Beranda blog Halaman 268

Prabowo Usulkan Terminal Khusus Haji Indonesia di Arab Saudi

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan 800 pejabat negara mulai dari menteri sampai dengan eselon I kementerian/lembaga saat Rapat Kerja Pemerintah di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah meminta izin kepada Kerajaan Arab Saudi agar ada terminal khusus di bandara negara itu untuk jamaah haji Indonesia sehingga arus masuk dan keluar para tamu Allah itu dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Presiden juga menyatakan, mulai tahun ini masa tunggu antrean haji di Indonesia paling lama 26 tahun atau berkurang dari durasi sebelumnya selama 48 tahun.

“Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga bertanya mengenai Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, kemudian petinggi Danantara, yang diwakili oleh COO Danantara Dony Oskaria dan CTO Danantara Sigit P. Santosa.

Ketiganya kompak menjawab Pemerintah Indonesia, melalui Danantara, telah mengamankan lahan total seluas 45 hektare untuk Kampung Haji Indonesia.

“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jamaah haji Indonesia),” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, terkait efisiensi biaya haji, Presiden juga memanggil Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan meminta laporan mengenai tindak lanjut instruksi  soal pembentukan perusahaan patungan antara Garuda Indonesia dengan Saudia Airlines, maskapai nasional Arab Saudi.

Presiden menjelaskan perusahaan patungan itu dapat membantu Indonesia menekan biaya haji, sekaligus memberikan keuntungan bagi maskapai nasional Indonesia dan Arab Saudi.

“Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jamaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jamaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Jika wacana itu terwujud, maka pesawat-pesawat Garuda yang mengantarkan jamaah haji ke tanah suci, dapat kembali dengan membawa penumpang.

Hal yang sama juga berlaku pada pesawat-pesawat Saudi, saat mereka selesai mengangkut jamaah haji Indonesia pulang ke tanah air, pesawat-pesawat itu dapat kembali mengangkut penumpang ke Arab Saudi.

Presiden pun mengingatkan Glenny akan instruksi itu telah diberikan dua bulan yang lalu.

Oleh karena itu, Presiden meminta Glenny untuk menghadap dan melaporkan tindak lanjut dari instruksi itu.

“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ya, ini harus kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya,” ujar Presiden kepada Glenny. (ANT/KN)

Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim soal Dugaan Pencemaran Nama Baik

0
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) bersama kuasa hukumnya memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

JAKARTA – Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), melaporkan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri lantaran merasa dirugikan atas tudingan mendanai pelaporan soal keaslian ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

“Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi,” katanya saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan tersebut dan menilai tuduhan itu merupakan suatu penghinaan bagi dirinya.

“Bagi saya ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu Presiden, yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun. Masa saya bayar orang Rp 5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” katanya.

Adapun laporan JK diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri tertanggal Rabu, 8 April 2026.

Dugaan tindak pidana yang dilaporkan adalah menyiarkan atau menyebarluaskan berita atau pemberitaan padahal patut diduga bahwa berita atau pemberitaan tersebut bohong dan/atau fitnah dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 434 KUHP dan/atau Pasal 433 Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 27 A juncto Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pihak-pihak yang dilaporkan adalah terlapor Rismon Hasiholan Sianipar, pemilik akun YouTube atas nama @stusiomusikrockciamis, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun. (ANT/KN)

Tata Batas Kampung Jadi Sorotan, Bupati Kubar Dorong Penyelesaian Segera

0
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat membuka Rakor Petinggi se-Kutai Barat di Gedung Auditorium ATJ Pemkab Kubar. (Ichal/MK)

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Petinggi se-Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang digelar di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nanang Adriani, Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Asisten I Nopandel, kepala perangkat daerah, serta para camat dan petinggi kampung se-Kutai Barat.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan strategi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kampung, khususnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan koordinasi bagi para petinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan kampung, termasuk pelayanan publik dan evaluasi kinerja,” tegasnya.

Ia menyoroti beberapa isu penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, optimalisasi peran petinggi dalam tata kelola keuangan kampung. Bupati menekankan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Kedua, ia mengajak seluruh petinggi untuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan kampung melalui penanaman buah lokal, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Ketiga, persoalan tata batas kampung menjadi perhatian serius. Dari total 190 kampung yang ada, baru 12 kampung yang telah menyelesaikan penetapan batas wilayah.

“Ini harus menjadi perhatian serius karena tata batas sangat penting untuk kepastian administrasi, perencanaan pembangunan, dan pengelolaan potensi kampung,” ujarnya.

Bupati meminta seluruh petinggi segera berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian tata batas di wilayah masing-masing.

Keempat, ia juga menyinggung progres Dana Desa (DD) dan Dana Kampung (DK) yang masih menyisakan tiga kampung belum mengajukan pencairan. Hal ini berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan.

“Segera lengkapi administrasi agar tidak terjadi keterlambatan pembangunan di kampung,” pesannya.

Bupati menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta perubahan terbarunya, sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan kampung.

Melalui Rakor ini, diharapkan tercipta penguatan komunikasi, penyelarasan program, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kampung.

“Semoga momentum ini memperkuat sinergi antara Pemkab dan Pemkam, sehingga pembangunan berjalan selaras dan berkelanjutan menuju Kutai Barat yang Sejahtera, Aman, Adil, Merata dan Beradat,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Gugatan Yayasan Melati Masuk Tahap Pembuktian, Nilai Aset Capai Rp68 Miliar

0
Foto: Dra. Hj. Ida Farida, M.Ed Ketua Pengurus Yayasan Melati saat konferensi pers di Samarinda, (K. Irul Umam/mediakaltim).

SAMARINDA – Sengketa aset antara Yayasan Melati dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memasuki babak baru. Yayasan Melati menegaskan proses hukum tetap berjalan terkait penguasaan sejumlah bangunan kampus yang kini digunakan oleh SMA Negeri 10 Samarinda.

Ketua Pengurus Yayasan Melati, Ida Farida, menyebut upaya pembongkaran di lapangan sudah dua kali dilakukan. Menurutnya, bangunan yang dipersoalkan sebagian telah dikuasai pemerintah daerah meskipun dasar hukum yang digunakan dinilai tidak berkaitan langsung dengan status bangunan.

“Upaya pembongkaran sudah dua kali dilakukan dan bangunannya sudah dikuasai oleh pemerintah daerah serta digunakan oleh SMA Negeri 10. Padahal dasar hukum yang selalu dirujuk itu sebenarnya bukan terkait dengan bangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak seluruh area kampus merupakan aset milik pemerintah provinsi. Pada bagian depan, lahan memang milik pemerintah daerah, namun di bagian belakang terdapat tanah yang sah milik Yayasan Melati.

Ia juga mencontohkan bangunan asrama 2 yang disebut berdiri di atas tanah yayasan, tetapi tetap masuk dalam daftar aset yang hendak dikuasai.

“Kalau di depan memang milik pemerintah daerah, tapi di belakang ada tanah Yayasan Melati. Bahkan asrama 2 itu posisinya di atas tanah yayasan,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Yayasan Melati membawa perkara ini ke ranah perdata di Pengadilan Negeri Samarinda. Gugatan difokuskan pada dugaan perbuatan melawan hukum atas penguasaan bangunan milik yayasan.

Dalam proses hukum itu, Yayasan Melati juga mengajukan nilai appraisal sekitar Rp68 miliar sebagai dasar tuntutan apabila bangunan tetap digunakan pemerintah.

“Yang kami tuntut perbuatan melawan hukumnya dulu karena menguasai bangunan. Setelah itu memang harus ada appraisal kalau mereka ingin menggunakan bangunan tersebut. Nilainya sekitar Rp68 miliar,” jelasnya.

Saat ini, perkara telah memasuki tahap pembuktian di pengadilan. Dalam waktu dekat, sidang akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi untuk memperkuat posisi masing-masing pihak. (MK)

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Solidaritas Andrie Yunus Menguat, Mahasiswa Desak Peradilan Sipil

0
Foto: Massa aksi yang menggeruduk Korem di Jalan Gajah Mada Samarinda, (K. Irul Umam/mediakaltim).

SAMARINDA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi unjuk rasa di depan Korem Samarinda, Jalan Gajah Mada, Rabu sore (8/4/2026). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oknum militer.

Sejak pukul 15.40 Wita, massa bergerak dari Masjid Nurul Mu’minin menuju lokasi aksi. Setibanya di depan markas militer, mahasiswa langsung menggelar orasi, membentangkan spanduk tuntutan, hingga membakar ban di badan jalan. Aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

Humas aksi, M. Ryan Aprianto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar solidaritas, tetapi juga desakan agar kasus tersebut diproses secara terbuka melalui jalur hukum sipil.

“Di sini kita mengadakan aksi damai terhadap saudara kita yang terkena penyiraman. Kami meminta tanggapan dari pihak militer di Samarinda terkait hal-hal yang terjadi di luar sana,” ujarnya.

Mahasiswa membawa tujuh poin tuntutan, salah satunya meminta agar pelaku penyiraman diadili melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.

“Yang kami tuntut, peradilannya dibawa ke peradilan umum, bukan secara militer,” tegasnya.

Selain itu, massa juga meminta pimpinan Korem untuk menemui demonstran dan berdialog secara langsung terkait tuntutan yang disampaikan.

“Target kami hari ini, ada pimpinan yang keluar dan duduk bersama mahasiswa untuk menanggapi tujuh poin tuntutan kami,” lanjut Ryan.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak pengungkapan aktor intelektual di balik kasus tersebut serta menolak Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025. Mereka turut meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap dugaan praktik kekerasan di institusi militer.

Aksi berlangsung hingga sore hari dengan pengamanan ketat aparat. Sejumlah perwakilan mahasiswa akhirnya diperkenankan masuk untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. (MK)

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Motif Asmara Picu Kekerasan, Dua Pelaku Diamankan Polisi

0
Ilustrasi. (Gemini AI)

SAMARINDA – Aksi penganiayaan dan pengancaman terjadi di Jalan Nusantara 1, Kelurahan Masulu, Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (7/4/2026) dini hari. Dua pria kini harus berurusan dengan hukum setelah menyerang seorang penghuni kos akibat persoalan asmara.

Kapolsek Sungai Pinang, Aksarudin Adam, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kedua pelaku telah diamankan tidak lama setelah korban melapor ke pihak kepolisian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 WITA saat korban berada di dalam kamar kos. Kedua pelaku datang dan langsung memicu keributan yang berujung pada tindakan kekerasan fisik serta ancaman terhadap korban.

“Benar, telah terjadi tindak pidana pengancaman dan penganiayaan di Jalan Nusantara 1. Korbannya seorang laki-laki. Pasca kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Sungai Pinang,” ujar AKP Aksarudin Adam, Kamis (9/4/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan dipicu rasa cemburu. Salah satu pelaku diduga tidak terima karena menganggap korban menjalin komunikasi dengan kekasihnya.

Polisi bergerak cepat melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kedua pelaku di dua lokasi berbeda pada hari yang sama, hanya berselang beberapa jam.

“Tim berhasil mengamankan kedua pelaku di tempat dan waktu yang berbeda. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan saat kejadian,” jelasnya.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya terancam dijerat pasal penganiayaan dan pengancaman sebagaimana diatur dalam KUHP.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi, terutama terkait asmara, tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan yang justru berujung pada konsekuensi hukum. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Fakta Miris di Samarinda, Belasan Pelajar SMP Terlibat Kasus Asusila

0
Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun saat diwawancarai awak media. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Dunia pendidikan di Kalimantan Timur kembali dihadapkan pada persoalan serius. Sejumlah pelajar tingkat SMP di Samarinda dilaporkan menjadi korban tindak asusila yang diduga melibatkan sesama pelajar, bahkan sebagian terjadi di lingkungan sekolah.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan kasus ini terkuak setelah adanya laporan dari orang tua siswa. Ia menyebut salah satu korban diduga sempat dicekoki minuman keras sebelum mengalami tindakan tidak senonoh.

“Sangat miris, banyak kejadian menimpa anak-anak usia SMP. Salah satu korban bahkan sempat dimabukkan sebelum mendapatkan perlakuan tidak senonoh,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menerima informasi adanya siswi yang tetap mengikuti ujian dalam kondisi hamil. Namun hal tersebut disebut kembali menjadi kebijakan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.

Terkait dugaan adanya pembiaran oleh pihak sekolah, TRC PPA masih melakukan pendalaman. Rina menegaskan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil melakukan verifikasi fakta di lapangan.

“Menurut saksi, pihak sekolah sudah mengetahui tapi terkesan membiarkan. Namun, kami tetap akan melakukan cross-check lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam penanganannya, TRC PPA Kaltim telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para korban.

Plt Kepala Dinas DKP3A Kaltim, Anik Nurul Aini, menekankan pentingnya penguatan mental bagi para korban yang masih berusia anak.

“Kami memberikan edukasi dan penguatan. Masa depan mereka masih panjang, jangan sampai terpuruk karena stigma,” tegasnya.

Pemerintah juga berencana memperkuat sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah guna mencegah kasus serupa terulang.

Rina Zainun menegaskan bahwa dalam hukum perlindungan anak, tidak ada istilah suka sama suka jika melibatkan anak di bawah umur.

“Meski dilakukan atas dasar suka sama suka, tetap masuk kategori tindak pidana persetubuhan terhadap anak,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah, untuk memperkuat pengawasan dan edukasi demi melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Razia Gabungan Bongkar Modus Warung Kelontong Jual Alkohol

0
Satpol PP melakukan razia di warung kelontongan. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Praktik penjualan minuman keras berkedok warung sembako akhirnya terbongkar dalam razia gabungan yang digelar Satpol PP Kota Samarinda bersama unsur TNI, Polri, Denpom, serta BKO Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (8/4) malam hingga Kamis dini hari.

Operasi yang berlangsung sejak pukul 22.00 WITA hingga 02.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik rawan mulai dari Jalan HM Rifadin hingga Jalan Tengkawang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Samarinda, Beny Hendrawan, menjelaskan bahwa razia dilakukan untuk menertibkan tempat usaha yang tidak sesuai dengan izin operasionalnya.

Dalam penyisiran di kawasan Jalan Soekarno-Hatta KM 1–3 hingga Jalan Cipto Mangunkusumo, petugas menemukan empat warung kelontong yang kedapatan menjual minuman beralkohol.

“Kami mendapati warung yang secara izin KBLI-nya tidak sesuai. Seharusnya untuk usaha makanan dan minuman, tapi justru menjual miras,” ujarnya.

Dari hasil operasi tersebut, petugas menyita sebanyak 15 botol minuman beralkohol dari berbagai jenis. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan penjualan alkohol murni yang seharusnya hanya diperbolehkan di fasilitas kesehatan seperti apotek.

“Bahkan ada yang menjual alkohol medis secara bebas. Ini jelas tidak sesuai peruntukannya,” tambahnya.

Beny juga mengungkapkan adanya indikasi kebocoran informasi terkait razia. Sejumlah warung yang sebelumnya telah diidentifikasi justru ditemukan dalam kondisi tutup saat petugas tiba di lokasi.

Meski demikian, Satpol PP tetap berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan memastikan proses hukum terhadap para pelanggar tetap berjalan.

“Empat warung yang kami temukan jelas melanggar karena tidak memiliki izin penjualan minuman beralkohol. Barang bukti sudah kami amankan dan akan diproses sesuai aturan,” tegasnya.

Satpol PP menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas usaha yang menyimpang dari izin, sebagai upaya menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat dari peredaran minuman beralkohol ilegal. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Kolaborasi Pertanian di IKN Diperkuat, Otorita Fasilitasi InHutani dan Petani

0
Foto: Suasana pertemuan di balai kota IKN, antara InHutani, kelompok tani, bersama OIKN. (Dok.Otorita)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong penguatan sektor pertanian lokal sebagai bagian dari pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan memfasilitasi pertemuan antara PT InHutani I dan Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka di Balai Kota Otorita IKN, Selasa (7/4/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran deputi dan direktur, serta perwakilan pemerintah daerah dan kelompok tani setempat.

Fokus utama pembahasan adalah pemanfaatan lahan pertanian seluas kurang lebih 1.200 hektare di Kelurahan Karya Merdeka, Kutai Kartanegara, yang selama ini telah dikelola oleh kelompok tani.

Basuki menegaskan bahwa kegiatan pertanian masyarakat tetap dapat berjalan, namun harus melalui mekanisme pengelolaan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

“Pada intinya, kami memastikan kegiatan kelompok tani dapat berjalan, tetapi di bawah pengawasan InHutani. Ini bukan untuk penguasaan lahan, melainkan pemanfaatan bersama yang akan dituangkan dalam bentuk kerja sama,” ujarnya.

Rencana kerja sama tersebut akan diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) antara pihak perusahaan, kelompok tani, serta pemerintah setempat.

Dari pihak perusahaan, Supervisor Perencanaan PT InHutani I, Taufik Yuliansyah, menyatakan komitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan melalui program pemberdayaan.

Menurutnya, konsep pengembangan pertanian yang dilakukan sejalan dengan visi pembangunan Kota Hutan Nusantara, meskipun implementasinya dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, perwakilan kelompok tani, Ahmad, menyampaikan bahwa aktivitas pertanian di kawasan tersebut telah berlangsung sejak lama. Awalnya hanya fokus pada tanaman padi, namun kini berkembang ke berbagai komoditas lain seperti kelapa dan tanaman hortikultura.

Pemerintah kecamatan juga menyambut positif fasilitasi yang dilakukan Otorita IKN. Perwakilan Kecamatan Samboja Barat menilai pertemuan ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kepentingan semua pihak.

Melalui langkah ini, Otorita IKN menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani diharapkan menjadi model pengelolaan pertanian berkelanjutan di kawasan IKN ke depan. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Program Gratispol Picu Lonjakan Mahasiswa, Pola Pikir Siswa Berubah

0
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Balikpapan, Candra Irawan. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Program pendidikan gratis Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga mengubah pola pikir generasi muda dalam menentukan masa depan pendidikan.

Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh berbagai perguruan tinggi. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Balikpapan, Candra Irawan, menyebut minat melanjutkan pendidikan tinggi meningkat signifikan, terutama di kalangan lulusan SMK.

Sebelum adanya program Gratispol, banyak lulusan SMK memilih langsung bekerja. Namun kini, tren tersebut mulai bergeser.

“Dengan adanya program ini, banyak siswa yang awalnya ingin langsung bekerja, sekarang justru tertarik untuk kuliah. Ini perubahan yang sangat positif,” ujarnya.

Wakil Rektor II Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), Dr. Kartika Fajriani, M.Pd. (Foto: Hanafi)

Lonjakan tersebut juga terlihat dari jumlah mahasiswa. Pada 2024, jumlah penerima bantuan pendidikan di kampusnya meningkat dari sekitar 400 orang menjadi 900 orang.

Menurut Candra, kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi menjadi faktor utama. Mahasiswa mulai memahami bahwa gelar pendidikan dapat membuka peluang karier yang lebih luas.

“Lulusan perguruan tinggi tentu memiliki peluang penghasilan yang lebih baik. Ini yang mulai dipahami oleh siswa,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Rektor II Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, Kartika Fajriani, yang menilai Gratispol tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga meningkatkan daya tarik kampus.

Ia menyebut jumlah mahasiswa penerima program di kampusnya terus bertambah, dari 65 orang pada tahun sebelumnya menjadi 106 orang pada tahun ini.

“Program ini bukan hanya membantu secara finansial, tapi juga menjadi motivasi bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.

Kartika berharap cakupan program dapat terus diperluas agar semakin banyak generasi muda di Kalimantan Timur memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Dengan tren peningkatan yang konsisten, Gratispol dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kaltim, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S