Beranda blog Halaman 231

Diaspora Sambut Wapres Gibran dengan “Rayuan Pulau Kelapa” di Johannesburg

JOHANNESBURG – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka disambut meriah oleh diaspora di Johannesburg, Afrika Selatan, dengan diiringi lagu “Rayuan Pulau Kelapa” saat tiba di hotel tempatnya bermalam.

‎Usai tiba di Bandar Udara Internasional O.R. Tambo, Johannesburg, Jumat sekitar pukul 15.15 waktu setempat dan berkendara menuju hotel, diaspora menyambut Gibran dengan kibaran bendera Merah Putih kecil di tangan mereka.

‎Ketika Gibran memasuki area lobi hotel, puluhan diaspora langsung memberikan ucapan selamat datang serta menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa”.

‎Suasana haru terasa ketika lagu nasional Indonesia dilantunkan oleh para warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Afrika Selatan.

Dalam momen itu, sepasang anak WNI berbusana adat memberikan buket bunga jenis King Protea (Protea Cynaroides) untuk Gibran. Bunga tersebut diketahui merupakan bunga nasional asal Afrika Selatan.

‎Setelahnya, Gibran berfoto bersama dengan para diaspora. Karena merasa jarak terlalu jauh, Gibran pun mengajak para diaspora mendekat dengan dirinya. ‎Selepas foto bersama, Gibran menyapa dan mengucapkan terima kasih atas penyambutan dari para diaspora.

‎”Terima kasih, terima kasih,” kata Gibran sambil menyapa dan menyalami beberapa diaspora.

‎Adapun kehadiran Gibran di Johannesburg, Afrika Selatan adalah untuk menghadiri KTT G20 sebagai penugasan Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Wapres akan menyampaikan pidato mewakili Presiden Prabowo sekaligus menegaskan posisi Indonesia terkait berbagai isu global prioritas.

‎Kehadiran Wapres dalam forum ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi global serta penguatan kerja sama internasional.

‎KTT G20 Afrika Selatan akan berlangsung selama dua hari, pada 22–23 November 2025, di Johannesburg Expo Centre. (ANT/KN)

Kemitraan Pemerintah–Media di Berau Dinilai Perlu Lebih Transparan dan Berbasis Kualitas

0

BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, mendorong perubahan pola hubungan antara pemerintah daerah dan media lokal menuju sistem yang lebih transparan, adil, dan profesional.

Ia menilai kemitraan yang sehat akan menghasilkan penyebaran informasi publik yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan standar jurnalistik di daerah.

“Kami mendukung penuh langkah Pemkab Berau untuk menerapkan sistem kemitraan media yang terbuka, terukur, dan berbasis kompetensi,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh media—baik yang besar maupun yang masih berkembang—seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama selama memenuhi syarat administrasi dan standar profesional yang ditetapkan. Pendekatan ini, katanya, dapat mengakhiri pola kerja sama lama yang dianggap tidak sepenuhnya objektif.

“Sudah saatnya setiap media diberi ruang yang sama. Sistem berbasis kualitas akan mengakhiri praktik yang tidak mencerminkan profesionalisme,” tegasnya.

Oktavia juga menyoroti masih adanya kesan ketimpangan dalam pola kerja sama antara pemerintah daerah dan media selama ini. Ia menilai perubahan menuju sistem yang lebih objektif dan transparan sangat penting agar media dihargai berdasarkan kompetensi, bukan faktor non-teknis atau kedekatan personal.

“Dengan sistem yang lebih objektif, setiap media akan diperlakukan secara adil dan proporsional. Ini penting agar ekosistem informasi di Berau menjadi lebih sehat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Lampu Hias Bernuansa Penyu Dipuji, Tapi Terang Jalannya Dinilai Belum Maksimal

0

BERAU – Rencana Pemkab Berau memperindah kawasan kota lewat pemasangan lampu hias berdesain ikon penyu mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Suharno. Ia mengapresiasi sentuhan artistik yang memperkuat citra daerah, namun menegaskan bahwa aspek fungsional—yakni kualitas penerangan jalan—tidak boleh terabaikan.

Menurut Suharno, keberadaan lampu hias dengan ornamen khas daerah memang memberi nuansa baru bagi wajah kota. Identitas lokal yang ditampilkan melalui simbol penyu dinilai mampu menarik perhatian pendatang dan menambah daya tarik visual di ruang publik.

“Dari sisi estetika, saya akui sangat bagus. Ada identitas daerah yang ditonjolkan, dan itu memberi kesan positif bagi wisatawan yang baru tiba di kota,” ujarnya.

Namun, ia menilai keindahan tersebut belum diimbangi dengan kemampuan lampu memberikan penerangan yang memadai. Berdasarkan laporan warga dan hasil pantauan di lapangan, tingkat cahaya lampu hias masih terlalu redup, terutama di ruas Jalan APT Pranoto yang pada malam hari relatif sepi dan rawan aksi kriminalitas.

“Percantik kota boleh, malah bagus. Tapi jangan lupa fungsi utama lampu itu memberi rasa aman. Kalau cahayanya terlalu redup, ini bisa menimbulkan kerawanan,” tegasnya.

Suharno menambahkan, konsep lampu hias bukan hal baru. Sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta telah lama menggabungkan desain estetis dengan intensitas cahaya yang optimal sehingga tetap menarik dipandang tanpa mengurangi fungsi penerangan.

“Kita boleh terinspirasi dari daerah lain. Lampu hias itu harus seimbang antara desain dan fungsinya. Jangan sampai indah tapi tidak membantu masyarakat saat malam hari,” jelasnya.

Ia berharap Pemkab Berau melakukan penyesuaian teknis terhadap tingkat pencahayaan, terutama di titik-titik yang dinilai rawan. Menurutnya, peningkatan mutu penerangan akan memberikan dampak langsung bagi keamanan dan kenyamanan warga.

“Silakan terus mempercantik kota, tetapi pastikan fasilitas publiknya benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya. (gs/ADV)

Ketua DPRD Berau Desak Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

0

BERAU – Lonjakan volume sampah rumah tangga dan limbah perkotaan di Kabupaten Berau semakin mengkhawatirkan. Situasi ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, yang menilai bahwa pola pengelolaan sampah saat ini sudah tidak mampu mengikuti kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, metode konvensional seperti kumpul–angkut–buang tidak lagi efektif menghadapi tingginya aktivitas masyarakat dan meningkatnya produksi sampah harian. Jika tidak diperbarui, beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan terus meningkat dan memicu persoalan lingkungan yang lebih besar.

“Melihat lonjakan volume sampah saat ini, metode konvensional sudah tidak bisa diandalkan. Kita butuh sistem modern agar beban di Tempat Pemrosesan Akhir bisa ditekan,” tegas Dedy.

Ia meminta Pemkab Berau segera mengadopsi sistem pengelolaan sampah modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah strategis yang ia dorong adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di setiap kecamatan.

Keberadaan TPS3R dinilai dapat mengurai sampah secara signifikan sejak dari sumbernya, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Dedy juga menyoroti keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah yang saat ini dimiliki daerah. Infrastruktur yang ada, menurutnya, tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi yang kian pesat.

Agar penanganan masalah lebih terarah, ia mendesak Pemkab melakukan pemetaan menyeluruh terhadap jumlah sampah harian sebagai dasar perencanaan.

“Kita harus tahu berapa ton sampah dihasilkan setiap hari. Tanpa data itu, mustahil merancang sistem yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Dorongan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pengelolaan sampah di Berau agar lebih modern, terukur, dan berkelanjutan. (gs/ADV)

Sinergi Pusat–Daerah Makin Kuat, Masjid Segihan Dapat Bantuan Dana Rp200 Juta

TENGGARONG – Upaya mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan hasil konkret. Bantuan dana Rp200 juta untuk pembangunan Masjid Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, resmi disalurkan oleh Anggota DPR RI, Budisatrio Djiwandono.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama Anggota DPRD Kukar, Hendra, hadir langsung menyaksikan penyerahan bantuan tersebut. Bantuan ini tak sekadar menjadi tambahan anggaran pembangunan rumah ibadah, tetapi sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan kerja antara pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat menjadi fondasi penting dalam mencapai percepatan pembangunan.

“Dalam program besar yang kami jalankan, hari ini kami menyaksikan penyerahan bantuan dari Pak Budi Satrio untuk masjid di Desa Sigihan. Ini sejalan dengan program Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kukar, Hendra, menegaskan bahwa dirinya mendapat mandat dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, untuk memastikan program pusat benar-benar hadir hingga ke desa dan menyatu dengan visi-misi Kukar Idaman.

“Khususnya di Kutai Kartanegara, agar bagaimana kita bisa mengkolaborasikan program pembangunan yang ada di Kukar. Termasuk mendukung visi-misi Bupati, yaitu Kukar Idaman. Di mana pun kita bisa berkolaborasi, terutama untuk bantuan-bantuan seperti masjid, kita upayakan agar bisa masuk dan memberi manfaat bagi daerah,” jelas Hendra.

Ia memastikan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan dana Rp200 juta yang diperuntukkan khusus untuk pembangunan Masjid Segihan.

“Untuk hari ini, bantuannya berupa dana Rp200 juta untuk masjid di Desa Segihan. Bantuan itu diserahkan melalui tenaga ahli Pak Budi, bersama saya dan Pak Bupati, untuk mendukung kegiatan pembangunan masjid di sini,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aulia mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah, sebuah program eksklusif yang hanya diikuti 25 kepala daerah dari 548 kabupaten/kota di Indonesia. Salah satu materi kunci dalam kursus tersebut adalah penguatan hubungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan terukur.

Aulia menegaskan bahwa bentuk dukungan pusat seperti bantuan untuk Masjid Segihan menjadi contoh nyata pentingnya sinergi tersebut.

“Kami ingin memastikan setiap dukungan yang masuk benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Selama sinergi pusat dan daerah terus terjaga, Insya Allah pembangunan di Kukar akan semakin cepat dan tepat sasaran,” tutup Bupati Aulia.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Dispora Kukar Siapkan Lapangan Gateball Terbuka di Kawasan Aji Imbut

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan konsep besar, untuk menghidupkan kembali ruang publik dengan menghadirkan sarana olahraga baru. Salah satunya adalah pembangunan lapangan gateball yang akan menjadi bagian dari pengembangan sport hub terbuka di kawasan Stadion Aji Imbut ditahun 2026.

Meski saat ini belum tersedia arena khusus, para pegiat gateball masih aktif berlatih di dua titik. Masing-masing di lapangan mini soccer yang dapat digunakan setiap hari, serta halaman Kantor Bupati Kukar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memastikan rencana pembangunan fasilitas baru sudah masuk pembahasan teknis.

“Insya Allah tahun depan kita sudah bicara dengan teman-teman Pengcab Gateball. Halaman depan Dispora akan kita bangun lapangan gateball terbuka. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” kata Ali, Jumat (21/11/2025).

Dispora menetapkan area taman depan Velodrome sebagai lokasi yang dinilai paling ideal. Meski anggaran awal belum besar, konsep yang dibangun cukup visioner: ruang hijau yang terintegrasi dengan area olahraga.

“Tempat itu secara struktur sudah layak. Nanti konsepnya taman terbuka, tapi tetap ada area khusus gateball. Jadi sambil menata taman, kita juga menyediakan sarana olahraga,” jelasnya.

Konsep ini dirancang tidak hanya sebagai lapangan, tetapi juga sebagai ruang publik baru yang mendorong interaksi sosial, mengakomodasi komunitas olahraga, dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Ali menyebut komunitas gateball di Kukar memang masih berkembang dalam skala kecil. Namun kehadiran lapangan terbuka diproyeksikan menjadi pendorong minat baru masyarakat.

“Kalau lapangannya sudah ada dan mudah diakses, kita optimistis minat masyarakat akan bertambah,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas olahraga di kawasan Stadion Aji Imbut kini semakin hidup. Penambahan arena gateball dipandang sebagai pelengkap ekosistem olahraga yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Ali turut menegaskan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi modal utama dalam memperluas fasilitas olahraga di Kukar. “Semoga rencana ini berjalan lancar dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Cricket Berau Sabet Emas Kualifikasi Porprov 2026

0

BERAU – Cabang olahraga cricket kembali mengharumkan nama Kabupaten Berau. Tim cricket Berau sukses meraih medali emas pada babak kualifikasi Porprov 2026, sebuah capaian yang mendapat apresiasi langsung dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau sekaligus Pembina Cabor Cricket Berau, Arman Nofriansyah.

Arman menyampaikan rasa bangga atas kerja keras seluruh atlet dan tim pelatih. Menurutnya, prestasi tersebut mencerminkan semakin solidnya proses pembinaan cricket di Bumi Batiwakkal.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian luar biasa atlet-atlet cricket Berau yang berhasil meraih medali emas di babak kualifikasi Porprov 2026,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan hasil instan. Pencapaian tersebut lahir dari latihan panjang, kedisiplinan tinggi, serta komitmen seluruh unsur tim dalam mengembangkan prestasi cricket Berau.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan semangat juang tinggi. Baik atlet, pelatih, maupun pengurus telah memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama Berau,” jelasnya.

Meski berhasil mencapai hasil gemilang, Arman mengingatkan para atlet agar tidak cepat puas. Ia berharap kemenangan ini menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang Porprov Kalimantan Timur.

“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempertahankan prestasi di Porprov nanti,” katanya.

Arman juga menekankan pentingnya dukungan Pemkab Berau untuk keberlanjutan pembinaan olahraga cricket. Ia meyakini perhatian pemerintah akan menjadi dorongan penting bagi para atlet untuk terus mencatat prestasi di ajang-ajang yang lebih tinggi.

“Kami berharap pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (gs/ADV)

Editor: Agus S

Biaya Administrasi Bangunan Dinilai Memberatkan Warga Berau

0

BERAU – Aturan soal biaya administrasi bangunan kembali menuai kritik. Anggota Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong, menilai ketentuan tarif dan sertifikasi bangunan yang berlaku saat ini masih membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah di pedesaan.

Ia menyebut banyak warga mengeluhkan besarnya tarif administrasi ketika mengurus sertifikat maupun dokumen legalitas bangunan. Beban itu dinilai tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi sebagian besar masyarakat.

“Ini pasti memberatkan, apalagi bagi warga di pedesaan dan masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas,” kata Feri.

Ia mengungkapkan, persoalan biaya administrasi tidak hanya dialami oleh bangunan swasta. Bahkan proyek pemerintah pun tetap dikenakan tarif tertentu, yang menurutnya menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap regulasi yang berjalan.

“Bukan hanya bangunan swasta, proyek pemerintah pun tetap dikenakan tarif tertentu. Kami berharap penetapan biaya ini bisa ditinjau kembali agar tidak menambah beban masyarakat,” ujarnya.

Feri menilai pemerintah daerah perlu memastikan adanya transparansi dan regulasi yang lebih fleksibel. Mekanisme administrasi harus dibuat sederhana agar tidak menimbulkan interpretasi berbeda maupun membuka peluang pungutan yang tidak sesuai aturan.

Ia juga mendorong koordinasi antarinstansi teknis untuk merumuskan kebijakan baru yang lebih berpihak pada kepentingan publik. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap legalitas bangunan semakin mendesak, sehingga penyesuaian tarif harus menjadi prioritas.

“Kebijakan yang tepat akan membantu masyarakat sekaligus menciptakan iklim pembangunan yang lebih sehat di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (gs/ADV)

Editor: Agus S

Kualitas Sekolah di Pedalaman Berau Dinilai Memprihatinkan

0

BERAU – Ketimpangan mutu pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman kembali menjadi perhatian DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menyoroti kondisi sejumlah sekolah di daerah pelosok yang dinilai masih jauh dari standar layak dan butuh penanganan segera.

Ia mengungkapkan, hingga kini masih banyak sekolah di pedalaman yang beroperasi dengan fasilitas sangat terbatas. Mulai dari ruang kelas rusak, meja dan kursi tidak memadai, hingga minimnya tenaga pendidik yang menyebabkan proses belajar mengajar berjalan tidak optimal.

“Kalau persoalan dasar seperti meja, kursi, dan ruang belajar saja belum tertangani, tentu masyarakat bisa mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan,” tegas Suriansyah.

Menurutnya, kenyamanan dan kualitas belajar siswa sangat ditentukan oleh kelayakan ruang kelas. Banyak sekolah yang masih menghadapi ruang belajar sempit, ventilasi buruk, hingga sanitasi yang tidak memenuhi standar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan anak-anak.

Ia menekankan bahwa pemerataan pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Tidak boleh ada anak Berau yang dirugikan hanya karena tinggal jauh dari pusat layanan pendidikan.

“Pemerintah tidak hanya perlu memperbaiki sarana fisik, tetapi juga menata pemerataan tenaga pendidik agar kualitas pendidikan di pelosok tidak terus tertinggal,” ujarnya.

Suriansyah mendorong Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh dan mempercepat rehabilitasi sarana sekolah yang rusak, terutama di wilayah terpencil yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

“Jangan sampai ada anak Berau yang kehilangan kesempatan hanya karena tempat tinggalnya jauh dari pusat kota,” tutupnya. (gs/ADV)

Editor: Agus S

DPD RI Dukung Pembangunan IKN: Sambung Kepentingan Pusat dan Aspirasi Daerah Penyangga

NUSANTARA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tamsil Linrung, menyampaikan dukungan penuh DPD RI terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Wakil Ketua DPD RI bidang Perekonomian dan Pembangunan bersama Anggota Sub Wilayah Timur I dengan Otorita IKN, Wali Kota Bontang, serta Bupati Paser, pada Jumat (21/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Tamsil Linrung menegaskan bahwa dukungan DPD RI merupakan bagian dari mandat konstitusi dalam memastikan proses pembangunan nasional berjalan sejalan dengan aspirasi daerah.

“Kedatangan kami ke sini membawa mandat konstitusi, membawa kepentingan daerah dalam tiap pembangunan nasional. Dengan terbitnya berbagai regulasi, termasuk Perpres terkait percepatan pembangunan IKN, semakin jelas bahwa akselerasi pembangunan harus dioptimalisasi. Tugas kami adalah memastikan kepentingan pusat selaras dengan aspirasi daerah penyangga,”* ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan perkembangan pembangunan IKN Tahap I yang saat ini telah menunjukkan capaian signifikan, serta rencana kelanjutan pembangunan Tahap II yang berfokus pada Kawasan Perkantoran Legislatif dan Yudikatif.

Basuki menyampaikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan sesuai amanat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.

“Pembangunan IKN adalah amanat Presiden yang menugaskan kita untuk memastikan seluruh fasilitas inti negara dapat terbangun tepat waktu. Targetnya jelas: pada 2028, Nusantara harus siap menjadi ibu kota politik Indonesia,” tegas Basuki.

Rapat kerja dilanjutkan dengan meninjau langsung lokasi pembangunan Kawasan Perkantoran Legislatif guna memastikan kelangsungan pembangunan berjalan sesuai rencana. Kunjungan lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan untuk melihat progres infrastruktur dan kesiapan kawasan dalam mendukung fungsi lembaga legislatif di masa mendatang.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, peserta melakukan penanaman 40 bibit tanaman endemik Kalimantan sebagai tradisi meninggalkan jejak hijau di Nusantara.

Penanaman ini menjadi langkah memastikan keberlanjutan lingkungan yang merupakan nilai utama dalam pembangunan IKN, di mana setiap langkah pembangunan dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur, kelestarian alam, dan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan dukungan penuh dari DPD RI serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan, pembangunan IKN diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan transformasi Indonesia menuju pusat pemerintahan yang modern, berkelanjutan, dan mencerminkan identitas bangsa. (ADV)

Pewarta : Atmaja Riski
Editor: Nicha R