Beranda blog Halaman 231

Perkelahian di Galangan Kapal Palaran Berakhir Tragis

0
Evakuasi korban menggunakan perahu warga dari kawasan galangan kapal di Palaran. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Sebuah insiden berdarah terjadi di kawasan galangan kapal Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, Minggu dini hari.

Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dilaporkan tewas akibat luka parah setelah diduga terlibat perkelahian di area perusahaan tersebut.

Menurut keterangan Arifin, warga yang membantu proses evakuasi, peristiwa ini mulai terungkap sekitar pukul 03.00 WITA.

Ia mengaku dihubungi pihak perusahaan galangan kapal untuk meminta bantuan transportasi air guna mengangkut seseorang yang disebut sedang dalam kondisi sakit.

“Awalnya saya ditelepon pihak perusahaan, minta tolong antarkan orang sakit. Saya langsung jemput dari rumah pakai perahu. Ternyata sampai di sana, korban kondisinya luka berat,” ujar Arifin saat memberikan keterangan.

Arifin menjelaskan, saat pertama kali dinaikkan ke atas perahu oleh empat karyawan perusahaan, korban masih dalam keadaan hidup namun sudah tidak mampu berbicara.

Korban mengalami luka robek cukup besar dan dalam di bagian tangan sebelah kanan.

Nahas, saat perahu menyusuri jalur perairan menuju Kampung Balik Buaya RT 46, nyawa korban tidak tertolong. Kondisi medan berupa rawa sempit diduga menghambat proses evakuasi.

“Di perjalanan korban meninggal dunia, kemungkinan karena kehabisan darah. Tangannya luka besar sekali. Pas sampai di Kampung Balik Buaya, korban sudah tidak ada,” jelasnya.

Terkait penyebab pasti luka yang diderita korban, Arifin mengaku tidak mengetahui secara detail.

Namun, informasi yang diterimanya di lokasi menyebut korban diduga terlibat perkelahian setelah tertangkap tangan melakukan aksi pencurian di area galangan kapal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun perwakilan perusahaan terkait kronologi lengkap dan status hukum kejadian tersebut.

Jasad korban kini telah berada di daratan untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

GMB Gelar Olymp Run, Kampanye Gaya Hidup Sehat Disambut Antusias

0
Foto: Kegiatan Olymp Run perdana di Samarinda yang digelar PT GMB di kawasan GOR Segiri. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Sebanyak 3.000 peserta memadati kawasan GOR Segiri, Samarinda dalam event lari “Olymp Run” yang digelar Minggu pagi (10/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian event nasional yang disiapkan PT GMB (Griya Multi Bintang) Group.

Marketing Director PT GMB, Reza Ardiananda menyebut pelaksanaan event berjalan sukses dengan antusiasme tinggi dari masyarakat Samarinda.

“Event Olymp Run hari ini berjalan dengan sangat sukses. Tiga ribu peserta yang kami targetkan hadir di dalam acara ini dan acaranya sangat meriah seperti yang kita bisa lihat,” ujarnya usai mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Reza, Samarinda dipilih menjadi kota pertama penyelenggaraan Olymp Run sebelum nantinya dilanjutkan ke sejumlah kota besar lain di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

“Samarinda adalah kota pertama yang kami selenggarakan dari rangkaian nasional yang nanti akan kita teruskan mulai tahun 2026, 2027 dan seterusnya,” katanya.

Ia menjelaskan konsep utama Olymp Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga bagian dari kampanye gaya hidup sehat yang diusung perusahaan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang furniture dan home living, GMB ingin mengajak masyarakat menikmati kualitas hidup tidak hanya di dalam rumah, tetapi juga melalui aktivitas sehat di luar rumah.

“Jadi intinya kami sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk-produk furniture living ingin meningkatkan kualitas hidup orang di dalam rumah. Tapi kali ini kami juga ingin meningkatkan kualitas hidup orang di luar rumah,” jelasnya.

Reza mengatakan pihaknya menggandeng komunitas dan event organizer lokal, Bu Runner, dalam proses penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Peserta melakukan pendaftaran melalui platform yang telah disediakan dengan sistem pembayaran tertentu.

Selain menghadirkan konsep olahraga massal, Olymp Run juga menyediakan berbagai hadiah menarik dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Door prize utama yang disiapkan di antaranya senilai Rp50 juta, Rp40 juta, serta berbagai hadiah hiburan lainnya.

“Harapannya ini menjadi rangkaian acara pertama dari berbagai rangkaian berikutnya dan tentunya nanti kita akan lari lagi ke kota-kota besar di Indonesia,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Perkelahian dengan Wakar Berujung Maut di Palaran

0
Kapolsek Palaran Kompol Iswanto saat memberikan keterangan terkait kasus perkelahian maut di galangan kapal. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Kepolisian Sektor (Polsek) Palaran tengah mendalami kasus perkelahian berdarah yang menewaskan seorang pria di area perusahaan galangan kapal kawasan Bantuas, Palaran, Minggu (10/5/2026) dini hari.

Korban diduga kuat merupakan pelaku pencurian yang kepergok saat melancarkan aksinya.

Kapolsek Palaran, Kompol Iswanto mengonfirmasi pihaknya menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 04.00 WITA.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal, insiden bermula saat tiga orang tak dikenal menyusup ke area perusahaan menggunakan satu perahu ketinting.

Kompol Iswanto menjelaskan, perusahaan tersebut sebelumnya sudah dua kali mengalami pencurian sehingga penjaga malam meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengintaian di area rawan.

“Kebetulan malam tadi ada tiga orang menggunakan satu perahu memasuki wilayah perusahaan tanpa izin. Indikasinya mau mengambil barang milik perusahaan,” ujar Kompol Iswanto.

Proses evakuasi korban usai insiden berdarah di kawasan galangan kapal Palaran. Foto: Dimas/Media Kaltim

Saat dihadang penjaga malam, dua pelaku berhasil melarikan diri melalui jalur darat. Namun satu orang tertinggal dan diduga melakukan perlawanan terhadap penjaga malam yang berjaga.

Perkelahian pun tidak terhindarkan. Dalam duel tersebut, korban terkena sabetan parang di bagian lengan kanan.

Akibat luka robek cukup parah dan kehilangan banyak darah, korban meninggal dunia saat hendak dievakuasi warga menuju Kampung Balik Buaya.

“Korban mengalami luka sabetan parang di lengan kanan. Saat ditemukan di TKP, kondisi kedua tangan mayat dalam keadaan terikat. Kami sudah mengevakuasi jenazah ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk keperluan visum maupun autopsi,” tambahnya.

Meski disebut bertindak untuk mengamankan aset perusahaan, penjaga malam yang terlibat dalam perkelahian tersebut tetap diamankan ke Mapolsek Palaran.

Polisi kini mendalami apakah tindakan tersebut masuk unsur penganiayaan berat atau pembelaan diri.

Barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian di antaranya satu unit perahu ketinting milik korban, dua bilah parang masing-masing milik korban dan penjaga malam, pakaian korban berupa jaket dan topi, serta sampel darah di sekitar lokasi kejadian.

“Untuk penjaga malamnya tidak mengalami luka. Saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami unsur-unsur hukum dalam kejadian ini,” tutup Kompol Iswanto. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Titik Nol IKN Jadi Lokasi Half Marathon Pertama di Nusantara

0
Swissotel Nusantara menghadirkan event pertama Half Marathon 5K, 10K, dan 21K yang digelar di kawasan IKN. Foto: Atmaja R./Media Kaltim

NUSANTARA – Minggu pagi ceria terasa di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN). Ribuan peserta memadati kawasan Plaza Bhineka Tunggal Ika, tepat di seberang Swissotel Nusantara, Minggu (10/5/2026) pagi dalam gelaran Nusantara Half Marathon 21K, 10K, dan 5K hasil kolaborasi Swissotel Nusantara bersama RIOT.

Event yang digelar di kawasan Titik Nol IKN tersebut menjadi half marathon pertama yang dilaksanakan di pusat kawasan Nusantara.

Suasana berbeda langsung terasa sejak subuh. Para peserta dari berbagai daerah sudah memadati area start sejak pukul 05.00 WITA dengan antusias tinggi.

Miah menjadi pelari perempuan pertama yang menyentuh garis finish pada kategori Half Marathon 21K female berdasarkan catatan panitia.

Salah satu peserta, Haikal Rosyad mengaku antusias mengikuti event lari yang digelar di kawasan IKN tersebut.

“Cuacanya pas. Rame juga. Baru digelarnya di sini, Titik Nol dulu. Sekarang sudah bagus, sebelumnya kan gunung-gunung,” ujarnya di lokasi.

Sementara itu, perwakilan RIOT Balikpapan, Ferdinand menyebut rute lari di kawasan IKN memberikan tantangan tersendiri bagi peserta.

“Cukup menantang, dan ini merupakan rute yang baru. Diharapkan tahun depan kita dapat rute baru sehingga bisa full marathon di IKN,” katanya.

Event ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan maupun luar Kalimantan Timur, termasuk warga Sepaku sebagai kawasan penyangga terdekat IKN.

Selain lomba lari, suasana acara semakin meriah dengan penampilan grup band The Soulful yang membawakan sejumlah lagu populer seperti Cantik, Sialan, hingga Pergi Pagi Pulang Pagi milik Armada.

Panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang beruntung. Bahkan, peserta dengan kostum terbaik mendapatkan hadiah menginap satu malam di kamar Suite Swissotel Nusantara IKN.

Sekadar diketahui, event ini merupakan gelaran lari ketiga yang diadakan Swissotel Nusantara di kawasan IKN.

Sebelumnya, Swissotel menggelar Nusantara Run 10K pada Mei 2025 dan Swissôtel Nusantara Anniversary Run 8K pada Oktober 2025 dalam rangka perayaan ulang tahun pertama hotel tersebut.

Sementara Nusantara Half Marathon kali ini menghadirkan aktris sekaligus public figure Melanie Putria sebagai guest star.

Kegiatan ini turut didukung sejumlah sponsor, Otorita IKN, serta Media Kaltim sebagai media partner. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pengembalian UKT Gratispol Mulai Masuk Rekening Mahasiswa Unmul

0
Foto: Gerbang Universitas Mulawarman dengan tambahan editing logo program Gratispol. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) penerima program Gratispol tahap dua akhirnya mulai menerima pengembalian uang kuliah tunggal (UKT) yang sebelumnya dibayarkan secara mandiri.

Pencairan pengembalian dana atau reimburse UKT tahap kedua mulai diterima mahasiswa sejak awal Mei 2026.

Sejumlah mahasiswa mengaku lega setelah dana yang sempat dinanti selama beberapa bulan akhirnya masuk ke rekening masing-masing.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmul angkatan 2024 asal Kabupaten Paser, Abika Ramadhan mengatakan dirinya menerima pengembalian UKT Gratispol tahap kedua pada 7 Mei 2026.

Menurutnya, sejak awal sebenarnya mahasiswa sudah mendapat informasi bahwa dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah disalurkan ke pihak kampus. Namun proses pencairan ke mahasiswa memerlukan waktu cukup lama.

“Dari surat yang beredar dari Pemprov itu sebenarnya sudah diberitahukan bahwa dana sudah ada di pihak kampus. Tapi di kampus sendiri beberapa kali ada informasi bakal cair dan baru di awal Mei ini tahap keduanya benar-benar cair,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Selama menunggu pencairan, mahasiswa disebut aktif mencari informasi kepada birokrat kampus terkait kepastian pengembalian UKT yang telah dibayarkan pada awal semester.

Ia menjelaskan, sebelum pencairan dilakukan mahasiswa diminta mengisi nomor rekening melalui sistem AIS mahasiswa.

Setelah seluruh data rekening terkumpul, dana mulai dikembalikan kepada mahasiswa.

“Jadi edaran kemarin lebih ke pengisian rekening di web AIS mahasiswa. Setelah semua data terkumpul baru pihak kampus melakukan pencairan pengembalian UKT,” katanya.

Abika menilai program Gratispol sangat membantu mahasiswa. Namun ia berharap ada peningkatan transparansi informasi agar mahasiswa tidak bingung menunggu kepastian pencairan.

“Karena kita lihat sendiri dananya sudah disalurkan, tapi keterbukaan informasi dari pihak kampus sering hilang-hilang. Jadi mahasiswa bingung apakah UKT sudah dibayarkan atau bisa direimburse kembali,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Adhwa Syafaatul Fajrina, mahasiswa Pendidikan Masyarakat Unmul angkatan 2024 asal Kabupaten Paser.

Ia mengaku sempat ragu terhadap program Gratispol, terutama terkait kepastian pengembalian UKT.

“Awalnya sebagai mahasiswa sempat ragu juga sama program ini, apalagi soal pembayaran UKT. Takutnya cuma wacana atau proses pengembaliannya lama,” katanya.

Namun keraguan itu mulai hilang setelah sejumlah mahasiswa menerima pencairan dana.

“Untuk nunggu kepastian pengembalian dana UKT lumayan beberapa bulan. Sempat kepikiran juga kapan cairnya, tapi akhirnya ada kabar dan prosesnya berjalan,” ujarnya.

Menurut Adhwa, program Gratispol sangat membantu mahasiswa dalam meringankan biaya pendidikan sehingga mahasiswa bisa lebih fokus menjalani perkuliahan.

“Menurut saya program dari pemerintah provinsi ini bagus banget karena cukup membantu mahasiswa buat meringankan biaya kuliah,” ucapnya.

Pendapat serupa juga datang dari mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmul angkatan 2024 asal Mahakam Ulu, Eric Fredrick.

Ia mengaku menerima Gratispol pada tahap kedua atau gelombang kedua pendaftaran akhir 2025.

Eric menyebut proses pencairan pengembalian dana memakan waktu lebih lama dari jadwal awal yang dijanjikan.

“Yang awalnya dijanjikan sebelum bulan lima malah sesudah bulan lima. Dan juga Gratispol ini termasuk pencairan paling lama dananya,” katanya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat membantu kebutuhan mahasiswa.

“Karena juga banyak mahasiswa yang sangat membutuhkan pengembalian dana UKT ini untuk keperluan lainnya,” terangnya.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menggelontorkan dana Gratispol untuk tiga tahapan senilai Rp288,5 miliar dengan menjangkau lebih dari 60 ribu mahasiswa.

“Bantuan ini telah menjangkau 63.603 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kaltim,” ujar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Kejagung Pamer Ferrari Rp6,5 Miliar dan Tas Hermes di CFD

0
Foto: Deretan aset mewah hasil sitaan dan rampasan negara dipamerkan Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI saat kegiatan CFD di kawasan GBK Jakarta. Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA — Kawasan Car Free Day di sekitar Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (10/5/2026), mendadak dipenuhi deretan aset mewah hasil sitaan dan rampasan negara yang dipamerkan Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI.

Salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah mobil sport Ferrari 488 dengan nilai pembukaan lelang mencapai Rp6,5 miliar.

Selain itu, turut dipamerkan Ducati Superleggera V4 yang dibanderol mulai Rp1,4 miliar, Harley Davidson Road Glide, hingga Porsche 911 berwarna silver.

Tak hanya kendaraan mewah, masyarakat juga dapat melihat langsung berbagai barang branded hasil sitaan negara seperti tas Hermes, Dior, dan Louis Vuitton.

Sejumlah perhiasan hingga lukisan emas turut dipamerkan sebagai bagian dari aset yang akan dilelang pemerintah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju BPA Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 21 Mei mendatang.

Melalui kegiatan itu, Kejaksaan Agung ingin memperkenalkan proses lelang aset negara kepada publik sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan barang rampasan hasil tindak pidana.

Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kuntadi mengatakan kegiatan di ruang publik seperti CFD dipilih agar masyarakat lebih mengenal fungsi dan tugas BPA dalam pengelolaan aset hasil tindak pidana.

“BPA sudah hadir sejak dua tahun lalu dan sudah banyak melakukan penjualan barang. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi Badan Pemulihan Aset. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin lebih membuka diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kuntadi, BPA Fair bukan sekadar ajang pamer barang lelang, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat pemulihan kerugian negara dan pengembalian hak korban kejahatan melalui mekanisme lelang yang transparan.

Ia menjelaskan masyarakat tidak hanya dapat melihat aset yang dipamerkan, tetapi juga belajar langsung mengenai proses lelang resmi pemerintah.

Bahkan, pengunjung diberi kesempatan membuat akun lelang secara langsung di lokasi dengan pendampingan petugas.

“Pengunjung bisa melihat langsung beberapa barang yang akan dilelang, mengenal bagaimana proses lelang berlangsung, bahkan bisa membuat akun lelang di tempat yang akan dibantu oleh petugas,” katanya.

BPA Fair 2026 disebut menjadi bagian dari strategi Kejaksaan Agung untuk meningkatkan keterbukaan pengelolaan aset sitaan negara sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam proses lelang resmi pemerintah. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Diduga Pingsan Saat Menyetir, Mobil Menabrak Tiang Listrik

0
Foto: Mobil silver yang dikendarai pria paruh baya usai menabrak tiang listrik di kawasan Perumahan HOP, Bontang. Foto: Syakurah

BONTANG – Seorang pria paruh baya meninggal dunia di dalam mobil setelah kendaraan yang dikemudikannya menabrak tiang listrik di Jalan Simon Tampubolon, kawasan Perumahan HOP, Minggu (10/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WITA dan sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Salah seorang saksi mata, Lampae, mengaku melihat langsung kejadian tersebut saat sedang duduk di depan Barber Confident yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurutnya, mobil silver itu menabrak tiang listrik dengan benturan yang tidak terlalu keras.

Ia menduga pengemudi mengalami pingsan saat sedang mengemudi sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.

“Pengemudi pingsan. Karena semua pintu terkunci, kami pecahkan kacanya untuk menolong,” ungkap Lampae.

Warga yang berada di lokasi kemudian berupaya melakukan evakuasi terhadap korban sambil menunggu kedatangan petugas medis.

Sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, ambulans bersama tenaga medis tiba di lokasi kejadian.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Setelah diselamatkan dengan ambulans, dokter yang datang bersamaan menyatakan bahwa ia meninggal dunia,” tuturnya.

Lampae menjelaskan, mobil tersebut cukup sering terlihat datang ke kawasan tersebut karena pengemudi diketahui memiliki teman yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti identitas korban maupun penyebab pasti korban meninggal dunia.

Petugas masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Harley Rp71 Juta hingga Ducati Rp1,4 Miliar Masuk Lelang Kejagung

0
Foto: Deretan aset mewah hasil rampasan perkara korupsi dipamerkan Kejaksaan Agung melalui BPA saat Car Free Day di kawasan GBK, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Kejagung

JAKARTA — Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti lelang berbagai aset rampasan negara melalui BPA Fair 2026 yang berlangsung pada 18–24 Mei 2026.

Lelang tersebut menghadirkan sederet kendaraan premium hasil rampasan perkara tindak pidana, mulai Ferrari, McLaren, Ducati, Porsche, Harley Davidson hingga Mercedes-Benz.

Dari pantauan katalog resmi Lelang.go.id, Ferrari 488 warna merah menjadi aset dengan nilai limit tertinggi yakni Rp6.595.215.000 dengan uang jaminan Rp1,32 miliar.

Selain Ferrari, terdapat McLaren warna biru muda dengan harga limit Rp2.867.550.000 dan uang jaminan Rp573 juta.

Motor Ducati Superleggera V4 juga menjadi perhatian dengan harga pembukaan Rp1.473.959.000 serta jaminan Rp736.979.500.

Sementara Mercedes-Benz warna hitam dibuka senilai Rp825.874.400 dengan uang jaminan Rp85 juta.

Tak hanya itu, BMW S1000RR M Package ikut dilelang dengan harga limit Rp441.350.000 dan uang jaminan Rp220.675.000.

Menariknya, ada pula Harley Davidson Road Glide yang dibuka mulai Rp71.547.600, serta Hyundai IONIQ 5 putih dengan harga limit Rp152.277.400.

Kepala BPA Kejaksaan RI, Kuntadi mengatakan masyarakat umum dapat mengikuti lelang dengan terlebih dahulu membuat akun resmi peserta lelang.

“Setelah itu membayar jaminan, dan setelah membayar jaminan baru pada hari dan jam yang ditentukan mengikuti kegiatan lelangnya,” ujar Kuntadi di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Untuk mengikuti lelang, masyarakat dapat melakukan registrasi melalui situs resmi Lelang.go.id yang dikelola Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.

Berikut tahapan mengikuti lelang BPA Fair 2026:

1. Registrasi akun di Lelang.go.id
Peserta wajib membuat akun dan melengkapi data identitas sesuai ketentuan.

2. Melihat katalog barang lelang
Daftar aset yang akan dilelang dapat diakses melalui katalog BPA Fair 2026.

3. Membayar uang jaminan
Peserta harus menyetorkan dana jaminan sesuai nominal barang yang diminati.

4. Mengikuti proses bidding online
Penawaran dilakukan sesuai jadwal lelang pada 18–24 Mei 2026.

5. Pelunasan bagi pemenang
Peserta dengan penawaran tertinggi wajib melunasi pembayaran sebelum aset diserahkan.

 

Selain kendaraan premium, BPA juga melelang tas Hermes, Dior, Louis Vuitton, perhiasan, hingga sejumlah aset properti berupa rumah, ruko, dan tanah.

Menurut Kuntadi, kegiatan ini bukan sekadar penjualan aset rampasan negara, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat transparansi pengelolaan barang sitaan sekaligus mempercepat pemulihan kerugian negara.

“Acara ini kami adakan untuk lebih membuka diri, untuk lebih mengukur integritas kita, untuk lebih mempercepat proses penjualan dalam rangka pemulihan kerugian negara,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Kejaksaan Agung berharap masyarakat semakin memahami mekanisme lelang resmi pemerintah sekaligus mendorong keterbukaan pengelolaan aset hasil tindak pidana melalui platform resmi pemerintah. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Bahasa Banua Masuk Kurikulum, Frans: Perlu Kesiapan Guru dan Materi

0
FOTO: Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi.

BERAU – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang mulai menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di tingkat SMP.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Ia menilai, pengenalan bahasa dan budaya lokal sejak dini sangat penting untuk membangun identitas generasi muda.

“Ini langkah yang baik untuk menjaga warisan budaya kita. Anak-anak perlu mengenal bahasa daerahnya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Namun demikian, Frans mengingatkan agar penerapan program ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia menekankan pentingnya kesiapan tenaga pengajar serta penyusunan materi ajar yang terstruktur agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.

“Jangan sampai hanya formalitas. Harus dipastikan guru yang mengajar benar-benar memahami Bahasa Banua dan metode pengajarannya juga jelas,” tegasnya.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan atau pembekalan kepada para guru yang akan mengampu mata pelajaran tersebut. Menurutnya, hal ini penting agar kualitas pembelajaran tetap terjaga di seluruh sekolah.

Selain itu, Frans menilai muatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga budaya seperti kuliner, seni, dan tradisi, merupakan nilai tambah yang dapat memperkaya wawasan siswa.

“Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi pelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa,” katanya.

Frans berharap, program ini dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan, serta benar-benar memberikan dampak dalam pelestarian budaya lokal di Kabupaten Berau. (adv)

Residivis Narkoba Produksi Sabu Rumahan di Balikpapan, Polisi Amankan Dua Tersangka

0
Foto: Barang bukti bahan pembuat sabu yang diamankan Ditresnarkoba Polda Kaltim. (Ist)

BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur berhasil mengungkap praktik home industri narkotika jenis sabu di Kota Balikpapan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka, masing-masing perempuan berinisial AS dan laki-laki berinisial OH.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait adanya aktivitas produksi sabu secara rumahan di Balikpapan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kaltim yang dipimpin Agus Sunandar melakukan penyelidikan intensif.

Hasilnya, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 00.15 Wita, tim gabungan Opsnal Subdit 3 menangkap tersangka AS di salah satu hotel di Balikpapan yang diduga dijadikan lokasi peredaran narkotika.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti sabu dengan berat bruto masing-masing 6,23 gram dan 5,29 gram.

Berdasarkan pemeriksaan awal, AS diduga hendak mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Kota Balikpapan.

Kepada petugas, tersangka mengaku memperoleh sabu dari pria berinisial OH yang sebelumnya telah menjadi target operasi karena diduga memproduksi sabu secara mandiri melalui home industri.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka OH. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah alat dan bahan yang digunakan untuk memproduksi sabu di dalam kamar rumah tersangka.

Kapolda Kaltim, Endar Priantoro melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Romy Tamtelahitu mengatakan bahan baku pembuatan sabu diduga berasal dari Malaysia dan kasus ini masih terus dikembangkan karena diduga terkait jaringan internasional.

“Bahan pembuat sabu diperoleh dari Malaysia. Ini adalah bagian dari jaringan Malaysia. Masih dikembangkan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Selain mengedarkan sabu melalui hotel, tersangka OH juga diduga menyebarkan hasil produksi sabu rumahan di sejumlah lokasi di Balikpapan menggunakan sistem jejak.

Polisi juga mengungkap bahwa OH merupakan residivis kasus narkoba. Setelah bebas dari penjara, tersangka kembali terlibat dalam peredaran narkotika dengan memproduksi sabu di rumahnya sendiri.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto sejumlah aturan penyesuaian pidana dalam UU Nomor 1 Tahun 2026 serta ketentuan KUHP terbaru,” jelas Romy.

Ia menegaskan penanganan perkara terhadap kedua tersangka dilakukan sesuai prosedur KUHAP, termasuk koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk proses penyidikan lanjutan.

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur juga mengimbau masyarakat aktif memberikan informasi terkait peredaran narkoba melalui layanan 110 maupun kanal pengaduan lainnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S