Beranda blog Halaman 313

Bareskrim Tangkap Pemilik Akun TikTok Penyebar Ajakan Penjarahan

0

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pemilik akun media sosial TikTok yang diduga membuat dan menyebarkan konten provokatif berupa ajakan melakukan penjarahan di rumah sejumlah tokoh publik dan anggota DPR RI.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa penangkapan dilakukan pada Senin (1/9) terhadap tersangka berinisial IS (39), seorang karyawan swasta.

“Modus operandi tersangka adalah membuat dan mengunggah konten video melalui akun TikTok miliknya dengan tujuan menimbulkan rasa benci kepada individu atau kelompok tertentu berdasarkan kebangsaan, serta menghasut massa untuk melakukan penjarahan,” ujar Himawan.

Konten yang diunggah IS melalui akun @hs02775 berisi ajakan penjarahan terhadap rumah anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni dan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), Surya Utama (Uya Kuya), dan termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani.
“Dalam visualisasi konten itu terlihat jelas ajakan penjarahan,” ujar Himawan menambahkan.

Barang bukti yang disita penyidik kepolisian dari tersangka berupa satu KTP, satu unit telepon genggam, serta akun TikTok @hs02775 yang memiliki 2.281 pengikut. Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri sejak 2 September 2025.

Atas perbuatannya, IS disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.

Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 160 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara dan Pasal 161 ayat (1) KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
Sebagaimana diketahui penangkapan tersangka ini merupakan salah satu hasil dari patroli siber yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sejak 23 Agustus 2025.

Sebanyak 592 akun dan konten provokatif telah diblokir bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. (ANT/KN)

Enam Jasad Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Helikopter di Tanah Bumbu

0

TANAH BUMBU – Tim Anggrek 1 Cabang Nangka, Remisor, sebagi saksi yang pertama menemukan bangkai Helikopter BK117 D3, mengatakan potongan badan enam jasad masih bisa terdeteksi, pasca kecelakaan helikopter di kawasan hutan Gunung Belumutan, Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Remisor di Posko 3 Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Rabu malam, mengatakan setelah berada di lokasi penemuan pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA, lebih dari 50 meter terlihat seorang jasad dengan kulit berwarna putih dan badan besar dengan posisi tengkurap.

“Di sekitar helikopter yang hangus ini, kayu dan pohon-pohon rusak, sepertinya bekas heli jatuh,” ujar dia.

Setelah itu, Remisor melihat beberapa jasad di sekitar bangkai helikopter yang hangus.

“Kalau tidak salah saat pembongkaran, ada enam jasad yang masih bisa dideteksi. Sisanya hangus terbakar,” ungkapnya.

Remisor menjelaskan jasad itu kemungkinan ada enam badan yang terpotong-potong. Potongan bagian tubuh terpisah, ada bagian kepala, ada kaki, dan ada bagian badan.

“Jadi tadi kami hitung sekitar enam jasad bisa dideteksi, sisanya hangus terbakar,” tuturnya.

Dari enam potongan badan manusia yang terdeteksi, Remisor mengatakan ada dua jasad yang hampir utuh untuk dikenali.
Sebelum menemukan helikopter hangus di lokasi, Remisor yang merupakan warga Desa Emil Baru pada Senin (1/9) sebelum pukul 09.00 WITA, sedang mengantar anak ke sekolah.

Saat akan kembali ke rumah, dia dan warga lain tiba-tiba melihat ke arah atas ada helikopter lewat dengan bunyi yang asing dari biasanya.

Kemudian, helikopter itu menjauh dan hilang tertutup kabut di sekitar gunung.

“Awalnya saya sudah curiga kok suara helikopter ya beda dan berasap, biasanya suara helikopter gagah, tapi ini bunyinya terrrrrkkkkk,” ujar Remisor. (ANT/KN)

Kapten Timnas U-23 Minta Maaf Usai Indonesia Ditahan Imbang Laos

0

SIDOARJO – Kapten timnas U-23 Indonesia Kadek Arel meminta maaf kepada masyarakat tanah air, menyusul kegagalan Garuda Muda mengalahkan Laos pada laga pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025).

Indonesia harus puas berbagi poin dalam skor 0-0 pada pertandingan ini setelah tak mampu mencetak satu gol pun dari total 25 tembakan yang dilakukan.

“Pertama saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kita tahu juga Indonesia juga sedang berduka sekarang. Saya mewakili pemain, dan sekaligus saya sebagai kapten meminta maaf sebesar-besarnya pada seluruh masyarakat Indonesia karena kita gagal menang di pertandingan pertama,” kata Kadek saat ditemui wartawan di mixed zone Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Statistik Lapang Bola mencatat, dari 25 tembakan itu, lima di antaranya tepat sasaran dan semuanya digagalkan oleh kiper Laos Kop Lokphathip. Sebanyak 12 tembakan tak tepat sasaran, sementara delapan tembakan lainnya diblok oleh barisan pertahanan Laos.

Ketika ditanya apa yang menjadi hambatan di lapangan, bek tengah Bali United itu mengatakan timnya kurang fokus dalam menyerang.

“Memang kita kurang fokus bagaimana kita menyerang. Kita tahu semua yang sudah diberikan oleh coach,” kata pesepak bola 20 tahun tersebut.

Kegagalan mencetak gol ini melanjutkan masalah yang dimiliki Garuda Muda, yang masih kesulitan mencetak gol setelah kemenangan besar 8-0 melawan Brunei Darussalam pada pertandingan pertama Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di Jakarta, Juli lalu.

Sejak laga itu, termasuk melawan Laos, Indonesia hanya sanggup menyarangkan dua gol, itu pun satu gol di antaranya adalah gol bunuh diri.

“Kita harus merubah secepat mungkin bagaimana cara kita mencetak gol,” kata Kadek.

Torehan satu poin ini membuat misi Indonesia untuk lolos ke putaran final yang dimainkan di Arab Saudi pada Januari 2026 lebih sulit karena harus memenangkan dua pertandingan berikutnya melawan Makau pada Sabtu (6/9) dan Korea Selatan pada Selasa (9/9). (ANT/KN)

Disdikbud Kukar Pastikan Kesiapan Erau 2025, Menparekraf Dijadwalkan Hadir

TENGGARONG – Jelang pelaksanaan Festival Erau 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral, guna memastikan seluruh rangkaian agenda adat tahunan ini berjalan sesuai jadwal.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebutkan bahwa Erau tahun ini akan berlangsung pada 21–29 September 2025. Namun, sejumlah rangkaian adat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sudah dimulai sejak 12 September.

“Rapat hari ini sudah kita finalkan. Semua agenda akan dilaksanakan sesuai jadwalnya. Nanti juga akan ada lagu resmi Erau yang kita rilis,” ungkap Thauhid, Rabu (3/9/2025).

Beberapa agenda utama Erau yang sudah ditetapkan antara lain pembukaan di Stadion Rondong Demang pada 21 September, ritual Beseprah pada 25 September, tradisi Belimbur pada 28 September, serta paripurna penutupan pada 29 September setelah prosesi merebahkan Tiang Ayu dan ziarah makam raja-raja Kutai.

Kehadiran tamu penting juga dipastikan bakal menambah semarak acara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dijadwalkan hadir pada 28 September, bertepatan dengan puncak acara Belimbur. “Beliau datang dari Balikpapan langsung ke Tenggarong, dengan biaya sendiri. Bahkan, suaminya juga masih memiliki ikatan kekerabatan dengan pihak kesultanan,” jelas Thauhid.

Ia menegaskan, pembagian tugas antara pemerintah daerah dan pihak kesultanan telah jelas. Pemerintah hanya menangani kegiatan seremonial seperti pembukaan, expo, dan lomba olahraga tradisional, sementara seluruh prosesi sakral tetap sepenuhnya menjadi kewenangan kesultanan.

“Kami berharap kesakralan Erau tidak berkurang, tetapi keramaiannya juga tetap dirasakan masyarakat. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ini bagian dari menjaga marwah masyarakat Kukar. Insya Allah tidak akan mengurangi nilai dan kehormatan Erau,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Jelang Erau 2025, Diskop-UKM Kukar Seleksi Pelaku UMKM untuk Isi Tenan Terbatas

TENGGARONG – Menjelang pelaksanaan Festival Erau 2025, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa jumlah tenan yang disediakan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat terbatas. Karena itu, pihaknya akan melakukan seleksi dan mekanisme khusus, agar lebih banyak pelaku usaha lokal tetap mendapat kesempatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop-UKM Kukar, Taufik Zulfiannur, menjelaskan bahwa tenda yang berada di luar arena bisa diisi dua hingga tiga pelaku UMKM per unit. Dengan 10 tenda, total bisa menampung sekitar 30 pelaku. Sementara untuk area dalam arena, kuota akan lebih selektif.

“Memang jumlahnya terbatas. Nanti kami coba padukan, misalnya pelaku UMKM kue tradisional digabung, kerajinan dengan ekraf, atau bahkan dibuat sistem selang-seling harian. Tujuannya supaya semua tetap bisa ikut meramaikan,” jelas Taufik, Rabu (3/9/2025).

Ia berharap para pelaku UMKM memahami kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit, sehingga Diskop-UKM tidak bisa memfasilitasi semua usaha secara penuh. Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan bagi UMKM yang tidak tertampung dalam tenan Erau, termasuk berkoordinasi dengan perangkat daerah lain.

Taufik menambahkan, penyediaan tenan akan dilakukan melalui kerja sama dengan event organizer (EO) yang menjadi pihak ketiga penyelenggara Erau. Namun, jika ada slot tambahan di luar yang memungkinkan, Diskop-UKM akan berupaya mengakomodir pelaku UMKM lainnya.

“Kita bekerjasama dengan EO. Kalau ada slot tambahan yang memungkinkan pelaku UMKM bisa masuk, tentu akan kita akomodir,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Mahasiswa di Paser Sampaikan Tuntutan, DPRD Paser Tanggapi Berbagai Isu

0

PASER – Menyikapi isu yang berkembang akhir-akhir ini, Aliansi Mahasiswa Paser melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser. Audiensi itu turut disambut Ketua DPRD Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi, Rabu (3/9/2025).

Audienasi yang dilangsungkan dari gabungan organisasi mahasiswa Cipayung Plus dan beberapa organisasi internal kampus ini, disebut Hendra Wahyudi, merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi berbagai isu yang tengah berkembang.

“Kami sudah memberikan jawaban atas seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa pada saat audiensi berlangsung, baik di tingkat nasional maupun daerah telah dijawab,” ujar Hendra Wahyudi.

Namun, terkait isu-isu nasional, Hendra mengakui bahwa beberapa poin di luar kewenangan DPRD Kabupaten Paser. Meski demikian, aspirasi tersebut akan menjadi catatan penting dan segera diteruskan ke tingkat provinsi maupun pusat agar mendapat perhatian serius.

“Aspirasi ini akan kami bawa ke Provinsi maupun ke Pusat karena memang beberapa tuntutan tersebut kewenangannya berada di tingkat pusat,” jelas Hendra.

Selain menyampaikan tuntutan, mahasiswa juga meminta agar mereka dilibatkan berbagai isu strategis yang sedang bergulir di tingkat daerah. Permintaan ini disambut positif oleh DPRD yang menyatakan siap membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembahasan isu-isu tersebut.

“Kami sangat menyambut baik keinginan mereka. DPRD Paser terbuka dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi adik-adik mahasiswa untuk mengikuti perkembangan isu-isu di daerah,” terang Hendra.

Ketua PC PMII Kabupaten Paser, Yarahman, menegaskan bahwa kehadiran aliansi mahasiswa bukan sekadar momentum seremonial, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.

Tujuannya, untuk memastikan aspirasi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah, tersampaikan dan mendapatkan perhatian serius dari lembaga legislatif. Dari hasil audiensi, DPRD Paser menyepakati beberapa poin tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa.
Yarahman menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi sorotan dalam pembangunan manusia di Paser, yaitu sektor kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.

Meski data resmi pemerintah daerah menyebutkan IPM Kabupaten Paser telah mencapai 70 persen, fakta di lapangan menunjukkan posisi Paser masih berada di urutan ketujuh dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.

“Para mahasiswa menilai bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Paser masih sangat lemah dan belum mampu mendorong peningkatan IPM secara signifikan,” tegas Yarahman.

Dalam penyampaian aspirasi, Yarahman menyatakan bahwa aliansi mahasiswa lebih memilih jalur audiensi ketimbang melakukan aksi demonstrasi seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Ia menegaskan bahwa gerakan menyampaikan tuntutan yang jelas dan tidak ingin memicu kegaduhan.

“Kami ingin fokus pada apa yang kami tuntut dan berharap DPRD serta pemerintah daerah dapat menindaklanjuti secara serius. Kami tidak ingin ada gerakan tambahan yang justru berpotensi menimbulkan kericuhan,” ujar Yarahman.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Aliansi Mahasiswa Paser untuk mengawal aspirasi masyarakat serta meningkatkan sinergi antara mahasiswa dengan lembaga legislatif di daerah. Ia berharap dapat menjadi contoh positif bagi penyampaian aspirasi di wilayah lain.

Pewarta: Abika Ramadhan

Diplomat RI di Peru Tewas Usai Ditembak Orang Tak Dikenal

0

JAKARTA – Seorang diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Lima pada Senin malam (1/9/2025) waktu setempat.

Menurut laporan media setempat Panamericana Television, yang dipantau di Jakarta pada Selasa, diplomat tersebut meninggal setelah ditembak tiga kali oleh seseorang yang tak dikenal beberapa meter dari tempat tinggalnya di wilayah Lince, Lima.

Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima tersebut dilaporkan sedang bersepeda bersama istrinya saat ditembak.

Ia sempat dievakuasi ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tak dapat diselamatkan.
Sang istri selamat dari penyerangan tersebut, dan ia saat ini masih di bawah perlindungan kepolisian setempat.

Menurut informasi dari pihak kepolisian setempat, Zetro baru tiba di Peru untuk tugas diplomatiknya lima bulan yang lalu. Ia diketahui sempat bertugas di KJRI Melbourne, Australia.

Kepolisian dan tim forensik setempat telah melakukan olah TKP tempat wafatnya sang diplomat. Menurut informasi dari media setempat, KBRI Lima telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Peru terkait peristiwa ini.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI baru menyampaikan pernyataan belasungkawa atas wafatnya Zetro melalui akun Instagram @kemlu_ri. (ANT/KN)

Unpas Bandung: Situasi Kampus Terkendali Usai Insiden 1 September

0

BANDUNG – Universitas Pasundan (Unpas) Bandung menyatakan kampus mereka yang terletak di Tamansari Bandung, saat ini dalam keadaan kondusif dan terkendali, setelah terjadinya kericuhan Senin (1/9) malam sampai Selasa (2/9/2025) dini hari.

“Merespon peristiwa pada 1 September 2025, kami sampaikan kampus saat ini dalam keadaan kondusif, aman dan terkendali,” kata Wakil Rektor III Unpas Dr M Budiana, membacakan pernyataan Rektor Unpas Prof Azhar Affandi di Bandung, Selasa (2/9/2025).

Unpas menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan upaya guna menciptakan kondisi yang lebih baik ke depannya pascainsiden tersebut.

“Bahwa saat ini kami telah melakukan langkah-langah dan upaya dengan berbagai pihak untuk menciptakan kondisi yang lebih baik kedepannya,” ujar Rektor Unpas.

Diketahui, video peristiwa dugaan penembakan gas air mata ke area Unpas dan Universitas Islam Bandung (Unisba) di Tamansari ini viral di media sosial Instagram. Video ini diunggah pada akun Instagram Kolektifa dan sudah ditonton hingga 112.358 kali oleh warganet.

Dikabarkan sedikitnya 12 orang menjadi korban tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi di kampus Universitas Pasundan di Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/9) malam. Namun pihak kepolisian membantah serangan itu dilakukan dengan sengaja.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menduga kericuhan yang terjadi di sekitar Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin (1/9) malam, telah direncanakan oleh sekelompok massa.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan aksi massa tersebut didesain untuk memancing aparat agar masuk ke area kampus. Namun, polisi memastikan tidak melakukan penyerangan ke dalam kampus.

“Kami menganalisa ini sudah didesain, direncanakan bahwa kami dipancing untuk menyerang kampus, tapi Alhamdulillah kami tidak melakukannya,” kata Rudi.

Kapolda menyebut massa berjumlah sekitar 150 – 200 orang berkumpul di Jalan Tamansari dengan melakukan blokade jalan, berpakaian serba hitam, menutup muka, serta membawa batu, besi, dan kayu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan tembakan gas air mata yang terjadi di sekitar Jalan Tamansari dipicu oleh serangan bom molotov dari sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga kelompok anarkis.

Hendra menjelaskan kelompok tersebut kemudian melakukan provokasi lebih jauh dengan melempar bom molotov dari dalam kampus ke arah petugas dan kendaraan, termasuk mobil rantis Brimob. Atas kondisi itu, petugas menembakkan gas air mata ke jalan raya. (ANT/KN)

Gempa Dahsyat Afghanistan, 28 WNI Dilaporkan Selamat

0

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa bumi yang terjadi di Afghanistan pada Minggu (31/8/2025).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul telah menghubungi simpul-simpul WNI di Afghanistan untuk mengecek kondisi mereka seusai gempa.

“Sampai saat ini tidak terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban gempa,” kata Judha menanggapi pertanyaan wartawan di Jakarta pada Selasa (2/9/2025).

Ia mengatakan bahwa KBRI Kabul secara berkala akan mengecek keadaan WNI yang tinggal di Afghanistan.

Menurut data Kemlu RI, ada 28 WNI yang tinggal di wilayah Afghanistan. Sebagian besar WNI tercatat tinggal di Kabul. Mereka bekerja di kantor-kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa serta organisasi nirlaba di sana.

Judha mengatakan, WNI di Afghanistan yang memerlukan bantuan dari KBRI Kabul dapat menghubungi nomor telepon +93-797-333-444.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi yang berpusat di 27 kilometer timur-timur laut wilayah Jalalabad pada kedalaman 8 kilometer terjadi pada Minggu (31/8) pukul 23.47 waktu setempat, ketika sebagian besar warga Afghanistan sedang tidur.

Bulan Sabit Merah Afghanistan di akun media sosial mereka pada Selasa (2/9/2025), menyampaikan bahwa jumlah korban yang meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Afghanistan timur pada Minggu (31/8) telah mencapai 1.214 orang.

Selain itu, gempa bumi mengakibatkan 3.251 orang cedera dan lebih dari 8.000 rumah rusak di wilayah Afghanistan. (ANT/KN)

Manokwari Dijaga Ketat, Patroli TNI-Polri Terus Diperpanjang

0

MANOKWARI – Anggota TNI dan Polri masih melanjutkan patroli gabungan di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, menyusul aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di wilayah tersebut.

“Kami tidak serta merta menarik pasukan tanpa mempertimbangkan situasi daerah. Jadi, operasi gabungan masih berlanjut,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan usai mengawal aksi unjuk rasa damai di Manokwari, Selasa (2/9/2025).

Dia menjelaskan bahwa upaya pengamanan sudah dimulai sejak 28 Agustus 2025, ketika demonstrasi yang dipicu oleh pemindahan empat tahanan politik dari Sorong ke Makassar berujung ricuh.

“Kejadian Kamis minggu lalu itu sangat disayangkan, karena dua kendaraan operasional Polresta yang dirusak massa,” katanya.

Ongky mengapresiasi aliansi mahasiswa di Manokwari yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai sesuai ketentuan.

“Saya harapkan organisasi mahasiswa atau organisasi lain bisa menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif,” kata Ongky.

Ia menyampaikan bahwa demonstrasi yang diwarnai kericuhan telah memaksa lembaga-lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Metode pembelajaran jarak jauh semacam itu, menurut dia, kurang efektif diterapkan di daerah yang tidak semua peserta didiknya memiliki sarana akses internet dan penunjang pembelajaran memadai.

“Semoga situasi segera kembali seperti sediakala supaya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” kata Ongky. (ANT/KN)