Beranda blog Halaman 4

Wapres Gibran Dorong Peningkatan Sarana MTs Muhammadiyah Way Bungur

0

JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah I Way Bungur, Lampung Timur, untuk memastikan penguatan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjangkau sekolah negeri dan swasta.

Kepala MTs Muhammadiyah I Way Bungur Ari Hidayat mengatakan kunjungan Wapres menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami sampaikan kepada Bapak Wapres bahwasanya sekolah ini adalah sekolah swasta. Namun, sama-sama tujuan kita mencerdaskan anak bangsa,” kata Ari Hidayat dikutip dari siaran resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Rabu (15/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan usai Wapres meninjau pembangunan jembatan di Way Bungur. Peninjauan ke sekolah swasta itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkualitas sesuai implementasi Astacita Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diterima 82 orang peserta didik. Menu yang disajikan meliputi lele goreng balado, tempe bacem, tumis buncis dan wortel, serta buah jeruk.

“Jadi sehat dan kenyang,” kata Naufal Affani, siswa kelas VIII, saat ditanya mengenai manfaat Program MBG yang diterimanya.

Selain meninjau pelaksanaan MBG, Wapres mengecek kondisi ruang belajar siswa kelas VII hingga IX. Dalam peninjauan tersebut, Wapres menaruh perhatian pada sejumlah ruang kelas yang masih memerlukan perbaikan, termasuk keterbatasan sarana pembelajaran seperti interactive flat panel (IFP) dan papan tulis.

Menurut Ari Hidayat, Wapres menginstruksikan jajarannya segera mendata kebutuhan sekolah agar dapat diusulkan memperoleh bantuan.

“Beliau mengarahkan tim beliau segera dicatat untuk bantuan. Itu segera dicatat, semua segera diusulkan, seperti itu,” katanya.

Wapres juga memberikan apresiasi terhadap menu MBG yang disediakan sekaligus menekankan pentingnya penyempurnaan prosedur operasional standar (SOP) mulai dari penyiapan hingga pendistribusian makanan agar layanan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat waktu.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, Kepala SPPG Way Bungur Galih, Plt. Sekretaris Sekretariat Wapres Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Achmad Aditya. (ANT/KN)

Pengambilalihan KCIC Masuk Tahap Akhir, Menkeu Purbaya: Tinggal Proses Administrasi

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah ditelah ditetapkan dan tinggal menunggu penyelesaian proses administrasi.

Ia menyebut keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada dasarnya telah diambil. Saat ini pemerintah hanya menyelesaikan tahapan administrasi sebelum proses tersebut dapat direalisasikan.

“Ini lagi proses administrasinya. Itu udah diputusin, sebenarnya udah putus tinggal proses administrasinya sedang berjalan. Begitu Danantara-nya kita clear, udah selesai. Nanti baru kita lapor lagi ke Presiden,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Purbaya menyampaikan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada dirinya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan penyelesaian KCIC tidak harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan lain melalui berbagai instrumen yang dimiliki.

“KCIC-nya kan sekarang masih di Danantara, nanti akan diserahkan ke saya karena kan perintah Pak Presiden kita yang beresin gitu. Tapi nggak harus APBN kepakai, saya punya skema tertentu di mana ada tools-tools, vehicle-vehicle kita di luar yang sekarang ada bisa menangani KCIC,” terangnya.

Meski demikian, Purbaya belum bisa memberikan informasi lebih rinci lantaran proses penyerahan KCIC belum rampung.
Ia juga membantah adanya kemungkinan KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU).

“Siapa bilang (KCIC jadi BLU), nggak ada. Pokoknya dikasih ke saya, saya beresin sudah,” pungkasnya. (ANT/KN)

Rupiah Menguat ke Rp18.068 per Dolar AS, Dipicu Inflasi AS yang Melandai

0

JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore menguat 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp18.068 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.091 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi menurunnya ekspektasi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

“Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS, didukung oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu menurunnya ekspektasi pada The Fed untuk menaikkan suku bunga,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Mengutip Anadolu, inflasi konsumen tahunan AS melambat menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 yang di bawah ekspektasi pasar karena penurunan tajam harga energi mendorong penurunan bulanan terbesar sejak April 2020. Tingkat inflasi tahunan melambat dari 4,2 persen pada Mei 2026.

Indeks Harga Konsumen turun 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya pasca naik 0,5 persen pada Mei. Adapun inflasi inti, tak berubah secara bulanan dan melambat jadi 2,6 persen per tahun dari 2,9 persen pada Mei.

Karena rilis data inflasi tersebut, proyeksi baru menunjukkan sembilan pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini, sementara sembilan lainnya memperkirakan tidak ada perubahan atau penurunan suku bunga.

Penguatan rupiah juga masih didukung keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan prospek stabil.

“Penguatan terbatasi oleh memanasnya geopolitik di Timteng (Timur Tengah) dan naiknya harga minyak dunia,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp18.064 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.099 per dolar AS. (ANT/KN)

Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Singkirkan Inggris 2-1 Lewat Drama Menit Akhir

0

JAKARTA – Dua gol yang dicetak tim nasional Argentina pada menit-menit akhir pertandingan mengantarkan mereka menyisihkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis WIB.

Inggris sempat memimpin berkat gol Anthony Gordon di awal babak kedua, tetapi Lionel Messi mengirimkan dua assist yang dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez tujuh menit berselang demi membawa Argentina menang dramatis menuju final Piala Dunia dua edisi beruntun.

Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang sudah lebih dulu memenangi laga semifinal lain kontra Prancis 2-0. Final akan dilangsungkan di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB.

Babak pertama pertandingan Inggris vs Argentina berlangsung sengit. Kedua tim bermain cukup terbuka, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang tercipta.

Peluang terbaik dimiliki oleh Inggris pada menit ke-33 ketika umpan Declan Rice dalam situasi tendangan bebas bisa disambut John Stones di area tiang jauh, sayang bola masih menyamping dari gawang Argentina.

Setelah babak pertama berakhir nirgol, Inggris sukses memecah kebuntuan lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-55.

Berawal dari aksi Morgan Rogers di sisi kanan, bola dikirim ke area tiang jauh di mana Gordon menyambutnya dengan penyelesaian sempurna untuk menjebol gawang Emiliano Martinez dan membawa Inggris memimpin 1-0.

Argentina berusaha merespons langsung, melalui aksi Giuliano Simeone menusuk ke dalam kotak penalti, tetapi Djed Spence melakukan jegalan bersih pada momen krusial untuk mengamankan situasi.

Jelang jeda turun minum babak kedua kiper Inggris Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang untuk mementahkan bola sundulan Nicolas Gonzalez.

Keunggulan membuat Inggris sedikit lengah dan pelatih Thomas Tuchel mengambil keputusan krusial yang berujung fatal dengan memasukkan tiga bek yakni Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O’Reilly sembari menarik keluar Gordon, Rice, serta Reece James.

Langkah Tuchel menumpuk pemain di lini pertahanan justru mengundang gempuran dari Argentina yang kian deras, hingga akhirnya pada menit ke-85 tembok Inggris runtuh berkat gol tendangan jarak jauh Fernandez.

Berawal dari situasi sepak pojok, nyaris seluruh pemain Inggris berada di dalam kotak penalti mereka, sementara Fernandez berdiri relatif bebas untuk menerima umpan sodoran Messi sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Pickford. Skor berubah 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Berawal dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang, bola kembali dikuasai Messi di sisi kanan.

Kapten Argentina itu kemudian melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh.
Lautaro Martinez menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang tak mampu dihentikan Pickford. Gol pada menit ke-90+2 memastikan Argentina berbalik unggul 2-1.

Tuchel berusaha membayar kesalahannya dengan memasukkan dua pemain depan Marcus Rashford dan Ivan Toney menggantikan Spence dan Stone, tapi sisa waktu terlalu singkat bagi Inggris untuk mengubah keadaan dan skor 2-1 bagi Argentina yang bertahan hingga peluit tanda bubaran berbunyi.

Argentina melanjutkan tren mereka yang selalu mampu lolos dalam enam penampilan di semifinal Piala Dunia, sedangkan Inggris harus melanjutkan penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia. Inggris hanya akan menghadapi Prancis untuk laga perebutan tempat ketiga. (ANT/KN)

Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Masih di Indonesia, Tim Khusus Mulai Dalami Tiga Perkara

0

JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah masih berada di wilayah Indonesia dan siap menjalani proses hukum yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah penyidikan tiga perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang kini ditangani Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengatakan keberadaan Febrie terus dipantau penyidik. Ia juga memastikan yang bersangkutan telah dikenai pencegahan ke luar negeri sehingga sewaktu-waktu dapat diperiksa.

“Beliau ada. Kapan aja tinggal diperiksa aja, tinggal tunggu. Beliau masih ada di Indonesia yang jelas, dan kan sudah dicekal juga,” kata Anang dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Anang menjelaskan, permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri sebelumnya diajukan oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan masa berlakunya masih dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan.

Namun, ia enggan mengungkap lokasi pasti keberadaan Febrie dan hanya menegaskan bahwa mantan Jampidsus tersebut masih berada di Indonesia.

Perkara yang menyeret Febrie sebelumnya ditangani Polri sebelum akhirnya diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Dalam kasus tersebut, Febrie bersama Don Ritto telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tiga perkara dugaan korupsi dan TPPU.

Sebagai tindak lanjut, Kejagung menerbitkan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), yakni Sprindik Nomor 43 untuk perkara dugaan korupsi dan TPPU di PT Krakatau Steel, Sprindik Nomor 44 terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN yang dikaitkan dengan peristiwa blackout, serta Sprindik Nomor 45 mengenai dugaan korupsi di PT Asabri.

Anang menegaskan, sejak sprindik tersebut diterbitkan, seluruh tindakan penyidikan resmi berada di bawah kewenangan Kejaksaan Agung.

“Dengan diterbitkannya sprindik tersebut, seluruh tindakan yang bersifat pro justisia dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Untuk memperkuat proses penyidikan, Kejagung juga membentuk tim khusus yang beranggotakan sembilan jaksa senior. Mayoritas anggota tim merupakan mantan jaksa yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita bentuk tim khusus, ini terdiri dari sembilan orang. Yang jelas sebagian besar penyidik-penyidik ini berasal dari mantan alumni KPK, jaksa-jaksa yang pernah bertugas di KPK,” tutup Anang.

Pewarta: M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Menteri Imipas: Pencekalan Eks Jampidsus Febrie Masih Bersifat Sementara

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn15juli2026/mobile/

Baru Enam Tahun, Perayaan Media Kaltim Disebut Seperti HUT Ke-17

Leader Talk, Launching Buku, Dan Penghargaan Mewarnai Puncak HUT Ke-6

SAMARINDA – “Untuk ukuran media yang baru berusia enam tahun, acaranya luar biasa. Rasanya seperti perayaan ulang tahun ke-17.”

Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal itu menggambarkan kemeriahan Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 yang digelar di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026) malam. Sejak petang, ballroom dipenuhi pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, aparat TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, direksi perusahaan, perguruan tinggi, insan pers, serta berbagai mitra strategis Media Kaltim Network.

Acara yang menjadi puncak Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim Network itu tidak hanya diisi penyerahan penghargaan. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Leader Talk, peluncuran buku digital karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto, selebrasi ulang tahun, hiburan, gala dinner, dan ramah tamah. Sekitar 60 tokoh, pimpinan lembaga, kepala daerah, pimpinan korporasi, BUMN/BUMD, dan institusi menerima penghargaan atas kontribusi dan dukungan mereka terhadap perjalanan Media Kaltim Network serta perkembangan ekosistem media digital di Kalimantan Timur.

Sejak pukul 18.30 WITA, tamu mulai memenuhi area registrasi. Suasana semakin ramai ketika para undangan memasuki ballroom dan saling menyapa dalam suasana yang hangat. Di antara tamu yang hadir terlihat Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani, serta sejumlah anggota DPRD kabupaten dan kota.

Hadir pula perwakilan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Polresta Samarinda, Bea Cukai, PLN UID Kaltimra, Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional Balikpapan, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pupuk Kaltim, Badak LNG, Bankaltimtara, SKK Migas, Multi Harapan Utama, Harris Hotel Samarinda, dan sejumlah mitra lainnya.

Malam itu menjadi ruang pertemuan antara media, pemerintah, legislatif, aparat, dan dunia usaha. Para tamu tidak hanya mengikuti acara, tetapi juga saling berbincang dan memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.

Dari Tim Kecil Menjadi Lebih dari 50 Karyawan

CEO Media Kaltim Network Agus Susanto mengatakan, 14 Juli menjadi tanggal penting dalam perjalanan perusahaan. Media Kaltim lahir pada 14 Juli 2020 dengan sumber daya manusia yang masih terbatas.

Enam tahun kemudian, Media Kaltim Network tumbuh menjadi jaringan media digital dengan lebih dari 50 karyawan yang tersebar di berbagai daerah.

“Hari ini merupakan puncak peringatan hari ulang tahun kami. Pada 14 Juli 2020, Media Kaltim lahir dengan sedikit sumber daya manusia. Alhamdulillah, sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dari 50 karyawan,” ujar Agus.

Ia mengakui perjalanan membangun perusahaan media tidak selalu mudah. Ada tantangan bisnis, perubahan teknologi, kritik, serta masa-masa yang menguji keberlanjutan perusahaan. Namun, seluruh proses tersebut dapat dilalui berkat dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, pembaca, serta para mitra.

“Tentu perjalanan itu tidak mudah. Ada tantangan, kritik, bahkan masa-masa yang menguji kami. Namun, enam tahun ini bisa kami lewati dengan dukungan seluruh stakeholder dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Agus menegaskan hubungan media dengan pemerintah dan dunia usaha harus dibangun melalui kolaborasi yang sehat. Pemerintah dan perusahaan membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perusahaan media membutuhkan dukungan agar dapat menjaga keberlanjutan usaha dan kualitas jurnalistik.

Tema HUT tahun ini adalah ConSixTen, gabungan dari Confidence, Six, dan Consistent. Tema tersebut menjadi penanda perjalanan enam tahun Media Kaltim untuk terus percaya diri menghadapi perubahan dan konsisten menjaga kualitas serta kepercayaan pembaca.

Dewan Pers Ingatkan Ancaman terhadap Media Arus Utama

Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli saat menyampaikan Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leader Talk. Ia mengingatkan industri pers nasional tengah menghadapi tekanan besar akibat perubahan lanskap digital. Media arus utama harus bersaing dengan platform digital, akun media sosial, YouTuber, dan kreator konten yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat, tetapi belum dibebani aturan seketat perusahaan pers.

Menurut Jazuli, media profesional wajib tunduk pada Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, Kode Etik Jurnalistik, ketentuan badan hukum, hingga kewajiban perpajakan.

Sementara itu, platform digital dan kreator konten masih bergerak dalam ruang regulasi yang belum setara.

“Media arus utama harus tunduk pada banyak regulasi, sementara media sosial dan platform digital praktis belum memiliki aturan yang jelas, baik dari sisi konten maupun bisnis. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, media mainstream akan semakin sulit bertahan,” ujarnya.

Dewan Pers, lanjut Jazuli, tengah mendorong lahirnya regulasi yang mengatur platform digital dan kreator konten. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Hukum, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Komisi I DPR RI.

Ia menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, ChatGPT, dan Gemini, tidak dapat dihentikan. Negara harus menghadirkan aturan agar persaingan berlangsung sehat dan media profesional tetap memiliki ruang hidup.

“Perubahan teknologi tidak bisa dibendung. Yang harus dilakukan adalah mengatur agar persaingan berlangsung sehat,” katanya.

Pengaduan ke Dewan Pers Terus Meningkat

Selain ancaman eksternal, Jazuli juga menyoroti persoalan di internal industri pers. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap media dan wartawan terus meningkat.

Pada 2024, Dewan Pers menerima sekitar 600 pengaduan. Jumlah tersebut melonjak menjadi 1.285 pengaduan sepanjang 2025. Hingga akhir Juni 2026, laporan yang masuk telah melampaui 700 pengaduan.

“Dari sekian banyak pengaduan yang masuk, mayoritas persoalannya berasal dari media dan jurnalisnya sendiri,” ungkapnya.

Empat pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pemberitaan tidak berimbang, lemahnya verifikasi, praktik suap, dan dugaan pemerasan oleh oknum wartawan.

Menurut Jazuli, informasi yang diterima wartawan belum dapat langsung dianggap sebagai berita. Informasi tersebut harus diuji, ditelusuri, dan dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan.

“Informasi itu baru bahan dasar berita. Wartawan tetap wajib melakukan penelusuran dan memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik suap dan pemerasan tidak hanya menjadi pelanggaran etik, tetapi dapat masuk ke ranah pidana.

“Wartawan tidak kebal hukum. Kalau sudah masuk unsur pidana seperti suap atau pemerasan, proses hukumnya bisa berjalan,” katanya.

Kepercayaan publik, menurut Jazuli, merupakan modal terbesar perusahaan media. Tanpa kepercayaan, media akan kehilangan pembaca, mitra, dan sumber pendapatan.

“Satu-satunya aset terbesar media adalah kepercayaan publik. Kalau publik sudah tidak percaya, sponsor juga tidak akan datang,” ujarnya.

Tetap Kritis, tetapi Tidak Merusak

Jazuli juga mengajak media tidak hanya mengejar sisi negatif dari sebuah peristiwa. Media harus tetap kritis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dari pemberitaan.

Menurutnya, jurnalisme tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tanggung jawab agar informasi tidak memperbesar konflik atau menimbulkan kerusakan di masyarakat.

“Jurnalisme bukan hanya soal cepat memberitakan, tetapi juga memastikan informasi tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” tuturnya.

Dewan Pers memiliki dua tugas utama, yakni menjaga kemerdekaan pers dari intimidasi dan intervensi, sekaligus memastikan wartawan bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor kepada Dewan Pers apabila menemukan pemberitaan yang dinilai merugikan atau melanggar kode etik.

Pemprov Kaltim: Media Harus Cepat, Berimbang, dan Kreatif

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Hanafi/Media Kaltim)

Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal memberikan apresiasi atas perjalanan enam tahun Media Kaltim Network.

Faisal mengaku mengikuti perkembangan Media Kaltim sejak awal. Ia masih mengingat ketika Agus Susanto mengajaknya melihat kantor pertama perusahaan tersebut.

“Saya sempat berpikir, apakah media ini bisa berkembang. Ternyata hari ini luar biasa, karyawannya sudah lebih dari 50 orang. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Menurut Faisal, terdapat tiga hal penting yang harus dijaga media di era digital, yakni kecepatan, keberimbangan, dan kreativitas.

Arus informasi berlangsung selama 24 jam. Media dituntut bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi. Masyarakat juga semakin kritis sehingga pemberitaan harus disusun secara berimbang dan objektif.

“Keberimbangan menjadi sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.

Faisal juga menyoroti perhatian audiens yang semakin pendek. Konten harus mampu menarik perhatian sejak detik pertama agar tidak ditinggalkan pembaca.

“Kalau dalam tiga detik pertama tidak menarik, pembaca atau pengikut akan langsung meninggalkan konten tersebut. Jadi kreativitas menjadi unsur utama,” ujarnya.

Ia berharap Media Kaltim Network terus berkembang, semakin profesional, dan menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkualitas.

Media Menjaga Psikologi Publik dalam Isu Energi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, saat menjadi pembicara Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menilai media memiliki peran penting dalam menjaga pemahaman masyarakat di tengah dinamika isu energi.

Menurutnya, kondisi geopolitik dunia berdampak langsung terhadap ketersediaan dan distribusi energi. Isu minyak, gas bumi, dan bahan bakar sangat mudah berkembang menjadi polemik di ruang publik.

Karena itu, media harus menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta agar tidak menimbulkan keresahan.

“Media mampu memberikan edukasi dan pencerahan yang baik sehingga tidak membuat psikologi masyarakat menjadi terganggu,” ujarnya.

Edi mengatakan Pertamina terus berupaya membuka informasi kepada publik. Namun, data yang disampaikan perusahaan sering berkembang menjadi narasi berbeda di media sosial.

Dalam kondisi tersebut, media profesional memiliki peran untuk memverifikasi informasi dan memberikan penjelasan yang utuh.

“Kesetiaan teman-teman wartawan untuk mewartakan dan mengedukasi masyarakat memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara masyarakat menyikapi kondisi di lapangan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Media Kaltim Network yang selama enam tahun konsisten menghadirkan informasi bagi masyarakat.

“Seharusnya mungkin kami yang mengapresiasi Media Kaltim dan teman-teman media lainnya,” ujarnya.

Ketua DPRD Kukar Minta Media Kaltim Tetap Kritis

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night 2026. (Hadi Winata/MKN)

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani berharap Media Kaltim Network tetap menjadi media yang kritis, objektif, dan mendidik.

Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPRD Kukar dan Media Kaltim telah membantu menyampaikan tugas, fungsi, dan kinerja lembaga kepada masyarakat.

“Media Kaltim banyak memberitakan hal-hal positif, memberikan masukan, serta membantu DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.

Ia berharap Media Kaltim terus berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara melalui pemberitaan yang mendidik masyarakat.

“Tetap kritis dan menyampaikan informasi yang mendidik sehingga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Enam Tahun Terasa Seperti 17 Tahun

Konsep Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 mendapat pujian dari sejumlah tamu. Muhammad Faisal menilai acara yang digelar terlihat jauh lebih matang dibanding usia Media Kaltim Network yang baru enam tahun.

“Untuk ukuran media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Samarinda Arie Wibowo juga memberikan pandangan serupa.

“Enam tahun saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti tahun-tahun berikutnya. Semoga semakin keren,” katanya.

Pujian tersebut menjadi gambaran bahwa malam apresiasi tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga dikemas dengan konsep yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam satu forum.

Mitra Menjadi Kunci Perjalanan Media Kaltim

Ketua Panitia HUT ke-6 Media Kaltim Network, Adhi Abdian, mengatakan malam apresiasi digelar sebagai bentuk terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung perjalanan perusahaan.

Menurutnya, media tidak dapat berkembang sendiri. Dukungan pemerintah, legislatif, dunia usaha, aparat, komunitas, dan pembaca menjadi bagian penting dari pertumbuhan Media Kaltim Network.

“Tanpa adanya mitra, kami juga akan sulit berkembang,” ujarnya.

Adhi menjelaskan Media Kaltim Network selalu menghadirkan konsep berbeda dalam setiap peringatan ulang tahun. Tahun ini, kegiatan diarahkan untuk merangkul dan memberikan apresiasi kepada para pihak yang selama ini berjalan bersama perusahaan.

Selain malam penghargaan, rangkaian HUT akan dilanjutkan dengan Media Kaltim Corporate Mini Soccer Invitational 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026.

“Kami berharap dukungan seluruh mitra bisa terus berlanjut. Semoga malam ini memberikan kesan dan menjadi awal kolaborasi yang semakin baik,” katanya.

Agus Susanto Luncurkan Buku Digital

CEO Media Kaltim Network Agus Susanto bersama tamu kehormatan saat meluncurkan buku digital. (Abdi/Media Kaltim)

Salah satu momen penting malam itu adalah peluncuran buku karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto.

Buku berjudul “PSU, Banjir, IKN, & Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa” tersebut merupakan kumpulan kolom yang ditulis Agus sepanjang 2025.

Buku itu mengangkat berbagai peristiwa politik, pembangunan, lingkungan, Ibu Kota Nusantara, banjir, hingga catatan perjalanan. Salah satu pembahasan yang mendapat porsi panjang adalah Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mahakam Ulu.

“Buku ini sebenarnya kumpulan catatan yang saya tulis di Media Kaltim Network. Ratusan peristiwa saya jadikan satu buku,” ujar Agus.

Buku tersebut dicetak secara terbatas. Namun, versi digitalnya dapat diunduh dan dibaca secara gratis.

“Buku ini akan saya cetak terbatas. Namun, seluruh masyarakat dapat mengunduh dan membacanya secara digital secara gratis,” katanya.

Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis di atas panggung bersama Muhammad Jazuli, Angela Idang Belawan, Ririn Sari Dewi, Muhammad Faisal, Sumurung Basa Silaban, Arie Wibowo, unsur TNI-Polri, serta perwakilan perusahaan, BUMN, BUMD, dan mitra strategis.

Peluncuran buku menjadi bagian dari upaya Media Kaltim Network mendorong budaya literasi sekaligus merawat dokumentasi berbagai peristiwa daerah.

“Berita mungkin hanya dibaca hari ini. Namun, ketika berbagai catatan dihimpun menjadi sebuah buku, ia menjadi dokumentasi, referensi, sekaligus jejak sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang,” ungkap Agus.

Sumurung Silaban: Buku Adalah Tanda Tangan Hidup Jurnalis

Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban saat memberikan pandangan tentang buku dan perjalanan jurnalistik Agus Susanto. (Hanafi/Media Kaltim)

Tokoh pers senior Kalimantan Timur Sumurung Basa Silaban menyebut buku karya Agus Susanto sebagai “tanda tangan hidup” seorang jurnalis.

Menurutnya, tulisan yang dihimpun menjadi buku akan menjadi warisan intelektual dan jejak perjalanan profesi yang tidak mudah hilang. Sumurung mengenang pertemuannya dengan Agus sekitar 20 tahun lalu saat keduanya berada di lingkungan Kaltim Post Group. Saat itu, Agus masih bekerja sebagai desainer iklan sebelum menyampaikan keinginannya menjadi wartawan.

“Saya masih ingat Mas Agus datang kepada saya dan mengatakan ingin menjadi wartawan. Dari situlah prosesnya dimulai,” kenangnya.

Sumurung melihat Agus sebagai sosok yang tangguh dan memiliki integritas.

“Seberapa keras saya membimbingnya waktu itu, dia tidak pernah mengeluh. Saya melihat dia punya potensi besar menjadi jurnalis,” ujarnya.

Meski kerap disebut mentor, Sumurung mengaku tidak pernah merasa menjadi guru. Ia hanya berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya selama bekerja sebagai wartawan. Menurutnya, keberhasilan Agus membangun Media Kaltim Network merupakan hasil proses panjang, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

“Apa yang ditulis Mas Agus di bukunya adalah tanda tangan hidupnya sebagai seorang jurnalis. Apa pun jabatannya sekarang sebagai CEO Media Kaltim Network, dia tetap seorang jurnalis. Tanda tangan itu tidak akan pernah bisa dirampas siapa pun,” tegasnya.

Sumurung juga berharap Media Kaltim Network terus tumbuh menjadi perusahaan pers yang kuat dan independen. Ia mendorong pengembangan podcast serta perluasan liputan hingga tingkat internasional.

“Kalau bermimpi, mimpilah yang besar. Saya berharap suatu hari nanti ada jurnalis Media Kaltim Network yang meliput langsung dari Gedung Putih,” katanya.

Ia juga berharap pendapatan Media Kaltim Network ke depan semakin banyak berasal dari sektor swasta sebagai bagian dari penguatan independensi perusahaan pers.

Berpeluang Menjadi Media Nasional

Pemerhati media sekaligus mantan Ketua PWI Kalimantan Timur, Endro Surip Efendi, menilai Media Kaltim memiliki peluang menjadi pelopor media online nasional yang lahir dari Benua Etam. Endro mengaku mengikuti perjalanan Media Kaltim sejak awal. Menurutnya, fondasi perusahaan tidak lepas dari pengalaman Agus Susanto yang memahami industri media dari berbagai sisi.

“Mas Agus pernah menjadi desainer iklan, layout, lalu wartawan. Jadi ketika membangun media, dia memahami prosesnya dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Endro menilai Media Kaltim berhasil membangun manajemen dan sistem redaksi yang profesional. Kultur media cetak yang mengutamakan ketelitian juga tetap dipertahankan dalam produksi berita digital.

“Media Kaltim lahir dari orang yang memahami media cetak. Kredo media cetak adalah ketelitian. Semua melalui proses editing yang serius,” katanya.

Menurutnya, banyak media online lebih mengutamakan kecepatan dan mengabaikan kualitas. Media Kaltim dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kecepatan publikasi dan akurasi.

Ia berharap Media Kaltim memperluas kiprah hingga tingkat nasional, terutama karena selama ini konsisten mengawal perkembangan Ibu Kota Nusantara.

“Saya ingin Media Kaltim menjadi media nasional yang lahir dari Kaltim, sejalan dengan keberadaan IKN,” ujarnya.

Ditutup Gala Dinner dan Ramah Tamah

Setelah sesi Leader Talk, penyerahan penghargaan, peluncuran buku, dan selebrasi HUT ke-6, acara dilanjutkan dengan gala dinner, hiburan, dan ramah tamah.

Para tamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan memperkuat hubungan lintas sektor. Suasana berlangsung hangat hingga akhir acara. Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, legislatif, aparat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan insan pers dalam satu malam.

Enam tahun perjalanan Media Kaltim Network dirayakan dengan penghargaan, kritik, gagasan, dan harapan. Pesan yang muncul dari seluruh rangkaian acara tetap sama: media hanya dapat tumbuh apabila mampu menjaga kepercayaan, mempertahankan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang sehat.

Pewarta: Tim Media Kaltim Network
Editor: Agus S.

Menteri Imipas: Pencekalan Eks Jampidsus Febrie Masih Bersifat Sementara

0

JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjelaskan bahwa pencekalan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampisus) Febrie Adriansyah pergi ke luar negeri selama 20 hari masih bersifat sementara.

Sebab, kata dia, pengajuan pencekalan itu diajukan oleh Polda Metro Jaya sebagai penyidik awal kasus yang menjerat Febrie. Sedangkan kini, kata dia, kasus itu telah dialihkan penanganannya ke Kejaksaan Agung.

“Jadi kita kasih 20 hari. Kita tunggu (pengajuan pencekalan) dari Kejaksaan,” kata Agus seusai menghadiri rapat bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Maka dari itu, menurut dia, Kejaksaan pun akan mengajukan perpanjangan pencekalan terhadap Febrie setelah masa 20 hari selesai.

“Setelah 20 hari nanti akan ada permintaan lagi dari Kejaksaan,” kata dia.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah melaksanakan pencekalan atau pencegahan ke luar negeri terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berinisial FA setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Selain FA, Ditjenim juga melakukan pencekalan terhadap DR atau Don Ritto, tersangka korupsi lainnya dalam kasus yang sama dengan FA.

“Imigrasi telah melaksanakan pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang berinisial FA (ASN) dan DR (swasta),” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (13/7).

Pencegahan ke luar negeri terhadap FA dan DR tersebut berlaku selama 20 hari sesuai ketentuan yang berlaku. Hendarsam menambahkan  Imigrasi terus mendukung aparat penegakan hukum dalam setiap permohonan pencegahan. (ANT/KN)

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

0

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Selasa (14/7/2026) malam pukul 22.49 WIB.

Dilansir dari akun X @infoBMKG, pusat gempa dinyatakan berada di laut pada koordinat 5,34 Lintang Utara dan 125,06 Bujur Timur, dengan jarak 198 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Gempa tersebut diperkirakan memiliki kedalaman titik pusat gempa bumi mencapai 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Dampak guncangan dirasakan dengan intensitas skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang bervariasi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.

Masyarakat di Kepulauan Sangihe merasakan guncangan dengan skala III hingga IV MMI, yang menandakan getaran dirasakan nyata di dalam rumah serta terasa seperti ada truk berlalu.

Sementara wilayah Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa merasakan guncangan dengan skala II hingga III MMI, menandakan getaran dirasakan oleh sejumlah orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kendati gempa tersebut tidak dilaporkan berpotensi menimbulkan tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.

Warga di sekitar lokasi gempa diharapkan mengikuti arahan dari pihak yang berwenang dan mengetahui titik-titik aman di sekitar tempat tinggal mereka sebagai langkah antisipasi. (ANT/KN)

Basarnas Evakuasi Jenazah Kru Kapal MV Shandong De Yu di Selat Badung

0

DENPASAR – Basarnas Bali mengevakuasi jenazah kru kapal MV Shandong De Yu yang berada di Selat Badung.

“Tim SAR gabungan melaksanakan evakuasi jenazah kru kapal MV Shandong De Yu asal China, atas nama Zhang Wenli (47) pada hari Selasa,” ucap Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Selasa (14/7/2026).

Sidakarya terlebih dahulu menjelaskan, Tim SAR melakukan evakuasi setelah mendapat informasi awal pada Senin (13/7) malam sekitar pukul 22.47 Wita.

Saat itu agen kapal dari Benoa Trans Cakrawala Perkasa melaporkan kapal MV Shandong De Yu berangkat dari Cina hendak menuju Australia, namun salah satu kru kapal dicurigai mengalami gangguan kesehatan hingga sesak nafas dan tidak tertolong.

Dalam laporannya kru bernama Zhang Wenli dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pada pukul 09.00 Wita kemarin.

Sidakarya menjelaskan karena informasi baru diperoleh pada malam hari, pada pukul 06.55 Wita pagi tadi baru lah Kantor Basarnas Bali memberangkatkan empat personel, ditambah satu personel agen kapal, dan satu personel BBKK menuju lokasi intercept yang sudah disepakati, dengan menggunakan Rigid Inlfatable Boat 02 Denpasar.

Saat itu diketahui posisi kapal berada di Selat Badung, dan setelah berkoordinasi dengan pihak kapal dan agen disepakati titik intercept berada di koordinat 8°43’49.91″S – 115°17’28.42″E.

“Estimasi jarak dari Pelabuhan Benoa sekitar 4.18 Nm heading 111°, selanjutnya petugas siaga menghubungi KSOP Benoa, Balai Kekarantinaan Kesehatan Benoa bersama agen kapal untuk merencanakan proses penjemputan jenazah,” ujarnya.

Selang 15 menit, personel akhirnya sampai di Selat Badung dan merapat ke kapal untuk mengevakuasi WNA tersebut.

“ABK kapal mentransfer jenasah untuk kemudian dibawa menuju Pelabuhan Benoa, pada pukul 07.55 Wita tim SAR gabungan sudah sandar kembali di Pelabuhan Benoa,” kata Sidakarya.

Jenazah Zhang Wenli kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Prof Ngoerah Sanglah menggunakan ambulans jenazah.

Dalam misi evakuasi ini, Basarnas Bali turut mengajak tim SAR gabungan dari Lanal Denpasar, Dit Polair Polda Bali, Polsek KP3 Benoa, KSOP Benoa, VTS Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar – Pos Pelabuhan Laut Benoa, dan Agen kapal PT. Benoa Trans Cakrawala Perkasa. (ANT/KN)