BONTANG – Masyarakat Bontang yang membutuhkan pemeriksaan dokter spesialis maupun penanganan penyakit tertentu diharapkan tidak lagi kesulitan mencari informasi layanan kesehatan. RSUD Taman Husada Bontang terus memperluas sosialisasi mengenai jenis pelayanan, ketersediaan dokter, hingga fasilitas medis yang dapat dimanfaatkan pasien sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mengenal pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah sendiri, sekaligus memahami prosedur pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan medis.
Kepala Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Romy Rizka, mengatakan penyebarluasan informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Menurutnya, masih diperlukan edukasi agar masyarakat mengetahui jenis pemeriksaan dan penanganan yang tersedia di rumah sakit, termasuk pelayanan dokter spesialis dan fasilitas penunjang medis.
“Dengan informasi yang memadai, pasien dapat mengetahui layanan yang sesuai dengan kebutuhan, serta berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan langkah penanganan,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Romy menjelaskan, pengenalan layanan tidak hanya bertujuan memberikan informasi mengenai fasilitas rumah sakit, tetapi juga membantu masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan medis sebelum menjalani tindakan tertentu.
Pasalnya, setiap penyakit memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, jenis pemeriksaan maupun terapi harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan hasil penilaian dokter.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa tidak semua keluhan kesehatan membutuhkan pemeriksaan atau tindakan medis yang sama.
“Terutama dalam kondisi kegawatdaruratan, masyarakat diimbau tidak menunda mencari pertolongan medis. Salah satunya ketika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin,” jelasnya.
Gejala serangan jantung dapat berupa nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, hingga nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, atau rahang.
Apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis melalui instalasi gawat darurat (IGD), bukan menunggu jadwal pelayanan poliklinik.
RSUD Taman Husada Bontang sendiri menyediakan pelayanan IGD selama 24 jam, termasuk pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Sementara untuk pemeriksaan yang tidak bersifat darurat, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan poliklinik sesuai jadwal dokter dan prosedur pendaftaran yang berlaku.
Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD Taman Husada juga mengembangkan sejumlah layanan medis untuk memperluas akses pemeriksaan dan penanganan penyakit.
Di antaranya layanan urologi yang menangani gangguan saluran kemih, serta endoskopi yang digunakan untuk membantu pemeriksaan kondisi organ atau saluran tertentu di dalam tubuh.
Manajemen rumah sakit sebelumnya menyampaikan bahwa kedua layanan tersebut telah tersedia dan dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis serta ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, RSUD Taman Husada memiliki Laboratorium Patologi Anatomi yang membantu dokter memastikan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan sel dan jaringan tubuh.
Pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi berbagai kelainan jaringan, termasuk membedakan tumor jinak dan ganas berdasarkan hasil pemeriksaan sampel.
Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Taman Husada mulai beroperasi sejak awal 2023 dan menjadi salah satu fasilitas penunjang diagnostik yang tersedia di Bontang.
Rumah sakit juga menyediakan pelayanan rehabilitasi medik bagi pasien yang mengalami gangguan fungsi tubuh akibat penyakit atau cedera, termasuk pasien pascastroke yang membutuhkan terapi pemulihan.
Namun, akses terhadap layanan tersebut tetap memerlukan pemeriksaan dokter dan mengikuti prosedur rujukan sesuai kondisi medis pasien.
Dengan semakin beragamnya jenis pelayanan, RSUD Taman Husada berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan fasilitas kesehatan yang akan dituju.
Hal tersebut menjadi penting mengingat aktivitas pelayanan rumah sakit cukup tinggi. Berdasarkan keterangan manajemen sebelumnya, jumlah pasien rawat jalan mencapai sekitar 400 hingga 500 orang setiap hari.
Karena itu, masyarakat juga diimbau memperhatikan jadwal praktik dokter, prosedur pendaftaran, serta ketentuan pelayanan yang berlaku agar proses pemeriksaan berjalan lebih tertib.
Romy menegaskan, informasi mengenai fasilitas dan jenis layanan kesehatan perlu terus disampaikan agar masyarakat mengetahui pilihan pemeriksaan yang tersedia.
Meski demikian, keputusan mengenai tindakan medis tetap harus berdasarkan pemeriksaan dokter, indikasi klinis, serta kondisi kesehatan masing-masing pasien. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



