Beranda blog Halaman 293

Pemkab Kukar Pastikan Beasiswa Idaman Tahap II Terbayar Lewat APBD Perubahan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik dengan memastikan pembayaran Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyebut kepastian itu menjadi salah satu prioritas utama dalam Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025.

“Kemarin sudah kita tambahkan kekurangannya sekitar Rp 16 miliar. Anggaran itu sudah kita masukkan ke APBD Perubahan. Insya Allah bisa terlaksana,” tegas Sunggono.

Sebelumnya, realisasi beasiswa sempat tersendat akibat membengkaknya jumlah penerima. Dari kuota awal 1.347 orang, yang lolos verifikasi membengkak hingga 4.015 penerima. Lonjakan itu membuat alokasi dalam APBD murni hanya mencukupi sebagian pembayaran.

Kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan masyarakat. Namun, pemkab menegaskan hak penerima tetap dijamin, dengan sisa pembayaran dialihkan pada tahap kedua setelah penyesuaian anggaran dilakukan.

Tak hanya soal beasiswa, Sunggono menambahkan APBD Perubahan 2025 diarahkan untuk memperkuat layanan dasar publik sekaligus memastikan target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa tercapai.

“Sekarang sudah tahun terakhir RPJMD, jadi semua target harus kita maksimalkan,” ujarnya.

Ia juga menilai peran media sangat penting dalam menjaga transparansi pengelolaan keuangan daerah. “Terima kasih kepada rekan-rekan media yang terus mengawasi dan memberikan perhatian terhadap kebijakan Pemkab,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Muara Muntai Hampir Tuntas Nikmati Layanan Air Bersih, Tersisa Satu Desa

TENGGARONG – Akses air bersih yang lama dinantikan warga Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini hampir sepenuhnya terwujud. Dari 13 desa yang ada, hanya satu desa yang belum terlayani secara maksimal.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, menilai perkembangan ini sebagai hasil nyata kerja bersama pemerintah kecamatan, desa, dan dinas teknis. Dimana konsisten memperjuangkan kebutuhan dasar warga.

“Alhamdulillah, hampir semua desa di Muara Muntai sudah terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” ujarnya.

Satu-satunya desa yang masih menunggu optimalisasi adalah Desa Batu, wilayah yang berbatasan dengan Tanjung Batu. Mulyadi menjelaskan jaringan pipa sudah terpasang, namun suplai belum stabil lantaran keterbatasan mesin pompa.

“Cuma tinggal Desa Batu. Tahun ini kami dapat informasi dari Perkim akan ada penambahan daya mesin untuk memperkuat jaringan,” terangnya.

Menurut Mulyadi, layanan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung pada kesehatan, kesejahteraan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. “Air bersih sangat penting. Masyarakat harus bisa menikmatinya secara merata,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan akan terus mengawal koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar agar program penambahan daya pompa segera terealisasi.

Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, seluruh desa di Muara Muntai diproyeksikan akan terhubung layanan air bersih pada 2025. Mulyadi menyebut capaian itu akan menjadi pondasi penting pembangunan dasar di kecamatan pesisir dan dataran rendah tersebut. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Peningkatan SDM Jadi Fokus Utama Pembangunan Berau

BERAU – Kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan di Kabupaten Berau. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembangunan fisik tidak akan bermakna apabila masyarakat tidak sehat dan kurang mendapatkan akses pendidikan yang memadai.

“Masyarakat yang sehat dan berpendidikan adalah kunci utama dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Bupati Sri.

Untuk itu, Pemkab Berau menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam program kerja.

Peningkatan mutu layanan pendidikan, penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih merata, serta kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat terus diupayakan pemerintah daerah.

Bupati mengatakan, penguatan kualitas SDM merupakan pondasi yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk daya saing ekonomi, perkembangan teknologi, dan dinamika global.

“Kami ingin masyarakat Berau memiliki bekal yang cukup untuk berkembang dan mampu bersaing,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Berau juga berkomitmen memperluas program beasiswa, mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga memperbaiki layanan kesehatan dasar di kampung-kampung terpencil.

“Dengan langkah itu, kami berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Menuju Birokrasi Modern, Pemkab Berau Fokus Perluas Layanan Berbasis Teknologi

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Salah satu agenda penting yang tengah dijalankan adalah mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pelayanan publik.

Menurutnya, teknologi digital diyakini mampu menciptakan birokrasi yang lebih responsif sekaligus memangkas proses pelayanan yang rumit.

“Digitalisasi layanan menjadi salah satu strategi kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan efisien,” ujarnya.

Upaya transformasi digital tersebut, kata dia, mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga pelayanan dasar lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan kualitas jaringan internet serta sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan sistem digital secara optimal.

Bupati Sri menambahkan, penerapan sistem berbasis teknologi bukan hanya sekadar modernisasi, melainkan juga bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang adil, transparan, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kemudahan dan kepastian ketika berurusan dengan pemerintah,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Pemkab Berau Prioritaskan Penanggulangan Kemiskinan dan Penciptaan Lapangan Kerja

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan ekonomi di daerah. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menuturkan bahwa upaya tersebut menjadi salah satu prioritas utama pembangunan.

Menurutnya, langkah strategis dilakukan melalui penciptaan peluang kerja baru serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara merata.

“Setiap warga harus punya kesempatan untuk berkembang. Sehingga, kami mendorong penciptaan lapangan kerja dan kemudahan berusaha, terutama di sektor strategis lokal,” ungkapnya.

Dikatakannya, sektor potensial seperti pertanian, perikanan, pariwisata, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) akan terus didorong agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Pemerintah daerah, kata dia, juga berupaya menghadirkan berbagai program pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya. Pemerintah hadir untuk membuka jalan agar mereka lebih berdaya,” tegasnya.

Langkah ini, lanjut Bupati, juga sejalan dengan misi Pemkab Berau dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif.

“Kami berharap angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi generasi muda kita,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Hari Ini Angela–Suhuk Dilantik, Saatnya Mahulu Membangun!

HARI INI, Selasa (23/9/2025), menjadi catatan tersendiri bagi saya. Untuk pertama kalinya, saya mendapat undangan resmi menghadiri acara ramah tamah pelantikan kepala daerah.

Undangan itu dikirim langsung Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu), tertulis jelas nama institusi: Pimpinan Media Kaltim. Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar seremonial. Ada rasa istimewa, karena Mahulu adalah satu-satunya daerah di Kaltim yang kepala daerahnya baru dilantik setelah melewati jalan panjang: pemungutan suara ulang (PSU) dan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pelantikan Angela Idang Belawan dan Suhuk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu periode 2025–2030 digelar di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Dan malamnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Fugo Hotel, Samarinda.

Acara ini mengumpulkan banyak pihak. Mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Saya mendapat informasi awal dari Kepala Biro Kubar-Mahulu Media Kaltim, Taufiq Hartommy, yang akrab saya panggil Ichal. Bahkan ia menyampaikan pesan khusus dari Humas Pemkab Mahulu agar memastikan pimpinan Media Kaltim hadir.

Mengikuti proses panjang Pilkada Mahulu sejak PSU, saya tahu betul betapa melelahkannya tarik-menarik klaim kemenangan. Putusan MK pada 8 Juli 2025 akhirnya menutup semua sengketa. Permohonan Novita Bulan–Artya Fathra Marthin ditolak karena tidak memenuhi ambang batas selisih suara. Tudingan politik uang pun terbantahkan. Angela–Suhuk dinyatakan sah sebagai pemenang dengan selisih 2.302 suara. Putusan ini final, mengikat, dan menutup ruang gugat.

Kini, seluruh proses itu bermuara pada pelantikan hari ini. Gladi bersih sudah dilakukan, pengamanan disiapkan, dan masyarakat menanti dengan harapan: Mahulu kembali damai, kembali bersatu. Saya mencatat pernyataan Angela. “Kami ingin masyarakat Mahulu kembali guyub seperti dulu, sehingga kita bisa membangun bersama-sama,” tandasnya.

Bagi saya, Demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana kita menata ulang kehidupan bersama setelah semua perbedaan usai.

Ramah tamah di Fugo Hotel malam ini menjadi ajang rekonsiliasi. Wadah untuk merajut kembali kebersamaan. Tidak ada lagi kubu 01, 02, atau 03. Yang ada hanya Mahulu, dengan seluruh energi dan potensinya

Dalam konteks pelantikan ini, saya merasa undangan yang saya terima punya makna lain. Media bukan hanya pelengkap acara, melainkan mitra strategis yang harus mengawal jalannya pemerintahan baru. Sebab demokrasi tanpa pengawasan publik akan menjelma jadi kekuasaan tanpa batas.

Mahulu telah melewati satu tahun penuh drama. Energi masyarakat terkuras untuk urusan sengketa. Kini saatnya energi itu diarahkan untuk pembangunan. Angela–Suhuk punya beban besar sekaligus kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mandat rakyat tidak disia-siakan. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga keterisolasian kampung-kampung di perbatasan adalah PR nyata yang menunggu.

Pelantikan ini bukan akhir, tapi awal. Tugas kita bersama mengawal Mahulu agar keluar dari konflik politik dan bergerak dengan kerja nyata. Ramah tamah malam ini saya maknai sebagai awal pemulihan: Mahulu butuh persatuan, bukan perpecahan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Tindaklanjuti Rekomendasi DPR RI, Pemkab Manokwari Segera Tertibkan Tambang Ilegal

0

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat melakukan koordinasi guna menindaklanjuti rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait penertiban aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Distrik Wasirawi, yang selama bertahun-tahun merugikan negara, daerah, dan masyarakat.

Bupati Manokwari Hermus Indou di Manokwari, Senin (22/9/2035), mengatakan Komisi III DPR RI telah memberi rekomendasi pada Pemkab Manokwari mengambil langkah konkret dalam menertibkan pertambangan ilegal di Distrik Wasirawi serta memberikan perlindungan dan rehabilitasi terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar.

“Penertiban harus kita lakukan supaya pengelolaan pertambangan emas yang merupakan kekayaan alam Manokwari dapat berjalan sesuai aturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama kurun 2018-2025, kerugian akibat aktivitas tambang ilegal tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp4 triliun.

Dimana hasil pertambangan ilegal tidak sepeserpun masuk sebagai penghasilan daerah dan telah menyebabkan kerugian baik dari sisi ekonomi, kerusakan lingkungan, sosial masyarakat, maupun stabilitas keamanan. Padahal, nilai fantastis tersebut semestinya bisa menjadi pemasukan negara maupun daerah jika dikelola secara resmi.

“Pertambangan harus dikelola secara bijaksana agar tidak merusak lingkungan dan tetap memberi manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, merupakan hal yang wajar jika pemerintah mengatur pertambangan di wilayahnya sehingga memiliki dampak positif bagi masyarakat luas, hasilnya dinikmati negara, daerah, dan masyarakat.

Ia mencontohkan, beberapa daerah yang sudah menikmati pertambangan legal seperti di Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Mimika yang mampu memberikan manfaat luas melalui skema bagi hasil. Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak mendukung Pemkab Manokwari untuk menghentikan praktik tambang ilegal yang hanya menguntungkan oknum tertentu.

“Kekayaan alam di Wasirawi bukan milik pribadi. Itu adalah kekayaan masyarakat Arfak, bahkan kekayaan seluruh rakyat Papua. Jangan main curi-curi sendiri. Semua harus resmi supaya manfaatnya bisa dirasakan bersama, baik negara, daerah, masyarakat adat, maupun warga lainnya,” tegasnya.

Bupati juga menekankan, filosofi masyarakat adat Arfak adalah tidak hidup untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bersama. Ia berharap seluruh pihak menghentikan aktivitas tambang ilegal demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Karena itu, semangat leluhur harus dijaga dengan mengelola kekayaan alam secara resmi, transparan, dan adil. (ANT/KN)

KSP: Kenaikan Gaji ASN 2025 Belum Pasti, Perlu Hitung Ulang Kondisi Keuangan

0

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan gaji aparatur sipil negara (ASN) belum dapat dipastikan naik pada tahun 2025, meskipun rencana kenaikan gaji itu tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 79/2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.

Qodari menjelaskan meskipun telah diatur dalam Perpres No. 79/2025, kenaikan gaji itu tidak otomatis berlaku karena ada serangkaian tahapan yang harus dilakukan oleh pemerintah.

“Sampai saat ini, kebijakan kenaikan gaji belum dapat dipastikan. Rencana kebijakan ada dalam lampiran Perpres No. 79/2025 sebagai pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pada 30 Juni 2025. Pengalaman menunjukkan bahwa ada rencana-rencana kebijakan yang tercantum dalam RKP, tetapi tidak atau belum bisa dilaksanakan di tahun bersangkutan. Misalnya, cukai minuman berpemanis dalam kemasan, pajak karbon, dan lain-lain,” kata M. Qodari menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui pada sela-sela kegiatannya di Kantor Staf Presiden RI, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Qodari melanjutkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sejauh yang dia ketahui, juga belum membahas rencana kenaikan gaji ASN itu dengan Kementerian Keuangan.

“Untuk teman-teman cek ulang, sebetulnya kenaikan gaji untuk ASN itu baru tahun lalu, mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2024. Jadi, terakhir baru tahun lalu (ASN) naik gaji,” ujar Qodari.

Dia juga berpendapat kenaikan gaji itu juga perlu menghitung kondisi keuangan negara jika kebijakan itu nantinya diberlakukan untuk 4,7 juta aparatur sipil negara.

Anggaran yang dialokasikan untuk gaji ASN saat ini sekitar Rp178,2 triliun per tahun, tetapi angka itu belum termasuk tunjangan-tunjangan termasuk tunjangan hari raya (THR).

“Apabila dilakukan peningkatan secara moderat, saya gak usah sebut moderat, (kenaikan) angka 8 persen aja lah, pokoknya seperti kenaikan gaji tahun 2024, maka akan dibutuhkan tambahan minimal Rp14,24 triliun pada RKP. Nah ini dia. Jadi, intinya diperlukan perhitungan keuangan dan kondisi keuangan yang lebih baik, atau yang bisa memenuhi kondisi, dan ya kebutuhan untuk kenaikan gaji ini,” ujar M. Qodari.

Perpres No.79/2025, sebagaimana dikutip dari bagian lampiran, memuat rencana kenaikan gaji untuk ASN, khususnya untuk guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, anggota TNI/Polri, dan pejabat negara.

Tidak hanya rencana naik gaji, pemerintah juga berencana meningkatkan sistem penilaian untuk ASN.

Terlepas dari rencana itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di kantornya, Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Senin (22/9/2025), mengaku belum membahas rencana kenaikan gaji untuk ASN.

“Sepertinya belum (dihitung, red.),” kata Purbaya. (ANT/KN)

Sanly Liu Raih Mahkota Miss Universe Indonesia 2025

0

JAKARTA – Sanly Liu resmi dinobatkan menyandang gelar Miss Universe Indonesia 2025 (MUID25) dalam putaran grand final yang digelar di Jakarta pada Senin (22/9/2025) malam.

“Congratulation Sanly Liu menjadi Miss Universe Indonesia 2025,” kata pembawa acara grand final Miss Universe Indonesia 2025.

Sanly Liu dinobatkan sebagai juara kontes kecantikan Miss Universe Indonesia 2025 diberikan Mahkota Jiwanta yang dipakaikan langsung oleh Miss Universe Indonesia 2024, Clara Shafira.

Mahkota Jiwanta dihadirkan untuk Miss Universe Indonesia 2025, yang diambil dari bahasa Sanskerta, Jivanta yang bermakna kehidupan yang senantiasa tumbuh, bertahan, dan kembali lebih kuat.

National Director Miss Universe Indonesia 2025, Kelly Tandiono memakaikan selempang Miss Universe Indonesia 2025 dan memberikan bunga kepada Sanly Liu.

Sebagai Miss Universe Indonesia 2025, Sanly Liu akan mewakili Indonesia dalam ajang kontes kencantikan dunia, Miss Universe 2025 yang akan berlangsung di Thailand.

Dalam babak Top 3, Sanly tampil dengan jawaban lugas yang memikat dewan juri dalam sesi tanya jawab. Dia menyampaikan pandangannya dalam Bahasa Inggris mengenai seorang pemimpin masa kini harus memiliki transparansi.

“Indonesia, dengan semua generasi mudanya, kita semua sebenarnya sangat cerdas, dan kita harus memiliki kesempatan untuk membuktikan kepada pemimpin dan pemimpin harus memiliki transparansi,” tutur Sanly.

Selain meraih gelar Miss Universe Indonesia 2025, Sanly Liu juga mendapat penghargaan kategori sebagai fan favorite atau finalis favorit penggemar.

Dalam babak Top 3, Sanly unggul dari dua finalis lain, yakni Rita Nurmaliza dari Riau yang dinobatkan sebagai 1st Runner Up dan Kirana Larasati dari Jakarta sebagai 2nd Runner Up Miss Universe Indonesia 2025.

Selain itu, gelaran Miss Universe 2025 juga memberikan penghargaan dalam ketegori Miss Elegance yang diberikan Merry Puteri dari Jawa Tengah.

Adapun ketiga finalis tersebut sebelumnya berhasil lolos dalam jajaran pada babak Top 6 Miss Universe Indonesia 2025. Pada babak Top 6 Miss Universe Indonesia 2025 itu terpilih Khaura Baraba (DKI Jakarta – 23 tahun), Sanly Liu (Bali – 29 tahun), Kirana Larasati (Jakarta – 38 tahun), Rita Nurmaliza (Riau – 29 tahun), Merry Puteri (Jawa Tengah -24 tahun), Chanceline Ebel (DKI Jakarta – 23 tahun).

Sebelumnya, ajang bergengsi Zetrix Miss Universe Indonesia 2025 dalam tahap grand final itu diikuti 16 finalis dari berbagai latar belakang dan daerah telah mengikuti tahap audisi offline. (ANT/KN)

Bulog Pastikan Stok Beras Aman 3,9 Juta Ton hingga Akhir 2025

0

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan cadangan beras pemerintah (CPB) sebesar 3,9 juta ton tersedia aman hingga akhir tahun demi menjamin stabilitas komoditas pangan tersebut secara nasional.

“Dengan stok 3,9 (juta ton beras) itu mampu memasok sampai akhir tahun, sampai Desember nanti,” kata Rizal ditemui ANTARA seusai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Dia menyampaikan stok itu setelah sebagian telah didistribusikan untuk bantuan pangan kepada masyarakat sesuai instruksi pemerintah pusat. Dimana sebelumnya hingga Juli 2025, Bulog mencatat stok CBP mencapai 4,2 juta ton.

“Yang satu koma juta sekian (stok CBP) kan sudah didistribusikan untuk bantuan pangan (beras) dan sebagainya. Jadi ini tinggal 3,9 (juta ton) sekarang (stok cadangan beras pemerintah),” ujarnya.

Dikatakan, penyerapan gabah dari petani telah mencapai 100 persen dari target 3 juta ton, menjadi bukti komitmen Bulog mendukung produksi dalam negeri dan menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan nasional.

Meski target penyerapan telah terpenuhi, Bulog menegaskan proses serapan gabah masih terus berjalan sesuai petunjuk teknis Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan harga Rp6.500 per kilogram gabah kering panen.

Program penyerapan gabah diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas stok beras nasional, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani melalui harga yang layak dan perlindungan dari tengkulak yang merugikan.

Rizal mengingatkan, petani agar menjual gabah dalam kondisi matang dan siap panen sehingga kualitas beras terjaga, menghasilkan stok cadangan berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

“Jadi harapannya kepada para petani, gabah yang dijual ke Bulog itu adalah gabah yang betul-betul dalam kondisi baik dan betul-betul matang, siap panen dan kering,” bebernya.

Ia menambahkan, dengan stok 3,9 juta ton beras yang masih tersimpan, Bulog memastikan cadangan pangan nasional aman hingga Desember 2025, sesuai arahan Bapanas untuk menjamin ketahanan pangan sepanjang tahun.

Ia menegaskan pihaknya siap menjalankan peran sebagai operator pelaksana kebijakan pangan pemerintah, memastikan distribusi beras tepat sasaran, serta mendukung kemandirian pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Sebelumnya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan produksi beras nasional pada 2025 diproyeksikan surplus 3,5 juta ton sehingga kebutuhan dalam negeri tercukupi tanpa perlu melakukan impor beras dari negara lain hingga akhir tahun.

“Menurut catatan BPS (Badan Pusat Statistik), maka di akhir Desember (2025) nanti diperkirakan (produksi beras) surplus 3,5 juta ton dibanding tahun lalu, sehingga bisa dipastikan, insya Allah kalau ini berjalan sebagaimana mestinya, harusnya kita tidak impor beras di tahun ini,” kata Wamentan di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Wamentan menyampaikan produksi beras nasional hingga akhir tahun 2025 diperkirakan mencapai 33 hingga 34 juta ton. Angka itu menunjukkan surplus sekitar 3,5 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita, berdasarkan hitungan sementara ini, produksi beras (hingga akhir tahun 2025) sekitar 33 atau 34 juta ton ya hasil produksi kita, surplus tiga koma sekian juta ton. Sesuai dengan prediksinya,” katanya. (ANT/KN)