Beranda blog Halaman 264

Gideon Andris: Pengawasan Lemah, Illegal Fishing Rugikan Nelayan Berau

0

BERAU – Aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di perairan Kecamatan Bidukbiduk kembali menuai sorotan. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai maraknya praktik tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) yang seharusnya memiliki kewenangan penuh dalam penanganannya.

Menurut Gideon, perairan Berau merupakan wilayah strategis dengan potensi perikanan tinggi, namun sering dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan cara yang melanggar hukum. Ia menilai, hingga kini langkah pemerintah provinsi masih sebatas imbauan tanpa diikuti tindakan tegas di lapangan.

“Saya sudah sampaikan langsung ke Pak Wakil Gubernur. Ini memang ranahnya provinsi, jadi kami minta agar tidak hanya sebatas imbauan. Harus ada langkah nyata di lapangan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa dampak dari lemahnya pengawasan bukan hanya merugikan nelayan kecil, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem laut. Banyak nelayan tradisional yang kehilangan hasil tangkapan akibat praktik penggunaan alat tangkap terlarang dan penangkapan berlebih oleh kapal-kapal luar daerah.

“Kalau masalahnya pada keterbatasan dana operasional, libatkan saja nelayan-nelayan lokal. Mereka tahu siapa yang melakukan pelanggaran, dan dengan kolaborasi ini pengawasan bisa lebih efektif,” jelas Gideon.

Ia menilai, pelibatan masyarakat pesisir dalam pengawasan laut dapat menjadi solusi praktis untuk memperkuat sistem pengendalian di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, para nelayan lokal bisa menjadi mitra pemerintah dalam mendeteksi aktivitas ilegal dan melaporkannya lebih cepat.

“Nelayan di daerah paling tahu kondisi laut mereka sendiri. Kalau mereka dilibatkan, efektivitas pengawasan pasti meningkat,” tambahnya.

Gideon juga berharap Pemprov Kaltim segera menurunkan tim pengawasan terpadu untuk melakukan patroli rutin di kawasan pesisir Berau, khususnya di Bidukbiduk yang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan pelanggaran. Ia menegaskan, tindakan tegas harus diambil agar praktik illegal fishing tidak terus berulang.

“Saya berharap pemerintah provinsi dapat menjalankan fungsinya secara optimal demi melindungi sumber daya perikanan di Berau dan kesejahteraan nelayan lokal,” pungkasnya (gs/ADV)

Sjafrie: Keputusan Strategis Pembelian Alutsista Ada di Tangan Presiden

0

JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan dirinya belum bisa berkomentar banyak tentang isu pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) yang saat ini sedang berkeliaran.

“Saya belum bisa memberikan suatu kepastian tentang alutsista strategis,” kata Sjafrie saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Sjafrie menjelaskan, setiap pembelian alutsista yang dilakukan Kementerian Pertahanan harus melewati beberapa prosedur yang diatur peraturan presiden.
Prosedur itu, kata dia, juga mengatur agar informasi soal alutsista strategis harus dijaga dengan baik demi pertahanan negara.

Karenanya, dia enggan menanggapi segala isu tentang pembelian alutsista yang saat ini sedang bergulir di masyarakat.

“Orang ngomong sana sini ya silakan tapi sebagai institusi yang harus memastikan itu saya harus patuh kepada bagaimana keputusan strategis yang diambil oleh presiden sebagai panglima tertinggi,” jelas Sjafrie.

Sebelumnya, beberapa isu terkait pembelian alutsista sempat bergulir beberapa waktu belakangan. Dari mulai pembelian kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia, pesawat tempur J-10 Chengdu dari China hingga kapal jenis Fregat dari China 053. (ANT/KN)

Pimpinan KKB Intan Jaya Undius Kogoya Dilaporkan Meninggal Dunia karena Sakit

0

PAPUA TENGAH – Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Samakori menyatakan bahwa adanya informasi terkait meninggalnya pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Intan Jaya Undius Kogoya di Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

“Undius Kogoya dilaporkan meninggal karena sakit. Ada informasi bila pimpinan KKB Intan ini meninggal di Wandai,” kata Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Samakori kepada ANTARA, Kamis (23/10/2025).

Sementara itu data yang dihimpun mengungkapkan Undius Kogoya meninggal di Kampung Jae Distrik Wandi Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (22/10) pukul 15.00 WIT karena sakit.

Undius sebelumnya dilaporkan ke Timika, Kabupaten Mimika kemudian ke Enarotali, Kabupaten Paniai dan balik ke Intan Jaya, namun sesampainya di Wandai sakit dan meninggal.

KKB pimpinan Undius Kogoya terlibat sejumlah aksi penyerangan terhadap warga sipil dan militer di Kabupaten Intan Jaya sejak tahun 2022. (ANT/KN)

Ombudsman Kaltara Temukan Tabung LPG Malaysia di SPPG Tarakan

0

TARAKAN – Ketua Ombudsman Kalimantan Utara (Kaltara) Maria Ulfah saat mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMA Muhammadiyah Tarakan menemukan dua tabung gas elpiji produk perusahaan minyak dan gas (migas) dari Malaysia.

“Memang kami amat dari 12 tabung gas ada warna pink dan biru, juga kita temukan ada warna merah dan hijau, itu memang ada di dapur SPPG tadi,” kata Ketua Ombudman Kaltara Maria Ulfahdi Tarakan, Rabu (22/10/2025).

Namun Maria tidak mendalami lagi mengapa ada tabung gas elpiji dari Malaysia. Menurutnya, adanya tabung gas milik Malaysia tersebut terkait kelancaran operasional untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG merupakan program langsung dari Presiden  Prabowo Subianto melalui SPPG yang perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk hal dalam penyediaan makanan .

“Jadi perlu didukung pelaku-pelaku usaha di negeri kita ini, khususnya SPPG, termasuk ketersediaan gas tadi dan harusnya mendapat atensi,” kata Maria Ulfa.

Ia mengharapkan  perusahaan yang mengurus gas memberikan dukungan untuk  dapur-dapur MBG.

Kemungkinan adanya tabung gas dari Malaysia, kata dia, karena pengalaman dari SPPG dalam operasional gas yang digunakan tidak cukup, maka menggunakan gas dari Malaysia.

Dapur SPPG di SMA Muhammadiyah Tarakan saat ini melayani 2.965 penerima manfaat dari Program MBG.

Sebanyak 2.965 penerima manfaat dari siswa TK Kuncup Mekar, TKIT Al Mustaqim, SD IT Al Mustaqim, SD Utama 2, SDN 021, dan SD Patra Dharma. Kemudian SMP Muhammadiyah, SMP MBS, SMP Kumi, SMA Patra, MAN, SMA Muhammadiyah dan SMA MBS. (ANT/KN)

Bapanas: Pelaku Manipulasi Harga dan Mutu Beras Terancam Pidana

0

JAKARTA – Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Hermawan menegaskan, bila ada orang yang memainkan harga beras, label maupun mutu beras atau bertindak curang, diancam sanksi pidana dan denda miliaran.

“Bagaimana dengan label, jika informasi pada label tidak sesuai isi, itu bisa pidana. Mutu pun demikian, bila hasilnya lab tidak sesuai,” katanya menegaskan kepada wartawan seusai rapat koordinasi pengendalian harga beras di Baruga Lappo Ase Bulog, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/10/2025).

Ia menjelaskan, mekanisme pemeriksaan label maupun mutu beras dilakukan di laboratorium selama 14 hari. Hal ini guna memastikan benar atau tidak mutu beras yang dipasarkan, apakah jenis premium sesuai kemasan serta mutunya atau medium.

“Itu batas maksimal 15 persen patahannya (beras premium). Dan 16 persen itu sudah masuk kategori medium. Banyak kasus di Jakarta kemarin itu karena beras medium di jual sebagai premium,” tuturnya mengungkapkan.

Kendati demikian, sejauh ini kata dia, agar suasana tidak ricuh dan ribut, bagi para pelanggar yang ditemukan diberikan teguran tertulis terlebih dahulu, bila masih nakal dan mengulang, sanksinya pencabutan izin.

”Kami ingin menjaga suasana harmonis. Tapi, kita (sanksi berat) terakhir adalah penegakan hukum pidana (berbuat curang). Ada Undang-undang Perlindungan Konsumen, itu lima tahun penjara dan denda di atas Rp5 miliar,” papar dia menekankan.

Selain itu, Kepala Bapanas RI sekaligus menjabat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, lanjut Hermawan, sebelumnya menemukan hal-hal yang janggal saat sidak di pasaran serta melihat banyak masyarakat tertipu.

“Ternyata, hasil pemeriksaan Pak Mentan, mutu beras yang di jual premium harusnya di jual medium. Dari situlah kita mulai bergerak penyelidikan, kemudian naik ke penyidikan, setelah itu baru ada penetapan tersangka kemarin, 36 orang di Bareskrim,” ucapnya.

Meski demikian, ungkap dia, tidak menutup kemungkinan beberapa daerah lain di Indonesia melakukan praktik serupa. Dan rata-rata terjadi di daerah non sentra produksi. Tetapi, untuk wilayah Sulsel yang menjadi sentra produksi, masih aman karena stok cukup.

Pihaknya kembali menegaskan, bila ada orang-orang baik itu pejabat pemerintah daerah, personil TNI maupun Polri ikut terlibat memainkan pangan beras, juga dilaksanakan penindakan dengan sanksi hukum pidana sama.

“Jika ada oknum pemerintah daerah, TNI, atau Polri yang ikut terlibat dalam perdagangan dengan pelanggaran yang sama, sanksinya sama seperti lainnya. Kita tidak boleh bedakan, itu jalan terakhir,” katanya.

“Tentu kalau oknum TNI (diproses) di Peradilan Militer (POM). Dan untuk oknum polisinya di pidana umum, sama dengan masyarakat yang lain. Satu dua minggu ke depan (sanksi) masih administratif. Tapi, kalau tidak diindahkan, baru kami ke proses penyelidikan untuk penegakan hukum,” katanya dengan tegas.

Mengenai dengan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET), Hermawan menambahkan, masih tahap pembukaan dan sosialisasi. Tetapi, Bapanas telah mengirimkan surat teguran kepada sejumlah produsen dan pedagang menjual beras di atas HET. Karena berasnya lokal, surat teguran diberikan oleh OKKPD setempat. (ANT/KN)

KBRI Sebut 20 WNI Berhasil Kabur dari Lokasi Judi Online di Myanmar

0

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar mencatat bahwa sebanyak 20 orang Warga Negara Indonesia (WNI) telah berhasil kabur dari lokasi judi online yang berada di Kompleks KK Park, Myawaddy, Kayin State.

“Hingga (Rabu) malam hari ini, KBRI Yangon juga telah menerima konfirmasi dari KBRI Bangkok bahwa otoritas Thailand melaporkan adanya sekitar 20 WNI yang telah berhasil menyeberang ke wilayah Thailand melalui Sungai Moei,” kata pernyataan KBRI Yangon yang diterima di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Kompleks KK Park dikenal sebagai salah satu kawasan yang dikelola oleh kelompok Border Guard Force (BGF) dan menjadi lokasi aktivitas scam/judi online. Lebih dari 300 warga negara asing, termasuk sekitar 75 WNI, melarikan diri dari kompleks tersebut pada Rabu (22/10).

Berdasarkan laporan media lokal dan sumber lapangan, langkah pelarian massal tersebut terjadi setelah militer Myanmar (Tatmadaw) bersiap melakukan penggerebekan terhadap kawasan dimaksud.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah satu WNI yang berada di lokasi, KBRI Yangon menyampaikan bahwa kondisi para WNI bervariasi. Sebagian masih berada di dalam kawasan KK Park, sementara sebagian lainnya sudah keluar menuju daerah sekitar Myawaddy–Shwe Kokko untuk mencari tempat aman.

Terkait data identitas dan kondisi 20 WNI yang telah berhasil menyeberang ke Thailand, saat ini sedang diverifikasi bersama otoritas terkait di Mae Sot, Thailand.

KBRI Yangon menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi erat dengan KBRI Bangkok serta berkomunikasi dengan otoritas setempat di Myanmar untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dan mengupayakan jalur kemanusiaan yang aman dan terpantau bagi proses evakuasi.

Menyikapi kejadian akibat judi online tersebut, KBRI mengimbau kepada seluruh WNI agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi dan tidak mendatangi wilayah konflik atau kawasan rawan kejahatan siber dan perdagangan manusia seperti Myawaddy dan Shwe Kokko.

Pemerintah Indonesia turut menekankan komitman untuk terus mengawal setiap langkah pelindungan dan pemulangan WNI dari kawasan tersebut. (ANT/KN)

Satu Tahun Kemendikdasmen: Akselerasi Pendidikan Bermutu dan Inklusif untuk Semua Anak Indonesia

0

JAKARTA — Dalam satu tahun perjalanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sejumlah capaian penting dalam upaya menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. Melalui berbagai program strategis di bidang pemerataan akses, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan tata kelola, Kemendikdasmen berhasil menorehkan kemajuan signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Taklimat Media bertajuk “Gerak Cepat Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Jakarta, Rabu (22/10/2025), oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Satu tahun ini menjadi landasan kami untuk bekerja lebih baik lagi. Ini modal untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah berjalan,” ujar Mendikdasmen.

Salah satu capaian utama Kemendikdasmen adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dari target awal 10.440 satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun, kini kerja sama telah terealisasi di 16.140 satuan pendidikan, melampaui target semula.

Sebagian pembangunan bahkan telah rampung 100 persen. Melalui sistem swakelola, program ini juga menyerap lebih dari 350 ribu tenaga kerja, memberikan dampak ekonomi riil di daerah sekaligus memperkuat sarana belajar yang layak bagi peserta didik.

Selain revitalisasi, Kemendikdasmen terus memperluas digitalisasi pembelajaran melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, serta penguatan platform Rumah Pendidikan.

Platform ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran digital, tetapi juga wadah komunikasi publik yang terbuka dan partisipatif, sehingga mendapatkan banyak penghargaan di tingkat nasional. Kemendikdasmen juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru.

Sebanyak 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D-IV/S1 mendapat beasiswa sebesar Rp3 juta per semester, dan jumlah ini akan meningkat menjadi 150 ribu guru tahun depan.

Sementara itu, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan target 600 ribu guru pada 2025 telah tercapai, dan tahun depan akan diperluas hingga 808 ribu guru.

Untuk kesejahteraan, mekanisme penyaluran tunjangan sertifikasi kini dibuat lebih transparan dengan disalurkan langsung ke rekening guru. Guru non-ASN menerima Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN mendapat sesuai gaji pokok.

Selain itu, insentif bagi guru honorer juga meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan pada tahun depan. Dalam setahun terakhir, 14.822 fasilitator pembelajaran mendalam telah melatih lebih dari 211 ribu guru di 65 ribu sekolah.

Untuk menjawab tantangan era industri 4.0, Kemendikdasmen mengintegrasikan pembelajaran berbasis coding, kecerdasan buatan (AI), dan literasi digital.
Sebanyak 2.915 fasilitator nasional telah membimbing 62.898 guru di 53.568 sekolah agar mampu menerapkan teknologi dalam pembelajaran.

Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan mulai diimplementasikan pada 2026 bekerja sama dengan Kementerian Desa.
Selain itu, pada 3–9 November 2025 akan digelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA yang diikuti 3,5 juta siswa, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

“Tes ini dirancang inklusif, ramah, dan humanis. Tujuannya untuk memetakan mutu pendidikan serta menumbuhkan semangat belajar,” ujar Abdul Mu’ti.

Dari sisi kebahasaan, Kemendikdasmen memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Mendikdasmen dijadwalkan hadir di forum UNESCO pada November mendatang untuk menyampaikan pidato resmi dalam bahasa Indonesia.
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kini juga telah menjangkau 57 negara. (CHA/KN)

Melalui  Program Asesmen Minat dan Bakat, PT CAM Dorong Pengembangan Potensi Siswa di Kutai Barat

0

KUTAI BARAT – PT Cemerlang Asa Mandiri (CAM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi perusahaan. Yaitu melalui kegiatan Asesmen dan Pelatihan Minat Bakat bertajuk “Akselerasi Potensi dan Motivasi Siswa Sekolah.” 

Program ini melibatkan 62 siswa dari SMA Negeri 1 Damai dan SMA Negeri 1 Nyuatan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), bertujuan membantu pelajar mengenali potensi diri, memahami minat serta bakatnya, dan menyusun langkah konkret menuju karier masa depan. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara CAM, pihak sekolah, dan tim profesional Lamin Psikologi yang memfasilitasi asesmen dan workshop interaktif. 

External Affairs & Sustainability (EAS) Manager CAM Panji Setyadi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan CAM dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan motivasi belajar siswa di wilayah sekitar operasi perusahaan. 

“Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah investasi pada manusia. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu siswa mengenali kekuatannya, memahami minatnya, dan menemukan arah karier yang sesuai. Saat mereka mengenal diri sendiri, semangat belajar dan rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Panji. 

Dari Data Psikologi Menjadi Aksi Nyata 

Program ini dilaksanakan secara bertahap selama Oktober 2025. Di SMA Negeri 1 Damai, asesmen dilakukan pada 5 Oktober, disusul workshop pada 9 Oktober 2025. Sedangkan di SMA Negeri 1 Nyuatan, asesmen dilaksanakan 13 Oktober, dan sesi workshop pada 16 Oktober 2025. 

Dalam sesi interaktif tersebut, siswa diajak mengidentifikasi lima profesi impian, memvalidasi dengan hasil kekuatan otak (brain strength) dan kekuatan semangat (passion strength), lalu menuangkannya dalam media “Peta Jalan” pribadi. Setiap siswa menggambarkan perjalanan dari Titik A (potensi diri) menuju Titik B (karier impian) melalui langkah-langkah nyata yang dapat ditempuh. 

Kegiatan ini ditutup dengan sesi “Jagoan Tangguh”, di mana siswa dilatih membangun resiliensi dan mental tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan. Pendekatan ini menjadikan asesmen bukan hanya alat ukur, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. 

Antusiasme Pelajar dan Dukungan Sekolah serta Orang Tua 

Program yang diinisiasi CAM ini disambut antusias oleh siswa dan pihak sekolah. Banyak siswa yang mengaku kegiatan tersebut membantu mereka menemukan arah karier dan memperkuat motivasi belajar. 

“Sebelumnya saya bingung mau kuliah di mana. Setelah ikut kegiatan ini, saya sadar minat saya kuat di bidang Scientific dan Outdoor. Sekarang saya tahu langkah yang harus diambil,” ujar Sanjaya, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Nyuatan. 

Pihak sekolah menilai kegiatan ini menjadi sarana penting dalam proses pengembangan karakter dan bimbingan karier. “Kegiatan seperti ini sangat membantu guru dalam memberikan arahan. Ketika siswa tahu potensi dirinya, semangat belajar meningkat, dan suasana belajar menjadi lebih positif,” terang Rikardus, Kepala Sekolah SMA Damai. 

Setelah sesi workshop, CAM bersama tim Lamin Psikologi juga menggelar pembahasan hasil asesmen bagi sekolah dan orang tua, masing-masing pada 10 Oktober (SMA Negeri 1 Damai) dan 17 Oktober (SMA Negeri 1 Nyuatan). Para orang tua menyampaikan apresiasi atas upaya CAM dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka. 

“Program ini membuka pandangan kami sebagai orang tua. Sekarang kami tahu bagaimana mendampingi anak berdasarkan hasil yang jelas dan ilmiah,” ungkap salah satu perwakilan orang tua. 

Komitmen CAM dalam Membangun SDM Unggul di Daerah Operasional 

Melalui program ini, CAM menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan potensi generasi muda di Kutai Barat. Tidak hanya fokus pada dukungan infrastruktur atau ekonomi, CAM turut berperan dalam menciptakan pemberdayaan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. 

Kolaborasi antara CAM, sekolah, dan mitra profesional seperti Lamin Psikologi menjadi langkah nyata sinergi lintas sektor yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan membawa nilai tambah yang berkelanjutan, bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi manusia yang menjadi bagian dari komunitas sekitar,” tutup Panji. (kn)

Banjir Samarinda dan Perjalanan Panjang Menuju Balikpapan

HUJAN deras sejak siang membuat perjalanan saya dari Bontang ke Balikpapan, Rabu (23/10), menjadi ujian kesabaran. Jalan licin, jarak pandang pendek, dan angin kencang memaksa saya melaju perlahan di tengah guyuran hujan. Di sepanjang jalan, genangan air mulai terlihat mengisyaratkan banjir juga mulai meluas hingga Samarinda.

Saya menghubungi Dimas, wartawan Media Kaltim di Samarinda. Saat itu ia mengatakan situasinya belum hujan. “Masih mendung, Pak,” katanya. Namun tak sampai setengah jam kemudian, tepat pukul 12.38 Wita, ia mengirim video ke grup redaksi dari depan rumahnya. “Ini Pak, baru hujan. Deras sekali, anginnya juga kencang,” ujarnya dalam video yang memperlihatkan dirinya keluar rumah sambil menatap langit yang mulai gelap.

Tak lama berselang, kabar datang beruntun: longsor di Air Hitam, rumah roboh, dan kawasan Sempaja hingga Jalan Mugirejo mulai terendam air.

Sebelum simpang Muara Badak, genangan masih bisa dilalui meski arus air cukup kuat. Saat memasuki wilayah Tanah Datar, air sudah setinggi lutut. Mobil kecil berhenti, pengendara motor banyak yang mogok. Warga membantu mengatur arus lalu lintas. Saya menunggu beberapa menit sebelum akhirnya memutuskan menerobos perlahan.

Begitu masuk Lempake, tepat setelah Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), kendaraan mulai merayap. Waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita. Saya kembali menghubungi Dimas untuk memastikan kondisi di Jalan DI Panjaitan. “Macet panjang, Pak. Mugirejo sepinggang airnya. Bisa sampai malam kalau lewat situ,” jawabnya.

Saya sempat mencoba jalur alternatif lewat dalam Lempake, tapi justru lebih parah. Akhirnya saya kembali ke arah Jalan DI Panjaitan dan ikut antrean panjang kendaraan. Di sisi lain, mobil BPBD Samarinda terlihat melawan arus menuju lokasi evakuasi. Petugas meminta pengendara memberi jalan agar mereka bisa cepat ke titik banjir.

Akses jalan yang terendam banjir di daerah Jalan Poros Bontang-Sangatta (Foto: istimewa).
Kendaraan dan warga melintas hati-hati di jalan poros Samarinda–Bontang yang terendam banjir, Rabu (23/10/2025). Foto: Agus S

Sekitar pukul 19.00 Wita saya akhirnya keluar dari kemacetan. Melalui jalur Damanhuri–Gerilya–Sambutan menuju Mahkota II, jalanan mulai lancar meski masih ada beberapa titik genangan. Mobil kembali bisa melaju normal, dan saya tiba di Balikpapan pukul 21.00 Wita. Sembilan jam perjalanan untuk jarak yang biasanya hanya lima jam.

Banjir besar yang melanda Samarinda Rabu (23/10) tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga karena sistem drainase dan pengendalian air yang belum berfungsi optimal. Berdasarkan data Info Taruna Samarinda (ITS) dan BPBD, sedikitnya 27 kawasan terendam dengan ketinggian air antara 30–70 sentimeter.

Genangan terjadi di sejumlah titik seperti Jalan Juanda, Suryanata, Kadrie Oening, Mugirejo, Damanhuri, Pramuka, Lempake, hingga Loa Bakung. Beberapa fasilitas umum juga terdampak, termasuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan SMP Negeri 24 Samarinda. Pohon tumbang dilaporkan di Jalan Ir. Sutami dan Antasari 2, sementara tanggul jebol terjadi di RT 8 Kelurahan Sempaja Selatan, kawasan Villa Tamara. Di Jalan Wiratama, Air Hitam, satu korban sempat tertimbun longsor namun berhasil diselamatkan.

Pelataran Perpustakaan Kaltim saat terendam banjir, Rabu (22/10/2025). (Foto: Hanafi/ Media Kaltim)

BMKG Kaltim mencatat hujan deras disertai angin kencang dan petir berlangsung antara pukul 12.30–14.30 Wita. Fenomena La Niña disebut turut meningkatkan curah hujan di wilayah Kaltim. Namun persoalan banjir tidak semata karena cuaca ekstrem. Penumpukan sedimen di drainase, penyempitan aliran sungai, serta minimnya daerah resapan memperparah genangan di berbagai kawasan.

Saya yang sering melintasi jalur Bontang–Samarinda–Balikpapan melihat sendiri, hujan dengan intensitas sedang saja sudah cukup membuat akses utama terputus. Ini pertanda kapasitas kota dalam menampung air sudah sangat terbatas.

Banjir di Samarinda bukan hanya akibat hujan deras, tetapi juga karena penanganan yang belum sepenuhnya tuntas. Pemkot Samarinda telah melakukan berbagai langkah. Pembangunan kolam retensi, pengerukan drainase, hingga normalisasi sungai. Namun pekerjaan ini memang belum selesai.

Upaya yang sudah dilakukan perlu diteruskan secara konsisten dan melibatkan masyarakat. Tanpa kedisiplinan bersama menjaga kebersihan saluran dan ruang air, banjir akan tetap datang kembali, meski arah kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang benar. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pemerintah Beri Potongan Harga Tiket Pesawat hingga 14 Persen saat Nataru

0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa pemerintah bakal memberikan potongan harga tiket pesawat hingga 14 persen selama masa libur panjang, termasuk Natal dan tahun baru (Nataru).

Menko AHY, yang membawahi kementerian di bidang infrastruktur, pertanahan, dan perhubungan, menyebut langkah ini adalah upaya pemerintah agar masyarakat dapat membeli tiket penerbangan domestik dengan harga lebih murah.

“Kami berupaya untuk terus konsisten agar harga tiket pesawat bisa turun saat libur panjang, seperti Nataru dan Lebaran,” ujar AHY di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Adapun penurunan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik pada Natal-Tahun Baru 2025, kata AHY, kurang lebih akan sama dengan yang diberikan saat periode libur Lebaran 2025, yakni 13-14 persen.

Ia menjelaskan bahwa penurunan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik dilakukan melalui berbagai skema efisiensi biaya yang dikawal langsung oleh pemerintah.

Upaya tersebut meliputi pengurangan biaya avtur, pemangkasan jasa dan biaya kebandarudaraan, serta penyesuaian fuel surchargeatau biaya tambahan akibat harga bahan bakar, sehingga harga tiket dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, Kementerian Keuangan turut memberikan dukungan dengan menanggung sebagian pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian tiket pesawat sebesar kurang lebih 6 persen.

Dengan kombinasi kebijakan ini, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket hingga 13–14 persen selama periode libur panjang seperti Natal dan tahun baru, serta Lebaran.

“Mudah-mudahan bisa kita turunkan 13 hingga 14 persen untuk Nataru dan juga untuk Lebaran (2026) nanti,” katanya. (ANT/KN)