Beranda blog Halaman 13

Pesantren Hidayatullah Mahulu Tetap Berbagi Meski Jumlah Kurban Menurun

0

UJOH BILANG – Pondok Pesantren Hidayatullah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan pesantren, Kampung Ujoh Bilang, Kamis (28/5/2026).

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, pesantren menyembelih sebanyak empat ekor sapi dan enam ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di Hari Raya Iduladha.

Proses penyembelihan hingga pengemasan daging melibatkan pengurus pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar dengan suasana gotong royong dan kebersamaan.

Daging kurban yang telah dikemas dibagikan secara tertib kepada warga di kawasan pesantren agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dewan Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Mahulu, M. Taufik, mengatakan hewan kurban tahun ini sebagian besar berasal dari masyarakat Mahulu.

“Tiga ekor sapi berasal dari masyarakat Mahulu, satu ekor lainnya bantuan dari seorang dokter di Balikpapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dibanding tahun sebelumnya jumlah hewan kurban memang mengalami penurunan. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat pesantren untuk tetap berbagi kepada masyarakat.

“Memang jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu. Alhamdulillah kami masih bisa membagikan daging secara merata kepada warga sekitar,” katanya.

Tak hanya untuk masyarakat di sekitar pesantren, pihaknya juga menyalurkan sekitar 30 paket daging kurban ke Kampung Laham yang tahun ini disebut tidak menerima hewan kurban.

“Bahkan kami dapat berbagi sekitar 30 paket daging untuk masyarakat di Kampung Laham yang tahun ini tidak mendapatkan hewan kurban,” jelasnya.

Menurut Taufik, semangat utama dari ibadah kurban adalah memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarsesama masyarakat.

Dengan distribusi daging kurban hingga kampung tetangga, pesantren berharap nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat Mahakam Ulu.

“Dengan distribusi hingga kampung tetangga, pesantren berharap nilai kebersamaan dan solidaritas sosial terus terjaga di Mahakam Ulu,” pungkasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Pembagian Daging Kurban di Ujoh Bilang Berlangsung Tertib

0

UJOH BILANG – Masjid Baitul Muttaqin Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menyembelih sembilan hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Hewan kurban tersebut terdiri dari delapan ekor sapi dan satu ekor kambing yang kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid dan warga penerima manfaat.

Usai proses penyembelihan, panitia langsung melakukan penimbangan serta pengemasan daging kurban. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga yang sebelumnya telah terdata sebagai penerima manfaat. Proses pembagian berlangsung tertib agar seluruh penerima memperoleh bagian secara merata.

Kegiatan kurban tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat di Mahakam Ulu.

Salah seorang warga Kampung Ujoh Bilang, M. Rahmat, mengaku bersyukur dapat menerima manfaat dari pembagian daging kurban tahun ini.

“Alhamdulillah kami bersyukur bisa ikut merasakan manfaat dari ibadah kurban tahun ini. Meskipun jumlah daging yang diterima tidak banyak, tetapi kebersamaan dan semangat berbagi benar-benar bisa dirasakan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, pembagian daging kurban setiap tahun selalu dinantikan masyarakat karena tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Yang paling penting bukan besar kecilnya pembagian yang diterima, tetapi bagaimana kebahagiaan dan rasa kebersamaan itu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Tahun ini, lebih dari 600 kupon pembagian daging kurban disiapkan panitia untuk jamaah dan masyarakat sekitar Masjid Baitul Muttaqin Ujoh Bilang.

Masyarakat berharap jumlah hewan kurban pada tahun-tahun mendatang dapat terus meningkat, baik dari masyarakat, pemerintah, pihak swasta, maupun para sohibul kurban lainnya.

“Ke depan diharapkan jumlah hewan kurban terus meningkat agar semakin banyak masyarakat yang bisa menerima manfaatnya,” tutupnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Ombudsman dan Kejagung Temukan Belasan Kasus Berkaitan dengan HS

0

JAKARTA – Majelis Etik Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengungkap adanya belasan laporan yang berkaitan dengan Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara.

Ketua Majelis Etik ORI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari hasil penelusuran internal Ombudsman maupun keterangan Kejaksaan Agung selama proses pemeriksaan etik berlangsung.

Menurut Jimly, terdapat perbedaan jumlah laporan yang diterima dari dua sumber tersebut. Data internal Ombudsman mencatat sekitar 12 laporan, sementara Kejaksaan Agung menyebut jumlahnya mencapai 14 kasus.

“Kalau dari Kejaksaan bilang, kasus yang terjadi sehubungan dengan HS itu kalau dari dalam kami mendapatkan laporan ada 12 kasusnya, banyak sekali. Tapi Jaksa Agung bilang 14 kasus,” kata Jimly dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Jimly menegaskan sebagian besar laporan tersebut masuk ranah hukum yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Karena itu, Majelis Etik tidak akan masuk ke substansi perkara pidana yang sedang berjalan.

Namun ia menilai dugaan pelanggaran hukum hampir selalu memiliki dimensi etik yang perlu ditelaah lembaga.

“99 persen kemungkinan pelanggaran hukum itu juga melanggar etik,” ujarnya.

Saat ini, Majelis Etik masih menunggu tanggapan tertulis dari Hery Susanto sebagai bagian dari hak pembelaan diri sebelum rekomendasi akhir disusun dan disampaikan kepada pimpinan Ombudsman RI.

Jimly menjelaskan permintaan keterangan tertulis dilakukan karena Hery tidak dapat dihadirkan langsung dalam pemeriksaan etik. Kejaksaan Agung disebut tidak memberikan izin bagi tersangka mengikuti proses klarifikasi tatap muka.

“Minggu lalu kami sudah kirim surat karena pertimbangan tidak diizinkan, tidak mungkin diizinkan oleh Kejaksaan, maka kita minta keterangan tertulis,” katanya.

Menurutnya, batas waktu penyampaian jawaban tertulis diberikan hingga hari ini. Setelah itu, Majelis Etik akan menggelar rapat untuk menyusun laporan akhir sebelum dibawa ke rapat pleno Ombudsman RI.

“Tinggal hari ini kita tunggu jawaban dari HS tertulis lalu kami akan rapat, selanjutnya kita minta waktu supaya ada pleno untuk finalisasi laporan kami di depan pleno,” ucapnya.

Sebelumnya, Majelis Etik telah meminta keterangan sejumlah pihak mulai dari Panitia Seleksi Calon Anggota Ombudsman RI, unsur internal Ombudsman, hingga Kejaksaan Agung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan fakta sebelum pengambilan keputusan terkait dugaan pelanggaran etik yang menyeret nama Hery Susanto. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Polisi dan Warga Bersinergi Hadapi Banjir di Nehas Liah Bing

0

SANGATTA – Banjir yang merendam Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendapat perhatian dari jajaran Polsek Muara Wahau. Aparat kepolisian turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak genangan air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Penyaluran bantuan dipimpin Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono bersama personel Polsek Muara Wahau. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan logistik diberikan kepada masyarakat guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama banjir masih berlangsung.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit air sungai meningkat. Akibatnya, sejumlah rumah warga serta akses jalan di Desa Nehas Liah Bing terendam air.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat saat terjadi bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan bantuan ketika warga mengalami musibah. Kami berharap bantuan logistik yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk sementara waktu,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Selain menyalurkan bantuan, personel kepolisian juga melakukan pemantauan perkembangan kondisi banjir dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono mengatakan pihaknya terus siaga memonitor wilayah terdampak sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kami turun langsung melihat kondisi warga dan memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Masyarakat diminta memperhatikan keselamatan keluarga, terutama anak-anak, serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat.

Kegiatan sosial yang dilakukan Polsek Muara Wahau mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga mengaku terbantu dengan bantuan logistik yang diberikan di tengah kondisi banjir yang masih merendam wilayah mereka. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Ombudsman RI Segera Tentukan Langkah atas Kasus Hery Susanto

0

JAKARTA – Majelis Etik Ombudsman Republik Indonesia dijadwalkan menyerahkan rekomendasi hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Ketua Ombudsman nonaktif Hery Susanto pada pekan depan.

Rekomendasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pimpinan Ombudsman RI untuk menentukan langkah dan keputusan lanjutan terhadap Hery Susanto.

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan proses penyusunan rekomendasi sebenarnya telah rampung. Namun penyampaian hasil pemeriksaan kemungkinan dilakukan setelah libur panjang berakhir.

“Hari Senin itu kita sudah siap rekomendasi, tapi Senin libur juga, maka kemungkinan Selasa, Rabu, atau Kamis. Itu kami serahkan pada keputusan ORI, Ombudsman,” kata Jimly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Menurut Jimly, Majelis Etik masih memberikan kesempatan terakhir kepada Hery Susanto untuk menyampaikan tanggapan tertulis sebagai bagian dari hak pembelaan diri sebelum keputusan final diambil.

“Kami masih menunggu jawaban tertulis dari Terlapor atas nama Hery Susanto. Terakhir kami tunggu sampai hari ini,” ujarnya.

Jimly menegaskan proses etik tidak harus menunggu putusan pidana berkekuatan hukum tetap karena mekanisme etik memiliki standar dan prosedur tersendiri yang berbeda dengan proses peradilan pidana.

“Kalau kita menunggu putusan inkrah dari pengadilan sampai Mahkamah Agung, sampai PK, maka itu bisa 3-4 tahun. Kasihan lembaga Ombudsman, nama baiknya, wibawanya, kepercayaan publiknya merosot terus selama dua, tiga, empat tahun,” katanya.

Setelah rekomendasi diserahkan, hasil pemeriksaan akan dibahas dalam rapat pleno pimpinan Ombudsman RI sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Majelis Etik Ombudsman RI, R. Siti Zuhro, menegaskan pemeriksaan dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak mana pun.

Ia menilai momentum tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan Ombudsman agar semakin transparan, profesional, dan akuntabel.

Kasus etik tersebut mencuat setelah Hery Susanto ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.

Penyidik menduga Hery menerima uang sebesar Rp1,5 miliar dari pihak perusahaan yang tengah menghadapi persoalan terkait kewajiban penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Saat ini proses hukum pidana terhadap Hery Susanto masih berjalan di Kejaksaan Agung. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Karang Taruna Nasional Dorong Gerakan Sosial hingga Desa

0

TENGGARONG – Karang Taruna Nasional menyalurkan bantuan sapi kurban kepada masyarakat Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (29/5/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Karang Taruna Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bagian dari agenda sosial organisasi kepemudaan di daerah pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat solidaritas sosial dan mendekatkan gerakan Karang Taruna dengan masyarakat desa.

Ketua Karang Taruna Kaltim, Hendra, mengatakan bantuan sapi kurban itu merupakan arahan langsung Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budisatrio Djiwandono, untuk masyarakat di Kalimantan Timur.

“Ini merupakan agenda Karang Taruna yang diarahkan oleh Ketua Umum kami, Pak Budisatrio, untuk membagikan hewan kurban di Kaltim,” ujar Hendra.

Menurutnya, Desa Separi dipilih karena dinilai aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Antusiasme warga dan dukungan pemerintah desa juga membuat kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Hendra menegaskan Karang Taruna ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan seremonial semata.

Ia menyebut momentum kurban menjadi salah satu sarana memperkuat nilai gotong royong sekaligus membangun kedekatan organisasi kepemudaan dengan masyarakat di tingkat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan luar biasa dari warga dan Kepala Desa Separi. Antusiasme masyarakat memberikan semangat bagi kami untuk terus menjalankan kegiatan sosial,” katanya.

Ia berharap Karang Taruna mulai dari tingkat desa hingga provinsi semakin aktif menjalankan program sosial dan pemberdayaan pemuda di Kalimantan Timur.

Selain kegiatan sosial, organisasi kepemudaan tersebut juga didorong untuk terlibat dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Separi, Sugianto, mengapresiasi bantuan sapi kurban yang diberikan Karang Taruna Nasional kepada masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap masyarakat dan pemuda desa.

“Kami dari Pemerintah Desa Separi mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Karang Taruna Nasional, Bang Budisatrio Djiwandono, beserta jajaran Karang Taruna Nasional atas partisipasi dan bantuan yang telah diberikan selama ini,” ujar Sugianto.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung Karang Taruna Kaltim dalam proses penyaluran bantuan di Desa Separi.

“Harapan kami, kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin mempererat kebersamaan antara Karang Taruna dan masyarakat,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Ketua Dewan Pastikan Komposisi AKD Belum Berubah, Meski Proses PAW Almarhum H Maming Sedang Proses

0

BONTANG – Susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dipastikan belum ada perubahan, meski proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk menggantikan almarhum H. Maming tengah berlangsung. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Dijelaskan, mekanisme PAW masih berada pada tahapan administrasi yang melibatkan partai politik, Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, proses itu masih butuh waktu lantaran harus melalui sejumlah tahapan sebelum anggota pengganti dapat resmi dilantik.

“Usulan dari partai nanti diverifikasi KPU terlebih dahulu. Setelah itu disampaikan ke gubernur sampai akhirnya dilakukan pelantikan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, anggota DPRD yang nantinya masuk melalui mekanisme PAW hanya melanjutkan posisi yang sebelumnya ditempati anggota lama, sehingga tidak berdampak pada susunan AKD yang telah berjalan saat ini.

Karena itu, DPRD Bontang belum membahas agenda perubahan komposisi AKD dalam waktu dekat. Perubahan struktur, kata dia, baru dimungkinkan setelah DPRD memasuki masa jabatan dua setengah tahun.

“Perombakan AKD ada waktunya sendiri, jadi sekarang belum ada perubahan,” katanya.

Andi Faiz menambahkan, seluruh struktur AKD saat ini masih berjalan normal sebagaimana hasil pembentukan pada awal masa jabatan DPRD.

Ia memastikan pergantian anggota melalui PAW tidak otomatis mengubah posisi maupun komposisi yang sudah ada di internal DPRD. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Ingin Suasana Malam Kota Bontang Lebih Estetik, Nursalam Usulkan Penataan Lampu Jalan

0

BONTANG – Penataan pencahayaan jalan di Kota Bontang mendapat sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam meminta Pemkot Bontang memperhatikan penataan cahaya jalan di Kota Taman. Menurutnya, sejumlah ruas jalan masih terasa gelap dan perlu ditingkatkan agar lebih hidup dan menarik.

Masukan tersebut, kata Nursalam, muncul setelah rekannya dari Jakarta berkunjung ke Kota Bontang beberapa hari lalu. Dikatakannya, tamu tersebut menilai Bontang sebagai kota yang tertata rapi dan nyaman, namun pencahayaan malam hari dianggap belum memberikan kesan kota modern.

“Dia bilang Bontang ini sebenarnya bagus, cuma suasananya terasa agak gelap kalau malam,” ujarnya.

Nursalam mengaku sempat mengajak rekannya berkeliling pada malam hari melewati sejumlah jalan protokol, termasuk kawasan Jalan Ahmad Yani di sekitar Tugu Rudal. Meski penerangan jalan dinilai cukup terang, pencahayaan yang ada disebut masih kurang memiliki nilai estetika.

“Sepanjang jalan memang terang, tapi kesannya seperti deretan lapak-lapak. Jadi mungkin jenis atau warna lampunya perlu disesuaikan lagi,” katanya.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan lampu jalan dengan warna lebih hangat, seperti kuning atau kuning kemerahan. Menurutnya, pilihan warna tersebut dapat menciptakan suasana kota yang lebih nyaman sekaligus mempercantik tampilan Bontang pada malam hari.

“Kalau warna lampunya lebih hangat, suasana kota bisa lebih hidup dan enak dipandang,” tandasnya. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Persoalan Sepele Pembagian Kurban Picu Aksi Nekat Pekerja Bangunan

SAMARINDA – Aksi nekat dilakukan seorang pekerja bangunan di kawasan Simpang Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis malam (28/5/2026). Pria tersebut diduga sengaja membakar bangunan tempatnya bekerja usai terlibat cekcok dengan rekan sesama tukang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WITA itu sempat membuat geger warga sekitar. Api yang membakar bangunan diduga dipicu rasa tersinggung pelaku terhadap rekannya setelah pembagian daging kurban.

Aiptu Joko Wahyudi dari Pampata III menjelaskan insiden bermula saat pelaku menanyakan soal pemberian amplop kepada korban usai keduanya menerima bagian daging kurban.

“Pelaku menanyakan, ‘ada dapat amplop kah?’, namun korban menjawab tidak ada. Diduga karena jawaban tersebut, pelaku merasa tersinggung,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Diduga emosi, pelaku kemudian menganiaya korban menggunakan pipa dan sapu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri.

Tak berhenti di situ, pelaku disebut meletakkan tabung gas di atas kompor dalam kondisi menyala hingga memicu kebakaran pada bangunan tersebut.

“Motif pembakaran ini dilakukan pelaku untuk mencari perhatian warga sekitar agar berdatangan ke lokasi,” jelas Joko.

Salah satu saksi mata, Ahmad Efendi, mengaku sempat melihat pelaku datang sambil membawa parang dan marah-marah sebelum api membesar.

“Dia datang langsung masuk dan marah-marah. Saya tidak terlalu paham masalahnya apa, tiba-tiba api sudah besar di atas,” tuturnya.

Pemilik bangunan yang akrab disapa Pak Haji mengatakan kedua pekerja tersebut sudah bekerja sekitar enam bulan dan sebelumnya tidak pernah terlibat masalah.

“Tadi siang mereka masih kerja bareng, sepertinya tersinggung karena masalah sepele tadi,” ungkapnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke area semak-semak di belakang bangunan. Warga yang geram kemudian mengejar dan sempat menghakimi pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Dalam proses pengamanan, petugas bahkan terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara karena situasi massa mulai tidak terkendali.

Saat ini pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara korban dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Otorita IKN Himpun 29 Sapi dan 12 Kambing pada Iduladha 1447 H

0

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara menyalurkan lebih dari 5.945 paket daging kurban kepada masyarakat, pekerja, dan berbagai unsur pendukung di kawasan IKN pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Sebanyak 4.895 paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN. Sementara 1.090 paket lainnya disalurkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), meliputi petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, pekerja konstruksi, hingga pekerja non-konstruksi.

Selain itu, paket daging juga diberikan kepada para shohibul kurban sapi dan kambing, panitia kurban, serta pekerja pendukung yang bertugas di Masjid Negara IKN, Basilika Nusantara, Balai Kota Nusantara, RSUP Nusantara, dan kompleks perkantoran Bank Indonesia Nusantara.

Tahun ini, Otorita IKN menghimpun 29 ekor sapi dan 12 ekor kambing dari para shohibul kurban. Dua di antaranya merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden RI Prabowo Subianto dan satu ekor sapi bantuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan sebelum penyembelihan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu menyerahkan simbolis sapi kurban Presiden dan Wakil Presiden kepada perwakilan penerima.

“Saya serahkan dulu sapi bapak presiden dan bapak wakil presiden, lalu untuk camat, perwakilan yayasan, dan ketua lembaga adat Paser. Kemudian penyembelihan. Dari dua puluh sembilan sapi itu, tiga belas di antaranya didistribusikan ke sejumlah kecamatan di delieasi IKN,” ujarnya usai penyerahan, Rabu (27/5/2026).

Basuki juga turut berpartisipasi sebagai shohibul kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Negara IKN dan dilanjutkan dengan penyembelihan kurban. Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Kurban ini dari warga untuk warga,” katanya.

Sebagian hewan kurban turut didistribusikan ke sejumlah kecamatan di wilayah IKN seperti Sepaku, Samboja, Samboja Barat, Muara Jawa, hingga Loa Janan.

Pelaksanaan kurban di IKN tahun ini juga melibatkan peternak lokal. Salah seorang peternak asal Samboja, Rosibul Aklil, mengaku pembelian hewan kurban oleh Otorita IKN membantu usaha peternak setempat.

“Alhamdulillah ternak kami dibeli oleh Otorita IKN sekitar tiga sampai empat ekor. Ini sangat membantu kami. Terima kasih karena telah memfasilitasi penggemukan ternak kami di Samboja,” ujarnya.

Penyelenggaraan Iduladha perdana di Masjid Negara IKN menjadi bagian dari aktivitas keagamaan di Nusantara sekaligus memperkuat nilai sosial melalui distribusi hewan dan daging kurban kepada masyarakat sekitar serta para pekerja di kawasan IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S