Beranda blog Halaman 594

Rudi Harap Pemerataan Pembangunan di 13 Kecamatan

TANJUNG REDEB – Pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Berau terus dilakukan di seluruh kampung di 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemerataan pembangunan di Bumi Batiwakkal.

Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mengungkapkan pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Berau tergolong masih tertinggal dengan Kabupaten/Kota lainnya di Kalimantan Timur.

Karena itu, diperlukan upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau untuk melakukan pembangunan yang merata. Sepertinya, pembangunan jalan, jembatan, jaringan air dan listrik serta telekomunikasi.

“Memang beberapa kecamatan di Kabupaten Berau masih kesusahan pemenuhan infrastruktur dasar, tentu itu wajib dipenuhi,” ungkapnya.

Rudi meminta kepada Pemkab Berau, dalam melakukan pembangunan jangan hanya berfokus di wilayah perkotaan saja. Harus memberikan perhatian lebih kepada wilayah yang jauh dari perkotaan. Seperti wilayah pedalam dan pesisir.

“Jangan hanya di perkotaan saja, tetapi yang di kampung tidak diperhatikan,” ucapnya.

Menurutnya, Kabupaten Berau memiliki anggaran yang besar per tahun. Sehingga mampu menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

“Kita ingin seluruh wilayah dapat merasakan hal yang sama. Pembangunan merata mampu melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya. (ADV/KN)

Sakirman Ingatkan Penambahan Anggaran Beasiswa Berau Cerdas Harus Transparan

TANJUNG REDEB – Anggora DPRD Berau, Sakirman soroti penambahan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk peningkatan pendidikan melalui melalui program Beasiswa Berau Cerdas.

Menurutnya, upaya ini dapat membantu para siswa dan mahasiswa Berau yang menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menambah anggaran Beasiswa Berau Cerdas sebesar Rp 2 miliar melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2024, demi memperluas akses pendidikan bagi siswa dan mahasiswa serta mengatasi hambatan administratif bagi calon penerima beasiswa di Bumi Batiwakkal.

“Yang saya tahu, Sebanyak 729 pelajar dan 20 mahasiswa dilaporkan tidak lolos dalam tahap verifikasi berkas sebelumnya. Ini perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Penambahan kuota beasiswa ini diharapkan dapat memberi kesempatan bagi mereka yang terkendala administratif untuk tetap menerima dukungan pendidikan.

“Kami sangat mendukung adanya penambahan anggaran ini, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk Berau. Dengan tambahan Rp 2 miliar, semoga semakin banyak pelajar dan mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa,” kata Sakirman.

Namun disisi lain, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pencairan dana beasiswa.

Ia meminta Pemkab memastikan bahwa penerima beasiswa adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Pemerintah harus menjamin proses verifikasi dilakukan dengan adil dan terbuka. Kami mendorong adanya pengawasan ketat agar pencairan dana ini tepat sasaran,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Sakirman menekankan perlunya perbaikan masalah teknis, seperti rekening penerima beasiswa yang tidak aktif, yang sering menghambat pencairan dana.

Ia mendesak agar kendala-kendala teknis seperti ini segera diatasi untuk memastikan dana beasiswa tersalurkan dengan baik.

“Kita tidak ingin ada dana beasiswa yang tertunda pencairannya hanya karena masalah teknis seperti rekening tidak aktif. Hal ini perlu mendapat perhatian serius,” tambahnya.

Sakirman berharap program Beasiswa Berau Cerdas dapat terus dikembangkan ke depannya, dengan fokus untuk menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Kita harus memastikan setiap anak di Berau memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pendidikan adalah hak semua warga Berau dan merupakan fondasi bagi masa depan daerah kita,” pungkasnya. (ADV/KN)

Peran Pemuda Sangat Penting Dalam Menyongsong Kemajuan Daerah

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo soroti betapa pentingnya keberadaan organisasi kepemudaan di Kabupaten Berau dalam menyongsong kemajuan suatu daerah.

Ditegaskannya, dengan adanya organisasi kepemudaan dapat mendorong pembangunan daerah terutama kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui aspirasi, saran dan masukan yang disampaikan.

Selain itu, pemuda memiliki potensi strategis yang bisa dimaksimalkan melalui kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah.

Sujarwo menyoroti bahwa pemuda memiliki beragam potensi yang perlu diarahkan dan dibimbing agar dapat berkembang menjadi kontribusi positif bagi masyarakat.

“Pemerintah perlu memberikan dukungan dan jaminan kepada pemuda Berau untuk berkarya, meningkatkan daya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan,” ujarnya.

Politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga menekankan perlunya upaya pemberdayaan pemuda secara terencana dan berkelanjutan.

“Pemberdayaan ini harus terintegrasi dalam satu kesatuan pembangunan kepemudaan, dengan catatan semua upaya perlu direncanakan dengan baik, terarah, dan berkesinambungan,” jelas Sujarwo.

Ia berharap pemerintah bisa merangkul semua organisasi kepemudaan untuk pengembangan diri dan peningkatan kapasitas pemuda di berbagai bidang.

“Seharusnya pemuda diberikan kesempatan lebih untuk aktif dalam pembangunan daerah. Peran pemerintah juga harus lebih bijak dan optimal dalam melibatkan mereka,” tutupnya. (ADV/KN)

Elita Berharap Masyarakat Dapat Mencintai Produk Lokal

TANJUNG REDEB – Dukungan terhadap kemajuan produk lokal dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan untuk peningkatan produk khas Berau bisa bersaing dengan produk lain.

Untuk itu, Anggota DPRD Berau, Elita Herlina meminta kepada masyarakat Kabupaten Berau bisa lebih mencintai produk-produk lokal maupun nasional indonesia secara umum.

Menurutnya, produk yang dihasilkan dari usaha lokal patut untuk dihargai dengan mencintai atau membeli hasil karya anak bangsa, sebab dari segi kualitas juga tidak kalah bagus dengan produk luar negeri.

“Misalnya saja produk yang dihasil industri dalam negeri UMKM, maupun IKM dan lain sebagainya itu harus bisa kita cintai dengan membeli produk-produk tersebut,” ucapnya.

Elita menyebut, saat ini perhatian pemerintah terhadap pengembangan produk lokal sudah sangat luar biasa dengan harapan itu nantinya bisa menjadi tulang punggung perekonomian daerah maupun nasional.

Oleh sebab itu, diharapkan masyarakat secara luas juga dapat turut serta mendukung perkembangan tersebut dengan mencintai atau membeli produk lokal yang dihasilkan industri, UMKM maupun IKM.

“Tidak hanya mencintainya saja, tetapi turun langsung dalam proses berkembangnya. Seperti, mempromosikan agar dapat dikenal luas,” pungkasnya. (ADV/KN)

Zainal Arifin Dorong Reklamasi Hutan Berkelanjutan di Bimtek PPU

PPU – Dalam upaya mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Reklamasi Hutan dalam Perspektif Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.” Acara ini diadakan oleh PT Bhumi Rantau Energi dan berlangsung di Hotel Swissbell Balikpapan, Minggu (03/11/2024).

Dalam kesempatan ini, Zainal yang juga menjabat sebagai Direktur Konservasi Tanah dan Air di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya reklamasi hutan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan lingkungan. Ia menyoroti penerapan Surat Edaran Menteri LHK Nomor 1 Tahun 2024 yang bertujuan memulihkan lahan terdampak aktivitas pertambangan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“Dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan, reklamasi adalah salah satu pilar utama. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan fungsi ekologis hutan tetap terjaga,” tegasnya.

Antusiasme peserta Bimtek sangat tinggi, dengan banyak dari mereka merasa terinspirasi oleh materi yang disampaikan Zainal. Acara ini diharapkan dapat memotivasi perusahaan dan sektor swasta lainnya untuk berkomitmen dalam mendukung program-program konservasi lingkungan dan reklamasi lahan, demi masa depan hutan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Zainal juga menjelaskan berbagai prinsip reklamasi yang harus diperhatikan, seperti pemulihan kualitas tanah, pengendalian erosi, serta pemantauan keberhasilan vegetasi. Ia menekankan bahwa perusahaan memiliki peran krusial dalam menerapkan reklamasi sesuai standar yang telah ditetapkan agar hutan dapat berfungsi secara optimal.

“Peran perusahaan sangat penting dalam penerapan reklamasi. Mari kita pastikan hutan kita dapat kembali berfungsi dengan baik,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Rangkaian Penuh Makna dalam Penutupan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2024

PPU – Festival Belian Adat Paser Nondoi Tahun 2024 resmi ditutup oleh Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, pada Sabtu (2/11/2024), di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Kilometer 09 Nipah-Nipah. Acara yang berlangsung selama enam hari ini, mulai dari 28 Oktober hingga 2 November, menjadi ajang perayaan budaya yang meriah dan penuh makna.

“Festival ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga upaya kita untuk melestarikan budaya peninggalan nenek moyang dan meneruskan nilai-nilai kebudayaan kepada generasi muda, khususnya di Kabupaten PPU,” ujarnya saat menutup festival.

Dalam penutupan yang meriah ini, Zainal memberikan apresiasi kepada para seniman tradisional dan pelestari budaya yang semakin kreatif. Menurutnya para pelaku seni dalam menampilkan karya seni mereka tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Kita seharusnya bangga dengan warisan budaya kita. Festival Tanjong Penajo yang digelar sebagai bagian dari acara ini, menunjukkan seni tari dari pesisir dan pedalaman yang kaya akan nilai estetika,” tambahnya.

Tema festival “Mangku Awat Mangku Tengkuat, Mangku Pekingat,” yang berarti saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengingatkan, menjadi simbol persatuan berbagai suku yang hidup harmonis di PPU. “Tema ini relevan bagi semua suku di daerah ini, mencerminkan semangat gotong royong yang harus terus dipelihara,” ungkap Zainal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief, menekankan bahwa festival ini merupakan langkah nyata dalam memajukan kebudayaan lokal. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk Pemkab PPU, Lembaga Adat Paser (LAP), dan masyarakat yang meramaikan festival.

“Kami berharap acara ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya, sekaligus sebagai titik awal bagi perkembangan seni dan budaya di tengah kemajuan teknologi,” katanya.

Ia berharap, Festival Belian Adat Nondoi tahun depan akan lebih besar dan lebih banyak melibatkan pelaku seni lokal serta UMKM, memperkuat kekayaan budaya yang ada. “Perkembangan budaya di PPU sangat diminati oleh generasi muda. Melalui kolaborasi yang baik, kami yakin festival ini akan semakin meriah dan membawa lebih banyak kearifan lokal,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Pelipatan Surat Suara Pilkada PPU 2024, Pj Bupati Tinjau dan Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas

PPU – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, meninjau kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur serta Bupati dan Wakil Bupati PPU Tahun 2024 di Aula Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU, Sabtu (2/11/2024).

Zainal hadir didampingi Kapolres PPU AKBP Supriyanto, Ketua KPU Kabupaten PPU Ali Yamin Ishak, Kepala Kesbangpol PPU Agus Dahlan, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara, yang menurutnya merupakan bagian penting dalam kelancaran proses Pilkada 2024. Ia meminta seluruh anggota KPU untuk mengawal proses tersebut dengan cermat.

“Kami berharap seluruh anggota KPU mendampingi proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini demi menjaga kelancaran tahapan Pilkada 2024,” kata Zainal.

Menghadapi semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pilkada 2024, Pemkab PPU menekankan pentingnya ketepatan dan integritas petugas dalam melaksanakan kegiatan ini. Hal ini agar Pilkada berjalan secara jujur, adil, dan transparan.

“Proses pelipatan ini adalah bagian penting dari rangkaian Pilkada. Keberhasilan proses ini akan menjadi salah satu penentu keberhasilan Pilkada 2024. Mari kita bersama menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan ini agar tetap sesuai standar,” tambahnya.

Adapun proses sortir dan pelipatan surat suara mencakup identifikasi surat suara rusak atau cacat cetak, seperti warna tidak merata, teks tidak jelas, serta noda atau cacat fisik lainnya yang dapat memengaruhi kualitas surat suara.

Pelaksanaan pelipatan surat suara dijadwalkan dalam dua sesi: sesi pertama pada 2-3 November 2024 untuk surat suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PPU dengan 19 petugas pelipat, dan sesi kedua pada 4-5 November 2024 untuk surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dengan 25 petugas pelipat.

Sebelum memasuki ruang pelipatan, para petugas diwajibkan melalui pemeriksaan keamanan ketat dan dilarang membawa barang pribadi seperti ponsel, korek api, dompet, gunting, dan benda tajam lainnya guna menjaga akuntabilitas proses tersebut.

Kapolres PPU AKBP Supriyanto, yang turut hadir, menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam mengawasi dan mengamankan jalannya setiap tahap pemilu. Supriyanto mengingatkan para petugas pelipat surat suara untuk melaksanakan tugas dengan teliti dan bertanggung jawab.

Ia juga berpesan agar petugas berhati-hati dalam melipat surat suara agar tidak terjadi kerusakan atau masalah teknis lainnya. “Tugas kami adalah mengawal dan mengamankan seluruh rangkaian pemilu, memastikan penyelenggara dapat bekerja tanpa intervensi dan sesuai tahapannya,” ujar Supriyanto. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Kuatkan Kebersamaan, Pj Bupati Zainal Arifin Apresiasi Kekompakan Humas Protokol PPU di Family Gathering

PPU – Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat saat keluarga besar Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar acara family gathering. Kegiatan selama dua hari di Villa Langit Senja, Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Pajala, Penajam, pada Jumat hingga Sabtu (1-2/11/2024).

Acara yang penuh dengan semangat kebersamaan ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU Zainal Arifin, Asisten III Bidang Administrasi Umum PPU Aini, Kepala Bagian Humas dan Protokol PPU Hendro Susilo, serta seluruh jajaran Humas dan Protokol.

Dalam kesempatan ini, Zainal menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan dan dedikasi tim Humas dan Protokol PPU yang telah menunjukkan kinerja optimal di lapangan. Ia menekankan bahwa peran Humas dan Protokol sangat penting dalam memastikan kesuksesan kegiatan pemerintahan, termasuk hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele namun memiliki dampak besar terhadap kesan acara.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh tim Humas dan Protokol yang sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Sekecil apa pun kontribusi, seperti membenahi penampilan atau memastikan semua berjalan lancar, memberikan makna luar biasa pada keberhasilan acara pemerintahan,” ujarnya.

Zainal berharap kekompakan ini terus terjaga, mengingat tantangan yang semakin beragam dalam mendukung kelancaran kegiatan pemerintah daerah. Menurutnya, kekuatan tim terletak pada soliditas, dan ia mengajak semua anggota untuk selalu bangga dengan apa yang mereka lakukan demi kesuksesan bersama.

Asisten III PPU, Aini, juga menyampaikan bahwa acara ini sangat bermanfaat dalam memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Di tengah kesibukan tugas yang seringkali memisahkan tim ke berbagai arah, kesempatan berkumpul dalam family gathering ini menjadi ajang untuk mempererat ikatan dan meningkatkan rasa solidaritas.

“Tim Humas dan Protokol ini selalu bergerak, ada yang bertugas di utara, selatan, dan di mana pun pemerintah membutuhkan. Melalui acara ini, kita bisa memperkuat kembali hubungan dan kebersamaan, yang sangat penting agar kita selalu kompak,” ujar Aini.

Selain mempererat hubungan, Aini juga menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mensosialisasikan tugas kehumasan dan keprotokolan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa di PPU.

Dengan acara family gathering ini, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalisme Humas dan Protokol PPU semakin meningkat, menjadikan mereka garda terdepan dalam mendukung suksesnya berbagai kegiatan di PPU.

Kepala Bagian Humas dan Protokol PPU, Hendro Susilo, menambahkan bahwa family gathering ini juga menjadi bagian dari rangkaian Sosialisasi Program Humas Protokol yang bertajuk “Sat-Set” (Siap, Aktif, Tepat, Sinergi, Elaborasi, Terpadu). Program ini sudah disosialisasikan kepada unsur kecamatan, lurah, dan kepala desa sebelumnya, dan diharapkan mampu memperkuat kinerja tim humas dan protokol di PPU.

“Kami berharap tim Humas Protokol semakin solid dalam menjalankan tugasnya. Perbedaan di antara kita justru menjadi kekuatan, memperkuat kebersamaan dan meningkatkan jiwa korsa dalam mendukung kegiatan pemerintahan,” tutup Hendro. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Bank Tanah Beri Solusi Warga Terdampak IKN Lewat Reforma Agraria

PENAJAM PASER UTARA – Badan Bank Tanah memberikan solusi bagi warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang terkena dampak pengembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) lewat program reforma agraria.

Sejumlah warga yang ditemui, di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang terkena dampak pembangunan bandara IKN dan jalan bebas hambatan (Tol) IKN Seksi 5B, di Penajam, Minggu, menyatakan Badan Bank Tanah memberikan solusi penggantian lahan melalui program reforma agraria.

“Tidak benar ada intimidasi, selama ini Badan Bank Tanah dengan warga baik. Kami diberikan solusi bagaimana dapat hak lahan dari reforma agraria,” ujar Eko, salah satu warga Kabupaten Penajam Paser Utara, calon penerima reforma agraria Badan Bank Tanah.

Eko dan sejumlah warga lainnya terkena dampak pengembangan pembangunan IKN, mendapatkan penggantian tanam tumbuh dan juga penggantian tanah dari program reforma agraria di atas hak pengelolaan lahan (HPL) Badan Bank Tanah.

Selama ini Badan Bank Tanah melakukan komunikasi secara persuasif kepada masyarakat, menurut dia, kehadiran Badan Bank Tanah dapat mewujudkan keadilan dan kepastian hak atas tanah bagi warga.

“Lahan reforma agraria bisa untuk anak cucu juga, kalau diganti dengan uang semua tidak akan punya tanah,” ujar Eko, yang juga telah menerima penggantian tanam tumbuh sekitar Rp40 juta.

“Kami sempat khawatir kena dampak pembangunan, tapi sosialisasi dari Badan Bank Tanah bahwa tanah masyarakat dikembalikan melalui reforma agraria,” kata Harto, warga lainnya calon penerima reforma agraria Badan Bank Tanah

Harto juga telah mendapat penggantian tanam tumbuh sekitar Rp357 juta, dari Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui penanganan dampak sosial kemasyarakatan (PDSK).

Awalnya kehadiran Badan Bank Tanah sempat diprotes masyarakat, kata Harto, tetapi dengan sosialisasi yang rutin dilakukan Badan Bank Tanah kepada warga membuahkan hasil positif.

Badan Bank Tanah selain menyediakan lahan pengembangan pembangunan IKN di atas HPL Badan Bank Tanah dengan luas 4.162 hektare, juga punya kewajiban menyediakan minimal 30 persen untuk reforma agraria.

Kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang menetapkan alokasi tanah objek reforma agraria (TORA) di atas HPL Badan Bank Tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan 1.873 hektare.

Reforma agraria tersebut dilaksanakan dalam beberapa tahap, kata Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja, tahap satu menyasar masyarakat terdampak pembangunan bandara dan jalan Tol IKN Seksi 5B dengan luas 400 hektare.

Pelaksanaan reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah tersebut, saat ini sudah masuk tahap akhir. Badan Bank Tanah melakukan kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) terus melakukan akselerasi.

“Reforma agraria kewajiban yang wajib ditunaikan dan kami ingin penerima manfaat bisa optimal kelola TORA,” katanya pula.

Tahapan reforma agraria sedikit lagi rampung kemudian diterbitkan sertifikat tanah, program reforma agraria juga menciptakan keadilan sosial yang ditandai dengan keadilan agraria dan kesejahteraan masyarakat, demikian Parman Nataatmadja. (ANT/KN)

Grace Minta Setiap Kelurahan dan RT Siapkan Bank Sampah

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Grace Warastity soroti jumlah sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah. Menurutnya, volume sampah yang membesar disebabkan kurangnya pemilahan sampah, mana sampah yang bisa di daur ulang maupun tidak.

Apalagi, Pemukiman padat penduduk di Kabupaten Berau khsusnya di Kecamatan Tanjung Redeb terus bertambah. Hal ini juga pasti dibarengi dengan jumlah sampah yang dihasilkan setiap rumah. Masih banyak rumah yang tidak memiliki tempat sampah.

“Setiap Rukun Tetangga (RT) dan Lurah untuk segera menyusun konsep bank sampah.agar setiap rumah bisa tertata pembuangan sampahnya,” ungkapnya kepada awak media.

Konsep bank sampah bisa mulau diterapkan oleh Kelurahan ataupun RT. pembangunan bank sampah dapat didanai melalui iuran keamanan kebersihan yang dikelola oleh kas RT.

“Iuran warga bisa menjadi solusi untuk membangun bank sampah atau menggunakan dana RT,” katanya.

Lanjut Grace, keberadaan bank sampah berpotensi mengurangi masalah ekonomi di masyarakat. “Jadi ke depan, dengan adanya bank sampah, masyarakat dapat menciptakan produk bernilai ekonomis, seperti tas, dan berbagai kerajinan lainnya,” jelasnya.

Ia juga yakin dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat dari setiap RT dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Jika sumber daya manusia memiliki keterampilan, saya percaya mereka akan memiliki pemikiran untuk berbisnis dalam bidang ekonomi kreatif,” tuturnya.

“RT dan Lurah telah memberikan mereka wadah untuk berbisnis, yang merupakan poin penting bagi pembangunan masyarakat di Berau,” tambahnya.

Dirinya menekankan pentingnya peran aktif dari dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan pendampingan. Serta inovasi RT dan Lurah dalam pembentukan bank sampah.

“Dinas terkait harus responsif dalam menilai inovasi dari setiap RT dan Lurah tentang pembuatan bank sampah. Saya berharap mereka dapat mengalokasikan anggaran untuk bank sampah,” (ADV/KN)