Beranda blog Halaman 577

Rudi Mengusulkan Memperindah Kota Melalui Pihak Ketiga

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mempercantik dan memperindah kawasan perkotaan. Seperti, membangun Taman, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Sudah sepatutnya pemerintah memberikan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat, Sebagai fungsi dari pemerintah.

Namun, Rudi menyampaikan untuk tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunannya. Dirinya mengusulkan untuk memanfaatkan pihak ketiga melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Memang sudah seharusnya pihak ketiga yang bergerak di Kabupaten Berau harus dimanfaatkan untuk memperindah kawasan kota menggunakan CSR,” ujarnya.

Menurutnya, jika menggunakan APBD Berau lebih baik dialikan kepada pembangunan yang memiliki fungsi mendesak. Seperti, perbaikan jalan rusak ataupun genangan air yang membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat.

“Pemanfaatan APBD dengan cara seperti itu saya rasa lebih tepat,” ungkapnya.

Dicontohkannya, banyak pihak ketiga yang bergerak disektor pertambangan. Artinya, jika satu titik hutan Berau dibuka untuk pertambangan, maka satu titik di wilayah perkotaan harus dipercantik dan diperindah.

“Kalau semuanya mengandalkan APBD maka akan ambruk APBD nya. Banyak perusahaan yang bisa diminta untuk mengalokasikan CSR nya untuk memperindah kota,” tuturnya.

“Contohnya di Kota Surabaya, Telkomsel memanfaatkan lahan kosong dan disulap menjadi ruang terbuka untuk bermain. Itu bisa menjadi contoh untuk diterapkan di Bumi Batiwakkal,” tambahnya.

Politikus Partai PDI-P itu menyebut, seharusnya, pemerintah menyediakan lahan dan pihak ketiga memanfaatkannya. Seperti, hiasan di Jembatan Sambaliung, pihak ketiga yang mempercantik dan mengelola hiasan di Jembatan Sambaliung.

“Itu salah satu contoh pemanfaatan pihak ketiga untuk memperindah dan mempercantik kota,” jelasnya.

Pemanfaatan pihak ketiga dalam mempercantik kota memiliki banyak kegunaan. Seperti, pengelolaan ditanggung oleh pihak ketiga tersebut. Selain itu, jika ada kerusakan akan langsung bisa ditangani.

“Jika ada kerusakan dan itu menggunakan APBD, penanganannya cukup lama. Harus dianggarkan terlebih dahulu dan menunggu tahun depan. Bila lambat ditangani kerusakannya akan semakin parah,” tutupnya. (ADV/KN)

Ratna Usulkan Sering Adakan Event Pendorong UMKM

TANJUNG REDEB – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau saat ini menunjukkan trend positif dan terus beranjak naik.

Sesuai dengan slogan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yakni UMKM Berau naik kelas.

Menanggapi upaya tersebut, Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Diskoperindag Berau untuk terus membuat event yang menguntungkan para UMKM.

Menurutnya, event-event menarik yang digelar di Berau sangat berdampak bagi bertumbuhnya UMKM lokal. Apalagi jika event itu dipadukan dengan kegiatan bidang pariwisata.

“Itu penting agar produk-produk lokal baik kerajinan tangan hingga makanan dan minuman yang dihasilkan olehpara pelaku UMKM bisa dikenal kesemua orang,” ujarnya.

Diakuinya, event-event yang digelar sebenarnya menjadi wadah promosi yang efektif. Produk lokal yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM akan sendirinya terekspose.

“Melalui event dengan kegiatan pameran, selain mendorong UMKM agar lebih giat dalam berusaha tetapi juga memperkenalkan produk-produk hasil tangan kita sendiri,” bebernya.

Demi memajukan UMKM itu, Ratna meminta agar Diskoperindag dapat membangun kerja sama dengan dinas terkait lainnya, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Hal tersebut dilakukan, karena UMKM tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi patner dari kemajuan UMKM di suatu daerah.

“Ini harus seiring sejalan. Promosi wisata di Disbudpar harus sejalan dengan UMKM di Diskoperindag, seperti sambil menyelam minum air,” pungkasnya. (ADV/KN)

Sakirman Ingatkan Anggota DPRD Berau Tidak Melupakan Fungsinya di Masa Kampanye

TANJUNG REDEB – Masa kampanye yang tengah berlangsung saat ini membuat sebagian besar Anggota DPRD terlibat dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Berau.

Untuk itu, Anggota DPRD Berau, Sakirman mengingatkan kepada seluruh anggota DPRD Berau agar tidak mengabaikan fungsinya dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan daerah kampanye berlangsung.

Menurutnya, pengawasan itu penting mengingat semua program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat terealisasi dengan baik.

“Saat ini kita belum maksimal melakukan pengawasan karena dihadapi dengan kampanye juga,” ungkapnya.

Meskipun dalam situasi kampanye, lanjutnya, anggota DPRD harus bisa terus membangun komunikasi yang baik dengan semua SKPD. Serta melakukan evaluasi bila ada hal yang perlu diperbaiki.

“Secara lintas sektor, biar kita lewat WA saja untuk segera tindaklanjuti keluhan masyarakat. Terutama untuk program-program yang belum terselesaikan,” ujarnya.

Kepada SKPD, Sakirman meminta agar semua program yang sudah dicanangkan tahun ini harus dapat dituntaskan.

Lebih dari itu, ABT yang sudah dikucurkan juga harus bisa dimaksimalkan dalam waktu yang terbatas ini.

“Kita berharap dengan spot anggaran di akhir tahun ini bisa betul-betul menyempurnakan semua kegiatan yang kita anggap belum tuntas di anggaran murni,” ungkapnya.

Ditambahkannya, DPRD Berau tentu akan mendukung semua program yang telah dianggarkan agar tidak meninggalkan SiLPA.

Berikutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang tengah berjalan.

“Kita berharap pasca nanti bupati baru, semua hal ini bisa terlihat lebih baik lagi dan kita bisa mengevaluasi semua kerja-kerja OPD termasuk juga kerja dewan baru,” pungkasnya. (ADV/KN)

Camat Muara Muntai Terus Upayakan Semenisasi Jalan Penghubung Antar Desa

TENGGARONG – Camat Muara Muntai, Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya semenisasi jalan poros yang menghubungkan desa-desa di wilayahnya. Fokus utama saat ini adalah peningkatan kualitas jalan demi mendukung konektivitas dan perekonomian masyarakat antar desa.

“Kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Kerja sama antara OPD, kecamatan, dan desa sangat penting. Saat ini, pembangunan jalan poros sudah mengalami kemajuan, meski masih ada sekitar 40 persen jalan yang belum disemenisasi,” katanya. Kamis (14/11/2024).

Ia menjelaskan, prioritas pemerintah kecamatan adalah mengganti jembatan ulin tua dengan jalan yang disemenisasi, terutama di sekitar area pasar untuk memudahkan mobilitas warga dan akses perdagangan. “Bahan ulin semakin sulit, jadi kami memilih semenisasi yang lebih tahan lama dan sesuai dengan kondisi geografis di sini,” jelasnya.

Pembangunan jalan di Muara Muntai memiliki tantangan tersendiri karena desa-desa tersebar dan dipisahkan oleh sungai serta danau. Enam desa, termasuk Desa Leka dan Perian, berada di jalur strategis jalan poros Kukar-Kubar yang menjadi penghubung utama antar desa. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) juga mendukung semenisasi ini melalui anggaran dan bantuan teknis.

“Kami sangat terbantu, dan semenisasi menjadi solusi jangka panjang bagi infrastruktur jalan di sini,” tambah Mulyadi.

Ia menargetkan seluruh jalan poros di Muara Muntai akan selesai disemenisasi pada 2025. Saat ini, prioritas pembangunan adalah jalan di Desa Muara Muntai Ilir dan Kayu Batu, yang membutuhkan peninggian dan semenisasi.

Mulyadi optimis, perbaikan infrastruktur jalan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuka akses distribusi hasil pertanian dan produk lokal.

“Infrastruktur yang baik akan memperluas akses pasar bagi produk desa dan meningkatkan pendapatan warga,” jelasnya.

Ia juga berharap akses jalan yang lebih baik akan mendorong sektor pariwisata lokal, menarik lebih banyak wisatawan ke Muara Muntai yang dikenal dengan keindahan danau dan ekosistem sungainya.

“Dengan infrastruktur yang baik, sektor pariwisata bisa berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian desa,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Pengembangan Potensi Pemuda Kecanatan Muntai Dukung Didukung Penuh Camat

TENGGARONG – Camat Muara Muntai, Mulyadi, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi pemuda di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap memfasilitasi bakat dan minat para pemuda melalui koordinasi dan komunikasi yang efektif.

“Perkembangan kegiatan pemuda di Muara Muntai sangat positif dan memberikan dampak nyata bagi wilayah ini,” sebutnya, Kamis (14/11/2024).

Mulyadi menjelaskan bahwa pihak kecamatan aktif berkoordinasi dengan Organisasi Kepemudaan (OKP) setempat untuk menggali potensi para pemuda. Menurutnya, minat dan bakat yang beragam di kalangan pemuda dapat diarahkan ke kegiatan yang positif, seperti olahraga dan aktivitas lain yang sesuai dengan minat mereka.

“Banyak pemuda berbakat dalam olahraga seperti sepak bola, bulu tangkis, dan voli. Kami siap mendukung kebutuhan mereka, baik dalam bentuk fasilitas maupun motivasi,” ujarnya.

Pemerintah kecamatan juga rutin berkomunikasi dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muara Muntai dan OKP lainnya agar aspirasi pemuda bisa tersalurkan dan mendapat dukungan dari dinas terkait.

Selain itu, Kecamatan Muara Muntai menyelenggarakan berbagai kegiatan tradisional untuk menggali potensi pemuda, seperti lomba ces, turnamen bola, dan bulu tangkis. Mulyadi mengatakan kegiatan-kegiatan ini tidak hanya mengembangkan bakat pemuda, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara mereka. (Yudi/Adv)

Dispar Kukar Gencarkan Pelatihan Digital Untuk Dorong Geliat Ekonomi Kreatif

TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tekankan pentingnya pengolahan sosial media dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal. Untuk menopang itu, sejumlah pelatihan pengolahan media sosial kerap diselenggarakan oleh pemerintah.

Di era digital seperti saat ini, Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menekankan. Pengelolaan media sosial memegang peranan sangt penting dalam menopang perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menenagh (UMKM).

“Melalui penguasaan video editing dan social media handling, mereka bisa mengembangkan strategi promosi yang lebih efektif,” ujarnya, Kamis (14/11/2024).

Antoni menjelaskan, program pelatihan yang dihadiraka ini dirancang agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan digital mereka. Dengan program tersebut, diharapkan para pelaku UMKM dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mempromosikan produk mereka secara profesional dan meningkatkan daya tarik produk melalui konten visual yang menarik.

“Kami ingin pelaku UMKM lebih mahir mengelola akun media sosial mereka dan mempromosikan produk dengan lebih profesional,” serinya.

“Kami juga akan menghubungkan mereka dengan fotografer bersertifikasi untuk menjamin kualitas konten visual,” tandasnya. (Yudi/Adv)

BKN Anugerahkan Penghargaan Manajemen ASN, Bontang Jadi yang Terbaik di Kategori Kompetensi

SURAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menganugerahkan “Anugerah Manajemen ASN” kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Kali ini, Pemkot Bontang mendapat penghargaan pada kategori Pengelolaan Kompetensi dalam acara yang berlangsung di Grand Ballroom Alila Hotel, Surakarta, Rabu (13/11/2024). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya Pemkot Bontang dalam mengembangkan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

Plt. Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, dalam sambutannya mengapresiasi upaya kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang menunjukkan keunggulan dalam manajemen ASN. “Kami berharap pencapaian ini dapat dipertahankan dan terus dikembangkan untuk mewujudkan kinerja birokrasi yang semakin andal, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Haryomo.

Anugerah Manajemen ASN tahun ini terdiri dari enam kategori, yaitu:

1. Indeks Implementasi Manajemen ASN
2. Pengelolaan Disiplin
3. Pengelolaan Kinerja
4. Pengelolaan Layanan Kepegawaian
5. Pengelolaan Sistem Informasi dan Data
6. Pengelolaan Kompetensi

Penghargaan ini diterima oleh Nurliah, Analis SDM Aparatur Ahli Madya dan Koordinator Penyelenggaraan SKD CPNS Kota Bontang, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Bontang. Pemkot Bontang dinilai telah sukses menyelenggarakan SKD CPNS secara aman, tertib, dan lancar, serta mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Penghargaan ini membuktikan bahwa Kota Bontang mampu menjadi lokomotif perubahan dalam layanan kepegawaian dan pengembangan SDM Aparatur,” ujarnya. Sudi juga menekankan bahwa Pemkot Bontang akan terus berinovasi dalam mengelola layanan kepegawaian berbasis digital yang cepat, transparan, dan akurat, serta berupaya meningkatkan kompetensi ASN untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bontang untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas manajemen ASN. Dengan komitmen yang kuat, Pemkot Bontang optimis dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik dan mendukung pelayanan publik yang prima. (adv)

Program Inovatif Dispora Kukar, Klinik WPM Raih Prestasi Sampai Tingkat Nasional

TENGGARONG –Inovasi Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses mencetak wirausaha muda yang kreatif. Bahkan program ini juga berhasil membawa prestasi dengan menduduki peringkat keempat dalam nominasi Kabupaten/Kota Layak Wirausaha Muda (Wiramuda) tingkat nasional yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dijelaskan oleh Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, pencapaian yersebut merupakan buah manis dari sinergi yang dibangun oleh seluruh pihak. Sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan pelaku wirausaha muda Kukar.

“Alhamdulillah, kita berhasil menempati peringkat empat di kategori Kabupaten Layak Wirausaha Muda, setelah Sleman, Banjarmasin, dan Ambo,” ucapnya, Rabu (13/11/2024).

Lebih lanjut ia menjelaskan bawa Klinik WPM yang merupakan program unggulan Dispora Kukar, menjalankan pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai sektor, termasuk perusahaan, akademisi, masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan wirausaha mapan.

Klinik tersebut menyediakan berbagai layanan dari pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan alat bantu usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan para pemuda Kukar.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membuka jaringan kolaborasi luas yang mencakup sektor perusahaan dan akademisi,” serunya.

“Perusahaan yang berada di Ring 1 dan Ring 2 Kukar memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan wirausaha, sementara akademisi dihadirkan untuk memperkuat materi pelatihan,” timpalnya.

Dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat, Dispora Kukar juga bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Koperasi UMKM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Dinas Pariwisata.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, sinergi ini yang memberikan kekuatan dan cakupan lebih luas dalam membina dan mengembangkan wirausaha muda di Kukar. Selain itu, kami melibatkan pelaku usaha mapan untuk menjadi mentor dan memberikan inspirasi bagi para peserta,” tambahnya.

Program ini terbukti efektif, dengan lebih dari 3 ribu wirausaha muda yang telah mengikuti pembinaan langsung dari Dispora Kukar. Para peserta kini tidak hanya mampu menjalankan usaha sendiri, tetapi juga berani bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Bahkan beberapa dari mereka telah berhasil meraih penghargaan nasional.

“Pelatihan yang kami berikan pun menyesuaikan keinginan pemuda. Kami mendengarkan apa yang mereka butuhkan, sehingga pelatihan yang diberikan dapat langsung diaplikasikan, sesuai passion mereka masing-masing,” tuturnya. (Yudi/Adv)

Kabid KKK DP2KB Kukar Anjurkan Perncanan Kehamilan yang Matang Untuk Terhindar Dari Fenomena Baby Blues

TENGGARONG – Baby blues, kondisi emosional yang dialami ibu pasca melahirkan, masih kerap terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meskipun belum ada data pasti terkait jumlah kasus ini, fenomena baby blues ditemukan di berbagai kelompok ibu, baik ibu muda maupun ibu yang belum siap secara mental atau fisik menghadapi kelahiran.

“Baby blues masih sering terjadi, bukan hanya pada ibu muda. Banyak ibu yang tidak sepenuhnya siap atau mengalami kehamilan tidak terencana juga merasakan hal serupa,” ungkap Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KKK) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Sri Lindawati, Rabu (13/11/2024).

Sebagai langkah pencegahan, DP2KB Kukar menekankan pentingnya pendampingan selama masa kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak. “Pendampingan sangat penting agar ibu lebih siap secara fisik dan mental. Kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan sebaiknya direncanakan dengan matang,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran keluarga, DP2KB Kukar juga mengampanyekan slogan “Hidup Berencana Itu Keren” yang menyoroti pentingnya perencanaan keluarga untuk mengurangi risiko baby blues dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Harapannya, dengan perencanaan yang baik, risiko baby blues bisa diminimalkan, dan kesejahteraan keluarga meningkat,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Tingkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga DP2KB Kukar Bentuk TPK

TENGGARONG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kukar. Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan keluarga, khususnya ibu dan anak hingga ke pelosok desa.

Disampaikan oleh Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KKK) DP2KB, Sri Lindawati, TPK akan ditugaskan untuk memberi pendampingan khusus, terutama bagi keluarga yang berisiko mengalamai gangguan kesehatan seperti stunting.

“TPK memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko. Di lapangan, kami memiliki 477 tim dengan 1.371 anggota yang tersebar di desa-desa,” Rabu (13/11/2024).

“Mereka menjalankan tugasnya sebagai konselor untuk mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk keluarga dengan ibu muda atau yang hamil di usia lanjut,” timpalnya.

Ia mengatakan resiko kesehatan yang menjadi fokus diantaranya adalah ibu hamil yang terlalu muda, terlalu tua, memiliki anak terlalu banyak, atau jarak antar kehamilan yang terlalu dekat.

TPK bertugas untuk memberikan informasi dan edukasi bagi kelompok ini agar mereka tetap menjaga kesehatan dan menghindari risiko selama masa kehamilan dan menyusui.

Selain itu, TPK juga memastikan bahwa setiap ibu, baik yang masih muda maupun yang lanjut usia, aktif melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan.

“Kami memastikan mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dari tenaga kesehatan yang berkompeten,” serunya. (Yudi/Adv)