Beranda blog Halaman 967

Coldplay Ajak Penggemarnya Dukung Kebebasan Palestina

KORANUSANTARA – Konser Music of the Spheres World Tour akhirnya tiba di Indonesia. Ya, Coldplay akan manggung di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, Rabu, 15 November 2023. Berdasar jadwal yang dirilis PK Entertainment selaku promotor, Coldplay tampil pada pukul 21.00. Rencananya, Chris Martin cs perform selama dua jam dengan membawakan 28 lagu.

Satu jam sebelumnya, konser dibuka dengan penampilan penyanyi Rahmania Astrini. Sejatinya, kedatangan Coldplay sempat menuai pro-kontra. Pada Jumat, 10 November 2023, massa melangsungkan demo di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta. Salah satu alasan penolakan adalah konser Music of the Spheres World Tour diselenggarakan di tengah isu perang Israel dan Palestina yang kembali memanas.

Padahal, jika ditelisik, sejak lama Coldplay menyatakan keberpihakan pada Palestina. Itulah yang disampaikan Chris saat konser promo album Everyday Life di The Citadel, Jordania, pada 2019. ”Saya menyanyikan ini untuk mereka. Saya percaya bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk pergi ke mana pun di dunia. Dan, itulah yang kami perjuangkan,” jelas Chris.

Musisi 46 tahun tersebut juga menyatakan menjunjung tinggi perdamaian dan menentang segala bentuk perang, termasuk kekerasan. ”Kami tidak setuju dengan penindasan apa pun. Kami mendukung cinta, perdamaian, serta persaudaraan,” tutur Chris.

Bukti lain diperkuat dengan unggahan lagu Freedom for Palestine di akun Facebook official Coldplay pada 2011. Itu juga menjadi salah satu upaya Coldplay mengajak para penggemarnya mendukung kebebasan Palestina. Bahkan, hasil lagu tersebut dialihkan untuk membantu rakyat Palestina.

Coldplay juga pernah berkolaborasi dengan musisi asal Palestina, yakni Le Trio Joubran, di lagu Arabesque. Chris dan kawan-kawan sempat mengunjungi Palestina enam tahun lalu. Kunjungan itu bertujuan memperluas pandangan dan inspirasi album baru mereka. (*)

Temui Joe Biden, Jokowi Bawa Pesan Perdamaian dari 57 Negara

KORANUSANTARA – Ada misi penting yang dibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Amerika Serikat (AS). Bersua Presiden Joe Biden, Jokowi akan menyampaikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja sama Islam (OKI) berupa resolusi yang berisi pesan kuat untuk seluruh negara di dunia.

Pertemuan Jokowi dan Biden berlangsung Senin (13/11) siang waktu Washington DC atau malam waktu Indonesia. ”Ini adalah suara dari 57 negara atau sekitar sepertiga negara di dunia,” kata Jokowi dalam keterangan persnya.

Dalam KTT OKI, negara-negara menyampaikan pesan kuat untuk perdamaian. Pada pertemuan itu, Jokowi mengajak seluruh anggota OKI bersatu. Juga berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. ”Saya menyampaikan secara jujur bahwa dunia seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan sejumlah upaya menghentikan konflik di Palestina. Israel juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap rakyat Palestina. ”Gencatan senjata harus segera diwujudkan,” tegas Jokowi.

Kemudian, bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperbanyak. Perundingan damai juga harus segera dimulai. Berikutnya, fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran serangan.

Sementara itu, penunjukan Presiden Jokowi untuk menyampaikan hasil KTT OKI terkait Palestina-Israel dinilai pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah sebagai buah dari keberhasilan diplomasi Indonesia selama ini. Baik di tingkat ASEAN, G20, hingga terobosan yang di luar perkiraan normal seperti kunjungannya ke wilayah konflik Rusia-Ukraina.

Meski begitu, Reza mengingatkan agar tidak terlalu berekspektasi. Apalagi belum jelas titipannya berupa lisan atau tulisan yang disampaikan dalam joint communique. Apabila dalam bentuk tulisan di joint communique, tentu posisinya akan lebih kuat. ”Kalau pun nanti pesan itu disampaikan di Amerika Serikat, kita nggak usah pasang target tinggi-tinggi. Karena kita tidak tahu apa respons Amerika Serikat atas pesan yang disampaikan melalui Pak Jokowi,” ungkapnya kemarin.

Jika responsnya justru meminta untuk langsung berhubungan dengan Israel, lanjut dia, maka akan repot. Sebab, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kalaupun langkah tersebut harus diambil, Reza menyarankan agar dialog dilakukan bersama dengan pihak Palestina dan perwakilan PBB. ”Agar momennya tidak dicuri Israel,” katanya.

Momen pertemuan Jokowi dengan Biden bisa jadi kesempatan emas untuk mengungkapkan hasil KTT OKI perihal Palestina-Israel. Menurut Reza, momentum itu dapat digunakan Jokowi  untuk membacakan amanah tersebut agar diketahui dunia. ”Karena akan beda, suatu statement dibacakan oleh seorang kepala negara yang mewakili OKI, kemudian disampaikan di Amerika Serikat, apalagi di Gedung Putih. Ini akan menarik, akan jadi perhatian besar dunia,” paparnya.(*)

KPU Tetapkan Tiga Paslon, Tahapan Berikutnya Pengundian Nomor Urut

0

JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dipastikan diikuti tiga pasangan calon (paslon). Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dinyatakan memenuhi syarat dan disahkan sebagai peserta melalui Keputusan KPU RI Nomor 1632 Tahun 2023.

”Telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu Serentak 2024,” kata Komisioner KPU RI Idham Holik, Senin, 13 November 2023.

Selepas penetapan tersebut, ketiga paslon akan melaksanakan tahapan pengundian dan penetapan nomor urut, Selasa malam, 14 November 2023. Selanjutnya, masa kampanye dimulai pada 28 November 2023.

Dengan ditetapkannya paslon capres-cawapres, KPU akan memulai memberikan fasilitas pengamanan maksimal. KPU berkoordinasi dengan Polri untuk menugaskan 444 personel keamanan. Setiap paslon mendapatkan 2×74 personel keamanan.

Sementara itu, situasi politik terus menghangat. Salah satu isu yang bergulir adalah dugaan ketidaknetralan aparatur negara hingga penyelenggara. Namun, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari memastikan bahwa jajarannya akan bertindak netral. Itu sesuai dengan kode etik penyelenggara. ”Kami punya komitmen bekerja sesuai aturan undang-undang,” ujarnya.

Komitmen netralitas, lanjut Hasyim, setidaknya diimplementasikan dalam dua tindakan. Pertama, bersikap setransparan mungkin. Kedua, memberikan perlakuan yang setara di semua kebijakan. ”Kami beri akses yang setara kepada semua peserta pemilu,” ucapnya.

Hasyim menambahkan, semua tahapan pemilu juga diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena itu, jika ditemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan pihak mana pun, semua bisa menyampaikan pelaporan.

su kecurangan memang terus bergulir. Puncaknya disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mempertanyakan tudingan kecurangan yang terus menyasar pihaknya. Bahkan seperti yang disampaikan Megawati. ”Membuat tuduhan tanpa memiliki data sama sekali, hanya menyebarkan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” cetusnya.

Teddy berharap, jangan karena melampiaskan kekecewaan dan kemarahan, lantas menyebar isu. Sebab, itu bisa menjadi serangan balik. ”Apa yang disampaikan dalam keadaan yang tidak terkontrol bisa menjadi bumerang,” tuturnya. Teddy khawatir jika kelak masyarakat menganggap, bahkan sampai meyakini, bahwa pencapaian Megawati selama ini dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar.(*)

Akui Senang, Ketua KONI Berau Mundur

0

TANJUNG REDEB – Mundurnya Ketua KONI Berau disoroti Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi. Terlebih, hal itu menjadi polemik.

Dia mengakui, pihaknya yang juga sebagai pengurus Cabang Olahraga (Cabor) di tubuh KONI Berau tidak sepakat dalam proses pemilihan ketua beberapa waktu lalu.

“Bahasa kasarnya, dari awal kami 40 cabor yang ada memang tidak mengakui ketua KONI pada saat itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, cara dan mekanisme pemilihan ketua KONI saat Musorkab itu, menurutnya salah berdasarkan keputusan dirinya sebagai pengurus salah satu cabor dan cabor-cabor lainnya yang juga sependapat.

“Pengunduran diri yang dilakukan Ketua KONI saat ini pastinya membuat kami senang. Karena ada KONI atau tanpa KONI cabor saya bisa tetap jalan,” tegasnya.

Diakuinya, semua cabor saat ini kepengurusannya telah beralih ke Dispora, dengan ada tidaknya KONI tidak menjadi suatu masalah bagi cabor yang ada.

“Anggaran dukungan cabor kan sudah dipegang oleh Dispora sekarang,” tuturnya.

Politikus Gerindra ini berharap, dengan mundurnya Ketua KONI baru yang terpilih nanti bisa satu suara dan bisa mengayomi semua cabor yang ada.

“Semoga dengan ketua yang baru nanti bisa lebih baik lagi dan bisa memfasilitasi apa yang menjadi aspirasi para pengurus cabor,” pungkasnya. (adv/kn)

Pemasangan Sensor Jembatan, Perlu Studi Banding ke Kukar

0

TANJUNG REDEB – Keselamatan masyarakat saat berkendara menjadi perhatian utama. Terlebih ketika melintasi jembatan.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga mengungkapkan, untuk mengetahui kondisi jembatan secara berkala, diperlukan pemasangan sensor jembatan bernama Structural Health Monitoring System (SHMS).

“Pemkab Kukar sudah memasang sensor tersebut di Jembatan Kutai Kartanegara. Saya harap dalam hal ini Dinas Perhubungan dapat melakukan studi ke sana,” ungkapnya.

Menurutnya, meski Jembatan Sambaliung diperbaiki baru-baru ini, namun usianya sudah tua. Sedangkan Jembatan Gunung Tabur, sisi ketahanan jembatan kerap kali mengalami hantaman oleh lalu lintas di atas sungai.

“Karena ini kan rawan. Pernah tersenggol juga, umur juga berjalan sudah tua,” jelasnya.

Saga mengharapkan sensor itu bisa terpasang pada kedua jembatan yang ada, yakni Jembatan Sambaliung dan Jembatan Gunung Tabur, sehingga pemerintah bisa memantau secara berkala terkait kondisi jembatan tersebut.

“Ya kita minta Dishub Berau bisa untuk studi ke sana (Kukar, red) sehingga bisa merapkan itu, saya rasa anggarannya tidak besar,” paparnya.

Timur, hal ini diharapkan tetap bisa diperjuangkan. Sebab, hal itu menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat Berau saat melintasi dua jembatan tersebut.

“Walaupun kewenangannya di provinsi, mungkin juga Dishub ini kita dorong supaya bisa koordinasi,” pungkasnya. (adv/kn)

Jelang Masa Jabatan Kepala Daerah, Ini Beberapa Poin Penting yang Harus Direalisasikan

0

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong mendorong realisasi soal ketahanan pangan, menjelang masa jabatan kepala daerah.

Dia mengungkapkan, ada beberapa poin yang menjadi perhatian, yakni meningkatkan ketahanan masyarakat, menjamin infrastruktur dan tata ruang yang ramah lingkungan serta perekonomian peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

“Harus Komitmen untuk meningkatkan kinerja integritas dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ditegaskannya, kebijakan merupakan tanggung jawab kewajiban masing-masing OPD. Jangan hanya pandai melaporkan, namun tidak ada pernah ke lapangan, untuk melihat hasilnya secara langsung.

“Pada kesempatan ini juga kami meminta perhatian khusus kepada pertanian, perkebunan dan perikanan untuk lebih ditingkatkan,” tuturnya.

Dirinya mengapresiasi pemerintah daerah, atas tercapainya universal jaminan kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Berau.

“Semua yang telah kami sampaikan dalam poin-poin di atas merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan,” bebernya.

Politikus Gerindra ini berharap, apa yang telah diputuskan dan akan kerjakan sudah sesuai dengan tanggung jawab harapan masyarakat Berau. “Untuk janji politik bupati, saya harap segera terealisasi. Jangan buat masyarakat menunggu,” tutup Peri. (adv/kn)

Sektor Pendidikan Harus Dapat Perhatian Lebih

0

TANJUNG REDEB – APBD Berau pada tahun 2024 mendatang menyentuh Rp 4,7 triliun. Maka dari itu, peningkatan sektor pendidikan diharapkan Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

Dijelaskan Falentinus, anggaran 20 persen sudah terbagi dan Dinas Pendidikan hanya menerima 13 persen. Sedangkan untuk pembangunan hanya dianggarkan 0,8 persen. Jumlah ini membuat beberapa sekolah harus gigit jari, karena usulan mereka untuk menambah ruang kelas jadi terhambat.

“Saya rasa 30 persen atau 40 persen tidak masalah,” imbuhnya.

Politikus Demokrat ini menambahkan, ada tiga masalah terbesar yang saat ini dihadapi dunia pendidikan Indonesia. “Yakni operasional sekolah, keterbatasan guru, dan kesejahteraan guru. Padahal semua itu saling keterkaitan,” katanya.

Menurutnya, permasalahan di sektor pendidikan hampir ada di seluruh daerah. Sebab, sektor ini sangat kompleks dan komprehensif.

“Mulai dari anggaran pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik, peningkatan kualitas sumber daya pendidik, sarana prasarana, hingga infrastruktur pendidikan,” paparnya.

Falentinus berharap pemerintah bisa mengatasi persoalan yang terjadi di dunia pendidikan tersebut.

“Dengan keterbatasan dari pemerintah, untuk memenuhi itu semua diperlukan koordinasi baik, dengan penyelenggara pendidikan itu sendiri,” pungkasnya. (adv/kn)

Soroti Adanya Diskriminasi Pekerja Disabilitas

0

TANJUNG REDEB – Adanya dugaan diskriminasi pekerja disabilitas menjadi sorotan Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah.

Diketahui, ada beberapa perusahaan mengklaim telah mengakomodir tenaga kerja disabilitas, tapi kenyataannya para penderita disabilitas tersebut masih dipandang sebelah mata.

Syarifatul mengimbau perusahaan di Kabupaten Berau untuk dapat menempatkan pencari kerja tersebut sesuai kapasitas dan kemampuannya masing-masing.

“Perusahaan juga harus bisa menempatkan mereka. Namanya disabilitas, tentu punya kekurangan,” katanya.

Ia meminta setiap perusahaan di Kabupaten Berau bisa memanfaatkan kapabilitas para pekerja disabilitas tersebut, secara khusus untuk diberdayakan.

“Jangan juga diberikan hal yang kira-kira tidak bisa dilakukan. Pada dasarnya mereka (Pekerja disabilitas, Red) punya hak yang sama,” tuturnya.

Kendati demikian, Politikus Golkar ini berharap peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memberikan fasilitas sebagai jembatan antara pencari kerja dan perusahaan.

“Tidak lepas dari pengawasan pemerintah daerah. Tentunya agar tidak terjadi diskriminasi lagi nantinya,” pungkasnya. (adv/kn)

Fraksi Golkar: APBD 2024 Berau Harus Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

0

TANJUNG REDEB – Fraksi Golkar menyetujui Raperda APBD Berau 2024 dijadikan Perda. Namun, ada beberapa catatan yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Juru Bicara Golkar, Sri Kumalasari dalam rapat paripurna pandangan akhir fraksi mengungkapkan, Aparatur Sipil Negera (ASN) harus lebih semangat dalam melayani masyarakat.

Selain itu, penyertaan modal kepada perusahaan daerah diharapkan berkinerja dengan baik dan profesional sehingga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan pendapatan yang cukup signifikan semoga peningkatan pelayanan terhadap masyarakat kita semakin baik demi kesejahteraan,” ungkapnya.

Ditegaskannya, dengan meningkatnya anggaran, pasti semakin banyak pula belanja untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih, jaringan komunikasi dan lain-lain.

“Seluruh OPD dalam pelaksanaan APBD 2024 harus optimal dalam penyerapan anggaran,” katanya.

Ia menilai, pengawasan juga harus dilakukan, sehingga pelaksanaan APBD tahun 2024 sesuai dengan rencana dan arahan kebijakan pembangunan daerah.

“Berdasarkan masukan dan rekomendasi tersebut, Fraksi Golkar Berau menyetujui R-APBD tahun anggaran 2024 ditetapkan peraturan daerah Kabupaten Berau dengan porsi total pendapatan Rp 4,271 Triliun lebih,” tuturnya dalam rapat paripurna.

“Yang Terdiri dari pendapatan asli daerah Rp 254 Miliar lebih, dana pendapatan transfer Rp 4,10 Miliar lebih. Total belanja Rp 719 miliar,” sambungnya.

Sri Kumalasari berharap, besarnya APBD Berau Tahun 2024 mendatang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Berau.

“Tentunya kita menginginkan peningkatan pembangunan merata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita juga berdampak baik,” tandasnya. (adv/kn)

 

Berau Akan Buat Kajian Akademis, Soal Tawaran Gabung Kaltara

0

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong pada Senin (6/11/2023) lalu menghadiri diskusi laporan akhir rencana penggabungan Berau dengan Kaltara di Tanjung Selor.

Dirinya menilai, wacana itu cukup menarik untuk didiskusikan ke depan.
“Kami apresiasi inisiasi dari Kaltara. Dalam hal wacana penggabungan Kabupaten Berau masuk Kaltara,” ucapnya.

Dia juga menegaskan, bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut hanya melihat dan mendengarkan wacana penggabungan Kabupaten Berau ke Kaltara sesuai kajian akademis Pemprov Kaltara.

“Kami hanya anggota DPRD, representatif ada di tangan masyarakat,” sebutnya.

Adapun kesimpulan yang didapatkan dari hasil diskusi tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat di Berau. Setelah itu melihat respons mereka. Kabupaten Berau pun bakal menyusun kajian akademis terkait visi misi kepentingan Bumi Batiwakkal tersebut di Kaltara.

“Kemudian dari sisi kepentingan Kabupaten Berau sendiri. Itu kita juga akan melakukan kajian akademisi pula itu yang akan kita diskusikan di tingkat Kabupaten Berau bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemkab Berau,” bebernya.

Dia menilai hal itu bakal butuh proses waktu yang cukup lama. Pasalnya keputusan tersebut juga bersifat sakral. Apalagi ajakan bergabung ke Kaltara itu sudah wacana sejak lama. Pasti ada pandangan positif dan negatifnya. Pun keuntungan yang bisa didapatkan kedua daerah.

Sebab selama ini Kabupaten Berau yang masih menjadi bagian Provinsi Kalimantan Timur, ada beberapa faktor unggulan harus diperjuangkan.

“Seperti kita ini menjadi salah satu penyangga IKN yaitu pada sektor pariwisata,” pungkasnya. (adv/kn)