Beranda blog Halaman 269

Proyek Jembatan Strategis Kukar Mulai Digodok, Tiga Alternatif Disiapkan

0
Foto: Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono (Ady/MKN)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan rencana pembangunan Jembatan Anggana–Sangasanga yang diproyeksikan menjadi penghubung strategis antarwilayah. Nilai proyek ini ditaksir mencapai Rp2 triliun dan saat ini masih berada pada tahap perencanaan awal.

Langkah awal tersebut ditandai dengan rapat koordinasi lintas pemerintah yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kukar. Pemkab Kukar menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) guna memastikan perencanaan berjalan terarah dan terintegrasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, agar proyek tidak berjalan sendiri, melainkan melalui sinergi lintas pemerintahan.

“Pak Bupati mengundang Kepala Dinas PUPR Provinsi untuk berkoordinasi terkait rencana pembangunan Jembatan Anggana-Sangasanga,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, kolaborasi ini juga sejalan dengan arahan gubernur agar pembangunan infrastruktur berskala besar dilakukan secara terpadu.

Meski memiliki nilai strategis tinggi, pemerintah mengakui proyek ini membutuhkan anggaran besar. Estimasi awal berkisar antara Rp1 triliun hingga Rp2 triliun, sehingga saat ini masih difokuskan pada tahap studi kelayakan.

Wiyono menegaskan bahwa perencanaan matang menjadi kunci agar proyek tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Karena nilainya cukup besar, perencanaannya harus benar-benar matang agar kawasan sekitar ikut berkembang,” jelasnya.

Dalam kajian awal, pemerintah telah menyiapkan tiga alternatif pembangunan:
• Alternatif pertama: jembatan ±1.025 meter, jalan penghubung 3,25 km, lahan ±27 hektare
• Alternatif kedua: dua jembatan (1.210 meter dan 680 meter), jalan 5 km, lahan ±50,1 hektare
• Alternatif ketiga: tiga jembatan (450 meter, 415 meter, 650 meter), jalan 7,6 km, lahan ±78,4 hektare

Seluruh opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan final terkait desain maupun konstruksi.

“Semua alternatif ini masih akan didiskusikan lebih lanjut,” tutupnya.

Proyek ini diharapkan menjadi salah satu penggerak konektivitas wilayah sekaligus membuka potensi ekonomi baru di kawasan Anggana dan Sangasanga ke depan. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Geopolitik Memanas, Haris Moti Ajak Bangsa Jaga Persatuan

0
Foto: Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti. (Istimewa)

JAKARTA — Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah situasi geopolitik global yang kian tidak menentu.

Menurutnya, kondisi dunia yang diwarnai krisis energi, pangan, hingga potensi konflik berskala besar harus direspons dengan memperkuat stabilitas dalam negeri. Ia menilai Indonesia saat ini berada dalam posisi yang relatif stabil, sehingga perlu dijaga bersama.

Haris menyebut stabilitas tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai membuka ruang dialog dengan berbagai kelompok, termasuk pihak yang memiliki pandangan kritis.

Ia juga menyinggung peran Sufmi Dasco Ahmad yang aktif hadir dalam berbagai forum diskusi untuk menyerap aspirasi publik.

“Tidak beralasan jika ada yang mengatakan pemerintah anti kritik. Ruang dialog tetap terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Di sisi lain, Haris menilai kritik terhadap program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan hal wajar dalam proses penyempurnaan kebijakan.

Ia menyebut pemerintah telah merespons berbagai masukan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk melalui langkah pengawasan dan penertiban di lapangan.

“Ini bukti pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haris menyoroti kondisi global yang menurutnya semakin kompleks. Di sejumlah negara, krisis energi bahkan memicu antrean panjang bahan bakar hingga terganggunya aktivitas ekonomi.

Namun, ia menilai Indonesia masih mampu menjaga stabilitas pasokan energi dan harga yang relatif terkendali.

Menurutnya, langkah pemerintah dalam mendorong swasembada pangan dan energi menjadi strategi penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

Haris mengingatkan bahwa dampak krisis global dapat meluas, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ancaman pemutusan hubungan kerja.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mengedepankan kepentingan bersama, tanpa mengabaikan hak demokratis dalam menyampaikan pendapat.

“Kita harus tetap bersatu agar mampu menghadapi ancaman geopolitik global dan potensi krisis yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal program-program strategis agar benar-benar memberikan manfaat bagi publik.

Dengan menjaga persatuan dan stabilitas, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global yang semakin kompleks. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Akses Hulu Kukar Dibenahi, Rp15 Miliar Digelontorkan

0
Foto: Kondisi Jalan Poros Kenohan yang rusak parah (Istimewa)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan perbaikan Jalan Poros Kenohan yang selama ini dikeluhkan warga akan segera dikerjakan. Ruas jalan yang menjadi akses vital wilayah hulu itu ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono. Ia menjelaskan bahwa tahapan pengadaan barang dan jasa (PBJ) telah selesai, sehingga pekerjaan fisik tinggal menunggu penandatanganan kontrak.

“Proses PBJ sudah selesai, tinggal kontrak dan langsung kita eksekusi di lapangan,” ujarnya.

Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan dan Rp5 miliar untuk pemeliharaan. Anggaran tersebut difokuskan pada ruas penghubung Kecamatan Kenohan, Tabang, hingga Kembang Janggut.

Meski demikian, perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh dengan metode pengecoran. Dari total sekitar 9 kilometer jalan yang rusak, hanya sebagian kecil yang akan menggunakan konstruksi beton.

Wiyono menyebut pengecoran hanya dilakukan sepanjang 700 hingga 800 meter, khususnya di wilayah Desa Sebelimbingan hingga Teluk Muda. Sementara sisanya akan ditangani melalui perbaikan bertahap menggunakan agregat dan pemadatan.

“Kalau dicor sekitar 700 sampai 800 meter. Sisanya pemeliharaan agar tetap aman dilalui,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan beton dipilih karena lebih tahan terhadap beban kendaraan berat yang kerap melintas. Pengalaman sebelumnya menunjukkan aspal tidak mampu bertahan lama di jalur tersebut.

Selain pembangunan awal, pemerintah juga menyiapkan skema pemeliharaan hingga akhir tahun. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi jalan agar tetap layak digunakan dan tidak kembali rusak parah.

Fokus pemeliharaan akan diarahkan pada titik-titik rawan seperti wilayah Sebelimbingan, Teluk Muda, hingga perbatasan Tuana Tuha yang selama ini dikenal sebagai area paling kritis.

Meski belum bisa diperbaiki secara ideal, pemerintah memastikan kondisi jalan akan jauh lebih baik dan aman dibanding sebelumnya.

“Kalau idealnya memang butuh Rp80 sampai Rp90 miliar untuk tuntas total,” tutupnya.

Perbaikan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah hulu Kukar yang selama ini terhambat kondisi infrastruktur jalan. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Tak Penuhi Standar Limbah, 9 Dapur MBG Bontang Dihentikan

0
Foto: Ilustrasi penutupan dapur MBG (AI)

BONTANG — Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Bontang menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap sembilan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut diambil setelah hasil inspeksi di lapangan menemukan sejumlah dapur belum memenuhi standar teknis, khususnya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, menegaskan bahwa seluruh penyedia layanan dalam program MBG wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk dalam pengelolaan limbah dapur.

“Iya ada sebanyak 9 dapur di Bontang yang harus ditutup sementara terkait dengan IPAL,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Penutupan sementara diberlakukan selama 14 hari. Dalam periode tersebut, pengelola dapur diminta segera melakukan pembenahan, terutama penggunaan biofiller sesuai standar teknis.

Ia menegaskan dapur yang belum memenuhi ketentuan tidak diperkenankan beroperasi kembali sebelum seluruh perbaikan selesai dan lolos verifikasi.

“Sudah kami berikan waktu untuk perbaikan. Kalau belum sesuai, tidak boleh beroperasi,” tambahnya.

Adapun sembilan dapur yang dihentikan sementara tersebar di tiga kecamatan, yakni:
• Bontang Utara: 4 dapur
• Bontang Selatan: 3 dapur
• Bontang Barat: 2 dapur

Dapur-dapur tersebut dikelola oleh sejumlah yayasan, antara lain Yayasan Ceria Mandiri Bontang, Yayasan Langit Biru Borneo, Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam, Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas, Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Yayasan Tunas Bangsa Dua, hingga Yayasan Pengusaha Warteg Bahari.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan semakin diperketat, tidak hanya dari sisi distribusi makanan, tetapi juga aspek lingkungan dan sanitasi.

BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar, sehingga kualitas layanan tetap terjaga sekaligus tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Polda Metro Jaya Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika

0
Foto: Barang bukti ratusan kilogram narkotika yang berhasil diamankan oleh Polda Metro Jaya. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Kepolisian melalui Polda Metro Jaya memusnahkan barang bukti narkotika sebanyak 712,01 kilogram hasil pengungkapan kasus sepanjang Januari hingga Maret 2026. Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp280 miliar.

Pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator bersuhu tinggi sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ahmad David, menjelaskan bahwa barang bukti tersebut berasal dari 1.833 kasus yang berhasil diungkap bersama jajaran Polres.

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 2.485 tersangka dengan berbagai peran, mulai dari produsen, pengedar, hingga pengguna.

“Peran masing-masing antara lain sembilan sebagai produsen, 972 sebagai pengedar, dan 1.504 sebagai pemakai atau korban yang dilakukan rehabilitasi,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).

Penanganan terhadap pengguna, termasuk anak di bawah umur, dilakukan melalui pendekatan rehabilitasi dengan mekanisme restorative justice.

Jenis narkotika yang dimusnahkan pun beragam, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga zat sintetis lain seperti kokain dan cairan vape yang mengandung etomidate.

Menurut David, jika dikonversikan ke nilai pasar gelap, total barang bukti tersebut tidak hanya mencerminkan kerugian ekonomi, tetapi juga potensi dampak sosial yang berhasil dicegah.

“Nilai total sekitar Rp280 miliar dan telah menyelamatkan lebih dari 5,1 juta jiwa masyarakat,” jelasnya.

Dalam proses pemusnahan, sebagian barang bukti dihancurkan secara simbolis, di antaranya sabu, ganja, ekstasi, dan kokain dengan jumlah tertentu sesuai prosedur hukum.

Ia menegaskan, seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan diawasi oleh berbagai pihak, termasuk inspektorat, propam, serta penyidik, guna memastikan akuntabilitas.

“Semua dilakukan dengan pencatatan, penimbangan ulang, dan pengawasan ketat sebelum dimusnahkan,” tegasnya.

Polda Metro Jaya memastikan upaya pemberantasan narkoba akan terus diperkuat untuk menekan peredaran sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Banjir Picu Gagal Panen di Rapak Lambur, Bantuan Beras dan Benih Disalurkan

0
Foto : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat menyalurkan bantuan di Desa Rapak Lambur. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Banjir yang berulang di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebabkan gagal panen (puso) di ratusan hektare lahan sawah.

Pemerintah Kabupaten Kukar bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, turun langsung menyalurkan bantuan pangan dan benih kepada warga terdampak.

Berdasarkan data pemerintah, bencana ini berdampak pada 153 kepala keluarga atau 542 jiwa. Dari total 342,25 hektare lahan yang ditanami, sekitar 148 hektare mengalami puso dan kerusakan berat.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara 1.084 karung untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat.

“Bantuan ini tentunya untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang mendapat musibah gagal panen ini,” ujar Aulia.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan 1.250 kilogram benih padi guna mendukung pemulihan dan memastikan petani dapat kembali menanam pada musim berikutnya.

“Harapan kita bantuan ini bisa membantu masyarakat untuk kembali recovery dan melaksanakan penanaman siklus selanjutnya,” tambahnya.

Aulia menegaskan, pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan petani yang masih menjadi kendala, termasuk sarana pendukung pertanian.

Di tingkat desa, Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa wilayahnya memang rawan banjir akibat luapan Sungai Mahakam.

Ia menyebut, ketinggian air bisa mencapai 50 hingga 80 sentimeter dan mampu merendam lahan hanya dalam waktu satu malam. Bahkan, genangan dapat bertahan hingga empat bulan.

“Dalam satu malam pasti terendam, karena air pasang langsung tinggi. Bahkan bisa bertahan sampai empat bulan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat siklus tanam terganggu, bahkan menyebabkan petani mengalami gagal panen dua kali berturut-turut. Dampaknya, banyak petani kini tidak memiliki cadangan pangan maupun benih untuk musim berikutnya.

Menurut Yusuf, kebutuhan mendesak saat ini tidak hanya bantuan pangan, tetapi juga pembenahan infrastruktur seperti irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan tanggul pengendali banjir.

Ia juga menyoroti kondisi pompa air yang sudah tua dan tidak optimal karena merupakan bantuan lama sejak awal 2000-an.

Meski sejumlah upaya seperti normalisasi irigasi dan pembangunan jalan usaha tani telah dilakukan, ia menilai penanganan masih belum maksimal.

“Mungkin ke depan bisa dibantu peninggian tanggul agar bisa menghindari luapan banjir dari Sungai Mahakam,” katanya.

Di tengah tekanan gagal panen, bantuan yang disalurkan pemerintah menjadi penopang utama bagi petani untuk bertahan sekaligus memulai kembali siklus tanam.

Sekitar 80 persen warga Rapak Lambur diketahui menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, keberlanjutan program bantuan dan perbaikan infrastruktur menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

“Semoga bantuan ini bisa dimaksimalkan dan berkelanjutan ke depannya,” tutup Yusuf. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

APBD Tertekan, Program Pendidikan Gratis Bontang Tetap Aman

0
Foto: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan program pendidikan gratis tetap berjalan meski kondisi keuangan daerah tengah mengalami tekanan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa program yang langsung dirasakan masyarakat tidak akan terdampak penyesuaian anggaran. Fokus pemerintah tetap pada sektor strategis, khususnya pendidikan dan kesehatan.

“Pendidikan itu prioritas. Apa yang langsung dirasakan masyarakat seperti baju, sepatu, tas, buku, termasuk UKT tetap kita jalankan,” ujarnya.

Program pendidikan gratis tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar siswa, mulai dari seragam sekolah, sepatu, tas, buku, hingga pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Neni, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah harus cermat dalam menentukan skala prioritas. Sejumlah program yang dinilai belum mendesak dipilih untuk ditunda, agar anggaran tetap terjaga bagi sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pendidikan, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, program ini juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui program seragam gratis yang melibatkan ratusan penjahit lokal.

“Kurang lebih ada 500 penjahit yang terlibat. Jadi bukan hanya membantu masyarakat, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menggerakkan ekonomi berbasis masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal yang menantang.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Bontang berharap program pendidikan gratis tidak hanya menjaga akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing generasi muda ke depan.

Pemerintah pun memastikan bahwa keberlanjutan program-program prioritas akan terus dijaga, meski harus melakukan penyesuaian pada sektor lain yang dinilai tidak mendesak. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

DPRD Kaltim Minta Bantuan Keuangan Tetap Digulirkan Tahun 2027

0
Foto: Ananda Emira Moeis saat diwawancarai di Samarinda, (K. Irul Umam/mediakaltim).

SAMARINDA – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menegaskan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim kepada kabupaten/kota, khususnya Samarinda, harus tetap berjalan pada tahun 2027.

Menurutnya, Bankeu merupakan instrumen penting untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap perencanaan. Seluruh usulan yang dihimpun melalui reses dan rapat dengar pendapat telah dituangkan dalam kamus usulan dan disampaikan kepada pemerintah provinsi.

“Pastinya dong, kita tetap meminta pemerintah provinsi dalam hal ini juga Pak Gubernur supaya bantuan keuangan tetap bisa berjalan di 2027,” ujarnya.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Samarinda, Ananda menyebut kebutuhan masyarakat masih didominasi persoalan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi.

Ia menilai kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda, terlebih di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Ya pastinya semuanya kekurangan lah, karena dana transfernya kan dipangkas,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Ananda mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih kreatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar program prioritas tetap berjalan.

Ia juga menekankan bahwa usulan yang dibawa DPRD bukan sekadar daftar program administratif, melainkan hasil serapan langsung dari masyarakat di tingkat bawah.

“Karena kan kita DPR itu turun ke dapil saat reses. Jadi yang dibawa itu aspirasi masyarakat, betul-betul kebutuhan dari akar rumput, bottom up,” tegasnya.

Lebih lanjut, pembahasan terkait Bankeu 2027 masih menunggu pemetaan lanjutan dari pemerintah daerah, termasuk sinkronisasi dengan tahapan pelaksanaan RPJMD yang memasuki tahun ketiga.

Ananda memastikan, fraksinya akan terus mengawal agar kebutuhan masyarakat tetap mendapat ruang dalam kebijakan anggaran daerah.

“PDI tetap sikapnya untuk membela rakyat. Kita terus bersuara,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Rupiah Melemah ke Rp17.105 per Dolar, Airlangga Sebut Pelemahan Global

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn8apr2026/mobile/

Mentan Pastikan Harga Pupuk Subsidi Stabil di Tengah Konflik Selat Hormuz

0
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Harianto

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pupuk subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan, meski terjadi penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah, agar petani tetap terlindungi dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

“Aman, aman (harga pupuk tidak akan terkoreksi). Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Mentan kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menyampaikan pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, sebuah capaian yang disebut belum pernah terjadi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga kebutuhan input produksi tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.

“Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa,” ujar Mentan.

Adapun volume pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton yang akan menyasar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.

Mentan menegaskan kebijakan stabilisasi harga pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden, sehingga dipastikan tetap terjaga guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah konflik di Selat Hormuz, Timur Tengah, yang dapat mengganggu jalur perdagangan global.

“Alhamdulillah, stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah,” kata Rahmad dalam rapat tersebut.

Ia menyebut pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi pupuk dunia, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya.
Namun demikian, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.

“Hingga hari ini, meskipun dunia gonjang-ganjing, pupuk Indonesia justru bisa berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan dunia,” jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand dan Amerika Serikat mulai terdampak gangguan pasokan pupuk global. Sementara itu, Indonesia tetap dalam kondisi aman dan stabil.

Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026), Rahmad juga memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik, meski terjadi gejolak di Selat Hormuz, sehingga pasokan dan stabilitas tetap terjaga di dalam negeri.

“HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap,” kata Rahmad. (ANT/KN)