Beranda blog Halaman 588

Inisiatif Unik, BPBD Kukar Normalisasi Sungai Belayan dengan Gotong Royong Tanpa Dana APBD

TENGGARONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah inovatif untuk menangani banjir yang sering merendam permukiman di sepanjang Sungai Belayan. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, BPBD Kukar akan melaksanakan normalisasi Sungai Belayan tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pengerjaan ini sepenuhnya melibatkan kekuatan lokal, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, kepolisian, TNI, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Belayan. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan kolaborasi pertama di Kalimantan Timur yang dilakukan tanpa pembiayaan pemerintah.

“Kegiatan normalisasi Sungai Belayan ini murni dikerjakan dengan mengakomodir kekuatan di tingkat lokal. Baik itu di pemerintah kecamatan, desa, pihak kepolisian dan juga TNI serta melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana,” tegas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, Kamis (7/11/2024).

“Alhamdulilah kami sudah melakukan rapat bersama semua pihak dan menghasilkan kesepakatan untuk mensukseskan kegiatan gotong royong normalisasi dan pemberdihan Sungai Belayan,” timpalnya.

Setianto Nugroho Aji juga menegaskan bahwa normalisasi kawasan sungai tanpa menggunakan anggaran yabg bersumber dari kas daerah atau negara ini merupakan yang pertama kalo dilakukan di Kalimantan Timur (Kaltim). Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah pembuka bagi BPBD Kukar untuk bisa melakukan progran penangana bencana serupa di wilayah lain.

“Luarbiasa sekali ini, segala kekuatan masyarakat di tingkat lokal ini kalo kita berdayakan ternyata mereka punya kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan gotong royong untuk melakukan pembersihan dan normalisasi aliran Sungai Belayan ini akan dilakuak di tiga titik paling kritis. Yaitu, Desa Kelekat, Bukit Layang dan Long Beleh Modang. Ditargetkan kegiatan ini akan dimulai pada akhir November 2024.

“Ini sudah Clear semua, tinggal rapat teknis termasuk pembagian dukungan pada tenan-teman mitra dari perisahaan yang akan berpartisipasi. Habis itu langsung kita gladi dan kita laksanakan,” tandasnya. (Adv)

Plt Kades Long Beleh Modang: Normalisasi Sungai Belayan Jadi Harapan Besar Warga

TENGGARONG – Rencana normalisasi Sungai Belayan membawa harapan besar bagi masyarakat Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar). Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Long Beleh Modang, Jeky Iskandar langkah ini telah lama dinantikan oleh warga, yang berharap normalisasi sungai dapat mengatasi banjir tahunan serta meningkatkan perekonomian daerah.

Selain membantu mengurangi risiko banjir yang rutin menggenangi kawasan sekitar, normalisasi Sungai Belayan diprediksi akan berdampak positif pada perputaran ekonomi warga. Sungai yang lebih bersih dan lancar diyakini akan membuka akses transportasi dan memperbaiki jalur distribusi barang.

“Ini adalah kabar baik yang ditunggu masyarakat. Selain mengatasi masalah banjir, sungai yang dinormalisasi akan mendukung kegiatan ekonomi dan memudahkan akses warga,” ujar Plt Kades Long Beleh Modang, Kamis (7/11/2024).

Selain berpotensi mengakibatkan banjir, pendangkalan Sungai Belayan juga dikatakan oleh Jeky Iskandar sangat membahayakan masyarakat. Hal itu disebabkan karena di dasar Sungai yang ada di kawasan Desa Long Beleh Modang masih terdapat banyak potongan kayu yang merintangi sungai saat air surut.

“Kalo surut sungai itu banyak tunggurnya (batang kayu). Itu kan berbahaya bagi masyarakat, karena masyarakat di sini pasti menggunakan perahu untuk penopang transportasi. Bisa jebol itu kapal kalo nabrak kayu,” tegasnya.

“Jadi kan kalo dilakukan normalisasi pasti kayu-kayu itu diangkat, jadi lebih aman bagi masyarakat yang melintas,” timpalnya.

Selain itu, ia juga mengataka bahwa terkadang perahu tidak dapat melintas di atas sungai jika air sedang surut. Hal tersebut mengakibatkan pasokan bahan pokok ke desanya menjadi terhambat dan harganya bisa melambung.

“Tentunya kan kondisi-kondisi itu bisa di minimalisir kalo sungainya di normalisasi, jadi warga kita bisa lebih sejahtera,” tutup Jeky Iskandar. (Yudi/Adv)

Gotong Royong Normalisasi Sungai Belayan Disambut Positif oleh BWS Kalimantan IV

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat apresiasi atas inisiatif gotong royong untuk normalisasi Sungai Belayan, yang menjadi solusi banjir tahunan di pemukiman sekitar aliran sungai tersebut. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Setianto Nugroho Aji, menjelaskan bahwa pihak BWS menyampaikan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Kukar, yang telah memberi contoh dalam penanganan banjir berbasis kolaborasi lokal. Pihak BWS bahkan berkomitmen untuk hadir dalam kegiatan gotong royong ini.

“BWS menyampaikan apresiasi dan juga berencana untuk mendukung lebih jauh. Mereka juga sedang berupaya mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum agar mengalokasikan anggaran untuk pengerukan skala besar sepanjang Sungai Belayan tahun depan,” ungkap Setianto, Kamis (7/11/2024).

Bukan tanpa alasan, Setianto Nugroho Aji menuturkan bahwa salah satu anak sungai Mahakan tersebut memegang peran yang sangat strategis bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Subgai yang melintasi tiga kecamatan di Kukar itu merupakan salah satu jalur transporatasi yang sangat fital di kawaan tersebut.

“Sungai Belayan ini kan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, dan maslahat pendangkalan ini harus segera diatasi karena punya dampak yang cukup luas. Baik dari segi penangana bencana maupun akses transportasi masyarakat,” tandasnya. (Yudi/Adv)

KPU Bontang Lantik Anggota KPPS, Jamin Profesionalitas di Setiap TPS

0

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang resmi melantik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari Kelurahan Gunung Elai dan Kelurahan Bontang Baru pada Kamis (7/11/2024) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Sebanyak 168 anggota KPPS dari Kelurahan Gunung Elai dan 126 anggota KPPS dari Kelurahan Bontang Baru dilantik dalam acara tersebut. Wilayah Kelurahan Gunung Elai akan memiliki 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS), sementara Kelurahan Bontang Baru memiliki 18 TPS. Setiap TPS akan diisi oleh tujuh anggota KPPS.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bontang Utara, Joko Sutrisno, menyampaikan bahwa anggota KPPS memegang amanah besar dalam menjaga dan memperkuat demokrasi. Setiap anggota diharapkan dapat mendukung masyarakat agar mereka dapat menggunakan hak suaranya dengan baik untuk memilih pemimpin daerah yang sesuai dengan aspirasi dan harapan.

“Anggota KPPS yang telah dilantik hari ini akan mengemban tanggung jawab sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pemungutan suara di tingkat TPS,” ujar Joko.

Peran para anggota KPPS, lanjut Joko, merupakan wujud nyata dari demokrasi yang dijunjung tinggi. Oleh karena itu, tugas ini mencerminkan profesionalitas, integritas, dan dedikasi yang tinggi.

“Selamat kepada seluruh anggota KPPS yang telah dilantik. Saya harap saudara-saudara sekalian dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya. (adv/kn)

Warga Samboja Barat Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Pendidikan dalam Reses Firnadi Ikhsan

SAMARINDA – Dalam rangka reses masa persidangan pertama periode 2024-2029, Anggota DPRD Kaltim Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan, melakukan kunjungan ke Kecamatan Samboja Barat untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk menyampaikan kebutuhan utama mereka, terutama di bidang infrastruktur dan pendidikan.

Selama sesi dialog, warga menyampaikan usulan perbaikan jalan dan pembangunan rumah ibadah.

Firnadi mencatat bahwa infrastruktur jalan di Samboja Barat, seperti proyek semenisasi, masih memerlukan peningkatan.

“Masjid juga perlu perhatian khusus karena merupakan pusat ibadah bagi masyarakat setempat,” jelas Firnadi.

Masa reses sendiri menjadi sarana penting bagi anggota DPRD untuk berinteraksi langsung dengan konstituen di wilayah pemilihannya.

Selain mendapatkan masukan, reses juga memungkinkan para wakil rakyat untuk memantau pelaksanaan kebijakan yang sudah dibuat.

Dalam reses ini, Firnadi tidak hanya mendengar, tetapi juga menjelaskan tugas-tugas DPRD, seperti fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Firnadi mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam sesi dialog. Selain jalan dan infrastruktur desa, warga juga berharap ada peningkatan fasilitas pendidikan, terutama pembangunan Sekolah Dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Firnadi berkomitmen untuk memperjuangkan setiap masukan yang diberikan warga agar dapat diakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Keluhan dan kebutuhan masyarakat akan saya upayakan agar bisa diperjuangkan secara maksimal,” tutup Firnadi.

Penulis: Hanafi

Suasana Memanas Jelang Pilkada Serentak, DPRD Kaltim Himbau Kedamaian

SAMARINDA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar di seluruh Indonesia pada 27 November mendatang, tensi politik kian meningkat, terutama setelah debat kandidat pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur.

Suasana hangat ini diikuti dengan perhatian lebih dari berbagai pihak terkait untuk menjaga kestabilan situasi di masyarakat.

Salehuddin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, menyoroti pentingnya kondusivitas selama proses Pilkada ini berlangsung.

Dirinya berharap agar tim pemenangan, pendukung, serta simpatisan setiap paslon dapat terus berkomitmen menjaga ketenangan di wilayah masing-masing.

“Saya mengimbau kepada semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian dalam masyarakat. Bijaklah dalam menyebarluaskan informasi agar tidak memperkeruh suasana,” kata Salehuddin dalam pernyataannya.

Menurut Salehuddin, pelaksanaan Pilkada di Kaltim selama ini berjalan dengan baik karena peran serta pihak keamanan serta kedewasaan masyarakat yang mampu bersikap bijaksana.

“Siapapun yang terpilih nantinya, merekalah yang mendapat kepercayaan dari rakyat untuk mengemban aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga meminta masyarakat agar mempercayakan proses Pilkada kepada KPU dan aparat keamanan, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berlangsung dengan jujur, adil, dan damai.

“Kami berharap Pilkada kali ini tetap menjadi momentum pemersatu masyarakat Kaltim demi pembangunan daerah yang lebih baik,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Keluhkan Akses Bantuan, Warga Desa Sido Mukti Minta Alsintan ke Anggota DPRD Kaltim

KUKAR – Dalam kegiatan reses di Desa Sido Mukti, Kecamatan Muara Kaman, Kalimantan Timur, anggota DPRD Kaltim Didik Agung Eko Wahono mendengarkan aspirasi warga yang kesulitan mengakses bantuan alat pertanian (alsintan). Para petani di desa tersebut berharap mendapatkan alat yang dapat meringankan pekerjaan mereka, seperti traktor dan pompa air, terutama untuk menghadapi kondisi kemarau.

Warga menyampaikan bahwa alat-alat pertanian sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. “Kami berharap Pak Dewan bisa membantu kami mendapatkan traktor agar lebih mudah dalam bertani,” ungkap salah satu warga. Selain itu, mereka juga meminta bantuan pengeboran atau alat pompa air guna menghadapi kekeringan yang sering melanda saat musim kemarau.

Menanggapi keluhan tersebut, Didik Agung berjanji akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan membawa masalah tersebut ke tingkat provinsi. Ia menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan fasilitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mengingat pentingnya sektor agraria dalam ekonomi masyarakat.

“Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa memfasilitasi kebutuhan ini. Kita perlu mendukung petani karena mereka merupakan tulang punggung pangan,” ujarnya.

Didik juga menambahkan bahwa beberapa poin utama akan menjadi fokus, termasuk kesejahteraan petani dan upaya untuk memastikan hasil panen mendapatkan harga yang layak. “Kesejahteraan petani sangat penting. Kami berharap hasil panen mereka bisa lebih menguntungkan sehingga keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran tercapai,” pungkasnya. (ADV)

Guntur Dorong Semangka Menamang Jadi Ikon Kaltim, Harapkan Pertanian Lokal Semakin Maju

SAMARINDA – Keberhasilan Desa Menamang Kanan di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam budidaya buah semangka kini mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur. Melihat potensi besar yang dimiliki “Semangka Menamang,” Guntur berencana menjadikan buah tersebut sebagai ikon khas baru untuk Kalimantan Timur.

Menurut Guntur, Semangka Menamang memiliki kualitas tinggi, baik dari segi rasa maupun ukurannya, yang mampu mencapai bobot 4 kilogram. “Semangka Menamang ini rasanya sangat manis, dan permintaan dari luar sudah mulai banyak,” jelasnya. Guntur menilai keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kaltim untuk mengembangkan komoditas buah yang khas.

Ia berharap, dengan hadirnya ikon seperti Semangka Menamang, Kalimantan Timur bisa dikenal tidak hanya karena sumber daya alamnya, tetapi juga produk unggulan hasil pertanian. “Seperti Pontianak dengan jeruknya, kita harap Kaltim nanti dikenal dengan Semangka Menamang,” katanya penuh optimisme.

Tak hanya semangka, Guntur juga merencanakan pengembangan komoditas lain, yaitu pisang kepok. Pisang ini dianggap memiliki potensi besar dan dapat dijadikan ikon baru dari Kaltim. Ia kini tengah mencari lahan yang cocok untuk budidaya pisang kepok di wilayah tersebut.

“Dengan mengembangkan produk unggulan lokal, kami harap pertanian di Kaltim bisa semakin maju dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” pungkas Guntur. (Adv)

Penulis: Hanafi

Rencana Pemekaran Desa Loa Janan Ulu Disambut Baik, Warga Antusias dengan Akses Layanan yang Lebih Dekat

TENGGARONG – Wacana pemekaran Desa Loa Janan Ulu di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, menarik perhatian dan dukungan luas dari masyarakat. Dalam kegiatan reses pada Senin (5/11/2024) malam, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur, menyampaikan bahwa pemekaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memudahkan akses ke layanan publik.

Guntur menjelaskan bahwa proses pemekaran desa bukan hanya sekadar membagi wilayah, melainkan harus dirancang secara matang. Rencana ini juga akan disusun dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) serta mempertimbangkan masukan masyarakat dan aspek sosial-budaya setempat.

Menurutnya, pemekaran ini mencakup pembentukan desa baru bernama “Loa Janan Raya” dengan memisahkan wilayah RT tertentu di Dusun Tegal Anyar. Wilayah yang akan masuk dalam desa baru tersebut di antaranya RT 04, 05, 24, 25, 26, 31, 32, dan 33, yang dihuni oleh sekitar 13.447 jiwa.

Guntur mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemekaran. Ia berharap warga dapat memberikan masukan dan ide yang membangun demi terciptanya desa yang lebih baik dan mandiri.

Rencana pemekaran Desa Loa Janan Ulu ini masih menunggu finalisasi oleh pemerintah daerah, namun berbagai aspirasi masyarakat telah dicatat dan akan dijadikan bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ke depan.

“Langkah pemekaran ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru dan memperbaiki akses terhadap berbagai layanan publik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Disdikpora PPU Gelar Sosialisasi Aplikasi Skul.id dan Program Gemar Menanam untuk Siswa Se-PPU

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengadakan sosialisasi aplikasi Skul.id dan program Gemar Menanam bagi pelajar di aula lantai I Kantor Bupati PPU, Rabu (6/11/2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan aplikator di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di PPU.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, yang mewakili Penjabat Bupati PPU, membuka acara tersebut dengan tujuan untuk mendorong kemajuan pendidikan sekaligus kesadaran lingkungan di PPU. Dalam sambutannya, Andi menjelaskan bahwa melalui program Gemar Menanam, diharapkan dapat membangun kesadaran siswa tentang pentingnya merawat lingkungan dan menjaga keberlanjutan alam.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat masyarakat agar gemar menanam, memelihara pohon, serta turut berperan dalam mengantisipasi pemanasan global dan meningkatkan fungsi konservasi,” ungkapnya.

Andi juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan. Ia menyebutkan bahwa aplikasi Skul.id yang dikembangkan oleh Telkomsel menjadi solusi penting untuk mendigitalisasi sistem pendidikan di PPU. Dengan adanya aplikasi ini, komunikasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dapat berjalan lebih efektif dan transparan.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah PPU berharap dapat memperkuat sistem pendidikan dengan memanfaatkan teknologi serta membangun budaya peduli lingkungan sejak dini, yang nantinya akan diterapkan oleh para pelajar di sekolah-sekolah.

“Aplikasi ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi kegiatan belajar mengajar, mempermudah pemantauan perkembangan siswa, dan mendukung administrasi sekolah secara digital,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)