Beranda blog Halaman 178

Pemkot Berencana Fasilitas Latihan Balap Motor, Winardi Dorong Penerapan Standar Keselamatan Ketat

0
Foto: Anggota DPRD Bontang, Winardi saat ditemui. (Ist). 

BONTANG – Pemerintah berencana memfasilitasi kegiatan latihan balap motor bagi generasi muda. Hal itu pun mendapat tanggapan Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi

Menurutnya, setiap kegiatan balap maupun latihan yang dilakukan secara resmi, wajib menerapkan standar keselamatan yang ketat. Penggunaan helm khusus balap, wearpack, serta perlengkapan keamanan lainnya tidak boleh diabaikan demi meminimalkan risiko kecelakaan.

“Keselamatan harus menjadi syarat utama. Jangan sampai ada kegiatan balap yang justru membahayakan peserta, karena tidak dilengkapi perlengkapan keamanan yang memadai,” katanya, Jumat (5/6/2026).

Winardi menilai perlu adanya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, serta komunitas balap motor untuk mencari solusi yang mampu mengakomodasi, minat anak muda di dunia otomotif tanpa mengesampingkan faktor keselamatan dan ketertiban umum.

“Kalau memang ada kebutuhan tempat latihan atau kegiatan balap yang teratur, bisa dibicarakan bersama. DPRD siap memfasilitasi pertemuan dengan OPD terkait dan kepolisian, untuk mencari solusi yang terbaik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Winardi menekankan pentingnya keterlibatan Satlantas Polres Bontang dalam menentukan lokasi, apabila nantinya disiapkan area khusus untuk latihan balap. Menurut dia, lokasi yang dipilih harus memenuhi aspek keamanan, berada jauh dari kawasan permukiman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (al/Adv)

Editor: Yusva Alam

Jaga Kelestarian Budaya, Suharno Usulkan Bahasa Daerah Diajarkan di Sekolah

0
Foto: Ilustrasi bahasa daerah diajarkan di selolah. (AI)

BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Suharno menyebut, salahsatu upaya melestarikan budaya daerah adalah dengan memulainya dari dunia pendidikan. Bahasa daerah dapat dijadikan mata pelajaran muatan lokal di sekolah.

Menurutnya, bahasa merupakan unsur penting yang melekat pada setiap kebudayaan. Apabila tidak dikenalkan kepada generasi muda sejak dini, dikhawatirkan keberadaannya akan semakin tergerus dan perlahan ditinggalkan.

“Bahasa daerah adalah bagian dari identitas masyarakat. Melalui pembelajaran di sekolah, generasi muda dapat mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya yang dimiliki daerahnya,” ujar Suharno.

Ia menilai penerapan muatan lokal bahasa daerah bukan hal baru. Sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu mengintegrasikan bahasa lokal ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bentuk pelestarian budaya.

Suharno mencontohkan Provinsi Jawa yang hingga kini masih mengajarkan bahasa Jawa beserta aksaranya kepada peserta didik di tingkat sekolah dasar. Menurutnya, kebijakan tersebut mampu menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya pengaruh globalisasi.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat mengkaji usulan tersebut, agar bahasa daerah mendapat ruang dalam kurikulum muatan lokal. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap akar budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Winardi Dukung Penertiban Balap Liar, Juga Paparkan Solusi Pencegahannya

0
Foto: Anggota DPRD Bontang, Winardi saat RDP berlangsung di Ruang Rapat Paripurna. (Ist). 

BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi mendukung upaya penertiban puluhan sepeda motor dalam aksi balap liar di kawasan Kantor Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. Selain itu ia juga memberikan solusi dari masalah balap liar yang kerap berlangsung ini.

Menurutnya, balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena itu, selain melakukan razia dan penindakan, pemerintah perlu menyiapkan solusi yang mampu menyalurkan minat generasi muda di bidang otomotif secara positif.

Menurutnya, banyak anak muda yang memiliki bakat dan ketertarikan pada dunia balap motor. Potensi tersebut seharusnya dapat diarahkan, melalui kegiatan yang lebih terorganisasi dan memiliki standar keselamatan yang jelas.

“Kalau ada kegiatan balap atau latihan, harus dilakukan dengan standar keselamatan yang memadai. Jangan sampai anak-anak balapan, tanpa perlengkapan yang layak karena resikonya sangat besar,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai, penyediaan ruang atau wadah bagi para pembalap muda dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang, untuk menekan aksi balap liar di jalan raya. Dengan adanya fasilitas dan kegiatan resmi, para penghobi balap dapat mengembangkan kemampuan mereka, tanpa mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat.

Winardi juga mengingatkan bahwa penanganan balap liar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, komunitas otomotif hingga orang tua. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembinaan terhadap generasi muda dapat berjalan lebih efektif. (Al/Adv)

Editor: Yusva Alam

Debarkasi Kloter Pertama Haji Embarkasi Balikpapan Berjalan Lancar

0
Para jemaah haji saat tiba di Bandara SAMS Balikpapan dan menggunakan garbarata saat turun pesawat. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN — Proses debarkasi jemaah haji kloter pertama Embarkasi Haji Balikpapan berlangsung lancar dan tertib di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Minggu (7/6/2026).

Kepulangan jemaah asal Samarinda dan Sulawesi Utara tersebut menjadi awal fase debarkasi haji tahun 2026 setelah seluruh proses embarkasi sebelumnya dinyatakan berjalan sukses.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan keberhasilan pelayanan haji merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian embarkasi untuk kloter 1 sampai 17 berjalan dengan baik. Hari ini kita memasuki fase debarkasi pertama, dan harapan kami seluruh proses dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” ujarnya.

Menurut Iwan, sebelum pelaksanaan debarkasi dilakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan seluruh layanan di lapangan. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Agama melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai Garuda Indonesia, hingga mitra operasional lainnya.

Salah satu peningkatan layanan tahun ini yakni penggunaan garbarata atau boarding bridge saat jemaah turun dari pesawat.

Fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi yang membutuhkan akses lebih mudah dan aman.

“Penggunaan garbarata ini menjadi salah satu peningkatan layanan. Kami ingin memastikan jemaah dapat turun dari pesawat dengan lebih aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” tambahnya.

Selain penggunaan garbarata, pihak bandara juga menyiapkan fasilitas kursi roda dan jalur pelayanan khusus bagi jemaah risiko tinggi. Pengaturan teknis seperti pemanfaatan lift hingga alur kedatangan yang lebih adaptif turut diterapkan untuk mempercepat proses pelayanan di lapangan.

Iwan menegaskan seluruh aspek teknis akan terus dievaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pada kloter-kloter berikutnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan seluruh jemaah haji mendapatkan pelayanan terbaik sejak tiba hingga kembali ke keluarga masing-masing,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan peningkatan fasilitas pelayanan, proses debarkasi haji di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan diharapkan semakin tertib, nyaman, dan humanis dari tahun ke tahun. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Debarkasi Haji Kloter 1 Berjalan Lancar, Jemaah Samarinda Tiba di Balikpapan

0
Para jemaah haji Kloter 1 asal Embarkasi Haji Balikpapan saat tiba di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN — Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Haji Balikpapan akhirnya tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.10 WITA.

Sebanyak 360 jemaah asal Samarinda tiba dengan selamat dan langsung menjalani proses debarkasi sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Senin (8/6/2026).

Kepala Kantor Kementerian Haji Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan proses kedatangan berjalan lancar mulai dari pendaratan pesawat hingga proses menuju asrama debarkasi.

“Alhamdulillah, kloter pertama telah tiba dengan jumlah 360 jemaah dari Samarinda. Proses debarkasi berjalan tertib dan seluruh rangkaian layanan kepulangan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan awal dan proses administrasi, seluruh jemaah kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dipulangkan ke Samarinda.

Dalam kloter tersebut tercatat terdapat dua jemaah yang melakukan tanazul atau mutasi kloter sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, hingga fase kepulangan kloter pertama, tercatat sembilan jemaah asal Embarkasi Balikpapan wafat di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, enam orang berasal dari Kalimantan Timur, satu dari Sulawesi Utara, satu dari Sulawesi Tengah, dan satu dari Kalimantan Utara.

“Seluruh jemaah yang wafat masuk kategori risiko tinggi dengan usia di atas 65 tahun,” jelas Suharto.

Berdasarkan catatan medis, mayoritas penyebab wafat didominasi komplikasi penyakit jantung, gagal napas, serta hipertensi.

Ia menambahkan seluruh jemaah yang wafat telah dimakamkan di Baqi, Arab Saudi, sesuai prosedur pelayanan haji internasional dan ketentuan syariat.

“Sebagian besar jemaah yang wafat juga belum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah Armuzna,” tambahnya.

Pemerintah berharap proses debarkasi jemaah haji Embarkasi Balikpapan untuk kloter-kloter berikutnya dapat terus berjalan aman, lancar, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah yang kembali ke Tanah Air. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

IKN Tak Bisa Berdiri Sendiri, Balikpapan hingga Kukar Jadi Penopang

0
Pembangunan IKN yang mulai berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya dibahas dalam agenda Regional Collaboration For Tri-City Development. Foto: Dok. Otorita IKN

NUSANTARA – Keberadaan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru dinilai tidak bisa berkembang secara optimal tanpa dukungan kawasan penyangga di sekitarnya.

Karena itu, Otorita Ibu Kota Nusantara mendorong penguatan konsep Greater Nusantara sebagai strategi memperkuat eksistensi sekaligus memperluas dampak pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, mengatakan pembangunan IKN harus didukung keterhubungan kawasan dengan kota dan kabupaten di sekitarnya agar pertumbuhan ekonomi berjalan lebih optimal dan terintegrasi.

“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujarnya.

Menurut Pungky, dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP), muncul kebutuhan memperluas cakupan kerja sama regional guna menjawab tantangan pembangunan kawasan metropolitan baru di Kalimantan Timur.

Konsep awal Tiga Kota sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 kini berkembang menjadi konsep Greater Nusantara yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan IKN, mulai dari penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, logistik, industri, hingga rantai pasok ekonomi regional.

Pakar dari Toyo University, Norihisa Shima, menyebut pembangunan IKN akan memberi dampak lebih besar jika setiap wilayah sekitar memiliki fungsi yang jelas dan saling terintegrasi.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, profesor dari The University of Tokyo, Fumihiko Seta, mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara dan menilai pengelolaan kawasan metropolitan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan IKN.

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” katanya.

Pembahasan mengenai konsep Greater Nusantara tersebut berlangsung dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk “Regional Collaboration For Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy)” serta “Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region” pada Jumat (5/6/2026).

Penguatan kolaborasi antarwilayah dinilai menjadi langkah penting agar pembangunan IKN tidak hanya terpusat di kawasan inti pemerintahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah penyangga Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pemkab Kubar Perkuat Strategi Optimalisasi PAD Tahun 2026

0
Plt Kepala Bapenda Kutai Barat, Iwan, saat memimpin rapat evaluasi bersama jajaran Bapenda. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Badan Pendapatan Daerah Kutai Barat menggelar rapat internal evaluasi Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bapenda Kubar, Jumat (5/6/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Plt Kepala Bapenda Kubar, Iwan, dan dihadiri seluruh kepala bidang, kepala sub bidang, kepala sub bagian, serta pejabat fungsional di lingkungan Bapenda Kutai Barat.

Dalam arahannya, Iwan menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun anggaran berjalan, sekaligus meninjau perkembangan realisasi pendapatan daerah.

“Lewat rapat ini Bapenda Kubar meninjau perkembangan realisasi pendapatan daerah, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah perbaikan dan strategi agar target pendapatan tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur di lingkungan Bapenda menjadi bagian penting dalam proses evaluasi, terutama untuk menyampaikan laporan, masukan, dan strategi peningkatan kinerja.

Selain membahas capaian pendapatan, rapat juga difokuskan pada penyusunan langkah-langkah strategis guna memperkuat efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kutai Barat.

“Kehadiran seluruh Kabid, Kasubbid, Kasubag, dan pejabat fungsional menjadi kunci dalam penyampaian laporan, masukan, dan pemikiran untuk meningkatkan pengelolaan pendapatan daerah yang lebih baik,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap evaluasi dan penguatan koordinasi internal tersebut dapat mendorong optimalisasi pendapatan daerah sekaligus memperkuat kinerja organisasi dalam mendukung pembangunan daerah ke depan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

SMR Jadi Wajah Baru Penegakan Perda Humanis di Samarinda

0
Kasatpol PP Samarinda, Anis Siswantini saat menjelaskan Satpol Monitoring Room (SMR). Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda mulai menerapkan pola penertiban berbasis digital melalui pengoperasian Satpol PP Monitoring Room (SMR) pada tahun 2026.

Melalui sistem tersebut, petugas kini dapat memantau, menegur, hingga mengarahkan penindakan secara real-time hanya dari ruang kontrol tanpa harus selalu turun langsung ke lapangan.

Sistem SMR mengandalkan integrasi kamera CCTV, layar pemantau, dan pengeras suara yang dipasang di 10 titik persimpangan rawan pelanggaran di Kota Samarinda.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan inovasi tersebut lahir dari evaluasi panjang terkait keselamatan personel saat melakukan penertiban di lapangan.

“Selama ini anggota yang turun ke lapangan menghadapi tantangan dan potensi ancaman yang cukup tinggi. Karena itu kami mencoba mengubah pendekatan dengan memanfaatkan teknologi agar penegakan perda lebih humanis,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Kelompok yang menjadi sasaran pengawasan digital tersebut di antaranya anak jalanan, gelandangan dan pengemis, manusia silver, pengamen, badut jalanan, hingga penjual tisu yang beraktivitas di persimpangan lampu merah.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP menerapkan prosedur persuasif sebelum melakukan penindakan langsung.

Saat pelanggar terpantau kamera, operator SMR akan memberikan peringatan pertama melalui pengeras suara agar segera meninggalkan lokasi.

Jika dalam waktu sekitar 15 menit tidak diindahkan, petugas memberikan teguran kedua. Apabila masih membandel, barulah tim patroli diterjunkan ke lapangan.

“Kalau setelah dua kali diingatkan mereka masih tetap berada di lokasi, baru petugas bergerak. Jadi penindakan adalah langkah terakhir,” tegas Anis.

Menurutnya, sistem tersebut mampu memangkas waktu patroli sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan karena petugas tidak perlu berulang kali berkeliling atau menunggu laporan masyarakat.

Uji coba perdana SMR dilakukan di kawasan depan Islamic Center Samarinda dan diklaim berhasil menurunkan aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial di lokasi tersebut.

Selain meningkatkan efisiensi, Satpol PP Samarinda berharap pendekatan digital tersebut dapat mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap penegakan Peraturan Daerah yang selama ini identik dengan tindakan represif.

“Kalau imbauan dipatuhi, kami tidak perlu turun. Yang kami inginkan sebenarnya bukan menangkap orang, tetapi menciptakan ketertiban tanpa konflik,” pungkasnya.

Dengan hadirnya SMR, pengawasan ruang publik di Samarinda kini memasuki babak baru melalui sistem digital yang bekerja selama 24 jam penuh untuk menjaga ketertiban kota. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Frederick Edwin Ingin Bung Karno Cup Jadi Agenda Tahunan Olahraga Rakyat

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menyerahkan piala kepada juara pertama Bung Karno Cup I 2026 di Lapangan Sepak Bola Rarakuta. Foto: Ichal/Media Kaltim

SENDAWAR – Bung Karno Cup I 2026 resmi ditutup oleh Frederick Edwin di Lapangan Sepak Bola Rarakuta, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (6/6/2026) sore.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat di Kutai Barat.

Menurutnya, Bung Karno Cup I juga menjadi sarana menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong, sportivitas, dan semangat juang di tengah masyarakat.

“Momentum ini wadah nyata merekatkan tali persaudaraan dan persatuan, sekaligus menghidupkan kembali nilai luhur Pancasila, gotong royong, dan semangat juang di Bumi Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus mendukung kegiatan olahraga yang berdampak positif bagi generasi muda dan masyarakat.

Frederick berharap Bung Karno Cup dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah.

“Pemkab Kubar berkomitmen penuh mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami berharap Bung Karno Cup menjadi agenda tahunan olahraga masyarakat. Lewat pembinaan berkelanjutan, kami optimistis lahir talenta muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kubar,” katanya.

Selain itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia, sponsor, aparat keamanan, peserta, dan masyarakat yang telah menyukseskan turnamen dengan aman dan tertib.

Kepada tim yang berhasil meraih juara, ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi tim yang belum berhasil, Frederick meminta agar tetap menjaga semangat dan menjadikan turnamen sebagai pengalaman berharga.

“Dalam olahraga, esensi sejati bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana menjaga sportivitas, integritas, dan kehormatan bersama di lapangan,” tegasnya.

Berikut hasil akhir Bung Karno Cup I 2026:

Kategori Putra: Juara 1: Rarakuta FC
Juara 2: Bojes FC
Juara 3: Most FC

Kategori Putri: Juara 1: Royok Sport
Juara 2: Zenit
Juara 3: Persimuja
Juara 4: Ajenda FC

Turut hadir dalam penutupan turnamen tersebut Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, Pj Sekda Kamius Junaidi, Anggota DPRD Yudi Hermawan, Kadispora Gamas Laden, Plt Kadispar FX Sumardi, Ketua KONI Kubar Alsiyus, Ketua PSSI Kubar Teddy Rakhmat, serta Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes Frederick Edwin. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

SENDAWAR – Bung Karno Cup I 2026 resmi ditutup oleh Frederick Edwin di Lapangan Sepak Bola Rarakuta, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (6/6/2026) sore.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat di Kutai Barat.

Menurutnya, Bung Karno Cup I juga menjadi sarana menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong, sportivitas, dan semangat juang di tengah masyarakat.

“Momentum ini wadah nyata merekatkan tali persaudaraan dan persatuan, sekaligus menghidupkan kembali nilai luhur Pancasila, gotong royong, dan semangat juang di Bumi Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus mendukung kegiatan olahraga yang berdampak positif bagi generasi muda dan masyarakat.

Frederick berharap Bung Karno Cup dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah.

“Pemkab Kubar berkomitmen penuh mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami berharap Bung Karno Cup menjadi agenda tahunan olahraga masyarakat. Lewat pembinaan berkelanjutan, kami optimistis lahir talenta muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kubar,” katanya.

Selain itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia, sponsor, aparat keamanan, peserta, dan masyarakat yang telah menyukseskan turnamen dengan aman dan tertib.

Kepada tim yang berhasil meraih juara, ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi tim yang belum berhasil, Frederick meminta agar tetap menjaga semangat dan menjadikan turnamen sebagai pengalaman berharga.

“Dalam olahraga, esensi sejati bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana menjaga sportivitas, integritas, dan kehormatan bersama di lapangan,” tegasnya.

Berikut hasil akhir Bung Karno Cup I 2026:

Kategori Putra: Juara 1: Rarakuta FC
Juara 2: Bojes FC
Juara 3: Most FC

Kategori Putri: Juara 1: Royok Sport
Juara 2: Zenit
Juara 3: Persimuja
Juara 4: Ajenda FC

Turut hadir dalam penutupan turnamen tersebut Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, Pj Sekda Kamius Junaidi, Anggota DPRD Yudi Hermawan, Kadispora Gamas Laden, Plt Kadispar FX Sumardi, Ketua KONI Kubar Alsiyus, Ketua PSSI Kubar Teddy Rakhmat, serta Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes Frederick Edwin. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Sempekat Harmoni Budaya Kubar Perkuat Persatuan dan Identitas Daerah

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyerahkan sertifikat penghargaan simbolis kepada sanggar seni Seroyoq, Sempekat Bangkit, Sempekat Peluant, dan Swalas Gunaq pada penutupan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kubar di Taman Budaya Sendawar. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Festival Sempekat Harmoni Budaya Kubar 2026 resmi ditutup oleh Frederick Edwin di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (6/6/2026) malam.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan festival tersebut menjadi wadah pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat semangat sempekat atau persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat.

Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan kreativitas, semangat, dan kecintaan terhadap budaya lokal selama festival berlangsung.

“Partisipasi semua pihak menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi perekat persatuan dan identitas masyarakat Kubar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan festival tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

“Lewat festival ini kita mengirim pesan kuat ke luar daerah bahwa Kutai Barat kaya budaya, ramah wisata, dan memiliki masyarakat yang hidup berdampingan secara damai,” katanya.

Ia menegaskan semangat pelestarian budaya yang tumbuh selama festival tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Menurutnya, masyarakat harus terus menjaga, merawat, dan mengenalkan budaya daerah kepada generasi penerus agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Frederick juga menilai festival tersebut bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan cerminan semangat gotong royong dan persatuan dalam keberagaman suku dan budaya di Tanaa Purai Ngeriman.

“Berbagai penampilan seni budaya menunjukkan harmonisasi warisan leluhur dan kreativitas generasi muda dalam memperkuat identitas daerah,” ujarnya.

Bupati turut memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kutai Barat atas suksesnya penyelenggaraan festival budaya tersebut.

Ia menegaskan keberhasilan festival bukan menjadi garis akhir, melainkan titik awal untuk menghadirkan inovasi yang lebih baik dalam pengembangan seni dan budaya daerah ke depan.

Usai sambutan, Bupati Frederick Edwin menyerahkan sertifikat penghargaan simbolis kepada sanggar seni Seroyoq, Sempekat Bangkit, Sempekat Peluant, dan Swalas Gunaq sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutai Barat Ridwai, Pj Sekda Kamius Junaidi, Ketua TP PKK Maria Christina Mozes Edwin, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutai Barat. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S