Beranda blog Halaman 348

KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji khusus.

“Ya, hari ini ada pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Sementara itu, Budi mengatakan KPK telah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan tersebut, termasuk pengelola agensi umrah dan haji.

“Beberapa hadir dan memberikan keterangan kepada teman-teman di penyelidikan, sehingga tentu dari keterangan-keterangan para pihak baik dari Kementerian Agama, kemudian dari para pengelola travel (agensi perjalanan) haji, tentu itu akan melengkapi konstruksi perkara ini,” katanya.

Lebih lanjut dia memastikan KPK akan memberitahukan perkembangan penyelidikan perkara tersebut, termasuk mengenai naik tahap ke penyidikan.

Sebelumnya, pada 20 Juni 2025, KPK mengonfirmasi telah mengundang dan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji khusus.

Setelah pernyataan pada tanggal tersebut, KPK sempat memanggil sejumlah pihak, seperti ustad Khalid Basalamah hingga Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah.

Pada kesempatan berbeda, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi terkait kuota haji khusus tidak hanya terjadi pada tahun 2024, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2024, Pansus Angket Haji DPR RI mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2024.

Titik poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50:50 pada alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Sekolah Rakyat Akhir Agustus 2025

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan mengunjungi sekolah rakyat pada akhir Agustus 2025, menyusul peluncuran program tersebut yang telah dilakukan pada 14 Juli lalu.

“Sekolah Rakyat rencana kemungkinan akhir agustus akan dikunjungi Bapak Presiden. Launching sudah 14 Juli lalu,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Namun, dia mengatakan hingga saat ini lokasi kunjungan presiden masih belum ditetapkan.

Prasetyo menilai pendirian sekolah rakyat merupakan bentuk perjuangan Pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini belum memiliki kesempatan.

Menurut dia, program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik sekaligus mengangkat harkat dan martabat keluarga mereka.

“Saya kalau ngomong sekolah rakyat memang agak emosional karena banyak adik-adik kita yang selama ini tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan dan kita berharap masa depan lebih baik, mengangkat harkat martabat keluarganya,” ucap dia.

Dia menambahkan Presiden Prabowo terus mendorong percepatan pelaksanaan program tersebut dan menilai langkah ini sebagai kebanggaan nasional menjelang usia kemerdekaan ke-80 tahun.

Sejauh ini, kata dia, sebanyak 159 lokasi sekolah rakyat telah disiapkan sebagai tahap awal pelaksanaan program tersebut.

Pemerintah masih terus mengevaluasi dan memperluas cakupan program agar dapat menjangkau lebih banyak anak yang belum mendapatkan akses pendidikan.

Program sekolah rakyat juga disebut sebagai salah satu wujud nyata makna kemerdekaan, yang diyakini dapat menjadi jalan keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan melalui pendidikan.

“Bagi saya itulah makna kemerdekaan. Kita sadar pendidikan satu cara keluar dari kemiskinan, dari belenggu kita,” ucap dia.

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama yang didesain untuk menjangkau keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (desil 1 dan 2) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui integrasi pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan jaminan sosial secara menyeluruh termasuk kesehatan untuk para siswa dan keluarganya.

Kementerian Sosial sebagai pelaksana teknis program itu melaporkan jumlah siswa Sekolah Rakyat tahap pertama sebanyak 9.700 orang yang mulai berjalan sejak Juli 2025. Jumlah ini didukung oleh lebih dari 1.500 guru serta sekitar 2.000 tenaga pendamping, termasuk wali asrama dan pembimbing sosial.

Sekolah Rakyat tahap pertama tersebar 100 lokasi di seluruh Indonesia yang dimana sebanyak 63 titik telah aktif sejak pertengahan Juli, sedangkan 37 titik lainnya mulai berjalan penuh pada Agustus 2025. (ANT/KN)

Fiona Handayani Bantah Grup WA Bersama Nadiem Bahas Chromebook

0

JAKARTA – Fiona Handayani, eks staf khusus (Stafsus) mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, membantah bahwa grup obrolan bersama Nadiem dan Jurist Tan khusus untuk membahas pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

“Namanya orang terpilih, misalnya menjadi menteri dan dia membentuk tim, wajar-wajar saja, tapi bukan khusus membahas Chromebook,” kata kuasa hukum Fiona, Indra Haposan Sihombing, di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Indra mengatakan bahwa grup tersebut untuk mengajak orang-orang yang akan bekerja bersama Nadiem yang akan menjadi Mendikbudristek pada saat itu.
Indra juga menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat dalam keputusan pengadaan Chromebook.

“Tidak ada (Fiona ikut pemutusan pengadaan) karena tidak ada juga tanda tangan. Itu yang menentukan, ‘kan, ada pihak-pihak lain yang bisa ditanyakan langsung,” ujarnya.

Adapun Fiona pada Selasa ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook selama sekitar 11 jam.

Indra mengatakan bahwa kliennya dicecar sekitar 60–70 pertanyaan mengenai berbagai hal, salah satunya soal komunikasi dengan empat tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan.

Diketahui, Kejagung menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Kemendikbudristek dalam program digitalisasi pendidikan periode tahun 2019–2022.

Mereka adalah JT (Jurist Tan) selaku Staf Khusus (Stafsus) Mendikbudristek tahun 2020–2024, IBAM (Ibrahim Arief) selaku mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek, SW (Sri Wahyuningsih) selaku Direktur Sekolah Direktur Sekolah Dasar (SD) Direktorat PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Tahun 2020–2021, dan MUL (Mulyatsyah) selaku Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Direktorat PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Tahun 2020–2021.

Sebelumnya, mantan Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Kejagung Abdul Qohar mengatakan bahwa Fiona tergabung dalam sebuah grup WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team bersama tersangka Jurist Tan dan mantan Mendikbdudristek Nadiem Makarim (NAM).

“Pada bulan Agustus 2019, bersama-sama dengan NAM dan Fiona, JT membentuk grup WhatsApp yang sudah membahas mengenai rencana pengadaan program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek dan apabila nanti NAM diangkat sebagai Mendikbudristek,” katanya.

Kemudian, pada tanggal 19 Oktober 2019 Nadiem Makarim diangkat menjadi Mendikbudristek. (ANT/KN)

PPATK: Judi Daring Jadi Darurat Nasional, Transaksi Bisa Tembus Rp1.100 Triliun

0

JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menilai judi daring (online) merupakan ancaman nasional yang perlu diperangi bersama karena telah menjelma menjadi darurat nasional.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya mengestimasikan nilai transaksi dari kegiatan judi daring pada akhir 2024 berpotensi menyentuh angka Rp999 triliun dan bahkan bisa menembus Rp1.100 triliun jika tidak ada intervensi kuat dari pemerintah dan aparat hukum.

“Indonesia menjadi sasaran empuk provider judol. Bahkan, sudah ada kasus mahasiswa yang bunuh diri karena terlilit utang judi dan seorang bapak yang menjual bayi karena kecanduan,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

PPATK pun menyoroti kemudahan akses terhadap platform judi daring yang kini bisa dilakukan hanya dengan telepon genggam.
Selain itu, ia menambahkan terdapat berbagai rekening asli tapi palsu (aspal) yang dibeli lewat dark web atau platform daring ilegal guna mengaburkan identitas pelaku dan menyembunyikan arus uang masuk-keluar.

Di sisi lain, Ivan membeberkan fenomena jual beli rekening bank menjadi salah satu penyumbang masifnya kejahatan finansial. Di media sosial, forum gelap, dan aplikasi pesan ter-enkripsi, marak penawaran rekening bank atas nama orang lain, lengkap dengan identitas palsu.

Rekening tersebut, kata dia, lalu digunakan untuk keperluan transaksi ilegal seperti penampungan dana judi, penipuan daring, hingga pencucian uang atau money laundering lintas negara.

Menurut dia dalam hitungan menit saja, siapa pun kini bisa membeli rekening secara daring. Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya literasi digital dan keuangan di kalangan masyarakat serta lemahnya sistem deteksi dini di sebagian institusi perbankan.

Sebagai respons konkret, PPATK bersama bank-bank mitra telah melakukan proses identifikasi, pemblokiran, dan pelaporan terhadap rekening pasif (dormant) yang mencurigakan.

Dikatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan merujuk pada Instruksi Undang-Undang (UU) tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU Perbankan, yang memberi wewenang kepada PPATK untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang terkait transaksi mencurigakan.

Dirinya memastikan bahwa seluruh rekening pasif yang telah dipetakan telah dikembalikan ke sistem perbankan masing-masing dan kini tengah melalui proses pembaruan data nasabah (Customer Due Diligence/CDD) dan verifikasi lanjutan (Enhanced Due Diligence/EDD).

“Semua langkah kami sesuai undang-undang. Jangan narasikan sebagai bentuk perampasan, ini adalah bentuk perlindungan sistem keuangan negara dari infiltrasi uang haram,” ujarnya.

Selain itu, PPATK menegaskan dalam perang melawan kejahatan finansial, kolaborasi antarlembaga sangat vital.
Tanpa dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Kepolisian, Kejaksaan, dan institusi perbankan, sambung Ivan, PPATK tidak mungkin mampu menghadapi kejahatan yang semakin canggih saat ini.

Tak hanya itu, disebutkan ia pula peran masyarakat tak kalah penting, sehingga ditekankan pentingnya literasi keuangan digital serta kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan membuka rekening atas nama orang lain atau menyewakan identitasnya kepada pihak ketiga.

“Kita tidak bisa lagi hanya bekerja secara reaktif, harus proaktif dan preventif. Sistem pelaporan, deteksi teknologi, dan kerja-kerja intelijen keuangan harus disinergikan,” ungkap Ivan. (ANT/KN)

Tiga Terduga Pelaku Penipuan Seleksi PPPK Dibekuk Kejari Blora dalam OTT

0

BLORA – Tiga orang terduga pelaku penipuan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibekuk Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (5/8) siang.

Ketiganya berinisial J, H, dan A, diduga menjalankan modus jual beli jabatan dengan dalih mampu meloloskan peserta dalam seleksi PPPK di wilayah Kabupaten Blora. Sedangkan OTT dilakukan sekitar pukul 11.20 WIB di sebuah rumah makan di Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Blora Jatmiko di Blora, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dua orang korban yang merasa ditipu. Sedangkan terduga pelaku ada tiga orang yang kami amankan,” ujarnya.

Salah satu dari terduga pelaku bahkan mengaku sebagai pejabat Kejaksaan Negeri Blora untuk meyakinkan korban. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa yang bersangkutan hanyalah pegawai kontrak.

“Yang satu warga Gempolrejo, satu lagi dari Randublatung, dan terduga pelaku yang satu ini mengaku-ngaku sebagai pegawai kejaksaan,” jelasnya.

Dalam aksinya, para pelaku menjanjikan kelulusan seleksi PPPK dengan meminta uang sebesar Rp75 juta kepada korban. Untuk tahap awal, korban diminta menyetor uang muka (DP) sebesar Rp25 juta. Namun, korban hanya sempat memberikan masing-masing Rp2,5 juta.

“Total uang Rp5 juta itu kami jadikan barang bukti saat OTT. Masing-masing korban setor Rp2,5 juta sebagai DP,” ujarnya.

Usai penangkapan, ketiga terduga pelaku langsung digelandang ke kantor Kejari Blora untuk pemeriksaan. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kepolisian guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Sudah kami serahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (ANT/KN)

Pemkab Berau Genjot Iklim Investasi Sehat dan Berkelanjutan, Targetkan Capaian Lebih Tinggi Tahun Ini

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tahun ini, Pemkab menargetkan capaian investasi yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dengan fokus pada sektor-sektor strategis yang berpotensi besar.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyatakan bahwa target investasi bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang menekankan kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kabupaten Berau memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertambangan, pariwisata, perikanan, dan pertanian. Kami optimistis target investasi tahun ini dapat terealisasi,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).

Tahun 2024 lalu, Berau mencatatkan nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun, yang menunjukkan tingginya minat investor terhadap Bumi Batiwakkal, meski kondisi nasional dan global masih penuh tantangan.

Dalam upaya meningkatkan minat investor, Pemkab Berau terus melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam sistem pelayanan perizinan dan proses administrasi investasi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, efisien, dan transparan.

“Capaian tahun lalu menjadi bukti bahwa para investor melihat Berau sebagai daerah yang menjanjikan. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Berau tidak hanya mengejar nilai investasi yang tinggi, tetapi juga kualitas investasi yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kami tidak hanya mendorong investasi yang besar, tetapi juga yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Meski sektor pertambangan masih mendominasi, Pemkab mulai serius mendorong diversifikasi investasi guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor tersebut. Pemerintah kini mulai membuka peluang bagi investasi kecil dan menengah di sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“APBD kita masih banyak tergantung tambang. Tapi kita mulai dorong investasi dari sektor-sektor lain agar ekonomi Berau lebih tahan terhadap guncangan,” ujarnya.

Strategi promosi investasi juga terus digencarkan melalui keikutsertaan Pemkab Berau dalam berbagai forum investasi di tingkat provinsi dan nasional. Selain itu, potensi unggulan daerah, seperti wisata alam, produk perikanan, dan pertanian tropis terus diperkenalkan kepada calon investor melalui berbagai platform digital maupun tatap muka.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan bahwa hingga triwulan kedua tahun 2025, realisasi investasi di Berau telah mencapai Rp2 triliun. Ia optimistis target tahunan dapat tercapai jika dorongan terhadap sektor-sektor strategis terus dimaksimalkan.

“Kita harus buka seluas-luasnya informasi soal potensi daerah, baik ke masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Sektor pariwisata, misalnya, sangat potensial untuk menarik investor baru,” katanya.

Nanang juga menyebut bahwa selain pariwisata, sektor perkebunan masih menjadi penyumbang investasi yang signifikan. Sejumlah perusahaan yang telah lama beroperasi di Berau masih aktif memperluas investasinya. (adv/srn/set)

Pemkab Berau Bangun SPAM di Siduung Indah, Tegaskan Komitmen Pemerataan Infrastruktur

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Berau, tanpa terkecuali. Ia menyatakan bahwa setiap warga, baik di pusat kota maupun pelosok kampung, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak.

“Pembangunan bukan hanya untuk kota. Masyarakat di kampung-kampung pun punya hak yang sama. Prinsip keadilan inilah yang terus kami pegang dalam merancang dan merealisasikan setiap proyek infrastruktur,” ujar Bupati Sri, baru-baru ini.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah adalah menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis terpencil. Namun, dengan kerja sama lintas sektor, Pemkab Berau optimistis seluruh wilayah dapat tersentuh pembangunan secara bertahap dan terukur.

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah. Proyek ini akan digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, dengan nilai anggaran sebesar Rp 4,2 miliar yang bersumber dari APBD 2025.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toge Manduli, menjelaskan bahwa pembangunan SPAM ini ditujukan untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan dasar, khususnya air bersih yang layak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas SPAM yang akan dibangun dirancang untuk melayani kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga di Kampung Siduung Indah. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan setelah proses lelang selesai, dan rampung pada akhir tahun 2025.

Lebih lanjut, Decty mengungkapkan bahwa proyek ini juga sejalan dengan program pengurangan angka stunting serta peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat.

“Air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar, tapi juga menyangkut kesehatan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Karena itu, Pemkab Berau berkomitmen untuk memperluas cakupan layanan ini ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Jarang Mengalir dan Keruh, Komisi I DPRD Paser Minta Evaluasi Managemen Perumdam Tirta Kandilo

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menyarankan agar Bupati Paser, Fahmi Fadli, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo.

Pasalnya, pelayanan yang diberikan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bumi Daya Taka itu, kerap dikeluhkan masyarakat. DPRD Kabupaten Paser pun rutin menerima pandangan negatif terhadap kondisi air yang disediakan Perumdam Tirta Kandilo.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kasri, menilai dengan masifnya keluhan ini pihaknya merekomendasikan kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk melakukan proses penilaian, pengukuran dalam menentukan kualitas, efektivitas atau pencapaian kinerja managemen.

“Ini sudah dibahas sejak awal 2025 namun sampai saat ini belum ada perubahan. Harus segera dievaluasi,” kata Kasri, Selasa (5/8/2025).

Adapun keluhan masyarakat yang pihaknya terima, yakni minimnya aliran air kerumah pengguna. Bahkan, saat didistribusikan kondisi air terbilang keruh. Pihaknya menduga, koordinasi yang tidak sinkron antar bidang jadi salah satu penyebab layanan air kerap dikeluhkan.

“Memang di dalam managemen itu harus ada evaluasi karena sudah tidak ada sinkronisasi antara bidang satu dengan bidang yang lain,” ucapnya.

Pihaknya pun sudah beberapa kali menjalin pertemuan dengan managemen Perumdam Tirta Kandilo. Salah satu yang dianggap rancu, yakni tidak ada kejelasan arah dan target serta inovasi dalam pembenahan kondisi air, khususnya yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Tanah Grogot.

“Mereka (managemen) itu seperti mengikuti saja. Mau kondisinya seperti apa ya sudah seperti itu. Komisi I DPRD Paser sudah cukuplah memberikan rekomendasi terkait hal itu untuk melakukan evaluasi,” tegasnya.

Kasri menyebut, Komisi I DPRD Kabupaten Paser sudah meninjau kondisi dan proses pengelolaan air yang dilakukan oleh Perumdam Tirta Kandilo. Dari peninjauan itu, pihaknya menyaksikan kapasitas kolam penampungan bahan baku yang tidak memadahi kala dilakukan proses pengurasan.

“Saat pengurasan kolam akan berdampak pada pendistribusian air bersih kepada para pelanggan. Tidak ada stok yang tersedia saat kolam dikuras akibatnya pelanggan tidak mendapatkan air,” ucapnya.

Sementara terhadap kualitas air yang keruh, ia menyarakan agar Perumdam Tirta Kandilo dapat berinovasi dalam mengelolanya. Untuk diketahui, sumber air masyarakat khususnya di Kecamatan Tanah Grogot berasal dari sungai Kandilo.

Sungai Kandilo saat ini terbilang keruh. Sehingga, dalam pengelolaan agar menjadi jernih DPRD Kabupaten Paser menyarankan agar dilakukan perlakuan secara khusus. “Tentunya disitu ada perlakuan terhadap air limbah tersebut seperti pemberian kaporit dan pemberian tawas,” ujarnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Kukar Jadi Pusat Sekolah Digital, Bupati Aulia Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Google

TENGGARONG – Kutai Kartanegara (Kukar) terus menegaskan komitmennya sebagai pelopor transformasi pendidikan digital di Kalimantan Timur (Kaltim). Sejumlah sekolah dari tingkat dasar hingga menengah kini masuk sebagai Sekolah Rujukan Google, menjadikan Kukar sebagai salah satu daerah dengan jumlah Sekolah Google terbanyak di Indonesia.

Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.

“Program ini memberikan ruang untuk meng-upgrade kapasitas dalam memanfaatkan layanan teknologi informasi. Teman-teman guru dan siswa kini bisa terhubung dengan komunitas global, membuka cakrawala baru dalam belajar,” ujar Aulia, Selasa (5/8/2025).

Melalui program ini, pelajar dan guru diberikan akses terhadap pelatihan serta platform digital kelas dunia, seperti Google Workspace for Education. Guru-guru dari di Kukar kini bisa mengikuti pelatihan resmi dari Google untuk meningkatkan keterampilan mengajar secara daring dan kolaboratif.

“Sekolah Google di Kukar membuktikan bahwa wilayah non-perkotaan juga bisa menjadi pusat inovasi pendidikan,” jelas Aulia.

Google sendiri turut memberi dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Selain pelatihan untuk guru, program ini juga menyediakan modul pembelajaran, manajemen kelas digital, hingga kolaborasi global antar siswa.

Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, Aulia menyebut Kukar tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur kecerdasan masa depan.

“Komitmen kita adalah memastikan guru-guru kita terus berkembang, dan anak-anak kita tak tertinggal zaman,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

UMKM Kukar Tembus Pasar Dunia, Ekspor Ikan hingga Serabut Kelapa

TENGGARONG – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengukir prestasi membanggakan di pasar global. Dari olahan ikan hingga serabut kelapa dan serat daun nanas, UMKM Kukar telah berhasil menembus pasar Asia hingga Eropa.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi (Diskop) UKM Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu kontributor utama ekspor. Produk seperti kerupuk amplang berbahan ikan lokal, kini sudah dikirim ke berbagai negara Asia Tenggara.

Tak hanya itu, sambal khas Kukar berbahan cabai lokal juga berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura. Di sisi lain, komoditas kerajinan seperti lidi lipa, serabut kelapa, dan serat daun nanas bahkan telah diekspor ke benua Eropa.

“Sebagian besar UMKM ini bergerak secara mandiri, mereka sudah punya jejaring sendiri ke luar negeri,” ujar Fathul, Selasa (5/8/2025).

Melihat potensi besar ini, Pemkab Kukar melalui Diskop UKM mulai 2025 hingga lima tahun ke depan akan rutin menggelar business matching antara UMKM unggulan dengan eksportir global. Tujuannya jelas, memperluas akses pasar luar negeri secara langsung dan berkelanjutan.

“Business matching jadi jembatan konkret. Kami bantu pertemukan pelaku usaha dengan buyer internasional,” tambahnya.

Dari sisi kesiapan, Fathul menjelaskan bahwa pelaku UMKM Kukar kini mulai melengkapi legalitas yang sesuai standar internasional. Beberapa sudah mengantongi sertifikasi HACCP, sistem keamanan pangan global, dan CPPOB, standar produksi pangan olahan yang higienis.

“Legalitas kami sesuaikan dengan target pasar. Tak semua harus HACCP, tergantung segmentasi dan kebutuhan buyer,” jelasnya.

Selain pasar ekspor, Pemkab Kukar juga mendorong produk UMKM masuk ke jaringan ritel modern nasional melalui program Inovasi Dagang Kemitraan yang sudah bergulir sejak 2021. Beberapa produk unggulan berhasil menembus etalase toko-toko besar.

Namun, tantangan tetap ada. Persyaratan administrasi dan standar mutu dari ritel modern masih jadi kendala utama bagi sebagian UMKM. “Kami terus dampingi pelaku usaha agar bisa penuhi standar retail dan pastikan kerja sama tetap adil,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i