Beranda blog Halaman 115

BPJS Pastikan Hemodialisis Gratis, Kapasitas RS di Kutim Belum Penuh

0

SANGATTA — Layanan cuci darah (hemodialisis) di Kabupaten Kutai Timur dipastikan berjalan optimal dan sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, kapasitas pelayanan yang tersedia saat ini masih longgar dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, menegaskan bahwa warga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah karena fasilitas di Kutim sudah memadai dan sesuai standar pelayanan.

“Cuci darah ditanggung BPJS. Di Kutim sudah tersedia di dua rumah sakit, dan keduanya sudah memenuhi standar serta lolos kredensial untuk melayani pasien JKN,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Foto: Ilustrasi cuci darah. (Istimewa)

Saat ini, layanan hemodialisis tersedia di RSUD Kudungga dan RSUD Meloy. Kedua fasilitas tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan rutin dievaluasi setiap tahun guna menjaga mutu layanan.

Meski layanan sudah berjalan stabil, Herman mengungkapkan kapasitas yang tersedia masih belum terisi penuh. Di RSUD Meloy, masih terdapat sekitar enam slot pasien per hari. Sementara di RSUD Kudungga, kapasitas bahkan lebih besar setelah penambahan alat, dengan potensi tambahan hingga sekitar 10 pasien.

“Kami melihat masih ada slot yang bisa dimanfaatkan. Jangan sampai masyarakat tidak terinformasi, padahal fasilitasnya ada,” katanya.

Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong pasien yang selama ini menjalani cuci darah di luar daerah untuk kembali memanfaatkan layanan di Sangatta.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyediakan fasilitas rumah singgah bagi pasien dari wilayah terpencil. Lokasinya berada di Sangatta Utara, dekat kantor BPJS Kesehatan.

Fasilitas ini memungkinkan pasien untuk beristirahat sebelum dan sesudah tindakan medis, sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh dalam kondisi lelah.

“Kalau pasien dari jauh, bisa memanfaatkan rumah singgah. Jadi tidak perlu bolak-balik dalam kondisi lelah,” jelas Herman.

Selain metode hemodialisis, BPJS Kesehatan juga menanggung layanan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Metode ini memungkinkan pasien melakukan cuci darah secara mandiri di rumah dengan pendampingan tenaga medis.

Peralatan medis untuk CAPD bahkan dapat dikirim langsung dari rumah sakit ke rumah pasien, sehingga memberikan kemudahan bagi penderita yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

“CAPD juga ditanggung BPJS. Pasien bisa melakukan cuci darah sendiri di rumah dengan pendampingan tenaga medis,” pungkasnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Pedagang Terjepit: Bertahan Sepi atau Berjualan di Luar Kena Penertiban

SAMARINDA — Upaya penertiban pedagang di Pasar Pagi Samarinda justru memunculkan dilema di kalangan pelaku usaha. Di satu sisi pemerintah ingin menata ketertiban, namun di sisi lain pedagang mengaku kesulitan bertahan akibat minimnya pembeli di dalam area pasar.

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian pedagang mulai menggeser barang dagangan ke luar kios. Langkah ini dilakukan sebagai strategi bertahan hidup, bukan semata untuk melanggar aturan, melainkan demi menarik perhatian pengunjung yang melintas di area luar.

Salah satu pedagang, H. Iyan Saputra, pemilik Toko Rizquna, mengungkapkan kondisi berjualan di dalam pasar yang semakin sepi. Ia bahkan mengaku dalam kurun waktu satu hingga dua bulan, tidak ada transaksi sama sekali jika hanya mengandalkan kios di dalam.

“Terpaksa kami jualan di luar karena di dalam tidak laku. Kadang sebulan sampai dua bulan tidak ada pembeli,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, berjualan di area terbuka atau di bawah tangga menjadi pilihan terakhir agar tetap mendapatkan pemasukan untuk kebutuhan harian. Ia menyebut, tanpa berjualan di luar, bahkan biaya operasional seperti bensin pun sulit terpenuhi.

“Kalau di dalam tidak dapat uang, buat bayar bensin saja susah. Jadi terpaksa kami keluar dulu supaya ada pemasukan,” keluhnya.

Selain persoalan minim pembeli, pedagang juga menyoroti aspek administrasi. Salah satunya terkait penerbitan Surat Keterangan Tempat Usaha Berbasis (SKTUB) yang disebut belum sepenuhnya tuntas bagi seluruh pedagang.

Meski dalam kondisi sulit, para pedagang mengaku tetap memenuhi kewajiban membayar retribusi harian berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000. Namun, mereka meminta adanya keadilan dalam penerapan aturan, terutama dalam penertiban yang dinilai harus berlaku merata.

“Kalau memang mau ditertibkan, ya semua harus di dalam. Jangan ada yang di luar di samping-samping. Biar pasar rapi seperti di tempat lain,” tegasnya.

Fenomena pedagang yang mulai “meluber” ke luar kios ini terjadi secara bertahap. Awalnya hanya beberapa pedagang, namun kemudian diikuti lainnya setelah melihat adanya potensi pembeli di area luar.

Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan, yakni menurunnya aktivitas ekonomi di dalam pasar. Pedagang berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penertiban fisik, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas jual beli di dalam pasar.

Tanpa solusi menyeluruh, mereka mengaku akan terus berada dalam posisi sulit—bertahan di dalam tanpa pembeli, atau berjualan di luar dengan risiko ditertibkan petugas.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Kenaikan Harga Plastik Capai Rp10 Ribu per Pack, Stok Mulai Langka

0

BONTANG — Harga berbagai jenis plastik di Kota Bontang mengalami lonjakan signifikan pasca perayaan Lebaran 2026. Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga memicu kelangkaan stok di tingkat agen hingga pengecer.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per pack untuk sejumlah produk seperti kantong plastik, gelas plastik, sedotan, hingga plastik sampah.

Salah satu pedagang, Yani, mengungkapkan harga plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per pack kini naik menjadi Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada plastik jenis Polyethylene (PE), yang sebelumnya dijual sekitar Rp25 ribu per pack, kini melonjak hingga Rp55 ribu per pack.

“Kalau untuk jenis thinwall juga ikut naik, sekitar Rp5 ribu per pack-nya. Jadi, semua jenis plastik untuk saat ini mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Tak hanya harga yang naik, ketersediaan barang juga menjadi persoalan. Agen kini membatasi pembelian hanya 2 hingga 3 dus per pedagang, sehingga stok di tingkat pengecer semakin terbatas.

Kondisi ini membuat pedagang harus lebih selektif dalam menjual barang sekaligus mengatur distribusi kepada pembeli. Bahkan, sebagian pedagang mulai membatasi pemberian kantong plastik sebagai upaya menekan biaya.

“Adanya kenaikan harga plastik, kami pun mulai membatasi kantongan bagi pembeli. Ada standarnya di setiap pembelian seperti di atas Rp30 ribu, baru diberikan plastik,” jelasnya.

Dampak lain yang dirasakan adalah menurunnya margin keuntungan pedagang kecil. Kenaikan harga dari distributor tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada konsumen, sehingga pedagang harus menanggung sebagian beban tersebut.

Para pelaku usaha berharap kondisi ini bersifat sementara dan harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat. Mereka khawatir, jika kenaikan berlanjut, usaha kecil yang bergantung pada penggunaan plastik akan semakin tertekan.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Hilang di Sungai, Jasad Warga Sepaku Ditemukan dengan Luka Diduga Terkaman Buaya

0

PENAJAM PASER UTARA — Pencarian terhadap warga Kelurahan Sepaku, Jikram (65), yang sebelumnya dilaporkan hilang, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026).

Informasi penemuan tersebut pertama kali disampaikan warga setempat. “Sudah ditemukan, kondisi MD (meninggal dunia),” ujar Alfian.

Jasad korban ditemukan mengapung di Sungai Sepaku, sekitar 150 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Penajam Paser Utara, Nurlaila, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cepat setelah laporan diterima.

“Tim langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan korban langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.45 Wita. Warga yang sejak pagi menunggu di sekitar jembatan besi bergegas menuju lokasi saat jasad dibawa menggunakan perahu oleh tim pencarian.

Dari hasil pengamatan di lapangan, terdapat sejumlah luka pada tubuh korban, terutama di bagian leher serta pergelangan dan lengan tangan kanan. Luka tersebut menguatkan dugaan bahwa korban diserang buaya saat beraktivitas di pinggir sungai.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban saat itu tengah mengambil air di sekitar kebun karet miliknya yang berada di tepi Sungai Sepaku.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD PPU, DPKP Pos Sepaku, Basarnas, aparat kecamatan dan kelurahan, Polsek Sepaku, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan potensi bahaya di kawasan perairan, khususnya di wilayah yang masih menjadi habitat satwa liar seperti buaya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Intervensi Disdikbud Bontang Berhasil, Anak Putus Sekolah Kembali ke SD

0

BONTANG — Upaya penanganan anak putus sekolah di Kota Bontang menunjukkan hasil positif. Seorang anak di Kelurahan Bontang Lestari dipastikan kembali melanjutkan pendidikan dan akan mulai bersekolah di SD Negeri 007 Bontang Selatan pada Senin (6/4/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa proses pengembalian anak ke dunia pendidikan dilakukan melalui tahapan asesmen yang menyeluruh, tidak sekadar langsung memasukkan anak ke sekolah.

“Yang terpenting bukan hanya kembali sekolah, tapi bagaimana anak ini bisa mengikuti pelajaran dengan nyaman,” ujarnya.

Dalam proses pendampingan, Disdikbud memberikan dua opsi kepada orang tua, yakni pendidikan formal maupun nonformal. Setelah melalui pertimbangan, keluarga memilih jalur pendidikan formal sebagai pilihan utama.

Meski secara usia anak tersebut seharusnya berada di tingkat yang lebih tinggi, pihak Disdikbud memutuskan untuk menempatkannya di kelas III. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi kemampuan akademik dan kesiapan psikologis anak.

“Kalau dipaksakan langsung ke kelas sesuai usia yakni kelas V, dikhawatirkan justru membuat anak tertinggal dan tidak percaya diri,” jelasnya.

Diketahui, anak tersebut sempat berhenti sekolah setelah tidak naik kelas selama dua tahun dan mengalami kesulitan membaca. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kasus ini terungkap setelah Neni Moerniaeni melakukan asesmen langsung, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Disdikbud melalui pendampingan intensif kepada keluarga.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam akses pendidikan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan mental dan kemampuan belajar anak.

Dengan intervensi ini, diharapkan anak dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara bertahap, sekaligus membuka peluang untuk mengejar ketertinggalan akademik.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Tingkatkan Respon Bencana Air, Samarinda Datangkan Kapal Rescue Khusus

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah perairan. Terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menghadirkan satu unit speedboat khusus penyelamatan (rescue) senilai Rp1,69 miliar untuk menunjang operasi di Sungai Mahakam.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Warso, menegaskan bahwa pengadaan armada ini menjadi langkah strategis mengingat karakteristik Sungai Mahakam yang memiliki arus kuat serta aktivitas transportasi air yang cukup padat.

“Ini bukan speedboat penumpang. Dari awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan, termasuk dukungan alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” ujarnya.

Kapal ini menggunakan jenis Rigid Hull Aluminium Boat, berbeda dari speedboat pada umumnya yang berbahan fiber. Material aluminium marine dipilih karena memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap benturan, sehingga dinilai lebih aman untuk operasi di medan sungai yang dinamis.

Dari sisi performa, speedboat ini dilengkapi dua mesin berkekuatan 85 tenaga kuda (HP) yang memungkinkan manuver cepat saat menghadapi arus deras Sungai Mahakam. Kapasitas maksimal tujuh orang juga disesuaikan dengan kebutuhan tim penyelamat di lapangan.

Selain itu, kapal ini dibekali perangkat navigasi modern yang memungkinkan operasi pencarian dan penyelamatan tetap berjalan optimal, bahkan dalam kondisi cuaca buruk atau minim cahaya.

“Material aluminium marine dipilih karena lebih kuat, tahan benturan, dan lebih aman untuk operasi penyelamatan di sungai seperti Mahakam,” jelas Warso.

Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu mempercepat waktu respons (response time) dalam berbagai kejadian darurat di perairan, mulai dari kecelakaan kapal hingga pencarian korban tenggelam.

Tak hanya itu, speedboat ini juga akan dimanfaatkan untuk patroli rutin di kawasan rawan di sepanjang Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat sekaligus titik rawan insiden.

“Harapannya, ini bisa menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Manasik Haji Digelar, Ratusan Calhaj Balikpapan Dapat Pembekalan

0

BALIKPAPAN – Menjelang musim haji 2026, sebanyak 683 calon jemaah haji (calhaj) asal Balikpapan mengikuti rangkaian manasik sebagai bekal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Balikpapan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan para jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji secara utuh.

Kepala Kemenhaj Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, menjelaskan bahwa manasik bertujuan memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari rukun hingga wajib haji.

“Sebanyak 683 calon jemaah haji tercatat mengikuti manasik tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan menyeluruh terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan sesuai tuntunan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan, jemaah tahun ini berasal dari berbagai kelompok usia. Jemaah tertua tercatat berusia 81 tahun, sementara yang termuda berusia 17 tahun. Perbedaan usia tersebut menjadi perhatian dalam pembinaan, khususnya terkait kesiapan fisik dan kesehatan.

“Perbedaan usia ini menjadi perhatian khusus dalam proses pembinaan, terutama terkait kesiapan fisik dan kesehatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Balikpapan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Meski demikian, para jemaah diimbau untuk terus menjaga kondisi kesehatan.

Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi, serta padatnya aktivitas selama puncak ibadah haji, menjadi faktor yang perlu diantisipasi sejak dini.

Selain itu, pihak Kemenhaj juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap pelaksanaan ibadah.

“Harapan kami, seluruh jemaah dapat berangkat dan menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tutup Suharto.

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Pengungkapan Kasus Narkoba di Bontang, Sabu 10 Gram Disita Polisi

0

BONTANG — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika di wilayah Bontang Selatan. Seorang pria berinisial S (34), warga Kelurahan Berbas Pantai, berhasil diamankan pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 18.20 Wita.

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai transaksi narkotika di kawasan Jalan Diponegoro. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit II Satresnarkoba Polres Bontang langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi.

Sekitar pukul 17.40 Wita, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria di area tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan pelaku.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang, Iptu Larto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan indikasi kuat adanya transaksi narkotika.

“Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan percakapan di handphone miliknya yang mengarah pada transaksi narkotika jenis sabu,” ujarnya.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku menyimpan barang bukti di sebuah rumah di Jalan Raden Patah, RT 01, Kelurahan Berbas Pantai. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di lokasi tersebut.

Di sebuah gudang di depan rumah, polisi menemukan satu plastik hitam yang dilakban cokelat. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat tiga bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 10,38 gram, dibungkus tisu putih.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit telepon genggam serta perlengkapan yang diduga digunakan untuk pengemasan narkotika.

Pelaku mengakui seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya. Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Bontang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana narkotika dengan ancaman hukuman berat. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran yang lebih luas.

“Saat ini kami juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Komitmen Kesehatan Kutim Terjaga, Iuran BPJS Lancar Rp9 Miliar

0

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin layanan kesehatan masyarakat. Hingga triwulan pertama 2026, pembayaran iuran BPJS Kesehatan telah direalisasikan sekitar Rp9 miliar tanpa adanya tunggakan.

Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, memastikan seluruh pembayaran berjalan sesuai perencanaan dan tidak ditemukan kendala administratif.

“Pembayaran triwulan pertama kurang lebih Rp9 miliar. Semua sudah sesuai rencana kerja, baik PBPU Pemda maupun bantuan iuran. Data juga tidak ada permasalahan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, kelancaran pembayaran ini tidak lepas dari rekonsiliasi rutin antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah. Selain itu, evaluasi juga dilakukan setiap bulan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan iuran tetap terpenuhi.

“Setiap bulan kami review bersama Dinkes untuk analisa kebutuhan. Jadi tidak ada potensi kekurangan iuran,” tegasnya.

Memasuki triwulan kedua, BPJS Kesehatan bersama Pemda Kutim kembali akan melakukan pembaruan data kepesertaan, termasuk validasi entitas dan perhitungan iuran. Langkah ini bertujuan menjaga akurasi data sekaligus memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan.

Dari sisi kepesertaan, sekitar 88 ribu jiwa di Kutim tercatat ditanggung oleh pemerintah daerah. Selain itu, terdapat sekitar 33 ribu jiwa yang masuk dalam program Jamkesprov dengan pembiayaan dari pemerintah provinsi.

Sementara itu, sekitar 117 ribu jiwa lainnya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Jadi ada tiga skema bantuan, dari Pemda, provinsi, dan pusat. Semua saling mendukung untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Herman.

Tak hanya memastikan iuran berjalan lancar, BPJS Kesehatan juga menjamin kualitas layanan tetap optimal, termasuk layanan hemodialisis atau cuci darah yang sudah tersedia di RSUD Kudungga dan RSUD Meloy.

“Layanan cuci darah sudah dijamin BPJS dan tersedia di dua rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Ribuan Pengunjung IKN Isi Libur Paskah dengan Aksi Tanam Pohon

0

NUSANTARA — Suasana libur panjang Paskah di Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa berbeda. Di tengah kawasan yang terus dibangun, pengunjung tidak hanya datang melihat perkembangan, tetapi juga ikut menanam pohon dan beraktivitas bersama keluarga.

Selama 3–5 April 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 59.676 orang dengan total 14.382 kendaraan yang masuk ke kawasan IKN.

Dalam periode tersebut, Otorita IKN membuka kunjungan masyarakat sekaligus mengajak pengunjung menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN.

Sedikitnya 500 lubang tanam disediakan dengan bibit pohon khas hutan tropis Kalimantan, antara lain balangeran, meranti, bodhi, randu, dan kemiri.

Upaya ini menjadi bagian dari rehabilitasi vegetasi di kawasan IKN, sekaligus memperkuat konsep kota hutan. Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, tanaman tersebut diharapkan tumbuh menjadi lapisan kanopi baru yang mendukung fungsi ekologis, termasuk penyerapan karbon dan pemulihan keanekaragaman hayati.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya menanam di IKN.

“Yang menarik pada program pelayanan kepada masyarakat di liburan Paskah kali ini, kita mengajak pengunjung untuk melakukan penanaman di hutan di sekitar IKN atau di dalam KIPP. Kita ingin membudayakan menanam menjadi salah satu budaya IKN untuk mengembalikan hutan hujan tropis yang menjadi visi IKN sebagai kota hutan,” terangnya.

Sementara itu, komposisi tanaman terdiri 70 persen spesies asli Kalimantan dan 30 persen multi-trees purpose species untuk mendukung fungsi ekologis kawasan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan masyarakat sebagai cara baru mengisi libur panjang. Sejumlah pengunjung datang bersama keluarga dan anak-anak untuk menanam pohon sambil menikmati suasana alam.

Sepin, warga Samboja yang ikut menanam, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan IKN.

“Ini sebagai partisipasi untuk penanaman atau reboisasi dalam mengembangkan hutan tropisnya IKN. Jadi anak-anak kita nanti bisa lihat bahwa bukan bangunan saja yang dibangun, tapi hutannya juga,” katanya. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S