Beranda blog Halaman 472

KSAD: Seskab Teddy Tak Perlu Mundur dari TNI Setelah Naik Pangkat

0

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang baru saja naik pangkat menjadi Letnan Kolonel (Letkol) tidak perlu mundur dari TNI lantaran jabatan yang diembannya di pemerintahan.

“Seharusnya di situ, kalau berdasarkan (Perpres) itu tidak harus mundur,” kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Menurut dia, hal itu diakomodasi dalam aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) sehingga jabatan yang diemban Seskab Teddy tak melanggar aturan perundang-undangan.

“Kalau berdasarkan dari Juru Bicara Kepresidenan itu kan ada penyampaiannya bahwa ada Perpres, Seskab di bawah Sesmilpres. Sesmilpres dari dulu dipimpin oleh bintang 2, tidak ada yang pensiun dari sejak aturannya ada,” ucapnya.

Dia pun menjelaskan bahwa posisi Seskab berada di bawah Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres), dan Sesmilpres sedari dulu memang dipimpin oleh seorang Mayor Jenderal (Mayjen) dengan didampingi sekretaris dari kepolisian.

Dia menyebut jabatan yang diemban Seskab Teddy juga tidak melanggar aturan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (UU TNI) lama maupun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU TNI yang tengah digulirkan.

Adapun terkait kenaikan pangkat Teddy Indra Wijaya menjadi Letnan Kolonel (Letkol), dia mengemukakan bahwa penghargaan serupa juga pernah diberikan hingga pangkat Jenderal bagi prajurit TNI aktif yang berkinerja baik.

“Kalau kita kasih kan ada juga sampai tingkat jenderal penghargaan pun ada. Kalau ini Mayor, Letkol ya kita hargai ya sudah. Bekerja baik saja kalau mau. Kalau kerjanya baik nanti dapat (penghargaan),” tuturnya.

Diketahui, ada dua Peraturan Presiden (Perpres) yang mengakomodasi Letkol Teddy duduk sebagai Seskab Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pertama, Perpres 148 Tahun 2024 tentang Kementerian Sekretariat Negara, yang dalam Pasal 48 ayat (1) Perpres 148/2024 menyatakan bahwa Sekretariat Militer Presiden terdiri atas paling banyak empat biro dan Sekretaris Kabinet.

Kedua, Perpres Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029. Di mana, Pasal 2 Perpres 139/2024 menyatakan Sekretariat Kabinet kini diintegrasikan ke dalam kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesekretariatan negara. (ANT/KN)

Pewarta : Melalusa Susthira Khalida
Editor : Hisar Sitanggang

Jaksa Agung Absen di Pertemuan Rektor, Prabowo : Fokus Kejar Kasus

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan para rektor dari Perguruan Tinggi (PT) tingkat nasional mengalami kejadian unik saat mengabsen para pejabat publiknya dari Kabinet Merah Putih (KMP) dengan menyadari bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin absen tidak menghadiri acara ini.

Dalam acara yang berlangsung di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/3/2025), Presiden Prabowo menyebutkan kemungkinan absennya Jaksa Agung itu akibat fokus bekerja mengejar tersangka dari kasus-kasus yang ditanganinya.

“Yang saya hormati Panglima TNI, Kapolri, para kepala staf angkatan. Jaksa Agung nggak ada ya? Lagi ngejar-ngejar orang ini,” kata Prabowo saat membuka acara pertemuan dengan rektor PT tingkat nasional itu.

Pernyataan Presiden tentang Jaksa Agung itu direspon para peserta acara dengan antusias, terdengar gelak tawa dan tepukan tangan.

Hal itu cukup ampuh untuk menjadi pencair suasana, mengubah atmosfer serius dari para audiens menjadi terasa lebih ceria.

Meski begitu, pertemuan tersebut langsung dilanjutkan untuk diskusi yang lebih mendalam antara Kepala Negara dengan para akademisi yang berjumlah 184 peserta tersebut.

Adapun, Presiden menyebutkan bahwa pertemuan dengan para rektor dan pimpinan tinggi PT tingkat nasional memang sengaja dilakukan untuk berbagi pandangan menanggapi isu tingkat nasional hingga global.

Presiden menyebutkan pertemuan itu membutuhkan keseriusan dari hati ke hati untuk dapat memahaminya.

“Kita bersyukur masih diberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul di Istana sore hari ini, melaksanakan suatu tatap muka dan diskusi tukar menukar pandangan,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan, terkait dengan isu nasional, dalam pertemuan ini dimaksudkan agar para akademisi bisa mempresentasikan hal-hal yang telah dikerjakan dan hal-hal yang akan dikerjakan di masa mendatang oleh Kabinet Merah Putih (KMP) besutannya.

Di samping itu, Prabowo juga menginginkan untuk bisa berbagi pandangan mengenai keadaan yang mungkin berdampak untuk Indonesia yaitu terkait dengan isu global.

Menurutnya tidak hanya penting untuk memahami isu nasional, para akademisi perlu juga memahami isu global karena isu-isu tersebut mau tidak mau pasti berdampak pada aktivitas dan kegiatan masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, para akademisi ini bisa memahami perkembangan yang terjadi dan bisa mengambil langkah yang baik untuk meresponinya. (ANT/KN)

Rektor UI: Bahlil Lahadalia Belum Lulus, Harus Revisi Disertasi

0

JAKARTA – Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diharuskan melakukan perbaikan atau revisi disertasi dan menambah publikasi ilmiah, sebelum dinyatakan lulus.

Heri menjelaskan bahwa kedua mandat tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) individual terhadap kasus disertasi mahasiswa S3 Program Doktor Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Bahlil Lahadalia itu.

“Kalau isi SK-nya, ada dua. Yang pertama adalah menunda yudisium sampai revisi selesai. Yang kedua, menambah publikasi ilmiah. Jadi, kita lembaga pendidikan tentunya juga membina, bukan membinasakan,” kata Heri saat ditemui usai memenuhi undangan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan para rektor di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Heri menjelaskan bahwa mandat untuk Bahlil menyelesaikan revisi dan menambah publikasi ilmiah itu merupakan kesepakatan bersama dari dirinya sebagai rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Guru Besar (DGB) dan Senat Akademik.

Ia juga menegaskan soal status Bahlil sebagai mahasiswa S3 Kampus Kuning itu belum dinyatakan lulus karena Bahlil belum melalui proses yudisium yang menjadi penentuan nilai dan kelulusannya di UI.

Yudisium dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh kewajiban akademik, dan menjadi syarat untuk mengikuti wisuda sebagai tanda kelulusan.

“Belum lulus. Mahasiswa lulus itu ada suatu proses yang disebut yudisium itu. Nah, beliau belum sampai ke yudisium itu,” kata Heri.

Keputusan pihak UI untuk melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dengan kasus disertasi Bahlil Lahadalia, ini merupakan hasil dari rangkaian pertemuan empat organ UI.

Keputusan melakukan pembinaan terhadap kasus disertasi Bahlil tersebut juga sudah melewati proses yang panjang oleh pihak kampus yang berjalan sejak November 2024.

“Saya kan jadi rektor bulan Desember, jadi bahkan sebelum saya diangkat di rektor, proses itu sudah berjalan. Dan saya diangkat rektor bulan Desember, walaupun itu terjadi sebelum saya menjadi rektor, itu sudah menjadi kewajiban saya untuk menyelesaikannya sampai tuntas,” kata dia.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional Arie Afriansyah menjelaskan empat organ UI telah bulat satu suara dengan tegas menyepakati adanya pembinaan terhadap kasus disertasi Bahlil tersebut.

Keempat organ UI telah secara eksplisit menyatakan Bahlil belum dapat diterima disertasinya sebagai dokumen pendukung kelulusan.

“Bila disertasi belum diterima dan dinyatakan sah, bagaimana mungkin disertasi tersebut dibatalkan? Tuntutan membatalkan kelulusan juga tidak tepat,” kata Arie.

Karena disertasi sebagai pendukung kelulusan belum diterima oleh empat organ UI, artinya mahasiswa tersebut belum lulus.

Empat organ UI telah memutuskan mahasiswa ditunda kelulusannya dengan mekanisme menunda yudisium hingga revisi selesai. (ANT/KN)

KPK Tetapkan Lima Tersangka dalam Dugaan Korupsi Dana Iklan Bank BJB

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berupa iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, mengungkapkan pada 27 Februari 2025, pihaknya telah menerbitkan lima surat perintah penyidikan (sprindik) bernomor 13 hingga 17 terhadap 5 tersangka.

“Tersangka terdiri dari dua orang pejabat Bank Jabar Banten dan tiga orang dari pihak swasta,” ujar Budi dalam konferensi pers, Kamis (13/3/2025).

Dua pejabat yang terlibat adalah YR, Direktur Utama Bank BJB, serta WH, Pimpinan Divisi Corporate Secretary (Corsec) BJB. Sementara itu, tiga tersangka dari pihak swasta adalah pemilik agensi iklan, yakni ID (pemilik agensi Arteja Mulyatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri), S (pemilik agensi PSJ dan WSPA), serta SGK (pemilik agensi CKMB dan CKSB).

Budi menjelaskan bahwa dalam periode 2021 hingga pertengahan 2023, Bank BJB merealisasikan belanja promosi umum dan produk perbankan dengan total sekitar Rp 409 miliar.

Dana tersebut dikelola oleh Divisi Corsec dan digunakan untuk biaya iklan di media televisi, cetak, serta online, yang disalurkan melalui enam agensi yang telah disebutkan sebelumnya.

“Tiga orang tersebut masing-masing memiliki dua agensi yang ditunjuk sebagai vendor untuk penempatan iklan oleh Bank Jabar Banten,” kata Budi.

Rincian penerimaan dana oleh masing-masing agensi adalah sebagai berikut:

– PT CKMB menerima Rp 41 miliar
– CKSB Rp 105 miliar
– PT Arteja Mulyatama Rp 99 miliar
– PT Cakrawala Kreasi Mandiri Rp 81 miliar
– PT PSJ Rp 33 miliar
– PT WSPA Rp 49 miliar

KPK menemukan adanya pelanggaran dalam proses penunjukan agensi, di mana metode penempatan iklan yang dilakukan tidak sesuai dengan pembayaran yang dilakukan oleh Bank BJB ke agensi serta pembayaran agensi kepada media tempat iklan ditayangkan.

Dari total dana Rp 409 miliar, setelah dikurangi pajak, tersisa sekitar Rp 300 miliar. Dari jumlah itu, hanya sekitar Rp 100 miliar yang digunakan untuk pekerjaan yang benar-benar terealisasi di lapangan.

“Adapun yang tidak real atau fiktif, nilainya diperkirakan mencapai Rp 222 miliar selama periode 2,5 tahun tersebut,” ungkap Budi.

Saat ini, KPK masih terus mendalami kasus ini guna memastikan total kerugian negara serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam dugaan korupsi ini.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Dinsos Kukar Beri Perhatian Serius Terlibat Pemenuhan Infrastruktur Ramah Disabilitas di Ruang Publik

TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian serius pada pemenuhan fasilitas yang inklusif bagi kaum disabilitas di tenpat-tenpat umum di Kukar. Hal ini didorong oleh kurang memadainya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di sejumlah ruang publik seperti Taman Pintar, Taman Eks Tanjung, dan juga Titik Nol.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris, menegaskan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, agar fasilitas umum dapat diakses dengan nyaman oleh seluruh masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas.

“Harapannya, melalui forum lintas OPD, kebutuhan ini bisa disampaikan dan segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” ujarnya, Kamis (13/03/2025).

Salah satu perhatian utama dalam pembangunan infrastruktur ramah disabilitas adalah ketersediaan guiding block pada jalur pedestrian bagi tunanetra. Saat ini, meskipun beberapa trotoar telah dilengkapi dengan jalur khusus, masih banyak fasilitas publik lain yang belum ramah bagi mereka.

Bahkan, taman kota yang seharusnya menjadi ruang inklusif masih minim fasilitas seperti jalur landai untuk pengguna kursi roda, pegangan tangan di area tangga, serta papan informasi dengan huruf braille.

“Trotoar dan fasilitas umum harus dirancang untuk semua orang. Tidak hanya mereka yang normal secara fisik, tetapi juga mereka yang memiliki keterbatasan agar dapat beraktivitas dengan mandiri,” tambahnya.

Selain infrastruktur fisik, Yuliandris juga menyoroti keterbatasan layanan terapi bagi anak-anak penyandang disabilitas. Saat ini, layanan terapi hanya tersedia di rumah sakit tertentu, sehingga menjadi kendala bagi banyak keluarga yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.

“Kami berharap Dinas Kesehatan dapat memperluas layanan terapi hingga ke tingkat kecamatan agar lebih banyak anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan akses lebih mudah,” ungkapnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Festival Kreatif Pemuda Ramadan ke-2 Siap Digelar, Dispora Kukar Hadirkan Konsep Lebih Matang

TENGGARONG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menghadirkan Festival Kreatif Pemuda Ramadan (FKPR) ke-2, yang akan berlangsung pada 12–15 Maret 2025. Berlangsung di Halaman Parkiran Pendopo Bupati Kukar.

Mengusung tema “Kreativitas Pemuda, Berkah Ramadan”, festival ini diharapkan menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda, untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka.

Bukan sekadar ajang hiburan, FKPR menjadi ruang bagi pemuda Kukar untuk berkarya dalam bidang seni, budaya, dan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar-komunitas kepemudaan di Kukar.

Kepala Bidang Kepemudaan, Kewirausahaan, dan Kepramukaan (K3) Dispora Kukar, Dery Wardhana, mengungkapkan bahwa FKPR telah menjadi agenda tahunan yang diinisiasi oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.

“Kami melihat Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan wadah kreatif bagi pemuda. Mereka tetap bisa produktif dalam kegiatan yang bermanfaat, tanpa menghilangkan esensi bulan suci ini,” ujar Dery, Kamis (13/3/2025).

Salah satu inovasi dalam FKPR tahun ini adalah penambahan lomba kaligrafi sebagai bagian dari kompetisi utama. Menurut Dery, kompetisi ini jarang mendapat panggung di luar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), sehingga Dispora Kukar ingin memberikan ruang lebih luas bagi seniman muda berbakat di bidang seni Islam.

“Biasanya, lomba kaligrafi hanya ada di MTQ tingkat kabupaten. Tahun ini, kami berinisiatif memasukkannya dalam FKPR agar lebih banyak anak muda yang bisa menyalurkan bakat mereka,” tambahnya.

Tidak hanya menghadirkan lomba-lomba kreatif, Dispora Kukar juga menggandeng berbagai pihak dalam penyelenggaraan FKPR. Sekolah-sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas seni, hingga Ikatan Remaja Masjid (IRMA) turut diundang untuk berpartisipasi.

Dery juga menegaskan bahwa pelaksanaan FKPR tahun ini telah melalui koordinasi yang lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana ada bentrokan dengan event besar Dinas Pariwisata di Masjid Agung. Tahun ini, kami memastikan tidak ada tumpang tindih jadwal agar seluruh peserta bisa mengikuti acara dengan maksimal,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Festival Kreatif Pemuda Ramadhan ke-2 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Positif Bagi Generasi Muda

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, secara resmi membuka Festival Kreatif Pemuda Ramadan (FKPR) ke-2 yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Acara ini berlangsung meriah di Halaman Parkir Pendopo Bupati Kukar, pada Rabu (12/03/2025) malam.

Dalam sambutannya, Sunggono mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan FKPR yang dinilai sebagai wadah inspiratif bagi pemuda Kukar, untuk mengembangkan kreativitas dalam nuansa Islami.

“Festival ini bukan hanya sekadar ajang menampilkan bakat, tetapi juga menjadi ruang bagi pemuda untuk bersilaturahmi serta menanamkan nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa momentum Ramadan sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan bermakna. Terutama bagi generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dalam kesempatan itu, Sunggono juga menyoroti perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa arus informasi yang tidak terbendung bisa berdampak pada pola pikir dan pemahaman keagamaan generasi muda.

“Diera digital ini, penting bagi pemuda memiliki literasi digital yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Pemanfaatan media sosial harus selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan,” jelasnya.

Sunggono juga berpesan kepada peserta FKPR untuk menjunjung tinggi semangat kompetisi yang sehat, penuh sportivitas, dan menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dalam mengasah kreativitas mereka.

FKPR ke-2 menghadirkan berbagai lomba bernuansa Islami yang menarik, seperti lomba Habsyi, lomba adzan, lomba kaligrafi, dan berbagai kompetisi lainnya yang bertujuan untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat karakter pemuda yang religius dan berbudaya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Presiden Ingatkan Jangan Korbankan Rakyat Terkait Kasus MinyaKita

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terkait kasus MinyaKita memperingatkan para pengusaha ataupun pejabat yang berwenang untuk tidak mengorbankan rakyat hanya demi keuntungan sesaat.

Presiden kemudian juga memperingatkan tidak ada orang yang kebal hukum manakala mereka terbukti berbuat kejahatan merugikan negara dan mengorbankan kepentingan rakyat hanya untuk keuntungan pribadi atau kelompoknya.

“Pesan Presiden adalah tidak boleh ada lagi, siapa pun itu, menari-nari di atas penderitaan rakyat,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025), meneruskan pesan Presiden.

Dia menekankan pesan Presiden bahwa jangan sampai karena ingin memperoleh keuntungan sesaat, kemudian banyak rakyat yang dikorbankan, seperti mengurangi timbangan, mengurangi kualitas, mengurangi volume.

“Itu kan sudah jelas kejahatan ya,” kata Wamentan.

Dia melanjutkan saat ini ada tiga perusahaan yang telah dilaporkan ke kepolisian, kemudian kemarin (11/3) ada dua perusahaan di Surakarta, Jawa Tengah, yang baru ditemukan juga terlibat ikut mengurangi jumlah minyak goreng yang dijual dalam kemasan.

“Kalau kita ngomong agama, itu sudah jelas ada di Al Quran, mengurangi timbangan itu masuk neraka ancamannya. Tetapi, sebelum masuk neraka, nanti di akhirat masuk neraka, juga akan ditindak tegas,” kata Sudaryono.

Dia menyebut Presiden saat ini tegas tidak ingin masih ada yang main-main dengan kepentingan rakyat.

“Dulu-dulu mungkin (masih ada yang main-main). Nah, kalau sekarang, Pak Prabowo ingin sekali rakyat mendapatkan kualitas pelayanan, baik produk maupun jasa yang baik, dengan kualitas semestinya. Yang seharusnya 1 liter dengan kualitas tertentu, ya (rakyat harus dapat) segitu,” kata Sudaryono.

Wamentan, saat ditanya apakah Presiden marah dengan temuan kasus MinyaKita, kemudian menjawab siapa pun pasti marah, bukan hanya Presiden.

“Ya bagaimana? Masa enggak marah? Yang marah itu enggak hanya Presiden, kita semua juga marah,” kata Wamentan.

Oleh karena itu, Presiden, sebagaimana disampaikan oleh Sudaryono, memperingatkan siapa pun yang melanggar aturan dan merugikan rakyat, akan ditindak tegas.

“Dengan adanya tindakan tegas ini akan ada efek jera. Orang juga enggak akan ngulangi, yang mau niat, tidak akan meneruskan,” sambung Sudaryono.

Kasus MinyaKita menjadi sorotan publik sejak pekan pertama Maret 2025 setelah adanya beberapa temuan volume minyak goreng MinyaKita yang dijual tak sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam label kemasan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menemukan ketidaksesuaian isi minyak goreng MinyaKita saat dia melakukan inspeksi mendadak di Pasar Gede Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025). (ANT/KN)

KSAD: Seskab Teddy Naik Pangkat Atas Prestasi, Bukan Intervensi

0

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya layak mendapat kenaikan pangkat menjadi letnan kolonel karena berkontribusi dalam membantu kerja Presiden Prabowo Subianto.

“Itu kewenangan Panglima TNI dan saya. Ada seseorang yang dianggap mampu membantu Presiden dan mengoordinasikan tugasnya dengan baik, lalu diberi kenaikan pangkat. Apa masalahnya?” kata Maruli dalam siaran pers resmi TNI AD saat mengunjungi Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (12/3/2025).

Maruli menilai prestasi yang diukir Teddy di militer dan pemerintahan layak untuk diapresiasi dengan kenaikan pangkat.

Tidak hanya kepada Teddy, Maruli menegaskan kesempatan mendapatkan kenaikan pangkat juga terbuka untuk seluruh prajurit yang mau memberikan kinerja terbaik dan pengorbanan untuk bangsa.
Maruli sendiri memahami banyak pendapat masyarakat yang menilai kenaikan pangkat yang diterima Teddy merupakan hasil dari intervensi pihak lain. Maruli pun secara tegas membantah hal tersebut.

“Jadi itu kewenangan kami (Panglima TNI dan KSAD) jangan diintervensi terus. Kami bekerja secara profesional, jika sudah diputuskan, kami akan ikut (melaksanakan keputusan),” tegas Maruli.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menaikkan pangkat Seskab Teddy Indra Wijaya dari mayor ke letnan kolonel (letkol).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat dikonfirmasi ANTARA, Kamis (6/3) membenarkan hal tersebut.

“Saya sampaikan kepada rekan rekan media, Bahwa Informasi tersebut memang betul dan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI dan dasar perundang-undangan (perpres), secara administrasi juga semua sudah dipenuhi,” kata Wahyu dalam pesan singkatnya.

Pengangkatan jabatan Teddy itu tertera dalam Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Wahyu.

Dalam surat perintah tersebut, terdapat lima poin yang menjadi dasar kenaikan pangkat Teddy.
Berikut lima poin dasar tersebut:
1. Peraturan Panglima TNI Nomor 53 Tahun 2017 tentang Penggunaan Prajurit Tentara Nasional Indonesia.
2. Peraturan Panglima TNI Nomor 87 Tahun 2022 tentang Perubahan Ke Tiga atas Peraturan Panglima TNI Nomor 50 tahun 2015 tentang Kepangkatan Prajurit Tentara Nasional Indonesia.
3. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/238/II/2025 Tanggal 25 Februari 2025 tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Reguler Percepatan (KPRP) dari Mayor Teddy ke Letkol a.n Mayor Inf Teddy Indra Wijaya, S.S.T.Han.,M.Si. NRP 11110010020489, Sekretaris Kabinet.
4. Peraturan KSAD Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Kepangkatan Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
5. Keputusan KSAD nomor Kep/462/VIII/2021 tanggal 4 Agustus 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Karier Perwira TNI AD, dan
6. Pertimbangan Pimpinan Angkatan Darat. (ANT/KN)

Mendagri : Pemda Harus Ganti Kadispenda Jika PAD Tidak Meningkat

0

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mengganti kepala dinas pendapatan daerah (kadispenda) bila pendapatan asli daerah (PAD) tidak meningkat.

“Kalau pendapatannya kurang, itu tugasnya kadispenda. Kadispenda enggak mampu tingkatkan pendapatan, ganti,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) 2025 yang diselenggarakan secara daring, dan disaksikan di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Mendagri menyampaikan pernyataan tersebut karena menerima informasi bahwa masih ada pemda yang tidak efisien dalam menggunakan anggarannya.

Tito menjelaskan bahwa meningkatkan PAD diperlukan agar anggaran pemda tidak bergantung dari transfer pusat.

“Sebagian besar di daerah-daerah itu kapasitas fiskalnya rendah, ketergantungan. Kami tahu rendah itu hitungnya dari perbandingan antara transfer pusat dengan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia lantas menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 400 daerah dengan kapasitas fiskal yang rendah. Bahkan, kata dia, ada daerah yang bergantung pada transfer pusat, dan 60 persen anggarannya hanya untuk belanja pegawai.

“(Anggaran) sampai ke masyarakat 30-40 persen, dan itu pun nanti problem hukum lagi, terjadi praktik yang negatif, sehingga yang sampai ke masyarakat betul mungkin 20-25 persen saja,” jelasnya.

Menurut dia, bila hal tersebut yang terjadi, maka tidak terjadi perubahan di daerah. Kemudian, pengentasan kemiskinan tidak berdampak signifikan.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga meminta pemda agar anggaran daerah tidak hanya fokus pada belanja saja dan tidak memikirkan peningkatan PAD.

“Data satu daerah, di APBD-nya (anggaran pendapatan dan belanja daerah), untuk makan dan minum Rp51 miliar, berarti kalau bagi 12 kurang lebih Rp4 miliar per bulan. Kemudian, perjalanan dinasnya Rp250 miliar. Nah, itu salah satu di antaranya,” katanya.

Ia melanjutkan, “Saya bilang ini belum seberapa nih. Ada beberapa daerah yang (anggaran) makan dan minumnya Rp1 triliun lebih.”. (ANT/KN)