Beranda blog Halaman 221

Potensi Konflik Mengintai, DPRD Minta Penanganan Lahan di Tanjung Redeb Dipercepat

0

BERAU — Persoalan lahan yang tak kunjung terselesaikan di sejumlah titik di Tanjung Redeb kembali mendapat sorotan. Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, mengingatkan bahwa penanganan yang lamban dapat memicu gesekan sosial di wilayah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam.

Menurut Grace, Tanjung Redeb sebagai pusat aktivitas masyarakat memiliki komposisi penduduk yang sangat heterogen. Kondisi ini membuat stabilitas sosial harus ditempatkan sebagai prioritas, terutama ketika menyangkut sengketa lahan yang sensitif.

“Ketidakpastian status lahan, baik sengketa antarmasyarakat maupun antara warga dan pihak lain, dapat berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar jika tidak segera diselesaikan,” ujarnya.

Grace menegaskan bahwa persoalan pertanahan kerap menjadi sumber kesalahpahaman karena tumpang tindih klaim dan minimnya kepastian hukum. Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat proses pendataan, penataan, dan penyelesaian sengketa lahan agar masyarakat memiliki kejelasan hak.

“Kita hidup di pusat kota dengan populasi yang heterogen. Sudah seharusnya kita saling menghormati dan menghindari potensi konflik akibat persoalan lahan,” katanya.

Ia menilai langkah penyelesaian harus dilakukan secara terbuka, profesional, serta melibatkan masyarakat guna memastikan keadilan dan mencegah dinamika sosial berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

“Kita ingin harmonisasi sosial tetap terjaga. Maka persoalan lahan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya. (adv)

Golf di Tengah Kilang Badak

SUDAH cukup lama saya tidak benar-benar bermain golf secara rutin. Sejak mulai aktif di Bawaslu Bontang pada 2015, waktu tersita untuk pekerjaan, dan saya nyaris tidak pernah lagi bermain di dua lapangan yang dulu akrab: PKT Golf Bontang (PGB) dan Badak Golf Bontang (BGB).

Namun sejak bulan lalu, saya sudah berniat turun kembali ke lapangan. Karena itulah, ketika dua minggu terakhir saya berada penuh di Bontang tanpa agenda luar kota, saya memanfaatkan momentum itu untuk kembali mengayun stik.

Bahkan sebelum mengikuti Restorasi Golf Tournament pada 29 Desember, empat hari berturut-turut saya habiskan di driving range Badak. Satu sesi saya gunakan turun langsung ke lapangan bersama dr. Badi di PKT Golf Bontang, sehari sebelum turnamen. Bersyukur, dr. Badi bersedia diajak turun bareng, dan itu sangat membantu saya mengembalikan permainan setelah lama tidak aktif.

Saya bersama dr Badi menjajal Lapangan PKT Golf Bontang sehari sebelum turnamen.

Selang sehari dari turnamen Restorasi, yakni Minggu, 30 Desember, saya ikut Monthly Badak Golf. Turnamen internal member ini rutin digelar, tetapi baru kali ini saya bisa turun. Terakhir saya bermain di lapangan BGB mungkin sekitar sepuluh tahun lalu. Banyak yang berubah, tetapi karakternya tetap sama: sempit, teknis, dan menuntut konsentrasi penuh.

Tee off dimulai pukul 07.00 Wita. Pairing saya cukup familiar: Manager CSR & Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo; Government Community Relation & GA Dept. Head PT KNI, Reza Zacharias; serta pengusaha muda Bontang, Achmad Faizal. Suasananya cair sejak awal, dengan tawa ringan dan obrolan kecil di luar golf yang membuat permainan semakin nyaman.

Permainan saya sendiri masih naik-turun. Dari 18 hole, saya mencatat 2 par dan 4 bogey. Sisanya double dan triple bogey. Front nine saya tutup dengan skor 55, dan back nine membaik menjadi 48, total 103. Tidak istimewa, tetapi cukup sebagai langkah awal untuk mengembalikan ritme yang lama hilang.

Lapangan Badak tetap menantang: fairway sempit, dogleg hampir di semua hole, green kecil dan cepat, serta angin dari arah kilang LNG yang sering berubah tiba-tiba. Berdiri di tee box Hole 6—par 5 sepanjang 511 yard—pemandangan siluet kilang di kejauhan memberi nuansa yang unik. Golf di sini memang selalu berdampingan dengan denyut industri.

Pemenang Flight A Monthly BGB menerima penghargaan dari panitia.
Para juara Flight B Monthly BGB berfoto bersama setelah pengumuman hasil.
Juara Flight C Monthly BGB berpose dengan trofi dan hadiah yang diterima.

Turnamen berlangsung lancar, meski sempat gerimis. Para pemain menikmati setiap hole, dan akhirnya para juara tampil dari tiga flight. Di Flight A, Yanto bermain solid dan meraih juara, disusul Suhu AA dan Zainal Effendi. Flight B dimenangkan oleh Anas Malik, kemudian Apwansyah dan Musmulyadi. Di Flight C, Fadillah keluar sebagai juara pertama, diikuti Firman dan Bambang. Mereka menunjukkan permainan stabil dan rapi—capaian yang tidak mudah di lapangan teknis seperti Badak.

Skor saya belum bagus, tapi cukup untuk memulai kembali. Golf bukan soal hasil di satu hari, tetapi tentang proses membangun ritme dan ketenangan. Pagi itu di lapangan Badak, saya merasa inilah saat yang tepat untuk mulai aktif bermain lagi. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kunjungan ke IKN Ditunda, Wapres Gibran Terbang ke Sumatera Tangani Bencana

NUSANTARA – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka batal melaksanakan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (1/12/2025). Informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa Wapres beralih menuju Sumatera untuk memastikan penanganan bencana banjir yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah.

“Giat Mas Wapres ke IKN yang telah dirancang jauh hari sebelumnya, untuk saat ini ditunda terlebih dahulu, karena beliau ingin lebih fokus mengawal penanganan banjir di Sumatera,” demikian pesan sumber yang diteruskan kepada pewarta Media Kaltim.

Sumber tersebut menambahkan bahwa agenda kunjungan kerja lainnya yang berkaitan dengan penanganan bencana akan diinformasikan kembali setelah update terbaru dari lapangan diterima.

Sementara itu, sejak Minggu (30/11), Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN telah disterilkan oleh aparat gabungan. Salah satunya Satuan Brimob Polda Kaltim yang menurunkan personel Batalyon A Pelopor untuk memastikan pengamanan maksimal menjelang kedatangan Wapres.

Pengamanan dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari jalur pergerakan rombongan, akses keluar-masuk IKN, hingga titik pusat kegiatan yang telah dipersiapkan. Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Kompol Iwan Pamuji, dalam keterangan resminya memastikan seluruh personel sudah disiagakan dengan persiapan terukur.

“Kami melaksanakan pengamanan secara terkoordinasi dan profesional. Seluruh anggota dibekali instruksi teknis sesuai SOP, serta menjalin sinergi dengan TNI dan instansi terkait,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, aparat gabungan yang sebelumnya ditempatkan untuk pengamanan kunjungan mulai berangsur kembali ke satuan tugas masing-masing. Kendaraan taktis yang sempat siaga di jantung Nusantara juga ditarik kembali. Hingga pukul 18.25 Wita, aktivitas dan arus lalu lintas di kawasan KIPP kembali berjalan normal.

Pewarta: Atmaja Media Kaltim
Editor: Agus S

IKN Tambah 24 Embung Baru, Cadangan Air Naik 2 Juta Meter Kubik

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn2des2025/mobile/

BMKG Peringatkan Ancaman Siklon Tropis, Indonesia Masuk Periode Rawan hingga Februari

0

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seiring kemunculan bibit siklon tropis di sejumlah wilayah Indonesia. Periode kerawanan ini diperkirakan berlangsung sepanjang November hingga Februari mendatang.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (1/12/2025). Ia menjelaskan bahwa memasuki awal Desember, bibit siklon yang tumbuh di perairan selatan Indonesia perlu diwaspadai secara intensif karena dapat berkembang menjadi siklon tropis yang memicu cuaca ekstrem.

“Periode pada November sampai Februari nanti, ini sekarang kita masuk Desember, bahwa ada ancaman terjadinya atau terbangkitnya bibit siklon di perairan selatan dari Indonesia. Mulai dari Bengkulu, kemudian Sumatera bagian selatan, selatan Pulau Jawa, kemudian Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua Tengah dan Papua Selatan,” ujar Faisal.

Ia menegaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut merupakan kawasan yang secara historis rawan tumbuhnya bibit siklon tropis. Fenomena ini dapat memicu hujan lebat, gelombang tinggi, angin kencang, hingga bencana hidrometeorologi lainnya.

“Ini adalah daerah-daerah yang rawan terjadinya bibit siklon yang dapat berkembang menjadi siklon tropis. Tentunya akan ada ancaman curah hujan tinggi, bencana hidrometeorologi, dan juga gelombang tinggi,” lanjutnya.

Faisal juga mengingatkan beberapa kejadian siklon tropis yang pernah memberikan dampak besar bagi Indonesia, seperti Siklon Cempaka (2017), Siklon Seroja (2021), dan Siklon Senyar (2025).

“Yang paling kiri itu adalah Siklon Tropis Cempaka di Yogyakarta tahun 2017, kategori satu. Kemudian pada 2021 itu Siklon Tropis Seroja di perairan NTT, dan kemudian kita menghadapi lagi di tahun 2025. Untuk Cempaka dan Senyar ini kategori satu, sementara Seroja berkategori dua,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, terutama jika siklon tropis dengan kategori lebih kuat terjadi di wilayah berpenduduk padat dan berpotensi menimbulkan dampak luas.

“Kita perlu bersiap juga apabila siklon tropis dengan kategori yang lebih tinggi, lebih kuat, itu terjadi pada daerah-daerah atau provinsi yang padat penduduknya. Ini kesiapsiagaan perlu kita siapkan mulai sekarang,” tegasnya.

Dengan memasuki puncak musim hujan, BMKG meminta pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan kesiapan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Hari Pertama Beroperasi, Kereta Petani dan Pedagang Diserbu 87 Pengguna

0

JAKARTA — Layanan Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi perdana pada Senin, 1 Desember 2025. Berdasarkan laporan KAI Commuter, sebanyak 87 pengguna telah memanfaatkan layanan baru ini hingga pukul 15.00 WIB. Kereta khusus ini dirancang untuk memfasilitasi mobilitas para petani dan pedagang yang membawa hasil bumi serta barang dagangan melalui rute Commuter Line Merak.

Pada hari pertama, KAI Commuter menjalankan enam perjalanan, seluruhnya dirangkaikan dengan Commuter Line Merak dari Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Merak, sesuai pola operasi reguler. Secara keseluruhan, layanan Kereta Petani dan Pedagang dijadwalkan beroperasi 14 kali perjalanan setiap hari.

Stasiun Cikeusal tercatat menjadi titik keberangkatan terbanyak. “Sebanyak 36 pengguna Kereta Petani dan Pedagang naik dari stasiun ini menuju Stasiun Rangkasbitung maupun Stasiun Merak,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, di Jakarta.

Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, KAI Commuter menyediakan ruang khusus bagi keranjang dan barang bawaan para petani serta pedagang, terpisah dari pengguna reguler. “Agar pengguna reguler maupun petani dan pedagang sama-sama tetap nyaman,” jelas Karina.

Di sisi lain, volume penumpang reguler Commuter Line Merak mencapai 8.405 pengguna hingga sore hari, bersamaan dengan peluncuran layanan baru tersebut.

Karina menjelaskan bahwa Kereta Petani dan Pedagang hadir sebagai bentuk gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghidupan pada distribusi hasil pertanian dan perdagangan di wilayah operasi Commuter Line.

Untuk menggunakan layanan ini, calon pengguna wajib registrasi di loket stasiun dengan mengisi formulir dan menunjukkan identitas diri untuk memperoleh Kartu Petani dan Pedagang. Pemilik kartu mendapatkan kemudahan pemesanan dan pembelian tiket mulai tujuh hari sebelum keberangkatan, serta fasilitas boarding hingga dua jam sebelum jadwal.

Setiap penumpang hanya diperkenankan membawa maksimal dua koli atau dua tentengan, dengan ukuran masing-masing tidak lebih dari 100 cm x 40 cm x 30 cm. Barang berbau menyengat, hewan ternak, bahan mudah terbakar, serta senjata tajam/api dilarang dibawa dalam kereta khusus ini.

“Diharapkan kehadiran layanan Kereta Petani dan Pedagang ini dapat memberikan nilai tambah bagi pergerakan roda ekonomi di kawasan sekitar wilayah operasional Commuter Line,” tutup Karina.

Informasi mengenai jadwal dan layanan dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, akun media sosial resmi @commuterline, serta pusat informasi 021-121.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

IKN Tawarkan Super Tax Deduction 200% untuk Perusahaan yang Berkontribusi dalam Pembangunan

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkenalkan fasilitas super tax deduction hingga 200% bagi pelaku usaha yang memberikan Sumbangan Strategis dalam pembangunan Nusantara. Insentif ini diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 28 Tahun 2024 tentang Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di IKN. Kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan pengurangan pajak signifikan sekaligus membuka ruang kolaborasi swasta dalam percepatan pembangunan ibu kota baru.

Direktur Pendanaan OIKN, Insyafiah, menjelaskan bahwa fasilitas super tax deduction memberikan manfaat fiskal langsung bagi perusahaan yang berinvestasi atau berkontribusi dalam pembangunan fasilitas publik di Nusantara.

“Skema Sumbangan Strategis ini memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200%. Artinya, kontribusi yang diberikan tidak hanya mengurangi beban pajak perusahaan, tetapi juga meningkatkan income after tax,” jelasnya dalam kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Fasilitas Super Tax Deduction 200% di IKN, Kamis (27/11/2025).

Selain insentif fiskal, perusahaan yang berkontribusi juga mendapatkan nilai tambah non-ekonomi berupa peningkatan citra dan identitas branding. Fasilitas umum yang dibangun—mulai dari halte, ruang terbuka hijau, hingga destinasi wisata—dapat mencantumkan identitas perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam pembangunan kota masa depan.

“Ini bukan hanya investasi untuk perusahaan, tetapi juga investasi bagi masyarakat dan negara. Aset yang dibangun akan meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kehadiran positif perusahaan di ruang publik,” tegasnya.

Kepala Seksi Peraturan PPh Badan II Kementerian Keuangan, Dwi Setyobudi, menambahkan bahwa insentif fiskal ini dirancang untuk menciptakan efek berantai bagi perekonomian nasional.

“Kami berharap fasilitas ini dapat memacu pertumbuhan investasi, memperluas sektor usaha, serta menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif bagi investor di Indonesia,” ujarnya.

Dwi juga menjelaskan bahwa proses pengajuan fasilitas super tax deduction dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission) sesuai ketentuan Pasal 114 PMK No. 28 Tahun 2024.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan bahwa insentif ini merupakan strategi penting untuk mempercepat pembangunan Nusantara.

“Skema ini membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta dalam pembangunan fasilitas umum, sosial, dan infrastruktur di IKN. Kolaborasi ini akan mempercepat realisasi proyek prioritas nasional,” ungkapnya.

Dengan fasilitas super tax deduction hingga 200%, pemerintah berharap lebih banyak perusahaan masuk sebagai mitra strategis dalam pembangunan IKN, baik dalam bentuk pendanaan, pembangunan fasilitas publik, maupun penguatan ekosistem ekonomi berkelanjutan di Nusantara. (OIKN/rls)

Editor: Agus S

Tarian Identitas Nusantara Resmi Lahir, Kolaborasi 30 Seniman Lokal Perkuat Budaya IKN

NUSANTARA — Sebuah karya budaya baru lahir di Ibu Kota Nusantara. Melalui kolaborasi 30 seniman tari lokal, tarian identitas Nusantara mulai dirumuskan sebagai simbol yang merangkum keberagaman gerak dari berbagai wilayah Indonesia. Karya ini lahir dalam workshop seni budaya tari Nusantara yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025 di Multifunction Hall Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Dalam kegiatan tersebut, para penari memadukan dinamika gerak—mulai dari kecepatan khas tari Saman Aceh hingga energi kuat tarian dari Papua—menjadi satu kesatuan koreografi yang menegaskan jati diri Nusantara sebagai kota masa depan dengan akar budaya yang kuat.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menekankan bahwa pembangunan Nusantara tidak semata berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang karakter, jiwa, dan perekat sosial sebuah kota. Ia menyebut budaya sebagai bagian penting dalam membentuk identitas Nusantara.

“Melalui perencanaan pembangunan kawasan budaya, kita akan mempersiapkan suatu kawasan bagi seniman dan budayawan sebagai wadah berkumpul. Hal ini akan mengukuhkan kita sebagai kota dunia untuk semua, berakar dari kerekatan kebudayaan,” ujarnya.

Alimuddin juga mengingatkan bahwa seni harus tetap membawa makna. “Menurut saya, seni itu harus memiliki ruh dalam filosofinya, bukan hanya sekadar gerakan saja. Ada cerita dan ada makna yang tersirat di dalamnya,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, tarian identitas Nusantara akan dipentaskan pada malam apresiasi tanggal 5 Desember 2025. Pementasan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat promosi pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di IKN.

Salah satu peserta dari Sanggar Delta Mahakam Muara Jawa, Armansyah, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proses penciptaan tarian ini. “Tarian yang kami pentaskan ini menjadi perekat hubungan saya dengan akar tradisi dan ruang berinteraksi langsung dengan penari hebat lainnya. Ada rasa bangga, semangat, dan kesenangan membawakan salah satu identitas Nusantara ini,” ujarnya.

Kelahiran tarian identitas Nusantara diharapkan menjadi ikon budaya kota masa depan, memperkuat daya tarik pariwisata, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi masyarakat lokal. Melalui karya ini, IKN menegaskan diri sebagai kota yang bukan hanya dibangun, tetapi juga dihidupkan oleh keberagaman budaya Indonesia. (OIKN/rls)

Editor: Agus S

IKN Tambah 24 Embung Baru, Cadangan Air Naik 2 Juta Meter Kubik

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah mempercepat pembangunan 24 embung baru untuk menambah cadangan air sebesar 2 juta meter kubik. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama konsep smart forest city dan sponge city yang memastikan 70 persen wilayah Nusantara tetap menjadi area hijau berkelanjutan.

Ibu Kota Nusantara menargetkan memiliki 60 embung sebagai sistem konservasi air terpadu. Hingga 2024, sudah 30 embung terselesaikan dan berfungsi sebagaimana dirancang. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penambahan 24 embung berikutnya akan difokuskan di kawasan 1B dan 1C.

“Kita sudah bangun 30 embung. Ini kita mau bangun lagi sekitar 24 embung lagi di kawasan 1B dan 1C,” ujar Basuki dalam beberapa kesempatan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). November lalu, ia kembali menekankan bahwa pembangunan badan air tersebut akan meningkatkan cadangan sekitar 2 juta meter kubik. “Menambahi 2 juta meter kubik yang sudah kita punyai dari 30 embung yang sudah ada,” jelasnya.

Pekerjaan pembangunan ini ditargetkan rampung sebelum 2028. Salah satu proyek yang telah menyelesaikan proses tender dan penandatanganan kontrak adalah Embung KIPP 1B dengan nilai Rp323.215.115.499. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Bumi Karsa, kontraktor yang beralamat di Makassar.

Peran embung dan kolam retensi di Nusantara sangat strategis. Selain berfungsi menahan, menyerap, dan mengendalikan aliran air permukaan, embung mendukung penerapan konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang menjadi inti perencanaan ekologis IKN. Dengan mekanisme tersebut, kawasan tetap terlindungi dari risiko limpasan air berlebih, sekaligus menjaga keseimbangan hidrologis serta ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.

Embung juga dirancang untuk memperindah lanskap KIPP dan menyediakan air baku untuk kebutuhan non-air minum. Jika ditotal dari yang telah dibangun maupun yang sedang dalam persiapan, jumlah embung di IKN kini mencapai 54 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai target akhir.

Pembangunan embung ini menjadi salah satu penopang utama visi Nusantara sebagai ibu kota yang modern, resilien, dan berpijak pada prinsip konservasi lingkungan. (riz)

Editor: Agus S

Sumadi Ingatkan Pentingnya Pembinaan Pascahukuman agar Warga Binaan Tak Kembali Terjerumus

0

BERAU — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, kembali menyoroti pentingnya keberlanjutan program pembinaan bagi warga binaan setelah mereka keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb. Ia menilai, pembinaan yang hanya berlangsung selama masa hukuman tidak cukup untuk memastikan mantan warga binaan mampu bertahan hidup dan tidak kembali pada kesalahan yang sama.

Menurut Sumadi, berbagai kegiatan produktif yang saat ini dijalankan di dalam rutan—mulai dari kerajinan tangan hingga kelompok budidaya gaharu—membuktikan bahwa warga binaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi ekonomi. Namun, tanpa dukungan lanjutan setelah bebas, potensi tersebut dikhawatirkan tidak memberikan dampak jangka panjang.

“Jangan sampai setelah keluar mereka kembali ke lingkungan lama tanpa pegangan. Pembinaan harus berlanjut, bukan berhenti di pintu rutan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pembinaan pascahukuman merupakan bagian penting dari upaya memutus siklus kriminalitas. Dukungan lingkungan, akses pekerjaan, hingga pendampingan usaha menjadi faktor yang menentukan keberhasilan reintegrasi mantan warga binaan ke masyarakat.

Sumadi pun mendorong adanya kerja sama lebih kuat antara rutan, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha untuk membuka ruang pembinaan lanjutan. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mencakup pelatihan tambahan, pembukaan unit usaha, hingga dukungan pemasaran produk hasil karya warga binaan.

“Kalau ada pendampingan dan peluang usaha yang jelas, mereka punya kesempatan lebih besar untuk hidup mandiri,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa keberhasilan program pembinaan tidak hanya diukur dari aktivitas yang berjalan di dalam rutan, melainkan dari sejauh mana mantan warga binaan mampu bertahan, bekerja, dan tidak lagi terjerumus dalam tindak pidana setelah kembali ke masyarakat.

Sumadi berharap pemerintah daerah memberikan dukungan konkret berupa regulasi, skema pendampingan, maupun program pemberdayaan yang dapat diakses oleh mantan warga binaan. Ia meyakini bahwa pendekatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara individu, tetapi juga akan menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

“Kita ingin warga binaan yang keluar nanti benar-benar siap dan bisa berbaur kembali tanpa stigma. Itu hanya bisa terwujud kalau pembinaan dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya. (adv)