Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

13 Prajurit TNI AD yang Terlibat Penyiksaan Anggota KKB Kini Ditahan dan Ditetapkan sebagai Tersangka

JAKARTA – TNI AD masih menyelidiki kasus dugaan penyiksaan kepada anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Definus Kogoya oleh TNI AD. Sejauh ini, Puspomad telah menemukan keterlibatan 13 prajurit dari Yonif 300 Raider/Brawijaya Kodam III/Siliwangi.

“Saat ini masih terus bekerja dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 42 orang prajurit TNI. Dan dari 42 prajurit tadi sudah ditemukan indikasi 13 prajurit yang benar-benar melakukan tindakan kekerasan,” kata Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi di Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).

“Kemudian ke-13 orang ini nanti akan ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya.

TNI AD juga telah memerintahkan penahanan kepada 13 prajurit tersebut. Pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat.

“Pangdam Cenderawasih sendiri sudah mengeluarkan surat perintah penahanan sementara dan nanti oknum prajurit TNI dari 300/Raider sendiri ini akan akan ditahan di fasilitas tahanan militer maksimum security yang ada di Pomdam III/Siliwangi,” pungkas Kristomei.

Sebelumnya, Amnesty International Indonesia memastikan bahwa orang dalam video yang viral disiksa adalah Orang Asli Papua (AOP). Dalam video itu, korban dalam keadaan kedua tangan diikat dari belakang, pria itu dimasukkan ke dalam drum warna biru berisi air yang memerah karena darah.

Kepala korban berulang kali dipukuli dan ditendangi secara kejam oleh para pelaku yang bertubuh tegap, berkaos dan berambut cepak, dan salah satunya memakai kaos hijau bertuliskan angka 300.

Para penyiksa yang memukuli dan menendangi korban secara bergantian juga terdengar mengatakan ujaran kasar seperti, “Angkat muka, angkat muka, angkat muka, anjing, bangsat!” Kemudian seorang lagi berkata kepada rekannya yang sedang memukul korban, “Gantian, gantian, sabar dulu.” Ada juga yang berkata, “Jangan main tangan”. (JP/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular