Beranda blog Halaman 385

Diskusi Bersama Pers, Jadi Kompas Kepemimpinan Aul-Rendi untuk Membangun Kukar

TENGGARONG – Pasangan pemimpin muda Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan wakilnya, Rendi Solihin, membuka lembar sejarah kepemimpinan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati dengan cara yang tidak lazim.

Tidak seperti kepala daerah lain yang biasanya mengawali langkah kepemimpinan dengan melakukan sidak untuk melihat kinerja pelayanan publik di sejumlah dinas. Aulia-Rendi justru memilih pendekatan yang abnormal.

Dengan menggelar diskusi terbuka dengan insan pers di awal-awal kepemimpinan mereka. Digelar di Bukit Mahoni, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang yang jauh dari hiruk-pikuk pemerintahan dan tanpa embel-embel kedinasan.

Suasana diskusi berjalan dengan begitu intim, seperti tanpa sekat dan batasan. Tanpa embel-embel jabatan, tanpa membeda-bedakan. Karena memang begitulah suasana diskusi yang diinginkan Aulia-Rendi.

Mereka mengaku sengaja menggelar agenda ini tanpa diketahui orang pemerintahan. Hal tersebut dilakukan lantaran kadang-kadang campur tangan birokrasi membuat agenda justru jadi lebih formal dan tegang.

Di bawah naungan rindang pepohonan yang diselimuti pekatnya malam, suasana diskusi berjalan dengan begitu cair. Cahaya lampu kuning yang bergelantungan menambah diskusi ini terasa semakin mesra dan disempurnakan dengan aneka sajian yang dijajakan UMKM lokal.

Aulia Rahman Basri membuka diskusi dengan memaparkan niatnya di balik agenda ini. Ia mengaku memang telah merencanakan untuk memulai agenda publik dengan melakukan pertemuan dengan awak media. Hal itu dilakukan untuk melihat kondisi objektif, bagaikan realitas yang terjadi di Kukar.

“Karena biar bagaimanapun saya bersama bro wabup ini bagian dari pemerintahan sebelumnya. Artinya kita pasti melihat pemerintahan ini baik-baik saja,” serunya.

Sehingga inisiasi agenda ini lahir dengan tujuan agar bisa berdiskusi lebih dekat dan terbuka dengan awak media. Ia mengibaratkan pertemuan ini sebagai cermin yang dilakukan Aulia-Rendi untuk bercermin dan melihat kondisi diri. Oleh sebab itu, Aulia berharap diskusi tersebut dapat berjalan dengan terbuka dan jujur.

“Karena kadang-kadang kalau kita tidak melihat ke cermin, orang-orang akan bilang kalau kita ini tampan. Apalagi para penjilat-penjilat di luar sana itu pasti bilang luar biasa bosku, ganteng banget. Padahal rambut kita sudah acak-acakan dan jelek lah pokoknya,” sebut Aulia sambil berkelakar dan disambut sedikit tawa.

Aulia-Rendi menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan terus menyempurnakan program-program yang digagas agar lebih tepat sasaran dan menyentuh persoalan masyarakat. Berbagai topik terlontar dalam diskusi ini, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga lingkungan.

Keduanya juga selalu menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dengan penuh perhatian. Meski memiliki pembawaan dan gaya penyampaian yang berbeda dalam menjawab setiap persoalan. Namun dalam diskusi ini tergambar jelas bahwa keduanya menggenggam visi yang sama untuk masa depan Kukar.

“Karena kami menilai yang bisa melihat dengan jernih hari ini adalah jurnalis. Karena mereka bisa melihat dengan objektif permasalahan yang ada di masyarakat, bisa melihat dengan baik masalah-masalah yang terjadi di masyarakat,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Jadi Opsi Lokasi Pembangunan Bioskop, Aul-Rendi Tinjau Kawasan Tuah Himba dan Pasar Tangga Arung

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri bersama wakilnya, Rendi Solihin, mulai bergerak cepat menunaikan janji politik mereka. Sepekan pasca dilantik, Aul-Rendi melakukan kunjungan lapangan perdana ke dua titik strategis di Kecamatan Tenggarong. Dua titik ini diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan bioskop pertama di Kota Raja, pada Selasa (1/7/2025).

Dua lokasi yang ditinjau yakni Pasar Tangga Arung di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, dan Kawasan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Tuah Himba di Kelurahan Timbau. Keduanya tengah dalam proses pembangunan dan menjadi fokus utama Pemkab Kukar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekraf dan hiburan.

“Kita sudah mulai mengerucutkan dua opsi lokasi bioskop ini, antara pasar Tangga Arung atau gedung Ekraf di kawasan Tuah Himba,” kata Aulia Rahman Basri di sela peninjauan.

Didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono dan sejumlah kepala OPD teknis, Aul-Rendi meninjau langsung progres fisik kedua bangunan. Sembari berdiskusi terkait potensi teknis dan aksesibilitas lokasi bioskop. Keduanya menekankan pentingnya kehadiran bioskop bukan sekadar fasilitas hiburan, tetapi juga sebagai magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Aulia menegaskan bahwa bioskop Kukar akan dirancang modern, inklusif, dan mendukung keterlibatan UMKM lokal. Selain menyediakan ruang hiburan, bioskop tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas publik yang bersinergi dengan pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan ruang publik yang lengkap, mulai dari hiburan hingga peluang usaha bagi pelaku UMKM. Kukar harus punya bioskop yang tidak kalah dengan kota besar lainnya,” tegas Aulia.

Saat ini, Pemkab Kukar sedang menyusun studi teknis mencakup konsep desain, penganggaran, dan skema kerja sama dengan pihak ketiga. Aulia menegaskan bahwa pembangunan bioskop akan dilakukan dengan perencanaan matang agar tidak membebani anggaran, namun tetap memberikan hasil maksimal.

“Sekarang kami fokus pada perencanaan teknis. Anggarannya bisa disesuaikan. Yang penting, Kukar harus punya bioskop yang representatif dan bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” tutup Aulia. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Langsung Tancap Gas Setelah Menjabat, Aul-Rendi Tinjau Pembangunan Pasar Tangga Arung

TENGGARONG – Usai resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, berkomitmen penuh untuk langsung tancap gas untuk melakukan akselerasi pembangun daerah. Hal tersebut ditunjukan dengan langsung meninjau progres pembangunan Pasar Tangga Arung, yang menjadi salah satu proyek strategis di jantung Kota Tenggarong pada Selasa (1/7/2025).

Didampingi oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peninjauan ini menjadi agenda kunjungan kerja perdana Aul-Rendi usai dilantik sebagai kepala daerah definitif.

Rombongan meninjau seluruh bagian pasar, mulai dari area parkir belakang hingga ke setiap petak kios. Guna mengecek kelayakan dan kualitas bangunan. Bahkan, bupati dan wakil juga sempat menjajal eskalator di pasar yang telah berfungsi dengan baik.

“Pembangunan pasar Tangga Arung ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. Kita ingin memastikan bahwa tahun ini bisa selesai,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri.

Pasar Tangga Arung dibangun dengan konsep modern, bukan sekadar semi-modern seperti perencanaan awal. Didesain sebagai pasar representatif, pasar ini dilengkapi 703 petak kios, toilet, musala, air bersih, listrik, eskalator, ruang terbuka hijau, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Tak hanya itu, kawasan pasar ini juga disiapkan sebagai salah satu opsi lokasi pembangunan bioskop modern di Tenggarong. Menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan hiburan berkualitas di ibukota Kukar.

“Kita sudah kerucutkan opsi lokasi pembangunan bioskop. Yaitu di Pasar Tangga Arung atau di dekat gedung Ekraf,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menyebutkan bahwa progres pembangunan Pasar Tangga Arung telah mencapai 80 persen. Tahap lanjutan saat ini meliputi penataan lanskap, penyempurnaan lahan parkir. Serta pembangunan jembatan penghubung, antara sisi Jalan Maduningrat dan Danau Semayang.

“Kalau tidak ada kendala besar, kami targetkan rampung akhir 2025,” jelas Wiyono.

Pemerintah juga melakukan perbaikan drainase di sekitar kawasan pasar. Perbaikan dimulai dari sisi Jalan Maduningrat, dan ke depan akan dilanjutkan ke sisi Jalan Danau Semayang guna memastikan saluran air berjalan optimal.

“Karena keterbatasan anggaran, pembanguan drainase ini akan kali lakukan secara bertahap. Termasuk juga pelebaran jalan di sekitar kawasan pasar,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Brad Pitt Ketagihan Nikmati Sensasi Ngebut di Mobil F1

0

JAKARTA – Bintang film Hollywood Brad Pitt mengaku sangat senang usai merasakan sensasi super cepat saat menunggangi mobil Formula 1 (F1) McLaren MCL60 tahun 2023, di Circuit of The Americas (COTA).

Dalam laman F1 yang dikutip di Jakarta, Selasa (1/7/2025), pesohor itu mengikuti sesi tes privat dalam rangka mempromosikan film terbarunya yakni F1 The Movie, yang baru dirilis secara internasional tiga hari lalu.

“Saya sempat mencapai 197 mil per jam pekan ini dan benar-benar ingin tembus 200, tetapi ya akhirnya cuma kurang tiga mil,” kata Pitt.

Dia mengakui baru pertama kali merasakan sensasi kecepatan jet darat itu.

“Saya belum pernah merasakan fokus dan adrenalin seperti ini, rasanya luar biasa, benar-benar membuat ketagihan,” ujar bintang film berumur 61 tahun tersebut.

Selain menunggangi mobil F1 milik McLaren itu, dia juga menghabiskan waktu bersama pembalap utama McLaren, Lando Norris.

Sementara itu, dalam film F1 The Movie, aktor kawakan itu berperan sebagai Sonny Hayes, selaku mantan pembalap Formula 1 yang kembali ke dunia balap sebagai mentor untuk pembalap muda, Joshua Pearce, yang diperankan oleh Damson Idris.

Selama proses produksi film, Pitt dan Idris menjalani pelatihan intensif untuk mengendarai mobil Formula 2 yang telah dimodifikasi agar menyerupai mobil F1. (ANT/KN)

DPR Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

0

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR RI mengkaji keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan pemilihan umum nasional dengan pemilihan umum daerah bersama pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

Dasco menyebut putusan MK itu perlu disikapi secara hati-hati, karena keputusan yang dibuat nantinya harus menjadi kebijakan yang baik untuk masyarakat.

“Kami kemarin di DPR sudah mengadakan rapat brainstorming baik dengan pihak pemerintah yang dihadiri oleh Menteri Hukum, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, ada KPU, kemudian juga kita ada Komisi II, Komisi III yang membawahi hukum, Badan Legislasi, dan juga ada NGO yang melakukan JR (judicial review) seperti Perludem,” kata Dasco menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui wartawan pada sela-sela kegiatannya di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Dalam rapat itu, DPR, pemerintah, dan kelompok masyarakat sipil saling berbagi pikiran dan pendapat untuk menyikapi putusan MK mengenai pemisahan pemilu.

“Kami dalam menyikapi keputusan dari MK juga harus disikapi dengan hati-hati karena itu merupakan langkah yang penting,” kata Dasco.

Wakil Ketua DPR itu melanjutkan DPR selanjutnya akan menggelar rapat selama beberapa kali dengan lembaga-lembaga terkait demi mengkaji putusan MK tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dasco juga menyebut DPR tidak memasang target terkait kapan mereka harus menyikapi putusan MK tersebut.

“Kita belum ada target karena ya mengingat pemilu masih lama,“ kata Dasco.

Walaupun demikian, jika nantinya dalam keputusan MK itu ada periode waktu tertentu yang ditetapkan untuk urusan-urusan teknis, Dasco menyebut DPR akan menyesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan tersebut.

Mahkamah Konstitusi pada Kamis (26/6) minggu lalu memutuskan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) nasional dan daerah dipisahkan dengan jeda waktu paling singkat dua tahun atau paling lama dua tahun dan enam bulan.

Pemilu nasional meliputi pemilihan anggota DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden, sementara pemilu daerah terdiri atas pemilihan anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta kepala dan wakil daerah. (ANT/KN)

Bertolak ke Arab Saudi, Prabowo Fokus Bahas Politik Kawasan dan Kampung Haji

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan lawatan kenegaraan ke Arab Saudi guna membahas sejumlah isu di kawasan Timur Tengah hingga rencana pembangunan kampung haji jamaah Indonesia di negara tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang turut melepas keberangkatan Presiden Prabowo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/7/2025), mengatakan Arab Saudi menjadi negara pertama yang dikunjungi dalam lawatan kenegaraan Presiden sebelum melanjutkan ke Brasil.

“Ada beberapa agenda yang akan dibicarakan kedua pemimpin negara. Pastilah akan berbicara masalah kerja sama politik, baik politik Indonesia dengan Arab Saudi maupun politik di Timur Tengah,” kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sedang melakukan perbaikan pelaksanaan haji tahun 2026, termasuk dengan penempatan khusus jamaah haji asal Indonesia di Kampung Haji Mekah, Arab Saudi.

Kunjungan Presiden ke Arab Saudi ini juga bertepatan dengan selesainya penyelenggaraan haji 1446 Hijriah.

“Ini waktunya bertepatan sekali dengan selesainya penyelenggaraan haji, yang cukup waktu bagi kita supaya penyelenggaraan haji tahun berikutnya akan jauh lebih baik lagi,” kata Prasetyo.

Adapun kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Presiden Prabowo ke Arab Saudi sejak resmi menjabat Kepala Negara.

Kunjungan ini juga menandai komitmen Pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Arab Saudi sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah.

Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud di Istana Al-Salam, Jeddah.

Melalui kunjungan ini, penguatan kerja sama kedua negara pada sejumlah bidang strategis diharapkan dapat terjalin makin kuat.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam menjalankan diplomasi aktif yang berlandaskan pada kepentingan nasional dan perdamaian global.

Tampak melepas keberangkatan Presiden Prabowo menuju Jeddah, Arab Saudi, yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain itu, terlihat juga Wakil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mushari Althiyabi.

Sementara dalam penerbangan menuju Jeddah, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (ANT/KN)

Karhutla di Kampar Meluas, 30 Hektare Lahan Gambut Terbakar

0

PEKANBARU –  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terus meluas dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai sekitar 30 hektare.

Komandan Regu 3 Manggala Agni Daops Sumatera IV Pekanbaru, M Jamil mengatakan lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat. Sebagian besar berupa tanah gambut dengan kedalaman terbakar hingga satu meter.

“Kondisi di lapangan sangat parah, terlebih kedalaman gambut yang terbakar cukup dalam, sehingga api sulit dipadamkan total,” kata Jamil saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Senin (20/6/2025).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala. Sumber air terdekat berada sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran, membuat proses pemadaman cukup sulit.

Selain Manggala Agni, upaya pemadaman turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat kepolisian, dan masyarakat peduli api. Satu unit helikopter “water bombing” juga dikerahkan untuk membantu pengendalian api dari udara.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas gabungan tetap siaga di lokasi untuk mencegah api meluas dan menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

Dia mengatakan, pemadaman dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat peduli api pada Kamis malam (26/6). Tim sempat terkepung asap pekat akibat arah angin yang berubah-ubah, namun berhasil melanjutkan penyekatan hingga sore.

Atas hal tersebut Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kampar turut menyelidiki dugaan unsur kesengajaan dalam karhutla tersebut.

Kepala Polres Kampar AKBP Mihardi Mirwan mengatakan pihaknya telah menerjunkan 80 personel yang dibagi dalam tiga tim, yakni di wilayah utara, selatan, dan tengah lokasi kebakaran. (ANT/KN)

Menkeu Buka Blokir Anggaran Program Prioritas Rp134,9 Triliun

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka blokir anggaran sebesar Rp134,9 triliun hingga 24 Juni 2025.

Pembukaan anggaran tersebut dilakukan untuk menyesuaikan belanja negara dengan prioritas pembangunan nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini artinya yang tadinya belanjanya alokasi anggarannya kita kunci, sekarang dibuka tidak selalu untuk kegiatan yang sama tapi sekarang disesuaikan sesuai dengan prioritas yang ditetapkan oleh Presiden,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja (raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Pembukaan blokir tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD).

Kebijakan itu dijalankan sebagai upaya pemerintah menjaga kualitas belanja negara dan memperkuat ketahanan fiskal.

Sri Mulyani menjelaskan, total efisiensi anggaran yang dihasilkan melalui Inpres 1/2025 mencapai Rp306,7 triliun, terdiri atas penghematan belanja K/L sebesar Rp256,1 triliun untuk 99 kementerian/lembaga, dan efisiensi transfer ke daerah sebesar Rp50,6 triliun.

Dari total blokir anggaran yang telah dibuka, sebanyak Rp48 triliun berasal dari 23 kementerian/lembaga, sedangkan sisanya sebesar Rp86,9 triliun dibuka oleh 76 kementerian/lembaga lainnya.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pembukaan blokir tidak berarti pengembalian belanja ke pos semula. Sebaliknya, anggaran dialokasikan ulang untuk mendukung agenda prioritas nasional, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta program perlindungan sosial.

“Kami meminta seluruh kementerian/lembaga agar melakukan langkah-langkah penghematan dan penyesuaian belanja secara disiplin,” ujarnya pula. (ANT/KN)

Prestasi Minim, Taufik Hidayat Ultimatum Pelatih PBSI

0

JAKARTA – Wakil Ketua Umum PP PBSI Taufik Hidayat memberikan ultimatum kepada jajaran pelatih pelatnas bulu tangkis agar tidak hanya fokus mengejar peringkat dunia, tetapi juga memperjuangkan prestasi nyata berupa gelar juara.

Taufik menegaskan, PBSI telah memberikan waktu yang cukup kepada para pelatih sejak awal tahun untuk membuktikan kinerja mereka, namun hingga pertengahan musim 2025, sejumlah sektor dinilai belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Evaluasi kemarin lebih ke pelatih, ke atletnya belum. Saya sudah ultimatum juga. Sudah enam bulan lebih, jangan hanya kejar ranking, masyarakat inginnya juara. Juara itu cuma satu, tidak ada juara dua,” kata Taufik kepada pewarta di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Taufik menekankan pelatih memiliki tanggung jawab besar dalam membina dan mengembangkan performa atlet, baik secara teknis maupun mental. Oleh karena itu, hasil akhir menjadi tolok ukur utama.

“Kami lihat dari Januari sampai sekarang, kalau tidak memenuhi target, kami buka lagi rekam jejaknya. Kalau tidak ada prestasi, buat apa dipertahankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan PBSI menerapkan sistem evaluasi berjenjang kepada pelatih melalui surat peringatan bertingkat, mulai dari SP1 hingga SP3, sesuai dengan capaian target masing-masing sektor.

“Pelatih juga jangan enak-enakan. Semua ada ukurannya, targetnya masing-masing, dan tidak bisa disamakan. Kita lihat siapa yang dilatih, apa janjinya, dan sudah sampai mana,” katanya.

Selain itu, Taufik menyebut pentingnya kemampuan pelatih dalam membangun hubungan yang baik dengan atlet. Menurutnya, pelatih harus bisa menyesuaikan diri, membangun chemistry, dan menjadi figur yang mendukung di dalam maupun di luar lapangan.

“Pelatih harus bisa menyesuaikan. Tidak bisa satu pemain satu pelatih. Harus bisa jadi kakak, orang tua, bahkan psikolog. Kalau semua merasa tidak cocok, ya susah,” ujarnya.

Taufik memastikan keputusan evaluasi akan berdasarkan data objektif yang dikumpulkan oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres). Ia juga meminta agar proses promosi dan degradasi pelatih bisa kembali diterapkan secara berkala sesuai kebutuhan.

“Sudah saya minta ke Binpres untuk sampaikan ke pelatih masing-masing. Jangan sampai pelatih merasa nyaman terus, sementara hasilnya minim. Kita ingin yang terbaik,” kata Taufik.

Sepanjang 2025, baru dua gelar juara yang berhasil diraih atlet pelatnas, yakni dari sektor ganda putri melalui pasangan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di turnamen Super 300 Thailand Masters, serta dari ganda campuran Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Super 300 Taiwan Open.

Sementara pada turnamen level atas seperti Super 500, Super 750, dan Super 1000, pebulu tangkis Indonesia masih belum mampu bersaing secara konsisten. (ANT/KN)

Sekkab Kukar Tekankan Penguatan Peran Keluarga dan Program Prioritas di Harganas 2025

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, memimpin apel peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2025. Di Halaman Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Selasa (1/7/2025).

Dalam sambutannya, Sunggono menyampaikan apresiasi atas peran keluarga dalam pembangunan daerah dan nasional. Ia juga menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, kepada seluruh keluarga di Kukar.

“Saya mewakili Pemkab Kukar mengucapkan selamat Hari Keluarga Nasional tahun 2025. Semoga keluarga-keluarga di Kukar, mulai saat ini dan ke depannya, senantiasa lebih kuat, mandiri, profesional, dan bisa mencapai kesejahteraan yang diharapkan,” ucap Sunggono.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kukar siap mendukung berbagai program prioritas pemerintah pusat yang kini menjadi agenda percepatan atau quick wins di bidang keluarga, kependudukan, dan kesehatan masyarakat.

“Tadi dalam pidato menteri yang sudah saya bacakan, kita diminta mendukung beberapa program pemerintah pusat yang saat ini ditetapkan sebagai quick wins. Ini diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, dan Insya Allah kita siap melaksanakan itu,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa arah program pembangunan keluarga di Kukar akan sejalan dengan visi bupati Kukar yang baru. Khususnya dalam upaya pengentasan stunting, pelayanan lansia, serta penanganan Keluarga Berisiko Stunting (KRS).

“Insya Allah program ini akan sejalan dengan program bupati yang baru. Seperti pengentasan stunting, perhatian terhadap lansia, dan bagaimana kita memastikan penanganan KRS bisa berjalan baik,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i