Beranda blog Halaman 539

Upacara Hari Bakti ke-79: Momentum Tingkatkan Sinergi Pembangunan di Kaltim

SAMARINDA – Upacara memperingati Hari Bakti ke-79 Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2024 digelar dengan khidmat di Lapangan Kantor Dinas PUPR-PERA Kaltim,beberapa waktu lalu.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, memimpin jalannya prosesi yang dihadiri berbagai pejabat daerah.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Sekretaris DPRD Kaltim Norhayati Usman, bersama Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Fitra Firnanda, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, serta unsur Forkopimda lainnya.

Momentum peringatan ini dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada Dinas PUPR-PERA kabupaten/kota se-Kaltim atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Selain itu, kegiatan sunat massal juga digelar sebagai bagian dari rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Ekti Imanuel mengapresiasi capaian Dinas PUPR-PERA dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Selamat kepada PU atas hasil kerja kerasnya. Banyak yang telah dibangun, seperti jalan dan jembatan, namun kita masih memiliki pekerjaan rumah terutama di daerah perbatasan dan pedalaman,” ujar Ekti.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana sebagaimana disampaikan dalam pesan Menteri Pekerjaan Umum yang dibacakan Pj Gubernur Akmal Malik.

Menurut Ekti, sarana dan prasarana yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung langkah ini. (Adv)

Penulis: Hanafi

Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Pahlevi Dorong Akademi Catur untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

SAMARINDA – Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Pahlevi, yang juga anggota DPRD Kaltim, menekankan pentingnya pengembangan akademi catur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga catur. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Percasi Kaltim 2024 yang berlangsung di Hotel Fugo, Minggu (8/12/2024).

Reza menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pembentukan laboratorium olahraga dan akademi catur seperti yang disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman.

“Potensi catur muda di Kalimantan Timur sangat tinggi. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan SDM untuk atlet, pelatih, dan wasit agar lebih profesional,” ujar Reza.

Reza mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap olahraga catur di Kaltim terus meningkat.

Ia mencontohkan kejuaraan catur di Kutai Kartanegara yang berhasil menarik 200–300 peserta dari tingkat SD hingga SMA/SMK dan SLB di setiap event.

“Ini menunjukkan bahwa catur memiliki daya tarik yang besar di Kaltim. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan atlet, pelatih, dan wasit terus berkelanjutan untuk menjaga momentum ini,” katanya.

Meski demikian, Reza tidak menutupi kekecewaannya atas keputusan catur tidak dipertandingkan dalam PON mendatang. Ia menilai keputusan tersebut berpotensi memengaruhi motivasi para atlet.

“Catur selalu menyumbangkan medali di PON maupun SEA Games. Bahkan, salah satu atlet kita baru saja menjuarai kejuaraan internasional di Kazakhstan dan membawa pulang hadiah 30 ribu USD,” ungkapnya.

Reza memastikan bahwa Percasi Kaltim akan berupaya keras memperjuangkan keberadaan catur di PON dan ajang internasional lainnya melalui koordinasi dengan Pengurus Besar Percasi Indonesia.

Langkah Strategis ke Depan
Dalam pengembangan olahraga catur, Percasi Kaltim akan terus melaksanakan seleksi atlet muda dan membina kerja sama dengan pelatih nasional maupun internasional.

Reza berharap sinergi antara pengurus Percasi, pemerintah daerah, dan provinsi dapat menciptakan lebih banyak atlet berprestasi di masa depan.

“Kami optimistis dengan potensi atlet kita. Dengan dukungan semua pihak, catur di Kaltim akan semakin maju dan menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Akhmed Reza Fachlevi Serap Aspirasi Warga Kukar dalam Reses Masa Sidang I DPRD Kaltim 2024

TENGGARONG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, mengadakan reses Masa Sidang I tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, dari 31 Oktober hingga 7 November 2024, dengan mengunjungi delapan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Desa-desa yang menjadi tujuan reses meliputi Desa Tani Bakti, Loa Duri Ulu, dan Loh Sumber di Kecamatan Loa Janan; Desa Handil Terusan, Kutai Lama, dan Sungai Meriam di Kecamatan Anggana; serta Desa Sumber Sari dan Ponoragan di Kecamatan Loa Kulu.

Dalam kegiatan tersebut, Akhmed Reza Fachlevi mendapati lima persoalan utama yang dihadapi warga setempat, yaitu masalah limbah lingkungan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pertanian, dan air bersih.

“Reses ini adalah waktu yang sangat berharga untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memahami isu-isu yang mereka hadapi,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Menurutnya, reses merupakan sarana penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi warga di daerah pemilihan (dapil). Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada masyarakat, reses juga menjadi manifestasi komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen.

“Hasil reses ini akan saya laporkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim melalui Fraksi Partai Gerindra. Saya berkomitmen untuk membawa aspirasi masyarakat Kukar ini ke tingkat selanjutnya,” ujar Akhmed Reza Fachlevi.

Dia juga menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat di delapan desa tidak hanya akan berhenti pada laporan formal. Sebagai wakil rakyat, Akhmed Reza Fachlevi berjanji untuk memperjuangkan solusi konkret melalui kewenangannya di DPRD Kaltim.

“Reses ini bukan hanya waktu untuk mendengarkan, tetapi juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa suara mereka akan diperjuangkan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Syarifatul Sya’diah: Dorong Terobosan Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyerukan pentingnya terobosan baru dalam kebijakan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah tidak ragu belajar dari daerah lain yang lebih maju demi perbaikan pelayanan publik.

“Tak perlu malu mencontoh pelayanan kesehatan di tempat lain selama tidak melanggar aturan. Masyarakat sangat mengharapkan berbagai upaya perbaikan, dan jika bisa membuat inovasi tersendiri, itu lebih baik lagi,” ujar Syarifatul.

Menurut Syarifatul, peningkatan pelayanan kesehatan dapat dimulai dengan memberikan prioritas kepada kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan anak-anak.

Ia menyarankan agar layanan khusus disediakan untuk mereka melalui berbagai program, seperti Posyandu, Integrasi Layanan Primer (ILP), edukasi kesehatan, hingga Poliklinik Geriatri Terpadu.

“Layanan ini juga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang ramah lansia agar mereka merasa nyaman,” tambahnya.

Ia mengaku prihatin dengan kenyataan bahwa kelompok rentan ini sering kali harus mengantre lama di rumah sakit bersama pasien umum lainnya, ditambah dengan proses administrasi yang rumit.

“Penerapan layanan khusus adalah solusi untuk meringankan beban mereka dan memastikan akses yang lebih mudah ke fasilitas kesehatan,” jelas politisi Golkar ini.

Syarifatul juga menekankan pentingnya mempelajari standar operasional pelayanan dari daerah yang telah sukses menerapkannya. Ia berharap, melalui studi komparasi, Kaltim dapat mengadopsi dan menyesuaikan praktik terbaik sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Langkah ini juga memungkinkan kita untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama implementasi,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, Syarifatul menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. (Adv)

Penulis: Hanafi

Fokus Pemuda Kaltim: Integrasi Pengetahuan dan Etika di Era Digital

SAMARINDA – Muhammad Darlis Pattalongi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda sebagai langkah strategis untuk memastikan kelanjutan pembangunan daerah.

Ia menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pemuda di era digital, yang tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga penanaman nilai-nilai moral.

“Di tengah derasnya arus teknologi, pemuda membutuhkan pengetahuan yang seimbang dengan nilai etika dan adab untuk membentuk karakter mereka,” ujar Darlis.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kemajuan teknologi sering kali membawa pengaruh negatif yang berpotensi merusak moral generasi muda.

Oleh karena itu, integrasi ilmu pengetahuan dengan etika dianggapnya sebagai kombinasi penting untuk menciptakan pemuda yang cerdas sekaligus berkarakter.

Darlis juga menyoroti peran sentral keluarga dalam pembinaan moral generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.

“Kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci untuk membangun generasi berkualitas,” tegas Darlis, yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim 1 Samarinda dengan 10.902 suara dalam Pemilu Legislatif 2024.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendukung dan regulasi yang tepat demi optimalisasi pembinaan generasi muda.

Darlis menilai, langkah ini akan memastikan pemuda Kaltim dapat menghadapi tantangan global dengan kompetensi dan karakter yang tangguh.

Sebagai anggota DPRD yang telah memiliki pengalaman pada periode 2004-2009 dan 2009-2014, Darlis berharap komitmen bersama dapat terus dibangun untuk mewujudkan masa depan cerah bagi generasi muda Kaltim. (Adv)

Penulis: Hanafi

Politisi PDIP Kukar, Andi Faisal: Kawal Amanah Rakyat Demi Masa Depan Kukar

0

TENGGARONG – Pilkada 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menjadi sorotan, terutama setelah pasangan petahana Edi Damansyah dan Rendi Solihin berhasil meraih kemenangan dengan dominasi suara lebih dari 68 persen. Meski hasil ini seharusnya menjadi simbol stabilitas politik, kenyataannya, rival politik terus melayangkan gugatan hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

Saiful Anwar, mantan anggota Bawaslu Provinsi yang juga akademikus Universitas Mulawarman, menegaskan bahwa tahapan pilkada sudah berjalan sesuai prosedur. “Proses pleno kabupaten hingga provinsi terlaksana dengan baik, dan peluang gugatan ke MK hanya terbuka tiga hari setelah pleno kabupaten,” jelas Saiful. Namun, gugatan yang diajukan pihak rival terus menjadi bola panas dengan isu ketidaksesuaian persyaratan pasangan calon petahana.

Saiful menjelaskan bahwa persoalan persyaratan telah diuji di Bawaslu, PTUN, dan Mahkamah Agung, dengan hasil yang menguatkan keabsahan pasangan nomor 01. Berdasarkan Undang-Undang Pilkada, gugatan ke MK juga harus memenuhi ambang batas selisih suara tertentu, yang tampaknya sulit terpenuhi mengingat dominasi suara petahana.

Dosen politik Universitas Mulawarman, Jumansyah, menilai gugatan tersebut kurang realistis. “Dengan selisih suara yang besar, substansi permasalahan seharusnya selesai sebelum pemungutan suara,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya memahami aturan PKPU, terutama soal masa jabatan kepala daerah definitif versus sementara, yang kerap menjadi bahan perdebatan.

Di tengah dinamika politik ini, politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kukar, Andi Faisal, menyerukan pentingnya menjaga amanah rakyat. Ia menegaskan bahwa kemenangan pasangan Edi-Rendi bukan hanya sekadar angka, tetapi juga cerminan kepercayaan masyarakat terhadap visi dan program kerja mereka.

“Kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Kukar percaya pada pasangan ini. Suara rakyat adalah suara Tuhan, dan amanah ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Andi Faisal.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya soal menerima kemenangan, tetapi juga menunjukkan kedewasaan dalam menerima hasil pilihan rakyat. Andi menyoroti pentingnya fokus pada pembangunan dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, sebagai bentuk konkret dari amanah yang telah diberikan.

“Pilkada ini adalah cermin keinginan masyarakat Kukar. Kini tugas kita bersama untuk mengawal amanah ini agar Kukar terus maju dan menjadi tempat yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tambah Andi.

Andi Faisal juga menekankan bahwa demokrasi tidak hanya soal proses hukum, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan, Kukar diharapkan dapat menjadi daerah yang lebih sejahtera di masa depan. (MK)

Editor: Agus S

DPRD Kaltim Ajak Pemuda Berperan Aktif Membangun Ekosistem Olahraga di Kalimantan Timur

SAMARINDA – Budianto Bulang, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, menyerukan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekosistem olahraga yang berdaya saing di Indonesia. Melalui berbagai upayanya, ia tak hanya berbicara, tetapi turut memberi contoh nyata dalam mendukung pengembangan cabang olahraga (cabor) di daerah.

“Generasi muda adalah motor penggerak dalam mencetak atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peran mereka tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga pelatih, inovator, dan duta olahraga,” ujar Budianto.

Sebagai seorang politisi Partai Golkar sekaligus aktivis olahraga, Budianto memahami betul potensi besar yang dimiliki pemuda Kalimantan Timur. Beragam cabor yang ada, menurutnya, dapat menjadi wadah ekspresi sekaligus peluang untuk mencetak prestasi.

Budianto sendiri bukan sekadar berbicara. Sebagai Ketua Cabor Rugby di Kutai Timur dan Kepala Bidang Motocross Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim, ia membawa semangat kolaborasi. Rugby, misalnya, yang dulu dianggap minim peminat, kini berkembang pesat. Di bawah kepemimpinannya, tim rugby Kutai Timur yang mayoritas anggotanya adalah generasi milenial rutin mengikuti kompetisi dan mulai meraih perhatian di kancah lokal.

“Olahraga seperti rugby yang sebelumnya dianggap sulit ternyata dapat berkembang. Pemuda kita punya tekad dan kemampuan luar biasa jika diberi dukungan yang tepat,” jelasnya.

Selain rugby, ia juga menekankan pentingnya pengembangan cabor lain. Dengan pendekatan inklusif dan inovatif, ia yakin stigma terhadap olahraga tertentu bisa berubah, membuka peluang baru bagi pemuda untuk bersinar di pentas nasional maupun internasional.

Budianto menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun kesadaran gaya hidup sehat di masyarakat. Ia optimistis, dengan dukungan berbagai elemen, Kalimantan Timur dapat menjadi kiblat olahraga baru yang melahirkan atlet muda berprestasi.

“Saya percaya, dengan semangat dan kerja keras, pemuda kita mampu membawa nama Kalimantan Timur ke panggung dunia,” tutupnya dengan penuh keyakinan. (Adv)

Penulis: Hanafi

Dewan Reses di Desa Sido Mukti: Fokus pada Aspirasi Petani

KUTAI KARTANEGARA  – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sido Mukti, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan reses tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, khususnya petani.

Dalam pertemuan itu, para petani mengutarakan kendala utama yang mereka hadapi, yakni keterbatasan akses terhadap alat dan fasilitas pertanian.

Salah seorang petani, Sudono, menyampaikan pentingnya alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor untuk meningkatkan efisiensi kerja mereka.

“Kami berharap pak dewan bisa membantu menyediakan mesin penggarap sawah agar proses bertani menjadi lebih mudah dan cepat,” ungkap Sudono.

Selain itu, para petani juga mengeluhkan masalah kekeringan yang sering melanda wilayah mereka, terutama di musim kemarau.

Kekurangan air menjadi penghalang besar dalam pengairan lahan. Mereka meminta bantuan berupa pengeboran sumur atau alat pompa air untuk irigasi yang lebih baik.

Menanggapi aspirasi tersebut, Didik Agung berjanji akan memperjuangkannya di tingkat provinsi. Ia menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan dinas terkait guna mencari solusi yang dapat membantu petani mengatasi kendala tersebut.

“Saya akan memastikan keluhan masyarakat ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kesejahteraan petani harus menjadi prioritas, termasuk soal harga hasil panen yang adil,” tegas Didik.

Menurut Didik, perhatian terhadap petani bukan hanya soal alat pertanian, tetapi juga mengenai kebijakan yang mendukung peningkatan nilai hasil panen mereka.

Ia berharap, melalui upaya bersama, kehidupan petani dapat lebih sejahtera di masa depan. (Adv)

Penulis: Hanafi

Pembangunan IKN, Pemicu Kemajuan Infrastruktur Jalan di PPU

PENAJAM PASER UTARA – Perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan hasil positif, terutama sejak pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dimulai. Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, mengapresiasi kemajuan tersebut, meskipun ia mengakui masih ada beberapa ruas jalan yang membutuhkan perhatian lebih.

“Sebelum ada IKN, banyak jalan di PPU, seperti jalan Km 38 Samboja-Petung, kondisinya sangat rusak dan bahkan tidak jelas kewenangannya. Kini, sebagian besar telah diperbaiki, baik oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Kaltim,” ujar Baharuddin.

Ia mencontohkan, jalan penghubung antara Sepaku dan Petung hingga ke perbatasan, serta beberapa ruas jalan desa, kini kondisinya jauh lebih baik. Meski begitu, Baharuddin mengingatkan bahwa masih ada beberapa ruas yang belum tersentuh dan perlu perhatian ke depan.

Proses pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Nusantara menjadi pemicu utama perbaikan infrastruktur di PPU. Daerah ini, sebagai penyangga utama IKN, mendapatkan manfaat langsung berupa aksesibilitas yang lebih baik. Hal ini tak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.

Namun, Baharuddin menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak boleh berhenti hanya karena adanya proyek IKN. Ia berharap, pembangunan infrastruktur jalan terus menjadi prioritas, baik oleh pemimpin daerah saat ini maupun calon pemimpin yang akan terpilih dalam Pilkada serentak 2024.

“Perbaikan jalan itu penting, bukan hanya untuk mendukung IKN, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang baik berdampak besar pada perekonomian, keselamatan, dan kenyamanan warga,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Baharuddin juga menekankan perlunya pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan di PPU. Ia berharap, dengan adanya IKN, pemerintah daerah semakin termotivasi untuk menggenjot berbagai sektor pembangunan lain yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Adanya IKN cukup menjadi pemicu bagi pemerintah daerah. Namun, pembangunan di PPU harus berorientasi pada masyarakat, agar hasilnya benar-benar terasa,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Perjuangan Infrastruktur: Agus Aras Dukung Peningkatan Jalan Provinsi di Kutim dan Berau

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau, Agus Aras, menyuarakan dukungan penuh untuk peningkatan status jalan provinsi di wilayah Kutai Timur dan Berau. Ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim untuk melaksanakan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Peningkatan status jalan yang belum mantap menjadi prioritas, tetapi tetap harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, penting juga menjaga jalan yang sudah ada agar tetap fungsional,” kata Agus.

Ia juga mengimbau agar perwakilan Dapil Bontang, Kutai Timur, dan Berau yang berada di Komisi III DPRD Kaltim dapat lebih aktif memperjuangkan alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan. Menurutnya, perbaikan jalan ini akan memberikan dampak positif tidak hanya pada kelancaran transportasi, tetapi juga pada sektor ekonomi, kesehatan, dan pembangunan lainnya.

Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim, AM Fitra Firnanda, mengungkapkan bahwa biaya betonisasi jalan sangat besar, yakni antara Rp 12,5 miliar hingga Rp 15 miliar per kilometer. Berdasarkan data 2023, sekitar 160 kilometer jalan provinsi di wilayah Kutai Timur dan Berau masih berstatus fungsional, yang artinya memerlukan perbaikan agar memenuhi standar mantap.

“Peningkatan kualitas jalan ini adalah investasi besar untuk mendukung konektivitas wilayah, terutama daerah yang menjadi tulang punggung perekonomian seperti Kutai Timur dan Berau,” jelas Fitra Firnanda.

Agus Aras menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga upaya memperkuat ekonomi daerah. “Jalan yang baik akan membuka akses lebih luas, mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi