Beranda blog Halaman 79

Dorong Promosi Wisata Berau Lebih Masif Lewat Media Sosial

BERAU – Anggota DPRD Berau, Peri Kombong, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih memaksimalkan penggunaan media sosial (medsos) sebagai sarana promosi pariwisata daerah.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Berau secara lebih luas dan cepat kepada masyarakat.

Peri menilai, keberadaan berbagai platform media sosial saat ini dapat menjadi media alternatif yang sangat efektif dalam mempercepat promosi wisata, terutama di tengah meningkatnya kebiasaan masyarakat yang mencari referensi perjalanan melalui internet. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi promosi digital yang terencana dan dilakukan secara konsisten.

“Dengan strategi konten yang berkualitas, promosi wisata akan menjangkau pasar lebih luas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, termasuk untuk mencari informasi mengenai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kondisi tersebut membuat pendekatan promosi konvensional dinilai tidak lagi cukup tanpa didukung promosi digital yang kuat.

Menurutnya, promosi berbasis media sosial saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons oleh pemerintah daerah. Terlebih lagi, Kabupaten Berau memiliki peluang besar sebagai salah satu daerah penyangga kawasan Ibu Kota Nusantara, yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas wisatawan ke wilayah Kalimantan Timur.

“Ini bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan yang harus segera direspons. Apalagi Berau akan menjadi salah satu daerah penyangga IKN,” jelasnya.

Peri menambahkan, promosi wisata yang dilakukan secara berkelanjutan melalui media sosial tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Menurutnya, berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga hasil usaha masyarakat dapat ikut terangkat melalui eksposur digital yang lebih luas.

“Medsos juga sangat efektif mempromosikan tempat wisata dan produk lokal,” terangnya.

Selain mendorong pemerintah daerah, Peri juga mengajak generasi muda di Berau untuk turut berperan aktif dalam mempromosikan potensi wisata melalui akun media sosial masing-masing. Ia menilai kreativitas anak muda dalam membuat konten digital merupakan kekuatan besar dalam membangun citra positif pariwisata daerah.

Dengan keterlibatan generasi muda dan dukungan pemerintah melalui strategi promosi digital yang terarah, Peri optimistis potensi wisata Berau dapat semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Saya harap generasi muda aktif mempromosikan pariwisata lewat akun media sosial mereka,” tandasnya. (adv)

Muhammad Kusnadi Nahkodai PWI Bontang Periode 2026–2029

0

BONTANG — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas” dan dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang digelar pada 12 Februari 2026 lalu, sekaligus berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Kaltim Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan kepengurusan baru.

Dalam kepengurusan tersebut, Muhammad Kusnadi dipercaya menjabat Ketua PWI Bontang menggantikan Suriadi Said yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinan.

Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia bersama jajaran pengurus bidang lainnya.

Dalam sambutannya, Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pers melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta berbagai program pelatihan berkelanjutan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, yang melantik langsung kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara fakta dan etika dalam dunia jurnalistik.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada pengurus PWI Bontang yang baru.

Ia menegaskan pers merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” katanya.

Neni juga mendorong seluruh wartawan di Bontang mengikuti sertifikasi UKW sebagai bentuk penguatan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, ia mengajak insan pers menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Pelantikan pengurus baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pers di Kota Bontang dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Andi Harun Dorong Permintaan Maaf Personal

SAMARINDA — Wali Kota Samarinda sekaligus kader senior Partai Gerindra, Andi Harun, turut angkat bicara terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang belakangan menjadi sorotan publik dan kader partai.

Andi Harun menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung dan personal kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo guna meredam polemik yang berkembang di internal Partai Gerindra.

Persoalan tersebut bermula saat Rudy Mas’ud membela pengangkatan saudaranya, Hijrah, sebagai tim ahli gubernur dengan membandingkannya dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai utusan kepresidenan.

Ditemui di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Jumat (1/5/2026), Andi Harun mengaku mengikuti perkembangan persoalan itu melalui berbagai respons kader Gerindra di media sosial.

Ia mengapresiasi langkah Rudy Mas’ud yang telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, namun menilai masih ada persoalan pada diksi yang digunakan dalam pernyataan tersebut.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur. Namun, dalam pernyataan awal beliau menyebut nama Pak Hashim dan Pak Prabowo secara eksplisit, sementara dalam klarifikasinya permintaan maaf disampaikan secara umum kepada pemimpin nasional,” ujar Andi Harun.

Menurutnya, penggunaan kalimat yang terlalu umum membuat sebagian kader merasa permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya bersifat personal dan tulus.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Andi Harun menyarankan beberapa langkah yang dinilai penting dilakukan oleh Rudy Mas’ud.

Salah satunya adalah menyampaikan permohonan maaf secara spesifik dan langsung kepada Hashim Djojohadikusumo serta Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai langkah tersebut akan menunjukkan sikap ksatria sekaligus kedewasaan politik dalam menyikapi polemik yang telah menjadi perhatian publik nasional.

Selain itu, permintaan maaf secara langsung juga dinilai dapat meredam gejolak di akar rumput Partai Gerindra, baik di Kalimantan Timur maupun tingkat pusat.

Meski demikian, Andi Harun menegaskan dirinya meyakini Rudy Mas’ud tidak memiliki niat buruk saat menyampaikan pernyataan tersebut.

Namun menurutnya, dalam ruang publik, masyarakat tidak hanya melihat niat, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan.

“Publik tidak hanya melihat unsur niat, tetapi juga bagaimana bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul,” tambahnya.

Ia berharap polemik tersebut segera berakhir agar dinamika politik di Kalimantan Timur kembali kondusif dan tidak memicu perpecahan berkepanjangan di ruang publik. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Para Ketua Pengadilan Tinggi Kunjungi Jantung IKN dan Tanam Pohon di Plaza Yudikatif

0

NUSANTARA — Sejumlah Ketua Pengadilan Tinggi dari berbagai daerah di Indonesia mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (1/5/2026).

Rombongan tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Bangka Belitung, Kalimantan Timur, hingga Daerah Khusus Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, Albertina Ho, mengaku kagum setelah melihat langsung perkembangan kawasan inti IKN, khususnya Plaza Yudikatif.

Menurutnya, kondisi IKN jauh melampaui bayangan dan ekspektasi yang selama ini berkembang.

“Satu hal yang sangat luar biasa, yang kami saksikan di sini. Betul-betul di luar ekspektasi kami, tidak bisa kami bayangkan IKN ini sebelumnya. Baik dari bangunannya, lingkungannya, ternyata memang betul-betul dijaga,” ungkap Albertina Ho.

Selama berada di kawasan Nusantara, rombongan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penanaman pohon di Plaza Yudikatif hingga meninjau langsung lokasi pembangunan gedung Mahkamah Agung (MA).

Selain itu, rombongan juga diajak melihat sejumlah ikon kawasan IKN seperti Taman Kusuma Bangsa, Masjid Negara, dan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius.

Kunjungan tersebut turut didampingi langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran Otorita Nusantara.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan penanaman pohon yang dilakukan bersama rombongan menjadi simbol komitmen menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Mohon izin sebelum bapak ibu berkantor di sini, kami izin untuk menghijaukan dulu kawasan ini. Penanaman ini adalah komitmen kita untuk keadilan terhadap lingkungan, itulah spirit dari pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Sedikitnya terdapat tiga jenis pohon yang ditanam, yakni Bungur, Nyamplung, dan Tanjung yang diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem hijau di kawasan IKN.

Kunjungan para pimpinan lembaga peradilan tersebut dinilai semakin mempertegas sinergi antarlembaga negara dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Neni Tegaskan Komitmen Pendidikan Jadi Prioritas Utama APBD Bontang

0

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara merata di Kota Bontang.

Menurut Neni, anggaran pendidikan tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Pemkot Bontang mencatat capaian positif di sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang saat ini berada di kisaran angka 83, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Sejumlah program unggulan pendidikan juga disebut terus dijalankan secara berkelanjutan, mulai dari pemberian beasiswa mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, dan buku gratis bagi pelajar, hingga pengadaan laptop untuk menunjang pembelajaran berbasis digital bagi guru.

Neni menilai langkah tersebut penting agar manfaat pembangunan sektor pendidikan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era modern yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga persoalan sosial di kalangan generasi muda.

“Tantangan teknologi dan isu sosial seperti narkoba harus kita lawan dengan penguatan karakter. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting dalam membina mental dan kepribadian siswa,” katanya.

Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 di Kota Bontang turut dimeriahkan dengan penampilan paduan suara dari siswa SDN 006 dan SDN 010 Bontang Selatan.

Menurut Neni, peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan penguatan tersebut, generasi muda di Bontang diharapkan mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Ratusan Komponen Vital Dipasang di GI Grogot untuk Jaga Keandalan Listrik

0

PASER — Aktivitas pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot di Kabupaten Paser terus dikebut PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT).

Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), PLN saat ini fokus mempercepat pembangunan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian sebagai jalur alternatif sistem transmisi antarwilayah.

Tahapan pekerjaan kini memasuki fase erection dan installation atau pemasangan berbagai peralatan utama gardu induk.

Ratusan komponen vital mulai dipasang secara bertahap, di antaranya Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA).

Selain itu, pemasangan konduktor busbar juga terus dilakukan sebagai bagian dari jalur distribusi utama daya listrik antarwilayah di Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan proyek tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan sistem kelistrikan yang terus meningkat di Kalimantan.

Menurutnya, selama ini sistem transmisi dari Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Timur masih bertumpu pada satu jalur utama, yakni GI Tanjung menuju GI Kuaro.

“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan hadirnya koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian ini, sistem kelistrikan kita memiliki fleksibilitas tinggi. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur ini siap menyokong, sehingga risiko padam di masyarakat bisa kita minimalisir sedini mungkin,” tegas Basuki.

Dengan hadirnya jalur baru tersebut, PLN berharap keandalan sistem interkoneksi antarprovinsi semakin meningkat sekaligus meminimalisir potensi gangguan pasokan listrik.

Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.

Menurutnya, pemasangan peralatan gardu induk merupakan pekerjaan dengan tingkat presisi tinggi sehingga setiap tahapan harus melalui pengawasan dan pengujian detail.

“Ini adalah pekerjaan presisi tinggi. Mulai dari mendirikan struktur baja hingga menempatkan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua ada hitungannya. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang solid, memastikan setiap pengujian awal dilakukan tanpa cela sebelum tiba waktunya energize,” jelasnya.

Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta tersebut telah menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.

PLN menegaskan pembangunan Extension 2 Line Bay GI Grogot bukan sekadar penambahan aset infrastruktur, tetapi bagian dari komitmen menghadirkan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat di Kalimantan. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

UU PPRT Resmi Disahkan, Presiden Sebut Tonggak Sejarah Baru bagi Buruh Domestik

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia kini resmi memiliki Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), regulasi yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam peringatan May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pengesahan UU PPRT menjadi tonggak sejarah baru bagi perlindungan pekerja rumah tangga di Indonesia.

“Hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kalau tidak salah, ini adalah perjuangan lama. Perjuangan 22 tahun,” ujarnya.

Menurut Prabowo, sejak Republik Indonesia berdiri, belum pernah ada regulasi khusus yang mengatur perlindungan pekerja rumah tangga secara menyeluruh.

Karena itu, kehadiran UU PPRT dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pekerja domestik mendapatkan hak dan perlindungan yang layak.

“Bahkan selama republik berdiri, belum pernah ada undang-undang perlindungan pembantu rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga, belum pernah ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan selama ini banyak pekerja rumah tangga berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki kepastian mengenai upah, jam kerja, maupun jaminan perlindungan sosial.

“Selama ini pekerja-pekerja rumah tangga kita entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang, pertama kali dalam sejarah NKRI, kita sahkan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” katanya.

UU PPRT diharapkan mampu menghadirkan kepastian hukum bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia yang selama ini bekerja di sektor informal tanpa perlindungan memadai.

Dari sisi historis, perjalanan pembentukan regulasi ini memang cukup panjang.

Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga pertama kali diusulkan oleh Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga sejak tahun 2004.

Namun pembahasannya berulang kali tertunda di parlemen hingga akhirnya resmi disahkan DPR dalam rapat paripurna pada Selasa, 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Pengesahan UU PPRT dinilai menjadi bagian penting reformasi sektor ketenagakerjaan, khususnya bagi kelompok pekerja domestik yang selama ini sering luput dari perhatian kebijakan publik.

Pemerintah berharap melalui undang-undang ini tidak ada lagi praktik kerja tanpa standar, sekaligus memastikan pekerja rumah tangga mendapatkan perlakuan yang adil, layak, dan manusiawi. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Tawa dan Rindu Perantau Dikemas dalam Pertunjukan “Peran(G)tau”

0

PENAJAM PASER UTARA — Sebuah koper penuh harapan, tiket pesawat satu kali jalan, dan doa orang tua yang tertinggal di kampung halaman menjadi simbol perjalanan banyak anak muda Kalimantan Timur yang memilih merantau demi pendidikan dan masa depan.

Realita itu kini diangkat menjadi sebuah pertunjukan stand up comedy bertajuk “Peran(G)tau”, yang menghadirkan kisah getir, lucu, sekaligus penuh perjuangan kehidupan anak rantau.

Pertunjukan ini digagas dua putra daerah Kalimantan Timur, Adam Aliansyah dan Rama Indrawan, yang membawa pengalaman pribadi mereka ke atas panggung.

Melalui materi komedi, keduanya mengangkat berbagai realita kehidupan perantau, mulai dari culture shock, perjuangan bertahan hidup di kota orang, hingga rasa rindu rumah yang sering dipendam sendiri.

“Merantau bukan sekadar pindah alamat. Kadang kita harus pura-pura kuat saat keadaan sebenarnya tidak baik-baik saja,” ungkap penyelenggara dalam keterangan promosinya.

Dalam pertunjukan tersebut, berbagai pengalaman khas anak rantau dikemas menjadi komedi yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari perjuangan menghadapi tanggal tua, hidup serba pas-pasan, menahan lapar, hingga tekanan untuk sukses demi membanggakan keluarga di kampung halaman.

Namun di balik semua itu, “Peran(G)tau” tidak hanya ingin menghadirkan tawa, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan perayaan bagi mereka yang sedang bertahan mengejar mimpi.

“Kami ingin membawa perspektif perantau Kaltim ke panggung. Mulai dari culture shock, cara bertahan hidup, sampai keresahan yang sering tidak terlihat di media sosial. Ini juga jadi ajang reuni bagi mereka yang merasa senasib,” ujar penyelenggara.

Pertunjukan “Peran(G)tau” dijadwalkan berlangsung di dua daerah, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara pada 11 Juli 2026 dan Kabupaten Paser pada 18 Juli 2026.

Panitia menargetkan sekitar 100 hingga 150 penonton di setiap pertunjukan.

Tiket dibanderol seharga Rp50 ribu dengan promo early bird yang telah dibuka untuk penonton yang ingin mendapatkan harga khusus lebih awal.

Selain pertunjukan, panitia juga membuka peluang kerja sama bagi sponsor yang ingin mendukung perkembangan dunia stand up comedy di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah Benuo Taka dan Daya Taka.

Melalui “Peran(G)tau”, penonton diajak tidak sekadar menikmati komedi, tetapi juga menertawakan berbagai drama kehidupan di tanah rantau yang selama ini sering dirasakan banyak orang namun jarang diceritakan secara terbuka. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

D’Academy 8 Cari Bintang Dangdut Baru di Balikpapan

0

BALIKPAPAN — Ajang pencarian bakat dangdut D’Academy kembali hadir menyapa masyarakat melalui audisi offline “D’Academy 8 (DA8)” yang digelar di Kota Balikpapan, Sabtu (2/5/2026).

Audisi berlangsung di Hotel Horison Sagita dan disambut antusias peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Kehadiran dua nama besar jebolan D’Academy turut menambah semarak suasana, yakni Fildan Rahayu sebagai juri dan Valen DA7 sebagai bintang tamu.

Kesuksesan musim sebelumnya yang melahirkan sejumlah penyanyi dangdut muda seperti Tasya DA7, April DA7, Arbil DA7, dan Mila DA7 menjadi modal kuat penyelenggara untuk kembali mencari talenta baru.

Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap ajang tersebut.

“Kami berharap kehadiran para alumni D’Academy dan LIDA dalam audisi offline ini dapat menginspirasi peserta untuk tampil maksimal dan siap melangkah ke panggung besar di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, audisi offline DA8 telah digelar di sejumlah daerah seperti Musi Banyuasin, Medan, Sidenreng Rappang, dan Makassar.

Setelah Balikpapan, audisi akan berlanjut ke Kabupaten Cirebon pada 3 Mei, Surabaya 9 Mei, dan Jakarta 10 Mei 2026.

Audisi ini terbuka bagi masyarakat umum berusia 14 hingga 23 tahun dengan syarat merupakan warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan label atau manajemen artis, serta memiliki kemampuan menyanyikan lagu dangdut atau melayu.

Pihak penyelenggara juga menegaskan seluruh proses audisi tidak dipungut biaya dan mengimbau masyarakat waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Indosiar.

Salah satu peserta asal Samarinda, Zahra, mengaku langsung mempersiapkan diri begitu mengetahui audisi digelar di Balikpapan.

“Tau akan ada audisi di Balikpapan ini aku langsung menyiapkan diri pastinya. Aku belajar nyanyi biar nggak gerogi aja. Dan sekarang aku siap sih sudah,” ujarnya.

Sementara itu, Fildan Rahayu mengaku sangat antusias bertemu langsung dengan para peserta audisi di Balikpapan.

“Tadi bagus-bagus ya, beragam punya ciri khas masing-masing,” katanya.

Ia berharap Kalimantan Timur kembali melahirkan penyanyi dangdut berbakat yang mampu menembus panggung nasional hingga internasional, seperti Putri DA.

“Kan sudah pernah ada Putri DA ya, dengan audisi ini pastinya kami berharap akan ada Putri-putri lainnya lagi yang bisa nasional atau internasional. Karena dangdut saat ini sudah mendunia,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Diduga Korsleting Listrik, Enam Pintu Mess di Teluk Lingga Hangus

0

SANGATTA — Kebakaran hebat melanda mess karyawan Hotel Royal Victoria di Jalan A.W. Syaharanie RT 04, Teluk Lingga, Jumat (1/5/2026) malam.

Dalam hitungan menit, bangunan berisi enam pintu tersebut ludes dilalap api hingga rata dengan tanah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.54 WITA. Api disebut muncul secara tiba-tiba dan langsung membesar, memicu kepanikan para penghuni mess.

Sebagian penghuni bahkan hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa barang berharga.

Bangunan itu dihuni beberapa kepala keluarga dan pekerja, di antaranya Yusuf (46), Mardiana (45), Javira (1), Widodo (46), Aji (28), Umi (40), Mufit (30), Elma Yanti (25), hingga Zafik (1).

Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur, Eko Purnomo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena seluruh bangunan hangus terbakar.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Api cepat membesar karena bangunan semi permanen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).

Untuk memadamkan api, petugas menerjunkan dua unit armada dari Pos Pendidikan, satu unit dari Sangatta Utara, serta dua unit suplai tambahan termasuk bantuan dari Kantor Bupati.

Petugas berjibaku di lokasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kawasan padat tersebut.

Setelah beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, enam pintu mess karyawan itu sudah habis terbakar dan rata dengan tanah.

Eko Purnomo juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang bermasalah.

“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak menggunakan sambungan berlebihan, serta memastikan perangkat listrik dimatikan saat tidak digunakan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S