Beranda blog Halaman 144

ESDM Pastikan Reklamasi PT SBE Berjalan Sesuai Kaidah Pertambangan

0
Foto: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, saat meninjau pelaksanaan backfilling di area tambang PT Supra Bara Energi (PT SBE). (ESDM Kaltim)

SAMARINDA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur kembali meninjau lokasi pertambangan PT Supra Bara Energi (PT SBE), Selasa (30/6/2026), guna memastikan pelaksanaan kegiatan backfilling atau penimbunan kembali lubang tambang berjalan sesuai rekomendasi dan memenuhi kaidah pertambangan yang baik.

Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan peninjauan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengawasi pelaksanaan reklamasi, khususnya di area sisi utara PIT 55 yang sebelumnya menjadi perhatian karena berada di dekat badan sungai.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses backfilling berjalan sesuai komitmen perusahaan dan rekomendasi yang telah diberikan oleh Kepala Inspektur Tambang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Bambang menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan progres pekerjaan terus mengalami perkembangan positif. Dari target material penutup (overburden) sekitar 10 juta bank cubic meter (BCM), hingga saat ini realisasi penimbunan telah mencapai sekitar 7,9 juta BCM.

Menurutnya, pekerjaan backfilling ditargetkan mencapai elevasi minus 90 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Agustus 2026. Setelah itu, proses penimbunan akan dilanjutkan hingga mencapai elevasi minus 20 mdpl yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Ia menegaskan Dinas ESDM Kaltim akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar seluruh tahapan reklamasi berjalan sesuai prinsip good mining practice, sekaligus meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Kami akan terus mengawasi pelaksanaan kegiatan ini hingga seluruh target backfilling selesai sesuai rencana. Perlindungan lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pertambangan,” tegas Bambang.

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap perusahaan pertambangan memenuhi kewajiban reklamasi dan pascatambang, sehingga aktivitas pertambangan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Level Up Camp 2026 Bekali Anak dan Remaja dengan Kemampuan Berpikir dan Berbicara

0
Foto: Peserta Level Up Camp 2026 mengikuti pelatihan pengembangan daya ingat dan public speaking yang digelar Semesta Academy bersama Ingatan Gajah di Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Libur sekolah dimanfaatkan puluhan anak dan remaja untuk mengembangkan keterampilan yang semakin dibutuhkan di era modern. Sebanyak 33 peserta berusia 10–18 tahun dari berbagai daerah di Kalimantan Timur mengikuti Level Up Camp 2026 yang digelar Semesta Academy bekerja sama dengan Ingatan Gajah di Puri Senyiur Hotel, Samarinda, pada 26–28 Juni 2026.

Peserta berasal dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sangatta, Tenggarong, hingga Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Selama tiga hari mereka mengikuti pelatihan yang memadukan penguatan kemampuan berpikir, strategi belajar, serta keterampilan berbicara di depan umum.

Mengusung tema “Sharpen Your Mind, Own The Stage”, program ini dirancang untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di masa depan.

Pada sesi Super Brain, peserta mendapatkan pelatihan mengenai penetapan tujuan, teknik mengingat (memory sports), strategi belajar, pembentukan kebiasaan produktif, hingga simulasi kompetisi daya ingat. Materi disampaikan Founder Ingatan Gajah, Yudi Lesmana, yang merupakan International Grandmaster of Memory, didampingi Safira Azizah.

Sementara itu, sesi Public Speaking dipandu Co-Founder Semesta Academy, I Made Kertayasa. Peserta mempelajari teknik membangun kepercayaan diri, menyusun presentasi, hingga cara membuka dan menutup presentasi secara efektif. Proses pembelajaran turut didampingi empat mentor Semesta Academy.

Sebagai penutup kegiatan, peserta mengikuti dua tantangan utama, yakni kompetisi daya ingat dengan menghafal deretan angka menggunakan standar memory sports serta presentasi kelompok di hadapan orang tua. Dalam penampilan tersebut, peserta mempraktikkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan pembukaan dan penutupan dalam bahasa Spanyol maupun Italia.

Penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok terbaik berdasarkan akumulasi penilaian selama pelatihan yang mencakup disiplin, kerja sama, kemampuan akademik, serta performa presentasi.

Founder Ingatan Gajah, Yudi Lesmana, mengatakan kemampuan belajar secara aktif menjadi salah satu kompetensi penting di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Apa yang dipelajari hari ini bisa jadi tidak lagi relevan lima atau sepuluh tahun mendatang. Karena itu, anak-anak perlu memiliki kemampuan belajar cepat, mengingat, memahami, menganalisis, dan percaya diri agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan,” ujarnya.

Co-Founder Semesta Academy, I Made Kertayasa, menilai kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan keterampilan komunikasi.

“Penguasaan materi saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu mampu berpikir kritis, menyampaikan ide secara efektif, dan tampil percaya diri agar lebih siap menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya, Rini, mengaku melihat perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti pelatihan.

“Anak saya menjadi lebih percaya diri saat tampil di depan umum. Selain melatih daya ingat, kegiatan ini juga membantu mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan memiliki gambaran mengenai tujuan masa depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Maya yang melihat putranya lebih berani mencoba pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, salah seorang peserta, Adam, mengaku memperoleh pengalaman baru yang membantunya mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum.

“Sekarang saya lebih tahu bagaimana menyampaikan pendapat dengan percaya diri dan lebih terstruktur,” katanya.

Melalui program tersebut, Semesta Academy dan Ingatan Gajah berharap semakin banyak anak dan remaja memperoleh akses terhadap pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, komunikasi, dan karakter sebagai bekal menghadapi perubahan di masa depan.

Editor: Agus S.

Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Dibebani Uang Pengganti Rp809,5 Miliar

0
Foto: Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, saat menjalani sidang pembacaan putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook. (Istimewa)

JAKARTA – Selain menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta juga membebankan pidana tambahan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, berupa pembayaran denda Rp1 miliar serta uang pengganti sebesar Rp809,597 miliar dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan uang pengganti tersebut wajib dibayarkan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809.597.125.000,” ujar Purwanto saat membacakan amar putusan, Selasa (30/6/2026).

Majelis hakim memberikan tenggat waktu satu bulan kepada Nadiem untuk melunasi kewajiban tersebut sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Apabila tidak dipenuhi, jaksa berwenang menyita dan melelang aset milik terdakwa guna menutupi nilai uang pengganti.

“Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” kata hakim.

Majelis juga menetapkan sanksi pengganti apabila nilai aset yang dimiliki terdakwa tidak mencukupi untuk membayar kewajiban tersebut.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama lima tahun,” lanjut majelis hakim.

Dalam perkara ini, majelis hakim sebelumnya menyatakan Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2020–2022.

Atas perbuatannya, ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809,597 miliar.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem dengan pidana 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta membayar uang pengganti senilai lebih dari Rp5,68 triliun.

Jaksa menilai proyek pengadaan Chromebook menyebabkan kerugian negara sekitar Rp1,56 triliun, sementara peningkatan harta kekayaan terdakwa yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi mencapai Rp4,87 triliun.

Dalam dakwaannya, Nadiem disebut melakukan perbuatan tersebut bersama Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Jurist Tan.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Hari Bhayangkara ke-80 di Kubar, Pemda Dorong Polri Makin Profesional dan Humanis

0
Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani didampingi Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono melakukan pengecekan pasukan menggunakan mobil jip sebelum Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Taman Budaya Sendawar. (Dok. Ichal/Media Kaltim)

SENDAWAR – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat menggelar Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/7/2026). Upacara dipimpin langsung Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Ridwai, Wakapolres Kompol Subari, Kabag Ops Kompol Emanuel Teguh Budi Santoso, para kepala satuan, kapolsek, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Ketua Presidium Dewan Adat Yurang, serta jajaran Bhayangkari.

Peserta upacara terdiri atas personel TNI-Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, hingga satuan pengamanan (security).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nanang Adriani membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat. Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya jajaran Polres Kutai Barat.

“Semoga momentum ini semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ujarnya.

Menurut Nanang, Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

Selama delapan dekade, Polri telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini, “Polri untuk Masyarakat”, mengandung makna bahwa seluruh pengabdian Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang semakin profesional, modern, transparan, dan humanis.

“Tahun ini Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema ‘Polri untuk Masyarakat’. Tema ini mengandung makna bahwa seluruh pengabdian Polri harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang semakin profesional, modern, transparan, dan humanis,” katanya.

Wabup juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, mulai dari kejahatan siber, penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga perjudian daring yang dinilai dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, Kabupaten Kutai Barat terus melaksanakan pembangunan di berbagai sektor sehingga stabilitas keamanan menjadi modal utama dalam menjaga iklim investasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan empat harapan kepada jajaran Polri. Pertama, Polri, khususnya Polres Kutai Barat, semakin dekat dengan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis.

Kedua, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, Forkopimda, lembaga adat, tokoh agama, dan dunia usaha.

Ketiga, mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, bijak menggunakan media sosial, serta bersama-sama mendukung pemberantasan narkoba dan tindak kriminalitas.

Keempat, Polri diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam transformasi digital pelayanan publik dan pengawalan program-program strategis pemerintah.

“Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kutai Barat selama ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Kutai Barat beserta seluruh jajaran yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian dalam menjaga keamanan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Meski Efisiensi Anggaran, Kontingen Kubar Bawa Pulang Dua Juara Nasional dari PENAS

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima trofi yang diraih kontingen Kutai Barat usai mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. (Dok. Istimewa/Media Kaltim)

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat Stepanus Alexander Samson, Sekretaris Distan Muhammad Firdaus, beserta jajaran dan kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Ruang Kerja Bupati, Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, Kepala Distan Kutai Barat Stepanus Alexander Samson menyampaikan bahwa keikutsertaan Kutai Barat dalam PENAS merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian.

Pengiriman petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian, dan unsur pendamping dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing sektor pertanian daerah.

Menurutnya, PENAS menjadi wadah pembelajaran bagi petani untuk bertukar pengalaman, mempelajari praktik terbaik, serta mengenal berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

“Petani saat ini dituntut tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, berwirausaha, memanfaatkan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar,” jelasnya.

Selain meningkatkan kapasitas SDM, PENAS juga menjadi kesempatan memperluas jejaring dengan petani dari berbagai provinsi, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga investor.

Jejaring tersebut dinilai penting untuk membuka akses informasi, teknologi, pasar, serta peluang kerja sama bagi pengembangan sektor pertanian di Kutai Barat.

Stepanus menjelaskan, Kutai Barat mewakili Kalimantan Timur setelah menjadi juara pada Pekan Daerah XI KTNA Kalimantan Timur.

Semula kontingen dijadwalkan mengikuti lomba paduan suara, vokal solo, tari tradisional, dan karya wirausaha petani. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat peserta tari tradisional tidak dapat diberangkatkan, sementara peserta karya wirausaha berhalangan mengikuti perlombaan.

Meski demikian, penampilan pada cabang paduan suara dan vokal solo yang digelar di Taman Budaya Limboto pada 20 Juni 2026 berhasil mengukir prestasi membanggakan.

Berkat latihan dan pendampingan yang maksimal, kontingen Kutai Barat sukses meraih Juara I Paduan Suara dan Juara I Vokal Solo pada kategori Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara.

“Hari ini kami melaporkan kepada Bupati capaian yang berhasil diraih selama mengikuti PENAS XVII di Gorontalo. Kami optimistis pengalaman dan jejaring yang diperoleh akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan sektor pertanian Kubar,” ujarnya.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas prestasi gemilang yang diraih kontingen Kutai Barat pada ajang nasional tersebut.

Menurutnya, meski berangkat di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, kontingen Kutai Barat mampu membawa pulang dua gelar juara nasional dan mengharumkan nama daerah.

“Di tengah keberangkatan yang terbatas karena efisiensi anggaran, kontingen Kubar mampu memberikan hasil terbaik. Mereka tidak hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat di tingkat nasional,” ujarnya.

Frederick menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi petani, termasuk di bidang seni dan budaya, agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada ajang-ajang berikutnya.

“Kami akan terus berupaya memberikan dukungan sehingga potensi seni yang dimiliki para petani dapat berkembang lebih baik dan terus melahirkan prestasi,” ungkapnya.

Stepanus berharap pada PENAS Petani dan Nelayan XVIII yang akan digelar di Provinsi Lampung, Kutai Barat dapat mengirim lebih banyak peserta sehingga semakin banyak petani memperoleh pengalaman, memperluas jejaring usaha, memperkuat kelembagaan petani, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Komdigi dan Meta Bersatu Hadapi Modus Baru Promosi Judi Online

0
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bertemu jajaran Meta Indonesia membahas penguatan penanganan spam judi online di media sosial. (Dok. Sesditjen KPM)

JAKARTA – Pemerintah memperkuat upaya pemberantasan promosi judi online di media sosial dengan menggandeng Meta. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, dengan jajaran Meta Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Salah satu hasil utama pertemuan itu adalah pembentukan tim gabungan yang difokuskan menangani maraknya penyebaran spam promosi judi online, khususnya melalui kolom komentar di media sosial.

“Hari ini kami bertemu dengan Meta dan menemukan kesepakatan yang menurut kami penting. Kami akan membentuk tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya modus terbaru berupa komentar-komentar spam yang meresahkan masyarakat,” ujar Meutya.

Langkah tersebut diambil setelah Komdigi mencatat lonjakan signifikan aktivitas spam judi online. Dalam dua pekan terakhir, jumlah temuan promosi semacam itu meningkat sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan para pelaku memanfaatkan jaringan bot otomatis untuk membanjiri kolom komentar pada akun-akun dengan tingkat interaksi tinggi, seperti akun pemerintah, media massa, tokoh publik, hingga influencer. Aktivitas tersebut paling banyak ditemukan di platform Instagram dan Facebook.

Meutya menjelaskan penanganan spam di kolom komentar memiliki karakteristik berbeda dibanding pemblokiran situs maupun akun pelaku. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan menindak konten atau akun yang melanggar hukum, namun pengelolaan sistem komentar berada di bawah kendali platform.

“Yang menjadi sasaran justru akun-akun resmi karena memiliki jangkauan luas. Sementara intervensi terhadap kolom komentar berada pada platform. Teknologinya ada di platform. Karena itu kami mengharapkan Meta memperkuat sistem moderasi, deteksi bot, dan penyaringan spam agar ruang digital Indonesia lebih terlindungi,” katanya.

Di sisi lain, Komdigi terus memperkuat koordinasi dengan Polri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menindak jaringan pelaku, memutus aliran dana, dan mengungkap kejahatan digital yang berkaitan dengan promosi judi online.

Head of Public Policy Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan pihaknya siap memperdalam kerja sama dengan pemerintah. Menurutnya, pelaku kejahatan digital terus mengubah pola operasinya sehingga diperlukan respons yang lebih cepat dan terkoordinasi.

“Pelaku terus mengubah cara mereka beroperasi dan selalu beradaptasi sehingga tantangan pencegahannya semakin kompleks. Karena itu Meta siap berkolaborasi dengan Komdigi dan membentuk tim bersama untuk memperkuat penanganan spam promosi judi online,” ujar Berni.

Ke depan, tim gabungan Komdigi dan Meta akan memprioritaskan penguatan sistem moderasi, percepatan identifikasi akun bot, peningkatan efektivitas penanganan komentar spam, serta koordinasi yang lebih intensif dalam menghadapi perkembangan berbagai modus kejahatan digital di ruang siber.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Wacana Pisah Dispora dan Pariwisata Menguat, Pemkot Mulai Siapkan Kajian

0
Foto: Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali mengkaji secara serius rencana pemisahan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menjadi dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang berdiri sendiri, yakni Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pariwisata.

Wacana tersebut sebenarnya telah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Namun, sebelum direalisasikan, pemerintah menilai perlu dilakukan kajian komprehensif terkait aspek regulasi, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga kemampuan anggaran daerah.

Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin, mengatakan usulan pemisahan telah disampaikan kepada Bagian Organisasi untuk dilakukan kajian sesuai ketentuan yang berlaku.

“Wacana pemisahan Disporapar sebenarnya sudah lama diembuskan. Kami juga sudah menyampaikan kepada Bagian Organisasi agar dilakukan kajian,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Muslimin, kebijakan tersebut tidak dapat diputuskan secara terburu-buru karena menyangkut perubahan struktur organisasi pemerintahan.

“Harus ada kajian dari bidang organisasi dan pemerintahan, sampai sejauh mana aturan-aturan yang mengatur pemisahan tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, pembentukan dua OPD baru akan berdampak pada kebutuhan aparatur serta pembiayaan operasional. Karena itu, seluruh konsekuensi harus dihitung secara matang.

“Ada beberapa pertimbangan, di antaranya kebutuhan sumber daya manusia dan anggaran ketika pemisahan itu dilakukan. Dulu penggabungan dilakukan dalam rangka efisiensi,” jelasnya.

Muslimin menegaskan, apabila nantinya diputuskan untuk dipisahkan, pemerintah harus memastikan kesiapan personel, dukungan anggaran, serta dasar kajian yang kuat.

“Kalau berbicara pemisahan, berarti ada kebutuhan SDM, anggaran yang harus disiapkan, dan tentunya kajian yang menjadi dasar pelaksanaannya,” tegasnya.

Saat ini proses kajian masih berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Apabila hasil kajian dinilai layak dan mendapat persetujuan Wali Kota Samarinda, restrukturisasi Disporapar berpotensi menjadi salah satu perubahan organisasi perangkat daerah yang cukup besar, dengan harapan masing-masing sektor dapat lebih fokus dalam menjalankan program dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Penikaman Berdarah di Samarinda, Eks Rekan Kerja Serang Korban hingga Luka Parah

0
Suasana di lokasi kejadian penganiayaan di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu (1/7/2026). (Istimewa)

SAMARINDA – Aksi penganiayaan berat terjadi di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Seorang karyawan Kapal Api berinisial MR (24) mengalami luka serius setelah diduga ditikam mantan rekan kerjanya, DK (26).

Korban mengalami luka robek cukup parah di bagian belakang kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, warga bersama rekan kerja korban segera memberikan pertolongan setelah MR ditemukan bersimbah darah. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Kunjang.

Pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis badik. Senjata tersebut telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Dugaan sementara, aksi penikaman dipicu dendam lama. Korban dan pelaku diketahui pernah bekerja bersama di perusahaan yang sama dan sempat terlibat perselisihan sekitar enam hingga tujuh bulan lalu.

Ketegangan keduanya bahkan disebut kembali terjadi pada Selasa malam (30/6/2026), sehari sebelum penikaman. Saat itu pelaku dikabarkan sempat mengacungkan sebilah parang ke arah korban, namun bentrokan fisik berhasil dihindari.

Hendri, petugas keamanan di sekitar lokasi, membenarkan bahwa korban dan pelaku saling mengenal karena pernah bekerja bersama.

“Korban sama pelaku saya kenal. Dulu mereka pernah sama-sama bekerja di Kapal Api. Korban sampai sekarang masih kerja di sana, sedangkan pelaku sudah resign lalu pindah jaga di Kalindo, depan sini,” ujarnya.

Namun, Hendri mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi aksi penikaman tersebut.

“Kalau soal cekcok atau masalah pribadi di antara mereka saya kurang tahu. Yang saya tahu pasti, pelaku memang mantan pekerja di Kapal Api sebelum pindah ke Kalindo,” katanya.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Setelah menerima laporan warga, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Motif pasti penikaman masih didalami penyidik.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Penyegaran Birokrasi, Pemkot Bontang Rotasi 12 Pejabat dan Kukuhkan Tiga Kepala Satuan Pendidikan

0
Foto: Ilustrasi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali melakukan penyegaran organisasi dengan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional, serta mengukuhkan kepala satuan pendidikan di lingkungan Pemkot Bontang.

Sebanyak 12 pejabat resmi dilantik. Mereka terdiri dari tujuh pejabat administrator (eselon III), dua pejabat pengawas (eselon IV), dan tiga pejabat fungsional. Selain itu, tiga pejabat juga dikukuhkan, yakni dua kepala TK Negeri dan satu Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini merupakan cara mengoptimalkan kinerja perangkat daerah melalui penempatan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Adapun pejabat administrator yang dilantik yakni Muhtar sebagai Inspektur Pembantu I Inspektorat Daerah, Sarkani sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Nurbaena sebagai Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Partiwi sebagai Sekretaris Satpol PP, Pujianto sebagai Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan, Johan Nindya Putranto sebagai Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo, serta Agus Salim Umar sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pencatatan Sipil Disdukcapil Bontang.

Sementara itu, dua pejabat pengawas yang dilantik yakni Abdul Rasyid sebagai Kepala Seksi Penanggulangan dan Pengawasan Disdamkartan serta Adri Kusuma Atmaja sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Berbas Tengah.

Pada jabatan fungsional, Ade Sisca Suardi dilantik sebagai Mediator Hubungan Industrial Ahli Pertama pada Dinas Ketenagakerjaan, Destin Pricilia Gokmauli sebagai Perencana Ahli Pertama di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Riyadi Sugeng Kuncoro yang bertugas pada Bagian Keuangan RSUD Taman Husada.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Bontang juga mengukuhkan Nisfatul Alifah sebagai Kepala TK Negeri 1 Bontang, Andriyani sebagai Kepala TK Negeri 2 Bontang, serta Hairul Saleh sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang.

Sudi berharap pelantikan dan pengukuhan tersebut mampu memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah serta meningkatkan profesionalisme aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan formasi kepemimpinan yang baru, Pemkot Bontang menargetkan birokrasi yang semakin efektif, adaptif, dan responsif dalam mendukung pembangunan daerah.

Pewarta: Dwi S.
Editor: Agus S.

Menhub Dudy: Kertajati Fokus Jadi Aviation Park dan Kawasan MRO Pesawat

0
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. ANTARA/Harianto

JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan optimalisasi pemanfaatan Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat, menjadi kawasan perawatan pesawat, serta aktivitas pendukung industri kebandarudaraan.

“Kita terus mendorong Kertajati untuk dioptimalkan,” kata Menhub dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menhub menyampaikan hal itu menanggapi rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Ia memastikan pengaktifan bandara tersebut tidak akan mempengaruhi peran Bandara Kertajati.

Dudy menjelaskan kawasan Bandara Kertajati telah memiliki konsep pengembangan kawasan industri penerbangan atau aviation park yang mendukung berbagai kegiatan terkait kebandarudaraan.

Melalui pengembangan tersebut, pemerintah mendorong aktivitas perawatan pesawat, pemeliharaan, serta layanan pendukung lainnya agar memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Bandara Kertajati.

“Jadi tidak hanya penerbangan tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti ‘maintenance’ dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati,” ujarnya.

Dudy mengungkapkan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) saat ini telah berproses memindahkan kegiatan maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk helikopter ke kawasan Bandara Kertajati.

Selain itu, Kementerian Pertahanan juga tengah membahas rencana kerja sama dengan pabrikan asal Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin, dalam pembangunan fasilitas perawatan pesawat Hercules di Kertajati.

Menurut Dudy, pemerintah terbuka terhadap seluruh kegiatan yang mendukung optimalisasi Bandara Kertajati, baik pada sektor penerbangan maupun industri pendukung kebandarudaraan.

“Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati. Jadi kita fokusnya adalah bagaimana supaya bandara tersebut itu bisa beroperasi secara optimal,” bebernya.

Ia menegaskan Kementerian Perhubungan terus mendukung berbagai aktivitas operasional, perawatan pesawat, dan pengembangan industri aviasi agar Bandara Kertajati dapat beroperasi secara optimal.

“Kegiatan apapun yang berkaitan dengan kebandaraan itu pasti kita akan dukung. Baik penerbangannya maupun pengoperasian perawatan pesawat dan sebagainya. Itu yang yang kita lakukan,” tegasnya. (ANT/KN)