Beranda blog Halaman 269

Pelantikan 1.424 PPPK Paruh Waktu: Antara Euforia dan Ujian Disiplin di Hari Pertama

Setelah menunggu kepastian status selama bertahun-tahun, akhirnya 1.424 tenaga honorer di lingkungan Pemkot Bontang resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Pelantikan digelar di Stadion Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, dr. Neni Moerniaeni, bersama Wakil Wali Kota Agus Haris serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari total pegawai yang dilantik, 97 orang akan bertugas di RSUD Taman Husada, sementara sisanya tersebar di lebih dari 30 instansi pemerintah daerah. Penempatan meliputi Dinas Kesehatan, BPKAD, kecamatan, kelurahan, hingga sekolah dasar negeri di seluruh wilayah Kota Bontang.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional terkait penyelesaian status tenaga non-ASN, sebagaimana tertuang dalam Pengumuman Wali Kota Nomor 800.1.2.3/1042/BKPSDM/2025.
Prosesnya cukup panjang, mulai dari pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), unggah dokumen pendukung melalui portal SSCASN, hingga verifikasi akhir oleh BKPSDM.

Wali Kota Bontang, dr. Neni Moerniaeni, bersama jajaran pejabat Pemkot berfoto bersama 1.424 PPPK paruh waktu usai pelantikan di Stadion Bessai Berinta. Foto: Istimewa

Kamis (16/10) pagi itu, seluruh aparatur baru berbaris rapi. Mereka mengucapkan sumpah setia kepada negara, dan menandatangani Pakta Integritas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa status ASN bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dengan integritas dan kedisiplinan tinggi. Ia meminta seluruh PPPK paruh waktu menunjukkan etos kerja yang baik, profesional, dan taat aturan. “ASN bukan jabatan, tapi pengabdian,” tegasnya.

Berdasarkan data BKPSDM, dari total 1.424 PPPK yang dilantik, 1.078 orang tercatat dalam database BKN. Sedangkan 355 lainnya berasal dari tenaga honorer aktif yang belum terdata secara nasional. Komposisi pendidikan didominasi lulusan SMA (65 persen), D-III (10 persen), dan S-1 (25 persen). Jabatan paling banyak adalah operator layanan operasional, posisi yang berperan penting dalam administrasi di kelurahan, sekolah, dan puskesmas.

Pelantikan berlangsung khidmat. Beberapa peserta tampak meneteskan air mata lega setelah bertahun-tahun menunggu kepastian. Ratusan lainnya menyalami pejabat yang hadir dan berfoto bersama usai menerima surat keputusan.

Sayangnya, momen bersejarah itu sedikit tercoreng. Beberapa jam setelah pelantikan, Satpol PP mengamankan 39 PPPK paruh waktu di sebuah kafe di Jalan Ahmad Yani. Laporan diterima dari warga yang melihat sekelompok ASN baru berkumpul di jam kerja.

Kepala Satpol PP, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa sebenarnya ada 41 orang di lokasi, namun dua di antaranya merupakan pekerja lapangan. “Kami bawa mereka ke kantor untuk pembinaan dan sosialisasi. Mereka sudah ASN, bukan TKD lagi,” ujarnya. Para PPPK kemudian dibina bersama pejabat BKPSDM di kantor Satpol PP.

Satpol PP dan BKPSDM setelah melakukan dialog dengan PPPK (Foto: Syakurah/ Media Kaltim Network)

Kabid Penilaian Kinerja, Penghargaan, Dokinfo, dan Fasilitasi Profesi ASN BKPSDM, Arif Supriyadi, menegaskan bahwa jam kerja ASN telah diatur dalam Perwali Nomor 23 Tahun 2025, yakni 37,5 jam per minggu.

Sementara perwakilan forum PPPK paruh waktu, Mahfud, menjelaskan bahwa kejadian itu berawal karena pelantikan tidak menyediakan konsumsi, sehingga para PPPK membeli makan dan minum usai acara. “Habis panas-hujan di lapangan, ada juga yang sedang hamil, mereka hanya membeli makan dan minum untuk dibawa pulang,” katanya.

Insiden kecil ini menunjukkan bahwa menjadi ASN tidak berhenti pada pelantikan, tetapi juga menuntut tanggung jawab dan kedisiplinan dalam bekerja.

Program PPPK paruh waktu merupakan langkah besar dalam penataan aparatur di Kota Bontang, namun keberhasilannya bergantung pada sikap dan perilaku setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya.

Pelantikan di Stadion Bessai Berinta menutup penantian panjang tenaga honorer di Bontang. Namun kejadian di Jalan Ahmad Yani di hari yang sama menjadi ujian pertama bagi ASN baru untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar siap bekerja dengan disiplin dan tanggung jawab sebagai pelayan publik. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pupuk Kaltim Porwada 2025: Ketika Wartawan Menulis dengan Keringat dan Sportivitas

ADA suasana berbeda di Kota Bontang pekan ini. Ratusan wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) datang, bukan untuk meliput, tapi untuk bertanding dalam ajang Pupuk Kaltim Porwada 2025 yang digelar pada 17–19 Oktober.

Saya salut atas kerja keras pengurus PWI Bontang di bawah komando Suriadi Said, bersama seluruh panitia di Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) yang dipimpin Aidil Kundara. Sejak setahun lalu, mereka sudah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Mulai dari menyusun proposal, mencari sponsor, menyiapkan arena pertandingan, hingga menata teknis pelaksanaan. Semua dijalankan dengan semangat kebersamaan. Tanpa pamrih.

Tidak mudah menggelar acara sebesar ini. Apalagi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) bukan sekadar lomba olahraga, tetapi juga ajang silaturahmi dan seleksi menuju tingkat nasional, Porwanas.

Kontingen PWI Penajam Paser Utara dilepas secara resmi menuju Porwada Kaltim 2025. Foto: Istimewa

Hal yang paling menentukan tentu dukungan dana dan fasilitas. PT Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen besar sebagai sponsor utama, sementara Pemkot Bontang memberikan dukungan penuh di semua lini. Kolaborasi keduanya menjadi penopang utama keberhasilan ajang ini. Karena itu, Porwada 2025 resmi mengusung nama Pupuk Kaltim Porwada 2025 sebagai wujud sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Menjelang pelaksanaan, semangat tampak menyala di seluruh daerah. Kontingen dari Kutai Barat, Kutai Timur, hingga Penajam Paser Utara dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah masing-masing. Seragam baru dikenakan dengan bangga. Bendera PWI dikibarkan tinggi, dan yel-yel penuh semangat menggema di setiap halaman kantor bupati. Dari Berau hingga Balikpapan, suasana sama: antusias dan optimistis. Semua ingin membawa pulang prestasi, tapi lebih dari itu, ingin membawa nama baik daerah dan menjaga kehormatan profesi wartawan.

Ada sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan: futsal, bulu tangkis, tenis meja, atletik, catur, domino, e-sport, biliar, dan jurnalistik. Sebanyak 260 wartawan dari sembilan kabupaten/kota ikut serta. Samarinda datang dengan kontingen terbanyak, disusul Bontang sebagai tuan rumah.

Kontingen PWI Kutai Timur bersiap berangkat ke Porwada Kaltim 2025. Foto: Ramlah

Porwada ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang solidaritas. Di lapangan futsal atau di meja biliar, tidak ada lagi sekat antar media. Semua satu semangat: menjaga sportivitas dan mempererat persaudaraan. Wartawan yang biasanya bersaing di ruang redaksi, kini bahu-membahu di arena olahraga.

Porwada ini juga menjadi ajang promosi bagi Kota Bontang. Wartawan dari seluruh Kaltim akan menulis, memotret, dan membawa pulang kesan baik tentang kota ini. Itu nilai tambah yang tak ternilai.

Sebagai bagian dari keluarga besar PWI, saya bangga. Porwada 2025 membuktikan bahwa insan pers bukan hanya pandai menulis, tetapi juga bisa menjadi teladan dalam semangat kerja sama dan sportivitas.

Selamat datang di Bontang, rekan-rekan wartawan se-Kaltim. Mari bertanding dengan semangat dan bersahabat. Karena di balik setiap keringat dan tawa di lapangan, ada pesan yang ingin kita tunjukkan: pers yang kuat lahir dari kebersamaan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Gus Falah Desak Chairul Tanjung Sowan ke PBNU dan Minta Maaf soal Tayangan Trans7

0

JAKARTA – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah menyarankan pendiri dan pemilik CT Corp Chairul Tanjung untuk mendatangi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan menemui Ketua Umum (Ketum) PBNU Kiai Haji Yahya Cholil Staquf.

Dia menegaskan Chairul Tanjung harus meminta maaf kepada para ulama dan umat Islam atas penistaan pesantren yang dilakukan Trans7.

“Tayangan Trans 7 itu jelas-jelas menistakan kiai dan muruah pesantren. Sudah seharusnya pak Chairul Tanjung meminta maaf kepada ulama dan umat dengan sowan ke Kiai Yahya selaku Ketum PBNU,” kata Gus Falah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Gus Falah, yang juga salah satu pengurus di PBNU itu, menuturkan dengan menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, tampak lini bisnis media CT Corp kurang wawasan tentang sejarah dan budaya pesantren.

Ia menyesalkan sebagai media yang dimiliki tokoh sekaliber Chairul Tanjung, Trans7 tidak memiliki berhati-hati dalam penyiaran atau publikasi konten, sehingga kini Chairul Tanjung harus ikut bertanggung jawab atas penistaan yang dilakukan Trans7.

“Sebagai panglima tertinggi dalam konglomerasi itu, tentu Pak Chairul Tanjung harus bertanggung jawab atas penistaan pesantren dan kiai yang dilakukan salah satu medianya,” ungkap anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut.

Maka dari itu, dirinya mengingatkan hal tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak, bukan hanya insan media, bahwa sikap hormat dan adab harus dijaga kepada para ulama.

Dia berharap semua pihak tidak sembarangan memproduksi konten apabila tidak mengerti sepenuhnya tentang apa yang diproduksi.

Untuk diketahui, Chairul Tanjung merupakan pendiri dan pemilik konglomerasi besar bernama CT Corp yang membawahi berbagai lini bisnis, salah satunya media.

Di sektor media, melalui anak perusahaan Trans Media, CT Corp mengelola berbagai stasiun televisi, salah satunya Trans7 yang melalui tayangan program Xpose Uncensored dinilai menistakan pesantren dan kiai.

Melalui program itu, Trans7 menayangkan video yang menampilkan para santri dan jamaah sedang menyalami kiai yang sedang duduk. Ada pula potongan video yang memperlihatkan seorang kiai yang sedang turun dari mobil.

Narasi suara dari video tersebut menyebutkan bahwa santri rela ngesot demi menyalami dan memberikan amplop kepada kiai. Menurut narator, kiai yang sudah kaya seharusnya yang memberikan amplop kepada santri.

Cuplikan tayangan program itu mendapatkan reaksi keras dari beragam pihak. Para netizen lantas menyerukan boikot kepada Trans7. (ANT/KN)

Mensesneg: Pembiayaan Utang Whoosh Dicari Skema Alternatif di Luar APBN

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah tidak berencana menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Dalam keterangannya di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10) malam, Prasetyo menyebut bahwa pemerintah telah mendiskusikan langkah-langkah alternatif untuk mencari solusi pembiayaan yang tidak membebani APBN.

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema ya, skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” katanya.

Saat ditanya apakah topik terkait pembayaran utang Whoosh termasuk dalam agenda pembahasan di pertemuan rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo menyebut bahwa hal itu tidak masuk dalam pembahasan ratas.

“Malam ini tidak, malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” ujar Prasetyo menanggapi pertanyaan awak media terkait solusi untuk Whoosh.

Namun demikian, Prasetyo menilai bahwa proyek Whoosh memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung.

“Faktanya, Whoosh menjadi salah satu moda transportasi yang sangat membantu aktivitas masyarakat, baik dari Jakarta maupun ke Bandung dan sebaliknya,” katanya.

Lebih lanjut, Mensesneg menambahkan bahwa pemerintah melihat potensi pengembangan jaringan kereta cepat sebagai bagian dari visi pembangunan transportasi nasional.

“Justru, kita ingin sebenarnya kan itu berkembang ya, tidak hanya ke Jakarta dan sampai ke Bandung, mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai ke Jakarta, ke Surabaya,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara Media Gathering Kemenkeu 2025 di Bogor, Jumat (10/10), memutuskan APBN tidak akan digunakan untuk menanggung beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikelola PT KCIC.

Pemerintah, kata Purbaya, mendorong agar penyelesaian pembiayaan proyek strategis tersebut dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang memiliki kapasitas keuangan dan sumber dividen mandiri sekitar Rp80 triliun per tahun.

Menurut Purbaya, langkah tersebut penting untuk memisahkan tanggung jawab antara pemerintah dan sektor swasta agar proyek infrastruktur tidak terus membebani APBN.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan dua opsi penyelesaian yang tengah dikaji, yakni melalui penambahan modal (equity) atau pengambilalihan infrastruktur oleh pemerintah sebagaimana praktik di industri perkeretaapian lainnya.

Dony menambahkan, proyek KCJB telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan peningkatan mobilitas dan penumpang mencapai 30 ribu orang per hari.

Namun, ia menegaskan bahwa aspek keberlanjutan bisnis KCIC yang kini menjadi bagian dari PT KAI juga harus dijaga melalui skema pembiayaan yang tepat. (ANT/KN)

KPK Selidiki Dugaan Ketimpangan Layanan Haji Khusus: Ada Perlakuan Istimewa?

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami fasilitas yang diterima jemaah haji khusus tambahan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023–2024.

“Fasilitas yang didapatkan calon jemaah di PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) satu dan PIHK lainnya itu kan berbeda-beda. Nah itu didalami,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/10).

Budi menjelaskan pendalaman tersebut dilakukan KPK untuk bisa mendapatkan gambaran utuh mengenai pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

“Kemudian kami akan elaborasi juga dengan teman-teman di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang sedang jalan penghitungan kerugian keuangan negara,” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan KPK masih menunggu hitungan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut dari BPK RI.
Sebelumnya, KPK mengumumkan memulai penyidikan perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023–2024, yakni pada 9 Agustus 2025.

Pengumuman dilakukan KPK setelah meminta keterangan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam penyelidikan kasus tersebut pada 7 Agustus 2025.

Pada saat itu, KPK juga menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam kasus kuota haji tersebut.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri, salah satunya adalah mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut.
Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan pihaknya telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.
Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler. (ANT/KN)

Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

0

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memulai pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi dalam rangka membangun sumber daya manusia unggul.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat (SR). Setelah menyelesaikan renovasi 165 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I, Kementerian PU kini melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia.

Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II telah memasuki tahap lelang sejak September 2025. Program ini dirancang untuk menampung hingga 112.320 siswa dengan 3.744 rombongan belajar (rombel), meliputi 1.872 rombel SD (56.160 siswa), 936 rombel SMP (28.080 siswa), dan 936 rombel SMA (28.080 siswa). Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah, dan ditargetkan selesai untuk tahun ajaran 2026/2027.

Setiap Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar secara menyeluruh, antara lain ruang kelas nyaman berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga dan ruang kegiatan ekstrakurikuler serta area hijau atau lansekap.

Dalam perancangannya, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis menekankan prinsip ruang yang sehat, aman, dan inspiratif, guna mendukung semangat belajar siswa dan kinerja guru. Desain bangunan juga mempertimbangkan efisiensi energi, daya tahan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan.

Selain itu, integrasi teknologi dalam fasilitas sekolah diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang kreatif dan partisipatif, sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional. Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang untuk menumbuhkan penguasaan akademik, karakter, jiwa kepemimpinan, dan keterampilan hidup sehingga mampu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya pada desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Untuk tahap I hingga akhir 2025, Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan 165 Sekolah Rakyat Tahap I, yang terdiri atas Tahap IA sebanyak 63 lokasi (dimanfaatkan mulai 14 Juli 2025), Tahap IB sebanyak 37 lokasi (dimanfaatkan mulai 15 Agustus 2025), dan Tahap IC sebanyak 65 lokasi (dimanfaatkan mulai 1 September 2025).

Dengan capaian tersebut, Kementerian PU berharap Sekolah Rakyat Tahap II akan memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan. (ANT/KN)

Prabowo Tolak Kontrak Pertahanan yang Libatkan Keluarga Demi Cegah KKN

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap semasa menjabat menteri pertahanan dirinya tegas menolak seluruh kontrak pertahanan yang melibatkan anggota keluarganya demi mencegah adanya konflik kepentingan dan sebagai wujud komitmen mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Dalam sesi dialog bersama Pimpinan Utama Forbes, Steve Forbes, yang merupakan puncak acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10) malam, Presiden Prabowo menjelaskan korupsi dapat diandaikan seperti kanker, yang jika telah mencapai stadium empat, sulit untuk “disembuhkan”. Oleh karena itu, Presiden meyakini untuk mencegah korupsi, jangan sampai ada konflik kepentingan antara dirinya, yang pada masa itu menjabat sebagai menteri pertahanan dengan anggota keluarganya, yang beberapa di antaranya merupakan pengusaha.

“Ketika saya menjabat menteri pertahanan, malam pertama saya menjadi menteri pertahanan, saya ingat, saya memanggil kerabat-kerabat saya, keponakan-keponakan saya, saya tidak ingat apakah adik saya (Hashim Djojohadikusumo, red.) ada di ruangan, tetapi saya bilang (kepada mereka, red.) saya menteri pertahanan, dan kalian tidak boleh menemui saya untuk apapun terkait kontrak pertahanan,” kata Presiden Prabowo saat menceritakan hal yang dilakukan untuk mencegah adanya konflik kepentingan semasa menjabat menteri pertahanan.

Namun, setelah tiga bulan berjalan, Presiden lanjut bercerita, para pengusaha berusaha mencari celah dengan jalan-jalan dan cara-cara yang lain.

“Satu hari, salah satu keponakan saya menemui saya dengan membawa usulan proyek, dan saya katakan: Come on! Kamu tidak pernah (berbisnis, red.) di sektor pertahanan, kamu tidak mengerti pertahanan, okay, berbisnis di bidang yang lain,” kata Prabowo menceritakan percakapannya dengan salah satu keponakannya.

Kemudian, satu waktu, Prabowo menerima laporan dari bawahannya di Kementerian Pertahanan. Dalam laporan itu, ada tiga perusahaan masuk shortlist untuk kontrak pengadaan di Kemhan. Dalam laporan yang sama, pejabat di Kemhan itu kemudian menyebut ada keponakan Prabowo dalam dua perusahaan yang masuk daftar akhir seleksi (shortlist) untuk kerja sama kontrak pengadaan di Kemhan.

“(Saya bilang ke bawahan saya, red.) Tolak mereka! Saya menolak semua (kontrak yang melibatkan, red.) keluarga saya,” ujar Presiden.

“Saya pun menjadi sulit untuk bertemu dengan keponakan-keponakan saya selama tiga atau empat bulan setelah kejadian itu. Tetapi apapun itu, saya harus memberikan contoh. Itu tidak mudah, tetapi harus dilakukan,” ujar Presiden Prabowo.

Komitmen Presiden memberantas korupsi merupakan salah satu isu yang dibahas dalam sesi dialog selama kurang lebih sejam antara Presiden Prabowo dengan Steve Forbes.

Tidak hanya membahas korupsi, Presiden Prabowo dan Steve turut mengulas isu-isu lainnya, antara lain makan bergizi gratis (MBG), Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia, arah kebijakan ekonomi Presiden, strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan keterlibatan Presiden Prabowo dalam perjanjian damai di Gaza, Palestina yang diteken saat KTT Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10). (ANT/KN)

Trade Expo Indonesia 2025 Jadi Etalase Diplomasi Ekonomi RI di Pasar Global

0

TANGERANG – Lebih dari sekadar ajang promosi dagang, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 Tahun 2025 menjadi panggung diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat citra sebagai negara maju, modern, dan berdaya saing di kancah global.

Acara yang dibuka oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten, Rabu (15/10/2025), dihadiri ribuan peserta dan perwakilan dari lebih 130 negara.

Dengan tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, TEI menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai eksportir, tetapi sebagai mitra ekonomi strategis yang menawarkan inovasi, keberlanjutan, dan kualitas unggul.

Zulkifli Hasan yang mewakili Presiden Prabowo Subianto menekankan, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia yang tumbuh positif menunjukkan efektivitas diplomasi ekonomi yang kini makin agresif dilakukan.

“Hingga bulan ini, nilai ekspor nasional tumbuh lebih dari 7 persen dibandingkan tahun lalu, dengan surplus perdagangan mencapai USD 29 miliar,” ujarnya.

Zulhas–panggilan akrabnya, menambahkan diplomasi ekonomi tidak lagi sebatas negosiasi tarif atau kuota, melainkan tentang membangun trust dan hubungan jangka panjang dengan mitra dagang dunia. “TEI menjadi medium penting untuk memperkuat citra Indonesia sebagai mitra global yang stabil, terbuka, dan terpercaya,” katanya.

Adapun menurut Mendag Budi, TEI tahun ini diikuti 1.619 peserta dan 8.045 pembeli dari 130 negara, dengan nilai transaksi yang ditargetkan mencapai USD 16,5 miliar.

“Ajang ini bukan hanya soal transaksi dagang, tapi juga soal memperkenalkan branding nasional—bahwa Indonesia mampu bersaing lewat produk inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dibagi ke tiga zona yang terdiri dari pangan dan pertanian, manufaktur, serta jasa dan gaya hidup, TEI menampilkan transformasi ekonomi Indonesia yang kini berorientasi pada hilirisasi dan nilai tambah.

Salah satu daya tarik utama tahun ini ialah Pameran Pangan Nusa, yang disinergikan dengan TEI 2025. Dari kopi Gayo hingga sambal khas Nusa Tenggara, produk-produk kuliner tersebut menjadi “duta budaya” yang memperkenalkan identitas Indonesia melalui cita rasa.

“Diplomasi ekonomi tak hanya lewat komoditas besar, tapi juga lewat kuliner dan produk kreatif yang punya daya tarik emosional,” ujar Mendag.

Sebagai bentuk penghargaan, Mendag menyerahkan Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta kepada eksportir serta mitra dagang mancanegara yang berkontribusi dalam memperluas pasar Indonesia di dunia.

“Ini adalah bentuk pengakuan bahwa diplomasi ekonomi kita berjalan dua arah — dari pelaku lokal hingga buyer internasional,” katanya.

Mendag menutup acara dengan pesan optimistis. “Melalui semangat kerja sama dan kepercayaan global yang terus tumbuh, Indonesia akan memperkokoh posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang tak hanya besar, tapi juga dipercaya di pasar dunia.” (CHA/KN)

Bankaltimtara Gelar GPM di HUT ke-60, Bupati Kukar Beri Apresiasi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pangan. Sinergi antara sektor pertanian dan keuangan daerah kembali ditunjukkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Creative Park Tenggarong, Rabu(15/10/2025).

Kegiatan yang digelar hingga Kamis (16/10/2025) ini, dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia dan HUT ke-60 Bankaltimtara. Agenda ini dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dan dihadiri jajaran Forkopimda, OPD, Camat, Kepala Desa, hingga pelaku UMKM dan petani.

Lebih dari sekadar pasar murah, Bupati menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.“GPM ini bukan sekadar pasar murah, tapi strategi nyata pemerintah daerah dalam menstabilkan harga pangan, mengendalikan inflasi, dan menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan ini mencerminkan sinergi lintas sektor pemerintah, BUMD, hingga aparat keamanan dalam menjawab tantangan pangan di tengah perubahan iklim dan gejolak ekonomi global.

Di Kukar, GPM menjadi simbol kemitraan konkret antara Pemkab dan Bankaltimtara. Lembaga keuangan daerah itu tidak hanya hadir memberikan dukungan logistik, tetapi juga subsidi harga pangan sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana peran perbankan daerah tidak berhenti pada aspek finansial, melainkan turut menopang agenda ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Bankaltimtara adalah instrumen penting pembangunan di Kukar. Kami akan terus mendukung agar menjadi salah satu bank terbaik di Kalimantan Timur,” tegas Aulia.

Momentum ini juga menjadi ajang untuk memperkuat program Kredit Kukar Idaman, yang kini telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 36 miliar bagi pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan. Bupati berharap sinergi antara program pangan dan pembiayaan daerah dapat mendorong munculnya ekosistem ekonomi produktif di tingkat akar rumput.

“Produksi petani harus terserap, UMKM harus naik kelas. Kita ingin ekonomi lokal tumbuh dari bawah, bukan tergantung pasokan luar daerah,” tegasnya.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi gebrakan yang dilakuka oleh Bankkaltim dalam merayakan HUT Ke-60. “Kita apresiasi kegiatan ini, ini adalah bentuk keperdulian sekaligus kado dari Bank Kaltimtara untuk masyarakat Kukar,” tutupnya.

Penulis : Ady Wahyudi

Bankaltimtara Jadi Mitra Strategis Kukar, Kredit Kukar Idaman Tembus Rp 36 Miliar

TENGGARONG – Hubungan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Bankaltimtara kian erat. Hal itu ditegaskan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara), di Kantor Cabang Tenggarong, Rabu (15/10/2025).

Bupati Aulia menegaskan, keberadaan Bankaltimtara bukan sekadar lembaga keuangan daerah, tetapi juga mitra pembangunan yang berperan langsung dalam memperkuat ekonomi rakyat.

“Pemerintah Kabupaten Kukar menjadi pemegang saham nomor dua di Bankaltimtara dengan porsi sekitar tujuh persen. Karena itu kami punya kepentingan agar arah kebijakannya selalu sejalan dengan program pembangunan daerah,” ujarnya.

Aulia menilai, sinergi pemerintah daerah dan Bankaltimtara telah membuahkan hasil konkret melalui program Kredit Kukar Idaman, yang kini menjadi instrumen utama dalam pembiayaan UMKM, petani, dan nelayan.

“Hingga kini realisasi pembiayaan program tersebut mencapai Rp 36 miliar dengan tingkat kredit macet di bawah tiga persen. Ini bukti bahwa program ini tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Melihat keberhasilan itu, Pemkab Kukar berencana menaikkan plafon pembiayaan Kredit Kukar Idaman secara signifikan.

“Jika sebelumnya maksimal Rp 50 juta, ke depan bisa mencapai Rp 500 juta. Tujuannya agar petani, nelayan, dan pelaku UMKM bisa naik kelas dan memperluas usahanya,” paparnya.

Meski begitu, Bupati memastikan kebijakan peningkatan plafon kredit akan diiringi dengan mekanisme pengawasan ketat. “Kita tetap akan menyiapkan pagar-pagar syarat agar penyalurannya tepat sasaran dan pengembaliannya sesuai harapan,” tegasnya.

Momentum HUT ke-60 Bankaltimtara disebut Aulia menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.

“Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Acara peringatan HUT turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar dan jajaran Bankaltimtara. Kegiatan berlangsung penuh keakraban, mencerminkan komitmen bersama membangun ekonomi daerah berbasis kemitraan yang saling menguatkan.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i