Beranda blog Halaman 1151

Kecamatan Loa Kulu Bakal Bangun TPA di Desa Jembayan Dalam

0
Camat Loa Kulu, Adriansyah. (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Sampah terus menjadi permasalahan yang timbul beriringan dengan pertumbuhan populasi penduduk. Untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan ini, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu berencana membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Jembayan Tengah.

Langkah ini dianggap strategis untuk diambil, mengingat masalah kebersihan lingkungan kerap tak terkendali. Tak jarang, warga setempat menghadirkan solusi alternatif dengan melakukan pembakaran sampah. Padahal, hal ini dinilai tidak menyelesaikan persoalan. Justru hanya menambah polusi bagi lingkungan sekitar.

Untuk segera merealisasikan pembangunan TPA tersebut, Camat Loa Kulu, Adriansyah, mengaku pihaknya tengah menyiapkan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi TPA. Direncanakan, lokasi TPA ini akan dibuat jauh dari pemukiman warga.

“Di Jembayan Tengah itu ada lahannya pemerintah untuk kita jadikan tempat pembuangan akhir sampah,” kata Adriansyah.

Untuk diketahui, sejatinya Kecamatan Loa Kulu telah memiliki TPA yang berada di Desa Loa Kulu Kota. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan bertumbuhnya jumlah penduduk. TPA tersebut dinilai sudah tidak representatif untuk tetap difungsikan.

Untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut, Adriansyah juga mengaku telah mendapat bantuan tambahan armada, untuk mengangkut sampah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

“Jadi sementara ini kita buang sampah dari Loa Kulu ini ke TPA di Tenggarong,” pungkasnya. (Adv/KN)

Kehadiran RPB Bawa Semangat Baru Bagi Petani Jahe di Jonggon Jaya

0
Gambaran RPB jahe yang dibangun di Desa Jonggon Jaya. (Ady/Radar Kukar)

TENGGARONG – Pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB) Jahe di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, kabarnya hampir rampung dikerjakan. Kepala Desa (Kades) Jonggon Jaya, Muhammad Kholil, mengatakan pabrik produksi tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk mulai beroperasi.

Kabar ini pun membawa angin segar bagi para petani jahe di Desa Jonggon Jaya. Setelah beberapa waktu kebelakang, semangat para petani jahe sempat melempem. Karena jatuhnya harga jahe dan virus yang belum bisa ditemukan solusinya.

“Ini sebagian petani sudah mulai semangat lagi untuk menanam,” kata Kholil, Jumat (27/10/2023).

Ia menuturkan, beberapa petani sudah mulai membuka lahan untuk menanam jahe. Beriringan dengan curah hujan yang sudah mulai turun setelah beberapa bulan kebelakang setelah memasuki musim kemarau.

Kholil juga menambahkan, semangat para petani untuk kembali menanam jahe ini juga dirangsang dengan penyaluran bantuan berupa bibit jahe. Yang disalurkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar).

“Alhamdulilah, kemaren juga ada bantuan bibit jahe 10 ton dari Distanak Kukar,” ujarnya.

Dengan adanya RPB jahe ini, Kholil berharap dapat meningkatkan perekonomian para petani jahe di desanya. Apalagi memang Desa Jonggon Jaya dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jahe yang cukup besar di Kukar.

“Mudah-Mudahan dengan adanya RPB ini harga jahe bisa stabil, jadi petaninya juga bisa sejauhtera dan semangat menanam. Karena kan nanam jahe ini juga cukup sulit perawatannya,” tutup Kholil. (Adv/KN)

Siap-siap, Kukar Bersholawat Jilid II Bersama Habib Syech Bakal Dilaksanakan Sabtu Besok

0
Flyer Kukar Bersholawat Jilid II yang akan dipandu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (Istimewa)

TENGGARONG – Gelaran Kutai Kartanegara (Kukar) Bersholawat jilid II, siap dilaksanakan di Taman Kota Raja Tenggarong, pada Sabtu (28/10/2023) besok. Gelaran kali kedua Kukar Bersholawat di tahun 2023 ini, akan dipandu langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Surakarta, Jawa Tengah.

H-1 jelang pelaksanaannya, Pemkab Kukar bersama Yayasan Al Khair Wal Barokah terus mematangkan persiapan. Diprediksi, kegiatan ini bakal dihadiri oleh ratusan ribu jamaah.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, pun memastikan saat ini semua persiapan berjalan lancar karena telah dilakukan rapat finalisasi. Ia juga menyebut persiapan terus dipenuhi untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah.

“Kita berharap tidak ada kendala yang berarti. Mohon doanya agar semuanya lancar, agar masyarakat yang hadir juga bisa nyaman untuk ikut bersholawat,” ujar Rendi.

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan.

Termasuk berkoordinasi dengan pihak Polres Kukar, Satpol PP Kukar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Banser hingga Pemuda Pancasila. Untuk membahas keperluan pengalihan arus lalu lintas hingga keamanan.

“Agar lalu lintas jalan tepat berjalan lancar, nantinya akan ada penutupan jalan mulai dari depan Kantor KPU, Aji Masnadai, hingga jalan depan Kantor DPRD Kukar. Untuk menampung kendaraan tamu VIP maupun jamaah,” kata Dendy. (Adv/KN)

Sarankan Pendirian Pangkalan Pupuk, Nurung Perhatikan Kebutuhan Petani

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Nurung

TANJUNG REDEB – Agar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) mudah dalam memenuhi kebutuhan pupuk, Anggota Komisi II DPRD Berau, Nurung menyarankan setiap kecamatan memiliki pangkalan pupuk.

Dia menerangkan, pupuk sangat penting untuk petani. Sebab berpengaruh terhadap pemberian nutrisi ke berbagai unsur. “Pupuk ini memang sangat diperlukan baik itu pupuk subsidi atau non subsidi,” ungkapnya.

Nurung membeberkan bahwa dirinya sudah menyampaikan keluhan petani mengenai pupuk ke Dirjen Pupuk dan Pestisida. “Padahal dulu tidak seperti itu. Petani mudah saja untuk mendapatkan pupuk,” jelasnya.

Politikus Nasional Demokrat (NasDem) ini menyarankan kepada setiap kampung dan kecamatan memiliki pangkalan pupuk masing-masing. Agar Gapoktan langsung mengusulkan ke pangkalan pupuk di daerahnya, tanpa jauh-jauh mencari pangkalan pupuk.

“Saya sarankan setiap kampung, minimal di kecamatan punya pangkalan pupuk masing-masing,” tandasnya. (ADV/KN)

Reses Darlena di Biatan: Soroti Persoalan Tapal Batas dan Pendidikan

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena saat menggelar reses.

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena menggelar reses di Biatan. Ditemui beberapa persoalan serius yang harus segera ditangani. Dia mengunkapkan, banyak aspirasi serius yang disampaikan, namun belum ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasinya.

Ia menyebut, usulan yang berhasil tertampung diantaranya permasalahan tapal batas Kabupaten Berau dan Kutai Timur, bangunan Sekolah Dasar (SD) yang tidak layak serta masalah tenaga kesehatan.

“Petama, masalah tapal batas, ini sudah berjalan sejak lama dan berdasarkan informasi dari warga sekitar, sejak beberapa tahun belakang bukan karena batas saja, melaikan tindak diskriminasi oleh Ormas yang datang,” terangnya.

“Parahnya lagi, mereka dengan mudah mengambil dengan sistem rampas hasil kebun salah satu masyarakat yang berada di dua kampung Kecamatan Biatan,” lanjutnya.

Ia memaparkan, dari keterangan warga kejadian tersebut, berlangsung sejak delapan tahun lamanya, hingga saat ini belum terselesaikan.

“Nanti saya akan mempertanyakan secara langsung kepada pihak eksekutif bagaimana penyelesaiannya. Ini masalah serius harus secepat mungkin di selesaikan oleh pemerintah daerah. Apalagi ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, terkait persoalan pendidikan, masih terdapat bangunan sekolah yang tidak layak dan perlu perhatian lebih. Darlena pun menyayangkan dari besaran anggaran yang diperuntukan, khusus penunjangan pendidikan, tapi belum direalisasikan secara penuh.

“APBD kita besar, apalagi untuk pendidikan itu 20 persennya, lantas kenapa masih ada sekolah belum mendapat fasilitas yang baik,” ucapnya.

Kemudian, usulan terkait tenaga kesehatan, hal ini dikarenakan tidak adanya fasilitas kesehatan di kedua kampung. Untuk itu, masyarakat meminta diberikan fasilitas guna mempermudah penanganan medis kedepannya.

Darlena menegaskan, seluruh usulan masyarakat akan diupaya sesegera mungkin. Mengingat, permintaan masyarakat dirasa cukup krusial.

“Akan saya pertanyakan nantinya aksi dari pemerintah setelah rapat pembahasan hasil usulan reses di masa sidang ketiga ini, bila perlu akan saya ajak langsung terjun kelapangan untuk melihat kondisi masyarakat disini,” tandasnya. (ADV/KN)

DPRD Beri Apresiasi PWNU Jadi Garda Terdepan Ajak Masyarakat Membela Negara

0
Anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub (Tengah)

SAMARINDA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kaltim menggelar acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1445 Hijriah sekaligus peringatan hari Santri Nasional di Kantor PWNU Kaltim Samarinda, Kamis (26/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi IV Rusman Ya’qub yang mewakili Ketua DPRD Kaltim, Kepala Kesbangpol Sufian Agus yang mewakili Pj Gubernur Kaltim, Ketua MUI Kaltim H.Muhammad Rasyid, dan Ketua PWNU Kaltim Fauzi Bahtar.

Tujuannya gelaran ini, yakni mengajarkan cinta kasih sayang, toleransi, dan kedamaian bagi umat Islam. Acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah dan silahturahmi antar umat. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memberikan bantuan paket sembako kepada 500 anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan.

Rusman Ya’qub dalam sambutannya mengatakan bahwa umat Islam harus bersatu-padu dalam mempertahankan negara dari ancaman luar maupun dalam. Ia mengapresiasi peran PWNU Kaltim yang selalu tampil terdepan dalam mengajak seluruh komponen bangsa untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan membela negara.

“Ancaman dari negara luar boleh dikatakan relatif tidak ada masalah tetap bagi kita warga Indonesia keharusan kewajiban untuk membela negara. Organinasi ini selalu tampil terdepan untuk bagaimana mengajak seluruh komponen bangsa untuk selalu meningkatkan kewaspadaan untuk selalu membela negara maka itu adalah wajib bagi seluruh warga negara untuk mempertahakan negaranya”, ujar Rusman Ya’qub.

Sementara itu, Sufian Agus yang mewakili Pj Gubernur Kaltim mengatakan bahwa ini adalah momen yang sangat spesial untuk merenungkan tentang ajaran-ajaran Rasulullah Muhammad SAW. Ia juga berharap bahwa warga NU Kaltim dapat dewasa dalam menyikapi pesta demokrasi yang akan datang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba.

“InsyaAllah warga Nahdlatul sudah sangat dewasa dalam menyikapi pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap 5 tahunan yang insyaallah warga Nahdlatul Ulama akan dewasa dalam menyikapi semua aliran-aliran politik yang berkembang dalam menghadapi pesta pemilu saya kira warga Nahdlatul pasti tidak akan terprovokasi dengan pihak”, harap Sufian Agus.

Acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan peringatan hari Santri Nasional ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, shalawat badar, ceramah agama, serta penyerahan simbolis bantuan paket sembako kepada kaum yatim piatu dan dhuafa. (adv/dprdkaltim/kn)

Adam Soroti Sulit dan Mahalnya Transportasi, Wisatawan Enggan Melancong ke Berau

0
Anggota DPRD Kaltim, M Adam Sinte

BERAU – Legislator Fraksi PKB – Hanura, M Adam Sinte menyoal harga tiket pesawat ke Berau yang mahal. Dampaknya, wisatawan harus berpikir dua kali untuk mengunjungi Berau yang tersohor dengan keindahan pantai dan lautnya.

Ia mengambil perbandingan harga tiket pesawat ke Bali yang lebih murah ketimbang ke Berau. Praktis, pelancong khususnya dari dalam negeri lebih memilik Bali sebagai destinasi wisatanya.

“Kalau dilihat wisatawan yang datang ke Bali lebih banyak dari pada ke Berau, karena biaya yang mahal sampai ke sini. Kalau ke Bali, hanya dengan biaya Rp 2 juta sudah sampai, tapi ke sini biayanya lebih banyak, sampai Rp 5 juta lebih,” bebernya.

Sama halnya bila melalui jalur darat ke Berau, infrastruktur jalan menuju Berau tidak dalam kondisi mantap. Termasuk fasilitas, sarana dan prasarana penjung disana yang kurang memadai. Bila tidak ada pembenahan, ia khawatir jumlah wisatawan menuju beberapa destinasi wisata yang ada di Berau terus menurun.

“Belum lagi biaya transportasi mahal dan sebagainya, ini akan berpengaruh pada jumlah kedatangan wisatawan ke tempat tersebut,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini lebih lanjut mengatakan, Pemprov Kaltim harus hadir mengatasi persoalan tersebut. Mulai dari perbaikan kondisi jalan, akses dan fasilitas penunjang lainnya. Musabab potensi parawisata yang dimiliki Berau sangat besar untuk memberikan kontribusi Pendapat Asli Daerah (PAD) Kaltim.

“Kalau jalan-jalan sudah mulus, walaupun wisatawan yang datang harus lewat darat, tapi mereka bisa menikmati perjalanan dengan menyenangkan. Yang paling penting adalah kita siapkan rest area untuk beristirahat, itu harus jadi perhatian utama. Jadi mereka bisa singgah di sana, tempatnya juga harus bersih dan nyaman, karena kita sepakat bahwa Kaltim memiliki destinasi wisata andalan bisa di jual,” jelasnya.

Ia menerangkan, bahwa rusaknya sejumlah ruas jalan menuju Berau disebabkan aktivitas kendaraan tambang batu bara dan kelapa sawit. Padahal, sudah ada payung hukum yang jelas mengatur penggunaan jalan umum dan jalan khusus. Sehingga ia meminta ada tindak tegas dari Pemprov Kaltim dan penegakan hukum .

“Tapi memang banyak kendala kita. Saya dapat informasi, jalan-jalan kita, jalan negara, jalan provinsi masih dikuasai truk-truk pengangkut CPO dan batu bara, padahal Perda kita sudah mengharuskan mereka membuat jalan khusus, kecuali crossing jalan tapi itu harus ada izin juga. Ini harus dibenahi,” pungkasnya.(adv/dprdkaltim/kn)

Saga Minta Diskan Berau Kontrol Produksi Ikan di TPI Tanjung Batu

0
Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga

TANJUNG REDEB – Kampung Tanjung Batu akan memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI), maka dari itu Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga mendorong Dinas Perikanan (Diskan) untuk mengontrol produksi ikan di sana.

Dia mengungkapkan, pembangunan TPI tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Pulau Derawan. “Sehingga dengan adanya TPI tersebut, pendaratan ikan sudah terfokus di satu tempat saja,” ungkapnya.

Dibeberkannya, produktivitas ikan di Tanjung Batu tidak terkontrol dengan baik. Pasalnya, para nelayan langsung menjual hasil tangkapannya ke pengepul. “Tentu jika terus dibiarkan, dari segi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak menguntungkan,” tuturnya.

Saga menerangkan, selama ini para pengepul memiliki pos-pos tersendiri. Hal itu, menurutnya membuat Diskan Berau sulit dalam mengontrol produksi ikan. “Karena para nelayan tidak lapor hasil produksinya, melainkan langsung menjualnya ke pengepul,” jelasnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, Diskan Berau harus membuat inovasi untuk mengontrol hasil produksi nelayan di perairan Pulau Derawan dan sekitarnya.

“Karena TPI ini berkontribusi meningkatkan PAD, selain itu juga nelayan terbantu karena hasil tangkap mereka langsung dipasarkan secara luas,” pungkasnya. (ADV/KN)

Hadapi Pemilu 2024, Madri Pani Ingatkan Anggota DPRD Berau Tetap Fokus pada Kepentingan Rakyat

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani

TANJUNG REDEB – Menjelang pesta demokrasi tahun 2024, Ketua DPRD Berau, Madri Pani mendorong anggota dewan tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

Dia menyebut, ada 30 anggota DPRD Berau yang masing-masing memiliki agenda dan kesibukan. Akan tetapi, dinilainya kondisi tersebut bukan menjadi suatu alasan untuk tidak bertanggungjawab sebagai wakil rakyat.

“Tugas dan fungsi DPRD tersebut di antaranya, fungsi legislasi atau pembentukan peraturan daerah, pengawasan, dan anggaran atau budgeting,” ungkapnya.

Menurut Madri, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, tidak akan mengganggu kerja seluruh anggota DPRD Berau. Tetapi banyak penyesuaian di berbagai kegiatan atau pembahasan.

“Tetapi memang akan menjadi lebih sibuk dari sebelumnya. Jadi bukan masalah,” tuturnya.

Madri menyebutkan, tupoksi anggota DPRD sudah jelas. jadi, terkait dengan tahun politik, tentu tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat. jika ada keluhan, dan meminta hearing, tentu akan dilakukan. Begitu juga untuk pembahasan anggaran 2024. Hal ini tidak menjadi penghalang, meskipun musim pemilu.

Diakuinya, anggota DPRD dipilih oleh masyarakat, tentu keinginan masyarakat yang harus diutamakan. Bukan kepentingan pribadi. Terkait dengan masa politik, menurut Madri, bisa dikerjakan, disela-sela kesibukan melayani masyarakat.

“Kenapa tidak bisa, bisa kok. Sama halnya dengan kegiatan reses juga masuk dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (ADV/KN)

Butuh Anggaran Rp 25 Miliar untuk Penyelesaian Dermaga Teluk Sulaiman

0
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris

TANJUNG REDEB – Anggaran sekisar Rp 25 miliar dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan penyelesaian Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk. Diketahui, pengerjaan yang dilanjutkan berupa akses pendekat dari darat ke pelabuhan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris mengaku akan terus mengawal pembangunan dermaga tersebut hingga tuntas. “Untuk jetty, itu sudah terbangun. Jadi tinggal membangun trestel dan tempat bersandar kapal,” ungkapnya.

Dirinya membeberkan, kelanjutan pembangunan Dermaga Teluk Sulaiman merupakan rekomendasi KPK. Sebab, ditengah APBD Berau yang tergolong besar, jangan sampai ada pembangunan yang mangkrak. “Kita akan selesaikan dermaga itu. Karena menjadi rekomendasi KPK untuk diselesaikan. Jangan sampai mangkrak lagi lah,” ucapnya.

Sejak awal dibangun, Dermaga Teluk Sulaiman memang menggunakan Bankeu Provinsi Kaltim. Tahun ini Pemkab Berau juga diungkapkan Waris masih berusaha mengusulkan anggaran dari provinsi. Sayangnya belum dapat kucuran dana untuk menyelesaikan dermaga itu.

Makanya, kata dia, lanjutan pembangunan Dermaga Teluk Sulaiman rencananya bakal dianggarkan pada APBD Murni 2024 mendatang. Apalagi APBD diprediksi akan naik. “Penyelesaian Dermaga Teluk Sulaiman, insyaallah akan dianggarkan pada APBD tahun depan. Karena sudah ada rekomendasi dari KPK juga untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.

Dirinya juga mewanti-wanti agar jangan sampai membuat rencana infrastruktur baru terus tapi bangunan yang lama tidak selesai. Bahkan sampai bertahun-tahun tidak dirampungkan.

“Itu yang menjadi atensi kenapa tidak diselesaikan dulu bangunan lama, kemudian membuat lagi yang baru,” tandasnya. (ADV/KN)