Beranda blog Halaman 319

PUPR Kalsel Pacu Pembangunan Jalan Lintas Tengah Pulau Laut Sepanjang 95 Km

0

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel terus memacu pembangunan infrastruktur strategis di wilayah pesisir, yakni Jalan Lintas Tengah Pulau Laut Kabupaten Kotabaru sepanjang 95 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib mengatakan pembangunan jalan lintas tersebut merupakan bagian dari visi besar Kalsel sebagai Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) serta upaya membuka keterisolasian wilayah di Pulau Laut.

“Jalan ini menjadi proyek strategis karena selain menunjang konektivitas antarwilayah, juga akan terintegrasi dengan pembangunan Jembatan Pulau Laut,” kata Yasin saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Kamis (28/8/2025).

Yasin mengatakan total panjang jalan tersebut sekitar 95 kilometer yang dikerjakan secara bertahap melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Setelah meninjau proyek, Yasin mengatakan sempat menemui kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas yang menyampaikan progres pekerjaan sesuai jadwal, namun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

“Kita meminta pelaksana proyek tetap antisipatif untuk percepatan target pembangunan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Salah satunya dengan mengoptimalkan peralatan dan sumber daya manusia,” kata Yasin.

Selain mendukung aksesibilitas masyarakat, Yasin menuturkan keberadaan jalan lintas ini mendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pada sektor pertanian, pariwisata, dan industri lokal yang berkembang di Kotabaru maupun sekitarnya.

Yasin pun optimis jalan tersebut menjadi urat nadi pertumbuhan masyarakat di Kalsel yang bakal mulai terlihat pada penghujung 2025. (ANT/KN)

Taiwan Gantikan Kuwait, Timnas Indonesia Tetap Jalani Dua Laga FIFA Match Day

0

JAKARTA – Taiwan resmi menggantikan Kuwait yang mundur untuk melawan timnas Indonesia dalam FIFA Match Day pada 5 September di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Menurut rilis PSSI, Rabu (27/8/2025), sebelumnya Kuwait mundur secara mendadak yang disampaikan lewat surat yang diterima PSSI pada Kamis pekan lalu.

“Pertandingan FIFA Matchday Timnas Indonesia melawan Kuwait terpaksa tidak terlaksana karena pembatalan sepihak secara mendadak dari pihak FA Kuwait lewat surat kepada PSSI pada tanggal 21 Agustus lalu,” tulis PSSI dalam lamannya pada Rabu (27/8/2025).

“Sebagai gantinya, skuat Garuda dijadwalkan menghadapi Taiwan.”

Dengan ini, maka Indonesia tetap melakukan dua pertandingan pada jendela FIFA Match Day bulan depan.

Setelah melawan Taiwan yang berperingkat 172 dunia pada 5 September, Garuda akan melawan Lebanon pada 8 September.

Dua pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan timnas Indonesia menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober melawan Arab Saudi dan Irak.

Sebelumnya, tiket pertandingan melawan Kuwait sudah dijual, dengan harga mulai Rp75 ribu sampai Rp250 ribu. Untuk itu, PSSI memberikan opsi refund bagi fans Garuda yang ingin membatalkan kehadirannya.

Proses pengajuan refund dapat dilakukan melalui link yang dikirimkan ke alamat email yang digunakan saat transaksi pembelian tiket. Jika tidak mengajukan refund, tiket akan tetap berlaku dan tidak perlu dilakukan langkah tambahan karena otomatis terkonversi menjadi tiket pertandingan Indonesia melawan Taiwan.

Berikut ketentuan refund tiket:
– Pengembalian dana dilakukan berdasarkan satu transaksi (Order ID), bukan per tiket.
– Dana hanya akan dikembalikan ke rekening asli milik pembeli.
– Formulir refund wajib diisi sebelum 4 September 2025, pukul 18.00 WIB.
– Pastikan data yang diisi benar (nama bank, nomor dan nama pemilik rekening).
– Proses refund memerlukan waktu 7–14 hari kerja setelah data diverifikasi. (ANT/KN)

Mendagri Ingatkan Pejabat Daerah Hidup Sederhana, Jangan Suka Pamer

0

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Jendral Polisi (purn) Tito Karnavian meminta kepada seluruh pejabat daerah untuk menggunakan pola hidup yang sederhana dan tidak “flexing” atau suka pamer agar mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Mendagri RI Tito Karnavian saat ditemui di Kendari, Rabu malam, mengatakan hal tersebut merespon viralnya Bupati Bombana Burhanuddin yang menggunakan jam tangan mewah merek Rolex senilai hampir Rp1 miliar.

“Harusnya jangan lah,” kata Tito Karnavian.

Dia menyebutkan yang seharusnya dilakukan oleh pejabat publik, terlebih lagi seorang bupati agar bersedia memberikan empati kepada masyarakat.

“Sebagai pejabat publik juga harus bersedia berempati dengan pada masyarakat. Ya gunakan pola mulai hidup sederhana,” ujarnya.

Tito Karnavian menyebutkan jika seorang kepala daerah terlihat menggunakan barang-barang mewah yang seperti digunakan oleh Bupati Bombana itu takutnya masyarakat juga tidak akan simpati dengan pemimpinnya.

“Kalau sudah enggak simpati kepada pemimpin, pemimpin membuat kebijakan apapun juga nanti ditanggapi minor sudah, dibully, kehilangan trust (kepercayaan),” sebut Tito Karnavian.

Ia menambahkan jika kunci dari pemimpin adalah mendapat kepercayaan dari masyarakat, kebijakan apapun yang akan dikeluarkan oleh pemimpin itu tidak akan didukung oleh masyarakatnya.

Diketahui, viralnya Bupati Bombana yang menggunakan jam tangan mewah tersebut viral di media sosial saat pengukuhan Anggota Paskibraka di Bombana, pada Jumat (15/8) lalu.

Foto yang diunggah oleh akun Facebook Diskominfo Bombana itu langsung viral di berbagai media sosial yang menyoroti tipe GMT-Master II 126729VTNR terbuat dari emas putih dengan diameter lingkaran 44 milimeter. Jam tangan Rolex itu seharga Rp800 juta lebih.

Menanggapi hal itu, Bupati Bombana Burhanuddin mengatakan jika jam tangan yang digunakan itu berkualitas imitasi dan dibeli di Mangga Dua Jakarta senilai Rp1,9 juta.

Menurutnya, semua aksesoris dengan merek terkenal pasti punya barang tiruan.
“Saya nggak mampu beli yang asli. KW-lah, (beli di) Mangga Dua. Harganya Rp1,9 juta. (Dibeli) waktu saya pulang umrah. Itu KW semua. Kita kan ini menginginkan kita punya keinginan. Kalau tidak ada kemampuan, kita beli anu-nya (tiruan),” ucap Burhanuddin. (ANT/KN)

Ikang Fawzi Dorong Pembaruan Sistem LMK

0

JAKARTA – Musisi Ikang Fawzi mengatakan perlu adanya pembaruan sistem Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang sesuai dengan perkembangan zaman dalam penanganan royalti.

“Misalnya kalau dari sisi LMK-nya, organisasinya sudah menerapkan digitalisasi, profesional, transparan harus kapan aja diaudit,” kata Ikang, saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Dengan demikian diharapkan dapat mengatasi permasalahan royalti sehingga bisa terbagi dengan baik dan tepat sasaran.
Pelantun lagu Preman itu menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.

“Belum, karena memang belum bisa (pembagian distribusi royalti) mencapai ke situ. Jadi memang aku sih berharap LMK jangan banyak-banyak, kalau bisa satu, benar-benar kredibel,” imbuh dia.

Ikang menyoroti kelemahan dalam sistem LMK di Indonesia yang terlalu mudah untuk mendirikan lembaga tersebut. Sehingga semakin banyak celah yang dikhawatirkan berujung pembagian royalti tidak transparan maupun tidak tepat sasaran.

Dia menekankan pentingnya LMK yang dibangun dengan landasan manajemen kuat, pengalaman memadai, dan kesiapan dana agar bisa mendistribusikan royalti.

“Digitalisasi itu investasinya besar banget, enggak semua LMK bisa membiayai itu. Jadi kalau makin banyak, makin orang yang jadi oportunis aja untuk cari-cari persennya jadi pembagiannya tidak transparan tidak tepat sasaran,” kata dia.

Dalam bisnis, lanjut dia, ada istilah barrier to entry, yang mana jika semakin sulit barrier to entry maka semakin tidak bisa disaingin.  (ANT/KN)

7 Jam Diperiksa, Sudewo Beberkan Materi Pemeriksaan di KPK

0

JAKARTA – Bupati Pati, Sudewo, menjalani pemeriksaan sekitar enam jam sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (27/8/2025) sebelum akhirnya memberikan keterangan pers.

Ia keluar dari gedung KPK pukul 16.29 WIB dan langsung menyinggung soal pemeriksaan serta desakan publik agar dirinya mundur dari jabatan.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait materi pemeriksaan, Sudewo menegaskan bahwa ia sudah menyampaikan seluruh keterangannya kepada penyidik.

“Saya dipanggil, dimintai keterangan sebagai saksi, semua pertanyaan saya jawab sejujurnya dan apa adanya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga membenarkan bahwa salah satu hal yang digali penyidik adalah mengenai uang yang sebelumnya sempat disita KPK.

“Kalau soal uang, itu juga ditanyakan dan itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu, bahwa itu adalah uang pendapatan dari DPR RI, semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengurangan,” tambahnya.

Saat disinggung jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik, Sudewo mengaku tidak lagi mengingatnya.

“Berapa jumlah pertanyaannya, enggak ingat,” katanya singkat.

Terkait tekanan masyarakat yang mendesaknya mundur dari jabatan Bupati, Sudewo menyampaikan bahwa ia tetap teguh menjalankan amanah yang diemban.

“Saya akan istikamah, akan amanah untuk membangun Kabupaten Pati untuk sebaik-baiknya. Saya mendukung masyarakat untuk tetap solid,” ucapnya sebelum meninggalkan awak media.

Sikap Sudewo kali ini terbilang lebih terbuka dibandingkan saat kedatangannya pada pagi hari. Ia tiba di KPK pukul 09.44 WIB, namun kala itu hanya melontarkan kalimat pendek.

“Ya, memenuhi panggilan,” ucapnya sambil berlalu.

Pemeriksaan ini sendiri merupakan penjadwalan ulang setelah Sudewo absen pada panggilan Jumat (22/8/2025). Ia diperiksa sebagai mantan anggota Komisi V DPR RI dalam perkara dugaan suap proyek jalur kereta di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Dalam dakwaan, namanya disebut menerima aliran dana sebesar Rp720 juta. Sebelumnya, KPK juga telah menyita uang tunai sekitar Rp3 miliar dari kediamannya.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Dari DPR RI hingga Kepala Daerah di Kaltim: Gaji Fantastis, Korupsi Jalan Terus

DEMO besar di depan Gedung DPR RI beberapa hari lalu bukan sekadar soal tunjangan rumah Rp50 juta per bulan. Aksi itu menimbulkan pertanyaan yang lebih mendasar: seberapa besar negara sebenarnya sudah menggaji para pejabat publik?

Dari DPR, menteri, wakil menteri, direksi BUMN, hingga kepala daerah, angka resmi dalam peraturan menunjukkan jumlah yang fantastis. Ironisnya, meski digaji besar, korupsi tetap marak. Jika gaji besar tak membuat pejabat jujur, berarti masalahnya bukan pada angka, melainkan pada mentalitas, integritas, dan moralitas orang yang duduk di kursi kekuasaan.

Ambil contoh DPR RI. Polemik tunjangan rumah Rp50 juta per bulan memicu protes 25 Agustus. Baru setelah ricuh, pimpinan DPR menjelaskan tunjangan itu hanya berlaku setahun, Oktober 2024–Oktober 2025, sebagai angsuran kontrak rumah lima tahun. Penjelasan yang datang terlambat itu tak mampu meredam kemarahan publik.

Untuk menteri, regulasi jelas: gaji pokok Rp5.040.000 per bulan (PP No. 60/2000) dan tunjangan jabatan Rp13.608.000 (Keppres No. 68/2001). Total Rp18.648.000 per bulan, belum termasuk rumah dinas, kendaraan, layanan kesehatan, dan dana operasional (PMK No. 268/PMK.05/2014).

Wakil menteri bahkan mendapat tunjangan sekitar Rp11,5 juta per bulan (85% dari menteri) dan hak keuangan 135% dari tunjangan kinerja eselon IA, meski tanpa gaji pokok (PMK No. 176/2015).

Di BUMN, penghasilan direksi dan komisaris bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan, diatur melalui Permen BUMN terbaru (PER-12/MBU/11/2020 dan PER-3/MBU/03/2023).

Hal serupa terjadi di daerah. Gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk di Kaltim, memiliki gaji pokok relatif kecil (Rp3 juta untuk gubernur, Rp2,1 juta untuk bupati/wali kota). Namun tunjangan dan biaya operasional daerah (BOP) yang melekat bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran, bergantung APBD. Tak heran, banyak kasus korupsi kepala daerah di Kaltim maupun daerah lain justru bersumber dari dana operasional dan kewenangan anggaran.

Singkatnya, negara sudah membayar mahal. Gaji pokok, tunjangan, fasilitas, hingga dana operasional.

Teori lama bahwa menaikkan gaji akan menekan korupsi sudah lama diuji, namun faktanya KPK tetap menangkap pejabat yang “bermain” di balik meja.

Inilah yang membuat demo meledak. Publik melihat ketimpangan yang telanjang. Di satu sisi rakyat menghadapi PHK, harga pangan melambung, pajak mencekik. Di sisi lain pejabat hidup dengan tunjangan besar dan fasilitas serba ada. Wajar jika muncul seruan “bubarkan DPR”—itu bukan anti-lembaga, melainkan tanda ketidakpercayaan.

Kenyataannya, gaji besar tak menjamin pejabat bebas dari godaan. Selama mentalitas mencari keuntungan pribadi dan rasa kebal hukum dipelihara, penyalahgunaan akan terus ada. Jalan keluarnya bukan menambah gaji, tapi keterbukaan, pengawasan ketat, dan hukuman tanpa pandang bulu. Harapan besar ada pada seluruh penegak hukum, KPK, Polri, hingga Kejaksaan untuk membuktikan hukum benar-benar bekerja.

Demo 25 Agustus adalah alarm keras. Negara tak cukup hanya memberi klarifikasi, tapi perlu langkah nyata: memangkas fasilitas tak relevan, membuka data penghasilan pejabat, menertibkan belanja operasional, dan memastikan setiap pelanggaran berakhir dengan hukuman tegas.

Korupsi di negeri ini bukan soal kurang gaji, melainkan soal kerakusan. Dan rakyat, sebagai pihak yang membayar, berhak menuntut akuntabilitas dari pejabat yang sejatinya hanyalah pelayan, bukan majikan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pemkab Kukar Bakal Kembali Hadirkan Gerakan Pangan Murah untuk Redam Lonjakan Harga

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di tengah kondisi harga beras yang cenderung tinggi, menjelang musim panen. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar 28–29 Agustus 2025 di Creative Park Tenggarong, Pemkab Kukar berupaya langsung meredam tekanan harga pasar.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kejaksaan Negeri Tenggarong sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Selain menjaga stabilitas pasokan, GPM juga diharapkan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menyebut beras menjadi komoditas utama GPM kali ini. Pemerintah menyalurkan beras SPHP dari Bulog serta beras lokal binaan Diskepang dengan harga lebih rendah berkat subsidi ongkos angkut.

“Kalau harga di gudang Rp15.100, kita turunkan Rp2.100 jadi Rp13.000 per kilogram. Masyarakat bisa beli lebih murah, sesuai HET,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).

Selain beras, GPM juga menghadirkan kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, tepung, hingga bawang. Untuk bawang merah dan putih, Pemkab menggandeng pedagang Pasar Mangkurawang, dengan subsidi dari Perusda MGRM agar harga lebih terjangkau.

“Subsidi kita sesuaikan kondisi harga pasar, supaya harga di GPM lebih rendah dan meringankan beban warga,” lanjutnya.

Tidak hanya bahan pokok, pemerintah juga memotong rantai distribusi sayur-mayur. Produk segar didatangkan langsung dari produsen tanpa melalui tengkulak, sehingga kualitas lebih baik dengan harga lebih bersahabat.

Ananias menekankan, kehadiran GPM sangat strategis di saat stok petani menipis karena padi masih dalam proses pengeringan. Situasi ini membuat harga beras di pasaran bertahan tinggi, berkisar Rp16 ribu–Rp17 ribu per kilogram.

“Pemerintah hadir dengan beras SPHP Rp11.700 per kilogram dan beras lokal Rp13.000 per kilogram, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Pada GPM sebelumnya, penjualan beras bahkan menembus 21 ton, melebihi target awal hanya 10 ton. Pemerintah memastikan jika stok habis, pasokan segera diambil dari gudang Bulog agar ketersediaan tidak terganggu.

Dengan strategi ini, Pemkab Kukar optimistis GPM dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat melewati masa kritis sebelum panen raya tiba pada pertengahan September mendatang. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Hadir di PKKMB Unikarta, Bupati Kukar Dorong Mahasiswa Jadi Motor SDM Unggulan Penopang IKN

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan peran penting generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Yakni sebagai penopang utama pembangunan daerah yang bersinergi dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan itu ia sampaikan saat menyapa mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiwa Baru (PPKMB) Unikarta pasa, Rabu (27/8/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Kukar di Kampus Unikarta itu sontak disambut antusias oleh para mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menegaskan bahwa Unikarta yang merupakan satu-satunya Universitas di Kukar memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Oleh karena itu, ia menaruh harapan besar pada mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan menentukan wajah Kukar di masa depan. Terlebih hari ini Kalimantan Timur (Kaltim) diharapakan dengan kehadiran IKN.

Bupati juga menekankan dua tanggung jawab utama yang harus dipegang mahasiswa sejak awal perkuliahan, yakni tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. Salah satunya, kata dia, dengan menuntaskan studi tepat waktu.

“Mereka punya dua tanggung jawab besar, yaitu tanggung jawab terhadap diri pribadi dan keluarga, yaitu mereka harus lulus tepat waktu, tadi disampaikan oleh Pak Rektor, 3,5 tahun bisa selesai,” ujarnya.

Selain itu, Aulia menegaskan kewajiban mahasiswa untuk turut hadir di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa tak boleh sekadar berdiam di ruang akademik, melainkan juga aktif bersosialisasi, memahami persoalan warga, dan memberi kontribusi nyata.

Keterlibatan mahasiswa di lapangan, lanjutnya, akan melatih kepekaan sosial sekaligus memperkuat jembatan komunikasi antara dunia kampus dan masyarakat. Menurutnya, hal ini sejalan dengan kebutuhan daerah yang tengah bersiap menjadi mitra strategis IKN.

Aulia menambahkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan berbagai kebijakan pembangunan yang memerlukan dukungan SDM unggulan. Ia optimistis Unikarta mampu menjadi salah satu pencetak generasi yang siap bersaing dan berdaya saing tinggi.

“Salah satu yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusia, dan Unikarta menjadi salah satu tempat yang mencetaknya,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

DPRD Siap Perjuangkan Pembiayaan Untuk Sekolah Swasta

0

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser berencana menggarap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pesantren dan Sekolah Swasta di Kabupaten Paser. Rencana penggarapan itu ditargetkan terlaksana pada 2026 mendatang.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Burhanudin, menyatakan raperda ini ditujukan untuk menciptakan pemerataan pendidikan yang inklusif, khususnya dukungan terhadap pembiayaan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

“Pendidikan ini kewajiban kita bersama, tapi perlu payung hukum. Pemprov Kaltim sudah memiliki regulasi untuk mengakomodasi sekolah swasta, terutama madrasah atau pesantren. Sekarang kita akan mengatur itu juga,” kata Burhanudin, Rabu (27/8/2025).

Politisi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa payung hukum sangat diperlukan untuk memberikan landasan bagi Pemkab dalam menyalurkan anggaran. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari upah tenaga pendidik, pembiayaan operasional, hingga pembangunan infrastruktur.

Ia mencontohkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2024 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren dan Perda nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Menurutnya, regulasi serupa di tingkat Kabupaten akan sangat membantu, terutama bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Burhanudin menjelaskan, langkah ini berawal dari keluhan yang disampaikan oleh Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Kabupaten Paser.

Beberapa waktu lalu, perwakilan FKSS Kabupaten Paser bersama para guru dan pengurus pondok pesantren mendatangi DPRD Kabupaten Paser untuk menyampaikan aspirasi mereka tentang kondisi kesejahteraan guru swasta yang dinilai masih jauh dari layak.

“Kami menerima masukan dari mereka. Gaji guru-guru swasta masih sangat rendah, bahkan ada yang hanya menerima Rp 75 ribu per bulan, Rp 1 juta dan yang paling tinggi sekitar Rp 3 juta,” ungkapnya.

Kondisi upah yang rendah ini, lanjut Burhanudin, dinilai berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan pertumbuhan anak didik. DPRD Paser berharap, dengan adanya payung hukum, masalah kesejahteraan ini bisa segera teratasi.

“Kami ingin pendidikan yang baik bisa merata di Kabupaten Paser. Kami ingin semua anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Masyarakat juga sejahtera. Ini butuh proses, mohon bersabar. Semoga semuanya akan lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta: Abika Ramadhan

Prabowo Klaim Penerima Makan Bergizi Gratis Tembus 21 Juta Anak

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku selalu mengecek perkembangan penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG) tiap hari dari jajarannya, dan jumlah penerima makan bergizi saat ini telah melewati angka 21 juta orang.

Presiden mengatakan dirinya sengaja mengawasi langsung tiap harinya pelaksanaan makan bergizi gratis agar dapat langsung menerima laporan manakala ada kendala di lapangan.

“Tadi malam (25/8), saya mendapat laporan (penerima MBG) sudah melewati 21 juta. Jadi, saya monitor setiap hari, hari ini berapa, hari ini berapa, di mana ada masalah. Jadi, saudara-saudara we can do it,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya saat peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Presiden menyinggung MBG saat acara peresmian di RS PON Mahar Mardjono, karena ingin menunjukkan Indonesia mampu mewujudkan berbagai program yang ambisius, meskipun dalam prosesnya banyak yang ragu.

“Masalah Bangsa Indonesia adalah tadi itu, masalah tidak percaya diri. Waktu saya canangkan makan bergizi untuk semua anak-anak kita, banyak yang tidak percaya, banyak yang tidak setuju, dan kalau pun setuju mereka mengira ini akan mengambil waktu 5 sampai 10 tahun, dan beberapa negara membutuhkan waktu, 5—10 tahun,” kata Prabowo.

“Tetapi saya kemarin punya kebanggaan, saya bisa berdiri di depan wakil-wakil rakyat tanggal 15 Agustus, saya melaporkan makan bergizi sampai waktu itu ke 20.400.000 penerima manfaat,” kata Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden yakin Indonesia dapat mewujudkan berbagai program lainnya, seperti memenuhi jumlah dokter umum dan jumlah dokter spesialis yang saat ini masih kurang. Angka kekurangannya, Presiden menyebut 140.000 untuk dokter umum, dan 70.000 untuk dokter spesialis.

Demi memenuhi kekurangan itu, Presiden menargetkan pada tahun ini membuka 148 program studi spesialis dan subspesialis di 57 fakultas kedokteran, serta membuka 30 fakultas kedokteran baru di sejumlah kampus di Indonesia.

“Pertama will (kehendak, red.) dulu, harus! Di hati kita, kalau kita punya niat, Insya Allah kita akan mencapai itu. We have the resources, we have to manage our resources. Kita nanti, kita lihat,” ujar Presiden. (ANT/KN)