Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tok! Pemerintah Resmi Impor Gula 5,4 Juta Ton

JAKARTA – Pemerintah mengetok kuota impor gula untuk 2024 mencapai 5,4 juta ton dalam rapat terbatas kementerian terkait dengan Kemenko Perekonomian.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) sesuai dengan neraca komoditas, alokasi impor 2024 untuk gula konsumsi sebanyak 708.609 ton (setara gula kristal putih/GKP) dan gula pemenuhan bahan baku industri atau bahan baku gula rafinasi sebanyak 4,77 juta ton.

“(Kuota impor gula) kemarin diputuskan sudah dari Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto). Gula rafinasi itu ada di surat Pak Menko berdasarkan ratas, gula konsumsi itu kira-kira 700.000 ton,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam acara Laporan Capaian Kinerja Kemendag 2023 dan Outlook 2024 di Kantor Kemendag pada Kamis (4/1/2024).

Sebelumnya Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso, menyebut angka 700.000 ton bakal kuota impor gula konsumsi tersebut, lanjut Budi turun dari impor tahun sebelumnya yang sebelumnya yang dijatah sekitar 900.000 ton. Selain itu, realisasi impor gula konsumsi pada 2023 baru sekitar 56 persen.

Kendati demikian, Budi memastikan kuota impor yang telah tercantum dalam neraca komoditas tersebut masih dapat dievaluasi per tiga bulan, untuk menyesuaikan kebutuhan dalam negeri.

“(Kuota impor gula) mau ditambah atau dikurangi bisa, jadi nggak harus langsung sekian ribu. Bisa dikurangi, ditambahkan, misalkan perlu tambah kuota yang ditambah,” kata Budi usai acara Laporan Capaian Kinerja Kemendag 2023 dan Outlook 2024 di Kantor Kemendag pada Kamis (4/1/2024).

Senada dengan Budi, sebelumnya Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika mengatakan neraca perdagangan akan dievaluasi dan kuota impor yang tercantum di dalamnya masih dapat disesuaikan.

“Usulan kebutuhan industri untuk bahan baku, nah itu benar-benar dihitung berapa kebutuhan produksinya, sehingga gula yang dibutuhkan segitu, kan gitu, dan itu biasanya habis, kecuali kalau kurang kita nambahin. Kita melakukan, karena ada neraca komoditas perubahan namanya, jadi nanti di tengah jalan ada kekurangan, kita tambahkan,” tutur Putu.

Meski begitu, Putu menyebut impor gula industri turun menjadi 3,45 juta ton tahun ini. (Kum/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular