Beranda blog Halaman 1173

Edi Damansyah: Pekan Inovasi dan Kreativitas Bukti Komitmen Pemkab Kukar Tingkatkan Pelayanan

0
Bupati Kukar Edi Damansyah membuka kegiatan Pekan Inovasi dan Kreativitas 2023.

TENGGARONG – Pekan inovasi dan kreativitas tahun ini dimaksudkan memotivasi dan memberi penghargaan kepada seluruh stakeholder. Baik instansi pemerintah maupun masyarakat yang telah berinovasi dan berkreativitas, khususnya dalam pembangunan di Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kegiatan itu juga mendorong terciptanya inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Bupati Kukar Edi Damansyah saat membuka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2023, Rabu, 11 Oktober 2023.

Selain itu, kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat dan meningkatkan kualitas pembangunan demi terwujudnya Kukar yang sejahtera dan berbahagia. Untuk itu, lanjut Edi, momentum itu harus dimanfaatkan dengan baik, yakni setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga kelurahan, wajib memiliki satu inovasi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah Kukar harus membuat tim untuk turun ke OPD, memberikan pemahaman terkait inovasi. Sekretaris dinas atau instansi harus jadi ketua tim internal perubahan di tiap OPD. “Untuk menunjukkan peran pemerintah hadir di tengah masyarakat dengan inovasi-inovasinya,” tegasnya.

Penyelenggaraan Pekan Inovasi dan Kreativitas mengusung tema Inovasi dan Kreativitas untuk Akselerasi Wujudkan Kukar Idaman, sebagai salah satu upaya pemkab mempercepat pencapaian target pembangunan daerah yang telah ditetapkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), salah satunya melalui penguatan pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.

“Hal itu sekaligus sebagai upaya menjaring ide inovasi dan kreativitas dari berbagai pihak, memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi demi mewujudkan Kutai Kartanegara yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri,” ujar Edi.

Selain itu, pekan inovasi dan kreativitas bertujuan tercipta perubahan-perubahan menuju tradisi, pola, dan cara baru melalui gerakan satu instansi satu inovasi (one agency one innovation), yang mewajibkan satu perangkat daerah menghasilkan paling sedikit satu inovasi pelayanan publik setiap tahun sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Kukar. (KN/ADV)

Kelurahan Baru Gelar Pelatihan Balakarcana, 20 Orang Jadi Peserta

0
Suasana pelatihan Balakarcana di Kelurahan Baru (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Antisipasi bahaya kebakaran kawasan pemukiman, coba dilakukan oleh Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong. Dengan menggelar Penyuluhan dan Pelatihan Pemadam Kebakaran. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertenuan Umum (BPU) Kelurahan Baru, pada Selasa (10/10/23).

Diikuti oleh 20 orang peserta dan turut menghadirkan narasumber dari Basarnas Samarinda, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar.

Lurah Kelurahan Baru, Bayu Ramanda, mengatakan kegiatan ini sengaja digelar, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat saat menghadapi kobaran api. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat masyarakat di Kelurahan Baru terkait pemadam kebakaran. Setelah pelatihan, Kelurahan Baru akan melanjutkan rekrutmen terkait arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk program relawan,” terang Bayu.

Sementara itu, Koordinator Siaga Satu Reserse Basarnas Samarinda, Riqi Efendi, mengatakan pelatihan ini mencakup ilmu Pertolongan Pertama Medis (Medical First Responder/MFR) untuk memberikan pengetahuan mengenai pertolongan pertama saat menemukan korban.

MFR merupakan langkah awal dalam tim penyelamatan yang bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri, lingkungan, tim, dan korban. “Peserta diharapkan memahami kompetensi yang diperlukan dan terus berlatih, karena ilmu-ilmu ini terus berkembang.” pungkasnya. (Adv/KN)

Bupati Kukar Buka Pekan Inovasi Dan Keeativitas 2023, Berharap Mampu Ciptakan Perubahan Tradisi dan Pola Kerja

0
Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat menyampaikan arahan dalam Kegiatan Pekan Inivasi dan Kreativitas 2023 (Istimewa)

TENGGARONG – Buka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2023, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damasyah, menyebut ini sebagai ajang untuk melihat kinerja dan inovasi lembaga daerah hingga tingkat kelurahan dan desa di Kukar.

Pekan Inovasi dan Kreativitas kali ini mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas untuk Akselerasi Mewujudkan Kukar IDAMAN”. Edi berharap melalui agenda ini dapat menciptakan perubahan tradisi dan pola kerja perangkat pemerintahan.

Melalui gerakan Satu Instansi Satu Inovasi (One Agency One Innovation) yang mewajibkan satu Perangkat Daerah atau Unit Kerja, untuk menghasilkan setidaknya satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya.

“Itu sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Kukar,” kata Edi, Rabu (11/10/2023).

Pekan inovasi dan kreativitas ini, diselenggarakan dengan berbagai kategori. Diantaranya adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kecamatan, Kelurahan atau Desa, Badan usaha Milik Desa (BUMDes), dan Puskesmas.

Di sektor pendidikan juga tersedia kategori sekolah, guru dan siswa. Kemudian petani-nelayan, perempuan, penyandang difabel, mahasiswa dan pemuda. Tahapan kegiatan ini dimulai dengan mendaftarkan inovasi sesuai dengan kategori di website inovasikukarkab.go.id, mulai tanggal 11-13 Oktober.

Dilanjutkan dengan penilaian inovasi mulai 1–20 November, penentuan nominasi 20 November, kemudian verifikasi lapangan 20-26 November, presentasi inovasi 27 November – 8 Desember, kemudian penentuan pemenang.

Edi berharap, Badan Riset Daerah (Brida) Kukar bersama Tim Penilai dan juga sekretaris kabupaten (sekkab) Kukar, dapat membuat sistem konsep dalam pekan inovasi ini. Sehingga mampu mendorong perbaikan di internal perangkat daerah. Baik dari tingkat kabupaten hingga Kelurahan dan Desa.

“Ini untuk melihat bagaimana perubahan yang terjadi hingga di tingkat kelurahan. Ini untuk mendorong lembaga pemerintah berinovasi, menunjukkan peran pemerintah di masyarakat,” tegasnya.

Edi juga mengatakan, pekan Inovasi dan Kreativitas merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar. Dalam percepatan pencapaian target pembangunan daerah, yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Salah satunya melalui penguatan pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.

“Hal ini sekaligus sebagai upaya dalam menjaring ide inovasi dan kreativitas dari berbagai pihak, menumbuh kembangkan dan memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi demi mewujudkan Kutai Kartanegara yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri,” tutup Edi. (Adv)

Disperindag Kukar Anjurkan Pelaku UMKM untuk Mulai Manfaatkan e-Katalog

0
Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Memudahkan proses pemasaran produk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta para pelaku UMKM di Kukar untuk mulai menggunakan dan memanfaatkan fasilitas e-Katalog.

“Karena e-Katalog memiliki potensi besar untuk meningkatkan penjualan produk lokal, terutama di Kukar terdapat 58 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk kecamatan yang memiliki berbagai kebutuhan yang dianggarkan secara rutin,” jelas Sekretaris Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, Rabu (11/10/2023).

Selain menggunakan e-Katalog, Sayid juga berharap para pelaku IKM dan UMKM mulai melengkapi sertifikasi-sertifikasi yang dibutuhkan dalam pengembangan usahanya. Sehingga memudahkan Pemkab Kukar dalam melakukan intervensi kepada seluruh OPD, untuk membeli produk UMKM itu dalam kegiatan mereka.

Ia menyebutkan bahwa untuk jumlah pelaku IKM dan UMKM di Kukar tahun 2023 ini sudah mencapai sekitar 80 ribu. Pemkab pun berperan dalam memfasilitasi serta mendorong perkembangan mereka. Salah satunya mendorong penggunaan e-Katalog itu sendiri. “Kami berharap para pelaku IKM dan UMKM di Kukar tetap kreatif, berkembang, dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha mereka,” harapnya.

Ia juga berharap ada kolaborasi semua pihak, untuk membantu para pelaku IKM dan UMKM. Sebagai bentuk kontribusi pada perekonomian lokal dan meningkatkan taraf hidup pelaku IKM dan UMKM di Kukar. (Adv/KN)

IDM Kukar Terus Meningkat, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Kukar

0
Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meningkatkan kemandirian desa berbuah manis. Sejak tahun 2021, Indeks Desa Membangun (IDM) di Kukar terus alami peningkatan. Kini tidak ada satupun desa di Kukar, yang menyandang kategori Sangat Tertinggal.

Tentunya pencapaian ini diperoleh dari berbagi upaya yang dijalankan Pemkab Kukar. Berbagai intervensi terus dilakukan Pemkab Kukar, untuk mendongkrak IDM di tiap desa. Baik itu dari sektor ekonomi, sosial, pendidikan hingga kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pada 2021 lalu terdapat tujuh desa di Kukar dengan kategori Desa Sangat Tertinggal. Kemudian 98 desa yang dikategorikan Desa Berkembang, 64 Desa Maju dan 24 desa terkategorikan sebagai Desa Mandiri.

Kini setelah tiga tahun berselang, berdasarkan data DPMD Kukar, desa berkembang berkurang jadi 48. Peningkatan justru datang dari kategori Desa Maju, yakni sebanyak 69 desa dan Desa Mandiri sebanyak 76 desa.

“Sebelumnya ada tujuh desa yang tertinggal, dan tahun 2022 kita sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” kata Arianto, Rabu (11/10/2023).

Ia menjelaskan, pertumbuhan IDM menjadi salah satu Program Dedikasi Kukar Idaman, yakni Kukar Bebaya. Hal ini menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) DPMD Kukar dalam menuntaskan desa tertinggal. Langkah selanjutnya adalah mengupayakan desa berkembang menjadi maju dan mandiri.

Untuk mendongkrak penilaian IDM, DPMD Kukar bakal bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana perbankan di setiap desa. Karena sejumlah insentif desa disalurkan secara non tunai atau transfer.

Kemudian DPMD Kukar juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk menyediakan fasilitas Posyandu dan Puskemas Pembantu (Pusban) di setiap desa. Serta menambah bidan dan tenaga kesehatan (nakes).

“Jadi desa berkembang, maju dan mandiri, bupati dan wabup memang merekomendasikan hasil survei IDM menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti tentang indeks ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan agar terus dikawal,” serunya

“Status IDM Kukar saat ini sudah maju di angka 0,776. Target kita maju di 2024 dengan angka 0,788 mendekati mandiri (0,8),” pungkasnya. (Adv/KN)

Komisi II DPRD Berau Dukung Peran Retail Nasional dalam Pembinaan UMKM

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena mendukung pembinaan UMKM yang dilakukan oleh retail nasional. Ia mengungkapan, saat ini ada dua retail nasional, yaitu Indomaret dan Alfamidi sudah cukup baik dalam pembinaan UMKM di Bumi Batiwakkal. “Hal itu bagus, apalagi masuknya retail nasional ini bisa menjadi tanda bahwa daerah kita sudah cukup maju,” jelas Darlena.

Politikus Partai NasDem itu mengaku mendukung pelatihan yang dilakukan oleh retail nasional untuk membantu memasarkan dan promosi produk UMKM dari Berau.

“Saya sangat mendukung hal itu, cukup baik untuk membantu UMKM kita,” terangnya.

Darlena juga berharap jaringan retail nasional ini tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga bisa menyebar hingga ke pesisir kabupaten Berau. “Saya harap bisa masuk ke pesisir sana. Sehingga ekonomi bisa tumbuh,” terangnya.

Penyerapan tenaga kerja lokal juga diharapkan bisa maksimal. Meski dipahami, ketika baru membuka akan menggunakan tenaga kerja luar untuk mengajarkan dan memberi pemahaman bagi anggota baru.

Namun setelahnya diharap bisa terus memaksimalkan untuk menyerap putra putri Berau. “Kami berharap tenaga kerja lokal kita terserap, putra putri daerah diberdayakan, sehingga tingkat pengangguran bisa berkurang,” pungkasnya. (ADV/MK)

Pengembangan Sektor Pariwisata, Sakirman Dorong Inovasi Disbudpar

0
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman.

TANJUNG REDEB – Guna memajukan sektor pariwisata Bumi Batiwakkal, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman mendorong pemerintah untuk terus melakukan inovasi.

Dia menuturkan, pemerintah harus menggali event-event pariwisata selain Maratua Jazz yang dilaksanakan setiap tahun. “Tetapi manfaatkan juga potensi wisata yang ada di seluruh kecamatan wilayah pesisir selatan,” ucapnya.

Dipaparkannya, Berau memiliki beragam potensi wisata. Seperti Bidukbiduk yang memiliki pemandangan pasir putih dan labuan cermin serta Pulau Kaniungan yang dapat menarik minat wisatawan. “Semua bisa dimanfaatkan, tergantung dari pihak yang menanganinya,” tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau harus memiliki inovasi untuk meningkatkan sektor pariwisata yang ada.

“Misalnya membuat agenda maraton dan fun bike di Bidukbiduk, karena memiliki destinasi wisata yang beragam,” katanya.

“Karena tidak mungkin yang ikut maraton dan fun bike tidak sekalian berlibur. Pasti akan berlibur dan melihat keindahan Bidukbiduk yang sangat kaya akan destinasi wisatanya,” tambahnya.

Kendati demikian, dirinya mengusulkan untuk melibatkan pihak ketiga untuk meringankan beban anggaran untuk kegiatan tersebut. “Berkolaborasi kunci utamanya, agar sektor pariwisata kita semakin berkembang dan terkenal,” pungkasnya. (ADV/MK)

Ketua DPRD Berau Dorong Pemerintah Usulkan Penerimaan CPNS dan PPPK Lokal

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani.

TANJUNG REDEB – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk masyarakat Berau diminta legislatif diusulan pemerintah.

Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengungkapkan, usulan tersebut menyusul dengan adanya rencana penghapusan PTT yang diundur hingga 2024 mendatang. “Dalam pengajuan pemda harus ada keberanian untuk diadakan CPNS dan PPPK, khusus masyarakat Berau,” tegasnya.

Ditegaskannya, pemerintah harus mengakomodir PPPK yang sudah diterima. Jangan sampai, kata Madri, yang sudah lulus menjadi tidak lulus.

“Apalagi dalam penerimaan PPPK juga ada syarat berapa lama mengabdi menjadi PTT. Jadi prioritaskan tenaga honorer yang sudah lama bisa diangkat menjadi ASN sebagai tanda penghargaan dari pemerintah,” katanya.

Diperlukan kebijakan pusat supaya hal itu dapat berjalan dengan baik. Sebab, secara signifikan, kata Politikus NasDem ini, perekrutan CPNS dan PPPK dapat mengurangi jumlah tenaga honorer yang ada. “Ke depan perlu diajukan lagi untuk tes CPNS dan PPPK supaya PTT berkurang dan jangan dihapuskan,” tutupnya. (ADV/KN)

Tidak Ada Hotel Bintang 5 di Berau, Falentinus Minta Perda Minol Direvisi

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

TANJUNG REDEB – Masifnya peredaran minuman beralkohol (Minol) di seluruh hotel yang ada disorot Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo. Dia menerangkan, pemerintah telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau Nomor 11 tahun 2010 tentang larangan peredaran minuman beralkohol.

Dirinya menuturkan, minuman beralkohol dengan Grade B hingga C yang kadar alkoholnya 5 sampai 55 persen hanya boleh beredar di hotel bintang 5. “Padahal di Berau tidak ada hotel bintang 5. Apalagi minol dengan Grade B dan C tidak bisa beredar sembarangan. Terlebih yang Grade A harus diawasi perizinan dan takarannya,” ungkapnya.

Falentinus menegaskan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus maksimal melakukan razia rutin. Jika mendapati minol dengan Grade B hingga C di botel yang ada, maka wajib ditertibkan. “Waktu itu kami sudah pernah mengusulkan bahwa Perda minol ini direvisi,” bebernya.

“Karena ada dampak sanksi sosial kurang baik bagi pengedar dan pihak konsumsi. Karena secara aturan Perda, minuman alkohol grade B hingga C hanya boleh di hotel bintang 5,” sambungnya. (ADV/KN)

Terbentur Regulasi, Peri Kombong Dorong OPD Terkait Carikan Solusi Penambahan Personel Damkar

0
Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong.

TANJUNG REDEB – Jumlah personel pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Berau masih kurang. Namun, untuk menambahnya terhalang regulasi mengenai rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT). Menyoroti persoalan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong mengungkapkan, meski saat ini tidak boleh ada penambahan PTT, pemerintah harus tetap mencari solusi yang tepat.

“Personel pemadam kebakaran ini sangat dibutuhkan dan penting. Harus dicarikan solusinya seperti apa,” tegasnya.

Dirinya mengaku siap mengawal, jika usulan penambahan personel damkar masuk dalam rencana anggaran. Sehingga, Peri mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun perencanaan sesuai kebutuhan tenaga yang dibutuhkan.

“Mengingat wilayah kita ini sangat luas, tentunya setiap pos BPBD di setiap kecamatan harus memiliki jumlah personel yang cukup,” tuturnya.

Politikus Gerindra ini menilai, pemenuhan personel Damkar di setiap pos kecamatan sangat penting, agar penanganan suatu kejadian dapat lebih cepat. “Terlebih ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hal itu memerlukan banyak personel, agar cepat tertangani. Jadi saya kira ini harus jadi suatu perhatian,” katanya.

Peri berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat segera menangani persoalan keterbatasan personel damkar tersebut dengan maksimal. “Ini kebutuhan urgent, sebaiknya secepatnya dicarikan solusinya. Karena menyangkut dengan penanganan bencana,” pungkasnya. (ADV/KN)