Beranda blog Halaman 1008

Start dari Posisi 13, Pecco Juara GP Indonesia

0

KORANUSANTARA – Memulai start dari posisi 13, siapa menyangka jika podium pertama GP Indonesia di Sirkuit Mandalika menjadi miliki Francesco Bagnaia. Pebalap Ducati itu berhasil jadi yang tercepat pada balapan Minggu, 15 Oktober 2023.

“Tentu ini adalah momen yang luar biasa. Saya cukup kesal setelah kualifikasi dan sprint race. Saya sulit mendapatkan lap cepat dengan ban baru,” kata Bagnaia. “Tapi, hari ini kami mengalami banyak kemajuan. Saat pemanasan, saya sudah merasa lebih baik dan saat balapan saya hanya berusaha tampil maksimal di start,” tuturnya.

Pebalap yang disapa Pecco itu gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua dan harus start dari posisi ke-13. Saat sprint race, Sabtu (14/10), dia hanya finis di posisi delapan. Imbasnya, untuk kali pertama sepanjang musim ini, dia harus merelakan posisi pemuncak klasemen sementara pada Jorge Martin.

Namun, hanya selang sehari, Pecco langsung merebut kembali singgasana klasemen. Itu setelah dia meraih kemenangan keenamnya musim ini di GP Indonesia sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan Pecco dalam lima balapan terakhir.

Kecepatan Bagnaia saat start memang jadi salah satu faktor. Meski memulai balapan dari posisi ke-13, dia mampu menyodok hingga posisi enam di akhir lap pertama. Dia kemudian mampu merebut posisi terdepan dari Maverick Vinales, pebalap Aprilia, sembilan lap jelang balapan usai.

Selain start yang baik, pemilihan ban depan yang sesuai turut menjadi penentu. Bagnaia memilih perpaduan ban depan-belakang hard-medium. Sementara itu, Vinales menggunakan medium-medium dan Jorge Martin soft-medium. ’’Ketika berada di posisi ketiga, saya hanya berusaha mengejar Maverick. Saya harus katakan, ban depan yang keras membantu saya mengerem dengan sangat keras,” ucapnya.

Kemenangan di GP Indonesia sangat penting bagi Bagnaia. Sebab, hasil itu kembali meningkatkan motivasinya dalam perebutan gelar juara dunia. ’’Kami kompetitif lagi. Kami merindukan perasaan ini, jadi bisa menampilkan penampilan seperti ini lagi (juara, Red) sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Jorge Martin mengaku telah berbuat kesalahan. Meski mengawali start dengan baik (menyalip dari posisi enam ke posisi satu), dia akhirnya terjatuh di tikungan lap ke-13. Pasalnya, dia sempat melebar di tikungan 10 dan terpaksa melewati bagian trek yang berdebu. Itu membuat bannya agak licin. ’’Kesalahan saya adalah melaju selebar 1 meter di tanah, kemudian menikung di tikungan berikutnya,” sesal Martin

Meski begitu, perebutan gelar belum berakhir. Martin percaya, dirinya masih bisa memberi perlawanan di balapan selanjutnya. ’’Saya pikir, saya telah tampil luar biasa hingga saat itu (sebelum jatuh, Red). Saya yang tercepat saat ini,’’ paparnya. (*) 

PBG di Berau Terganjal, DPRD Tekankan Pentingnya Kelancaran Proses Perizinan

0

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo menyoroti persoalan sulitnya masyarakat mendapat persetujuan bangunan gedung (PBG).

Dirinya menyebut, pemerintah harus menyelesaikan perizinan dari permohonan yang ada. Sebab, hal itu sebuah keharus. Terlebih proses pembangunan dapat terhambat akibat banyak PBG yang belum terbit.

“Kami banyak mendengar keluhan. Sistem yang digunakan untuk perizinan terlalu kaku. Kalau bisa dipercepat, jangan diperlambat,” tegasnya.

Dia memaparkan, kehadiran Rumah Sehat Baznas (RSB) yang mempunyai manfaat besar bagi masyarakat kurang mampu. Apalagi Rumah Sakit Umum belum mengakomodasi tuntutan kesehatan semua masyarakat.

“Kehadiran RSB ini turut membantu pemerintah dan warga Berau, karena kita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada rumah sakit yang kondisinya kita ketahui bersama itu,” terangnya.

Karena itu, Falen meminta proses perizinan tersebut segera diatasi. Apalagi pembangunannya sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Jika tidak segera ditangani dengan baik, maka pemerintah dianggap kurang mempunyai kepekaan terhadap kesehatan masyarakat kecil.

“Sebab warga kita ini banyak juga yang tidak memiliki BPJS. Sehingga kalau tidak bisa dilayani di RSUD, bisa dilayani di RSB,” imbuhnya.

Politikus Demokrat ini mengungkapkan, anggaran pembangunan RSB untuk kaum duafa juga berasal dari sedekah dan bantuan masyarakat. “Sehingga anggaran yang sudah diperoleh itu perlu dikelola secara baik,” pungkasnya. (ADV/KN)

Hadiri HUT Bankaltimtara, Bupati Edi Minta Optimalkan Sosialisasi Produk ke Masyarakat

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damasyah, turut menghadiri syukuran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bankaltimtara yang ke-58. Kegiatan ini terfokus di Gedung Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Senin (16/10/23).

Dalam kesempatan ini, Edi turut menyampaikan harapannya untuk Bankaltimtara di usia yang menginjak 58 tahun ini. Ia berharap agar Bankaltimtara meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dan nasabah. “Saya mengucapkan selamat ulang tahun Bankaltimtara ke-58. Harapan kami jajaran Bankaltimtara khususnya di cabang Kukar agar lebih konsen lagi kepada produk layanan, untuk penguatan UMKM dan UKM. Pelayanan Bankaltimtara sejauh ini sudah baik, cuma perlu ditingkatkan,” terangnya.

Edi menekankan, bahwa sektor perbankan ini sangat erat kaitannya dengan para pelaku UMKM di Kukar. Tentunya banyak produk Bankaltimtara ini yang sudah ditetapkan, tapi belum bisa diakses oleh masyarakat. Karena keterbatasan informasi yang disampaikan, sosialisasi yang disampaikan. Apalagi secara geografis, wilayah Kukar sangatlah luas dan memiliki jarak antar wilayah yang cukup jauh.

Oleh karenanya, Edi berpesan agar pihak manajemen Bankaltimtara dapat menemukan konsep tersendiri. Dalam menyampaikan layanan produk yang tersedia di Bankaltimtara untuk masyarakat.

“Saya berharap tingkatkan kinerja, tingkatkan layanan. Bankaltimtara ini adalah miliknya pemerintah daerah yang ada di Kaltim termasuk kami di Kukar. Tentunya ini akan menjadi leader paling terdepan untuk menggerakkan ekonomi mikro kecil yang ada di Kukar,” tutupnya. (adv/kn)

Plt Kepala Bappeda Kukar, Dorong Seluruh OPD Percepat Realisasi Kegiatan

TENGGARONG – Tiga bulan jelang berakhirnya tahun 2023, Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar), Syarifah Vanesa Vilna, dorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar lakukan percepatan realisasi kegiatan.

Bukan tanpa alasan, dorongan ini dilakukan mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kukar pada tahun ini terbilang sangat besar. Yaitu menembus angka Rp 11,8 triliun.

Tentunya dengan waktu kerja yang semakin mepet, seluruh OPD harus sesegera mungkin melakukan realisasi anggaran. “Itu harus selesai semua pada akhir tahun ini,” ujarnya, Sabtu (14/10/2023).

Tak lupa, ia juga mengimbau kepada seluruh OPD di Kukar, agar setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Tapi juga harus membawa dampak dan manfaat bagi masyarakat. “Karena uang satu rupiah itu dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” tambahnya.

Vilna mengatakan, akan ada sederet dampak buruk yang ditimbulkan apabila anggaran yang dimiliki oleh Kukar, tidak dapat diserap dengan baik. Yakni bakal menimbulkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), yang tentunya akan mempengaruhi nilai realisasi kinerja Pemkab Kukar. (Adv/KN)

Bakal Ada Pabrik Pakan Ikan di Kecamatan Loa Kulu

TENGGARONG – Tingginya potensi sektor perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk segera membangun pabrik pakan ikan. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, pabrik pakan ikan ini rencananya akan dibangun di kawasan Kecamatan Loa Kulu.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindag Kukar, Arbani, mengatakan rencana pembangunan pabrik tersebut dilakukan untuk menekan harga pakan ikan yang kerap naik di pasaran.

Sementara banyak masyarakat Kukar yang hidup dari sektor perikanan, khususnya budidaya ikan. “Loa Kulu kita pilih karena wilayahnya strategis untuk mendistribusikan pakan,” katanya, Sabtu (14/10/2023).

Ditambah lagi, wilayah Kecamatan Loa Kulu juga menjadi salah satu kawasan budidaya ikan yang cukup besar di Kukar. Selain itu, secara geografis letak Kecamatan Loa Kulu juga sangat strategis dan berdekatan dengan beberapa kota besar di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Jadi memang perlu kita punya pabrik pakan, karena pembudidaya ikan banyak di Kukar. Termasuk di Loa Kulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang dan wilayah hulu,” tambahnya.

Keberadaan pabrik pakan ikan di Kukar ini, diharap mampu membawa kesejahteraan bagi para pelaku budidaya ikan di Kukar. Juga dapat memudahkan petani mendapatkan pakan ikan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Semoga dengan adanya pabrik mudah-mudahan kita bisa menyaingi pakan ikan yang ada di pasaran,” pungkasnya. (Adv/KN)

Dispora Kukar Gelar Lomba Lari Maraton Tingkat Nasional Diakhir Tahun

TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya memberikan ruang bagi para atlet di Kukar untuk unjuk gigi. Setelah berbagai perlombaan dilakukan sepanjang tahun, kini Dispora Kukar berencana menggelar kejuaraan lomba lari maraton 10 kilometer (10K) tingkat nasional.

Perlombaan ini akan diselenggarakan berbarengan dengan festival musik, yang akan dimeriahkan sederet artis top nasional. Hal itu dikatakan Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Sabtu (14/10/2023).

Dalam merealisasikan kegiatan ini, Ali menjelaskan pihaknya akan berkerjasama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kukar. Untuk menyiapkan segala macam persiapan kegiatan tersebut hingga terselenggara dengan sukses.

“Kita juga akan mengundang OPD terkait untuk mempersiapkan pelaksanaannya,”ujarnya.

Lomba lari maraton tingkat nasional ini ditargetkan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta, yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Rencananya, lomba lari maraton ini akan dilangsungkan di Tenggarong, tepatnya di sepanjang Jalan KH Akhmad Mukhsin.

“Kita berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh banyak pelari nasional dari berbagai wilayah. Serta ini bisa menjadi brand sendiri bagi Kukar,” tandasnya. (Adv/KN)

Pengembangan Kawasan Pertanian, Jadikan Desa Tanjung Batu Sebagai Desa Mandiri

TENGGARONG– Desa Tanjung Batu yang berada di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang, menjadi salah satu dari 24 desa mandiri di Kutai Kartanegara (Kukar). Pencapaian ini berhasil diraih setelah Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Batu menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan desa.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemdes Tanjung Batu lakukan, ialah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa. Mulai dari pelatihan kewirausahaan dan pengembangan ketahanan pangan.

Kepala Desa Tanjung Batu, Husniansyah, mengaku bahwa pihaknya juga sangat terbantu oleh program Kukar Idaman. Untuk membantu mengatasi persoalan dalam pengembangan desa. “Selain itu, infrastruktur desa, seperti konektivitas jalan, juga telah ditingkatkan,” ungkapnya, Sabtu (14/10/2023).

Husniansyah menegaskan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur. Terutama dalam meningkatkan aksesibilitas jalan yang dapat mendukung potensi wisata di Desa Tanjung Batu.

Apalagi, Desa Tanjung Batu juga telah ditetapkan sebagai lokus pengembangan kawasan cadangan pangan strategis nasional. Pengembangan kawasan cadangan pangan strategis nasional di Desa Tanjung Batu tersebut dikelola langsung oleh masyarakat.

Dengan berkolaborasi bersama TNI melalui Kodim 0906/Kukar, Pemkab Kukar, Pemdes Tanjung Batu, serta dukungan dari pelaku dunia usaha di Tenggarong Seberang. Untuk memaksimalkan potensi pertanian di desa tersebut, setidaknya ada 460 hektare yang menjadi kawasan pengembangan cadangan pangan nasional.

Ratusan hektare lahan tersebut tak hanya menjadi persawahan padi. Ada pula tanaman hortikultura seperti jahe, cabai dan juga budidaya perikanan di kawasan tersebut. (Adv/KN)

Peri Kombong Dorong Seminar Pelatihan untuk Tenaga Kesehatan Berau

0

TANJUNG REDEB – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan dinilai penting Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong.

Dia menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus lebih maksimal dalam menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan. “Tenaga kesehatan saat ini masih kurang, maka perlu gebrakan. Pelatihan harus dimaksimalkan, agar SDM di bidang kesehatan meningkat,” katanya.

Dirinya menyebut, keilmuan kesehatan setiap tahunnya ada perubahan atau penemuan terbaru. Dengan menggiatkan seminar atau pelatihan, tentu memberikan pembaharuan wawasan dan meningkatkan SDM yang ada.

Selain itu, akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat juga mendorong Kabupaten Berau lebih maju lagi. “Dilihat dari kondisi saat ini, masih terdapat kekurangan. Belum lagi, SDM kurang mumpuni. Maka, peningkatan kualitas SDM sangat perlu dilakukan,” jelasnya.

Usulan seminar pelatihan, didorong Peri bukan tanpa alasan, sebab berdasarkan dari banyaknya fasilitas kesehatan di Bumi Batiwakkal, belum mampu memberikan pelayanan maksimal. Sehingga, para pasien terpaksa harus dirujuk.

“Ini sedikit dikit rujuk, artinya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) masih banyak SDM yang belum mumpuni,” bebernya.

Politikus Gerindra ini berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih akan kurangnya SDM di Kabupaten Berau.

Terlebih, kesehatan merupakan faktor utama penggerak kemajuan suatu daerah. “Suatu daerah akan maju jika SDM-nya bagus. Kalau hanya mengandalkan sumber alam, pastinya akan habis nantinya. Maka, perlu sektor lain untuk menunjang Kabupaten Berau,” tandasnya. (ADV/KN)

Komisi I DPRD Berau Dorong BUMD Sumbang Lebih Banyak untuk PAD

0

TANJUNG REDEB – Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta legislatif untuk berkontribusi. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Ratna Kalalembang menuturkan, PAD dari BUMD belum menyentuh angka 10 persen dari jumlah APBD.

“Jadi hal itu perlu ditingkatkan, kontribusi BUMD untuk menyumbang PAD masih rendah,” katanya.

Diketahui, Berau memiliki tiga BUMD, yakni PT Indo Pusaka Berau (IPB), Perumda Batiwakkal, dan juga PT Hutan Sanggam. “Ketiga perusahaan tersebut belum diketahui secara jelas berapa sumbangannya terhadap PAD,” jelasnya.

Untuk itu, Politisi Partai Golkar tersebut mendorong perusahaan yang dinaungi BUMD untuk turut kontribusi dan berperan aktif dalam peningkatan PAD Kabupaten Berau.

“Jadi saya dorong kepada BUMD untuk saling kontribusi demi kemajuan pembangunan Daerah kita,” bebernya.

Di sisi lain, Ratna juga meminta untuk OPD bisa berinovasi dalam mengembangkan PAD. Termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. Pasalnya pariwisata Berau digadang-gadang menjadi sumber pengganti batu bara yang selama ini masih bercokol di posisi pertama sebagai penyumbang PAD terbesar yakni 64 persen.

“Masuknya IKN ini dan Berau dianugerahi wisata yang indah. Harusnya bisa menjadi momen kebangkitan,” tuturnya.

Ia juga meminta Disbudpar agar tidak selalu merengek soal minimnya anggaran. Namun harus bisa memberi inovasi agar mendapatkan bantuan anggaran dari provinsi maupun pusat.

“Harus bisa inovasi. Jangan selalu bersandar pada minim anggaran,” ucapnya.

Inovasi dalam pembangunan pariwisata perlu gencar dilakukan. Begitu juga untuk sosialisasi. Event yang masuk dalam kalender pariwisata perlu dibenahi. Dan ditambah inovasinya. Agar masyarakat bisa juga menikmati.

“Banyak yang harus dibenahi. Saya harap OPD lainnya juga turut memberikan kontribusi untuk PAD,” pungkasnya. (ADV/KN)

Pemdes Batuah Studi Tiru ke Desa Cibiru Wetan di Bandung

TENGGARONG–Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu prioritas untuk ditingkatkan kapasitasnya oleh Pemerintah Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan, baru-baru ini telah dilakukan orientasi lapangan secara langsung ke Desa Cibiru Wetan, Bandung.

Selain memiliki karakteristik yang sama, Desa Cibiru Wetan berhasil menjadi nomor satu di tingkat nasional sebagai nominator desa antikorupsi. Sehingga, desa tersebut menjadi rujukan untuk studi tiru dan ilmunya dapat diterapkan oleh perangkat Desa Batuah.

“Kalau ada program yang bagus dan sesuai karakteristik di Desa Batuah, tentu bisa kita tiru. Sehingga, program yang kita laksanakan bisa lebih baik,” kata Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid.

Tak hanya melakukan orientasi lapangan di Desa Cibiru Wetan, hal konkret pun turut dikerjakan oleh pihaknya. Salah satunya, melakukan rapat khusus untuk meninjau kembali hasil dari kunjungan tersebut. Termasuk melihat apa saja yang bisa diterapkan di Desa Batuah.

Keberangkatan rombongan yang terdiri dari perwakilan Kecamatan Loa Janan, ketua TP PKK Desa Batuah, ketua BPD Desa Batuah, anggota DPRD Kukar dan perangkat desa lainnya diharapkan mampu memberikan warna baru untuk kemajuan Desa Batuah. “Kalau kita tidak bisa lebih baik dari Desa Cibiru Wetan, minimal kita bisa mengikuti jejaknya,” tutupnya. (KN/ADV)