Beranda blog Halaman 591

Soroti Angka Inflasi Tinggi, Sakirman Ingin Pemkab Tekan Harga 9 Bahan Pokok Utama Masyarakat

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sakirman soroti tingginya inflasi di Kabupaten Berau. Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Kabupaten Berau menempati peringkat pertama dengan inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan inflasi sebesar 3,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,53.

Inflasi tersebut lebih besar dari Kalimantan Timur sebesar 3,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,02.

Sakirman menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan inflasi di suatu daerah. Seperti permintaan barang dan jasa yang tinggi, peredaran uang meningkat, peningkatan harga komoditas dan sebagainya.

“Dari segi distribusi juga bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Apakah biaya transportasi dari pengiriman bahan pokok,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mencari solusi agar angka inflasi bisa ditekan. Seperti melakukan sidak kesejumlah tempat penyimpanan atau tempat jual beli bahan pokok untuk mencari informasi apa yang menyebabkan kenaikan inflasi yang cukup tinggi.

“Pemkab Berau harus mencari solusi untuk jangka pendek dan jangka panjang untuk tekan inflasi,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk solusi jangka pendeknya, Sakirman mengusulkan untuk mengadakan pasar murah di setiap kecamatan. Hal tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok yang saat ini harganya mengalami kenaikan.

Dirinya menginginkan untuk menekan angka dari sembilan bahan pokok yang menjadi utama bagi masyarakat. Sembilan bahan pokok tersebut adalah, Beras, Minyak goreng, Bawang merah dan bawang putih, Gula, Daging, Susu, Telur, Gas LPG, dan Garam.

“Kalau untuk solusi jangka panjangnya harus dipikirkan lebih matang oleh Pemkab Berau. Agar angka inflasi tersebut dapat ditekan,” pungkasnya. (ADV/KN)

DPRD Harap Pembangunan Drainase Harus Merata di Seluruh Wilayah

TANJUNG REDEB – Revitalisasi Drainase yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau kerap kali ditemui diwilayah perkotaan Kabupaten Berau

Hal tersebut mendapatkan perhatian dari Anggota DPRD Berau, Abdul Waris. Menurutnya pembangunan drainase tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan saja. Di setiap kampung perlu diperhatikan terkait oleh OPD terkait.

Dirinya menjelaskan sepanjangan jalan, khususnya yang menuju daerah pesisir Berau, rata-rata tidak memiliki saluran drainase. Sehingga, terjadi genangan air di tengah jalan dan terjadi sedimentasi yang merusak jalan.

“Setahu saya teorinya seperti itu. Karena genangan air ini bisa merusak jalan, jadi harus jadi perhatian kita,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya juga terus menyuarakan persoalan pembangunan drainase di daerah perkampungan saat pembahasan anggaran.

“Intinya kami ingin pembangunan tidak di kota saja. Supaya pembangunan merata. Juga jadi perhatian OPD terkait supaya betul-betul diperhatikan,” ujarnya.

Terlebih, kasus drainase ini terus menjadi usulan prioritas oleh aparat kampung pada kegiatan Musrenbang. Karena itu masalah ini perlu atensi dari pemerintah guna mencari solusi.

“Percuma saja kita bangun jalan yang bagus tapi saluran drainasenya tidak memadai. Kan bisa merusak jalannya nanti,” tegasnya.

Dirinya berharap, pembangunan drainase di wilayah perkampungan bisa segera direalisasikan secepatnya. Mengingat, anggaran yang diterima oleh Kabupaten Berau setiap tahunnya terus meningkat.

“Anggaran kita cukup besar, jangan sampai yang menjadi usulan setiap kampung untuk drainase tidak direalisasikan,” tandasnya. (ADV/KN)

Disperindag Kukar Dukung Produk Lokal Tembus Pasar Global

TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mendukung produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Langkah ini dilakukan melalui program pembinaan khusus untuk mengembangkan komoditas lokal yang berpotensi ekspor.

Dalam program bertajuk Pembinaan dan Pengembangan Usaha Produk Ekspor Unggulan Untuk Komoditas Lokal, Disperindag Kukar secara rutin memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kukar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk lokal.

Kepala Bidang Informasi, Promosi, dan Industri Disperindag Kukar, Hamidin, mengungkapkan bahwa meski program telah berjalan di sejumlah kecamatan, masih terdapat tantangan besar, terutama dalam menjaga peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

“Kita akan terus berupaya untuk melakukan pendampingan yang berkelanjutan. Saat ini pelaku usaha masih menghadapi banyak kendala untuk masuk pasar global,” sebut Hamidin beberapa waktu lalu.

Melalui Program ini, Disperindag Kukar juga menargetkan untuk mendorong tiap kecamatan agar memiliki produk unggulan yang bisa menembus pasar yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional.

“Mungkin memang program ini akan sangat sulit untuk direalisasikan, tapi kami percaya tidak ada yang tidak mustahil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Pemkab Kukar Rencanakan Penambahan Kawasan Pertanian di Wilayah Hulu

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memperluas kawasan pertanian di wilayah yang potensial.

Pemkab Kukar berencana membuka kawasan pertanian baru di wilayah Hulu Sungai Mahakam, terutama di Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar dengan ketersediaan lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah.

Menurut Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, pengembangan kawasan pertanian di wilayah tersebut telah memasuki tahap pengukuran dan pemetaan lahan. Saat ini, tim konsultan sedang mengumpulkan data untuk pemetaan di lima kecamatan tersebut guna memastikan kesesuaian data lapangan.

“Pengecekan lapangan sangat diperlukan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara data yang dikumpulkan dan kenyataan di lapangan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Sunggono berharap agar petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memperhatikan dan mencermati informasi yang disampaikan oleh Tim Konsultan untuk mengembangkan sektor pertanian di kawasan tersebut.

“Petani dan PPL yang sehari-hari bekerja di lapangan adalah pihak yang paling memahami kondisi sebenarnya. Jika ada data yang tidak sesuai, segera lakukan koreksi agar informasi yang tercatat dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian di Kukar tidak hanya diisi oleh generasi yang sudah berpengalaman, tetapi juga mendapat sentuhan inovatif dari generasi muda.

Sunggono juga menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus membenahi sektor pertanian, termasuk menangani masalah air dan infrastruktur pertanian di berbagai wilayah.

“Saya ingin memotivasi generasi muda untuk berpartisipasi dalam sektor pertanian. Pemkab Kukar akan melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar generasi muda yang berminat bisa mendalami ilmu pertanian,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Kecewa Tak Dianggap di Era Gubernur Isran Noor, Disabilitas Kaltim Beri Dukungan Penuh untuk Pasangan Rudy-Seno

0

SAMARINDA – Kelompok Disabilitas Kalimantan Timur secara resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan di Sekretariat DPD Partai Golkar Kaltim pada Selasa (5/11/2024), yang dihadiri langsung oleh Calon Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dan perwakilan komunitas disabilitas.

Muhammad Ilham, Ketua Disabilitas Bangkit dan Bergerak Bersama Indonesia Cabang Kaltim, mengatakan bahwa dukungan ini muncul karena kekecewaan terhadap pemerintah provinsi yang selama ini dinilai kurang memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.

Menurut Ilham, pemerintah provinsi saat dipimpin oleh Isran Noor tidak menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menyatakan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesempatan kerja di sektor pemerintah dan swasta tanpa diskriminasi.

“Kami telah meminta kepada pemerintah provinsi, tapi hingga saat ini belum ada disabilitas yang bekerja di kantor pemerintahan provinsi,” ungkap Ilham.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kaltim, Daniel Eko Wahyu, menyampaikan harapan besar pada pasangan Rudy-Seno untuk memperjuangkan hak-hak disabilitas di Kaltim.

Daniel menyebutkan bahwa kaum disabilitas di Kaltim berharap bisa bekerja di kantor pemerintah dan BUMN, serta mendapatkan fasilitas umum yang ramah disabilitas.

Seno Aji menyambut dukungan ini dengan penuh haru dan menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas.

“Kami berkomitmen memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak dan fasilitas yang mendukung kebutuhan mereka,” kata Seno.

Para penyandang disabilitas berharap pasangan Rudy-Seno dapat membawa perubahan nyata, terutama dalam memastikan hak-hak dan kesejahteraan mereka terpenuhi, yang selama ini belum maksimal diberikan oleh pemerintah sebelumnya.

“Kami berjanji untuk menaikkan kuota tenaga kerja disabilitas di pemerintahan hingga minimal 3-4 persen jika pasangan Rudy-Seno terpilih, kalo ada yang mau usaha kita juga adakan permodalan dan pelatihan,” pungkasnya. (Han)

Penulis: Hanafi
Editor:

Petani Desa Sumber Sari Pakai Rumah Jemur UV Dryer untuk Keringkan Padi

TENGGARONG – Menghadapi musim penghujan yang kerap kali menjadi tantangan bagi petani, warga Desa Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kini memiliki solusi inovatif dengan memanfaatkan rumah jemur UV Dryer. Fasilitas ini dirancang untuk membantu petani mengeringkan padi secara optimal, meski di tengah cuaca yang tidak mendukung.

Saikem, pemilik penggilingan padi di desa tersebut, mengungkapkan bahwa UV Dryer ini baru saja selesai dibangun dan kini sudah mulai digunakan dalam tahap percobaan. Meski masih dalam penyesuaian, terutama pada penggunaan panel surya (solar cell), Saikem melihat potensi besar dari teknologi ini untuk meningkatkan kualitas panen.

“Setelah bangunan ini jadi, kami langsung gunakan untuk percobaan. Memang masih perlu penyesuaian, terutama pada solar cell yang mengatur daya. Tapi hasil awalnya sudah cukup memuaskan,” ujar Saikem.

Rumah jemur berukuran 8 x 20 meter ini mampu menampung hingga enam ton padi dalam sekali pengeringan. Prinsip kerja UV Dryer mengandalkan radiasi sinar ultraviolet yang masuk melalui atap transparan, memerangkap panas di dalam bangunan, sehingga suhu di dalamnya meningkat. Perbedaan suhu antara di luar dan di dalam bangunan bisa mencapai lima hingga sepuluh derajat, yang cukup untuk menguapkan kadar air pada butiran padi.

“Jika kualitas UV Dryer ini optimal, manfaatnya akan sangat besar bagi kami. Ini adalah harapan baru bagi petani di tengah musim hujan,” jelas Saikem.

UV Dryer ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang rampung pada 2024, sebagai solusi yang efektif untuk menjaga kualitas hasil panen. Saikem berharap, dengan adanya fasilitas ini, petani di Desa Sumber Sari dapat mempertahankan kualitas padi meski cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga harga jual komoditas tetap stabil dan menguntungkan.

“Dengan UV Dryer ini, kami ingin memastikan kualitas hasil panen yang baik, agar harga jual tetap bisa dipertahankan dan petani tidak rugi. Semoga ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi kita semua,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Inflasi Berau Jadi Tertinggi Di Kaltim, Oktavia: Segera Cari Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

TANJUNG REDEB – Bedasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, pada bulan April 2024, Kabupaten Berau menempati posisi pertama di Kalimantan Timur dengan inflasi sebesar 3,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,53.

Inflasi tersebut lebih besar dari Kalimantan Timur sebesar 3,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,02.

Atas tingginya angka inflasi di Kabupaten Berau, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Berau, Oktavia. Ia mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau secara cepat harus menemukan solusi konkret untuk menekan inflasi di Bumi Batiwakkal.

“Pada September 2024, inflasi di Kabupaten Berau tercatat mencapai 3,34 persen,” ungkap Oktavia.

Oktavia, yang akrab disapa Okta, menekankan perlunya langkah strategis pemerintah untuk mengatasi lonjakan inflasi, terutama pada kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami sangat prihatin dengan angka inflasi di Berau yang sudah mencapai 3,34 persen,” tambahnya.

Politikus Partai NasDem tersebut mengungkapkan kenaikan yang signifikan di sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,67 persen, serta sektor kesehatan yang melonjak hingga 5,57 persen.

Menurutnya, kenaikan di sektor-sektor ini menjadi beban berat bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang paling terdampak.

“Kenaikan di sektor makanan dan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi beban besar bagi mereka yang memiliki daya beli terbatas,” ujarnya.

Oktavia mendesak Pemkab Berau segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok serta memastikan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.

Ia juga menyarankan adanya sinergi antara Pemkab dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta kolaborasi dengan stakeholder terkait untuk merumuskan kebijakan jangka pendek maupun panjang.

“Pemantauan harga di pasar dan pelaksanaan operasi pasar bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak inflasi,” jelasnya.

Selain itu, dukungan terhadap sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai penting untuk meningkatkan produksi lokal yang dapat membantu menstabilkan harga di pasaran.

“Dukungan dari segala pihak sangat diperlukan untuk menekan angka inflasi di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (ADV/KN)

Peri Kombong Minta Tekan Angka Persentase Remaja Putus Sekolah di Berau

TANJUNG REDEB – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, persentase angka putus sekolah untuk kelompok remaja usia 16-18 tahun tergolong cukup tinggi di Bumi Batiwakkal.

Hal tersebut menunjukkan kurangnya minat anak untuk bersekolah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor komunikasi internal keluarga, faktor sosial dan faktor kesehatan.

Dengan tingginya persentase anak putus sekolah pada usia tersebut, Anggota DPRD Berau, Peri Kombong sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Menurutnya, pendidikan adalah hal penting masa depan anak untuk mengejar cita-citanya setinggi-tingginya.

Maka dari itu, kasus putus sekolah harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

“Jangan dibiarkan hal seperti ini, Pemkab Berau seharusnya bisa perhatikan dengan serius terkait angka putus sekolah,” ungkapnya.

Feri membeberkan, pihaknya akan melakukan monitoring terkait permasalahan yang ada di lapangan.

Akar permasalahan akan dicari untuk mengetahui persoalan apa yang memicu terjadinya anak putus sekolah.

Dikatakannya, putus sekolah merupakan suatu hal yang tidak bisa dinilai berdasarkan satu kesimpulan saja, harus dengan turun ke lapangan sehingga bisa memahami.

“Kita akan lihat nanti apa masalahnya, apakah karena terbentur dengan ekonomi atau karena kurangnya SMA/SMK, dari sini akan kita ambil langkah,” tuturnya.

Politikus Gerindra itu menyebutkan pula, akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas permasalahan ini.

“Kita akan koordinasi untuk bersama-sama membahas dan mencari solusi persoalan itu, agar angka anak putus sekolah dapat ditekan,” jelasnya.

Feri menegaskan, jika putus sekolah terjadi akibat kurangnya minat belajar, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat khususnya pelajar agar dapat tetap menempuh jalur pendidikan.

“Pendidikan merupakan bekal dalam menentukan kehidupan di masa mendatang. Tentu, harus diberi perhatian lebih untuk mencegah anak-anak Kabupaten Berau putus sekolah,” pungkasnya. (ADV/KN)

Elita Minta Jangan Hanya Pariwisata Diperhatikan, Kebudayaan Perlu Diperhatikan

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau memiliki keberagaman budaya yang ada. Dengan tiga suku asli yang selama ini hidup berdampingan di Bumi Batiwakkal, yakni Suku Banua, Dayak dan Bajau. Melahirkan banyak acara budaya yang telah terselenggara.

Hal tersebut tentu bisa di manfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Berau untuk menarik minat para wisatawan baik lokal, nasional hingga mancanegara dengan budayanya.

Menyoroti hal tersebut, Anggota DPRD Berau, Elita Herlina mengingatkan jangan hanya pariwisata aja yang diperhatikan. Kebudayaan harus dijaga dengan melakukan kegiatan yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Ditambahkannya, jika kegiatan kebudayaan di Kabupaten Berau harus didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pasalnya diketahui ada banyak acara kebudayaan yang rutin digelar, salah nsatunya Meja Panjang dan Bakudung Batiung.

“Meski kegiatan tersebut biasanya ada dukungan pihak ketiga, pemerintah harus tetap memberi dukungan penuh agar setiap tahun kegiatan bisa semakin meriah,” ungkapnya.

Menurut Elita, festival kebudayaan seperti Bekudung Betiung itu harus didukung dengan maksimal. Terlebih dapat memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat.

“Kegiatan kebudayaan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapat Asli Kampung (PAK). Maka dari itu harus didukung dengan maksimal,” tuturnya.

Politikus Golongan Karya (Golkar) ini menyebut, pemerintah harus mendukung penuh acara-acara kebudayaan yang digelar, sehingga dapat menarik perhatian wisatawan.

“Banyak destinasi wisata, kita juga punya nilai kebudayaan yang bisa diperkenalkan, baik itu ke wisatawan lokal maupun mancanegara. Saya harap potensi ini bisa diperhatikan,” katanya.

Elita berharap pemerintah dapat memperhatikan acara tahunan tersebut dari sisi anggaran.

“Kita perlu komitmen dan konsisten mendukung penganggarannya jika ingin kebudayaan dan pariwisata kita maju dan berkembang,” pungkasnya. (ADV/KN)

Polemik Tatib Debat Kedua Pilgub Kaltim: Tim 02 Desak KPU Bertindak Tegas Atas Pelanggaran Paslon 01

0

SAMARINDA – Tim Paslon 02 Pilgub Kaltim, Rudy-Seno, melayangkan protes keras terhadap Paslon 01 Isran-Hadi yang diduga melanggar tata tertib (tatib) debat Pilgub Kaltim yang digelar pada 3 November 2024 lalu di Jakarta.

Pelanggaran tatib tersebut terjadi sebanyak tiga kali secara berturut-turut, yang dianggap layak untuk mengeluarkan Paslon 01 dari arena debat.

Sudarno, Wakil Ketua Tim 02 Rudy-Seno Kaltim dan Tim Pembahas Tatib Debat Kedua, menjelaskan bahwa Paslon 01 telah melanggar tatib yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua tim, disaksikan oleh KPU Kaltim dan Bawaslu.

Pelanggaran pertama terjadi saat Cawagub 01, Hadi Mulyadi, di awal acara debat sudah berbicara di luar isu debat dan memprotes isi tatib debat yang telah disepakati bersama.

Melihat hal itu, Tim 02 memprotes Komisioner KPU Kaltim karena tidak memberikan peringatan pertama pada Paslon 01 (tatib pasal 9).

Selanjutnya, yang merupakan sesi head to head antara cagub vs cagub dan cawagub vs cawagub, Cagub 01 dibantu oleh Cawagub 01 dalam menjawab pertanyaan Cagub 02.

“Hal ini melanggar tatib pasal 8, dan Tim 02 kembali memprotes Komisioner KPU Kaltim,” ungkap Sudarno.

Lebih lanjut, Tim 02 menyoroti pernyataan Paslon 01 yang melakukan serangan personal kepada Paslon 02 terkait pergantian Ketua DPRD Kaltim dengan menyebut nama secara langsung.

“Tim 02 kembali mengajukan protes ke KPU Kaltim atas pelanggaran tersebut (tatib pasal 5),” tegasnya.

“Atas pelanggaran tatib yang dilakukan Paslon 01, saya sudah melakukan protes langsung ke Komisioner KPU Kaltim pada saat debat berlangsung di Jakarta. Namun, saya sebagai LO/perwakilan Tim 02 malah diusir oleh Oknum Komisioner KPU Kaltim perempuan dengan memanggil pengamanan dalam KPU Kaltim untuk mengamankan Tim 02,” ujarnya.

Hal ini membuat Tim 02 tidak terima. Sudarno menegaskan bahwa tatib debat kedua telah dibahas bersama antara KPU Kaltim, Bawaslu Kaltim, Tim Paslon 02, Tim Paslon 01, dan disaksikan oleh Polda Kaltim.

“Tim 01 sudah tanda tangan, saya juga tanda tangan tatib. Artinya ada kesepakatan,” tukasnya.

Tatib tersebut ditandatangani bersama oleh kedua Tim Paslon yang diwakili Sudarno (Tim Paslon 02) dan Trisukma (Pengurus Partai Demokrat dan Tim Paslon 01).

“Jika Pak Hadi tidak terima isi tatib artinya Pak Hadi tidak menghargai Timnya yang sudah diserahkan tugas mengurus tatib,” ujarnya.

Tim 02 berharap agar KPU Kaltim dapat menindak tegas pelanggaran tatib yang dilakukan oleh Paslon 01 dan memastikan agar debat Pilgub Kaltim dapat berlangsung secara fair dan bermartabat pada debat ketiga mendatang.

“Pak Hadi kalo nggak percaya Timnya turun sini ketemu kita bahas tatib. Jadi nanti di debat ke tiga tidak ada protes lagi semacam ini,” tambahnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R