Beranda blog Halaman 146

Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN, Darwis Hude Ajak Pertajam “Pensil” Spiritual

0

NUSANTARA — Peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (7/3/2026), dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah, baik dari Kalimantan Timur maupun luar daerah.

Rangkaian kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dengan diawali buka puasa bersama, dilanjutkan salat berjamaah serta pembacaan ayat suci Alquran.

Dalam ceramahnya, Guru Besar Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Darwis Hude, mengajak para jemaah untuk memaknai momentum Nuzulul Quran sebagai kesempatan memperdalam spiritualitas.

Ia mengilustrasikan hal tersebut melalui kiasan sebuah pensil yang perlu terus diasah agar tetap tajam.

“Adakalanya kita harus menajamkan pensil-pensil spiritual kita. Ramadan ini, hari ini, itu adalah bagian untuk menajamkan pensil-pensil batin kita, supaya sesuai dengan ketajaman yang dikehendaki,” ujarnya di hadapan jemaah.

Menurut Darwis, Ramadan dan peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman terhadap Alquran sekaligus memperbaiki kualitas spiritual umat.

Sebelum ceramah agama disampaikan, jemaah yang hadir terlebih dahulu mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Imranul Karim, juara pertama Tilawah Internasional di Bangladesh tahun 2025.

Pembacaan ayat suci tersebut menambah kekhusyukan suasana di dalam Masjid Negara IKN yang dipadati para jemaah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran di Masjid Negara IKN menjadi momentum bersejarah.

Menurutnya, ini merupakan pertama kalinya Kementerian Agama menggelar peringatan Nuzulul Quran di masjid yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara tersebut.

“Semoga masjid ini menjadi ikon untuk peribadatan, ikon peradaban, dan ikon juga untuk pembangunan dan kemajuan umat dan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Nuzulul Quran tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bambang Iswanto.

Setelah itu, para jemaah melanjutkan kegiatan ibadah dengan melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Festival Ramadan Kubar Ditutup, Bupati Harap Perkuat Keimanan Masyarakat

0

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 yang digelar di Simpang Tiga Tambak Malang, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (5/3/2026) sore.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Barat, Nopandel, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat, Fredrick Edwin.

Acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD Kutai Barat Ridwan, Plt Kepala Dinas Pariwisata FX Sumardi, Danki Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor Kubar Ipda Abdullah Hadi, Kasatpol PP Yustinus Giri, Camat Melak Asrin Surianto, Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, Kasat Polairud Iptu Haryadi, serta Danramil 0912-12 Melak Lettu Inf Wahyudi. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Camat Melak Asrin Surianto menyampaikan bahwa Festival Ramadan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 5 Maret 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 406 peserta yang berasal dari delapan kecamatan, yaitu Melak, Penyinggahan, Muara Pahu, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, Linggang Bigung, Damai, dan Muara Lawa,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kecamatan Melak untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan bertakwa.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp79.870.000, yang bersumber dari saldo kegiatan Ramadan tahun 2025, sumbangan Bupati Kutai Barat, dukungan dari Dinas Pariwisata, masyarakat, serta sponsor.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat FX Sumardi mengatakan berbagai lomba dalam Festival Ramadan sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Barat.

“Pada saat pembukaan juga dilakukan peninjauan Pasar Ramadan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kecamatan Melak memiliki potensi kuliner yang sangat baik dan memiliki sejarah kuliner yang cukup kuat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan festival dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan diharapkan dapat berkembang menjadi event yang lebih besar pada masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Asisten I Setkab Kubar Nopandel, disampaikan bahwa Festival Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial selama bulan suci, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas keimanan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kepedulian sosial dan toleransi, baik di kalangan umat Muslim maupun dalam kehidupan masyarakat yang majemuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Ramadan sejak awal hingga penutupan.

“Kepada peserta lomba Festival Ramadan saya ucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil mengukir prestasi dalam kegiatan ini. Bagi yang belum berhasil, kiranya hal ini dapat memacu semangat untuk terus berlatih dan meraih kemenangan pada event berikutnya,” katanya.

Nopandel menambahkan bahwa Festival Ramadan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dalam Pasar Ramadan yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

“Hal ini tentu dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi lokal di Kecamatan Melak,” tambahnya.

Festival Ramadan 1447 H ini mempertandingkan tiga kategori lomba berdasarkan kelompok usia, yaitu kategori A (6–9 tahun), kategori B (10–13 tahun), dan kategori C (14–17 tahun).

Pada lomba tahfiz, juara pertama diraih oleh Abida Humaira Mumtaza (kategori A), Neysila Anjani (kategori B), dan Muhammad Nazril Arrasyidin (kategori C).

Untuk lomba azan, juara pertama diraih oleh Usamah Rafif Abdillah (kategori A), Zikri Almutadho Billah (kategori B), dan Muhammad Rolan (kategori C).

Sementara itu pada lomba ceramah atau tausiah, juara pertama diraih oleh Kamilah Billah Marhamah (kategori A), Nur Aisyah (kategori B), dan Nur Zahra Humaira (kategori C).

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan Festival Ramadan dapat terus menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kutai Barat.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Unmul Buka Lima Program Dokter Spesialis, Daerah Diajak Kolaborasi Penuhi Tenaga Medis

0

UJOH BILANG — Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul) mulai membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah di Kalimantan Timur untuk berkolaborasi dalam pengembangan tenaga dokter spesialis. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis di berbagai wilayah, khususnya daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unmul di Samarinda, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur, termasuk Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk.

Melalui kegiatan ini, Unmul memperkenalkan berbagai program pendidikan dokter spesialis sekaligus membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Nataniel Tandirogang, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah mengenai proses penerimaan mahasiswa program dokter spesialis serta bidang-bidang pendidikan yang tersedia di kampus tersebut.

“Baru kali ini kami melakukan sosialisasi terkait pendidikan dokter spesialis, meskipun sebelumnya sudah ada dua bidang spesialis yang berjalan, yaitu bedah dan paru. Untuk dokter bedah sendiri sudah menghasilkan tujuh dokter spesialis, sedangkan untuk paru saat ini memasuki tahun kedua,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini Fakultas Kedokteran Unmul juga telah mendapat mandat untuk menyelenggarakan tiga program pendidikan dokter spesialis tambahan, yakni Anestesiologi, Ilmu Penyakit Dalam, serta Obstetri dan Ginekologi.

“Dengan demikian, saat ini sudah ada lima program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Unmul,” ujarnya.

Menurut Nataniel, pengembangan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

“Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan agar informasi mengenai program pendidikan dokter spesialis dapat diketahui oleh pemerintah daerah serta masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Melalui kegiatan seperti ini, daerah dapat mengetahui peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya pendidikan dokter spesialis,” tandasnya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, terutama bagi wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar sesi pemaparan dari perwakilan pemerintah kabupaten dan kota mengenai kondisi layanan kesehatan serta kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah masing-masing.

Sejumlah daerah menyampaikan berbagai tantangan dalam pemenuhan tenaga medis, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya kesehatan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, sejumlah instansi terkait, serta para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.

Turut hadir Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Siti Khotimah. Wakil Bupati Mahakam Ulu juga didampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan P2KB Mahulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu, serta BKPSDM Mahulu.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Momen Haru PKL di Media Kaltim, Dua Siswi SMKN 1 Samarinda Resmi Ditarik Sekolah

SAMARINDA — Setelah menjalani proses belajar langsung di dunia industri media selama empat bulan, dua siswi SMKN 1 Samarinda, Keisya Tara Assyifa dan Halimahtusadiah, resmi mengakhiri masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kantor Media Kaltim Grup cabang Samarinda, Jumat (6/3/2026).

Momen perpisahan tersebut berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Jajaran manajemen Media Kaltim bersama guru pembimbing dari SMKN 1 Samarinda hadir dalam kegiatan pelepasan yang sekaligus dirangkai dengan buka puasa bersama.

Selama empat bulan terakhir, kedua siswi dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut terlibat langsung dalam berbagai aktivitas produksi dan kerja redaksi di lingkungan Media Kaltim.

Kepala Biro Media Kaltim Samarinda, Adhi Abdian, menyampaikan apresiasi atas semangat belajar serta kontribusi yang telah diberikan oleh kedua siswa selama menjalani PKL.

“Empat bulan bukan waktu yang singkat. Keisya dan Halimah sudah bukan lagi sekadar anak magang, tapi bagian dari keluarga besar Media Kaltim. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan semangat belajar kalian. Pesan saya, jangan berhenti di sini. Ilmu yang didapat di lapangan harus menjadi modal kuat saat kalian kembali ke bangku sekolah nanti,” ujar Adhi Abdian.

Foto bersama pimpinan Media Kaltim dan guru pembimbing SMKN 1 Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

Hal senada juga disampaikan Kepala Multimedia Media Kaltim, Nuzul Saputra. Menurutnya, keberadaan kedua siswi tersebut cukup membantu aktivitas kerja di divisi multimedia yang memiliki ritme kerja cepat.

“Secara teknis, saya sangat terbantu. Di divisi multimedia, ritme kerja kita sangat cepat, dan mereka berdua mampu mengimbangi itu dengan baik. Kreativitas anak-anak DKV SMKN 1 Samarinda ini luar biasa. Terima kasih sudah membantu meringankan beban kerja kami dengan hasil yang memuaskan,” ungkap Nuzul.

Penarikan kedua siswa PKL tersebut dilakukan karena mereka akan segera mengikuti tahapan evaluasi di sekolah. Mulai Senin (9/3/2026), Keisya dan Halimah dijadwalkan menjalani Ujian Sertifikasi PKL di SMKN 1 Samarinda.

Ujian tersebut menjadi tahap penting untuk mengukur sekaligus memvalidasi kompetensi yang telah mereka pelajari selama menjalani praktik kerja di dunia industri.

Guru pembimbing dari SMKN 1 Samarinda yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Media Kaltim atas kesempatan dan pengalaman yang diberikan kepada para siswa.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di industri media sangat penting bagi siswa SMK, terutama untuk memahami dinamika dunia kerja serta meningkatkan keterampilan praktis yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Acara pelepasan ditutup dengan suasana kebersamaan saat seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama di kantor Media Kaltim Samarinda.

Di sela-sela kegiatan tersebut, berbagai cerita selama masa PKL kembali dikenang. Tawa dan percakapan hangat menjadi penutup perjalanan empat bulan yang penuh pengalaman bagi kedua siswa tersebut.

Meski masa praktik telah berakhir, karya dan pengalaman yang mereka hasilkan selama di Media Kaltim akan tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus bukti bahwa generasi muda Samarinda memiliki potensi besar untuk berkembang di industri kreatif.

Pewarta : Dimas
Editor : Agus S

Command Center BBPJN Kaltim Aktif Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

0

NUSANTARA — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mulai mengoperasikan Command Center yang terhubung dengan 114 titik kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruas strategis di Kalimantan Timur. Sistem ini disiapkan untuk memantau kondisi lalu lintas menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Pemantauan tersebut mencakup berbagai jalur penting, mulai dari ruas jalan nasional, ruas fungsional Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, hingga beberapa ruas jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.

Koordinator Command Center BBPJN Kaltim, Yudha Sandy Utama, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi untuk pengawasan internal, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kondisi lalu lintas kepada masyarakat secara langsung.

“Ke depan, BBPJN Kaltim berencana melakukan live report bersama media-media di Kalimantan Timur guna menginformasikan kondisi arus lalu lintas pada ruas jalan nasional maupun ruas fungsional Tol IKN,” ujar Yudha kepada Media Kaltim, Jumat (6/3/2026).

Melalui sistem pemantauan terintegrasi ini, petugas dapat melihat kondisi lalu lintas secara real time dari berbagai titik strategis. Dengan begitu, potensi kemacetan, gangguan lalu lintas, maupun kondisi jalan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti lebih cepat.

Keberadaan Command Center tersebut juga menjadi bagian dari upaya BBPJN Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti musim mudik Lebaran.

Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menegaskan bahwa pengoperasian Command Center tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di berbagai jalur utama di wilayah Kaltim.

“Ini juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat, khususnya pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran,” jelas Yudi.

Di dalam ruang Command Center BBPJN Kaltim, terdapat dua layar monitor besar yang menampilkan rekaman dari berbagai CCTV yang terpasang di sejumlah titik strategis. Selain itu, tersedia kursi operator dan beberapa perangkat komputer yang digunakan untuk memantau serta mengelola sistem pengawasan lalu lintas.

Dengan dukungan teknologi pemantauan ini, BBPJN Kaltim berharap pengawasan arus lalu lintas dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

PN Jakarta Pusat Bebaskan Delpedro Marhaen di Kasus Demo Agustus 2025

0

JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan membebaskan Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen Rismansyah bersama tiga terdakwa lainnya dalam perkara dugaan penghasutan terkait demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.

Selain Delpedro, tiga terdakwa lain dalam perkara tersebut yakni staf Lokataru Foundation Muzaffar Salim, pengelola akun media sosial @gejayanmemanggil Syahdan Husein, serta mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar.

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Harika Nova Yeri dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan para terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa satu Delpedro Marhaen Rismansyah, Terdakwa dua Muzaffar Salim, Terdakwa tiga Syahdan Husein, dan Terdakwa empat Khariq Anhar tersebut di atas, tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif kedua, alternatif ketiga dan alternatif keempat Penuntut Umum,” ujar Hakim Harika dalam persidangan.

Majelis hakim kemudian memutuskan untuk membebaskan seluruh terdakwa dari semua dakwaan yang diajukan oleh penuntut umum.

“Membebaskan para Terdakwa oleh karena itu dari seluruh dakwaan Penuntut Umum,” lanjutnya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai jaksa penuntut umum tidak mampu menghadirkan bukti yang menunjukkan adanya manipulasi, fabrikasi, maupun rekayasa fakta dalam unggahan yang dibuat para terdakwa di media sosial.

“Menimbang bahwa dalam pemeriksaan di persidangan Penuntut Umum tidak mampu menghadirkan bukti atau pun satu pun yang menunjukkan adanya upaya manipulasi, fabrikasi, maupun rekayasa fakta yang dilakukan oleh para terdakwa dalam unggahan flyer-flyer di media sosial Instagram terkait kronologis maupun penyebab kematian tersebut,” ujar hakim.

Majelis hakim juga menilai unggahan para terdakwa terkait meninggalnya pengemudi ojek daring Affan Kurniawan merupakan bentuk ekspresi solidaritas serta bagian dari kebebasan berekspresi sebagai aktivis hak asasi manusia.

“Menimbang bahwa postingan pada tanggal 28 Agustus 2024 tepatnya pada malam hari sebagai bentuk respons kemarahan dan solidaritas kemanusiaan sebagai aktivis HAM atas terjadinya peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan, unggahan tersebut merupakan ekspresi simbolik sebagai bentuk kebebasan berekspresi atas kecewa terhadap peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan,” kata hakim.

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan tidak terdapat bukti hubungan sebab akibat langsung antara unggahan para terdakwa di media sosial dengan terjadinya kerusuhan dalam demonstrasi yang berlangsung saat itu.

“Menimbang bahwa berdasarkan seluruh alat-alat bukti yang diajukan di persidangan tidak terdapat bukti objektif yang membuktikan secara pasti bahwa informasi yang disebarkan adalah kebohongan. Tidak terdapat dokumen resmi pembanding yang diuji secara kontradiktur,” ujar hakim.

Dalam putusannya, majelis hakim juga memerintahkan pemulihan hak para terdakwa, termasuk kedudukan, harkat, dan martabat mereka sebagaimana sebelum perkara tersebut bergulir.

Pengadilan juga memerintahkan agar para terdakwa yang sebelumnya menjalani tahanan kota segera dibebaskan setelah putusan dibacakan.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun

0

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi tersebut disiapkan sebagai pedoman teknis untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital sekaligus mengatur pengawasan terhadap aktivitas anak pada berbagai platform internet.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia.

“Hari ini, kami mengeluarkan Peraturan Menteri turunan dari PP TUNAS. Melalui peraturan ini, Pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring,” ujar Meutya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia mengakui bahwa penerapan aturan tersebut kemungkinan membutuhkan proses penyesuaian baik bagi masyarakat maupun penyedia layanan platform digital.

“Kami sadar implementasi peraturan ini menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, kami meyakini bahwa ini adalah langkah terbaik yang perlu diambil pemerintah untuk memastikan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak,” katanya.

Menurut Meutya, kebijakan ini dilatarbelakangi meningkatnya ancaman yang dihadapi anak-anak di dunia internet, mulai dari paparan konten berbahaya hingga berbagai bentuk kejahatan digital.

“Anak-anak kita menghadapi ancaman yang semakin nyata: paparan pornografi, perundungan siber, hingga penipuan online. Pemerintah hadir agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian menghadapi kekuatan algoritma,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan tahapan implementasi kebijakan tersebut. Tahap awal penerapan akan dimulai pada 28 Maret 2026 dengan penonaktifan akun pengguna yang berusia di bawah 16 tahun pada sejumlah platform digital yang dikategorikan berisiko tinggi.

Beberapa platform yang masuk dalam tahap awal penerapan aturan ini antara lain YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, serta Roblox.

Meutya menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Kita patut berbangga, karena Indonesia menjadi salah satu pelopor negara non-Barat yang mengambil langkah tegas dalam pelindungan anak di ruang digital. Langkah ini kita ambil untuk memastikan masa depan anak-anak kita tumbuh sehat di era teknologi. Kita ingin teknologi memanusiakan manusia dan mendukung perkembangan generasi muda secara utuh,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap penggunaan teknologi digital dapat berlangsung secara lebih aman, sekaligus memastikan perkembangan ekosistem digital tetap berjalan sejalan dengan upaya perlindungan anak-anak Indonesia.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

ICW Soroti Pembatalan Mobil Dinas Gubernur Kaltim, Bukti Pentingnya Kontrol Publik

0

JAKARTA — Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur yang akhirnya dibatalkan menjadi contoh pentingnya pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran pemerintah daerah.

Staf Divisi Korupsi Politik ICW, Seira Tamara, menyebut kritik masyarakat yang muncul melalui media dan ruang publik sering kali menjadi faktor yang mendorong pejabat pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan yang menuai kontroversi.

“Ya di satu sisi tentu kontrol publiknya harus kita perkuat dalam hal ini karena betul seperti tadi ketika tidak diramaikan atau tidak diviralkan rasanya pejabat publik merasa itu tindakan yang oke-oke saja atau sah saja untuk dilakukan,” kata Seira dalam diskusi yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kasus pembatalan pengadaan mobil dinas tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai proses perencanaan kebijakan sejak awal di lingkungan pemerintah daerah.

“Tapi argumentasi sebaliknya adalah ketika dengan mudah itu pengadaannya dibatalkan kan pertanyaannya adalah berarti sejak awal jangan-jangan memang kebutuhannya tidak jelas dan kemudian perencanaannya belum benar-benar matang,” ujarnya.

Seira menilai jika sejak awal pengadaan kendaraan dinas tersebut disusun melalui kajian kebutuhan yang jelas, pemerintah daerah seharusnya dapat menjelaskan kepada publik dasar kebijakan tersebut secara terbuka.

Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran daerah harus didasarkan pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, serta perencanaan yang matang.

“Ini juga mudah-mudahan menjadi satu pengingat juga bagi pejabat publik lain bahwa anggaran yang mereka gunakan itu bukan anggaran milik pribadi,” tegasnya.

Seira juga mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan dana publik yang bersumber dari pajak masyarakat. Oleh karena itu, penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas kepada publik.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah seharusnya melalui proses perencanaan yang matang agar tidak memicu polemik maupun potensi pemborosan anggaran negara.

Menurut ICW, penguatan pengawasan publik serta transparansi dalam pengelolaan anggaran pemerintah menjadi kunci untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Satgas Pangan Pantau Pasar Mangkurawang, Harga Cabai Rawit Mulai Turun

0

TENGGARONG — Memasuki pekan ketiga Ramadan, harga cabai rawit merah di Kabupaten Kutai Kartanegara mulai menunjukkan penurunan. Komoditas yang sebelumnya sempat menembus harga Rp90.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp75.000 per kilogram di tingkat pasar.

Penurunan harga tersebut terungkap saat Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan langsung di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Tenggarong, Jumat (6/3/2026).

Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok terpantau berada dalam kondisi stabil. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Ketua Tim Kerja Stabilitas Pasokan Pangan pada Badan Pangan Nasional (Bapanas), Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan pihaknya memantau langsung sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Pantauan kami hari ini, untuk komoditas seperti beras, telur, ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, dan cabai merah keriting, hampir semuanya relatif stabil. Bahkan ada beberapa yang mengalami penurunan harga,” ujarnya.

Selain cabai rawit, harga sejumlah bahan pangan lain juga terpantau masih stabil. Harga telur ayam tercatat berada di kisaran Rp55.000 per piring, sementara harga gula di tingkat pedagang sekitar Rp17.500 per kilogram.

Yudhi menjelaskan bahwa kondisi harga yang relatif stabil merupakan hasil dari pengawasan rutin yang dilakukan pemerintah terhadap pasokan dan pergerakan harga bahan pangan di pasar.

Menurutnya, Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan sebenarnya bekerja sepanjang tahun, mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Namun menjelang Ramadan dan Idulfitri, intensitas pengawasan ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok.

“Kami melakukan pengawalan penuh selama dua bulan, baik sebelum lebaran hingga pasca lebaran, di seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Meski sebagian besar harga komoditas masih terkendali, tim di lapangan menemukan satu hingga dua pedagang yang menjual beras premium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara harga beras medium masih berada dalam batas ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Yudhi, harga beras premium yang melebihi HET dipengaruhi beberapa faktor, termasuk biaya distribusi dan harga dari pemasok yang mendekati batas harga tertinggi.

“Sementara ini kami masih melakukan sosialisasi dan peneguran kepada pedagang. Jika pada kunjungan berikutnya masih ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah memastikan pasokan pangan, khususnya di wilayah Kalimantan, dalam kondisi mencukupi.

Pemerintah juga mendapat dukungan dari Perum Bulog yang memiliki cadangan sejumlah komoditas strategis, terutama beras.

“Untuk beras sendiri stoknya cukup aman, bahkan memiliki ketahanan sekitar tiga sampai lima bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying,” katanya.

Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan sendiri terdiri dari berbagai unsur kementerian dan lembaga, di antaranya Badan Pangan Nasional, Polda Kaltim, Dinas Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perdagangan, Dinas Perizinan, serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S

Pedagang Lama Sepaku Mengaku Tak Dapat Kios di Pasar Segar

0

NUSANTARA — Polemik pembagian kios dan los di Pasar Segar Sepaku kembali mencuat. Seorang pedagang lama Pasar Sepaku, Sadikan, mengaku tidak mendapatkan lapak di pasar baru meskipun namanya tercatat dalam data calon pedagang.

Padahal secara posisi, Sadikan disebut sebagai salah satu pedagang yang terdampak pembangunan koridor pasar. Ia diketahui tinggal di RT 7 Suka Raja dan telah lama berjualan di kawasan pasar tersebut.

Kasus yang dialami Sadikan disebut memiliki kemiripan dengan pedagang lain, Muslikah, yang sebelumnya juga mengeluhkan persoalan serupa dalam proses pembagian kios di Pasar Segar Sepaku.

Sadikan diketahui telah mengikuti tahapan pendataan yang dilakukan sebelumnya. Ia bahkan telah menandatangani dokumen dan mengikuti wawancara saat kegiatan pra rembug warga yang digelar di GOR Suka Raja pada 5 Februari 2026.

Kekecewaan Sadikan disampaikan melalui anaknya, Istiqomah. Ia menuturkan ayahnya merasa heran karena tidak mendapatkan kios meskipun telah lama berdagang di pasar tersebut.

“Yo kecewa, aku kok gak dapat, aku wong lawas (orang lama), gitu,” ucap Istiqomah menirukan ungkapan ayahnya.

Menurutnya, Sadikan telah berjualan di Pasar Sepaku sejak lama. Bahkan sebelumnya ia memiliki tiga titik lokasi dagang di pasar lama tersebut.

Salah satu lapak berada di bangunan bertingkat di sisi pinggir pasar yang kini telah digunakan oleh pedagang emas. Satu lokasi lain sempat digunakan sebagai tempat tinggal oleh kerabat keluarga hingga meninggal dunia.

Sementara satu lokasi lainnya berada tepat di belakang kios bertingkat di kawasan pasar lama.

Dalam beberapa waktu terakhir, Sadikan tetap berjualan alat-alat pertanian seperti arit, parang, dan berbagai perlengkapan lainnya dari rumahnya yang berada di area RT 7 kawasan pasar.

Sebagai bukti bahwa ia memang telah lama berdagang di Pasar Sepaku, keluarga Sadikan juga menunjukkan sejumlah dokumentasi lama kepada Media Kaltim yang memperlihatkan aktivitas dagang di pasar tersebut.

Istiqomah menyebut alasan yang disampaikan pihak terkait mengenai tidak diperolehnya kios oleh Sadikan karena seluruh kios dan los di Pasar Segar Sepaku telah penuh.

“Alasan Otorita sudah full,” jelasnya.

Padahal, dalam tabel data Calon Pedagang Pasar Sepaku tertanggal 22 Januari 2026, nama Sadikan tercatat pada nomor urut 63 dengan jenis dagangan alat pertanian dan kategori kios kering.

Namun hingga kini ia belum memperoleh lapak di pasar baru tersebut.

Keluarga juga mengaku telah berupaya menanyakan persoalan ini kepada pihak desa setempat. Namun hingga saat ini mereka belum mendapatkan penjelasan yang jelas terkait status kios Sadikan.

“Bapak gak dapat undangan pas pembagian lapak kemarin. Padahal Selasa besok (10 Maret) pasar sudah buka,” terangnya.

Sebagai informasi, Pasar Segar Sepaku memiliki total 135 kios dan los. Sementara berdasarkan data calon pedagang tertanggal 22 Januari 2026, jumlah pedagang yang tercatat hanya 117 orang.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S