BERAU — Polemik penamaan Bandara Kalimarau kembali mengemuka. Namun bagi Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, isu tersebut tidak layak menjadi fokus utama di tengah banyaknya kebutuhan pembangunan yang lebih mendesak. Ia menegaskan bahwa perubahan nama bandara sama sekali tidak membawa dampak signifikan bagi pelayanan publik maupun kemajuan daerah.
Rudi mengakui wacana penggantian nama menjadi Raja Alam Sultan Alimuddin bukan hal baru. Ia bahkan termasuk pihak yang dulu mengusulkan nama tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung.
“Nilai sejarah kerajaan memang patut dijaga. Pengaruhnya besar terhadap identitas Berau,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa penerimaan masyarakat juga menjadi faktor penting. Sebagian warga, khususnya di Teluk Bayur, tetap ingin nama Kalimarau dipertahankan karena sudah terlanjur melekat dan dikenal luas sebagai identitas bandara.
Rudi menambahkan, dari perspektif teknis dan administratif, mengganti nama bandara bukan perkara sederhana. Identitas Kalimarau sudah tercantum dalam berbagai dokumen penerbangan nasional maupun internasional. Maskapai yang beroperasi dengan pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 pun tercatat menggunakan kode dan nama yang telah berlaku selama ini.
“Kalau dipaksakan, justru berpotensi memunculkan kerumitan administrasi dan tidak sedikit biaya yang dibutuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan layanan, peningkatan kualitas fasilitas, serta upaya menjadikan Kalimarau sebagai bandara bertaraf internasional jauh lebih penting untuk diprioritaskan ketimbang sekadar memperdebatkan nama.
“Bukan berarti kita mengabaikan nilai sejarah. Tetapi kebutuhan pembangunan harus tetap diutamakan. Perubahan nama bandara belum jadi urgensi,” pungkasnya. (adv)
BERAU — Lonjakan kasus penyerobotan lahan di sejumlah wilayah Berau kembali mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa. Ia menilai lemahnya penandaan aset milik pemerintah menjadi celah utama yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan klaim sepihak.
Grace menegaskan, keberadaan plang penanda bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah penting untuk memastikan batas-batas aset negara bisa dikenali dengan jelas. Tanpa penanda, kata dia, tanah pemerintah rawan diklaim, dikuasai, bahkan dialihkan secara ilegal.
“Selama batasnya tidak jelas, risiko penyalahgunaan akan selalu ada. Pemerintah harus melakukan penandaan di seluruh asetnya sebagai bentuk perlindungan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa sengketa lahan tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga dapat menghambat pembangunan dan memicu ketidakpastian bagi investor maupun warga sekitar. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menata dan mengamankan seluruh aset.
Grace juga mendorong pemerintah daerah menggelar pertemuan bersama aparat penegak hukum, perangkat kampung, dan instansi teknis terkait untuk merumuskan langkah komprehensif dalam pencegahan sengketa tanah.
“Dengan duduk bersama, pencegahannya bisa lebih terukur. Kita bisa menyusun mekanisme perlindungan aset yang benar-benar efektif,” ujarnya.
Ia berharap penandaan aset menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menciptakan kepastian hukum bagi kegiatan pembangunan di Berau.
“Perlindungan aset tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antarlembaga sangat penting agar tidak ada lagi ruang bagi klaim-klaim ilegal,” pungkasnya. (adv)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju wilayah terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra, melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Sebagaimana keterangan yang diterima, Senin, Presiden Prabowo lepas landas menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan dengan optimal.
Pada kunjungan ini, Kepala Negara diagendakan meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar.
Presiden Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta seluruh jajaran untuk bekerja cepat dalam penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Seluruh proses penanganan darurat diharapkan makin terkoordinasi dan memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa negara hadir dalam penanganan bencana.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam peninjauan wilayah bencana yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Minggu (30/11) pukul 18:00 bahwa jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara mencapai 442 orang, kemudian 402 orang dinyatakan hilang, dan 646 orang luka-luka.
Dari angka itu, 217 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumut, 129 orang di Sumbar, dan 96 orang di Aceh. Sementara itu, 209 orang di Sumut masih dinyatakan hilang, di Sumbar ada 118 orang dinyatakan hilang, dan 75 orang dinyatakan hilang di Aceh. (ANT/KN)
LOMBOK TENGAH – Aparat Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, turun langsung melakukan pengecekan lokasi diduga tambang emas ilegal di wilayah Desa Kuta yang menelan korban jiwa.
“Kami masih mengecek ke lokasi. Kalau benar di TKP itu ada aktivitas penambangan, kami akan tutup,” kata Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi di Lombok Tengah, Senin.
Seorang warga asal Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, dilaporkan meninggal dunia diduga saat melakukan aktivitas penambangan di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan diketahui satu orang masih dirawat serta dua orang sudah bisa dipulangkan.
“Ada empat korban, satu meninggal, kemudian satu dirujuk ke RSUD Praya dan dua sudah pulang,” katanya.
Peristiwa itu bermula ketika para korban diduga melakukan aktivitas penambangan sehingga saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP.
“Kami masih melakukan pengecekan di TKP,” katanya.
Sebelumnya, pada Minggu (30/11), seorang diduga penambang emas yang merupakan warga Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, bernama Hemaldi diduga tewas ditambang emas ilegal yang berada di Dusun Kuta II Desa Kuta Kecamatan Pujut.
Selain Hemaldi, tiga orang korban lainnya juga informasi mengalami luka-luka, di antaranya satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Praya dan dua orang lainnya sudah dipulangkan.
Informasi yang didapatkan dari salah seorang warga Bonder menyebutkan warganya diduga kuat sedang melakukan aktivitas bersama tiga orang rekannya di salah satu tambang emas di wilayah Desa Kuta.
Korban juga saat ini sudah berada di rumah duka, namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kaitan dengan insiden tersebut.
“Diduga memang kejadiannya ditambang emas ilegal, informasi mereka berempat masuk di lubang tambang. Kepolisian juga sudah mengecek lokasi, ada satu warga saya dan tiganya dari luar desa kami,” katanya. (ANT/KN)
JAKARTA – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, mengalami kenaikan Rp2.000 dari awalnya Rp2.413.000 menjadi Rp2.415.000 per gram.
Harga jual kembali (buyback) turut naik ke angka Rp2.276.000 per gram, serta dijual mulai dari berat 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.257.500.
- Harga emas 1 gram: Rp2.415.000.
- Harga emas 2 gram: Rp4.770.000.
- Harga emas 3 gram: Rp7.130.000.
- Harga emas 5 gram: Rp11.850.000.
- Harga emas 10 gram: Rp23.645.000.
- Harga emas 25 gram: Rp58.987.000.
- Harga emas 50 gram: Rp117.895.000.
- Harga emas 100 gram: Rp235.712.000.
- Harga emas 250 gram: Rp589.015.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.177.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.355.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ANT/KN)
JAKARTA – Kedutaan Besar RI di Lima mendorong pengusaha Bolivia meningkatkan perdagangan dengan Indonesia melalui temu bisnis “Indonesia Update” dengan menyasar pasar non-tradisional yang dinilai masih belum tergarap optimal.
Duta Besar RI untuk Peru dan Bolivia Ricky Suhendar mengatakan potensi ekonomi kedua negara besar, namun nilai perdagangannya belum mencerminkan kapasitas sebenarnya.
“Nilai perdagangan Indonesia–Bolivia saat ini belum mencerminkan angka potensial. Saya berharap temu bisnis ini meyakinkan pelaku usaha Bolivia untuk berbisnis dengan Indonesia,” kata Ricky dalam acara di Santa Cruz pada 28 November.
Menurut keterangan tertulis KBRI Lima yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, Ricky memaparkan peluang Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN kepada sekitar 70 pimpinan perusahaan Bolivia yang hadir dalam forum tersebut.
Ia juga mengundang pelaku usaha Bolivia mengikuti Trade Expo Indonesia ke-41 tahun depan untuk melihat langsung peluang investasi dan perdagangan yang ditawarkan Indonesia.
Ricky menyebut temu bisnis yang digelar bersama Instituto Boliviano de Comercio Exterior (IBCE) sebagai langkah penting mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Presiden IBCE Luis Ernesto Castedo Urzagaste menyatakan optimismenya bahwa “Indonesia Update” akan membuka jejaring bisnis baru dan mendorong interaksi dagang yang lebih intensif.
Menurut KBRI Lima, Bolivia dengan populasi 11,3 juta jiwa merupakan pasar menjanjikan bagi produk unggulan Indonesia, seperti kendaraan, kopi, sabun, alas kaki, dan produk farmasi.
Data Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai perdagangan Indonesia–Bolivia pada 2024 mencapai 25,1 juta dolar AS.
Ekspor Indonesia ke Bolivia sebesar 7,5 juta dolar AS, sementara impor dari Bolivia mencapai 14,8 juta dolar AS pada tahun yang sama.
KBRI menilai tren pertumbuhan tersebut membuka ruang kerja sama yang lebih luas jika pelaku usaha kedua negara meningkatkan konektivitas dan memperdalam hubungan dagang.
Ricky menegaskan bahwa Indonesia siap memperkuat kolaborasi ekonomi melalui forum bisnis lanjutan, promosi investasi, dan fasilitasi perdagangan yang lebih intensif dengan Bolivia. (ANT/KN)
BANDA ACEH – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan fokus menjangkau masyarakat yang masih terjebak banjir di beberapa wilayah di Provinsi Aceh.
Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Senin, mengatakan operasi SAR lanjutan bencana Aceh dengan skala prioritas terhadap lokasi terisolasi atau daerah yang tidak bisa diakses melalui jalur darat.
“Tim SAR terus berupaya menjangkau masyarakat yang masih terjebak banjir atau wilayah yang tidak dapat diakses melalui jalur darat untuk dievakuasi ke lokasi lebih aman,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Ia mengatakan hingga Minggu (30/11), tim SAR telah mengevakuasi 1.112 jiwa korban bencana banjir di Provinsi Aceh.
Dari 1.112 jiwa tersebut, sebanyak 1.066 jiwa di antaranya dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kemudian, sebanyak 100 orang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia serta sembilan orang dinyatakan hilang dam masih dalam pencaria.
Sepanjang Minggu (30/11), tim SAR melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di 12 kabupaten kota terdampak banjir di Provinsi Aceh. Wilayah operasi tersebut meliputi Kabupaten Pidie.
Berikutnya, di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak tujuh orang dievakuasi, terdiri enam selamat dan satu meninggal dunia. Di Kabupaten Bireuen juga dievakuasi tujuh jiwa, terdiri enam selamat dan satu meninggal dunia.
Kemudian, di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 orang korban banjir dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah sebanyak 29 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, evakuasi di Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak empat orang terdiri atas tiga orang dievakuasi dalam keadaan selamat dan seorang dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara, operasi SAR di wilayah Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya masih terkendala terputusnya akses. Tim SAR membantu menyalurkan logistik menggunakan tali ke lokasi bencana.
“Sedangkan operasi SAR di Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Tengah, datanya belum masuk,” kata Ibnu Harris Al Hussain. (ANT/KN)
Minggu (30/11) sore, sekretaris redaksi mengirimkan sebuah pesan kepada saya. Ia menyampaikan informasi tentang seorang guru dari pedalaman Long Apari yang baru saja menorehkan prestasi penting di tingkat internasional. Informasi itu cukup membuat saya berhenti sejenak. Bukan setiap hari kita mendengar kabar tentang seorang guru dari daerah paling hulu Mahakam yang mengharumkan nama Kalimantan Timur sampai ke Jepang.
Nama guru itu Rukdianti Aslinda Asnur. Ia mengajar mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Long Apari, Mahakam Ulu (Mahulu), sebuah sekolah yang berada di ujung hulu Sungai Mahakam. Wilayah yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang bertekad kuat dan siap menghadapi medan berat.
Poster resmi ucapan selamat dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kaltim untuk Aslinda yang lolos program pertukaran guru ASEAN–Jepang 2025. Foto: Istimewa
Di wilayah seperti ini, harga kebutuhan pokok bisa melambung berkali-kali lipat. Jaringan sering tidak stabil, dan fasilitas serba terbatas. Namun di tempat sesulit ini pula banyak guru memilih bertahan demi menjaga nyala pendidikan.
Aslinda adalah salah satunya. Bahkan lebih dari itu. Ia membawa nama Long Apari hingga ke tingkat internasional. Ia baru saja ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam Program Pertukaran Guru ASEAN ke Jepang. Kegiatan yang digelar Kemendikdasmen bekerja sama dengan Japan Foundation.
Undangan seleksinya datang langsung melalui WhatsApp dari kementerian. Sebuah kesempatan yang muncul bukan secara kebetulan, tetapi buah dari rekam jejaknya.
Aslinda saat berada di area Stasiun Ueno, Tokyo, dalam rangkaian kegiatan program pertukaran guru ASEAN–Jepang. Foto: Istimewa
Pada 2024, ia meraih Juara 1 Guru SMA Dedikatif Kaltim pada ajang Jambore GTK, seleksi yang digelar Balai GTK. Dari situlah namanya masuk radar nasional.
Proses seleksinya berlapis: administrasi, esai dalam bahasa Inggris, hingga wawancara yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Pesertanya berasal dari berbagai daerah. Termasuk dari sekolah-sekolah 3T yang selama ini bekerja dalam senyap.
Pada akhirnya, Aslinda terpilih sebagai salah satu delegasi yang berangkat ke Tokyo dan Yamagata. Di sana, ia mengikuti kegiatan pembelajaran di SD Haramachi Tokyo, berdiskusi dengan guru-guru SMA Kojokan Yonezawa, mendalami STEAM di Universitas Yamagata, dan merasakan langsung pengalaman budaya Jepang.
Delegasi dari berbagai negara ASEAN mengikuti kegiatan pertukaran guru di Jepang. Foto: Istimewa
Ia melihat teknologi piezoelectric di Stasiun Shibuya, tinggal di hotel modern hingga penginapan tradisional, serta menyaksikan momiji. Hal yang sebelumnya hanya ia kenal dari anime masa kecilnya.
Yang paling menyentuh adalah bagaimana ia memandang keberhasilannya. Ia tidak menampilkannya sebagai pencapaian pribadi. Ia menyebut kepala sekolahnya, Achmad Marzuqi, yang selalu mendukung para guru untuk berkembang. Ia menyebut rekan-rekan sejawatnya: Roby, Suranto, Oliva, Pius, Along, Erka, serta para guru SD dan SMP di Long Apari yang selama ini menjadi partner terbaik di lapangan.
Aslinda berkunjung ke Masjid Indonesia Tokyo seusai kegiatan program pertukaran guru. Foto: Istimewa
Ia bahkan menyebut satu per satu murid dan alumninya: anggota OSIS, atlet voli, hingga anak-anak Long Apari yang kini menjadi tentara, polisi, mahasiswa kedokteran, atau pengusaha muda. Salah satunya, Mery, mahasiswa kedokteran yang diam-diam menjadi sumber motivasinya untuk membuktikan bahwa anak Long Apari juga bisa melangkah jauh.
Pesannya kepada murid-muridnya: jadilah orang sukses yang baik, dan orang baik yang sukses. Ia berharap suatu hari nanti generasi muda Long Apari kembali ke kampung halaman untuk membangun daerah yang membesarkan mereka.
Suasana kampus Universitas Yamagata tempat Aslinda mengikuti sesi pembelajaran program pertukaran guru. Foto: Istimewa
Kepada para guru di daerah lain, ia berpesan agar tidak ragu mengikuti lomba dan program nasional karena peluang internasional sering lahir dari sana.
Kisah seperti ini memang kerap tidak terdengar. Bukan karena tidak penting, melainkan karena kita di kota terlalu terbiasa mendengar cerita besar dari tempat yang dekat. Padahal dari hulu Mahakam, ada guru yang menembus riam demi riam, hidup dalam keterbatasan, tetapi mampu melampaui batas geografis dan administratif yang selama ini membelenggu daerah terpencil.
Aslinda berpose di Takeshita Street Harajuku, salah satu pusat budaya pop Jepang. Foto: Istimewa
Di sinilah peran Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu seharusnya hadir lebih nyata. Long Apari butuh dukungan yang konkret. Akses yang layak, fasilitas pendidikan yang memadai, dan perhatian yang tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial. Jika seorang guru dari pedalaman bisa menembus Jepang, maka pemerintah semestinya mampu menembus batas birokrasi untuk memastikan perjuangan seperti ini tidak berlangsung sendirian. (*)
BERAU – Dorongan elevasi Bandara Kalimarau kembali mencuat di DPRD Berau. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menilai percepatan peningkatan fasilitas dan status bandara adalah langkah krusial untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya tarik pariwisata Berau.
Menurut Rudi, ada dua agenda besar yang perlu diperjuangkan bersama: peningkatan status Bandara Kalimarau menjadi bandara internasional dan penambahan panjang landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan besar. Keduanya dinilai sebagai fondasi penting untuk memudahkan arus wisatawan mancanegara tanpa harus transit di kota lain.
“Kalau kita ingin pariwisata Berau naik kelas, maka pintu masuknya harus diperluas. Status internasional dan runway yang lebih panjang adalah kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Ia menegaskan, peningkatan fasilitas bandara bukan hanya tentang geliat wisata, tetapi juga menyangkut daya saing daerah dalam industri, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat. Kalimarau, kata dia, adalah wajah Berau dan harus tampil sebagai gerbang modern yang siap bersaing.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, maskapai, dan operator bandara agar rencana peningkatan status serta perpanjangan runway dapat masuk dalam skema program strategis.
“Jika kedua agenda ini masuk perencanaan jangka panjang, saya yakin dampaknya akan luar biasa. Pariwisata tumbuh, peluang investasi terbuka, dan konektivitas Berau semakin kuat,” pungkasnya. (gs/ADV)