Beranda blog Halaman 33

Viral Foto Gubernur Kaltim di Singapura, Nonton F1 atau Kunjungan Kerja? Simak Penjelasan Diskominfo

0
Tangkapan layar dari unggahan akun Threads @zumaahmad, Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud tengah berada di Singapura. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA – Foto Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, bersama istrinya yang diduga berada di Hotel Marina Bay Sands, Singapura, viral di media sosial.

Kemunculan foto tersebut memicu spekulasi warganet mengenai kemungkinan Rudy menyaksikan Formula 1 (F1) Grand Prix Singapura 2026.

Namun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan perjalanan Rudy ke Singapura bertujuan menjalani pemeriksaan kesehatan atau check up.

Ririn membenarkan Rudy sempat bepergian ke Singapura pada Sabtu (10/10/2026). Ia juga memastikan Gubernur Kaltim tersebut telah kembali ke daerah pada Senin (12/10/2026).

“Benar, beliau kemarin sempat check up,” ungkap Ririn, Senin (12/10/2026).

Menurut Ririn, pemeriksaan kesehatan itu berlangsung pada Sabtu (10/10/2026). Rudy juga disebut telah mengirimkan surat izin perjalanan ke luar negeri kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Ririn memastikan Rudy telah kembali ke Kaltim pada Senin (12/10/2026). Saat memberikan keterangan, posisi gubernur disebut berada di Balikpapan.

“Sudah izin Mendagri. Hari ini Bapak posisinya di Balikpapan. Berangkatnya hari Sabtu kemarin, dan hari ini Bapak sudah kembali,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi kembali mengenai detail lawatan Gubernur Kaltim ke Singapura, Ririn menjawab singkat.

“Wait nunggu Pak Gub aja ya,” tutupnya.

Foto Rudy di Singapura sebelumnya diunggah akun Threads @zumaahmad pada Senin (12/10/2026). Unggahan itu memperlihatkan sosok yang diduga Rudy sedang berada di sebuah tempat makan di Hotel Marina Bay Sands.

“Gubernur Kaltim diduga lagi breakfast di Hotel Marina Bay Sands, Singapura,” tulis akun tersebut.

Foto itu menjadi perhatian karena muncul ketika Kaltim masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan rekapitulasi data kejadian hingga 11 Oktober 2026, luas karhutla di Kaltim telah mencapai 8.516,68 hektare.

Besarnya luasan lahan yang terbakar membuat penanganan karhutla menjadi persoalan serius bagi daerah.

Situasi tersebut turut menjadi latar munculnya kritik warganet terhadap dugaan aktivitas gubernur di luar negeri.

Di sisi lain, Hotel Marina Bay Sands merupakan salah satu hotel ikonik Singapura yang berada di kawasan Marina Bay, dekat dengan Marina Bay Street Circuit, lokasi penyelenggaraan F1 Grand Prix Singapura 2026.

Balapan utama ajang tersebut berlangsung pada Minggu (11/10/2026), sehari setelah tanggal pemeriksaan kesehatan Rudy yang disampaikan Diskominfo.

Kedekatan lokasi hotel dengan arena balap dan waktu kunjungan tersebut kemudian memunculkan spekulasi di media sosial.

Sejumlah warganet menduga Rudy turut menyaksikan ajang balap internasional itu.

Namun, belum ada bukti yang memastikan dugaan tersebut, sementara Diskominfo menyatakan perjalanan Rudy ke Singapura untuk keperluan pemeriksaan kesehatan.

Unggahan tersebut mendapat lebih dari 4.500 tanda suka dan dibanjiri sekitar 600 komentar.

Sebagian komentar bernada sindiran, mengaitkan dugaan keberadaan Rudy di Singapura dengan kondisi Kaltim yang masih dilanda karhutla.

“Enak ye sarapannya di Singapore, rakyatnya sarapan asap haha,” tulis akun @am***.

Sementara akun @lit***** menyoroti detail dalam foto tersebut.
“Aku bisa mengenali dari topi istrinya,” tulis akun itu.

Adapula yang mengkaitkan kedatangan Gubernur Kaltim untuk menonton F1. “Alasan klasis berobat, padahal F1 lagi maik di Singapore,” tandas akun @wa*** dalam postingan Instagram.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Nicha R

101 Motor Dinas Pemkab Kukar Jadi “Rongsokan”, Segera Dilelang

0
Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Sebanyak 101 unit sepeda motor dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), yang mengalami kerusakan berat diusulkan untuk dilelang. Kendaraan tersebut masuk kategori scrap atau rongsokan karena sudah tidak layak digunakan untuk menunjang operasional pemerintahan.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar kini memproses usulan pelelangan tersebut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kepala BPKAD Kukar, Sukotjo, melalui Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno, mengatakan 101 kendaraan roda dua itu telah melalui proses penilaian dengan melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar.

Menurutnya, pelelangan menjadi salah satu langkah untuk menata aset daerah yang sudah tidak produktif agar pengelolaannya sesuai dengan ketentuan.

“Mungkin pernah melihat kendaraan di depan Disdukcapil kemarin yang dipindahkan. Kendaraan itu sudah lama berada di sana dan kondisinya memang sudah menjadi rongsokan dan itu masuk dalam penilaian lelang nanti,” ujarnya Senin (12/10/2026).

Bagus menjelaskan, proses pelelangan masih berjalan melalui tahapan administrasi dan mekanisme resmi. BPKAD Kukar belum dapat memastikan besaran penerimaan yang akan diperoleh dari penjualan kendaraan tersebut.

Nilai akhirnya bergantung pada hasil penawaran peserta lelang. Karena itu, angka penerimaan baru dapat diketahui setelah proses pelelangan berlangsung.

“Untuk sekarang kami belum bisa memastikan berapa nilai yang akan diperoleh. Nanti akan terlihat setelah proses lelang berlangsung karena ada tahapan penawaran dari peserta lelang,” jelasnya.

Hasil pelelangan nantinya akan disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku. Penetapan nilai hingga proses penjualan harus mengikuti prosedur agar dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah penataan aset tersebut, BPKAD Kukar tidak serta-merta melelang seluruh kendaraan dinas yang sudah berusia lama atau mengalami kerusakan.

Kendaraan yang masih memungkinkan diperbaiki tetap berpeluang dimanfaatkan kembali. Pertimbangannya mencakup kondisi fisik kendaraan, kebutuhan operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ketersediaan anggaran untuk perbaikan.

Bagus menilai, kendaraan yang masih berfungsi sebaiknya tetap dimanfaatkan apabila biaya perbaikannya memungkinkan dan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

“Kalau memang kendaraan tersebut masih memungkinkan untuk diperbaiki dan dimanfaatkan kembali, kenapa tidak? Tentu akan lebih baik kalau masih bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, kendaraan dinas roda empat masih menjalani tahapan penilaian lanjutan. BPKAD Kukar merencanakan penilaian tahap kedua dalam beberapa minggu ke depan dengan melibatkan Kejari Kukar, Kejaksaan Tinggi (Kejati), serta tim penilai.

Pelibatan pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan diperlukan agar penetapan nilai kendaraan dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku, bukan sekadar perkiraan kondisi fisik.

“Kita tidak bisa menentukan nilai aset begitu saja. Harus ada penilaian dari pihak yang memang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk melakukan penilaian tersebut,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Kebakaran Danau Aji Jadi Evaluasi, Damkarmatan Kukar Siapkan Penguatan Pasokan Air

0
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah untuk memperkuat pasokan air di kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong, setelah kebakaran hebat melanda permukiman tersebut beberapa waktu lalu.

Salah satu upaya yang dibahas ialah pemasangan hidran di sejumlah titik rawan kebakaran dengan dukungan jaringan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Rencana tersebut mengemuka setelah Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar pada Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Fida memaparkan kebutuhan sarana pemadam kebakaran sekaligus kendala yang dihadapi petugas dalam memperkuat mitigasi di kawasan permukiman padat.

Kebakaran di Danau Aji menjadi pengingat pentingnya ketersediaan sumber air yang mudah dijangkau ketika api muncul.

Selain kecepatan petugas menuju lokasi, pasokan air yang memadai turut menentukan kelancaran proses pemadaman, terutama ketika kebakaran meluas dan membutuhkan penanganan lebih intensif.

Fida mengatakan, penyampaian kebutuhan kepada DPRD bukan dimaksudkan sebagai bentuk keluhan.

Ia menjelaskan kondisi di lapangan agar pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melihat kebutuhan nyata dalam upaya mencegah kebakaran berulang.

“Alhamdulillah disambut baik sama DPRD,” kata Fida.

Dalam pembahasan tersebut, pemasangan hidran menjadi salah satu langkah jangka pendek yang didorong Damkarmatan Kukar.

Fasilitas ini diharapkan dapat menyediakan akses air bagi petugas ketika melakukan pemadaman, sehingga mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan yang dibawa kendaraan pemadam.

Fida menyebut, kebutuhan hidran di kawasan segitiga Danau Aji, Danau Lipan dan Jalan AM Alimuddin diperkirakan mencapai 12 hingga 13 titik.

Jumlah tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis, terutama mengenai penentuan lokasi dan kapasitas jaringan air yang akan digunakan.

Berdasarkan penuturan Kepala Disdamkarmatan Kukar, PDAM disebut telah menyatakan kesiapan untuk membantu penyediaan akses jaringan.

Pembahasan teknis diperlukan untuk menentukan apakah hidran dapat terhubung dengan pipa induk atau menggunakan jaringan lain yang sesuai dengan kebutuhan tekanan air.

Keterlibatan PDAM menjadi bagian penting karena pemasangan hidran tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas fisik.

Ketersediaan jaringan, tekanan air, serta kemampuan pasokan harus diperhitungkan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi saat keadaan darurat.

Namun, rencana itu masih menghadapi persoalan pembiayaan. Fida mengungkapkan, keterbatasan anggaran membuat pengadaan dan pemasangan hidran perlu dicarikan jalan keluar bersama pihak terkait.

Ia menyebut kemungkinan dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu alternatif pendanaan.

“Dengan demikian, kebutuhan sarana pencegahan kebakaran diharapkan tetap dapat ditindaklanjuti meski kemampuan anggaran pemerintah terbatas,” ujar Fida.

Selain hidran, Damkarmatan Kukar juga mendorong penambahan tandon air berkapasitas besar di titik-titik rawan.

Penambahan sarana penyimpanan air tersebut diharapkan memperkuat kesiapan petugas menghadapi kebakaran, terutama di kawasan yang membutuhkan dukungan pasokan air lebih dekat.

“Jangka Pendeknya adalah pemasangan tandon 5000 liter. Di kawasan itu (segitiga Danau Aji, Danau Lipan dan Jalan AM Alimuddin) setidaknya kita butuh lima,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Mulai 2027, Pemkab Kukar Siapkan Insentif untuk Guru Ngaji hingga Tukang Gali Kubur

0
Kabag Kesra Setkab Kukar, Fathul Alamin. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), menyiapkan program insentif bagi guru ngaji, imam, marbot, hingga tukang gali kubur yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Namun, calon penerima insentif tersebut harus memenuhi ketentuan pendataan yang tengah disiapkan pemerintah daerah. Pemkab Kukar akan menggunakan data dari lembaga berwenang untuk memastikan bantuan menjangkau pelayan keagamaan dan sosial yang memenuhi kriteria.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten(Setkab) Kukar, Fathul Alamin, mengatakan program bertajuk Terima Kasih Guru Ngajiku itu belum dapat direalisasikan pada 2026 karena regulasi dan kapasitas anggaran masih perlu dipersiapkan.

“Untuk program Terima Kasih Guru Ngaji, insyaallah akan kami laksanakan pada 2027. Tahun ini kami masih belum siap, baik dari segi regulasi maupun kapasitas anggaran,” kata Fathul, Senin (12/10/2026).

Fathul menjelaskan, mekanisme pendataan calon penerima akan disesuaikan dengan tugas dan lingkup pelayanan masing-masing.

Guru ngaji, misalnya, akan diverifikasi berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag). Sementara itu, imam dan marbot harus tercatat sebagai petugas di masjid atau musala.

Adapun pendataan pengurus kematian, termasuk petugas penggali kubur, akan melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Skema tersebut disiapkan agar penyaluran insentif tidak hanya berdasarkan pengajuan, tetapi juga mengacu pada data yang dapat diverifikasi.

“Dari sisi data, persiapannya sudah kami lakukan. Insyaallah tahun depan regulasinya akan kami siapkan sehingga mulai 2027 bantuan dapat disalurkan kepada guru ngaji, imam, marbot, serta pengurus kematian atau petugas penggali kubur yang memenuhi ketentuan di Kukar,” ujarnya.

Selain memastikan validitas data, Pemkab Kukar juga akan menyelaraskan daftar calon penerima dengan program bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Gratispol.

Langkah ini diperlukan untuk menghindari penerimaan bantuan ganda sekaligus mengatur pembagian cakupan penerima antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Tujuannya adalah melengkapi cakupan bantuan agar empat unsur tersebut dapat memperoleh dukungan, baik melalui program provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Fathul menegaskan, program tersebut dirancang sebagai bentuk dukungan sosial bagi masyarakat yang selama ini menjalankan pelayanan keagamaan dan membantu kebutuhan sosial di lingkungannya.

Cakupan program juga tidak terbatas pada umat Islam. Pemkab Kukar membuka peluang dukungan bagi pemuka agama lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Fathul, para pelayan keagamaan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjalankan kegiatan ibadah. Mereka turut membantu pembinaan moral masyarakat, menjaga ketenteraman, serta memperkuat kerukunan antarwarga.

Karena itu, pemberian insentif diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi mereka sekaligus mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Di luar rencana insentif yang ditargetkan mulai 2027, Pemkab Kukar tetap menjalankan program bantuan untuk rumah ibadah dan pondok pesantren yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Bantuan tersebut juga mencakup kebutuhan pelayanan keagamaan lintas agama. Namun, penyalurannya pada 2026 tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Fathul menyebutkan, bantuan rumah ibadah dan pondok pesantren masuk dalam pos belanja hibah. Karena itu, pengalokasiannya harus mempertimbangkan prioritas belanja pemerintah daerah, termasuk pemenuhan belanja wajib.

“Karena keterbatasan fiskal, pemerintah daerah harus mengutamakan belanja wajib dan belanja prioritas terlebih dahulu. Setelah itu, barulah program bantuan hibah dapat disalurkan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Kukar memfokuskan persiapan program Terima Kasih Guru Ngajiku pada penyelesaian regulasi, pemutakhiran data calon penerima, serta koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Ketiga langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan agar penyaluran insentif pada 2027 dapat berlangsung sesuai ketentuan dan menjangkau pelayan keagamaan serta sosial yang berhak menerima bantuan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Penyelesaian Batas Berau-Kutim Menanti Keputusan Kemendagri, Hak Masyarakat Jadi Perhatian

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih saat menghadiri pertemuan pembahasan penetapan batas wilayah antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Berau belum menyepakati garis batas wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Persoalan tersebut kini akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat untuk mendapatkan kajian dan keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sikap itu ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih, usai menghadiri pertemuan pembahasan penetapan batas wilayah antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Meeting Room Harum Resort, Balikpapan, 7 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Rapat dipimpin Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni.

Dalam pertemuan itu, kedua pemerintah kabupaten belum mencapai kesepakatan mengenai garis batas wilayah yang dibahas. Karena itu, hasil pertemuan dituangkan dalam berita acara yang akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bahan tindak lanjut penyelesaian persoalan tersebut.

“Tadi kita sama-sama bersepakat untuk tidak sepakat terkait batas wilayah antara Berau dan Kutai Timur,” tegas Sri Juniarsih.

Menurutnya, penetapan batas wilayah tidak bisa dilakukan secara sepihak. Diperlukan kajian yang cermat dengan mempertimbangkan ketentuan perundang-undangan serta kondisi di lapangan, sehingga keputusan yang diambil nantinya dapat memberikan kepastian bagi kedua daerah.

Sri Juniarsih berharap Kemendagri dapat menelaah persoalan tersebut secara menyeluruh sebelum menetapkan keputusan akhir. Ia menekankan, penyelesaian batas administrasi tidak hanya menyangkut garis wilayah di atas peta, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat yang tinggal dan menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan yang dipersoalkan.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, berkepentingan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan, termasuk terhadap hak-hak warga yang telah bermukim maupun berusaha di wilayah tersebut.

Pemkab Berau berharap proses penyelesaian di tingkat pusat dapat memberikan kepastian hukum mengenai batas administrasi kedua kabupaten, sekaligus memastikan hak-hak masyarakat yang berada di kawasan terkait tetap menjadi perhatian dalam pengambilan keputusan.

“Kami berharap Kementerian Dalam Negeri dapat mengkaji batas wilayah ini sesuai dengan perundangan dan peraturan yang berlaku, sehingga keputusan yang diambil nantinya menjadi keputusan terbaik bagi daerah,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri yang meminta pemerintah provinsi memfasilitasi dialog antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

Fasilitasi tersebut dilakukan untuk mempertemukan kedua kepala daerah agar dapat membahas persoalan batas wilayah dan mengupayakan kesepakatan bersama.

“Pertemuan ini tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri untuk Gubernur Kaltim diminta untuk memfasilitasi pertemuan Bupati Berau dan Bupati Kutai Timur,” ungkap Rudy.

Dalam forum tersebut, gubernur memaparkan kondisi eksisting di lapangan terkait penarikan garis batas antara kedua kabupaten. Pemerintah Provinsi Kaltim juga menyampaikan garis batas wilayah berdasarkan versi provinsi sebagai bahan pembahasan bersama.

Namun, pemaparan tersebut belum menghasilkan kesepakatan antara Berau dan Kutai Timur. Dengan demikian, penyelesaian persoalan batas wilayah akan dilanjutkan ke tingkat pusat melalui Kemendagri.

“Berita acara yang ditandatangani para pihak menjadi bagian dari tindak lanjut atas pembahasan yang telah dilakukan. Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan arahan dan keputusan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (adv)

Menlu RI Jelaskan Penanganan Karhutla kepada Malaysia, 60 Ribu Personel Dikerahkan

0

JAKARTA — Pemerintah Indonesia memberikan penjelasan kepada Malaysia terkait upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kekhawatiran kabut asap lintas negara. Menteri Luar Negeri RI menegaskan pemerintah telah mengerahkan 60 ribu personel untuk mengendalikan kebakaran.

Pengerahan personel menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman, mencegah perluasan titik api, dan menekan dampak asap terhadap masyarakat. Penanganan karhutla juga menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara karena berpotensi memengaruhi kualitas udara di kawasan.

Koran Nusantara edisi ini turut mengulas kebakaran besar di Bangka Selatan yang menghanguskan sekitar 500 rumah dan berdampak terhadap 2.000 warga. Peristiwa tersebut menambah perhatian terhadap kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-pap
er lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn12okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Permudah Mobilitas Warga, Bupati Berau Perjuangkan Tambahan Fasilitas Transportasi ke Kemenhub

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Aan Suhanan, Kamis (8/10/2026).

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat konektivitas transportasi darat dengan memperjuangkan dukungan anggaran dan fasilitas dari pemerintah pusat.

Sejumlah kebutuhan strategis mulai dari pengadaan bus anak sekolah, pengembangan Bus Trans Berau, hingga penerangan jalan umum menjadi usulan yang dibawa langsung ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Upaya tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Aan Suhanan, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sri Juniarsih didampingi Kepala Dinas Perhubungan Berau, Rusnan Hefni, beserta jajaran. Audiensi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mendorong realisasi program unggulan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Sri Juniarsih mengatakan, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk memperkuat layanan transportasi darat di Kabupaten Berau. Selain menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, ketersediaan sarana transportasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam pemerataan akses pelayanan publik.

Salah satu usulan yang disampaikan ialah pengadaan bus anak sekolah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas pelajar, terutama dalam mendukung akses menuju sekolah yang aman dan nyaman.

Di sisi lain, Pemkab Berau juga mendorong pengembangan Bus Trans Berau sebagai salah satu program unggulan daerah. Pengembangan layanan angkutan ini diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan dan kami mohonkan dapat menjadi perhatian dan diprioritaskan, sehingga dapat direalisasikan untuk mempermudah akses masyarakat sekaligus menunjang konektivitas menuju kawasan pariwisata di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Selain mendukung mobilitas warga, penguatan transportasi darat juga dipandang strategis untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata Berau. Kabupaten yang berada di wilayah utara Kalimantan Timur ini memiliki beragam destinasi unggulan yang berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di antaranya kawasan pariwisata yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), serta Pulau Maratua yang dikenal sebagai salah satu andalan pariwisata bahari Berau.

Potensi tersebut perlu didukung konektivitas yang memadai agar perjalanan wisatawan dari satu titik ke titik lainnya dapat berlangsung lebih mudah. Transportasi darat yang terintegrasi juga berpeluang menunjang aktivitas pelaku usaha pariwisata, mulai dari penyedia jasa perjalanan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagi Pemkab Berau, pengembangan transportasi bukan sekadar menyediakan kendaraan atau menambah fasilitas, melainkan membangun sistem mobilitas yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketersediaan layanan angkutan yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses pusat pelayanan, kawasan pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, serta titik-titik transportasi menuju destinasi wisata.

Karena itu, pengembangan Bus Trans Berau menjadi salah satu kebutuhan yang diperjuangkan agar layanan transportasi publik di daerah dapat terus ditingkatkan.

Selain layanan angkutan, Pemkab Berau turut mengusulkan dukungan penerangan jalan umum (PJU) serta sarana dan prasarana transportasi darat lainnya.

Penerangan jalan memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama ketika berkendara pada malam hari. Infrastruktur pendukung yang memadai juga dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.

Melalui audiensi tersebut, Pemkab Berau berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi daerah, baik untuk mendukung pelayanan masyarakat maupun memperkuat konektivitas menuju kawasan potensial.

Sri Juniarsih menegaskan, berbagai usulan tersebut diharapkan dapat diprioritaskan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta program yang tersedia di Kementerian Perhubungan.

Dukungan pemerintah pusat dinilai penting agar program peningkatan transportasi darat dapat berjalan lebih optimal, mengingat kebutuhan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan luasnya cakupan wilayah pelayanan.

Pemkab Berau berharap penguatan sarana dan prasarana transportasi ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari kemudahan akses pendidikan melalui bus sekolah, peningkatan layanan angkutan umum melalui Trans Berau, hingga konektivitas yang lebih baik untuk mendukung pengembangan pariwisata.

“Dengan transportasi yang semakin memadai, Berau diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat daya saing daerah sebagai salah satu tujuan pariwisata unggulan di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (adv)

Tak Hanya Tambang, Berau Siapkan SDM untuk Menggarap Potensi Pariwisata

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih melakukan audiensi bersama Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli di Kantor Kemenaker RI di Jakarta.

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berupaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat dengan memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, terutama dalam pengembangan pelatihan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyatakan kesiapan mendukung upaya Pemkab Berau dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompetitif, dan siap memasuki pasar kerja.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor Kemenaker RI, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Pemkab Berau untuk menyampaikan potensi ekonomi daerah sekaligus membahas tantangan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri dan sektor usaha.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan peningkatan keterampilan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, peluang kerja yang tersedia harus diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja agar masyarakat lokal dapat bersaing dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tadi kami membicarakan banyak hal, bagaimana mempersiapkan masyarakat Berau yang siap kerja,” ungkap Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, Berau memiliki potensi ekonomi yang beragam. Selama ini, sektor pertambangan menjadi salah satu penopang kegiatan ekonomi daerah. Namun, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan sektor lain, termasuk pariwisata yang memiliki potensi besar di berbagai kecamatan.

Keberagaman potensi tersebut membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian yang berbeda-beda. Industri pariwisata, misalnya, membutuhkan SDM yang memiliki keterampilan pelayanan, pengelolaan usaha, serta kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan. Sementara itu, sektor-sektor ekonomi lainnya juga membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan usaha.

Karena itu, Pemkab Berau memandang pelatihan vokasi sebagai salah satu instrumen penting untuk mempertemukan kemampuan masyarakat dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan ketika bekerja maupun saat membangun usaha secara mandiri.

Sri Juniarsih mengapresiasi respons positif Menteri Ketenagakerjaan beserta jajaran terhadap upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Berau.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat membuka peluang bagi masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, untuk memperoleh akses pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Alhamdulillah, kita mendapat dukungan dan ini kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Berau,” tegasnya.

Pelatihan Harus Menjawab Kebutuhan Pasar Kerja

Dukungan Kemenaker diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat program pengembangan SDM di Berau. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah pentingnya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak sekadar meningkatkan jumlah peserta yang memiliki sertifikat atau mengikuti pendidikan keterampilan, tetapi juga mendorong peningkatan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

Kesesuaian kompetensi menjadi penting agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Di sisi lain, masyarakat yang ingin merintis usaha juga memerlukan keterampilan praktis untuk mengembangkan produk, memberikan layanan, dan mengelola kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Penguatan vokasi dengan demikian diharapkan dapat memberikan manfaat dalam dua arah, yakni meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Kabupaten Berau.

Upaya tersebut juga sejalan dengan kebutuhan daerah untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Pengembangan sektor pariwisata dan usaha masyarakat, misalnya, dapat membuka ruang bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh penghasilan tanpa harus bergantung pada satu sektor ekonomi saja.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai Berau memiliki beragam potensi yang perlu dioptimalkan agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, potensi daerah akan semakin produktif apabila didukung tenaga kerja dengan kompetensi yang memadai. Karena itu, peningkatan keterampilan praktis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Yassierli juga mengapresiasi inisiatif Pemkab Berau yang aktif mendorong peningkatan kualitas SDM melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Ia menyatakan Kemenaker siap mendukung pengembangan keterampilan praktis atau skill siap kerja bagi masyarakat Berau. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu daerah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan serta mampu bersaing di pasar kerja.

“Saya mendengar banyak potensi dimiliki Berau dan tentu potensi ini harus bisa dioptimalkan dan menjadi kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Berau,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan keterampilan praktis menjadi salah satu program yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja daerah.

“Kami siap mendukung Kabupaten Berau dalam pengembangan keterampilan praktis atau skill siap kerja. Tentu kita berharap Berau semakin maju dengan didukung tenaga kerja andal, kompetitif, dan profesional,” pungkasnya. (adv)

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Berau Bidik Dukungan Pemerintah Pusat

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, di Kantor Kemendagri, Jumat (9/10/2026).

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan permukiman.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni meminta dukungan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan sarana, prasarana, dan peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi Bupati Berau, Sri Juniarsih, bersama Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, di Kantor Kemendagri, Jumat (9/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Sri Juniarsih didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan. Rombongan diterima langsung Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Edy Suharmanto.

Audiensi tersebut menjadi langkah Pemkab Berau untuk mengomunikasikan kebutuhan penanganan kebakaran yang dinilai semakin penting, terutama setelah wilayah Bumi Batiwakkal menghadapi kejadian kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa waktu terakhir.

Sri Juniarsih menyampaikan, penanganan kebakaran membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Selain kemampuan petugas dalam merespons keadaan darurat, ketersediaan peralatan dan fasilitas pendukung juga menjadi faktor penting untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran.

Menurutnya, karakteristik wilayah Berau dengan kawasan hutan dan lahan yang luas serta permukiman masyarakat yang tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan kebakaran.

Karena itu, penguatan kemampuan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana maupun pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Kami berharap dukungan dari Kemendagri dapat membantu Kabupaten Berau memenuhi kebutuhan penanganan kebakaran, terutama peralatan, fasilitas pendukung, dan penguatan sumber daya manusia. Dukungan tersebut sangat penting untuk melindungi masyarakat dan meminimalkan dampak bencana,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Pemkab Berau turut menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Dukungan peralatan operasional serta fasilitas pendukung menjadi salah satu perhatian utama agar petugas dapat bekerja lebih optimal ketika menghadapi kondisi darurat.

Ketersediaan sarana yang memadai dinilai penting untuk menunjang kecepatan dan efektivitas penanganan, terutama ketika kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau atau berpotensi meluas.

Di sisi lain, kesiapan personel juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Petugas pemadam kebakaran dituntut memiliki kemampuan teknis, kesiapsiagaan, serta keterampilan yang sesuai dengan karakteristik ancaman di lapangan.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pemadaman, penyelamatan, dan tindakan penanganan darurat lainnya, baik di kawasan hutan dan lahan maupun lingkungan permukiman.

Bagi Pemkab Berau, upaya memperkuat penanganan kebakaran tidak hanya berorientasi pada respons setelah kejadian, tetapi juga mencakup peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan untuk mengurangi potensi risiko sejak awal.

Melalui pertemuan dengan Kemendagri, Pemkab Berau berharap kebutuhan yang telah disampaikan dapat memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme serta kewenangan pemerintah pusat.

Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu daerah meningkatkan kemampuan operasional dalam menghadapi berbagai potensi kebakaran. Dengan demikian, penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Sri Juniarsih menegaskan, penguatan penanganan kebakaran merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Risiko kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kehilangan tempat tinggal, serta kerugian ekonomi bagi warga terdampak.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk memastikan upaya pencegahan dan penanggulangan berjalan optimal.

Pemkab Berau berharap hasil audiensi tersebut dapat berlanjut pada dukungan nyata, terutama dalam pemenuhan kebutuhan peralatan, fasilitas operasional, dan peningkatan kompetensi petugas.

“Semoga apa yang diperjuangkan dapat terealisasikan dan dapat membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Berau,” tutupnya. (adv)

KBRI London Pulangkan 13 WNI Korban Kapal Kandas di Skotlandia

0
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memfasilitasi pemulangan 13 anak buah kapal (ABK) WNI yang menjadi korban kecelakaan kapal ikan di perairan utara Skotlandia. (Foto: Dok. KBRI London)

JAKARTA — Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) awak kapal ikan FV Genesis A19 yang kandas di perairan utara Skotlandia berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London memfasilitasi penanganan dan kepulangan mereka, termasuk pengurusan dokumen perjalanan pengganti paspor yang hilang.

Ketiga belas WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (10/10), setelah sebelumnya diselamatkan dari insiden kapal kandas di gugusan batuan sekitar Pulau Hoy, Skotlandia, pada 1 Oktober pagi.

Berdasarkan keterangan resmi KBRI London yang diterima di Jakarta, Minggu, para awak kapal sempat dibawa ke Kirkwall, Skotlandia, untuk singgah selama beberapa hari sebelum diberangkatkan ke Manchester, Inggris.

Seluruh awak kapal tiba di Manchester pada Kamis (8/10), didampingi perwakilan pemilik kapal, sebelum dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Sejak menerima laporan insiden tersebut, KBRI London langsung berkoordinasi dengan pemilik kapal dan perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan para awak dari Indonesia.

Selain memantau kondisi para WNI, KBRI London juga memastikan pemenuhan hak-hak mereka, termasuk pembayaran gaji dan kompensasi dari pemberi kerja. Perwakilan RI tersebut turut menerbitkan dokumen perjalanan pengganti paspor yang hilang saat insiden terjadi.

KBRI London mengapresiasi dukungan pemilik kapal, perusahaan penyalur tenaga kerja, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perhubungan dalam penanganan serta pemulangan para awak kapal.

Setelah tiba di Indonesia, perusahaan penyalur tenaga kerja akan membantu memfasilitasi perjalanan mereka hingga ke daerah asal masing-masing. (ANT/KN)