
BERAU – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang mulai menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di tingkat SMP.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Ia menilai, pengenalan bahasa dan budaya lokal sejak dini sangat penting untuk membangun identitas generasi muda.
“Ini langkah yang baik untuk menjaga warisan budaya kita. Anak-anak perlu mengenal bahasa daerahnya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Namun demikian, Frans mengingatkan agar penerapan program ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia menekankan pentingnya kesiapan tenaga pengajar serta penyusunan materi ajar yang terstruktur agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.
“Jangan sampai hanya formalitas. Harus dipastikan guru yang mengajar benar-benar memahami Bahasa Banua dan metode pengajarannya juga jelas,” tegasnya.
Ia juga mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan atau pembekalan kepada para guru yang akan mengampu mata pelajaran tersebut. Menurutnya, hal ini penting agar kualitas pembelajaran tetap terjaga di seluruh sekolah.
Selain itu, Frans menilai muatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga budaya seperti kuliner, seni, dan tradisi, merupakan nilai tambah yang dapat memperkaya wawasan siswa.
“Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi pelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa,” katanya.
Frans berharap, program ini dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan, serta benar-benar memberikan dampak dalam pelestarian budaya lokal di Kabupaten Berau. (adv)


