Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk (kedua kanan), menerima penghargaan usai Mahulu meraih Juara I Stand Terbaik pada Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat. (Foto: Prokopim Mahulu)
KUTAI BARAT – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meraih Juara I Kategori Stand Terbaik pada ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026. Penghargaan tersebut diumumkan pada malam penutupan kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kabupaten Kutai Barat, Kamis (23/7/2026).
Penghargaan diterima dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, yang hadir mewakili Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dalam rangkaian acara penutupan.
Gelar TTG XII Kaltim diikuti oleh sembilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Kegiatan secara resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, serta dihadiri kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, peserta, dan masyarakat.
Dalam malam penutupan, panitia mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba inovasi teknologi tepat guna serta menyerahkan penghargaan kepada daerah-daerah berprestasi.
Keberhasilan Mahulu meraih Juara I Stand Terbaik menjadi salah satu capaian yang membanggakan. Penilaian tersebut mencerminkan kemampuan daerah dalam menampilkan potensi, inovasi teknologi tepat guna, serta produk unggulan masyarakat melalui konsep penyajian yang informatif, menarik, dan mudah dipahami pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, Pemkab Mahulu berharap semakin banyak solusi kreatif yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ajang TTG XII Kaltim juga menjadi wadah bagi pemerintah daerah, inovator, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman serta memperkenalkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
Dengan predikat sebagai Stand Terbaik, Mahulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya ditampilkan dalam pameran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. (MK)
Rekaman tangkapan di youtube, kini menjadi kenangan. Sosok yang selalu terbuka kepada media, kini telah berpulang. Selamat jalan, Troy Pantouw. Foto: Tangkapan Video Dianrana
Saya tidak menyangka, pertemuan di acara Pengukuhan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim di Grand Tjokro Balikpapan, pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, menjadi pertemuan terakhir saya dengan Troy Harold Yohanes Pantouw.
Saat itu, Pak Troy hadir sebagai Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia menjadi salah satu pembicara yang menjelaskan perkembangan pembangunan ibu kota baru. Seperti biasanya, penyampaiannya sistematis dan mudah dipahami.
Saya tidak pernah membayangkan itulah pertemuan terakhir.
Saya mulai mengenal Pak Troy lebih dekat ketika Media Kaltim menggelar Fun Run di kawasan IKN pada Mei 2025. Saat itu kami menjadi media pertama yang menyelenggarakan event olahraga skala besar di kawasan IKN.
Persiapannya tidak mudah. Banyak hal yang harus dikoordinasikan, mulai dari perizinan, pengamanan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
Di situlah komunikasi kami mulai intens. Pak Troy menjadi salah satu orang yang banyak membantu kelancaran koordinasi. Hampir setiap kebutuhan informasi selalu direspons dengan baik. Kalau sedang rapat, ia biasanya akan membalas setelah selesai. Kalau belum memiliki jawaban, ia tidak pernah memberikan informasi yang mengambang. Ia memilih memastikan dulu sebelum menyampaikan kepada media.
Bagi kami yang setiap hari bekerja mencari dan memastikan kebenaran informasi, sikap seperti itu sangat membantu.
Setelah Media Kaltim membuka Biro IKN, komunikasi semakin sering dilakukan melalui Kepala Biro kami, Rizky Maulana. Hampir setiap agenda Otorita IKN selalu ada koordinasi.
Kadang soal konferensi pers, kunjungan pejabat, perkembangan proyek, hingga sekadar meminta konfirmasi atas informasi yang beredar. Pak Troy hampir selalu membuka ruang komunikasi.
Ia paham bahwa wartawan membutuhkan informasi yang cepat. Di sisi lain, ia juga menjaga agar informasi yang keluar tetap akurat. Sikap seperti itu tidak selalu mudah ditemui.
Beberapa pekan sebelum kepergiannya, kami masih sempat berkomunikasi. Menjelang pelaksanaan Media Kaltim Network Appreciation Night di Harris Hotel Samarinda pada 14 Juli 2026, Media Kaltim menyampaikan undangan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, para deputi, serta sejumlah pejabat Otorita IKN, termasuk Pak Troy Pantouw.
Pak Troy menerima undangan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih. Namun, karena pada saat yang sama Otorita IKN memiliki agenda yang telah terjadwal, beliau tidak dapat hadir. Kepala Otorita IKN beserta para deputi juga berhalangan karena kesibukan menjalankan agenda di IKN.
Meski demikian, Otorita IKN tetap memberikan perhatian dengan mengutus Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, untuk mewakili institusi menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night.
Kehadiran beliau menjadi bentuk penghormatan sekaligus memperlihatkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Otorita IKN dan Media Kaltim.
Saat itu saya berpikir kami akan bertemu di kesempatan lain. Ternyata tidak. Undangan yang belum sempat dipenuhi itu menjadi salah satu komunikasi terakhir kami dengan Pak Troy.
Karena itulah, saya cukup kaget ketika menerima kabar Pak Troy meninggal dunia pada Sabtu (25/7). Selama ini saya tidak pernah mendengar beliau memiliki riwayat penyakit yang serius.
Terakhir saya melihat aktivitasnya, beliau masih tampak sehat, aktif menghadiri berbagai kegiatan, dan tetap menjadi wajah Otorita IKN di hadapan media. Bahkan beberapa kali saya melihat unggahan aktivitasnya di kawasan IKN seperti biasa.
Suasana Rusun ASN 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, lokasi tempat Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026). (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)
Dari informasi yang saya terima dari rekan-rekan Media Kaltim Biro IKN, kemudian diperkuat keterangan resmi kepolisian dan Otorita IKN, sekitar pukul 06.00 WITA Pak Troy sudah bangun dan beraktivitas seperti biasa di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kamar 102, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.
Hari itu sebenarnya beliau memiliki agenda memimpin ibadah di sebuah gereja di Balikpapan. Sekitar pukul 08.00 WITA beliau dijadwalkan berangkat.
Namun waktu terus berjalan. Sopir pribadi mulai menghubungi beliau. Tidak diangkat. Beberapa rekan kerja ikut mencoba menelepon. Tetap tidak ada jawaban.
Mereka mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Pak Troy dikenal disiplin terhadap waktu. Jika ada agenda, hampir tidak pernah terlambat tanpa memberi kabar.
Di saat yang hampir bersamaan, petugas kebersihan yang hendak membersihkan kamar juga tidak bisa masuk karena pintu terkunci dari dalam.
Kekhawatiran semakin besar. Pengelola rusun kemudian berkoordinasi dengan kepolisian.
Sekitar pukul 13.47 WITA laporan diterima Polresta Kawasan IKN. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi. Pintu kamar beberapa kali diketuk sambil memanggil nama korban, tetapi tidak ada respons.
Akhirnya petugas memutuskan masuk melalui jendela. Di dalam kamar, Pak Troy ditemukan sudah meninggal dunia.
Tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah dievakuasi ke RS Hermina IKN, kemudian dirujuk ke RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sambil menunggu kedatangan keluarga dari Jakarta.
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak pidana.
Belakangan Otorita IKN menyampaikan bahwa berdasarkan informasi keluarga, Pak Troy memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat.
Dugaan sementara, beliau meninggal karena faktor kesehatan. Meski demikian, seluruh prosedur pemeriksaan tetap dilakukan oleh kepolisian.
Yang paling saya ingat dari Pak Troy adalah cara beliau berkomunikasi dengan wartawan.
Beliau terbuka, mudah dihubungi, dan tidak pernah membedakan media besar maupun kecil. Sikap itu yang membuat banyak wartawan menghormati dan mengenangnya.
Saya masih menyimpan dokumentasi saat Fun Run Media Kaltim di IKN pada 2025. Saya juga masih mengingat undangan Media Kaltim Network Appreciation Night yang belum sempat beliau penuhi. Saat itu saya mengira kami hanya menunda pertemuan. Ternyata, itulah salah satu komunikasi terakhir kami.
Selamat jalan, Pak Troy.
Terima kasih atas persahabatan, keterbukaan, dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan Media Kaltim.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal baikmu, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan Ibu Shinta, kedua putra, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Bagi kami di Media Kaltim, Pak Troy bukan hanya Juru Bicara Otorita IKN. Beliau adalah mitra yang selalu terbuka dan menghargai kerja jurnalistik. Itulah sosok yang akan kami kenang. (*)
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengukuhkan relawan PAN di Lapangan Futsal Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ady/Media Kaltim)
TENGGARONG – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Oloan Pasaribu, memperkuat jaringan relawan hingga tingkat rukun tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pro-rakyat yang diperjuangkannya dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Penguatan jaringan relawan ditandai dengan pelantikan relawan PAN yang dipusatkan di Lapangan Futsal Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kukar dan menjadi bagian dari agenda konsolidasi relawan PAN di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Sejak pagi, peserta mulai memadati lokasi dengan mengenakan atribut PAN. Mereka mengikuti prosesi pengukuhan yang diharapkan mampu memperkuat jaringan relawan hingga tingkat RT.
Edi mengatakan pelantikan di Kutai Kartanegara merupakan daerah keempat di Kalimantan Timur yang melaksanakan agenda konsolidasi relawan tersebut.
“Kita saat ini di Kutai Kartanegara ini adalah agenda nasional. Kita di Kaltim sudah mengadakan pelantikan relawan di setiap kabupaten kota. Ini kabupaten kota yang keempat,” kata Edi.
Menurutnya, pembentukan relawan bukan sekadar memperluas jaringan organisasi, tetapi juga membangun mitra strategis yang dapat membantu mengawal penyaluran berbagai program pemerintah pusat yang diperjuangkannya melalui DPR RI agar tepat sasaran.
Ia menilai berbagai program pro-rakyat telah berjalan, namun pemerataan manfaatnya masih perlu terus diperkuat. Karena itu, keberadaan relawan hingga tingkat RT dinilai penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan informasi mengenai program pemerintah dapat diterima seluruh lapisan warga.
“Kita ingin membangun mitra strategis, saya sebagai anggota DPR RI, ingin program-program strategis, program-program pro-rakyat yang saya distribusikan itu betul-betul tepat sasaran,” ujarnya.
Edi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi bersama DPW PAN Kalimantan Timur dan DPC PAN Kutai Kartanegara dalam membangun jaringan relawan di setiap RT.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan mampu mewujudkan pemerataan manfaat program pemerintah sehingga seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama tanpa memandang wilayah maupun latar belakang.
“Kita ingin menghadirkan seperti sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini metode saya untuk mendistribusikan program-program rakyat secara merata,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kukar, Lukman, mengapresiasi pelaksanaan pengukuhan relawan tersebut.
Menurutnya, partai politik memiliki peran penting dalam pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan, sekaligus menjadi saluran aspirasi masyarakat.
Ia berharap keberadaan relawan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan wakil rakyat serta ikut menjaga kondusivitas daerah.
“Atas nama Pemkab Kukar, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Lukman.
Ia juga mengingatkan agar relawan tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum politik berlangsung.
“Relawan yang baik bukan hanya hadir ketika momentum politik berlangsung. Relawan yang baik adalah mereka yang tetap hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, membantu menyelesaikan persoalan sosial, ikut mengawal bantuan agar tepat sasaran, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa,” tutupnya.
Dua tersangka bersama barang bukti sabu yang diamankan Satresnarkoba Polres Kutai Kartanegara dalam Operasi Antik Mahakam 2026. (Foto: Istimewa)
TENGGARONG – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara menangkap dua pemuda yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Tenggarong. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita tiga bungkus sabu dengan berat kotor 62,06 gram.
Keduanya berinisial DA (25) dan I (24). Mereka ditangkap dalam rangka Operasi Antik Mahakam 2026 dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Resnarkoba Polres Kukar, AKP Aulia Hadi Rahman, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di area parkir Hotel Lisha Tenggarong, Jumat (24/7/2026).
Tim Opsnal Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut. Hasilnya mengarah kepada DA yang telah masuk dalam target operasi.
“Hasil penyelidikan mengarah pada TO Operasi Antik Mahakam 2026, yakni DA yang berhasil diamankan saat turun dari mobil yang dikendarainya menuju lobi Hotel Lisha Tenggarong,” kata Aulia, Minggu (26/7/2026).
Tak lama setelah DA diamankan, petugas menangkap I yang masih berada di dalam mobil tersebut. Polisi kemudian menggeledah badan, pakaian, dan kendaraan yang digunakan kedua tersangka.
Dari penggeledahan itu, petugas menemukan tiga bungkus plastik bening yang diduga berisi sabu dengan berat kotor 62,06 gram. Barang tersebut disimpan di dalam kantung kain berwarna hitam yang ditemukan di bawah tempat duduk dan bagian atas dasbor mobil.
Polisi juga menyita satu timbangan digital, sejumlah plastik klip yang diduga digunakan sebagai kemasan, serta dua unit telepon genggam.
Seluruh barang bukti kini diperiksa penyidik untuk mengembangkan perkara dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga masih mendalami asal barang, jalur distribusi, serta peran masing-masing tersangka.
“Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mako Polres Kukar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Aulia.
Tiga perempuan yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur dalam Operasi Antik Mahakam 2026 terkait dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam Balikpapan. (Foto: Istimewa)
BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur membongkar dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Balikpapan dalam Operasi Antik Mahakam 2026. Tiga perempuan yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) ditangkap, sementara penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak manajemen THM dalam jaringan tersebut.
Operasi dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026 mulai pukul 22.00 hingga 03.30 Wita dengan menyasar dua lokasi tempat hiburan malam di Balikpapan. Kegiatan memadukan operasi tertutup untuk memburu pelaku peredaran narkotika dan operasi terbuka berupa razia serta tes urine terhadap pengunjung maupun pekerja.
Operasi dipimpin langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, dengan melibatkan lebih dari 200 personel gabungan dari Ditresnarkoba, Ditsamapta, Ditintelkam, Brimob, Bidang Humas, Bidang Propam, Bidang TIK, Bid Dokkes, serta personel Polisi Militer TNI AD dan TNI AU.
Dalam operasi terbuka, petugas melakukan pemeriksaan urine secara acak terhadap pengunjung dan LC di dua lokasi. Dua sampel sempat menunjukkan hasil yang meragukan, namun setelah dilakukan pemeriksaan ulang sesuai prosedur, seluruh hasil dinyatakan negatif. Di lokasi lain, sebanyak 20 orang yang terdiri atas sembilan laki-laki dan 11 perempuan juga menjalani tes urine dengan hasil seluruhnya negatif.
Romylus mengatakan pengungkapan kasus justru berhasil melalui operasi tertutup setelah penyidik lebih dahulu mengantongi informasi mengenai dugaan peredaran ekstasi di salah satu THM.
“Sekitar pukul 22.55 Wita, petugas mengamankan dua perempuan berinisial R dan D di Room 76 Seven Six Balikpapan. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan delapan butir diduga ekstasi dengan berat bruto sekitar 3,14 gram, uang tunai Rp7 juta, serta dua unit telepon genggam,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Dari pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seorang perempuan berinisial T yang juga berada di Room 76. Polisi kemudian mengamankan T dan melakukan pengembangan ke kediamannya di kawasan Perum PGRI, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.
Sekitar pukul 02.17 Wita, petugas menemukan enam paket diduga ganja dengan berat bruto 7,43 gram serta 23 butir diduga ekstasi dengan berat bruto 9,5 gram. Polisi juga menyita telepon genggam, plastik bening, kertas rokok, kantong plastik, serta sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika.
“Dalam pemeriksaan, T mengaku memperoleh narkotika dari seorang perempuan berinisial SA yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). T juga mengaku telah menerima pasokan narkotika dari pemasok tersebut selama kurang lebih lima bulan dengan sistem ‘jejak’ atau peta lokasi sebelum diedarkan kembali,” jelas Romylus.
Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial R (28), perempuan asal Garut, Jawa Barat, D (32), perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, dan T (25), perempuan asal Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana disesuaikan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Penyidik juga masih mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan pemasok sekaligus menelusuri dugaan keterlibatan pihak manajemen tempat hiburan malam dalam aktivitas peredaran narkotika tersebut.
“Selain proses hukum terhadap para tersangka, penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim juga masih mendalami dugaan keterlibatan pihak manajemen tempat hiburan malam terkait aktivitas peredaran narkotika yang terungkap dalam operasi tersebut,” tutup Romylus. (MK)
Salah satu tenant PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda memberikan layanan informasi investasi emas kepada masyarakat di Samarinda. (Foto: Istimewa)
SAMARINDA – PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda terus mendorong literasi investasi masyarakat melalui rangkaian Bazar dan Literasi Emas yang digelar di sejumlah lokasi strategis di Kota Samarinda. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas inklusi keuangan sekaligus mengenalkan investasi emas sebagai instrumen yang mudah, aman, dan terjangkau.
Kegiatan tersebut telah berlangsung di Bigmall Samarinda pada 3–9 Juli 2026, kemudian berlanjut di Mall Pelayanan Publik Samarinda pada 24 Juli 2026. Selanjutnya, Pegadaian akan kembali menggelar bazar di Kantor Balai Kota Samarinda pada 3–4 Agustus 2026.
Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai manfaat investasi emas sebagai perencanaan keuangan jangka panjang. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi berbagai produk investasi emas Pegadaian, membuka Tabungan Emas, berkonsultasi mengenai investasi, hingga melihat langsung pilihan emas batangan yang tersedia.
Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda, Andika Dwi Prasetyo, mengatakan bazar dan literasi emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian dalam menghadirkan edukasi keuangan secara langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin investasi emas semakin dikenal sebagai pilihan investasi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Andika menjelaskan, bazar juga menjadi sarana mendekatkan layanan Pegadaian kepada masyarakat. Meski pelaksanaan di beberapa lokasi telah berakhir, masyarakat tetap dapat memperoleh informasi mengenai produk emas, ketersediaan stok, hingga konsultasi investasi dengan mengunjungi outlet Pegadaian terdekat.
“Kami siap memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan berbagai solusi investasi yang ditawarkan Pegadaian,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menegaskan penyelenggaraan bazar dan literasi emas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya investasi.
“Pegadaian terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata. Kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Melalui Bazar dan Literasi Emas, kami ingin memberikan pemahaman bahwa investasi emas merupakan pilihan yang aman, mudah, dan relevan untuk berbagai tujuan keuangan, baik untuk pendidikan, kebutuhan keluarga, maupun perencanaan masa depan,” ungkapnya.
Menurut Rinaldi, Pegadaian akan terus memperluas pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional.
Melalui rangkaian Bazar dan Literasi Emas tersebut, Pegadaian berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat investasi emas serta memanfaatkan berbagai layanan Pegadaian sebagai solusi finansial yang terpercaya.
Bagi masyarakat yang belum sempat mengunjungi bazar, informasi mengenai produk emas, ketersediaan stok, maupun layanan investasi tetap dapat diperoleh melalui outlet Pegadaian terdekat di wilayah masing-masing. (MK)
Peserta Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU mengikuti kegiatan Study Gender yang menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Penajam Paser Utara di Aula TPQ Raudhatul Jannah, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku. (Foto: Istimewa)
PPU – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) untuk memberikan edukasi mengenai kesetaraan gender, perundungan, hingga kekerasan di kalangan remaja.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Study Gender pada Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang berlangsung di Aula TPQ Raudhatul Jannah, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Sabtu (25/7/2026).
Analis Kebijakan Ahli Muda DP3AP2KB PPU, Enik Herawati Susanti, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi mengenai konsep gender serta berbagai bentuk ketidakadilan gender yang masih terjadi di masyarakat.
Dalam paparannya, Enik menegaskan pentingnya membedakan antara jenis kelamin yang bersifat biologis dengan gender yang merupakan konstruksi sosial dan budaya. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi dasar agar tidak terjadi diskriminasi maupun pembatasan peran seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketidakadilan gender kerap memicu stereotype, subordinasi, hingga kekerasan yang merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, generasi muda khususnya para pelajar harus bisa menjadi pelopor kesetaraan yang saling menghargai tanpa membeda-bedakan,” jelas Enik di hadapan puluhan kader IPNU dan IPPNU.
Selain membahas isu gender, diskusi juga menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan yang dipicu penggunaan media sosial. Pembahasan berlangsung interaktif karena banyak peserta mengaitkan materi dengan kondisi yang mereka temui di lingkungan remaja.
Peserta menyoroti meningkatnya kasus perundungan, baik secara fisik maupun verbal, termasuk aksi cyberbullying yang semakin sering terjadi di ruang digital.
Enik mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola interaksi remaja. Tanpa dibekali empati dan pemahaman gender yang baik, media sosial berpotensi menjadi sarana terjadinya perundungan, pelecehan verbal, hingga penyebaran konten yang mendiskreditkan kelompok tertentu.
Melalui kegiatan tersebut, IPNU dan IPPNU bersama DP3AP2KB mendorong para peserta untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Mereka juga diajak menciptakan ruang digital yang aman, berani melaporkan jika menemukan tindakan perundungan maupun kekerasan, serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan Study Gender ini diharapkan mampu membentuk kader IPNU dan IPPNU yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dalam mencegah perundungan dan kekerasan, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital. (MK)
Pewarta: Enik Herawati/Atmaja Riski
Editor: Agus S.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu memantau pelaksanaan razia di salah satu tempat hiburan malam di Balikpapan dalam Operasi Antik Mahakam 2026. (Foto: Istimewa)
BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur mengambil langkah tegas setelah mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi dan ganja di Tempat Hiburan Malam (THM) Seven Six Balikpapan dalam Operasi Antik Mahakam 2026. Selain memproses para tersangka, kepolisian akan melayangkan surat teguran kepada pengelola THM dan membuka kemungkinan merekomendasikan pencabutan izin usaha apabila pelanggaran serupa kembali ditemukan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, mengatakan surat teguran akan dikirim kepada pengelola THM yang terbukti menjadi lokasi praktik peredaran narkotika. Surat tersebut juga akan ditembuskan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan sebagai bahan evaluasi.
“Kami dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim akan membuat surat teguran kepada THM yang di tempatnya ditemukan praktik peredaran narkotika. Surat itu akan ditembuskan kepada Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Romylus menegaskan, apabila dalam operasi berikutnya polisi kembali menemukan praktik serupa di lokasi yang sama, Polda Kaltim akan merekomendasikan agar tempat hiburan malam tersebut ditutup dan izin operasionalnya dicabut.
“Kalau sampai kedapatan lagi dalam operasi berikutnya, kami akan merekomendasikan tempat hiburan malam tersebut ditutup dan izinnya dicabut,” tegasnya.
Dalam Operasi Antik Mahakam 2026 yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Kaltim mengungkap dugaan peredaran narkotika di Seven Six Balikpapan. Polisi mengamankan tiga perempuan, menyita puluhan butir diduga ekstasi, paket ganja, uang tunai, serta sejumlah barang bukti lainnya.
Sementara itu, operasi terbuka juga dilakukan di THM L2C melalui razia dan tes urine terhadap pengunjung maupun pekerja. Hasil pemeriksaan di lokasi tersebut seluruhnya dinyatakan negatif dan tidak ditemukan barang bukti narkotika.
Untuk mengembangkan penyidikan, polisi akan memanggil secara resmi manajemen Seven Six, termasuk general manager hotel dan sejumlah saksi lainnya guna mendalami kemungkinan adanya pihak yang turut terlibat.
“Kami akan memanggil secara resmi pihak manajemen tempat hiburan malam, GM hotel, serta saksi-saksi lain untuk mendalami apakah ada keterlibatan mereka atau tidak,” tambah Romylus.
Ia menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola tempat hiburan malam maupun hotel di Kalimantan Timur agar tidak memberikan ruang bagi praktik peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.
“Polda Kaltim mengingatkan seluruh THM dan hotel agar jangan bermain-main dengan narkotika. Jika terbukti ada praktik peredaran atau penyalahgunaan narkoba di tempat usahanya, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kalau terbukti, kami sikat,” tutupnya. (MK)
Peserta pelatihan Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) mengikuti praktik penggunaan alat pelindung diri (APD) dan sistem akses tali dalam pelatihan K3 di Gedung Depo Arsip Bontang. (Foto: Yusva Alam/Media Kaltim)
BONTANG – Kota Bontang mulai menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bekerja di ketinggian. Sebanyak 31 peserta mengikuti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan skema Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bersertifikat yang selama ini masih didominasi pekerja dari luar daerah.
Pelatihan yang digelar Prosyd Akademi bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang itu berlangsung di Gedung Depo Arsip Bontang, Minggu (26/7/2026). Seluruh peserta berasal dari Kota Bontang.
Suasana pelatihan tampak berbeda. Tangga baja di sisi luar gedung dimanfaatkan sebagai lokasi praktik. Peserta bergantian mengenakan alat pelindung diri (APD), full body harness, helm keselamatan, hingga mempraktikkan teknik naik dan turun menggunakan sistem akses tali di bawah bimbingan instruktur.
Pelatihan berlangsung selama delapan hari, terdiri atas tujuh hari pembelajaran teori dan praktik serta satu hari asesmen yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Perwakilan Prosyd Akademi Bontang, Syahril, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sekaligus lisensi untuk bekerja di ketinggian menggunakan sistem akses tali.
“Selama ini setiap ada pekerjaan di ketinggian, kebanyakan pekerjanya didatangkan dari luar Bontang. Di Bontang sendiri masih jarang tenaga kerja yang memiliki kompetensi ini dan memiliki sertifikasi kompetensinya,” ujarnya.
Menurut Syahril, kebutuhan tenaga kerja bersertifikat TKPK terus meningkat seiring banyaknya pekerjaan yang membutuhkan kemampuan khusus bekerja di ketinggian.
“Target kami semua peserta memiliki skill dan kompetensi di bidang TKPK. Sehingga nanti ketika ada pekerjaan di Bontang yang membutuhkan skill di ketinggian, kita sudah punya tenaga kerja yang memiliki skill itu dan bersertifikasi,” jelasnya.
Usai menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat pembinaan dari Prosyd Akademi dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Bontang memiliki lebih banyak tenaga kerja lokal yang mampu mengisi kebutuhan pekerjaan di sektor industri maupun proyek yang memerlukan keahlian bekerja di ketinggian, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pekerja dari luar daerah. (MK)
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian membuka Dialog Budaya bertema "Pengembangan Budaya untuk Masa Depan Berkelanjutan" yang diselenggarakan BRIN bersama Komisi X DPR RI di Hotel Mercure Samarinda. (Foto: Hanafi/Media Kaltim)
SAMARINDA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan kebudayaan harus menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar pelengkap.
Pesan itu disampaikannya saat membuka kegiatan PKPRIM bertema “Pengembangan Budaya untuk Masa Depan Berkelanjutan” di Hotel Mercure Samarinda, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI itu menghadirkan peneliti, akademisi, pelaku budaya, praktisi ekonomi kreatif, serta perwakilan pemerintah daerah untuk membahas strategi penguatan kebudayaan di Kalimantan Timur. Turut hadir Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah dan Peneliti Ahli Muda BRIN Abdul Rohim.
Dalam sambutannya, Hetifah menilai Indonesia membutuhkan bangsa yang mampu merawat kebudayaannya agar memiliki jati diri yang kuat di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
“Kalau pembangunan hanya diukur dari kemajuan teknologi dan angka-angka ekonomi, tanpa budaya, maka pembangunan kita akan kehilangan jiwanya,” ujarnya.
Menurut Hetifah, pengembangan kebudayaan harus menjadi bagian dari seluruh prioritas pembangunan nasional, termasuk dalam implementasi Asta Cita Presiden.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Data Pokok Kebudayaan, Kalimantan Timur memiliki sedikitnya 5.385 entitas kebudayaan yang mencakup cagar budaya, objek pemajuan kebudayaan, sumber daya manusia kebudayaan, lembaga kebudayaan, hingga sarana dan prasarana budaya.
Potensi tersebut, lanjutnya, harus dikelola melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku budaya dan ekonomi kreatif.
“Investasi pada kebudayaan bukanlah pengeluaran. Dukungan terhadap kebudayaan akan memperkuat ekonomi sekaligus modal sosial masyarakat,” tegasnya.
Hetifah juga menyoroti tantangan pelestarian budaya, mulai dari menurunnya penggunaan bahasa daerah, komersialisasi budaya tanpa perlindungan, hingga masih terbatasnya akses digital bagi pelaku budaya.
Karena itu, ia mendorong digitalisasi sebagai sarana pelestarian melalui pengembangan museum digital, arsip digital, dokumentasi budaya, hingga pemanfaatan teknologi untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Selain itu, Hetifah mengusulkan adanya beasiswa khusus bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang seni dan budaya agar regenerasi pelaku budaya terus berjalan.
“Kita perlu memastikan regenerasi pelaku budaya tetap berjalan. Jangan sampai anak-anak yang memiliki minat di bidang budaya terkendala biaya pendidikan,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah mulai mengukur dampak ekonomi dari berbagai festival budaya dan kegiatan seni agar kebijakan pendanaan sektor kebudayaan memiliki dasar yang lebih kuat.
“Kalau manfaat ekonominya dapat diukur dengan baik, pemerintah akan semakin yakin bahwa membangun kebudayaan adalah investasi untuk masa depan, bukan sekadar menghabiskan APBD,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, menekankan pentingnya perlindungan terhadap kekayaan budaya daerah melalui riset yang berkelanjutan.
Menurutnya, BRIN bersama mitra daerah terus melakukan penelitian, mulai dari inventarisasi tanaman tradisional yang memiliki nilai budaya, perlindungan bangunan bersejarah, hingga pengembangan bahasa daerah.
Ia mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan masih banyak bangunan bersejarah yang berubah fungsi sehingga memerlukan perlindungan lebih serius. Penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda juga terus mengalami penurunan.
Sebagai upaya pelestarian, BRIDA Kaltim bersama Politani Samarinda mengembangkan Etam-Edu, sebuah permainan edukatif untuk pembelajaran Bahasa Kutai.
“Kami berharap bahasa daerah tidak punah. Melalui Etam-Edu, anak-anak bisa belajar Bahasa Kutai dengan cara yang menyenangkan sehingga minat mereka terhadap bahasa daerah terus tumbuh,” katanya.
Fitriansyah juga menyebut hasil riset menemukan sedikitnya 108 jenis tanaman tradisional yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan sebagai bagian dari pengetahuan lokal masyarakat.
Selain itu, ia menyambut baik gagasan pembangunan museum baru di Kalimantan Timur. Namun, menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus didasarkan pada kajian akademik yang matang agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kebijakan sebaiknya berbasis riset sehingga pembangunan museum maupun program pelestarian budaya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi bertema “Pengembangan Budaya untuk Masa Depan Berkelanjutan” yang menghadirkan Abdul Rohim, Galih Sedayu, dan Putri Khaira Ansuri sebagai narasumber. Diskusi dipandu moderator Dion, kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan cinderamata, dan foto bersama. (MK)