Beranda blog Halaman 145

Pemerintah Evaluasi Program MBG, Skema Insentif SPPG Diubah

0
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Kantor Bakom, Jakarta. ANTARA TV

JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini difokuskan pada penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, hingga perluasan jangkauan penerima manfaat.

Qodari, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (30/6/2026), menjelaskan salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selama ini, kata dia, setiap SPPG menerima besaran insentif yang sama tanpa mempertimbangkan jumlah penerima manfaat.

Ke depan, skema tersebut akan diubah agar insentif disesuaikan dengan cakupan layanan masing-masing SPPG.

“Ke depan ini akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat sehingga insentif untuk SPPG akan mengalami variasi dan itu bisa menghemat sampai Rp1 triliun dalam satu tahun,” ujar Qodari.

Selain skema insentif, dia mengatakan pemerintah juga akan memperbaiki tata kelola operasional SPPG.

Penataan dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari kelengkapan peralatan hingga aspek kesehatan dan keamanan operasional.

“SPPG yang ada sekarang ini akan ditata lagi dari segi pengelolaannya,” katanya.

Dari sisi produk, lanjut Qodari, evaluasi juga menyasar kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Pemerintah akan memperkuat pengawasan terhadap kandungan gizi maupun higienitas makanan agar manfaat Program MBG semakin optimal.

“Produknya berupa makanan, dari nilai gizinya, dari higienitasnya itu juga akan ditata dengan lebih baik,” ucapnya.

Qodari menambahkan evaluasi juga diarahkan untuk memperluas cakupan penerima manfaat, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang masih belum terlayani secara optimal.

Selain itu, pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang merupakan kelompok paling rentan mengalami kekurangan gizi.

“Masa-masa yang paling rawan untuk mengalami kekurangan gizi, sekaligus juga momentum yang paling tepat untuk melakukan intervensi gizi,” katanya.

Qodari menegaskan program MBG tidak hanya bertujuan mengatasi gizi buruk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh, terutama bagi anak-anak.

Untuk mendukung penyempurnaan program, Qodari mengatakan pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sinergi akan dilakukan bersama pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN) agar pelaksanaan Program MBG semakin terintegrasi. (ANT/KN)

Puskesad Beri Pendampingan Khusus pada Peserta SPPI yang Rentan Sakit

0
Peserta KDKMP sedang belajar di kelas dalam rangka pendidikan bela negara di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad), Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Walda Marison

JAKARTA – Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) memberikan pendampingan khusus kepada 12 peserta Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang memiliki riwayat penyakit serta dua peserta yang sedang hamil.

Komandan Satuan Pendidikan Pusdikkes Letkol Ckm Said Jauhari mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti pendidikan dengan aman sesuai kondisi kesehatannya masing-masing.

“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh peserta sebelum pelatihan. Setelah diketahui kondisi kesehatan dan riwayat penyakitnya, kami memberikan pendampingan khusus kepada peserta yang dianggap rentan sakit,” kata Said saat ditemui di Puskesad, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, pendampingan kesehatan akan dilakukan selama masa pendidikan yang berlangsung sekitar satu setengah bulan.

Pusdikkes saat ini mendidik 229 peserta SPPI yang seluruhnya perempuan. Dari jumlah tersebut, 48 peserta telah menikah, sedangkan sisanya masih lajang.
Hingga saat ini, pihaknya mencatat terdapat 12 peserta yang memiliki riwayat penyakit dan dua peserta yang sedang hamil.

Mereka tidak diikutsertakan dalam kegiatan luar ruangan seperti baris-berbaris dan olahraga, serta mendapatkan pemantauan kesehatan secara khusus selama mengikuti pendidikan.

Selain itu, Pusdikkes juga menyiapkan fasilitas rumah sakit untuk memberikan pelayanan medis apabila peserta mengalami gangguan kesehatan selama masa pendidikan.

Said mengatakan pendidikan SPPI di Pusdikkes difokuskan pada pembinaan disiplin, karakter, dan bela negara sebagai bekal bagi peserta yang akan bertugas sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Kegiatan di lapangan yang dilakukan saat ini lebih diarahkan untuk membina kedisiplinan dan kekompakan peserta,” ujarnya.

Ia berharap penguatan pengawasan kesehatan dan pendampingan medis tersebut dapat memastikan seluruh rangkaian pendidikan berjalan aman dan lancar hingga selesai.(ANT/KN)

DPR Minta MUI Segera Serahkan Draf RUU Pidana LGBT untuk Dikaji

0
Ilustrasi - Tolak LGBT. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta Majelis Ulama Indonesia untuk segera menyerahkan draf dan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang tengah disusun agar dapat dikaji sesuai mekanisme legislasi di DPR.

“Tentu DPR terbuka terkait dengan masukan dan aspirasi dari MUI yang sedang mempersiapkan RUU terkait dengan LGBT,” kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, setiap usulan legislasi yang disampaikan masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan akan dipelajari dan ditelaah sesuai prosedur yang berlaku di DPR.

Karena itu, MUI perlu memastikan draf dan naskah akademik RUU tersebut disampaikan secara resmi agar dapat ditindaklanjuti oleh DPR.

“Nanti kan di Badan Legislasi, atau nanti di pimpinan, atau di BKD (Badan Keahlian DPR) pasti akan dikaji terkait dengan usulan tersebut,” ujarnya.

Saan mengatakan pembahasan lebih lanjut akan bergantung pada substansi usulan yang diajukan, termasuk kesesuaiannya dengan kebutuhan hukum nasional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, MUI mengungkapkan tengah menyusun naskah akademik dan RUU Pidana LGBT untuk didorong masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis mengatakan langkah tersebut diambil karena pendekatan moral dan imbauan sosial belum efektif dalam merespons fenomena LGBT yang semakin terbuka di ruang publik.

Menurut dia, penyusunan regulasi diperlukan untuk memberikan landasan hukum yang lebih jelas terkait persoalan tersebut.

Draf dan naskah akademik yang tengah disusun MUI nantinya akan menjadi dasar untuk mengusulkan RUU tersebut masuk ke dalam Prolegnas DPR RI. (ANT/KN)

Puan Maharani Respons Safari Politik Jokowi: Hak Semua Warga Negara

0
Ketua DPR RI Puan Maharani saat konferensi pers usai rapat paripurna bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa kegiatan safari politik merupakan hak bagi setiap warga negara, saat merespons kunjungan politik Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo ke beberapa daerah di Indonesia.

“Safari politik, hak semua warga negara,” kata Puan saat konferensi pers usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, sebagai warga negara, Joko Widodo bisa melakukan kunjungan ke mana saja. Di sisi lain, dia pun mengajak kepada seluruh pihak untuk melakukan kegiatan yang mendinginkan suasana politik.

Dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, menurut dia, seluruh pihak pun perlu bersama-sama menjaga situasi untuk tetap kondusif. Puan pun kemudian tidak berkomentar lebih jauh mengenai kunjungan Jokowi itu.

Diketahui, Joko Widodo melakukan kunjungan ke Lampung pada Jumat (26/6) untuk menghadiri kegiatan penerimaan gelar adat, hingga agenda politik partai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan di daerah tersebut.

Selain ke Lampung, sebelumnya Joko Widodo pun berkunjung ke Tegal, Jawa Tengah, untuk menghadiri kegiatan PSI.
Jokowi mengatakan akan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah untuk memenuhi undangan masyarakat. Pada tahap awal, beberapa daerah yang akan dikunjungi antara lain Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat.

Jokowi menjelaskan kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertemu relawan dan kader PSI di daerah.

“Saya sudah sehat dan akan mendatangi undangan-undangan yang ada. Itu juga untuk memberikan motivasi, bertemu PSI di daerah, serta bertemu relawan di daerah karena ada undangan,” katanya. (ANT/KN)

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Turun Mulai 1 Juli 2026

0
Sejumlah pengguna kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Pertamax Turbo turun mulai 1 Juli 2026.

Berdasarkan laman resmi Pertamina, yang dikutip di Jakarta, Rabu (1/7/2026), di wilayah Jabodetabek, tercatat harga Pertamina Dex Series atau BBM jenis solar nonsubsidi yakni jenis Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp19.700 per liter dari Rp23.000 per liter pada Juni 2026.

Pertamina Dex (CN 53) juga turun menjadi Rp21.150 per liter dari yang sebelumnya Rp24.800 per liter.

Perubahan serupa juga terjadi untuk BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami penurunan ke angka Rp19.300 per liter dari Rp20.750 per liter pada Juni.

Sementara itu, harga untuk BBM jenis Pertamax (RON 92) masih berada di level Rp16.250 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) di level Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga kedua produk tersebut terjadi pada 10 Juni 2026, beberapa bulan setelah pemerintah menahan harga BBM yang melonjak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Kepmen tersebut mengatur tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. (ANT/KN)

Komnas HAM Desak Pemerintah Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Merah Putih

0
Foto: Peserta SPPI mengikuti latihan baris-berbaris dalam program Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Antara)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merekomendasikan pemerintah menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti program tersebut.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menilai pelatihan dasar militer bukan pendekatan yang tepat untuk meningkatkan kapasitas calon pengelola koperasi.

“Komnas HAM merekomendasikan agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manajer koperasi KDMP dan KNMP,” kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, pengembangan kompetensi manajer koperasi seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, manajemen usaha, hingga literasi keuangan.

“Pelatihan dasar kemiliteran tidak secara langsung mendukung pencapaian kompetensi tersebut,” ujarnya.

Pramono menegaskan rekomendasi tersebut menjadi semakin penting karena pelaksanaan Latsarmil telah menimbulkan korban jiwa.

“Apalagi dalam hal ini menimbulkan korban meninggal dunia dalam menjalankan Latsarmil tersebut,” katanya.

Selain meminta penghentian program, Komnas HAM juga mendesak pemerintah menjamin hak korban dan keluarga untuk memperoleh pemulihan yang efektif sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (3) Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

Komnas HAM turut meminta proses hukum dilakukan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan meninggalnya lima peserta.

Lembaga tersebut juga merekomendasikan kepolisian segera melakukan autopsi forensik terhadap seluruh korban guna memastikan penyebab kematian sebagai bagian dari proses penyidikan pidana.

Selain itu, pemerintah diminta menjamin penyelidikan berlangsung secara transparan dan akuntabel serta membuka akses bagi tim independen, termasuk Komnas HAM, untuk melakukan pendalaman kasus.

“Komnas HAM berkomitmen untuk terus memantau dan menindaklanjuti peristiwa ini serta memanggil sejumlah pihak agar perlindungan HAM bagi warga negara dan penegakan HAM dapat dijalankan untuk memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya,” ujar Pramono.

Program Latsarmil diikuti sedikitnya 35.476 calon manajer KDMP dan 5.476 calon manajer KNMP. Pelatihan berlangsung selama 45 hari, sejak 14 Juni hingga 31 Juli 2026, di 67 satuan TNI di berbagai daerah dengan materi meliputi kegiatan fisik, peraturan baris-berbaris, hingga latihan menembak.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan per 27 Juni 2026, lima peserta yang meninggal dunia adalah Yonanda Mohamad Taufiq, Annisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifqi Renaldi, dan Nola Diasari. Kelimanya dilaporkan meninggal akibat kondisi medis berupa heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.

Komnas HAM menilai meninggalnya lima peserta dalam kurun sekitar sepuluh hari menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan Latsarmil.

Menurut lembaga tersebut, negara memiliki kewajiban melindungi hak hidup dan hak atas kesehatan setiap peserta, termasuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, serta investigasi yang cepat, independen, menyeluruh, dan terbuka atas setiap kematian yang terjadi dalam program yang diselenggarakan negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Ditolak hingga 9 Sekolah, Polemik SPMB Samarinda Bergulir ke Pemkot

0
Foto: Ilustrasi pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Gemini AI)

SAMARINDA – Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Samarinda terus bergulir. Sejumlah orang tua siswa melayangkan protes setelah anak mereka gagal diterima di sekolah negeri melalui jalur domisili, meski rumah mereka berada di sekitar sekolah yang dituju. Bahkan, terdapat calon siswa yang dilaporkan ditolak hingga sembilan sekolah.

Gelombang keberatan itu akhirnya dibawa ke Dinas Pendidikan Kota Samarinda melalui audiensi yang difasilitasi Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Inspektorat Kota Samarinda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur.

Persoalan yang mencuat bukan hanya soal titik koordinat dalam sistem domisili, tetapi juga menyangkut akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, transparansi seleksi, hingga komitmen Pemkot Samarinda menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB.

PERTANYAKAN SISTEM DOMISILI

Keluhan pertama datang dari para orang tua yang menilai mekanisme seleksi tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Mutiara, salah seorang wali murid, mengaku bingung karena anaknya tahun lalu diterima melalui jalur domisili di sekolah tujuan. Namun tahun ini, dengan alamat rumah yang sama, anaknya justru gagal memperoleh kursi di sekolah negeri.

“Anak saya tahun lalu melalui jalur domisili diterima di sekolah yang dituju. Tahun ini, dengan jarak rumah yang sama, anak saya justru tidak diterima. Bukannya sekadar terlempar, tapi kami benar-benar tidak mendapatkan sekolah. Apakah maksudnya anak kami tidak perlu sekolah?” keluhnya.

Menurutnya, sistem penghitungan berdasarkan titik koordinat membuat persaingan menjadi jauh lebih ketat sehingga calon siswa yang tinggal dekat sekolah pun dapat tergeser.

Kondisi lebih berat dialami Susiana. Ia mengaku anaknya telah mencoba mendaftar ke sembilan sekolah negeri, namun seluruhnya berakhir dengan penolakan.

TRC PPA SOROTI HAK ANAK UNTUK SEKOLAH

Keluhan para orang tua kemudian diterima Ketua TRC PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar lolos atau tidak lolos seleksi, melainkan menyangkut hak anak memperoleh pendidikan.

Ia mencontohkan adanya orang tua tunggal yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan tidak mampu membiayai sekolah swasta apabila anaknya gagal masuk sekolah negeri.

“Ada orang tua yang single mom dan tidak memiliki kendaraan pribadi. Terkendala jarak yang jauh membuat mereka kesulitan. Jika tidak bisa masuk sekolah negeri, apakah anak-anak ini harus berhenti sekolah dan tidak meneruskan pendidikannya?” tegasnya.

Rina juga mengungkapkan pihaknya menerima laporan adanya calon siswa yang sudah mencoba mendaftar ke tiga, enam, bahkan sembilan sekolah negeri tetapi tetap tidak diterima.

Selain itu, muncul pula keluhan mengenai siswa yang memiliki nilai Surat Keterangan Lulus (SKL) maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA) cukup tinggi, namun tetap gagal lolos seleksi. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan keresahan besar di tengah masyarakat.

AUDIENSI DENGAN PEMKOT SAMARINDA

Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam audiensi bersama Dinas Pendidikan, TWAP, Inspektorat, dan Diskominfo Kota Samarinda.

Salah seorang perwakilan orang tua, Junaidi, mengatakan anaknya ditolak di tiga sekolah negeri meski rumahnya berada dalam radius yang dinilai dekat.

“Kami mewakili orang tua siswa jalur domisili yang di beberapa sekolah justru tertolak. Anak saya berada di zonasi yang jaraknya tidak jauh dari radius sekolah, tapi tetap tidak diterima. Begitu juga saat mencoba ke ring kedua yang jaraknya lebih jauh, hasilnya tetap sama,” katanya.

Menurut Junaidi, para orang tua bukan hanya mempertanyakan hasil seleksi, tetapi juga menginginkan transparansi sistem serta kepastian bagi anak-anak mereka sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Ia juga meminta komitmen Pemkot Samarinda mengenai kebijakan zero tolerance benar-benar diterapkan apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami mendukung penuh pernyataan Pak Wali Kota terkait zero tolerance dalam penerimaan siswa baru, asalkan benar-benar diterapkan. Namun pada kenyataannya masih ada temuan-temuan di lapangan yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Para orang tua juga telah menyerahkan surat pengaduan resmi kepada pemerintah.

INSPEKTORAT: TIDAK ADA LAGI PRAKTIK TITIPAN

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Kota Samarinda, Firdaus Akbar, memastikan Wali Kota Samarinda telah memberi mandat kepada Inspektorat untuk mengoordinasikan Tim Pengawasan SPMB.

Ia menegaskan seluruh proses penerimaan peserta didik baru harus berlangsung transparan dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

“Bapak Wali Kota menegaskan tidak ada lagi praktik-praktik masa lalu. Pelaksanaan SPMB harus sesuai ketentuan, berintegritas, berkeadilan, dan tidak ada diskriminasi,” katanya.

Firdaus juga meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran. Menurutnya, setiap laporan akan diproses dengan batas waktu maksimal tujuh hari kerja sepanjang data dan bukti yang disampaikan lengkap.

“Semakin cepat datanya masuk, semakin cepat kami proses. Standar maksimal penyelesaian laporan adalah tujuh hari kerja, dengan catatan data dan fakta yang dilampirkan lengkap. Identitas pelapor akan kami lindungi,” tegasnya.

TWAP: APLIKASI MENGHITUNG TITIK TERDEKAT

Sementara itu, anggota TWAP Kota Samarinda, Suwar Wiguno, menilai sebagian besar polemik muncul akibat perbedaan pemahaman mengenai mekanisme jalur domisili.

Ia menjelaskan sistem menghitung titik koordinat rumah menuju sekolah secara otomatis sehingga hasil seleksi tidak dapat dimanipulasi.

“Sebenarnya ini masalah penafsiran. Jalur domisili itu menghitung titik koordinat terdekat dari sekolah. Aplikasi tidak bisa bohong. Setelah kami jelaskan mekanismenya kepada para orang tua, mereka akhirnya memahami posisi mereka,” jelasnya.

Suwar juga membantah adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu agar dapat diterima di sekolah favorit. Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.

“Tidak ada istilah anak orang hebat harus diterima di sekolah tertentu. Semua harus sesuai juknis. Kami di TWAP hanya memberikan pendampingan dan memastikan Dinas Pendidikan sebagai pelaksana teknis berjalan di koridor yang benar,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh laporan masyarakat akan diverifikasi bersama Tim Pengawas dan Satgas dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Hingga kini, para orang tua masih menunggu langkah konkret Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka berharap evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tidak hanya menyelesaikan kasus yang telah muncul, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan negeri tanpa terhambat persoalan sistem, jarak, maupun kemampuan ekonomi.

Penulis: Dimas
Editor: Nicha R./Agus S.

Sinergi Pemkab Malinau dan PLN Hadirkan Listrik untuk Desa Tanjung Nanga

0
Foto: Penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu. (PLN UID Kaltimra)

MALINAU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) bersama Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat hingga wilayah terpencil. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, yang diresmikan secara simbolis pada 26 Juni 2026.

Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan listrik berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga mendukung transformasi pelayanan publik melalui implementasi Smart Government di Kabupaten Malinau.

“Listrik merupakan kebutuhan prioritas masyarakat. Dalam mewujudkan Smart Government, pelayanan publik harus berjalan cepat, terintegrasi, dan berbasis digital. Semua itu membutuhkan dukungan listrik yang memadai. Kami menjadi saksi bahwa mewujudkan listrik di Desa Tanjung Nanga bukanlah pekerjaan yang mudah. Selama proses pembangunan, kami melihat langsung kerja keras dan dedikasi insan PLN yang tetap berupaya menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan. Hari ini, perjuangan tersebut telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN yang telah membantu mewujudkan harapan masyarakat Desa Tanjung Nanga,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan pembangunan jaringan listrik di Kabupaten Malinau memiliki tantangan yang tidak ringan. Dengan luas wilayah sekitar 34 ribu kilometer persegi serta sebaran permukiman yang berjauhan, pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, PLN, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Khusus di Desa Tanjung Nanga, pembangunan jaringan juga harus melalui koordinasi dengan berbagai pihak karena berada di kawasan aktivitas pertambangan. Berkat sinergi tersebut, masyarakat kini dapat menikmati manfaat listrik untuk mendukung berbagai aktivitas.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, masyarakat Desa Tanjung Nanga kini dapat menikmati listrik seperti daerah lainnya. Kehadiran listrik akan memberikan dampak besar bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut untuk menjangkau desa-desa lainnya di Kabupaten Malinau,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas dukungan dan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah pedalaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Malinau beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau yang senantiasa mendampingi proses pembangunan listrik di Desa Tanjung Nanga. Dukungan pemerintah daerah dalam koordinasi, fasilitasi, dan penyelesaian berbagai tantangan di lapangan menjadi faktor penting sehingga program ini dapat terwujud dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Chaliq.

Menurut Chaliq, pembangunan kelistrikan di wilayah terpencil tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Keberhasilan menghadirkan listrik merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Malinau menjadi semangat bagi PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga ke pelosok Kalimantan Utara. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat listrik sebagai penggerak pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup,” tutup Chaliq.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Diserang Buaya di Tanjung Limau, Korban Selamat Setelah Melawan

0
Foto: Salah satu warga di Tanjung Limau menjadi korban serangan buaya. (Tangkapan Layar)

BONTANG – Aksi nekat seorang pria di kawasan Tanjung Limau, tepatnya di Jalan Otista, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, berhasil menyelamatkan nyawanya setelah diserang seekor buaya, Senin (29/6/2026) sore.

Rizaldi, keponakan korban, mengatakan pamannya sempat berada dalam cengkeraman buaya sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri dengan cara melawan, yakni memencet mata satwa tersebut.

“Om saya tadi digigit buaya. Alhamdulillah bisa melepaskan diri setelah sempat melawan dan memencet mata buayanya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Senin malam, korban masih menjalani perawatan dan dijadwalkan menjalani operasi akibat luka gigitan yang dialaminya.

“Luka gigitannya di kedua jari tangan, bagian lengan kiri juga ada, serta terdapat goresan pada bagian paha,” tambah Rizaldi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara rinci kronologi lengkap kejadian maupun aktivitas korban sebelum serangan terjadi.

Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir dan perairan yang menjadi habitat buaya.

Warga diimbau menghindari aktivitas langsung di lokasi yang berpotensi menjadi jalur kemunculan satwa liar, terutama menjelang sore hingga malam hari.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S.

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir, PLN Minta Masyarakat Bersabar

0
Foto: Kantor PLN Bontang. (Dwi S/Media Kaltim)

BONTANG – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kota Bontang, menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, PLN menjelaskan gangguan terjadi akibat kendala operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memasok sistem kelistrikan Kalimantan.

Pelaksana Harian (Plh) Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Annisa Nabiha, mengatakan gangguan tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya ke sistem kelistrikan. Untuk mencegah dampak yang lebih luas, PLN terpaksa melakukan manajemen beban atau pengaturan pasokan listrik secara bergilir.

“Beberapa hari ini terdapat kendala operasional pada salah satu PLTGU di sistem kelistrikan Kalimantan yang menyebabkan pasokan daya berkurang. Agar daerah yang terdampak tidak semakin meluas, kami berupaya melakukan manajemen pengaturan beban,” jelas Annisa saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Annisa menegaskan jadwal maupun lokasi penghentian sementara aliran listrik bersifat dinamis. Rencana pemadaman dapat berubah, dipercepat, ditunda, bahkan dibatalkan sesuai perkembangan kondisi sistem kelistrikan.

“Rencana penghentian sementara, baik dari sisi waktu maupun lokasi, dapat berubah atau batal berdasarkan kondisi sistem saat ini. Tim PLN terus menyesuaikan proses manajemen beban sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Saat ini, fokus utama PLN adalah mempercepat pemulihan gangguan pada pembangkit agar sistem kembali normal dan dampak terhadap pelanggan dapat diminimalkan.

“Proses penanganan masih berlangsung. Setiap perkembangan akan kami informasikan secara berkala,” tambahnya.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan kondisi kelistrikan maupun jadwal pemadaman melalui kanal komunikasi resmi PLN.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S.