Semua Puskesmas di Kukar Siaga 24 Jam, Bangun Sistem Kesehatan Responsif Hingga Tingkat Desa

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan keseriusannya membangun sistem kesehatan yang responsif dan inklusif, melalui layanan puskesmas 24 jam di seluruh wilayah. Program ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi langkah konkret menghadirkan layanan darurat medis yang benar-benar menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

Sejak awal 2025, seluruh 32 puskesmas di Kukar kini beroperasi penuh selama 24 jam melalui Unit Gawat Darurat (UGD). Setiap fasilitas kesehatan dipastikan mampu menangani kondisi darurat tanpa harus menunggu jam kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan daerah. Fokusnya adalah memperkuat fungsi layanan primer agar masyarakat tidak perlu langsung ke rumah sakit untuk penanganan awal.

“Alhamdulillah, untuk 32 puskesmas di Kutai Kartanegara sudah menjalankan layanan UGD 24 jam,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (8/10/2025).

Ia menjelaskan, layanan UGD 24 jam bukan sekadar memperpanjang jam kerja, melainkan untuk memastikan penanganan cepat bagi pasien gawat darurat di setiap kecamatan. Dengan begitu, waktu penanganan dapat ditekan, dan risiko fatalitas medis dapat diminimalkan.

“UGD 24 jam bukan berarti memindahkan pelayanan pagi ke sore agar tidak antre. Fokusnya tetap pada penanganan kasus gawat darurat,” jelasnya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan BPJS Kesehatan yang menetapkan 144 jenis diagnosa wajib diselesaikan di tingkat puskesmas. Masyarakat kini tidak lagi perlu khawatir akan penolakan klaim karena alur rujukan yang tidak sesuai.

“Karena itu, puskesmas dibuka selama 24 jam untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan gawat darurat tanpa harus langsung ke rumah sakit,” tuturnya.

Kusnandar menyebutkan, kehadiran layanan gawat darurat 24 jam di puskesmas menjadi bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang jauh dari rumah sakit. Puskesmas kini berperan sebagai benteng pertama sistem kesehatan Kukar.

READ  Bukan Tersesat, Tim Wamapala Unikarta Ubah Jalur Turun Gunung Beratus karena Kendala Medan

Untuk mendukung program tersebut, sejumlah puskesmas seperti di Kecamatan Tenggarong telah menyiagakan dokter 24 jam penuh. Sementara di puskesmas dengan keterbatasan tenaga, diterapkan sistem on call agar pelayanan tetap berjalan tanpa henti.

Perawat dan bidan pun disiagakan secara bergiliran untuk memastikan setiap pasien yang datang mendapat tindakan segera sesuai standar medis. Sistem rotasi dan stand by diterapkan agar tenaga kesehatan tidak kelelahan dan kualitas pelayanan tetap terjaga. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img