Beranda blog Halaman 1132

Maksimalkan Pontensi Desa, Pemdes Batuah Lakukan Pencatatan Aset Desa

0
Kades Batuah, Abdul Rasyid. (Istimewa)

TENGGARONG– Dalam rangka menggali potensi sumber keuangan agar mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara maksimal. Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, rutin melakukan pencatatan aset desa.

Kepala Desa (Kades) Batuah, Abdul Rasyid, menyadari bahwa pencatatan aset desa sangat penting untuk mengamankan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Banyak aset desa yang belum tercatat dengan baik, dan hal ini berpotensi menghambat pertumbuhan PADes.

“Aset-aset desa yang tidak tercatat dengan baik saat ini bisa menjadi sumber keuangan yang signifikan untuk desa jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perbaikan pencatatan aset adalah langkah penting untuk meningkatkan PADes,” ujarnya, Rabu (8/11/2023).

Selain meningkatkan PADes, pencatatan aset yang baik juga akan membantu dalam perencanaan pembangunan desa. Misalnya, jalan usaha tani yang merupakan salah satu aset desa harus tercatat dengan baik agar pembangunan desa dapat berlanjut.

Rasyid akan membentuk tim percepatan pencatatan aset desa yang terdiri dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun (kadus), dan ketua Rukun Tetangga (RT). Tim ini akan bekerja sama dalam merampungkan pencatatan aset sehingga pemerintah desa dapat mengontrol dan mengelola aset dengan lebih efisien.

“Ketika semua aset tercatat dengan baik, maka kami akan mengintegrasikannya dalam peta desa, dan ini akan memudahkan pengawasan dan pengelolaan aset melalui situs web desa,” tutupnya. (Adv/KN)

Minimalisir Ilegal Fishing di Aliran Sungai, Kelurahan Loa Ipuh Bentuk Pokmaswas

0
Aliran anak sungai di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. (Istimewa)

TENGGARONG– Sebagai upaya meminimalisir ilegal fishing di aliran Sungai Loa Ipuh, Pemerintah Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Bertujuan untuk meminimalisir dan memberantas penangkapan ikan secara ilegal menggunakan jaring dan racun ikan di wilayah Kelurahan Loa Ipuh.

Melalui Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menyebut melalui Pokmaswas yang didukung oleh karang taruna dan warga setempat ini, mereka akan melaksanakan edukasi dan pengawasan terhadap praktik illegal fishing.

“Pengawasan illegal fishing yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir merupakan upaya pelestarian lingkungan di sekitar Sungai Loa Ipuh,” ucap Erri, Rabu (8/11/2023).

Ia juga mengungkapkan bahwa Kelurahan Loa Ipuh berencana menjadikan Sungai Loa Ipuh sebagai lokasi pemancingan dan tujuan wisata. Erri merencanakan bahwa menjelang akhir tahun 2023, wisata pemancingan di aliran sungai tersebut akan mulai beroperasi.

Erri selanjutnya menjelaskan bahwa potensi perikanan di Sungai Loa Ipuh sangat besar karena sungai ini memiliki banyak ikan air tawar. Dengan adanya Pokmaswas dan usaha wisata ini, kelurahan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Termasuk membuka lapangan pekerjaan terutama bagi pemilik perahu yang dapat menyewakan perahunya kepada para pemancing dan wisatawan.

“Kami berusaha agar usaha ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Adv/KN)

Atasi Stunting, Kecamatan Marangkayu Libatkan Perusahaan Swasta

0
Camat Marangkayu, Ambo Dalle. (Istimewa)

TENGGARONG – Serius dalam mengatasi stunting, Kecamatan Marangkayu melibatkan pihak swasta untuk tekan stunting. Camat Marangkayu, Ambo Dalle, mengklaim bahwa kasus stunting di wilayahnya telah mengalami penurunan berkat kolaborasi berbagai pihak.

Ia pun turut mengapresiasi, terhadap langkah positif sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

Kedua perusahaan itu dinilai memiliki program yang positif seperti melakukan pembagian makanan atau asupan bergizi bagi masyarakat. Ia mengakui bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan sektor swasta, seperti perusahaan minyak dan gas (migas) yang berinvestasi di Kecamatan Marangkayu, berdampak pada penurunan stunting.

“Alhamdulillah, masalah stunting di Kecamatan Marangkayu mengalami penurunan,” ungkap Ambo Dalle, Rabu (8/11/2023).

Dukungan yang diberikan mencakup upaya pemenuhan gizi masyarakat Kecamatan Marangkayu, terutama di wilayah operasi mereka setiap bulan. Misalnya PHKT memberikan makanan, seperti telur dan gizi lainnya secara langsung kepada warga. Bantuan tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di kantor kecamatan dan dibawa langsung ke sekolah-sekolah.

Upaya ini terus dilakukan secara rutin oleh perusahaan migas tersebut sesuai arahan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Pengendalian kemiskinan ekstrem juga menjadi perhatian dengan melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Serta berkoordinasi untuk menurunkan angka kemiskinan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang mampu tapi masih masuk data DTKS,” tandasnya. (Adv/KN)

Makam Habib Tunggang Parangan di Anggana Dilakukan Pemugaran

0
Kompleks Makam Habib Hasyim bin Yahya atau dikenal Habib Tunggang Parangan di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. (Istimewa)

TENGGARONG– Kompleks Makam Habib Hasyim bin Yahya atau dikenal Habib Tunggang Parangan di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana akan dilakukan pemugaran. Dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1 miliar.

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan pemugaran makam bertujuan untuk menjadikan Desa Kutai Lama sebagai wisata budaya, religi, hingga wisata sejarah. Mengingat makan Habib Tunggang Parangan kerap dikunjungi para peziarah.

Untuk diketahui, Habib Tunggang Parangan memiliki peranan besar dalam mensyiarkan agama Islam di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kerajaan Kutai di masa pemerintahan Raja Aji Mahkota.

“Kutai Lama itu komplit karena 3 item (wisata religi, sejarah, dan budaya) ada semua,” kata Rendra, Rabu (8/11/2023).

Tujuan pemugaran makam untuk memberikan fasilitas sarana prasarana yang nyaman bagi para masyarakat yang berkunjung. Kompleks di sekitar makam diperindah, tempat parkir kendaraan roda dua dan empat diperluas. Selain itu, juga disediakan masjid untuk tempat beribadah.

Setiap bulannya tidak sepi dari penziarah dari berbagai daerah, baik itu pagi, siang hingga malam hari. Diprediksi dalam setahun ribuan orang yang datang. “Pada hari-hari besar Islam itu pasti ramai, puncaknya waktu haul,” tutupnya. (Adv/KN)

Desa Tanjung Batu Bakal Bangun Gedung Pusban Tahun Depan

0
Kantor Desa Tanjung Batu. (Istimewa)

TENGGARONG– Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, tengah melakukan perencanaan untuk membangun gedung Puskesmas Pembantu (Pusban). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Tanjung Batu, Husniansyah, Rabu (8/11/2023).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Termasuk juga pembangunan pusban merupakan program yang menjadi prioritas Desa Tanjung Batu.

Menurut Husniansyah, pembangunan gedung Pusban ini sangatlah penting. Mengingat sampai saat ini Pusban Desa Tanjung Batu masih menumpang di Sekretariat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjung yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Bangunan lama yang terbuat dari kayu sudah lapuk, itulah sebabnya kami mengajukan pembangunan konstruksi beton di lokasi baru ini,” katanya.

Realisasi pembangunan ini akan menggunakan dana dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kukar. Saat ini, proses persiapan lahan sedang berlangsung di atas lahan seluas 600 meter persegi. Pembangunan fisiknya direncanakan akan dilakukan pada 2024 mendatang.

“Biaya untuk persiapan lahan mencapai sekitar Rp 200 juta,” pungkasnya. (Adv/KN)

Jalan Lingkungan di Desa Tanjung Batu Kini Telah Dilengkapi dengan Lampu Penerangan

0

TENGGARONG – Program Terang Kampongku juga direalisasikan di Desa Tanjung Batu. Di desa yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang ini, program Terang Kampongku direalisasikan dengan melakukan pemasangan penerangan jalan yang menerangi empat RT.

Dengan alokasi anggaran senilai Rp 191 juta, sejumlah ruas jalan di Desa Tanjung Batu diterangi dengan lampu jalan bertenaga surya. Dengan menggunakan energi matahari atau solar cell untuk menerangi jalan desa.

Dengan adanya program ini, dipastikan bahwa jalan yang melintasi empat RT di Desa Tanjung Batu akan menjadi terang. Jalan ini adalah akses utama yang menghubungkan desa tersebut dengan jalan poros di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Proses pengadaan lampu jalan ini sendiri, sejatinya telah diajukan sejak beberapa tahun terakhir. Selama periode tersebut, desa yang merupakan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), belum memiliki penerangan jalan saat malam tiba. Meskipun menjadi pusat pasokan listrik untuk Kukar, Samarinda, dan Balikpapan.

“Harapan kami adalah agar Desa Tanjung Batu, yang merupakan produsen daya listrik, mendapatkan perhatian pemerintah terkait penerangan jalan,” ungkap Kepala Desa Tanjung Batu, Husniansyah.

Husni juga mengungkapkan bahwa dari 90 titik yang diajukan, hanya sekira 15 hingga 20 titik lampu jalan yang terealisasi, dengan dana sebesar Rp 191 juta. Langkah ini dianggap sebagai awal, dan mereka berharap puluhan titik lainnya yang belum dianggarkan dalam APBD Kukar 2023 akan direalisasikan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami menyadari bahwa dana anggaran yang diberikan belum mencukupi untuk menjangkau semua titik,” pungkas Husni. (Adv/KN)

Aset Pemprov Kaltim Belum Terkelola dengan Baik

0
Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono

SAMARINDA – Aset-aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih banyak yang belum terkelola dengan baik.
Seperti Hotel Atlet Sempaja yang dibangun pada tahun 2008 sebagai sarana penunjang PON XVII di Kalimantan Timur.

Hal demikian menjadi sorotan Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. Hotel Atlet yang berlokasi di Komplek Stadion Sempaja yang kini berganti nama menjadi Gelora Kadrie Oening tersebut, saat ini dibiarkan tak difungsikan. Padahal, menurutnya hotel tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“Seyogyanya itu tidak berpikir hanya cuma untuk atlet fasilitas atlet, Pemprov harus pikirkan bahwa pasca ini mau seperti apa.
Jadi ketika ada momentum event-event nasional terkhususnya di Kalimantan Timur itu bisa digunakan,” terangnya kepada media ini, Rabu (8/11/2023).

Sapto menilai bahwa bangunan tersebut sejak awal ditujukan sebagai hotel. Bila kembali dimanfaatkan sebagai hotel kondisinya sudah tidak layak. Dan bila diperuntukan atau dialihfungsikan untuk hal lain maka perombakan harus dilakukan.

“Ini yang menjadi kendala, bahwa ketika kita bicara memanfaatkan itu sudah tidak layak.
Kalau mau dibuat hotel selain peruntukan awalnya, harus merombak mau ndak mau suka ndak suka,” ucapnya.

Pemerintah provinsi berencana untuk memanfaatkan kembali hotel ini sebagai gedung perpustakaan atau tempat usaha kuliner dan UMKM.

Beberapa pihak swasta juga tertarik untuk mengelola hotel ini, seperti Bakrie Group yang menawarkan Rp 38 miliar untuk mengambil alih hotel ini pada tahun 2013. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan pasti tentang nasib hotel ini.

“Nah itu beberapa kali itu ditawarkan oleh pihak ketiga tapi tidak pernah clear juga. Ya enggak pernah tuntas,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah bisa lebih bertanggung jawab dan transparan dalam mengelola aset-aset milik daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengkritisi kinerja pemerintah.

“Kita harus bersama-sama mengawal aset-aset kita. Jangan sampai kita rugi dan menderita karena kelalaian pemerintah. Kita harus tahu hak dan kewajiban kita sebagai warga negara,” pungkasnya.(Adv/DPRDKaltim/KN)

UMKM Kompetitif, Ketua DPRD Kaltim Apresiasi Kecamatan Balikpapan Selatan

0
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi "Menuju UMKM Kompetitif" di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (7/11/2023).(hms)

BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Selatan menggelar sosialisasi dan edukasi “Menuju UMKM Kompetitif” di Aula Kecamatan, Selasa lalu (7/11/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang membuka kegiatan ini mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang penting bagi perekonomian masyarakat. Ia mengapresiasi upaya Kecamatan Balikpapan Selatan dalam mengembangkan potensi UMKM di daerahnya.

“Tanpa dukungan UMKM akan sulit berkembang. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Kecamatan Balikpapan Selatan yang telah mengadakan kegiatan ini. Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kaltim,” ujar Hasanuddin yang akrab disapa Hamas.

Hamas juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah menyediakan berbagai program yang pro terhadap UMKM. Namun, ia mengakui bahwa sosialisasi program-program tersebut masih kurang maksimal.

“Ada banyak program yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), perizinan online, pendampingan, dan pelatihan. Saya berharap pelaku UMKM bisa lebih aktif mencari informasi dan mengikuti program-program tersebut. Ini akan sangat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka,” tutur Hamas.

Politikus Golkar ini juga menekankan bahwa UMKM telah membuktikan ketangguhannya di tengah pandemi Covid-19. Banyak usaha besar yang terpaksa tutup, tetapi UMKM masih bisa bertahan dan bahkan berkembang.

“UMKM adalah penopang perekonomian masyarakat. Di saat pandemi, UMKM mampu beradaptasi dan berinovasi. Ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi yang besar untuk menjadi usaha yang kompetitif. Saya berharap generasi muda juga tertarik untuk terjun ke dunia UMKM,” imbuh Hamas.

Sementara itu, Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim mengatakan bahwa UMKM merupakan solusi dalam menciptakan kemandirian perekonomian berbasis kerakyatan. Ia menilai bahwa UMKM sangat dibutuhkan di wilayahnya yang memiliki jumlah penduduk yang besar dan terus bertambah.

“Kecamatan Balikpapan Selatan ini terdaftar ada 700 ribu lebih jiwa, dan diprediksi akan terus bertambah seiring menjadi daerah yang bertetangga dengan IKN. Ini membuat persaingan usaha semakin ketat. Karena itu, kami mengadakan kegiatan ini untuk memberikan bekal informasi yang diperlukan bagi pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif,” jelas Hakim.

Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Kaltim yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada UMKM di Kecamatan Balikpapan Selatan. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya untuk UMKM saja, tetapi juga untuk sektor-sektor lain seperti pendidikan dan infrastruktur.

“Kami mengapresiasi dukungan pak Ketua DPRD yang telah banyak membantu kami melalui bantuan keuangan provinsi kepada pemerintah kota Balikpapan. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Balikpapan Selatan khususnya dan Kaltim pada umumnya,” pungkas Hakim.(adv/dprdkaltim/kn)

Sekretaritat DPRD Kaltim Diminta Tertib Administrasi

0
Gedung DPRD Kaltim (ist)

SAMARINDA – Kepala Bagian Fasilitasi, Pengawasan dan Penganggaran Sekretariat DPRD Kalimantan Timur, Andrie Asdi, mengimbau seluruh komponen di lingkungannya untuk tertib administrasi.

Menurutnya, tertib administrasi dalam tugas kesekretariatan DPRD, termasuk keuangan maupun penatausahaan lainnya, merupakan bentuk tanggung jawab dan kesiapan menghadapi proses pemeriksaan.

Andrie menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi penting karena dengan kelengkapan dan kerapian dokumen tentunya akan memudahkan proses pemeriksaan.

“Nantinya ketika diaudit tidak terjadi kekeliruan yang tidak diharapkan,” katanya pada awal pekan ini.

Andrie juga menyinggung prinsip tata kelola pemerintahan yang baik yang merupakan suatu konsep yang menekankan pada penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, partisipatif dan responsif terhadap kepentingan rakyat.

Prinsip tersebut yakni transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, kesetaraan dan keadilan, hukum dan supremasi hukum, visi strategis, pengawasan, dan konsensus.

“Konsep ini telah menjadi perhatian banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai salah satu syarat untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya.(adv/dprdkaltim/kn)

Dana Pemprov Kaltim Harus Selesaikan Masalah Pendidikan

0
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim diminta untuk memanfaatkan dana yang dialokasikan ke setiap daerah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Benua Etam. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Hasanuddin mengatakan bahwa pendidikan adalah sektor yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun, ia mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di beberapa daerah di Kaltim yang masih sangat memprihatinkan.

“Ada sekolah yang jumlah guru dan ruang belajarnya sangat kurang, ada yang fasilitasnya tidak memadai, seperti tidak ada laboratorium atau pusat penelitian. Ini harus segera ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dengan bantuan dana dari Pemprov,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar ini juga berharap agar dana yang disalurkan oleh Pemprov Kaltim dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Kaltim.

“Kami mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim yang telah mengalokasikan dana untuk pendidikan, tetapi kami juga mengingatkan agar dana tersebut digunakan secara tepat sasaran dan transparan. Kami akan terus mengawasi dan mengontrol penggunaan dana tersebut agar sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya. (Adv/DprdKaltim/KN)