Beranda blog Halaman 123

Raya Budaya Etam Dorong Ekosistem Budaya Tumbuh Lewat Kolaborasi

0
Tim kurator Raya Budaya Etam 2026 berfoto bersama Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian usai kegiatan pengembangan budaya di Samarinda. (Foto: Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Program Raya Budaya Etam 2026 dinilai menjadi model pengembangan budaya berbasis kolaborasi di Kalimantan Timur. Melalui program ini, penguatan ekosistem budaya dilakukan dengan mendorong sinergi antarkomunitas dan pelaku budaya, bukan melalui kompetisi.

Penilaian tersebut disampaikan Kurator Nasional Raya Budaya Etam 2026, Galih Sedayu, yang juga dikenal sebagai praktisi ekonomi kreatif, kurator event, dan aktivis kota kreatif.

Raya Budaya Etam 2026 menghadirkan tim kurator dari berbagai latar belakang seni, budaya, ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan event. Tim tersebut terdiri atas Syafruddin Pernyata sebagai budayawan Kalimantan Timur, Putri Khaira Ansuri sebagai event strategist, Dwie Arum Meynina sebagai event planner, Muhammad Ami selaku Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, serta Galih Sedayu sebagai Kurator Nasional.

Galih menjelaskan, Raya Budaya Etam dirancang untuk memfasilitasi berbagai gagasan masyarakat dalam mengembangkan kebudayaan melalui penyelenggaraan event berbasis budaya.

“Program Raya Budaya Etam ini memfasilitasi ide-ide pengembangan budaya di Kalimantan Timur melalui program atau event berbasis budaya,” ujarnya.

Program diawali dengan sosialisasi di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setelah itu, masyarakat dan komunitas budaya mengirimkan proposal kegiatan yang selanjutnya diseleksi oleh tim kurator.

Sebanyak 115 proposal diterima panitia. Seluruh usulan menjalani proses kurasi awal hingga terpilih 30 proposal terbaik yang kemudian mengikuti wawancara secara daring.

Peserta yang lolos selanjutnya memperoleh pendampingan dan mentoring bersama para mentor dan kurator untuk menyempurnakan konsep kegiatan sebelum memasuki tahap presentasi akhir.

“Peserta mendapatkan pembekalan materi dari masing-masing mentor dan kurator, kemudian menyempurnakan proposalnya hingga tahap presentasi akhir,” jelas Galih.

Dari seluruh proses tersebut akhirnya dipilih 10 event budaya yang memperoleh dukungan pendanaan dengan nilai maksimal Rp5 juta untuk setiap kegiatan.

Namun, Galih menegaskan bantuan pendanaan bukan menjadikan program tersebut sebagai ajang perlombaan.

“Ini bukan program kompetisi, tetapi program kolaborasi. Sepuluh event budaya yang terpilih nantinya diharapkan saling bersinergi sehingga mampu memberikan dampak positif bagi Kalimantan Timur,” katanya.

Menurutnya, budaya merupakan fondasi utama yang mampu melahirkan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Ia mengibaratkan budaya sebagai akar sebuah pohon yang menjadi penopang tumbuhnya ekosistem. Dari akar tersebut akan tumbuh batang, ranting, hingga menghasilkan buah berupa manfaat bagi masyarakat.

“Buahnya adalah dampak, baik dampak ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Karena itu budaya harus menjadi pondasi utama pembangunan,” ungkapnya.

Galih juga mengapresiasi kualitas gagasan yang diajukan para peserta. Menurutnya, beragam ide tersebut menunjukkan besarnya potensi objek pemajuan kebudayaan yang dimiliki Kalimantan Timur.

Ia berharap Raya Budaya Etam dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Program ini merupakan praktik baik. Harapannya bisa terus konsisten dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mereplikasi pengembangan ekosistem budaya berbasis kolaborasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Galih menilai Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan layak menjadi salah satu contoh pengembangan budaya di Indonesia. Selama melakukan pendampingan di berbagai daerah, ia melihat program di Kaltim benar-benar berfokus pada penguatan budaya, bukan semata sektor pariwisata.

“Kalimantan Timur memiliki budaya yang luar biasa. Isu yang diangkat sangat beragam, mulai dari gastronomi, tradisi, adat istiadat, hingga berbagai potensi budaya lainnya. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan melalui budaya,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal, Ditemukan di Kamar Rusun ASN

0
Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw. (Foto: Dok. Otorita IKN)

NUSANTARA – Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia di kamar huniannya di Rumah Susun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, Sabtu (25/7/2026).

Otorita IKN memastikan tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan dan berdasarkan pemeriksaan medis awal, Troy diduga meninggal karena penyebab alami.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengatakan Troy semula dijadwalkan berangkat ke Balikpapan pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 Wita untuk memimpin ibadah di sebuah gereja. Sebelum itu, mendiang diketahui telah bangun dan beraktivitas seperti biasa sejak sekitar pukul 06.00 Wita.

Namun, menjelang waktu keberangkatan, sopir pribadi Troy berulang kali mencoba menghubungi melalui telepon, tetapi tidak mendapat respons. Karena khawatir terjadi sesuatu, sopir kemudian mendatangi langsung kamar yang ditempati Troy di Rusun ASN.

“Pintu diketuk dan namanya dipanggil, tetapi tetap tidak ada jawaban. Kami kemudian memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar yang terkunci. Saat berhasil dibuka, kami mendapati beliau sedang berbaring di atas tempat tidur,” kata Thomas, dikutip dari Antara, Minggu (26/7/2026).

Saat diperiksa di lokasi, Troy diketahui sudah tidak bernapas. Petugas kemudian segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Thomas, Troy tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.45 Wita dan langsung menjalani pemeriksaan oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter menyatakan Troy telah meninggal dunia akibat penyebab alami.

“Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami,” ujarnya.

Thomas menegaskan hasil pemeriksaan fisik awal tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada penyebab kematian yang mencurigakan. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa Troy memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Setelah proses administrasi dan penghormatan terakhir di RS Hermina IKN selesai dilakukan, jenazah Troy diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka. Otorita IKN memperkirakan jenazah tiba di Jakarta pada Minggu pagi (26/7/2026). (MK)

Editor: Agus S.

Dinkes Samarinda: Pencegahan HIV Perlu Dukungan Regulasi dan Edukasi

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, menghadiri Dialog Publik Urgensi RUU LGBTQ di kawasan Citra Niaga, Samarinda. (Foto: Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya memperkuat upaya pencegahan penularan HIV/AIDS melalui deteksi dini, edukasi, dan penguatan kebijakan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, saat menghadiri Dialog Publik bertajuk “Urgensi RUU LGBTQ: Dukungan Terbuka Samarinda Terhadap MUI untuk Menjaga Generasi Muda Kota Samarinda” di Citra Niaga, Sabtu (25/7/2026) malam.

Dalam forum tersebut, Ismed menyampaikan Pemkot Samarinda menyambut baik ruang dialog yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membahas isu kesehatan dan perlindungan generasi muda.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, menurutnya, pencegahan penyakit menular seksual tidak dapat diselesaikan hanya melalui layanan medis, tetapi juga memerlukan dukungan edukasi dan kebijakan.

“Kasus penderita HIV/AIDS paling banyak memang terdeteksi dari perilaku seksual yang menyimpang,” ujar Ismed.

Ia menjelaskan regulasi di tingkat hulu, termasuk usulan atau Rancangan Undang-Undang (RUU), dapat menjadi payung hukum yang memperkuat implementasi program pencegahan dan pengendalian di lapangan.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda, lanjutnya, menjadikan penanganan HIV/AIDS sebagai bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke-12 yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.

Dalam dua tahun terakhir, capaian SPM sektor kesehatan untuk penanganan risiko HIV di Samarinda telah melampaui 99 persen.

Upaya tersebut difokuskan pada deteksi dini melalui skrining kepada berbagai kelompok sasaran, mulai dari komunitas rentan, pekerja seksual, hingga masyarakat umum dan ibu hamil.

“Tahun lalu dari target 50 ribu orang, capaian skrining kita hampir 99 persen,” ungkapnya.

Selain memperkuat deteksi dini, Dinkes Samarinda juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada orang dengan HIV/AIDS. Menurut Ismed, penderita harus tetap mendapatkan akses pengobatan sedini mungkin agar kondisi kesehatannya dapat terjaga.

“Kita juga bisa memberikan pengobatan secepat-cepatnya agar tidak sampai masuk ke fase AIDS,” tegasnya.

Saat ini tercatat sekitar 4.000 kasus HIV di Kota Samarinda. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.400 orang aktif menjalani pengobatan secara rutin.

Menurut Ismed, tingginya jumlah kasus juga dipengaruhi karakteristik Samarinda sebagai kota dengan mobilitas penduduk yang tinggi sehingga membutuhkan penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan secara berkelanjutan. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Otorita IKN Siapkan Penghormatan Kedinasan untuk Troy Pantouw

0
Jemaat mengikuti Ibadah Penghiburan dan Pelepasan Keberangkatan jenazah Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, di Gereja Bethany FOG Ringroad, Balikpapan. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan penghormatan terakhir bagi Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, yang meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026). Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).

Prosesi penyerahan jenazah secara kedinasan dan pemakaman akan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB di TPU Tanah Kusir Blok AA 1 Blad 168. Penghormatan tersebut menjadi bentuk apresiasi Otorita IKN atas dedikasi almarhum dalam mendukung komunikasi publik pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sebelumnya, pada Sabtu (25/7/2026) malam, keluarga, rekan kerja, dan jemaat mengikuti Ibadah Penghiburan dan Pelepasan Keberangkatan di Gereja Bethany FOG Ringroad, Balikpapan.

“Iya, ada ibadah penghiburan dan pelepasan keberangkatan di gereja di Balikpapan,” ujar Santy, salah seorang jemaat, Minggu (26/7/2026).

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Balikpapan menuju Jakarta pada Minggu (26/7/2026) pukul 06.10 Wita. Setibanya di ibu kota, jenazah diterima keluarga dan jajaran Otorita IKN di Rumah Duka dan Krematorium Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Ruang C-D, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada prosesi pemakaman nanti, jenazah akan diserahkan secara resmi melalui upacara kedinasan sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir. Upacara tersebut dijadwalkan dihadiri pimpinan Otorita IKN, keluarga besar almarhum, rekan kerja, sahabat, serta sejumlah tokoh yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Rangkaian prosesi yang telah dan akan dilaksanakan meliputi:

* Ibadah Penghiburan dan Pelepasan Keberangkatan pada Sabtu (25/7/2026) pukul 21.30 Wita di Gereja Bethany FOG Ringroad, Balikpapan.
* Pemberangkatan jenazah dari Balikpapan menuju Jakarta pada Minggu (26/7/2026) pukul 06.10 Wita.
* Penerimaan jenazah di Rumah Duka dan Krematorium Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) pukul 11.00 WIB.
* Penyerahan jenazah secara kedinasan dan prosesi pemakaman pada Senin (27/7/2026) pukul 10.00 WIB di TPU Tanah Kusir Blok AA 1 Blad 168, Jakarta Selatan.

Otorita IKN mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Dies Natalis UGM ke-77, KAGAMA Samarinda Angkat Potensi Wisata Sejarah Pecinan

0
Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Samarinda mengikuti kegiatan Susur Wisata Pecinan di kawasan Citra Niaga hingga Klenteng Thien Ie Kong, Samarinda. (Foto: Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Samarinda menggelar kegiatan Susur Wisata Pecinan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-77 dan Dies Natalis KAGAMA ke-67. Kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan potensi wisata sejarah sekaligus mendukung pelestarian budaya di Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng Pemerintah Kota Samarinda dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT). Rute susur wisata melintasi kawasan Pecinan, mulai dari kompleks Citra Niaga hingga Klenteng Thien Ie Kong Samarinda.

Ketua Pengcab KAGAMA Samarinda, Reynold Tumpu Panggalu, mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu agenda yang dipilih untuk memeriahkan Dies Natalis UGM yang diperingati setiap 19 Desember.

“Ini salah satu rangkaian Dies Natalis UGM ke-77 dan Dies Natalis KAGAMA ke-67. Di daerah, masing-masing cabang diberi kebebasan menyusun kegiatan yang sesuai dengan kondisi daerahnya. Kami memilih kegiatan yang berkaitan dengan budaya,” ujarnya.

Menurut Reynold, rangkaian Dies Natalis tidak berhenti pada kegiatan susur kawasan Pecinan. Dalam waktu dekat, KAGAMA Samarinda juga akan melaksanakan reboisasi di kawasan bekas tambang yang telah menjadi agenda rutin selama tiga tahun terakhir.

Selain itu, KAGAMA berencana mengunjungi para senior dan sesepuh alumni UGM di Kalimantan Timur sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat silaturahmi antaralumni.

Saat ini KAGAMA Samarinda memiliki sekitar 500 anggota aktif, sementara data alumni yang telah dihimpun mencapai lebih dari 1.000 orang dari berbagai angkatan, mulai lulusan era 1960-an hingga alumni muda.

Ia berharap momentum Dies Natalis tahun ini semakin mempererat kekompakan para alumni UGM di Samarinda.

“Harapannya kami semakin kompak dan semakin berguna bagi daerah tempat kami tinggal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyambut baik penyelenggaraan Susur Wisata Pecinan yang dinilai dapat memperkenalkan nilai sejarah Kota Samarinda kepada masyarakat.

Menurutnya, kawasan Pecinan memiliki nilai sejarah yang penting dan layak dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi bagi generasi muda.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk menggali sejarah Samarinda. Ini merupakan peninggalan yang tidak boleh dilupakan maupun dihilangkan. Ke depan bisa menjadi objek wisata yang menambah edukasi bagi anak-anak muda Samarinda dengan konsep wisata yang lebih modern,” ujarnya.

Faisal menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar potensi wisata sejarah di Samarinda dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami siap memberikan dukungan dari provinsi. Membangun kawasan seperti ini harus dilakukan bersama-sama dengan saling merangkul semua pihak,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi Jadi Jampidsus, Tekankan Soliditas Institusi

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn25juli2026/mobile/

Buron Delapan Tahun, Terpidana Kasus Perlindungan Anak Dibekuk di Kotabaru

0
Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri Samarinda berhasil menangkap terpidana kasus perlindungan anak yang masuk DPO sejak 2017 di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda bersama Kejari Kotabaru dan Polsek setempat berhasil menangkap seorang terpidana kasus perlindungan anak dan penganiayaan yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2017.

Terpidana bernama Rahmatullah alias Rahmat (32) ditangkap di kediamannya di Jalan Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.

Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda, Haedar, mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil koordinasi dan pelacakan intensif setelah keberadaan terpidana terdeteksi berada di wilayah Kalimantan Selatan.

“Berkat kerja sama dan kolaborasi Tim Tabur Kejari Samarinda bersama Kejari Kotabaru, keberadaan terpidana berhasil terdeteksi hingga akhirnya dilakukan penyisiran dan penangkapan,” ujarnya saat konferensi pers di Kejari Samarinda, Kamis (23/7/2026).

Rahmatullah merupakan terpidana perkara pelanggaran Pasal 170 ayat (1) KUHP serta Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 193 K/PID.SUS/2016, ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan yang memaksa seorang anak melakukan persetubuhan serta melakukan penganiayaan secara bersama-sama hingga mengakibatkan korban mengalami luka.

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara selama delapan tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, serta denda Rp60 juta subsider tiga bulan kurungan.

Namun, setelah Kejari Samarinda menerbitkan DPO Nomor B-1534 Tahun 2017, terpidana melarikan diri sehingga putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tidak dapat segera dieksekusi.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Samarinda, Bara Mantio Irsahara, mengungkapkan selama pelariannya Rahmatullah berusaha menyamarkan identitas dengan mengubah penampilan.

“Terpidana sekarang mengubah penampilannya menjadi lebih gondrong, sehingga cukup sulit untuk memastikan identitasnya secara kasat mata. Sebenarnya ada upaya melarikan diri, namun berhasil kita deteksi,” katanya.

Selama berada di Kotabaru, Rahmatullah diketahui bekerja sebagai tukang di salah satu koperasi desa.

“Saat ditangkap di rumahnya sekitar pukul 00.00 malam, terpidana sedang beristirahat dan tidak melakukan perlawanan. Yang bersangkutan diketahui sudah bekerja sebagai tukang di koperasi desa tersebut sekitar tujuh bulan,” jelas Bara.

Setelah diamankan, terpidana dibawa ke Kejari Kotabaru sebelum dijemput Tim Penuntut Umum Kejari Samarinda untuk menjalani proses eksekusi.

Pada Kamis (23/7/2026), Rahmatullah resmi dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda untuk menjalani sisa hukuman sesuai putusan Mahkamah Agung.

Kejaksaan juga kembali mengingatkan seluruh buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang agar segera menyerahkan diri.

Sesuai imbauan Jaksa Agung, seluruh DPO diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi buronan yang terus diburu aparat penegak hukum.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

PT MHU Raih Regional Leadership Award, Bukti Komitmen Bangun Komunikasi Publik

0
overnment Relation Specialist PT Multi Harapan Utama (MHU), Muhammad Irsan Hadiwijaya, menerima penghargaan Regional Leadership Media Kaltim Network yang diserahkan Direktur Radar Samarinda, Andi Desky Randy Pranata. (Hadi Winata/Media Kaltim)

SAMARINDA – PT Multi Harapan Utama (MHU) menerima penghargaan Regional Leadership kategori Korporasi, BUMD, BUMN, Perguruan Tinggi, dan Institusi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Media Kaltim Network. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun komunikasi publik yang transparan, akuntabel, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Penghargaan diterima Government Relation Specialist PT MHU, Muhammad Irsan Hadiwijaya, dan diserahkan oleh Direktur Radar Samarinda, Andi Desky Randy Pranata.

CEO Media Kaltim Network, Agus Susanto, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada lembaga dan perusahaan yang dinilai mampu membangun komunikasi publik secara baik, adaptif terhadap perkembangan media digital, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Penghargaan yang kami berikan merupakan bentuk apresiasi atas komunikasi yang transparan, akuntabel, berdampak, dan memiliki peran luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, PT MHU dinilai mampu menjaga hubungan yang baik dengan media dan para pemangku kepentingan sehingga berbagai informasi mengenai kegiatan perusahaan dapat tersampaikan secara terbuka kepada publik.

Sementara itu, Direktur Radar Samarinda, Andi Desky Randy Pranata, berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PT MHU untuk terus memperkuat hubungan dengan masyarakat maupun insan pers.

“Kami menilai kolaborasi antara PT MHU dan insan pers menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan informasi yang akurat sekaligus mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Government Relation Specialist PT MHU, Muhammad Irsan Hadiwijaya, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PT MHU dalam membangun sinergi dan kolaborasi bersama media.

“Penghargaan ini berkesan bagi kami sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang kita jalin. Ini juga menunjukkan komitmen kami untuk berperan serta dalam publikasi yang transparan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kontribusinya sebagai mitra pembangunan daerah.

“Tentu penghargaan seperti ini memberikan evaluasi yang baik bagi perusahaan agar ke depan bisa terus meningkatkan kontribusi sebagai mitra pembangunan daerah,” katanya.

Irsan juga berharap Media Kaltim Network terus berkembang sebagai media yang konsisten menghadirkan informasi berkualitas dan menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.

“Semoga Media Kaltim terus maju dan tetap menjadi mitra kami dalam menghadirkan berita-berita yang faktual, informatif, serta ikut mengawal pembangunan di Bumi Etam,” tutupnya.

Pewarta: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi Jadi Jampidsus, Tekankan Soliditas Institusi

0
Foto: Prosesi pelantikan enam pejabat eselon I Kejaksaan Agung dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Dok. Kejagung)

JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik enam pejabat eselon I di lingkungan Kejaksaan Agung dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Adhyaksa.

Dalam amanatnya, Burhanuddin mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum untuk memperkuat pelaksanaan tugas penegakan hukum secara profesional, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

“Di tengah dinamika yang sedang dihadapi institusi, setiap pejabat yang dilantik dituntut mampu menunjukkan kepemimpinan yang tangguh, menjaga soliditas, serta meningkatkan kepercayaan publik melalui pelaksanaan tugas yang mumpuni, objektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Jaksa Agung.

Khusus kepada Kuntadi yang kini menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Burhanuddin meminta agar segera melakukan konsolidasi internal setelah pergantian pimpinan. Ia menegaskan penanganan perkara korupsi harus tetap berjalan tanpa terpengaruh perubahan pejabat.

Jampidsus juga diminta memastikan seluruh perkara korupsi ditangani secara independen, objektif, transparan, tanpa tebang pilih, serta bebas dari intervensi pihak mana pun. Selain itu, Kuntadi tetap dipercaya memimpin pelaksanaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Jaksa Agung juga menegaskan penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka berinisial DR dan FA yang sebelumnya dilimpahkan penyidik Polri tetap menjadi kewenangan Tim 9 yang dipimpin Jaksa Agung Muda Pengawasan Rudi Margono.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Burhanuddin berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh integritas, memperkuat sinergi antarsatuan kerja, serta selalu mengutamakan kepentingan institusi dan masyarakat.

“Sumpah jabatan yang diucapkan tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan negara, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ingat! Jangan pernah sekalipun pertaruhkan marwah institusi dan kepercayaan masyarakat hanya demi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Adapun pejabat eselon I yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya meliputi:

1. Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Jaksa Agung.
2. Dr. Leonardo Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum).
3. Dr. Kuntadi, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
4. Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.
5. Dr. Patris Yusrian Jaya, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset.
6. Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Politik, Keamanan, dan Penegakan Hukum.

(Fajri)

Kemkomdigi Kaji Aturan Baru Usai MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus

0
Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan akan mempelajari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan penyelenggara jasa telekomunikasi menyediakan pilihan layanan agar sisa kuota internet pelanggan tetap dapat digunakan. Kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menyesuaikan regulasi di sektor telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah menghormati putusan MK dan langsung meminta jajarannya mengkaji dampak serta langkah yang perlu dilakukan untuk menindaklanjuti putusan tersebut.

“Kami menyambut baik putusan MK. Hari ini, kami telah memerintahkan tim untuk mengkaji implikasi putusan tersebut termasuk jika dibutuhkan penyesuaian regulasi dalam memenuhi putusan MK,” kata Meutya di Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Putusan tersebut merupakan hasil uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Dalam Putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025, MK mengabulkan sebagian permohonan dan mewajibkan penyelenggara jaringan maupun jasa telekomunikasi menyediakan opsi layanan yang menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap aktif.

Mahkamah juga menyatakan kuota internet yang telah dibeli konsumen harus tetap dapat digunakan hingga habis tanpa dikenai biaya tambahan. Perlindungan terhadap pelanggan dapat dilakukan melalui berbagai skema, seperti akumulasi atau rollover kuota, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana (refund), maupun mekanisme lain yang dinilai proporsional.

MK menegaskan ketentuan tersebut berlaku bagi pengguna layanan prabayar maupun pascabayar. Pelanggan yang telah membayar layanan internet tetapi belum menghabiskan kuotanya tetap berhak memperoleh manfaat atas layanan yang sudah dibeli.

Kemkomdigi memastikan akan mengawal pelaksanaan putusan tersebut agar perlindungan terhadap hak konsumen berjalan seiring dengan keberlangsungan investasi dan kualitas layanan telekomunikasi nasional.

“Kami memastikan setiap kebijakan di sektor telekomunikasi memberikan kepastian hukum dan melindungi kepentingan masyarakat,” tutup Meutya. (Fajri)