Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Temui Joe Biden, Jokowi Bawa Pesan Perdamaian dari 57 Negara

KORANUSANTARA – Ada misi penting yang dibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Amerika Serikat (AS). Bersua Presiden Joe Biden, Jokowi akan menyampaikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja sama Islam (OKI) berupa resolusi yang berisi pesan kuat untuk seluruh negara di dunia.

Pertemuan Jokowi dan Biden berlangsung Senin (13/11) siang waktu Washington DC atau malam waktu Indonesia. ”Ini adalah suara dari 57 negara atau sekitar sepertiga negara di dunia,” kata Jokowi dalam keterangan persnya.

Dalam KTT OKI, negara-negara menyampaikan pesan kuat untuk perdamaian. Pada pertemuan itu, Jokowi mengajak seluruh anggota OKI bersatu. Juga berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. ”Saya menyampaikan secara jujur bahwa dunia seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan sejumlah upaya menghentikan konflik di Palestina. Israel juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap rakyat Palestina. ”Gencatan senjata harus segera diwujudkan,” tegas Jokowi.

Kemudian, bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperbanyak. Perundingan damai juga harus segera dimulai. Berikutnya, fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran serangan.

Sementara itu, penunjukan Presiden Jokowi untuk menyampaikan hasil KTT OKI terkait Palestina-Israel dinilai pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah sebagai buah dari keberhasilan diplomasi Indonesia selama ini. Baik di tingkat ASEAN, G20, hingga terobosan yang di luar perkiraan normal seperti kunjungannya ke wilayah konflik Rusia-Ukraina.

Meski begitu, Reza mengingatkan agar tidak terlalu berekspektasi. Apalagi belum jelas titipannya berupa lisan atau tulisan yang disampaikan dalam joint communique. Apabila dalam bentuk tulisan di joint communique, tentu posisinya akan lebih kuat. ”Kalau pun nanti pesan itu disampaikan di Amerika Serikat, kita nggak usah pasang target tinggi-tinggi. Karena kita tidak tahu apa respons Amerika Serikat atas pesan yang disampaikan melalui Pak Jokowi,” ungkapnya kemarin.

Jika responsnya justru meminta untuk langsung berhubungan dengan Israel, lanjut dia, maka akan repot. Sebab, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kalaupun langkah tersebut harus diambil, Reza menyarankan agar dialog dilakukan bersama dengan pihak Palestina dan perwakilan PBB. ”Agar momennya tidak dicuri Israel,” katanya.

Momen pertemuan Jokowi dengan Biden bisa jadi kesempatan emas untuk mengungkapkan hasil KTT OKI perihal Palestina-Israel. Menurut Reza, momentum itu dapat digunakan Jokowi  untuk membacakan amanah tersebut agar diketahui dunia. ”Karena akan beda, suatu statement dibacakan oleh seorang kepala negara yang mewakili OKI, kemudian disampaikan di Amerika Serikat, apalagi di Gedung Putih. Ini akan menarik, akan jadi perhatian besar dunia,” paparnya.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular