwa tatib debat kedua telah dibahas bersama antara KPU Kaltim, Bawaslu Kaltim, Tim Paslon 02, Tim Paslon 01, dan disaksikan oleh Polda Kaltim.

“Tim 01 sudah tanda tangan, saya juga tanda tangan tatib. Artinya ada kesepakatan,” tukasnya.

Tatib tersebut ditandatangani bersama oleh kedua Tim Paslon yang diwakili Sudarno (Tim Paslon 02) dan Trisukma (Pengurus Partai Demokrat dan Tim Paslon 01).

“Jika Pak Hadi tidak terima isi tatib artinya Pak Hadi tidak menghargai Timnya yang sudah diserahkan tugas mengurus tatib,” ujarnya.

Tim 02 berharap agar KPU Kaltim dapat menindak tegas pelanggaran tatib yang dilakukan oleh Paslon 01 dan memastikan agar debat Pilgub Kaltim dapat berlangsung secara fair dan bermartabat pada debat ketiga mendatang.

“Pak Hadi kalo nggak percaya Timnya turun sini ketemu kita bahas tatib. Jadi nanti di debat ke tiga tidak ada protes lagi semacam ini,” tambahnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R

Bupati Kukar Minta Pusat Perketat Pengawasan Lubang Bekas Tambang

TENGGARONG – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, meminta pemerintah pusat meningkatkan pengawasan terhadap lubang-lubang bekas tambang yang tersebar di wilayah Kukar. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar area bekas pertambangan.

Bambang Arwanto mengungkapkan bahwa Kukar adalah wilayah dengan jumlah lubang bekas tambang terbanyak di Kalimantan Timur (Kaltim). Dari total 537 lubang yang ada di provinsi tersebut, 263 di antaranya berada di Kukar.

“Pengawasan dari pemerintah pusat melalui inspektur tambang yang ada di Kaltim sangat diperlukan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya belum lama ini.

Mengingat keberadaan lubang-lubang tambang yang menganga ini, pun menjadi ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat. Tercatat lubang bekas telah memakan korban jiwa sebanyak 51 orang. Paling baru, dua anak ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di sebuah lubang bekas tambang yang berada di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, pada 14 September lalu.

“Saya ingin lubang-lubang bekas tambang ini tetap diawasi dengan ketat. Karena ini jelas memerlukan perhatian dan pengawasan lebih,” sambungnya.

Meski pengawasan tambang merupakan kewenangan pemerintah pusat, Bambang Arwanto menegaskan pihaknya akan melakukan inisiatif pemantauan demi memastikan keselamatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban di area bekas galian tambang batu bara.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepda PT GDM yang telah mengambil tindakan cepat dengan menutup salah satu lubang bekas tambang. Tepatnya di area yang pernah menelan korban jiwa.

“Meskipun lubang tersebut bukan dari aktivitas penambangan PT GDM, inisiatif mereka dalam melakukan pengurukan patut diapresiasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang mengusulkan agar lubang-lubang bekas tambang yang berizin dipagari untuk mencegah kecelakaan. Selain itu, ia berharap lubang-lubang tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti budidaya ikan atau bahkan dikembangkan menjadi objek wisata danau.

Menurut Bambang, tugas pemerintah daerah adalah memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman lubang bekas tambang. Ia berjanji akan bermusyawarah dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik guna menutup lubang-lubang tersebut. Sehingga insiden serupa tidak terulang.

“Penutupan ini juga merupakan arahan dari Pj Gubernur Kaltim yang menginspeksi beberapa waktu lalu. Beliau memberikan tenggat waktu 15 hari untuk menyelesaikan penutupan sebagai bagian dari mitigasi terhadap tambang ilegal yang meninggalkan lubang tanpa pengawasan,” tukasnya. (Yudi/Adv)

Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Muara Badak Ulu Siap Beroperasi Awal 2025

TENGGARONG – Setelah tujuh tahun dalam proses pembangunan, pabrik pengolahan rumput laut di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), segera akan beroperasi penuh. Pabrik ini telah selesai dibangun dan kini hanya menunggu pemasangan mesin pengolah utama, yang diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani rumput laut setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa mesin pengolah dengan kapasitas produksi mencapai 20 ton bubuk rumput laut per bulan ini sedang dalam proses perakitan, yang diperkirakan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Keberadaan pabrik ini membuka peluang besar bagi petani rumput laut di Kukar, terutama dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal,” ujar Sayid Fathullah baru-baru ini.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, yang diperkirakan mencapai 150-200 ton rumput laut basah per bulan, Disperindag Kukar telah menggandeng berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perusahaan daerah, dan koperasi. Kolaborasi ini bertujuan memastikan rantai pasokan bahan baku berjalan lancar dan turut memberdayakan masyarakat setempat.

Keberadaan pabrik ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan petani, kehadiran pabrik ini juga diharapkan mampu mengangkat harga rumput laut yang kini berada di kisaran Rp 15 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp 17-18 ribu per kg.

Disperindag Kukar juga mengajak Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk kreatif mengolah rumput laut menjadi produk makanan dan minuman bernilai tambah tinggi. Produk seperti beras dan mie instan berbasis rumput laut menjadi prioritas, mengingat potensi gizi yang tinggi dari bahan ini.

“Kami menargetkan pabrik ini dapat beroperasi pada awal tahun 2025. Dengan adanya pasar baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN), kami berharap produk olahan rumput laut dari Kukar dapat menjadi komoditas unggulan,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Proyek Jalan Alternatif Bukit Biru-Batuah Terkendala Lahan, Pemkab Kukar Hentikan Prioritas

TENGGARONG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membangun jalan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Bukit Biru ke Desa Batuah kini tidak lagi menjadi prioritas. Proyek yang dirancang sejak 2013 ini masih menyisakan jarak sekitar 35 kilometer (km) yang belum terselesaikan.

Awalnya, jalan sepanjang 38 km ini diharapkan dapat menjadi akses alternatif untuk mempercepat perjalanan dari Tenggarong ke Balikpapan, menggantikan jalur yang saat itu rusak parah dan berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Namun, proyek ini terkendala oleh masalah pembebasan lahan, yang menghambat penyelesaian jalan tersebut.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini membutuhkan dana besar karena melibatkan pembukaan lahan baru.

Pada perencanaan jalan tersebut, nantinya dibuat dua jalur dan langsung terkoneksi dengan jalur freeway Samarinda-Balikpapan. Jika selesai, maka jarak tempuh Tenggarong Balikpapan lebih singkat sekitar satu setengah jam. Adapun spesifikasi jalan dirancang mampu menahan beban kendaraan dengan kapasitas hingga di atas 10 ton.

“Jalan dari Bukit Biru ke Batuah itu merupakan jalan alternatif yang merupakan jalan kabupaten. Itu adalah program lama kita, tapi terkendala masalah pembebasan lahan dan kedua biayanya (pembangunan) juga besar karena itu kan jalan baru belum ada bukaan lahan,” sebut Linda Juniarti, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, benerapa waktu lalu.

Saat kondisi jalan poros Tenggarong-Loa Janan hampir terputus seperti sekarang ini. Pertanyaan mengenai pembanguan jalan alternatif tersebut kembali mencuat ke permukaan. Namun, Linda mengatakan bahwa proyek pembanguan jalan alternatif tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat karena terkendala masalah anggaran.

“Proyek itu (Jalan dari Bukit Biru-Batuah) tidak bisa kita kerjakan dalam satu mata anggaran, jadi bertahap. Tahun ini jalan itu dialokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar, tahun depan juga ada. Mudah-mudahan kita terus menganggarkan untuk jalanan itu,” serunya.

“Tahun depan Insya Allah sudah bisa lewat Margasari, kemudian akan kita lanjut lagi. Tapi juga tergantung pembebasan lahan,” tandasnya. (Yudi/Adv)