Senin, April 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Festival Ramadan Tenggarong: Meriahkan Bulan Suci dengan Event dan Kuliner, Dorong Ekonomi Lokal

TENGGARONG – Dalam semangat menyambut bulan Ramadan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mempersembahkan Festival Ramadan yang akan menyajikan sejumlah rangkaian event istimewa. Festival ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, berfokus di Halaman Parkir Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Triyatma, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pengelola Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong untuk menjalankan program ini. “Festival Ramadan akan dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret hingga 10 April,” ungkap Triyatma.

Beberapa kegiatan yang akan dihadirkan dalam festival ini melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk lomba anak soleh. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau keaktifan anak-anak Tenggarong dalam menjalankan ibadah Ramadan, seperti Salat 5 Waktu hingga Salat Tarawih. Triyatma menjelaskan bahwa catatan keaktifan akan dibuat, dan imam yang paling rajin akan meraih hadiah.

Festival ini akan menampilkan dua panggung utama, yaitu di Halaman Parkir Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong dan di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Melayu. “Panggung di Jalan Panjaitan akan digunakan untuk acara sore hari, sementara panggung utama di depan Masjid Agung akan menjadi pusat kegiatan malam hari,” tambahnya.

Sebagaimana tradisi, Festival Ramadan juga akan melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menempatkan stan-stan kuliner di sekitar area festival. “Para pedagang jajanan dari Jalan S Parman dan Panjaitan akan berkumpul di sana, menciptakan pusat kuliner yang mencakup gate masuk dan gerbang di sepanjang Jalan Pandjaitan,” jelas Triyatma.

Festival Ramadan tidak hanya menjadi ajang kuliner khas Kukar, melainkan juga menjadi sarana syiar Islam. Triyatma menekankan bahwa ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. “Festival ini tidak hanya mempromosikan budaya, tetapi juga menjadi festival keagamaan yang memberdayakan masyarakat. Dengan adanya festival, masyarakat dapat meningkatkan penghasilan mereka melalui penjualan, memberikan dorongan ekonomi bagi mereka,” tutupnya.(adv)

Pewarta : Hanafi
Editor :

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular