Beranda blog Halaman 371

Disbudpar Berau Alokasikan Dana Hingga Rp2 Miliar untuk Pengembangan Wisata Danau Labuan Cermin

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata unggulan, khususnya Danau Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk.

Setelah menyelesaikan pembangunan trek jembatan, Disbudpar Berau kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 hingga Rp2 miliar melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025 untuk pengembangan fasilitas penunjang di kawasan tersebut.

Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menyebutkan bahwa dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan sarana pendukung seperti toilet, tempat ibadah, serta penyempurnaan jalur lintasan agar sesuai dengan standar pelayanan wisata.

“Labuan Cermin bagi kami bukan hanya soal sarana dan prasarana yang ada, tetapi bagaimana kualitasnya ditingkatkan menjadi sesuai dengan standar wisata,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengubah tampilan kawasan Labuan Cermin agar lebih menarik dengan menyesuaikan ornamen dan fasilitas berdasarkan prinsip Sapta Pesona. Selain itu, wahana tambahan seperti glamping serta atraksi wisata lainnya juga akan disiapkan.

Tak hanya itu, Disbudpar juga berencana membangun dermaga penyebrangan serta jalur masuk-keluar yang terpisah dari jalur jembatan nelayan yang selama ini digunakan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, sekaligus memenuhi standar dermaga wisata.

“Kondisi destinasi wisata di Berau ini sangat luar biasa. Pemerintah daerah pun memberi perhatian serius terhadap pengembangan sektor pariwisata,” lanjutnya.

Andi berharap, upaya pengembangan Danau Labuan Cermin dapat didukung dengan bantuan anggaran baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara itu, saat ditemui di Destinasi Wisata Labuan Cermin, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan bahwa Pemkab Berau memberikan perhatian besar terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, Danau Labuan Cermin merupakan salah satu destinasi favorit yang terus didorong pengembangannya.

“Kami akan terus mendukung. Terlebih Labuan Cermin merupakan destinasi idola di Biduk-Biduk,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Sri berharap Danau Labuan Cermin mampu menjadi destinasi wisata berkelas nasional bahkan internasional, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. (adv/srn/set)

Seluruh Kampung di Berau Ditarget Teraliri Listrik pada 2027, Pemprov Kaltim dan PLN Pastikan Komitmen

BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT PLN (Persero) memastikan bahwa seluruh kampung di Kabupaten Berau akan teraliri listrik secara merata paling lambat tahun 2027. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan pesisir.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Benua Etam, Govinda Lingga, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2025, rasio desa berlistrik di Kabupaten Berau telah mencapai 82,73 persen.

Namun masih terdapat 21 kampung yang belum menikmati akses listrik, tersebar di Kecamatan Kelay, Segah, Pulau Derawan, Batu Putih, serta Biduk-Biduk.

“Kami sudah memiliki roadmap pembangunan elektrifikasi sampai 2027. Perencanaan sudah disusun secara bertahap sejak 2025,” ujarnya.

Menurutnya, proyek ini turut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), yang memperkuat langkah PLN dalam mewujudkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menuntaskan elektrifikasi dengan tetap menjaga keandalan dan kualitas pasokan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyambut baik langkah strategis yang dilakukan oleh PLN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak PLN dan mendukung penuh realisasi target tersebut.

“Sudah ada diskusi tadi, dan InsyaAllah tahun 2027 tidak ada lagi desa yang tidak berlistrik di Berau,” kata Sri Juniarsih.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada permintaan atau persyaratan khusus dari manajemen PLN kepada pemerintah daerah dalam proyek ini, karena seluruh pembiayaan dan pelaksanaan menjadi tanggung jawab PLN dan Pemerintah Pusat.

“Kami di pemerintah daerah akan fokus pada dukungan koordinasi dan pengawasan di lapangan agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujarnya.

Melalui sinergi antara PLN, Pemprov Kaltim, dan Pemkab Berau, proyek elektrifikasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat di daerah-daerah pelosok.

Tidak hanya sebagai penunjang aktivitas sehari-hari, ketersediaan listrik juga dinilai akan membuka peluang ekonomi, pendidikan, hingga akses informasi yang lebih baik.

Dengan langkah ini, Kabupaten Berau semakin dekat menuju pembangunan yang merata di semua sektor, termasuk energi.

“Harapannya, masyarakat di kampung-kampung yang selama ini belum tersentuh listrik dapat segera merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” tutupnya. (adv/srn/set)

Dukung Bumdes, Bupati Berau Dorong Kampung Kembangkan Potensi Pertanian Lokal

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menggairahkan pertumbuhan ekonomi kampung.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mewajibkan alokasi minimal 20 persen dana kampung untuk kegiatan ketahanan pangan yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) atau Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga sebagai upaya memperkuat peran Bumdes sebagai penggerak utama perekonomian lokal di tingkat kampung.

“Kami ingin setiap Bumdes tidak hanya aktif secara administratif, tapi juga benar-benar produktif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat kampung,” ujarnya.

Sebagai contoh keberhasilan, ia menyoroti Bumdes di Kampung Purna Sari Jaya yang telah menginisiasi kegiatan penangkaran benih jagung. Langkah ini dinilai strategis karena mampu memenuhi kebutuhan benih di tingkat lokal dan berpotensi untuk memasok kampung-kampung sekitar.

“Ini adalah contoh yang sangat baik. Inisiatif seperti ini harus didorong dan direplikasi di kampung lain. Kita harus bangun kemandirian dan daya saing produk pertanian lokal melalui Bumdes,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tenteram mendorong agar pengelola Bumdes tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Menurutnya, kreativitas dan inovasi sangat diperlukan agar usaha Bumdes mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

“Bantuan itu sifatnya stimulan, bukan untuk menciptakan ketergantungan. Gunakan dana kampung untuk mendukung usaha Bumdes secara wajar dan sesuai regulasi,” tegasnya.

DPMK Berau juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan, pelatihan, serta bimbingan teknis kepada seluruh pengurus Bumdes di kampung-kampung. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis lokal.

“Bumdes adalah ujung tombak ekonomi kampung. Maka kami ingin keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih, turut menyampaikan dukungan atas langkah DPMK dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penguatan peran Bumdes. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama Pemkab Berau, khususnya dalam pengembangan sistem pertanian berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Sri Juniarsih menyebut jagung sebagai salah satu komoditas unggulan Berau. Kampung Samburakat dan Tasuk telah dikenal sebagai lumbung jagung, dan ia berharap Kampung Purna Sari Jaya dapat berkembang menjadi pusat penangkaran benih jagung komposit berkualitas.

“Kami berharap Purna Sari Jaya bisa menjadi pusat penyedia benih jagung, bukan hanya untuk Berau, tapi juga untuk wilayah lain di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Namun, Bupati juga menyoroti adanya penurunan minat petani dalam menanam jagung, karena sebagian beralih ke kelapa sawit yang dinilai lebih mudah dari segi pemeliharaan.

“Saya mengerti bahwa sawit lebih mudah dari segi pemeliharaan, tetapi untuk menjaga ketahanan pangan, kita tetap butuh petani jagung,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa jagung juga memiliki peran penting dalam mendukung sektor peternakan dan industri pakan ternak. Oleh karena itu, penangkaran benih jagung komposit yang dilakukan secara mandiri dinilai sebagai langkah visioner.

“Dengan penangkaran mandiri, petani tidak lagi bergantung pada benih dari luar. Ini akan menekan biaya produksi dan memperkuat ketahanan benih lokal,” ungkapnya.

Bupati juga mendorong petani untuk mengikuti arahan dari penyuluh pertanian, menjaga kemurnian benih, serta terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pembinaan.

Ia pun meminta DPMK dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap kampung-kampung yang memiliki potensi di berbagai sektor.

“Kami ingin semua kampung di Berau memiliki Bumdes yang aktif dan berdaya saing, sesuai dengan potensi lokal masing-masing, baik di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, maupun perdagangan,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Koperasi Merah Putih Desa Loa Raya Bidik Usaha Penyedia Sembako dan Gas LPG

TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), tengah mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih, sebagai strategi pemenuhan kebutuhan pokok warga secara mandiri. Fokus utamanya adalah penyediaan sembako dan gas LPG. Dua komoditas yang selama ini sulit dijangkau masyarakat desa, secara stabil dan terjangkau.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengatakan bahwa koperasi ini bukan sekadar program pelengkap. Tapi dirancang untuk langsung menyentuh kebutuhan nyata warga.

“Kami fokuskan usaha koperasi ini pada gerai sembako dan agen LPG. Selama ini, warga kami harus mencari ke luar desa karena stok terbatas dan harga kadang lebih mahal,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Martin menjelaskan, meskipun sudah ada beberapa toko yang menjual kebutuhan pokok, jumlah dan distribusinya belum merata. Selain itu, harga sembako di Loa Raya relatif lebih tinggi dibandingkan desa tetangga, yang membuat warga menanggung beban lebih besar.

Karena itu, pihak desa mendorong percepatan pembentukan koperasi agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Gerai sembako dan agen LPG yang dikelola koperasi nantinya akan mengutamakan keterjangkauan harga serta ketersediaan barang secara rutin.

Program Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari agenda nasional yang akan diluncurkan secara serentak di seluruh Kabupaten Kukar pada 19 Juli 2025, dan dipusatkan di Kecamatan Muara Badak. Peluncuran akan digelar daring dan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, serta diikuti oleh kepala daerah se-Indonesia.

Martin menekankan pentingnya partisipasi aktif pengurus koperasi dari desanya agar memahami arah program secara menyeluruh. “Pengurus harus ikut peluncuran daring agar tahu betul maksud dan tujuan program ini. Kami dari desa siap mendukung penuh,” tegasnya.

Meski pengurus koperasi masih melengkapi dokumen administratif seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Martin optimistis koperasi akan segera beroperasi. Ia menyebut, antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu rumah tangga yang merasakan langsung dampak mahalnya sembako dan gas.

“Kami yakin koperasi ini akan membawa manfaat nyata, bukan cuma jualan, tapi membangun ketahanan ekonomi warga dari bawah,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Empat Desa di Tenggarong Seberang Bersiap Jadi Kawasan Strategis Investasi Malaysia

TENGGARONG – Empat desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), bakal mengalami transformasi besar. Investor asal Malaysia tengah menjajaki proyek investasi multi-sektor. Mencakup perkebunan, industri, pariwisata, dan perumahan.

Desa Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu diproyeksikan menjadi kawasan terpadu seluas lebih dari 1.000 hektare. Dengan fokus utama pada pembangunan berbasis potensi lokal.

“Ini investasi besar yang akan dikerjakan melalui PT Megah Utama Mandiri (MUM),” ujar Kepala Desa Loa Raya, Martin, saat ditemui Rabu (16/7/2025).

Ia menyebut investor berasal dari grup usaha Malaysia yang dikendalikan oleh Dato Tan Sri, tokoh bisnis yang juga pemilik saham mayoritas perusahaan MKH.

Dalam rencana besar ini, Loa Raya akan difokuskan untuk pengembangan kebun durian, singkong, dan pisang. Sedangkan Loa Pari akan diarahkan ke sektor agrowisata dan perkebunan, Loa Ulung untuk perumahan dan lahan tanam, dan Tanjung Batu menjadi pusat industri dan pengolahan hasil pertanian.

Martin mengungkapkan bahwa seluruh desa telah dibagi dalam blok-blok sesuai fungsinya, dan tim akan segera turun untuk melakukan survei kesesuaian lahan.“Kita sedang siapkan tim untuk survei lapangan, agar bisa mengukur kecocokan jenis tanaman dengan kondisi tanah. Kerja samanya berbasis bagi hasil, jadi lahan tetap milik warga,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu nilai tambah terbesar dari proyek ini adalah rencana pembangunan pabrik pengolahan hasil pertanian di Tanjung Batu, lengkap dengan akses sungai dan kemungkinan dibangunnya pelabuhan kecil untuk distribusi hasil.

“Pabrik ini kunci dari penguatan rantai pasok. Hasil tani dari empat desa akan ditampung, dan bila kurang, kita buka dari desa-desa sekitar,” tambah Martin.

Untuk perumahan dan pabrik, akan dilakukan pembebasan lahan secara bertahap. Namun, sebagian besar lahan tetap dikelola masyarakat dalam skema kerja sama, melalui koperasi desa atau BUMDes.

“Warga akan mendapatkan 25 persen dari hasil usaha, sementara 75 persen untuk investor. Ini langkah maju, apalagi jika dikelola transparan dan profesional,” tegas Martin. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Akibat Rem Blong, Sopir Truk Bermuatan Semen Tewas Terjepit

0

BALIKPAPAN – Tim Seatch and Rescue (SAR) gabungan dari berbagai unsur berhasil mengevakuasi satu korban meninggal akibat insiden kecelakaan kendaraan truk bermuatan semen yang terjadi di Kilometer 13, Jalan Kariangau, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (15/7/2025) pagi.

“Kami mengetahui insiden ini kejadian setelah adanya laporan warga atas nama Eko Yudi pada pukul 10.07 Wita,” Komandan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan Ari Triyanto di Balikpapan, Selasa (15/7/2025).

Begitu mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan respon cepat, yakni dengan mengirim tim di KPP Balikpapan ke lokasi kejadian.

Korban yang meninggal tersebut diketahui bernama Albertus Soni (40 tahun). Korban merupakan sopir truk bermuatan semen yang awalnya melaju dari arah Kelurahan Kariangau menuju kilometer 13 Balikpapan.

“Berdasarkan informasi awal dari saksi, kendaraan yang dikemudikan korban mengalami rem blong yang kemudian menabrak truk lain yang sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kilometer 13 tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, begitu mendapat informasi, tim langsung bergerak dan tiba di lokasi pukul 10.50 Wita. Tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait, kemudian melaksanakan proses evakuasi terhadap korban yang dalam kondisi terjepit di kabin kendaraan.

“Proses evakuasi memerlukan ketelitian tinggi karena posisi korban yang terjepit. Kami menggunakan alat ekstrikasi untuk membebaskan tubuh korban yang terjepit di kabin truk. Kondisinya sudah tidak bernyawa saat berhasil dievakuasi pada pukul 11.55 Wita,” ujar Ari di lokasi kejadian.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Pas Brimob II dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

“Sedangkan unsur yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain Tim Rescue KPP Balikpapan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Brimob, Polantas, Garuda Rescue Nusantara, PSC 119, Bhabinkamtibmas, relawan, dan warga setempat,” kata Ari. (ANT/KN)

Kapal Terbalik Dihantam Gelombang 4 Meter di Mentawai

0

MENTAWAI – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan insiden terbaliknya kapal boat di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akibat gelombang tinggi mencapai 4 meter.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengatakan kapal tersebut mengalami insiden terbalik pada Senin (14/7) sekitar pukul 11.00-12.00 WIB.

“Kapal mengalami kecelakaan pada pukul 11.00-12.00 WIB akibat gelombang tinggi mencapai 4 meter di wilayah Selat Sipora, yang menyebabkan kapal terbalik,” kata Masyhud dalam keterangan di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Dia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sikakap, seluruh penumpang berjumlah 18 orang yang sebelumnya ada yang dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saat ini mereka telah dievakuasi menuju Pelabuhan Tuapejat dengan menggunakan kapal Basarnas,” ujarnya.

Berdasarkan laporan awal, lanjut Masyhud, kapal jenis long boatberbahan kayu dengan mesin 3 x 40 PK ini bertolak dari Sikakap menuju Tuapejat pada Senin (14/7) pukul 07.00 WIB dan berangkat dari pelabuhan rakyat milik swasta (Wisma Lestari).

Namun, setelah kurang lebih empat jam berlayar kapal tersebut mengalami kecelakaan pada pukul 11.00–12.00 WIB akibat gelombang tinggi di wilayah Selat Sipora sehingga kapal terbalik.

“Unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan ini terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, UPP Sikakap, serta dukungan dari masyarakat setempat,” ujar Masyhud.

Ditjen Perhubungan Laut akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan proses investigasi atas kejadian itu berjalan sesuai ketentuan. (ANT/KN)

Warga yang Dicoret dari PBI JKN Bisa Ajukan Reaktivasi Lewat Aplikasi Cek Bansos

0

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan masyarakat yang dicoret dari daftar Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) BPJS Kesehatan masih bisa mengaktifkan kembali kepesertaan PBI JKN mereka melalui Cek Bansos.

“Ada jalur partisipasi, kita siapkan yang namanya Cek Bansos,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI membahas data PBI JKN berdasarkan DTSEN, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Cek Bansos merupakan aplikasi milik Kementerian Sosial yang bisa diunduh oleh pengguna ponsel pintar.

“Ini adalah aplikasi yang di dalamnya ada usul sanggah dengan menyertakan beberapa hal yang diperlukan untuk kita verifikasi. Ada 39 pertanyaan yang bisa dijawab oleh mereka yang usul maupun sanggah, yang selanjutnya disesuaikan dengan kriteria yang BPS (Badan Pusat Statistik) sudah tetapkan,” kata Saifullah Yusuf.

Verifikasi akan dilakukan oleh BPS yang tugasnya memutakhirkan dan mengelola Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Setelah verifikasi berkas dan dinyatakan layak, maka peserta PBI nonaktif akan diaktifkan kembali status PBI-nya.

Mensos Saifullah Yusuf menuturkan selama Mei hingga Juni 2025, tercatat ada 8.261.801 penerima PBI yang dicoret karena dianggap telah mampu sehingga tidak berhak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Dari jumlah tersebut, baru 25.628 orang atau 0,3 persen yang melakukan reaktivasi.

Pencoretan penerima PBI dilakukan pascaditerapkannya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN digunakan sebagai pedoman terkini data penyaluran bansos karena penyaluran bansos selama ini yang dinilai tidak tepat sasaran. (ANT/KN)

Erick Thohir Ingatkan Timnas U-23 Tak Besar Kepala Usai Tekuk Brunei 8-0

0

JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir tak ingin timnas U-23 Indonesia besar kepala setelah meraih kemenangan besar 8-0 pada laga perdana Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 2025 kala melawan Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

“Jangan besar kepala gara-gara menang 8-0 sama Brunei,” kata Erick kepada wartawan setelah pertandingan di Jakarta pada Selasa (15/7/2025).

Erick menilai Brunei bukan tim yang menjadi tolak ukur tepat dalam mengukur kekuatan Indonesia.

Menurut dia, setelah kemenangan besar ini, Garuda Muda harus cepat mengalihkan fokus kepada laga kedua melawan Filipina esok Jumat.

Filipina mengalahkan Malaysia, yang merupakan semifinalis edisi 2023, dengan 2-0.

“Saya rasa bukan menjadi ukuran bahwa kemenangan besar ini menjadi patokan yang baik karena kan kita tahu tadi, tim Filipina mengalahkan Malaysia 2-0,” kata Erik yang juga Menteri BUMN tersebut.

Pria berusia 55 tahun itu ingin Indonesia  kembali meraih tiga poin dari Filipina guna segera menyegel tiket semifinal, dan kemudian mewujudkan juara, seperti diraih pada 2019 pada era Indra Sjafri.

“Filipina tidak bisa dianggap sebelah mata. Apalagi target kita kan mau lolos grup, bahkan mungkin bisa semifinal, bahkan juara. Karena terakhir, saya menyaksikan sendiri, waktu itu kita final melawan Vietnam di Thailand (2023). Sayang kita kalah waktu itu,” tutur dia.

Dia menyebut Gerald Vanenburg melakukan “awal yang baik” menjadi pelatih timnas U-23 Indonesia.

Erick juga memuji Jens raven yang memborong enam gol pada pertandingan ini.

“Kalau saya lihat, untuk awal saya rasa permainannya di bawah pertama sangat apik. Tapi kembali itu bukan ukuran, karena kita belum melawan Filipina ataupun Malaysia,” kata Erick.

“Sama dengan Raven juga apresiasi golnya banyak, tapi bukan ukuran, karena belum melawan Filipina atau Malaysia,” tutup dia. (ANT/KN)

Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Besar dengan Indonesia

0

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan dagang yang tercapai dengan Indonesia mencakup komitmen pengadaan berskala komoditas dari AS dan pembukaan penuh pasar Indonesia terhadap produk AS.

“Kesepakatan penting ini membuka SELURUH PASAR Indonesia kepada Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Trump mengawali penjabaran terkait kesepakatan yang dicapai dengan RI dalam Truth Social, dipantau di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Trump menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut tercapai usai dia bernegosiasi langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto via telepon. Dalam kirimannya yang lebih awal di Truth Social, ia mengumumkan tercapainya “kesepakatan besar dengan RI” meski belum memberi rincian.

Di dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai 4,5 miliar dolar AS, ucap Presiden AS.

“Untuk pertama kalinya, para peternak, petani, dan nelayan kita akan memiliki akses yang utuh dan total terhadap pasar Indonesia yang mencakup lebih dari 280 juta orang,” kata dia.

Trump juga menyebutkan komitmen RI membeli 50 pesawat Boeing baru, yang sebagian besar adalah Boeing 777. Namun, tidak dirinci maskapai atau pihak mana yang akan membeli pesawat tersebut.

Lebih lanjut, Trump menyampaikan bahwa Indonesia setuju terhadap nilai tarif impor 19 persen terhadap semua barang yang diekspor ke AS. Indonesia juga berjanji akan membebaskan semua halangan tarif dan non-tarif bagi produk AS yang masuk ke RI.

Apabila ada produk dari negara ketiga dengan tarif lebih tinggi yang akan diekspor ke AS melalui Indonesia, tarif 19 persen tersebut akan ditambahkan pada produk tersebut, kata Trump.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas “persahabatan dan komitmen menyeimbangkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia”.

Sebelumnya, dalam surat berkop Gedung Putih tertanggal 7 Juli 2025, Trump menyatakan bahwa AS tetap akan memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap Indonesia, tak berubah dari nilai tarif resiprokal awal yang diumumkan April lalu.

Menyusul surat tersebut, Indonesia langsung mengutus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan tim negosiasi tarif RI untuk terbang ke AS pada Selasa (8/7).

Berdasarkan pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS dan Kepala USTR di Washington D.C. pada 9 Juli 2025, disepakati penundaan pemberlakuan tarif untuk memberi waktu tiga pekan bagi penyelesaian perundingan lanjutan.

Selain soal tarif, negosiasi juga mencakup hambatan non-tarif, ekonomi digital, dan kerja sama mineral kritis seperti nikel dan tembaga. AS disebut tertarik memperkuat kemitraan strategis di sektor tersebut. (ANT/KN)