Beranda blog Halaman 501

Ali Berawi Kembali ke UI setelah Mundur dari Deputi Otorita IKN

0

JAKARTA – Prof. M. Ali Berawi resmi mundur dari jabatannya sebagai Deputi Transformasi Hijau dan Digital di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah menerima permohonan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) untuk kembali mengabdi sebagai dosen.

Pernyataan ini disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harrold Yohanes Pantouw, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA pada Selasa (11/2/2025).

Berdasarkan Surat Dekan Fakultas Teknik UI Nomor S-252/UN2.F4.D/SDM.07/2025 tertanggal 7 Februari 2025, permohonan tersebut diajukan agar Ali Berawi dapat kembali melaksanakan tugasnya sebagai guru besar di UI.

Ali Berawi sebelumnya menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Teknik UI sebelum dipindahkan untuk bergabung dengan Otorita IKN pada tahun 2022. Dengan surat tersebut, Ali Berawi akan kembali mengajar di UI pada semester genap Tahun Ajaran 2024/2025.

Penting untuk diketahui, Otorita IKN yang bertanggung jawab atas pembangunan ibu kota negara baru, terdiri dari pegawai yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kota, hingga sektor swasta.

Penugasan mereka di Otorita IKN ditentukan melalui kebijakan mutasi dari masing-masing instansi dan diatur oleh Badan Kepegawaian Negara serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB).

Keputusan ini menandai berakhirnya peran Ali Berawi di IKN, yang selama ini berperan dalam transformasi digital dan pengembangan infrastruktur hijau di ibu kota negara baru tersebut. (ANT/KN)

Boeing Lirik Industri Indonesia Jadi Pemasok Komponen Pesawat

0

JAKARTA – Indonesia berpeluang besar untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok (supply chain) industri penerbangan global. Boeing, salah satu produsen pesawat terbesar dunia, menunjukkan minatnya untuk memperbanyak pemasok komponen dari Indonesia. Namun, jumlah industri dalam negeri yang sudah masuk dalam supply chain Boeing masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman dalam kegiatan diskusi Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Gedung Kemdiktisaintek, Selasa (11/2/2025).

“Di India, jumlah supply chain Boeing sudah mencapai ribuan, sementara di Indonesia baru ada 21 komponen yang bisa disuplai dari dalam negeri. Ini masih sangat timpang, padahal pasar Boeing di Indonesia sangat besar,” terang Fauzan.

Sebagai langkah awal, pemerintah mulai mengidentifikasi industri dalam negeri yang berpotensi bertransformasi menjadi bagian dari rantai pasok industri penerbangan. Selain itu, lanjut Fauzan, strategi yang sama juga diterapkan pada sektor otomotif, di mana suku cadang kendaraan (autoparts) yang sudah ada dapat dikonversi agar memenuhi standar industri pesawat terbang.

“Kalau kita bisa masuk dalam supply chain ini, pendanaannya pun akan lebih mudah. Bahkan, Boeing sudah menawarkan beasiswa untuk meningkatkan kualitas talenta kita,” tambahnya.

Dalam hal ini, kata Fauzan, ditekankan tidak boleh terlalu bergantung pada pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat keterbatasan dan sifatnya yang tidak fleksibel. Untuk itu, kolaborasi dengan industri menjadi kunci dalam mendukung pengembangan riset dan teknologi secara berkelanjutan.

Ilustrasi pesawat Boeing. (Foto : dok. Boeing).

Selain industri pesawat dan otomotif, pengembangan semi-konduktor juga menjadi target utama. Semi-konduktor yang dikembangkan dalam negeri diharapkan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, salah satunya untuk nanosatelit.

“Kami sudah membahas dengan tim di kampus bagaimana agar nanosatelit menggunakan komponen elektronik buatan kita. Awalnya mungkin masih ada impor, tapi sedikit demi sedikit kita akan tingkatkan substitusi komponen lokal,” jelasnya.

Di sisi lain, digitalisasi juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal pengelolaan data. Keberadaan teknologi seperti deepseek, yang berbasis open source, membuat pengelolaan data menjadi lebih terbuka, tetapi juga berisiko jika tidak dikendalikan dengan baik.

“Jika kita tidak memiliki kontrol atas data, ke depannya kita bisa kehilangan kepemilikan atas informasi penting, seperti data kesehatan, data mahasiswa, data kelautan, hingga sumber daya alam. Oleh karena itu, digitalisasi harus menjadi prioritas, tidak hanya dalam produk fisik, tetapi juga dalam pengelolaan data nasional,” tutupnya.

Pewarta : Nicha R

Efisiensi Anggaran, Menko PM : Tidak Ada Pemotongan Dana Bansos

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya proses graduasi penerima manfaat bantuan sosial (bansos) agar tidak selamanya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Kami melakukan rapat rutin yang mana hari ini pembahasannya mempertegas proses graduasi masyarakat penerima manfaat dari bantuan sosial agar tidak selamanya penerima bantuan sosial itu berada di posisi itu. Salah satunya, adalah kita ingin agar yang telah menerima bantuan terus menerus ini ikhlas. Setiap rapat juga terus menerus kita telusuri data per data,” terang Muhaimin di Gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Selasa (11/2/2025).

Pernyataannya tersebut disampaikan sebagai salah satu hasil rapat internal bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, dan perwakilan kementerian terkait lainnya.

Menurutnya, dengan semakin matangnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), maka pemerintah kini telah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai keluarga penerima manfaat (KPM), sehingga intervensi program bisa lebih tepat sasaran.

“Dan kami bersyukur dengan semakin tuntasnya data tunggal sosial ekonomi nasional ini, semakin jelas para penerima manfaat juga KPM, untuk terus kita tingkatkan kesejahterannya,” ujar Muhaimin.

Dalam rapat tersebut, Menko PM Muhaimin juga kembali menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, namun tidak akan ada pemotongan pada bansos, gaji pegawai, atau anggaran pemeliharaan layanan publik.

“Dalam hal ini perlu kami tegaskan, tidak ada pemotongan anggaran untuk bantuan sosial, tidak ada pemotongan anggaran untuk kebutuhan pegawai, tidak ada pemotongan anggaran untuk pemeliharaan. Dalam artian seluruh kebutuhan kerja normal,” ujarnya.

Ia pun menerangkan, efisiensi ini dilakukan dengan koordinasi penuh bersama Menteri Keuangan sebagai bagian dari strategi nasional dalam optimalisasi anggaran pembangunan.

“Sehingga bagi kami efisiensi itu penting untuk memberikan penajaman focusing dan melakukan refreshing sekaligus penataan konsentrasi anggaran dalam pembangunan nasional,” pungkas Muhaimin.

Pewarta : Nicha R

Mendiktisaintek : ASN yang Tugas Belajar Tetap Bisa Naik Pangkat

0

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalani tugas belajar tetap memiliki hak untuk naik pangkat.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang melaporkan berbagai aspek kepangkatan ASN, termasuk mereka yang sedang menempuh pendidikan lanjutan.

Menurut Mendiktisaintek, tugas utama ASN adalah bekerja dan menjalankan tugas negara, sementara pendidikan lanjutan di perguruan tinggi merupakan upaya penyempurnaan kompetensi mereka.

“Jika ada kampus yang bersedia menyediakan perkuliahan daring penuh bagi ASN, kami tidak keberatan. Yang terpenting adalah perguruan tinggi tersebut bertanggung jawab dalam proses pembelajaran dan tetap menjaga kualitas pendidikan,” tegas Menteri Satryo dalam keterangannya, Selasa (11/2/2025).

Namun, Menteri Satryo menegaskan, ASN yang sedang dalam masa tugas belajar tidak boleh kehilangan hak mereka untuk naik pangkat.

“Pegawai yang sedang tugas belajar tetap harus bisa naik pangkat. Akan sangat disayangkan jika waktu mereka terbuang hanya karena kenaikan pangkatnya tertunda oleh tugas belajar,” pungkasnya.

Mengenai hal ini, Kepala BKN Zudan juga melaporkan sampai saat ini sistem untuk kenaikan pangkat dosen tetap dibuka.

“Sistem untuk kenaikan pangkat dosen tidak kami tutup, tetap terbuka melalui Biro SDM kami, sambil menunggu peralihan nomenkelatur Kemdiktisaintek,” ungkap Zudan.

Maka, Zudan pun memberikan usulan kepada Menteri Satryo agar ASN yang melaksanakan izin belajar dapat melakukan kegiatan perkuliahan melalui daring, tidak lagi diwajibkan datang ke Kampus.

“Kekhawatiran kami, kalau para ASN yang izin belajar ini harus ke kampus, justru menjadi penghambat bagi mereka, terutama para ASN yang di kota atau kabupatennya tidak tersedia tempat belajar yang memadai. Tujuannya supaya mereka bisa tetap bekerja sambil belajar, efisiensi waktu, dan mendapatkan ilmu yang optimal,” tuturnya.

Pewarta : Nicha R

MK Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Pilkada Mahulu 2024, Saksi dan Ahli Dihadirkan

0

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) 2024 pada Selasa (11/2/2025), pukul 13.00 WIB. Agenda sidang hari ini berfokus pada pembuktian dengan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari para pihak yang bersengketa.

Sidang ini diajukan oleh pasangan calon Novita Bulan dan Artya Fathra Marthin, yang diwakili oleh tim kuasa hukum mereka, Heru Widodo dan rekan. Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Panel II yang diketuai Saldi Isra, dengan anggota Ridwan Mansyur dan Arsul Sani.

Berdasarkan Peraturan MK Nomor 3 Tahun 2024, setiap pihak dalam sengketa pemilu, termasuk pemohon, termohon, pihak terkait, dan Bawaslu, dapat menghadirkan saksi atau ahli dengan jumlah yang ditentukan MK. Untuk sidang sengketa Pilkada Mahulu, masing-masing pihak membawa ahli dan saksi yang telah disumpah sebelum memberikan keterangan.

Ketua Majelis Hakim, Saldi Isra, menjelaskan sesi awal sidang diisi dengan keterangan dari para ahli yang diajukan masing-masing pihak. Setiap ahli diberi waktu maksimal 10 menit untuk menyampaikan pandangan mereka, tanpa sesi tanya jawab. Setelah itu, barulah kesaksian fakta didengarkan untuk memperkuat pembuktian.

Daftar Saksi dan Ahli di Sidang Sengketa Pilkada Mahulu

1. Pemohon (Bulan-Fathra)
– Ahli: Bambang Eka Cahya Widodo
– Saksi: Alexius Arik, Novianus A Batoo, Martinus Mihing

2. Termohon (KPU Mahulu)
– Ahli: Fajrul Rahman
– Saksi: Komisioner KPU RI Iffa Rosita, Ketua KPU Mahulu

3. Pihak Terkait (Owena Mayang Shari Belawan-Stanislaus Liah/MANIS)
– Ahli: Prof. Muhammad
– Saksi: Iskandar, Octavianus Bakrie, Yason

4. Pemberi Keterangan (Bawaslu Mahulu)
– Ketua Bawaslu Mahulu: Saharudin
– Anggota Bawaslu Mahulu: Indra Parda Manurung
– Ketua Bawaslu Kaltim dan staf (diajukan sebagai tambahan saksi)

Sidang ini dapat diikuti secara langsung melalui kanal YouTube resmi Mahkamah Konstitusi. Keputusan dalam perkara ini akan menjadi acuan dalam penyelesaian sengketa Pilkada Mahulu 2024.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Kasus Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Kutai Barat, Pelaku Akhirnya Ditangkap

0

KUTAI BARAT – Tim Jatanras Satreskrim Polres Kutai Barat berhasil menangkap Maliki (28), pria asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Ailen, bocah empat tahun asal Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat.

Pelaku ditangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Sambas pada Selasa (4/2/2025) setelah tujuh hari penyelidikan oleh Tim Jatanras Polres Kubar dengan bantuan Polda Kalimantan Tengah dan Polda Kalimantan Barat. Maliki kemudian dibawa ke Mapolres Kutai Barat melalui jalur darat pada Rabu (5/2/2025).

Waka Polres Kubar, Kompol Subari, mengungkapkan bahwa kasus ini melibatkan kekerasan berat yang berujung pada hilangnya nyawa korban. “Alhamdulillah, berkat kegigihan tim, pelaku berhasil ditangkap dan kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut di Polres Kubar,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (10/2/2025).

Barang bukti yang disita meliputi satu unit sepeda motor jenis Supra Fit, celana pendek biru, baju putih, dan gelang putih. Kompol Subari menambahkan bahwa pelaku bekerja sebagai tukang senso kayu dan tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, meskipun berasal dari daerah yang sama.

Kasat Reskrim Polres Kubar, Iptu Rangga, menjelaskan bahwa pelaku awalnya menyetubuhi korban sebelum akhirnya menghabisi nyawanya. Setelah kejadian, Maliki melarikan diri ke Kabupaten Sambas.

Atas perbuatannya, Maliki dijerat dengan Pasal 76C, 80 Ayat 3, atau Pasal 76 junto 81 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pewarta: Ichal
Editor : Nicha R

Disperkim Kukar Genjot Pemenuhan Air Bersih dan Sanitasi di 2025

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Ditahun 2025, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar menetapkan program ini sebagai prioritas utama, sejalan dengan visi besar dalam Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RPBK) untuk mengentaskan kemiskinan dan stunting.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi khusus (lokus) yang menjadi fokus pembangunan. Diantaranya Kecamatan Muara Wis, Kota Bangun Darat, Kota Bangun, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Samboja, Muara Jawa, dan Anggana.

“Seiring dengan bertambahnya penduduk, kami perlu meningkatkan pelayanan dengan menambah kapasitas produksi serta memperluas jaringan distribusi air bersih,” ujar Aidil, Selasa (11/2/2025).

Disperkim Kukar juga menindaklanjuti instruksi Bupati Kukar, Edi Damansyah, terkait pemenuhan air bersih melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perumda Tirta Mahakam.

Di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), program ini akan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan air bersih. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mahakam juga akan berperan dalam pengawasan serta memberikan edukasi teknis.

Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bertanggung jawab atas kelembagaan pengelolaan air. Disperkim Kukar sendiri berfokus pada pembangunan dan operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Meski sudah banyak wilayah yang menikmati fasilitas air bersih, Aidil mengakui masih ada tantangan di lapangan, salah satunya di Desa Long Lalang yang hingga kini belum terlayani karena kendala teknis. Namun, ia memastikan bahwa persoalan ini akan menjadi perhatian khusus di tahun ini.

“Kami akan terus berupaya menyelesaikan kendala yang ada agar seluruh masyarakat Kukar bisa mendapatkan akses air bersih yang layak,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tekankan Reformasi Birokrasi, ASN Diminta Lebih Efektif dan Akuntabel

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menegaskan pentingnya reformasi birokrasi dan peningkatan akuntabilitas kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kinerja yang lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan efektivitas birokrasi, Sunggono meminta para kepala bagian untuk lebih aktif dalam mendistribusikan tugas kepada stafnya. Agar pekerjaan berjalan lebih terstruktur dan sesuai target.

“Dengan pembagian tugas yang lebih terencana, diharapkan semua pekerjaan dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan sesuai target,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).

Meski menuntut peningkatan kinerja, Sunggono tetap mengapresiasi capaian positif perangkat daerah sepanjang tahun 2024. Ia menyoroti optimalisasi serapan anggaran serta tata kelola keuangan yang dinilai baik, tanpa adanya temuan signifikan dari auditor. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya minta seluruh kepala bagian dan staf untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, termasuk menyelesaikan kendala terkait aset lama yang masih menjadi tantangan bagi Pemkab Kukar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono juga menyoroti isu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meskipun pemerintah telah membuka peluang besar dengan formasi yang cukup banyak, nyatanya masih ada peserta yang gagal memenuhi persyaratan administrasi hingga penutupan gelombang kedua.

“Pemerintah telah melakukan perhitungan matang berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja. Ini bukan proses yang mudah, sehingga harus dipahami dengan baik,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Miris! Program Cek Kesehatan Gratis di Samarinda Sepi Pendaftar

0

SAMARINDA – Dua hari setelah peluncuran program Cek Kesehatan Gratis (CKG), jumlah peserta yang mendaftar di Puskesmas Air Putih, Samarinda, masih minim. Hingga Selasa (11/2/2025), baru lima orang yang memanfaatkan layanan ini.

Padahal, pemerintah telah melakukan sosialisasi melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota sebelum program ini dimulai. Namun, kenyataannya, banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya CKG, sehingga pemanfaatannya masih rendah.

Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Air Putih, Ayu Syawalia, mengatakan animo masyarakat belum sebesar yang diharapkan. Ia menilai perlu ada upaya lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dini.

“Ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi, salah satunya kekhawatiran berlebihan. Seperti ketakutan masyarakat jika di periksa akan ketahuan penyakitnya,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan yang sudah dilakukan terhadap 5 peserta CKG, hasil pemeriksaan telah diterima oleh peserta, dengan hasil yang cukup baik.

“Sesuai dengan tujuan CKG, yaitu skrining kesehatan. Artinya kita memberikan dan menekankan edukasi kepada peserta berdasarkan hasil anamnesis dan laboratorium, jikalau ditemukan penyakit serius akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Demi meningkatkan antusias masyarakat untuk mengikuti program CKG, ia menyarankan kepada pemerintah dan lembaga terkait untuk gencar melakukan sosialisasi.

“Kalau bisa ada edaran dari wali kota atau jajarannya, untuk menggalakan antusiasme warga. Terutama untuk penggunaan aplikasi SATUSEHAT Mobile,” demikian Ayu Syawalia.

Pendaftaran CKG mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile yang sebelumnya merupakan aplikasi PEDULI LINDUNGI. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang masif agar masyarakat bisa mengetahui alur dan tata cara memanfaatkan program CKG.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Nicha R

Setelah Bertahun-tahun Terbengkalai, Stadion Palaran Mulai Dihidupkan Kembali

0

SAMARINDA – Setelah bertahun-tahun terbengkalai, Stadion Palaran akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, meresmikan rehabilitasi tahap awal lapangan sepak bola stadion tersebut pada Senin (10/2/2025) malam.

Peresmian ini bukan hanya tentang renovasi fisik stadion, tetapi juga simbol kebangkitan kembali aset olahraga yang pernah menjadi kebanggaan Kalimantan Timur.

Akmal Malik bahkan menyebutnya sebagai “putri cantik yang tertidur”—sebuah metafora tentang potensi besar stadion ini yang selama ini dibiarkan tak terkelola dengan baik.

Stadion Palaran atau Stadion Utama Kaltim diresmikan pada 18 Juni 2008 oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan kapasitas sekitar 35 ribu penonton, stadion ini menjadi venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII pada tahun yang sama.

Tidak hanya itu, stadion ini juga pernah menjadi tempat final dan babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2008 serta laga uji coba Timnas U-19 melawan Pusam U-21 pada 2014.

Namun, seiring waktu, gaung kejayaan Stadion Palaran memudar. Kurangnya pemeliharaan dan perhatian membuatnya terbengkalai.

Banyak pihak menyebut stadion ini sebagai “monumen kegagalan” dalam pengelolaan aset daerah, terutama karena lokasi yang jauh dari pusat kota dan kurangnya infrastruktur pendukung.

Kini, Pemprov Kaltim bertekad untuk menghidupkan kembali Stadion Palaran. Rehabilitasi tahap awal mencakup pemasangan lampu stadion dan perbaikan rumput lapangan yang diperkirakan akan optimal dalam 4-5 bulan ke depan.

“Kita berikhtiar untuk merehabilitasi Stadion Palaran dan mendapatkan respons luar biasa. Pemerintah pusat merehabilitasi Stadion Segiri, sementara kita berupaya membangunkan kembali Stadion Palaran,” ujar Akmal Malik.

Menurutnya, Stadion Palaran memiliki keunggulan dibandingkan dua stadion besar lainnya di Kaltim, yakni Stadion Batakan di Balikpapan dan Stadion Segiri di Samarinda.

Dengan lahan yang luas dan fasilitas olahraga penunjang yang cukup lengkap, stadion ini diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Samarinda bagian selatan.

Meski tahap awal rehabilitasi telah berjalan, keberlanjutan proyek ini masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Akmal Malik meminta DPRD Kaltim untuk mengalokasikan anggaran guna melanjutkan rehabilitasi Stadion Palaran pada 2026.

Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menegaskan inisiatif rehabilitasi ini berasal langsung dari Pj Gubernur Kaltim.

“Harapannya, stadion ini bisa kembali dimanfaatkan dan tidak lagi menjadi aset yang terbengkalai,” katanya.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R