Beranda blog Halaman 576

Sa’ga Minta Anggarkan Kapal Pengangkut Sampah Untuk Pulau Derawan

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sa’ga soroti penumpukan sampah yang terjadi di Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan.

Menurutnya, Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Berau. Tentu setiap kunjungan wisata akan ramai setiap waktu. Pasti jumlah sampah akan bertambah.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menangani masalah penumpukan dan pengangkutan sampah di Pulau Derawan.

“DLHK harus memiliki solusi konkret atas permasalahan pemumpukan sampah di Pulau Derawan,” ucapnya.

Mengingat jika kunjungan wisata melonjak naik apalagi saat musim liburan, tentu sampah menjadi tertumpuk. Sehingga, Pulau Derawan menjadi kotor. Apalagi, tempat pembungan sampah (TPS) Pulau Derawan berada di dekat bibir pantai.

“Hal tersebut akan merusak keindahan pantai jika tidak ditangani dengan segera,” tuturnya.

Politikus Partai PPP tersebut meminta kepada DLHK Berau untuk mengsulkan kepada Pemkab Berau untuk menganggarkan kapal pengangkut sampah untuk Pulau Derawan. Tidak hanya Pulau Derawan saja, beberapa pulau yang berada disekitarnya bisa memanfaatkannya.

“Jika ada kapal pengangkut sampah bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk fungsi dari kapal pengangkut sampah tersebut,” pungkasnya. (ADV/KN)

Camat Muara Muntai Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

TENGGARONG – Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyampaikan strategi untuk memperkuat ketahanan pangan di wilyahnya. Karena sebagian besar desa-desa dan pemukimannya terletak di tepi sungai, mejadikan kecamatan yang ada di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut menyimpan potensi yang cukup besar di sektor perikanan.

“Ketahanan pangan di Muara Muntai mayoritas bergantung pada sektor perikanan, meskipun ada dua desa, yaitu Desa Perian dan Desa Muara Leka, yang lebih fokus pada perkebunan,” kata Mulyadi, Jumat (15/11/2024).

Mulyadi menjelaskan bahwa Desa Perian dan Muara Leka yang terletak jauh dari aliran sungai cenderung mengembangkan perkebunan seperti sawit dan buah-buahan, termasuk semangka, sebagai usaha lokal.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), guna memperkuat sektor perikanan dan perkebunan.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah kecamatan dapat menyampaikan kebutuhan warga kepada pemerintah kabupaten dan dinas terkait, yang telah menyalurkan bantuan untuk mendukung usaha kecil di bidang perikanan.

“Berbagai bantuan, seperti alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, subsidi BBM, dan pakan ikan telah disalurkan untuk membantu para nelayan,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Indeks Pemberdayaan Gender di Kukar Tertinggi ke Lima di Kaltim

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menduduki peringkat kelima dalam Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pencapaian ini mencerminkan komitmen Kukar dalam memberdayakan perempuan serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender di berbagai sektor.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayitno, menyatakan bahwa pencapaian ini patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bersama.

“Peringkat kelima di Kaltim adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang tepat dalam memberdayakan perempuan. Mereka telah menunjukkan partisipasi aktif di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga politik,” ujarnya, Kamis (14/11/2024).

Meski bangga, DP3A Kukar bertekad untuk terus meningkatkan peringkat IPG di masa depan. Termasuk pelatihan kepemimpinan dan peningkatan akses perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan

“Kami akan terus menggenjot program pemberdayaan perempuan,” tegasnya.

Hero juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi perempuan sebagai kunci untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam kepemimpinan dan pemilu. Ia berkeyakinan, dengan memberikan ruang lebih banyak pada perempuan di kancah politik dapat mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara.

“Perempuan harus berdaya tidak hanya dalam ekonomi dan sosial, tetapi juga di politik.,” tambahnya. (Yudi/Adv)

DP3A Kukar Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pilkada 2024

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan memperkuat program edukasi gender guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Langkah ini bertujuan mendorong keikutsertaan perempuan tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dalam proses politik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayitno, menyatakan bahwa partisipasi perempuan dalam pemilu sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami ingin perempuan hadir bukan hanya sebagai pemilih, tetapi sebagai penggerak perubahan kebijakan. Untuk itu, kami akan terus memberikan edukasi ke seluruh pelosok Kukar,” ujarnya, Kamis (14/11/2024).

DP3A Kukar bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi perempuan setempat untuk menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan, advokasi, dan pendidikan politik bagi perempuan.

Pelatihan ini dirancang agar perempuan tidak hanya memahami peran politik, tetapi juga mampu menganalisis isu-isu kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka.

Hero menambahkan, peningkatan partisipasi perempuan dalam politik diharapkan akan menghasilkan kebijakan yang lebih adil dan responsif terhadap isu-isu perempuan.

“Partisipasi perempuan bukan hanya soal jumlah, tetapi kualitas keterlibatan dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Melalui program edukasi gender dan keterlibatan berbagai pihak, DP3A Kukar berharap perempuan di Kukar dapat memainkan peran lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya dalam kebijakan yang inklusif dan berkeadilan. (Yudi/Adv)

Pasar Seni Bakal Direvitalisai Tahun Depan

TENGGARONG – Pasar Seni, bakal segera direvitalisasi. Rencananya, proyek perbaikan ini akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umun (PU) Kukar, Wiyono peremajaan wajah salah satu pasar tertua di Kota Tenggarong ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan serta masyarakat lokal.

“Perencanaan dilakukan untuk memperbaiki tata ruang di Tenggarong. Pasar Seni sudah terlihat kumuh, dan selama beberapa tahun terakhir kurang dikelola dengan baik,” ucapnya, Kamis (14/11/2024).

Sebagai bagian dari revitalisasi, Dinas PU juga akan merancang konsep baru yang diharapkan dapat menarik minat pengunjung dan mendukung aktivitas para pelaku ekonomi kreatif di daerah tersebut. Selama proses perbaikan berlangsung, para pedagang di Pasar Seni akan dipindahkan sementara ke area Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di kawasan Taman Kota Raja (TKR)

“Kami masih merancang konsep yang sesuai untuk revitalisasi ini, dan harapan kami tidak ada hambatan berarti dalam prosesnya. Dengan Taman Titik Nol yang kini sudah diperbaiki, kami ingin Pasar Seni dapat mendukung wajah baru Tenggarong yang lebih segar,” tambahnya.

Perlu diketahui, Pasar Seni Tenggarong selama ini belum beroperasi secara optimal karena statusnya sebagai aset pemerintah provinsi, sehingga pemerintah kabupaten belum memiliki wewenang penuh untuk mengelola kawasan ini.

Dengan adanya perencanaan perbaikan ini, diharapkan masalah tersebut dapat diatasi sehingga kawasan tersebut sapat di optimalkan fungsinya. (Yudi/Adv)

Peduli Budaya, Calon Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Gelar Lomba Menyumpit di Desa Pampang

0

SAMARINDA – Calon Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan mengadakan Lomba Menyumpit yang memperebutkan Piala Rudy Mas’ud di Desa Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara.

Acara ini bertujuan untuk menjaga tradisi dan seni budaya masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa kegiatan lomba sumpit ini adalah bentuk pelestarian seni budaya Kalimantan Timur yang perlu terus dijaga.

“Turnamen ini akan menjadi Piala Bergilir yang diadakan setiap tahun. Ini penting agar nilai-nilai budaya leluhur kita tetap terjaga di tengah globalisasi yang bisa mengancam kelestarian budaya lokal,” ujarnya.

para peserta menyumpit. (Foto: Hanafi)

Calon Gubernur Kaltim nomor urut 2 ini menambahkan bahwa ke depan, ia akan memfasilitasi panggung berskala nasional maupun internasional untuk memperkenalkan budaya Dayak lebih luas lagi.

“Kalimantan Timur sekarang adalah Ibu Kota Nusantara, dan seni budaya kita harus dijaga agar tetap mendunia. Adat Dayak ini tidak hanya milik Kaltim, tapi juga dikenal di berbagai negara seperti Malaysia dan Thailand,” jelasnya.

Ketua Panitia Lomba, Ronald Panjaitan, menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai kabupaten/kota.

Kompetisi terdiri dari kategori Tunggal Putra (95 orang), Tunggal Putri (50 orang), Beregu Putra (27 tim dengan 3 peserta per tim), dan Beregu Putri (13 tim dengan 3 peserta per tim).

Acara berlangsung selama dua hari, dengan upacara penutupan dan penyerahan hadiah dijadwalkan pada 16 November di lokasi yang sama.

Dalam hal teknis, Ronald menyebutkan bahwa pelaksanaan lomba dikoordinasikan oleh panitia lokal yang berpengalaman dalam olahraga tradisional menyumpit.

“Kami dibantu oleh Laskar Mandau sebagai tim manajemen, sementara pelaksanaan teknis di lapangan melibatkan penggiat sumpit bersama lembaga adat Desa Pampang,” ujarnya.

Ketua Adat Budaya Pampang, Esron Palan, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus didukung.

“Kami berharap masyarakat bersama pemerintah dapat melestarikan budaya ini. Kehadiran Pak Rudy Mas’ud sebagai generasi muda yang peduli budaya sangat membanggakan,” katanya.

“Kami berharap dengan pelaksanaan turnamen ini, budaya menyumpit tetap hidup dan dikenal luas, menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Timur dan daya tarik bagi wisata budaya Pampang,” tutupnya.

Penulis: Hanafi

Pj Bupati PPU Tinjau Pasar Pangan Murah, Dorong Penurunan Inflasi dan Keterjangkauan Pangan

PPU – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pasar Pangan Murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, di halaman Kantor Ketahanan Pangan PPU, Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini turut melibatkan berbagai mitra pemerintah, seperti Bank Indonesia, pedagang ritel, distributor pangan, serta UMKM binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Gerakan Pasar Pangan Murah ini menyediakan berbagai bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, bawang merah, cabe, bawang putih, serta komoditas sayuran lainnya. Zainal memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut sebagai langkah konkret dalam menekan inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok yang murah dan terjangkau bagi masyarakat PPU.

“Gerakan pasar pangan murah ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari harga pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan bahwa pasar pangan murah ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memasarkan hasil komoditas pertanian daerah, seperti beras dan sayur-mayuran. Dengan demikian, produk pertanian lokal dan produk UMKM dapat langsung terjual kepada konsumen.

“Ini juga menjadi cara kita untuk menekan inflasi terhadap sejumlah bahan pokok yang sering mengalami lonjakan harga atau kesulitan dalam ketersediaan,” tambahnya.

Zainal juga mengimbau kepada dinas terkait dan mitra lainnya untuk terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Menurutnya, menjaga kestabilan harga adalah tanggung jawab bersama yang harus diupayakan demi kesejahteraan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat mendorong kita semua untuk terus bangkit dalam penyediaan pangan berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperoleh bahan pokok seperti beras dengan harga terjangkau dan ketersediaan yang cukup,” tutup Zainal. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Kesbangpol PPU Tegaskan ASN Wajib Netral dalam Pilkada 2024, Ingatkan Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

PPU – Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU), Agus Dahlan, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di PPU harus menjaga netralitas dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang akan berlangsung pada 27 November mendatang. Agus mengingatkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, ASN tidak diperkenankan memihak kepada calon mana pun.

“ASN harus bebas dari tekanan atau pengaruh dalam proses Pilkada. Setiap ASN memiliki hak pilih, namun tidak boleh ada keterlibatan aktif dalam mendukung salah satu calon. Kami berharap mereka tetap netral dan tidak terlibat dalam kampanye atau tindakan yang bisa mempengaruhi jalannya proses demokrasi,” ujar Agus, Kamis (14/11/2024).

Menurutnya, setiap ASN memiliki kebebasan untuk memilih calon sesuai hati nurani, namun harus menjaga etika dan netralitas dalam setiap langkahnya. Agus menegaskan bahwa jika ada ASN yang terbukti mendukung salah satu calon, mereka dapat dikenakan sanksi tegas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sanksi tersebut akan ditangani oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Bawaslu memiliki kewenangan untuk menindak ASN yang terlibat dalam mendukung calon tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami mengimbau ASN di PPU untuk memahami dan menaati peraturan ini demi terciptanya Pilkada yang jujur, adil, dan damai,” tambahnya.

Agus juga berharap agar masyarakat dan ASN bekerja sama dalam menjaga ketertiban dan menghindari potensi konflik yang dapat merusak kedamaian selama proses Pilkada.

“Pilkada adalah ajang demokrasi yang harus dilalui dengan sikap dewasa dan penuh rasa tanggung jawab. Kami berharap ASN di PPU dapat menjadi contoh teladan dalam menjaga netralitas demi tercapainya Pilkada yang aman dan damai,” pungkas Agus. (ADV/SBK)

Kesbangpol PPU Imbau Pilkada 2024 Harus Jadi Momentum Demokrasi yang Damai

PPU – Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU), Agus Dahlan, mengajak masyarakat PPU untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat silaturahmi di antara para calon dan pendukung, guna menciptakan proses demokrasi yang damai dan tertib.

“Dukungan terhadap masing-masing calon sah-sah saja, ini adalah hak setiap warga masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun, mari kita kedepankan niat silaturahmi antara para calon sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Kamis (14/11/2024).

Agus mengingatkan bahwa dalam kontestasi politik seperti Pilkada, kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana warga masyarakat menjalani proses demokrasi dengan cara yang baik dan beradab, serta menerima hasil pilihan mayoritas dengan lapang dada.

“Siapapun calon yang terpilih nanti, itu berarti beliau mendapatkan dukungan mayoritas dari masyarakat. Oleh karena itu, mari kita hormati keputusan tersebut, karena tujuan akhir kita adalah memilih pemimpin terbaik bagi PPU,” tambahnya.

Ia juga berharap agar seluruh masyarakat mengutamakan aspirasi yang positif dan menjadikan Pilkada ini sebagai momentum untuk memilih yang terbaik bagi PPU, bukan sekadar ajang kompetisi yang menimbulkan perpecahan.

“Dalam kompetisi pasti ada yang kalah dan ada yang menang, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita berdemokrasi dengan baik. Aspirasi masyarakat itulah yang kami harapkan menjadi yang terbaik bagi PPU,” pungkas Agus. (ADV/SBK)

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab PPU Salurkan 105.000 Bibit Ikan Patin ke Pembudidaya di Babulu

PPU – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor perikanan dengan menyalurkan sebanyak 105.000 bibit ikan patin kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Haruan Jaya di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu.

Penyaluran bibit ikan patin ini dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi perikanan air tawar di wilayah tersebut. Bantuan ini diberikan langsung kepada Pokdakan Haruan Jaya, yang memiliki 15 anggota pembudidaya. Setiap anggota mendapatkan sekitar 7.000 ekor bibit ikan patin untuk dikembangkan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi, menyampaikan bahwa pendistribusian bibit ikan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024, dengan alokasi dana senilai Rp200 juta. Musakkar berharap program ini dapat mendukung ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan.

Selain bibit, Pemkab juga memberikan sarana pendukung lainnya, termasuk 15 unit kolam terpal berbentuk persegi untuk budidaya di pekarangan rumah. Bantuan tersebut dilengkapi dengan 90 sak atau 2,2 ton pakan cargill, 60 sak atau 1,8 ton pakan starter, serta 15 unit alat aerator untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam kolam.

“Penyaluran ini sebagai upaya kita untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan tawar di PPU, khususnya mengembangkan kampung budidaya ikan dan kebetulan Desa Sebakung Jaya itu merupakan kampung patin,” kata Musakkar, Sabtu, (09/11/2024).

Dilaporkan bahwa hasil budidaya ikan pada semester pertama, yakni Januari hingga Juni 2024, baru mencapai sekitar 4.700 ton. Oleh karena itu, untuk menjaga agar produktivitas sektor perikanan budidaya tetap stabil, Dinas Perikanan PPU melakukan langkah-langkah pencegahan dengan rutin merawat kualitas air kolam guna menurunkan kadar keasamannya.

“Banyak sekali yang menjadi kendala saat ini di sektor budidaya, salah satunya adalah keasaman air kolam. Apalagi ketika dilanda hujan yang memiliki kadar pH sekitar 5,6 sehingga air kolam menjadi asam,” pungkasnya. (ADV/NRD/SBK)