Beranda blog Halaman 123

Kemendikdasmen Terbitkan SE, Sekolah Wajib Tatap Muka Meski ASN WFH

0

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menegaskan kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung secara tatap muka.

Kebijakan ini dikeluarkan di tengah penerapan transformasi budaya kerja nasional, termasuk skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan upaya efisiensi energi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pembelajaran luring tetap menjadi prioritas karena karakteristik pendidikan yang mengandalkan interaksi langsung.

“Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas karena interaksi langsung merupakan elemen utama dalam proses pendidikan,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/4/2026).

Dalam SE tersebut, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja ASN tidak berlaku bagi proses pembelajaran di sekolah. Seluruh satuan pendidikan diminta tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal.

Kemendikdasmen menilai keberlanjutan pembelajaran tatap muka penting untuk menjaga stabilitas layanan pendidikan sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Selain itu, kegiatan non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa juga tetap dapat dilaksanakan tanpa pembatasan sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik.

Di sisi lain, Kemendikdasmen tetap mendorong satuan pendidikan untuk mendukung kebijakan efisiensi energi nasional. Sekolah diminta menerapkan kebiasaan hemat energi, seperti pengaturan penggunaan listrik dan pemanfaatan cahaya alami.

Upaya tersebut diperkuat melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, untuk bersama-sama memastikan pembelajaran tetap berjalan optimal sekaligus mendukung kebijakan nasional.

Dengan terbitnya Surat Edaran ini, pemerintah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas layanan publik yang harus berjalan secara langsung, meskipun terdapat penyesuaian pola kerja di sektor lain.

Pewarta/ Editor : Nicha R

Tak Terbukti Korupsi, Amsal Sitepu Divonis Bebas

0

MEDAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis bebas terhadap Amsal Christy Sitepu karena dinilai tidak terbukti melakukan korupsi proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

“Menjatuhkan vonis bebas terhadap Amsal Christy Sitepu karena tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Hakim Ketua Yusafrihardi Girsang di ruang sidang Cakra Utama di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (1/4/2026).

Majelis hakim dalam amar putusan berpendapat perbuatan terdakwa Amsal Sitepu tidak terbukti, seperti dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Karo baik dakwaan primer maupun subsider.

“Mengembalikan hak-hak terdakwa, dan memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa Amsal Sitepu,” ucap Yusafrihardi.

Vonis tersebut berbeda dengan tuntutan JPU Wira Arizona, yang sebelumnya menuntut terdakwa Amsal dengan pidana penjara selama dua tahun.

“Meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Amsal Christy Sitepu dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata JPU Wira Arizona saat membacakan tuntutan pada persidangan sebelumnya.

Selain pidana badan, JPU Kejari Karo juga menuntut terdakwa Amsal Sitepu untuk membayar denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan tiga bulan kurungan.

“Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 202.161.980. Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian negara,” kata Wira.

Apabila tidak mencukupi, lanjut dia, mala diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Hal memberatkan perbuatan terdakwa yakni tidak mengakui perbuatannya, berbelit-belit dalam persidangan, serta belum mengembalikan kerugian keuangan negara.

“Sementara hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” ujarnya.

JPU Kejari Karo menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Perbuatan terdakwa diyakini terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider,” kata Wira. (ANT/KN)

Kebakaran Disertai Ledakan Guncang SPBE Cimuning Bekasi

0

BEKASI – Sebuah gudang gas elpiji di kawasan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan hangus terbakar menyusul ledakan hebat pada Rabu (1/4) malam.

Peristiwa kebakaran tersebut terekam dalam video, hingga kemudian beredar secara luas di sejumlah kanal media sosial di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.

Dalam rekaman video yang beredar di tengah masyarakat itu terlihat kobaran api yang cukup besar yang disertai dengan kepulan asap hitam membumbung tinggi.

Sempat terdengar beberapa kali suara ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas di dalam gudang saat terjadi kebakaran. Suara ledakan itu memicu semakin membesarnya api.

Peristiwa kebakaran itu terjadi di pemukiman padat, sehingga memicu kepanikan luar biasa.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial tersebut, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan titik api terlihat berlarian menyelamatkan diri sembari membawa barang berharga.

“Api sangat besar dan terdengar suara ledakan. Warga langsung berhamburan menjauh dari lokasi karena takut merembet,” tulis keterangan dalam unggahan akun informasi lokal di Bekasi.

Sesuai dengan keterangan warga yang merekam video, kebakaran terjadi di gudang elpiji yang berlokasi di samping kawasan perumahan Bekasi Timur Regensi 7 Kota Bekasi.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi menerjunkan sejumlah armada ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Belum diketahui pasti adanya korban jiwa maupun total kerugian materiil akibat insiden tersebut. Hingga kini pihak terkait masih melakukan penyelidikan. (ANT/KN)

Menaker: Perusahaan Swasta Bebas Tentukan Hari WFH

0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan perusahaan swasta dapat menentukan sendiri hari pelaksanaan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan masing-masing.

Yassierli mengatakan pihak swasta memiliki keleluasaan menentukan hari pelaksanaan WFH sesuai kebijakan perusahaan masing-masing, sehingga dapat berbeda dengan aparatur sipil negara (ASN) yang melaksanakan WFH pada hari Jumat.

“Masalah hari (pelaksanaan WFH) untuk pekerja swasta sifatnya ketika banyak pilihan hari (perusahaan bisa memilih). (Namun) ketika ingin in line dengan teman-teman ASN itu pilihannya, itu bisa hari Jumat,” katanya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurut dia, ketika terdapat banyak pilihan hari pelaksanaan, perusahaan dapat menyesuaikan dengan kebijakan aparatur sipil negara termasuk memilih hari Jumat apabila dianggap sejalan dan relevan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Namun demikian, dia mengakui jika setiap perusahaan memiliki karakteristik serta kekhasan tersendiri sehingga pengaturan teknis pelaksanaan WFH tetap diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing perusahaan sesuai kondisi dan kebutuhan yang berlaku.

“Tapi masing-masing perusahaan tentu memiliki karakteristik, kekhasan masing-masing sehingga teknisnya kita kembalikan kepada perusahaan masing-masing,” ujar dia.

Ia menegaskan penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan. Keputusan akhir tetap berada pada masing-masing perusahaan.

Lebih lanjut Yassierli menjelaskan bahwa evaluasi kebijakan WFH bagi pekerja swasta, termasuk BUMN, dan BUMD akan mengikuti mekanisme yang sama seperti penerapan pada ASN, yaitu dilakukan dalam jangka waktu dua bulan.

Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan satu paket, sehingga evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan imbauan WFH.

“Yang akan dievaluasi adalah terkait nanti dengan himbauan WFH-nya,” katanya.

Sebelumnya, Yassierli mengimbau pemimpin perusahaan swasta, BUMN hingga BUMD untuk menerapkan kegiatan WFH kepada karyawan sehari dalam seminggu. Penerapan WFH berlaku efektif per 1 April 2026.

“Kami ingin tanggal 1 April ini menjadi momentum nasional bersama. Jadi imbauan ini untuk bisa dipedomani untuk dilaksanakan efektif mulai hari ini,” ujar dia.

Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja, perusahaan tetap wajib memberikan hak-hak para pekerja meskipun dilakukan WFH, seperti gaji harus tetap penuh hingga cuti tahunan.

Selain itu, pemberlakuan WFH terdapat pengecualian bagi perusahaan yang bergerak di sektor energi, kesehatan, infrastruktur dan sektor pelayanan masyarakat, ritel/perdagangan, industri dan produksi, jasa, makanan dan minuman, transportasi dan logistik, hingga keuangan. (ANT/KN)

Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Harus Matang

BERAU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai menilai perencanaan matang diperlukan untuk pekerjaan infrastruktur. Terutama, jalan dan gang yang rusak di sekitar lingkar kota.

“Jadi penataan sarana prasarana jalan harus dimulai dari perencanaan yang matang dan pekerjaan fisik harus sesuai dengan rencana yang telah disusun,” katanya.

Dirinya mengaku sangat prihatin terhadap fenomena genangan air yang terjadi di ruas jalan yang telah selesai dikerjakan. Hal itu menunjukkan bahwa pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaannya, sehingga mengakibatkan masalah bagi masyarakat pengguna jalan.

Dirinya menegaskan bahwa genangan air pada ruas jalan yang sudah dikerjakan harus menjadi perhatian serius, sementara genangan air pada ruas jalan yang masih dalam proses pengerjaan atau rusak memiliki faktor penyebab yang berbeda.

“Karena itu semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan fisik agar tidak terjadi ketidaksesuaian yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kendati demikian, Rifai menegaskan penataan sarana prasarana jalan harus dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pengguna jalan. Dalam hal proyek fisik, kualitas akan baik apabila perencanaannya sesuai spesifikasi telah ditentukan.

“Ditakutkan akan terjadi sebaliknya, terkait pengerjaan yang melenceng dari perencanaan. Hal ini perlu di benahi,” tandasnya. (adv)

Stunting dan Pengangguran Harus Dibatasi

BERAU – Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih memprioritaskan penanganan kemiskinan dan pengangguran.

Menurutnya, keberhasilan suatu pemerintahan tercermin dari kemampuannya mengatasi dua masalah tersebut, yang jauh lebih mendesak dibandingkan program lain yang tidak berskala prioritas.

Menurut politisi Nasdem ini, persoalan kemiskinan dan pengangguran jauh lebih mendesak daripada program penunjang kinerja atau hiburan masyarakat yang tidak masuk skala prioritas atau tidak mendesak.

Karena itu, ia meminta Pemda dan stakeholder terkait lainnya agar bersinergi mengatasi masalah itu. “Keberhasilan suatu pemerintah daerah, termasuk lembaga DPR, yakni apabila mampu mengurangi angka kemiskinan serta mengurangi tenaga kerja pengangguran,” katanya.

Kekhawatiran tersebut, kata Sujarwo, tentu beralasan. Sesuai Data BPS Kabupaten Berau pada tahun 2021, angka kemiskinan sejak 2018 hingga akhir 2021 sempat mengalami stagnasi lalu cenderung meningkat.

Pada 2018 dan 2019 angka kemiskinan berkisar pada 5,04 persen, kemudian meningkat 5,19 persen pada 2020.

Pada 2021, angka itu lalu meningkat cukup signifikan, mencapai 5,88 persen atau menyasar 13,62 ribu penduduk.Selain kemiskinan, pengangguran pun belum banyak berubah, walau sedikit mengalami penurunan.

Data BPS Kabupaten Berau 2021 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten Berau pada 2021 menyasar 6.557 penduduk.

Pada tahun 2022 terdapat penurunan sejumlah 842 orang atau 12,84 persen. Namun masih terdapat 5.715 penduduk yang masuk dalam kategori tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Selanjutnya terkait masalah stunting, Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau menunjukkan bahwa 18,80 persen dari 4.366 balita masih mengalami stunting.

Itu artinya masih banyak anak yang malnutrisi, kurang asupan susu, dan makanan bergizi walaupun tingkat pengeluaran per kapita tiap tahun cenderung meningkat.

Namun ia juga cukup mengapresiasi dengan adanya gerakan yang nyata untuk mengurangi angka stunting di Berau, Selain itu juga job fair untuk mengurangi angka pengangguran serta program bantuan, dampingan menekan angka kemiskinan di Berau dalam beberapa tahun terakhir.

Dapat dilihat, capaian angka kemiskinan Kabupaten Berau pada tahun 2023 berada di 5,54 persen, angka kemiskinan tersebut berada lebih baik dari angka kemiskinan nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur.

Pemkab juga mampu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2023 pada angka 4,95 persen atau lebih baik dari tahun sebelumnya yang sebesar 5,02 persen. Capaian ini juga tercatat lebih baik dari capaian TPT Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023.

“Ini tentu menjadi catatan agar ke depan program-program yang dicanangkan tidak melupakan tiga persoalan itu,” tutupnya. (adv)

Penambahan Beasiswa untuk Nakes jadi Solusi Atasi Kekurangan Tenaga Medis

BERAU – Bidang kesehatan menjadi salah satu hal terpenting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Terutama peningkatan fasilitas kesehatan yang terus dibangun, agar memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal.

Di Kabupaten Berau, beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit telah terbangun. Yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, RSU Pratama Talisayan, dan Rumah Sehat BAZNAS. Adapun rumah sakit yang masih berproses pembangunan yaitu RSUD Tanjung Redeb.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menyebut proses pembangunan RSUD Tanjung Redeb sudah matang, hanya saja, dari konseptual untuk pembangunannya masih kurang.

Karena menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus menggunakan segala hal yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunannya.

“Kalau saya lihat dari segi konsep sudah matang, makanya pemkab berani bangun rumah sakit itu,” ungkapnya.

Sesuai pengamatannya selama ini, pengembangan RSUD Abdul Rivai hingga pembangunan RSUD Tanjung Redeb sudah melewati tahapan persiapan yang baik. Terutama terkait kesiapan tenaga atau SDM dan alat kesehatan.

“Saya rasa sudah ada tahapan itu. Artinya untuk pemenuhan SDM-nya, dokter dan sebagainya lalu alat kesehatan juga harus mendukung. Semuanya pasti sudah dipikirkan,” ucapnya.

Ditambahkannya, Gideon mendukung langkah pemerintah daerah yang berusaha memenuhi tenaga kesehatan melalui jalur pendidikan beasiswa LPDP.

“Jalur itu tentu menjadi salah satu solusi mengatasi masalah kekurangan tenaga kesehatan yang ada,” bebernya.

“Kalau SDM sudah terpenuhi maka alat-alatnya juga harus terpenuhi. Kalau tidak mendukung percuma juga,” pungkasnya. (adv)

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Tekan Mobilitas dan Hemat Energi

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn1apr2026/mobile/

Menkeu: Defisit APBN Tetap Terkendali Meski Harga Minyak Berfluktuasi

0

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali hingga akhir tahun.

Purbaya dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (31/3/2026), mengatakan pengelolaan anggaran terus dijaga berkesinambungan, sehingga APBN tetap mempunyai ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia.

“Hitungan kita sekarang 100 dolar AS rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujar Purbaya.
Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi pelebaran defisit APBN.

“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggaran morat-marit. Kami kendalikan dengan baik semuanya dan sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah memaparkan sejumlah skenario dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.

Pada skenario pertama, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diperkirakan berada di kisaran 86 dolar AS per barel, dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp17.000 per dolar AS, lebih lemah dari asumsi APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan imbal hasil surat berharga negara sekitar 6,8 persen, defisit APBN diperkirakan mencapai 3,18 persen.
Dalam skenario moderat, harga minyak diproyeksikan sekitar 97 dolar AS per barel dengan nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.300 per dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2 persen dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 7,2 persen, sehingga defisit berpotensi meningkat menjadi 3,53 persen.
Adapun pada skenario pesimistis, harga minyak diperkirakan mencapai 115 dolar AS per barel, dengan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.
Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen dan imbal hasil SBN 7,2 persen, defisit APBN diperkirakan melebar hingga 4,06 persen.

Untuk menjaga pengelolaan anggaran, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan di bawah tajuk “8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional.”

Optimalisasi anggaran salah satunya diraih melalui kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dengan potensi penghematan sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Sementara, total potensi penghematan dari konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.

Pemerintah juga menerapkan Biodiesel 50 (B50) atau campuran minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebesar 50 persen terhadap solar, untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.

Kemudian, ada optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. (ANT/KN)

Trump Marah atas Serangan Israel ke Fasilitas Air Iran

MOSKOW – Presiden AS Donald Trump marah ketika Israel menyerang pabrik desalinasi di Iran beberapa minggu lalu, menurut laporan Axios pada Selasa, mengutip seorang pejabat senior AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshn, Iran, telah terkena serangan.

“Dia ingin memastikan bahwa segala sesuatunya proporsional dalam perang ini. Itulah mengapa dia (Trump) marah ketika Bibi (Netanyahu) menyerang pabrik desalinasi di Iran beberapa minggu yang lalu,” kata pejabat itu seperti dikutip oleh Axios.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan “pencegahan” mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin membuat perubahan kekuasaan di Iran. (ANT/KN)