Beranda blog Halaman 101

APBN Diuji Lonjakan Harga Energi, Ekonom Ingatkan Risiko Defisit Mendekati Batas

0

JAKARTA – Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memiliki daya tahan di tengah lonjakan harga energi global.

Meski demikian, ia memberi catatan bahwa saat ini ruang fiskal Indonesia mulai menghadapi tekanan.

“Resiliensi (APBN) ini sedang diuji sampai ke batasnya. Jika harga minyak bertahan di atas 90 dolar AS per barel dalam jangka panjang, pemerintah harus memilih antara menambah utang (melebarkan defisit) atau menaikkan harga BBM agar APBN tidak ‘jebol’,” kata Rahma kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam hal ini perkembangan defisit anggaran perlu dicermati karena realisasinya cenderung meningkat lebih cepat dari perkiraan awal tahun.

Per Maret 2026, defisit APBN tercatat melonjak sekitar Rp240,1 triliun atau naik 140 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, Rahma memandang pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga defisit tetap dalam batas aman, sejalan dengan target yang ditetapkan.

“Target awal pemerintah 2,68 persen terhadap PDB. Kita sebagai ekonom memperingatkan risiko defisit mendekati batas aman konstitusi di 3,0 persen jika harga minyak tidak segera melandai atau jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM,” ujarnya.

Meski APBN masih menunjukkan ketahanan, Rahma menggarisbawahi perlunya pengelolaan yang hati-hati di tengah ketidakpastian global saat ini.

Dengan dinamika harga energi yang fluktuatif dan tekanan geopolitik yang masih berlangsung, ia menekankan pentingnya respons kebijakan yang adaptif agar stabilitas fiskal tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Menkeu Purbaya masih optimis bisa menjaga di bawah 3 persen, namun mulai muncul wacana mengenai kebutuhan Perppu jika kondisi geopolitik memburuk secara ekstrem untuk memberi ruang fiskal yang lebih lebar,” kata Rahma.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tetap optimistis dapat menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3 persen, atau sekitar 2,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), meskipun harga minyak dunia meningkat.

Menurut dia, asumsi tersebut telah memperhitungkan skenario harga minyak mencapai 100 dolar AS per barel sepanjang tahun.

“Ini sudah kami hitung semua. Nanti bahkan dengan rata-rata (harga minyak dunia) 100 (dolar AS per barel) pun kami sudah kunci defisitnya di bawah 3 persen. Itu sekitar 2,9 persen. Jadi, nggak masalah,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menambahkan, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal yang cukup, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang dapat digunakan dalam kondisi mendesak.

“Kalau kepepet, saya punya SAL. Sekarang naik Rp420 triliun. Bakal kepakai kalau kepepet banget,” katanya.

Selain itu, pemerintah melakukan langkah efisiensi belanja kementerian serta menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat. (ANT/KN)

BGN Jelaskan Penggunaan EO Rp113 Miliar, Bagian dari Transisi Lembaga

0

JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.

Menurutnya, penggunaan EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis, mengingat BGN masih berada dalam tahap awal pembentukan sebagai lembaga baru.

“Sebagai lembaga baru, kami masih dalam fase pembangunan sistem, struktur organisasi, dan tata kelola operasional. Kami belum sepenuhnya memiliki sumber daya internal untuk menangani kegiatan berskala besar,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, program BGN mencakup berbagai kegiatan berskala nasional, seperti sosialisasi, kampanye publik, hingga pelatihan teknis yang membutuhkan dukungan profesional di bidang manajemen acara.

Menurutnya, kehadiran EO membantu memastikan seluruh kegiatan berjalan terstruktur, tepat waktu, serta sesuai standar pelaksanaan.

“EO memiliki keahlian dalam perencanaan, koordinasi, hingga mitigasi risiko. Ini penting agar kegiatan berjalan optimal,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan jasa EO juga dinilai mendukung sistem administrasi yang lebih tertata, sehingga memudahkan proses pengawasan dan audit anggaran.

Dadan menegaskan, peran EO tidak hanya pada aspek teknis acara, tetapi juga sebagai bagian dari strategi komunikasi pemerintah dalam menyampaikan isu gizi kepada masyarakat secara lebih efektif.

“Pesan yang disampaikan bisa lebih menarik dan berdampak luas, sehingga tujuan program tercapai,” katanya.

Ia juga menilai penggunaan EO sebagai solusi sementara selama BGN belum memiliki sumber daya internal yang memadai. Membangun tim sendiri, menurutnya, membutuhkan waktu panjang mulai dari proses rekrutmen hingga pelatihan.

Dengan demikian, keterlibatan pihak ketiga dianggap sebagai langkah realistis agar program tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas.

Meski demikian, BGN memastikan seluruh penggunaan anggaran, termasuk untuk jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga terkait.

“Semua mekanisme pengeluaran mengikuti aturan yang berlaku dan dapat diawasi secara transparan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Lonjakan Pemudik Laut, Penumpang Tembus 2,6 Juta

SAMARINDA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Total pergerakan penumpang mencapai 2,6 juta orang dalam periode H-15 hingga H+15, meningkat 14,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, arus balik menjadi penyumbang terbesar dengan total 1,3 juta penumpang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyebut capaian ini sebagai hasil sinergi berbagai pihak serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini merupakan hasil kerja keras tim dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kenaikan signifikan juga terjadi di sejumlah pelabuhan. Di Tanjung Balai Karimun, jumlah penumpang melonjak hingga 79,83 persen. Sementara itu, aktivitas kendaraan di Pelabuhan Tanjung Wangi meningkat 68,23 persen.

General Manager Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyebut lonjakan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk memperkuat pelayanan, baik dari sisi fasilitas maupun keselamatan penumpang,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari pengguna jasa. Salah satu penumpang, Andi, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Pelayanannya sangat baik dan tertib. Petugas sigap, fasilitas bersih, dan proses naik kapal lebih cepat,” ungkapnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai persiapan yang dilakukan sebelum musim mudik. Pelindo telah membenahi 63 terminal penumpang di seluruh Indonesia, termasuk optimalisasi Pelabuhan Ciwandan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan jalur Merak–Bakauheni.

Dengan capaian tersebut, Pelindo memastikan akan terus meningkatkan standar pelayanan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang di masa mendatang. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Rencana Demo Dibatalkan, Fokus ke Perbaikan Jalan Pemaluan–Maridan

0

NUSANTARA — Rencana aksi damai masyarakat di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dijadwalkan pada Rabu (15/4/2026) resmi ditiadakan. Keputusan ini diambil usai rapat koordinasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dengan pihak Otorita IKN pada 10 April lalu.

Rapat tersebut difasilitasi Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS) dan dihadiri perwakilan dua desa dan dua kelurahan di Kecamatan Sepaku, unsur kecamatan, aparat TNI-Polri, hingga tokoh adat dan masyarakat.

Ketua FKMS, Supian Nur, memastikan keputusan pembatalan aksi tersebut.
“Ditiadakan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Meski aksi dibatalkan, aspirasi masyarakat tetap disuarakan dalam forum tersebut. Koordinator aksi sekaligus Humas FKMS, Dedi Saidi, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak menjadi keluhan utama warga.

“Ini bukan sekadar tuntutan, tapi jeritan masyarakat. Kami tidak minta jalan diaspal, minimal bisa dilalui dengan aman, terutama anak-anak ke sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan ini telah berulang kali disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), namun belum menemukan solusi konkret karena status wilayah yang masuk dalam delineasi IKN.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Telemow, Munip, yang menyebut adanya komitmen awal dari Otorita untuk segera menindaklanjuti perbaikan sementara.

“Dijanjikan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan sementara,” ujarnya.

Dalam hasil rapat, Otorita IKN melalui Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana disebut akan segera menggelar rapat internal guna membahas langkah pemeliharaan jalan utama yang melintasi Kelurahan Pemaluan, Desa Binuang, Desa Telemow, hingga Kelurahan Maridan.

Masyarakat berharap komitmen tersebut tidak berhenti di forum, melainkan segera diwujudkan di lapangan. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak telah berdampak langsung pada aktivitas harian warga, termasuk akses pendidikan dan ekonomi.

Dengan dibatalkannya aksi, FKMS kini menunggu realisasi konkret dari Otorita IKN sebagai bentuk keseriusan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah penyangga IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Akses Siswa Terhambat, Jembatan SMPN 5 Masih Tunggu Respons KIE

0

BONTANG — Kondisi jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang hingga kini masih memprihatinkan. Selain membutuhkan perbaikan, jembatan tersebut juga berstatus pinjam pakai karena berdiri di atas lahan milik perusahaan.

Jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas siswa dan guru itu berada di atas lahan milik PT Kaltim Industrial Estate. Status tersebut membuat Pemerintah Kota Bontang tidak bisa secara langsung melakukan perbaikan.

Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya mengajukan permohonan perbaikan kepada pihak perusahaan. Bahkan, pengajuan tersebut sudah dilakukan sejak 2025.

“Untuk perbaikan sebenarnya kami sudah minta bantuan ke KIE, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga telah mengajukan perpanjangan izin penggunaan jembatan yang hingga kini masih digunakan dengan skema pinjam pakai. Namun, permohonan tersebut juga belum mendapatkan respons.

“Kami sudah ajukan juga permohonan ke KIE, tapi belum dibalas. Sudah cukup lama, bahkan sejak tahun lalu,” katanya.

Meski dalam kondisi terbatas, jembatan tersebut tetap digunakan karena menjadi akses utama menuju lingkungan sekolah.

“Sementara ini masih kami gunakan dulu dengan status pinjam pakai,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari perusahaan agar perbaikan dapat segera dilakukan. Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang untuk mendorong pembangunan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dengan kondisi saat ini, perbaikan jembatan dinilai mendesak guna menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik yang setiap hari melintasi akses tersebut. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Pengeboran Pile Slab Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan Satu Jalur

0

NUSANTARA — Arus lalu lintas di jalur Samboja–Semoi Dua, tepatnya di Km 9,5, akan mengalami perubahan mulai 15 April 2026. Kendaraan hanya diperbolehkan melintas melalui satu jalur secara bergantian di sisi kanan jalan (arah Samboja–Semoi Dua).

Pengaturan ini dilakukan seiring dimulainya pekerjaan pengeboran tiang pondasi struktur pile slab di sisi kiri jalan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi.

Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menyampaikan bahwa selama pekerjaan berlangsung, kendaraan yang melintas dibatasi maksimal berbobot 30 ton dengan lebar kendaraan tidak lebih dari 3,5 meter. Kecepatan kendaraan juga diatur pada kisaran 30 hingga 40 kilometer per jam.

Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di area proyek.

“Diharapkan pengendara dapat saling bergantian melintas dengan tertib agar pekerjaan konstruksi berjalan aman,” ujar perwakilan BBPJN Kaltim.

Dalam tahap ini, pekerjaan meliputi pengeboran pada abutmen arah Semoi sebanyak 4 titik, pengeboran 9 pile head dengan total 18 titik, serta pengeboran abutmen arah Samboja sebanyak 4 titik. Secara keseluruhan terdapat 26 titik bore pile yang akan dikerjakan.

Selain itu, secara simultan juga dilakukan pekerjaan pembesian dan pengecoran pada dua abutmen serta sembilan pile head, yang kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan lantai dan oprit.

Proyek ini ditargetkan dapat mencapai tahap open traffic secara keseluruhan sebelum masa kontrak berakhir pada 27 Juli 2026.

Dengan adanya pengaturan lalu lintas ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Dua Hari Tak Bergerak, Penghuni Kos Ditemukan Tak Bernyawa

0

BONTANG — Warga kawasan perumahan BSD, Bontang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos, Senin (13/4/2025) dini hari.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan kepada pemilik kos, yang kemudian diteruskan kepada Ketua RT setempat. Pengecekan dilakukan sekitar pukul 00.55 WITA.

Salah satu penghuni kos, Ariani, mengaku telah melihat korban dalam posisi tidak bergerak sejak Sabtu (11/4/2025) malam sekitar pukul 21.00 WITA.

“Posisi tangga naik ada di depan jendela kamar beliau, dua hari sudah posisinya tidak berubah, makanya saya laporkan ke pemilik kos,” ujarnya.

Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh kaku dan membiru. Posisi korban terlihat bersandar di atas meja di dalam kamar.

Pemilik kos, Rina, menjelaskan bahwa korban diketahui baru menghuni tempat tersebut sekitar satu minggu. Korban disebut baru datang dari Jakarta dengan tujuan mencari pekerjaan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Proses evakuasi juga telah dilakukan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa yang mengingatkan pentingnya kewaspadaan lingkungan serta kepedulian antarwarga dalam memantau kondisi sekitar. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Kesehatan Mental Remaja Jadi Sorotan, Pemkot Ajak Orang Tua Terlibat

0

BONTANG — Hasil Survei Perilaku Remaja Kota Bontang Tahun 2025 mengungkap kondisi yang perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait kesehatan mental generasi muda.

Temuan tersebut dipaparkan dalam analisis permasalahan remaja yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/4/2026).

Dalam hasil survei, terungkap banyak remaja di Bontang mengalami kecemasan dan ketakutan berlebih. Selain itu, mulai muncul berbagai perilaku berisiko di kalangan pelajar yang berpotensi berdampak pada masa depan mereka jika tidak ditangani sejak dini.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga.

“Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan yang konsisten. Lingkungan keluarga yang harmonis sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka,” ujarnya.

Menurutnya, kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya kecemasan pada remaja.

Selain keluarga, peran sekolah juga dinilai sangat penting. Guru diharapkan mampu mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini serta memberikan pendampingan yang tepat.

Pemerintah Kota Bontang juga mendorong langkah konkret melalui penguatan edukasi kesehatan mental dan reproduksi, serta peningkatan literasi digital guna mengantisipasi dampak negatif media sosial.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap kondisi remaja di lingkungan sekitar. Lingkungan yang aman, terbuka, dan suportif dinilai menjadi kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik fisik maupun mental.

Dengan adanya hasil survei ini, diharapkan kesadaran bersama meningkat agar generasi muda Bontang dapat tumbuh lebih kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (MK)

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Koperasi Desa dan Wisata Disatukan, Strategi Baru Kampung Purwodadi

0

SENDAWAR — Pemerintah Kampung Linggang Purwodadi, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, mengambil langkah strategis dengan memadukan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan pengembangan kawasan wisata desa.

Petinggi Kampung Linggang Purwodadi, Suprianto, mengatakan lokasi pembangunan KDMP sengaja dipilih berdekatan dengan kawasan wisata yang mulai dikembangkan. Tujuannya untuk menciptakan sinergi antara sektor ekonomi dan pariwisata desa.

“Wisata sudah kita mulai garap. Sekarang sudah ada kolam mainan bebek-bebekan, dan kita juga punya enam keramba di lokasi itu,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, kehadiran KDMP di kawasan tersebut diharapkan mampu saling menguatkan. Aktivitas wisata akan menarik pengunjung, sementara koperasi dapat menjadi pusat ekonomi yang menunjang kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

“Gerai KDMP rencananya di situ, supaya dekat keramaian. Orang ke wisata bisa lihat koperasi, yang ke koperasi juga bisa lihat wisata,” jelasnya.

Ia mengakui, secara teknis lokasi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria ideal pembangunan koperasi, terutama dari sisi ketersediaan lahan datar di pinggir jalan. Namun, keterbatasan lahan strategis di kampung membuat pemerintah setempat harus beradaptasi dengan kondisi yang ada.

“Awalnya kami kesulitan mencari lahan, tetapi berkat dukungan masyarakat kami putuskan membangun di kawasan wisata yang sudah mulai dikembangkan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Suprianto menegaskan bahwa KDMP nantinya diharapkan tidak berbenturan dengan usaha masyarakat yang telah ada. Sebaliknya, koperasi harus mampu melengkapi kebutuhan ekonomi desa.

“Harapannya ada usaha yang belum ada di masyarakat, jadi bisa saling menopang. Biar kampung ini lebih lengkap dari sisi ekonomi,” tegasnya.

Sebelumnya, pembangunan KDMP di Purwodadi sempat terkendala karena tidak tersedianya lahan sesuai kriteria awal. Namun pemerintah kampung tetap mendorong realisasi program tersebut dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong kawasan wisata sebagai pusat aktivitas baru yang produktif dan berkelanjutan. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kutai Barat Berduka, Frederick Edwin Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk Rama Asia

0

SENDAWAR — Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menghadiri prosesi ibadah pelepasan almarhum Rama Alexander Asia di Gereja GMAHK Torsina, Samarinda, Minggu (12/4/2026). Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal sebagai pelopor pembangunan Kutai Barat tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Kutai Barat itu menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar almarhum dalam perjalanan sejarah Kabupaten Kutai Barat, khususnya pada masa awal pemekaran daerah.

Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Frederick Edwin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik daerah tersebut.

“Almarhum merupakan sosok yang baik, berdedikasi, dan memiliki pengabdian besar dalam pembangunan daerah. Selama menjabat sebagai Penjabat Bupati Kutai Barat periode 1999–2001 dan Bupati Kutai Barat periode 2001–2006, beliau telah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pionir pembangunan sekaligus pemimpin pertama pilihan rakyat pasca-pemekaran Kutai Barat. Pada masa awal berdirinya daerah, Rama Alexander Asia memiliki peran penting dalam meletakkan fondasi pembangunan serta menentukan arah kebijakan strategis daerah.

Frederick Edwin menegaskan bahwa berbagai program dan langkah pembangunan yang dirintis almarhum menjadi dasar bagi perkembangan Kutai Barat hingga saat ini.

“Dedikasi dan pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah daerah serta menjadi teladan bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan.

Diketahui, almarhum Rama Alexander Asia lahir pada 17 September 1945 dan meninggal dunia pada usia 81 tahun, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 09.00 WITA di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie.

Prosesi ibadah pelepasan turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kutai Barat, Octavianus Jack, jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kepergian Rama Alexander Asia menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kutai Barat, sekaligus meninggalkan jejak panjang dalam pembangunan daerah yang akan terus dikenang. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S