Beranda blog Halaman 287

Polda Jatim Kerahkan Tim DVI Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny

0

SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu evakuasi dan identifikasi korban runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9).

“Tim DVI sudah membentuk posko bersama tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi dan identifikasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Jules Abraham Abast di Sidoarjo, Selasa.

Hingga kini total 102 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut 91 orang melakukan evakuasi mandiri dan 11 orang dievakuasi tim SAR dan 101 orang selamat.

Polda Jatim juga mengerahkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brigade Mobil (Brimob), serta didukung tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo untuk evakuasi dan pengamanan lokasi.

”Korban sudah dibawa ke tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit (RS) Siti Hajar, RS Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo,” ungkapnya.

Aparat kepolisian bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta relawan masih melakukan penyisiran di puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Sebelumnya Kantor SAR Surabaya di Jawa Timur menerima laporan insiden terjadi Senin (29/9) sore sekitar pukul 15.35 WIB saat kegiatan pengecoran bangunan tengah berlangsung sejak pagi. Diduga fondasi tidak kuat sehingga bangunan bertingkat itu runtuh hingga lantai dasar.

Tim SAR menghadapi tantangan karena kondisi reruntuhan bangunan cukup padat dan medan yang sempit sehingga peralatan ekstrikasi digunakan untuk mempercepat pembukaan akses menuju lokasi korban.

Basarnas berusaha secara maksimal untuk menolong santri yang terjebak runtuhan bangunan dengan mengerahkan personel SAR berkemampuan terbaik, termasuk regu Basarnas Spesial Grup (BSG) dari Jakarta dan regu penolong dari beberapa Kantor SAR terdekat. (ANT/KN)

Mendagri Minta Pemda Efisien dan Inovatif Hadapi Dinamika TKD

0

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah mengambil langkah strategis efisiensi dan inovasi daerah dalam menyikapi dinamika transfer ke daerah (TKD).

“Perlu ada langkah antisipatif dan strategi yang jelas agar dinamika transfer ke daerah tidak mengganggu program pembangunan maupun pelayanan masyarakat,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Dia mengatakan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rapat Konsinyering Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat.

Ia mengingatkan jajaran Kemendagri meningkatkan peran pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah (pemda). Hal ini diperlukan agar setiap kebijakan pusat dapat terlaksana secara efektif di daerah meski di tengah pengalihan TKD.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) agar pengalihan TKD mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah. Dengan demikian, pemda tetap mampu menjalankan tugas sesuai undang-undang (UU), termasuk menyangkut pelayanan dasar.

Ia menjelaskan setidaknya terdapat empat langkah yang harus diperhatikan pemda. Pertama, melakukan efisiensi anggaran pada pos perjalanan dinas, rapat-rapat, serta pemeliharaan maupun perawatan sarana dan prasarana kantor.

Kedua, menggali potensi pendapatan baru yang tidak membebani masyarakat kecil, seperti adanya pajak alat berat, pajak restoran, dan pajak air tanah. Pemda juga dapat menghidupkan sektor swasta melalui kemudahan berusaha dan mendorong efektivitas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga keberlanjutan fiskal daerah tetap terjaga.

Ketiga, pemda memanfaatkan program-program prioritas pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Menurut dia, sinergi dengan agenda nasional akan memperkuat pembangunan daerah.

Keempat, ia mendorong lahirnya inovasi dan terobosan kreatif di setiap daerah.
Ia mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) yang membuka peluang ekspor tanaman hortikultura ke Singapura. Inovasi tersebut dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperluas akses pasar internasional.

“Daerah harus berani mencari terobosan baru yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Dengan begitu, meskipun terjadi dinamika TKD, roda pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ujar Tito.

Forum konsinyering tersebut dirancang untuk memastikan penyusunan rencana kerja dan anggaran Kemendagri pada 2026 berlangsung secara komprehensif.

Setiap unit kerja diberi kesempatan memaparkan capaian serta kebutuhan, kemudian Mendagri melakukan pendalaman guna memastikan keselarasan dengan arah kebijakan pemerintah pusat. (ANT/KN)

Wabup Gamalis Dukung Event Olahraga, Dorong Prestasi Atlet dan Ekonomi Masyarakat

BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan berbagai event olahraga yang semakin sering digelar di Kabupaten Berau.

Menurutnya, kegiatan seperti turnamen basket, voli, dan futsal membawa dampak positif yang besar, baik bagi peningkatan kualitas atlet lokal maupun bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

Gamalis menegaskan, kehadiran event olahraga tidak hanya sebatas ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan serta peningkatan jam terbang atlet di berbagai cabang olahraga.

“Kegiatan olahraga seperti ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding para atlet kita. Semakin banyak event digelar, maka semakin terasah pula kualitas mereka. Ini bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah turnamen yang sukses digelar, seperti Basket, Turnamen Voli Antar-Kecamatan, serta Futsal Berau. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus mendapat dukungan semua pihak, karena mampu membuka peluang besar bagi atlet-atlet lokal untuk meniti jenjang lebih tinggi.

“Anak-anak muda kita banyak yang berbakat, tinggal bagaimana kita menciptakan panggung bagi mereka,” tambahnya.

Selain aspek olahraga, Gamalis juga menyoroti dampak ekonomi dari setiap event yang digelar. Menurutnya, turnamen yang menghadirkan peserta maupun penonton dari berbagai daerah dapat menghidupkan kembali aktivitas UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi acara.

“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal ekonomi. Ketika ada turnamen, penonton datang, peserta hadir dari berbagai daerah, maka UMKM kita bisa hidup. Mereka bisa berjualan makanan, minuman, dan lain-lain,” ungkapnya.

Gamalis menilai geliat ekonomi lokal yang muncul dari aktifnya event olahraga merupakan efek domino positif yang sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta mendukung ekonomi kerakyatan.

Ia menambahkan, Pemkab Berau akan terus mendorong peningkatan fasilitas olahraga, baik dari sisi infrastruktur maupun dukungan pendanaan untuk penyelenggaraan event-event berkualitas, termasuk yang bertaraf regional hingga nasional.

“Kami ingin Berau menjadi tuan rumah yang baik untuk setiap ajang olahraga,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Bupati Dorong Promosi Kuliner Khas Berau

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih, mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk terus mempromosikan kuliner khas daerah, seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul, sebagai bagian dari daya tarik wisata di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, Berau memiliki potensi luar biasa, mulai dari sumber daya alam, pariwisata, budaya, hingga sejarah. “Makanan khas ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata Berau,” ujarnya.

Sebagai upaya pelestarian kuliner tradisional, Disbudpar Berau berkolaborasi dengan TP PKK Berau menggelar lomba memasak Ancur Paddas dan Puncak Rasul dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau.

Sri Juniarsih juga mengajak generasi muda untuk mempelajari dan menguasai teknik memasak kuliner khas Berau. “Hal ini penting sebagai bentuk regenerasi ilmu sekaligus melestarikan kuliner tradisional,” katanya.

Ia menegaskan, diperlukan langkah strategis dalam promosi agar wisata kuliner khas Berau mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menekankan bahwa Ancur Paddas dan Puncak Rasul merupakan kuliner khas yang wajib dijaga kelestariannya. “Kita ingin masyarakat tahu bahwa inilah kuliner khas Berau. Setelah itu dilestarikan dan dibuat sejarahnya,” bebernya.

Sebagai bentuk promosi, pihaknya telah meminta hotel, penginapan, dan cottage di Berau untuk menyajikan sarapan berupa Ancur Paddas atau Puncak Rasul kepada wisatawan. “Saya harap langkah ini konsisten, sehingga sosialisasi kuliner khas Berau semakin meluas,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Bapemperda DPRD Paser Bahas 16 Usulan Raperda 2026

0

PASER – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser tengah menyusun Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) sebagai instrumen perencanaan untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) pada 2026 mendatang.

Penyusunan itu dilakukan antara Anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Paser bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser yang berlangsung di Ruang Rapat Panyembolum, Sekretariat DPRD Kabupaten Paser, Senin (29/9/2025).

Anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Paser, Abdul Azis, menyatakan pertemuan tersebut membahas 16 usulan Raperda. Di antaranya 11 usulan dari Pemkab Paser dan lima usulan yang diprakarsai oleh DPRD Kabupaten Paser.

“Kami membahas enam belas usulan, ada 11 dari pemda dan lima dari kami,” katanya.

Lima usulan yang diberikan oleh DPRD Kabupaten Paser itu yakni tentang fasilitasi pondok pesantren, tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, penanggulangan kemiskinan terpadu, raperda tentang kepemudaan dan terkait hiburan malam.

“Rincian usulan dari pemda akan dikaji lebih lanjut bersama sekretaris daerah pada pertemuan selanjutnya,” tambahnya.

Kendati begitu, Aziz menyebut tidak semua raperda akan otomatis masuk dalam pembahasan karena harus mempertimbangkan efisiensi anggaran. Ia menilai meskipun semua usulan yang diberikan merupakan hal yang penting, tapi penyesuaian dengan kemampuan anggaran.

“Semua usulan baik dan penting. Namun tetap harus memperhatikan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Untuk diketahui, Propemperda merupakan instrumen perencanaan untuk menyusun peraturan daerah (Perda) secara terencana, terpadu, dan sistematis. Fungsi utamanya adalah menjadi daftar urutan prioritas dan rencana pembentukan Perda setiap tahun anggaran.

Pertemuan itu turut dihadiri Abdul Azis, Zulfikar Yuliskatin, Acong Aspiyek, Andi Muhammad Rizal, Basri M, Syukran Amin, Sekretaris Bapamperda, M Iskandar Zulkarnain serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dilingkungan Pemkab Paser.

Pewarta: Abika Ramadhan

Kartu Pers Dicabut Istana: Kebebasan Jurnalis atau Nyali Penguasa yang Terkikis?

SAYA masih ingat peristiwa di Kaltim beberapa waktu lalu. Seorang ajudan Gubernur Kaltim sempat menghalangi wartawan yang hanya ingin menjalankan tugasnya: mengajukan pertanyaan di luar konteks acara.

Banyak yang menganggap insiden itu sepele atau hanya salah paham di lapangan. Padahal ini tak bisa diremehkan. Menunjukkan relasi antara penguasa dan pers kian renggang. Apa yang kini terjadi di Jakarta, ketika Biro Pers Sekretariat Presiden mencabut kartu liputan wartawan CNN Indonesia, semakin mempertegas kekhawatiran itu.

Nama jurnalis itu Diana Valencia. Kartu identitas liputannya di Istana dicabut setelah ia menyampaikan konfirmasi kepada Presiden Prabowo Subianto soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah jadi sorotan, bahkan dikaitkan dengan kasus keracunan massal pelajar.

Konfirmasi yang wajar. Relevan, dan mewakili keresahan publik. Namun bukan jawaban yang ia peroleh, melainkan pencabutan akses liputan. Pada 27 September 2025 malam, petugas Biro Pers bahkan mendatangi kantor CNN untuk mengambil langsung kartu identitas tersebut.

CNN Indonesia tentu bereaksi. Mereka melayangkan surat resmi ke Biro Pers dan Menteri Sekretaris Negara, meminta klarifikasi dan dasar hukum pencabutan. Namun yang muncul hanya alasan “keberatan” atas konfirmasi itu.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sekadar menyebut akan mencari “jalan keluar terbaik.” Jalan keluar macam apa? Dalam demokrasi, hak pers tidak bisa diperlakukan sebagai kebijakan selera.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kiri) didampingi jajaran kabinet Merah Putih memberikan keterangan pers ketika tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 27 September 2025. Antara/Galih Pradipta

Dewan Pers pun angkat suara. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengingatkan, Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan agar tindakan tersebut tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik. “Semua pihak wajib tunduk pada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegasnya.

Lebih keras lagi, anggota Dewan Pers, Abdul Manan, menyebut pencabutan itu sebagai pelanggaran kebebasan pers.

Nada serupa datang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menyatakan keprihatinan dan mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai fondasi demokrasi.

Forum Pemimpin Redaksi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim ikut mengecam. Ketua Forum Pimred SMSI Kaltim, Endro S. Efendi, menyebut, tindakan tersebut merupakan preseden buruk bagi iklim kebebasan pers di Indonesia dan tidak sepatutnya terjadi di era demokrasi saat ini.

Intinya, jika ada keberatan, salurannya adalah hak jawab, koreksi, atau Dewan Pers. Bukan pencabutan akses.

Saya melihat, persoalan ini jauh lebih besar dari sekadar satu kartu liputan. Ini menyangkut logika bernegara. Apakah penguasa siap diuji secara terbuka, atau justru menyaring konfirmasi agar hanya suara yang nyaman didengar yang diberi ruang?

Hari ini yang dicabut kartu wartawan CNN, besok bisa siapa saja, termasuk jurnalis lokal di daerah yang berani kritis.

Karena itu saya mengingatkan para kepala daerah di Kaltim: jangan mengulangi kesalahan serupa. Jangan biarkan ajudan, staf, atau siapa pun merasa lebih berkuasa dari Undang-undang.

Setiap wartawan yang mengajukan konfirmasi, betapapun kerasnya, sedang menjalankan fungsi publik. Menghalanginya sama saja memutus hak masyarakat untuk tahu.

Kebebasan pers bukan milik wartawan semata, tapi milik rakyat. Jika ada keberatan, mekanismenya jelas: hak jawab, koreksi, atau pengaduan ke Dewan Pers. Bukan tindakan represif yang menjadikan ruang publik seolah milik segelintir pejabat.

Pers adalah pilar demokrasi, bukan pengganggu kenyamanan. Menjaga kebebasan pers sama artinya dengan menjaga kewarasan bangsa. Dan bila penguasa merasa terusik oleh konfirmasi, yang perlu dikoreksi bukan wartawannya—melainkan sikap penguasanya. (*)

Oleh Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Janice Tjen Lolos ke Babak Utama WTA 125 Suzhou, Tantang Petenis AS di Putaran Pertama

0

JAKARTA – Petenis Indonesia Janice Tjenlolos ke babak utama WTA 125 Suzhou di China setelah memenangi babak final kualifikasi pada Minggu (28/9/2025).

Unggulan kedua dalam babak kualifikasi itu menundukkan petenis Jepang Kyoko Okamura melewati tie-break pada set pertama pada 7-6(3), 6-2.

Dalam pertandingan selama satu jam 37 menit itu, Janice tampil kuat dengan mengandalkan servisnya dengan mencatatkan 87,5 persen berbanding 65 persen yang dibuat lawannya.

Petenis kelahiran Jakarta itu juga tampil apik  dengan empat ace, lebih sedikit kesalahan ganda, dan menciptakan lima peluang break point dengan mengonversi dua di antaranya, demikian WTA.

Selanjutnya pada babak pertama undian utama, Janice akan berhadapan dengan petenis Amerika Serikat Varvara Lepchenko yang mengalahkan petenis Androrra Victoria Jiménez Kasintseva dengan 7-6(3), 6-3 pada final kualifikasi.

Secara peringkat Janice lebih unggul dibanding calon lawannya yang berusia 39 tahun yang saat ini berperingkat 147 itu.

Janice berada di peringkat ke-102 dunia — tertinggi dalam kariernya. Ia tiba di Suzhou setelah kandas pada babak pertama China Open, Kamis (25/6). Meski begitu, ia menorehkan catatan penting dalam kariernya itu lewat kemenangan babak kualifikasi.

Petenis berusia 23 tahun itu tiba di Negeri Tirai Bambu setelah menjadi runner up dalam debutnya di WTA di Sao Paulo, Brasil.

Ajang WTA 250 itu membuat peringkatnya melesat ke-103 dunia dari peringkat 130 dunia setelah penampilan perdananya dalam Grand Slam lapangan keras Amerika Serikat.

Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya.

Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat, dari 371 ke 149. (ANT/KN)

Misbakhun Apresiasi Keputusan Menkeu Tak Naikkan Cukai Tembakau pada 2026

0

JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahwa cukai hasil tembakau (CHT) pada 2026 tidak akan dinaikkan.

“Menurut saya langkah Pak Purbaya untuk tidak menaikkan cukai hasil tembakau di 2026 itu adalah langkah yang tepat dan perlu diberikan dukungan,” ujar Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Menurutnya, keputusan ini menunjukkan bahwa Menkeu Purbaya mulai memahami permasalahan fundamental di persoalan cukai hasil tembakau.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan cukai hasil tembakau (CHT) pada 2026 tidak akan naik.

Keputusan tersebut diambil setelah Menkeu bertemu dengan perwakilan asosiasi pengusaha dari industri hasil tembakau (IHT).

“Jadi 2026 tarif cukainya tidak kita naikin,” ucap Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jumat (26/9/2025).

Sementara itu Misbakhun menambahkan keputusan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi dari pelaku usaha telah didengarkan oleh pemerintah di tengah tekanan yang dialami industri.

Seperti diketahui IHT mengalami berbagai tekanan, mulai dari penurunan produksi hingga maraknya peredaran rokok ilegal.

Misbakhun kemudian berharap langkah yang diambil pemerintah melalui Menteri Keuangan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kajian menyeluruh terhadap regulasi cukai.

“Tentunya setelah Pak Purbaya tidak menaikkan CHT 2026 ini, dia juga mulai mengkaji ulang seluruh struktur aturan yang mengenai tarif CHT,” katanya.

Ia menambahkan evaluasi yang komprehensif juga penting untuk memastikan potensi praktik ilegal bisa ditekan, penerimaan negara tetap terjaga, dan jutaan pekerja yang bergantung pada industri tembakau terlindungi. (ANT/KN)

Paspampres Gelar Latihan Sniper untuk Perkuat Pengamanan Presiden dan VIP

0

JAKARTA – Pasukan pengamanan presiden (Paspampres) melakoni latihan “sniper” atau penembak runduk untuk mempertajam kemampuan pengaman presiden dan tamu very important person (VIP) dari jarak jauh.

Dalam siaran pers resmi yang diterima Antara Minggu, dijelaskan latihan itu digelar di Markas Latihan Detasemen Paspampres di Bogor, Jawa Barat selama dua hari yakni Kamis (25/10) dan Jumat (26/10).

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha saat dikonfirmasi Antara membenarkan adanya latihan tersebut.

Edwin menjelaskan, latihan ini digelar agar pasukannya terlatih bertindak cepat dalam mengambil dalam situasi genting, terutama dalam misi pengamanan presiden.
“Latihan juga ini menekankan pentingnya akurasi, ketajaman insting, kesigapan dalam pengambilan keputusan, serta kecepatan dan ketenangan dalam menghadapi ancaman,” jelas Edwin.

Edwin melanjutkan, para pasukannya menjalani beragam jenis latihan penembak runduk dari mulai latihan observasi lokasi penembak runduk, latihan memantau lokasi-lokasi yang dianggap membahayakan tamu VIP, hingga latihan menembak dengan jarak 100 meter dengan ragam posisi.

“Kita juga menggelar latihan menembak lintas atas dari berbagai ketinggian dan radius jauh tembakan,” jelas Edwin.

Dengan adanya latihan ini, Edwin berharap kemampuan para pasukannya bisa semakin meningkat sehingga kelak siap ditugaskan di berbagai medan demi menjaga presiden.

“Paspampres berkomitmen memberikan pengamanan yang utuh terhadap pimpinan negara. Tidak hanya menjaga dari ancaman dalam jarak dekat, namun juga waspada terhadap ancaman yang tersembunyi dan datang dari kejauhan,” jelas Edwin. (ANT/KN)

Agus Suparmanto Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Periode 2025-2030

0

JAKARTA – Anggota Tim Formatur sekaligus mantan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy menegaskan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto terpilih menjadi Ketua Umum PPP periode 2025-2030.

“Kami perlu menegaskan Muktamar ke-10 PPP tahun 2025 telah usai, dan telah terpilih Agus Suparmanto bersama 12 orang formatur yang mewakili Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah PPP seluruh Indonesia yang akan mulai bekerja mulai malam ini,” ujar Rommy di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Rommy menjelaskan Tim Formatur akan bekerja menyusun kepengurusan PPP periode 2025-2030, yakni untuk 30 hari ke depan.

Sementara itu, dia menjelaskan pemilihan Agus Suparmanto sebagai Ketum PPP telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang mengatur tentang persyaratan calon ketua umum.

“Hal mana di situ (AD/ART) disebutkan bahwa calon ketua umum syaratnya adalah memiliki kartu tanda anggota, dan itu telah dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Selain itu, dia menjelaskan Agus Suparmanto telah memenuhi syarat terkait pengalaman menjabat di bidang eksekutif, legislatif, dan yudikatif pada tingkat pusat.

“Itu adalah konsistensi dari apa yang kami terima dari para ulama yang berkumpul dalam Silatnas (Silaturahmi Nasional) Ulama’il Ka’bah yang dilakukan di Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon pada tanggal 8 September 2025,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia kembali menegaskan bahwa proses pemilihan Agus Suparmanto telah sesuai konstitusi partai atau AD/ART PPP.

“Kami, para ketua majelis yang hadir di sini, para pimpinan, para kiai, para pejabat partai di tingkat pusat, semuanya menjadi saksi, dan terakhir tentu adalah kehadiran Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan Irfan Pulungan yang bersama kami menegaskan ini lah proses konstitusional yang telah kami lalui,” katanya.

Sebelumnya, PPP menggelar Muktamar ke-10 di kawasan Ancol, Jakarta. Kemudian Mardiono di Jakarta, Sabtu (27/9) malam menyatakan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030.

Ia mengatakan keputusan aklamasi diambil untuk menyelamatkan jalannya Muktamar yang dinilai sudah berada dalam situasi darurat.

Lebih lanjut, dia mengatakan sekitar 80 persen dari total peserta menyatakan setuju agar Muktamar ke-10 mengambil langkah cepat dengan memilih ketua umum secara aklamasi.

Setelah itu, Muktamar tetap berlangsung dan memutuskan Agus Suparmanto sebagai Ketum PPP periode 2025-20230.

Dengan demikian, kini ada dua pihak yang menyatakan diri sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030 berdasarkan keputusan Muktamar ke-10 PPP. (ANT/KN)