Beranda blog Halaman 574

Dongkarak PADes Desa Loa Pari Siapkan Destinasi Wisata Baru

TENGGARONG – Pemerintah Desa Loa Pari terus berinovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan mengembangkan destinasi wisata baru. Proyek ini akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bagian dari upaya diversifikasi unit usaha desa.

Kepala Desa Loa Pari, Ketut, mengungkapkan rencana tersebut merupakan langkah strategis setelah usaha alat tulis kantor (ATK) BUMDes yang dirintis sejak 2017 mengalami kendala, terutama akibat dampak pandemi COVID-19 pada 2020.

“Kami memulai usaha grosir ATK di akhir 2017, dan pada 2018 sudah menyumbang PADes lebih dari Rp12 juta. Namun, pandemi menghantam sektor usaha ini, sehingga kami harus mencari terobosan baru,” ujar Ketut Sabtu (16/11/2024).

Mengusung konsep wisata alam berupa camping ground, Desa Loa Pari berencana menyediakan fasilitas pendukung lengkap untuk para wisatawan, termasuk perlengkapan kemping, penerangan, dan kebutuhan lainnya. Ketut optimistis, destinasi ini tidak hanya akan meningkatkan PADes tetapi juga memperkenalkan potensi alam desa kepada khalayak luas.

“Kami ingin menjadikan tempat wisata ini sebagai daya tarik utama Desa Loa Pari. Selain menawarkan pengalaman kemping yang menyenangkan, kami juga akan menyediakan berbagai fasilitas modern yang menunjang kenyamanan pengunjung,” jelas Ketut.

Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah desa telah mengalokasikan dana desa untuk memasang instalasi listrik dan lampu penerangan di area wisata. Saat ini, progres pembangunan destinasi wisata ini telah mencapai 20 persen, dengan target penyelesaian pada 2026.

“Kami sudah memasang penerangan dan listrik di lokasi wisata untuk mendukung aksesibilitas. Targetnya, pada 2026 tempat wisata ini sudah siap menyambut pengunjung,” tambahnya.

Ketut menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan PADes tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga desa, sekaligus menjadi pendorong pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Kami berharap destinasi wisata ini dapat menjadi magnet ekonomi baru bagi desa. Selain menyumbang pendapatan, kami ingin melibatkan warga desa dalam pengelolaannya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara langsung,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Desa Loa Pari Prioritaskan Perbaikan Pertanian dan Perikanan Demi Ketahanan Pangan

TENGGARONG – Pemerintah Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dengan menjadikan sektor pertanian dan perikanan sebagai prioritas utama. Dua sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian desa sekaligus penyangga ketahanan pangan masyarakat setempat.

Namun, Kepala Desa Loa Pari, Ketut, mengungkapkan bahwa sektor pertanian sering menghadapi tantangan besar, terutama masalah irigasi dan banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Mahakam.

“Banjir dari Sungai Mahakam dan sistem irigasi yang tidak memadai menjadi kendala utama bagi petani kami. Jika tidak segera diatasi, hal ini akan mengancam produktivitas pertanian di desa,” katanya, Sabtu (16/11/2024).

Untuk mengurangi dampak banjir, Pemerintah Desa Loa Pari telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan mendapatkan dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Dukungan tersebut berupa tiga unit alat penutup sungai induk yang dapat digunakan saat debit air Sungai Mahakam meningkat.

“Alat ini memungkinkan kami menutup aliran air saat Mahakam meluap, sehingga banjir yang biasanya merendam lahan pertanian bisa dicegah,” jelas Ketut.

Selain itu, desa juga memprioritaskan perbaikan sistem irigasi melalui sejumlah program seperti pembuatan parit baru dan pemasangan turap untuk menjaga kestabilan aliran air ke lahan pertanian.

“Kami sedang menjalankan program untuk memperbaiki sistem irigasi, termasuk membuat parit tambahan dan memasang turap guna mencegah kerusakan di area irigasi yang vital bagi petani,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Diskusi Publik IMM: Pemuda dan Politik Menuju Indonesia Emas 2045

SAMARINDA – Antusiasme generasi muda terhadap isu politik dan sosial mendapat panggung dalam diskusi publik bertajuk “Politisi Muda: Antara Harapan dan Realita Dalam Menghadapi Tantangan Politik Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Samarinda pada Senin malam (11/11/2024).

Dua anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun dan Andi Satya Adi Saputra, hadir sebagai pembicara, membawa pesan inspiratif bagi mahasiswa.

Bertempat di Bagios Cafe, Samarinda, acara ini dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketua IMM Samarinda, Banu Pariadi, menjelaskan bahwa diskusi tersebut dirancang untuk menyuarakan harapan dan tantangan yang dihadapi generasi muda dalam politik.

“Kami ingin mendorong politisi muda untuk terus berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan kaum muda,” ujar Banu.

Afif: Literasi Adalah Kunci

Dalam diskusi, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun menyoroti peran literasi sebagai dasar membangun generasi yang kritis dan inovatif.

Ia mengajak mahasiswa untuk memperbanyak membaca dan belajar sebagai persiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Literasi adalah pondasi untuk berpikir kreatif dan kritis. Tanpa itu, kita sulit mempersiapkan diri menghadapi era Indonesia Emas 2045,” jelas Afif.

Ia juga menekankan pentingnya inisiatif mandiri di kalangan mahasiswa untuk menciptakan perubahan, alih-alih bergantung pada pihak tertentu.

Andi Satya: Budaya Adalah Identitas

Sementara itu, Andi Satya Adi Saputra menyoroti peran DPRD dalam mendukung pelestarian budaya Kalimantan Timur.

Menurutnya, pemahaman yang benar tentang tugas legislatif dan eksekutif sangat penting bagi masyarakat.

“Kami di DPRD bertugas menciptakan kebijakan pendukung, sementara pelaksanaan fisik, seperti pembangunan gedung budaya, adalah wewenang eksekutif,” ujarnya.

Andi Satya berharap diskusi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kerja legislatif sekaligus mendorong mahasiswa untuk melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Mendorong Pemuda Jadi Pemimpin Masa Depan

Diskusi ini tidak hanya membuka wawasan mahasiswa tentang politik, tetapi juga menginspirasi mereka untuk berani mengambil peran dalam membangun Indonesia di masa depan.

Afif dan Andi Satya sepakat bahwa generasi muda harus menjadi penggerak perubahan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dengan semangat ini, IMM Samarinda berharap diskusi serupa dapat terus digelar, memperkuat sinergi antara politisi muda dan mahasiswa dalam menjawab tantangan bangsa. (Han)

Penulis: Hanafi

Tantangan Distribusi Air Bersih di Samarinda: Komitmen dan Hambatan DPRD Kaltim

SAMARINDA – Permasalahan akses air bersih masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat di Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mengungkapkan komitmennya untuk memperjuangkan hak masyarakat atas kebutuhan mendasar ini.

Namun, langkahnya terkendala oleh belum terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang menentukan struktur kerja anggota dewan.

Menurut Afif, distribusi air bersih adalah prioritas yang mendesak. Masalah ini, jika tidak segera ditangani, akan terus berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Meski demikian, ketidakpastian dalam struktur organisasi DPRD membatasi ruang geraknya untuk mengambil tindakan konkret.

“Saat ini, saya hanya bisa bergerak sesuai kapasitas yang ada. Namun, setelah AKD terbentuk, saya optimis langkah-langkah konkret untuk perbaikan distribusi air bersih dapat dijalankan dengan lebih efektif,” ujarnya.

Kendala Teknis di Lapangan

Afif juga menyoroti masalah teknis yang memperburuk distribusi air bersih di Samarinda, seperti kebocoran pipa yang sering terjadi.

Ia menilai perbaikan infrastruktur yang ada harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memastikan air bersih dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

“Ini bukan hanya soal perbaikan pipa, tetapi juga tentang bagaimana membangun sistem distribusi yang lebih andal dan berkelanjutan. Jika infrastruktur dasar seperti ini tidak diperhatikan, bagaimana kita bisa berbicara tentang pembangunan daerah secara keseluruhan?” tambahnya.

Menunggu AKD untuk Langkah Strategis

Saat ini, semua mata tertuju pada pembentukan AKD, yang akan menjadi fondasi kerja DPRD dalam menjalankan fungsi legislatifnya.

Penempatan anggota dalam komisi-komisi tertentu, termasuk yang membawahi isu infrastruktur, akan menjadi kunci dalam menentukan langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.

Afif, yang berasal dari Partai Gerindra, menyatakan bahwa ia siap untuk fokus pada perbaikan infrastruktur air bersih begitu AKD terbentuk.

“Begitu struktur ini jelas, saya akan memastikan masyarakat Samarinda mendapat haknya atas air bersih. Ini adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Pemekaran Wilayah Mangkurawang Diharapkan Kurangi Risiko Banjir di Kawasan Sungai

TENGGARONG – Pemekaran Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diharapkan dapat membantu penanganan masalah banjir yang kerap melanda area bantaran sungai. Pembagian wilayah ini diyakini akan memberikan fokus lebih pada penanganan wilayah-wilayah rawan banjir.

Lurah Mangkurawang, Ardianysah, menyatakan bahwa pemekaran tersebut dapat membantu pengelolaan kawasan yang sering terendam saat musim penghujan, terutama di Mangkurawang Dalam. Menurutnya, upaya normalisasi sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar dan kegiatan rutin pembersihan sungai oleh warga telah dilakukan, namun pemekaran akan membawa alokasi dana yang lebih tepat sasaran untuk solusi banjir yang berkelanjutan.

“Selain normalisasi, kegiatan rutin pembersihan sungai oleh warga juga rutin dilaksanakan,” ujarnya, Sabtu (9/11/2024).

Ardianysah juga menyambut positif pemekaran ini, dengan harapan Mangkurawang dapat tumbuh lebih pesat berkat alokasi dana yang lebih memadai. Sehingga penangana terhadap kawasan-kawasan yang berpotensi banjir menjadi lebih optimal.

“Dengan adanya dana Rp 2 miliar yang dialokasikan khusus untuk Desa Mangkurawang Darat, kami berharap bisa menciptakan kawasan yang maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Pemekaran Kelurahan Mangkurawang Ditargetkan Tahun Depan, Fokus Kembangkan Potensi Desa

TENGGARONG – Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) direncanakan akan dimekarkan tahun depan untuk mengoptimalkan potensi lokal. Pemekaran ini akan membagi wilayah Mangkurawang menjadi Desa Mangkurawang Darat dan Mangkurawang Bawah, dengan tujuan mendorong pengembangan sektor unggulan di tiap wilayah.

Lurah Mangkurawang, Ardianysah, menjelaskan bahwa pemekaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi khas yang dimiliki setiap desa. “Dengan pemekaran ini, kami dapat lebih fokus membangun infrastruktur dan ekonomi sesuai karakteristik masing-masing wilayah,” ujarnya, Sabtu (9/11/2024)

Desa Mangkurawang Darat akan difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, terutama madu kelulut yang sudah menjadi produk unggulan. Koperasi lokal telah mengelola kebun madu yang mencakup lebih dari satu hektar, menjadikannya produk ikonik yang memberikan nilai ekonomi bagi warga.

“Kebun Madu Kelulut di Mangkurawang Darat mencakup lebih dari satu hektar dan sudah menghasilkan madu berkualitas. Produk ini telah menjadi ikon unggulan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah Mangkurawang Bawah akan diarahkan untuk mengembangkan sektor perikanan dan budidaya dengan dukungan dan kolaborasi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.

“Kami juga telah menjalin kerja sama untuk menyediakan sarana budidaya seperti keramba sungai dan keramba terpal, guna meningkatkan produksi perikanan di wilayah ini,” tutupnya. (Yudi/Adv)

Percepatan Pembangunan Objek Wisata Harus Dipercepat Jelang Libur Panjang

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Abdul Waris menginginkan pembangunan objek wisata Kabupaten Berau, khususnya di Kecamatan Biduk-Biduk harus dipercepat.

Mengingat sebentar lagi memasuki liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan keindahan pantai dan alamnya, kawasan ini semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Potensi pembangunan resort di Biduk-Biduk pun kian terlihat. Keberadaan resort dan penginapan representatif dinilai akan memperkuat posisi Biduk-Biduk sebagai salah satu destinasi unggulan di Berau.

Selain itu, kebutuhan akan fasilitas penunjang pariwisata semakin mendesak seiring tingginya minat kunjungan wisatawan.

Dirinya mengharapkan agar pemerintah daerah dan instansi terkait tidak mempersulit proses perizinan pembangunan penginapan di kawasan tersebut.

Menurutnya, percepatan proses perizinan penting untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang terus meningkat.

“Biduk-Biduk merupakan destinasi wisata yang terkenal di Berau. Dengan keindahan pantainya, wisatawan tentu membutuhkan penginapan yang nyaman dan layak,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya dukungan dari dinas terkait agar proses perizinan dapat dilakukan sesuai ketentuan, namun tetap memberi kemudahan bagi investor yang ingin membangun penginapan di Biduk-Biduk.

Hal ini, menurut Abdul Waris, akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi setempat. Waris menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah, pemilik lahan, dan instansi vertikal dalam rangka memastikan kelancaran proses pembangunan.

Ia mengingatkan agar pembangunan resort tidak menimbulkan sengketa lahan di kemudian hari. “Membangun resort di kawasan wisata seperti Biduk-Biduk harus dilakukan dengan memperhatikan kepastian hak milik lahan. Ini agar nantinya tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan yang dapat merugikan semua pihak,” tambahnya.

Selain itu, Abdul Waris mengimbau calon investor untuk melengkapi berbagai dokumen administratif yang diperlukan, seperti denah dan status hak milik lahan.

Pembaruan dokumen ini diperlukan agar proses perizinan dapat berjalan lancar dan sesuai aturan.

Menurut Abdul Waris, penting juga bagi pemerintah dan investor untuk memperhatikan aspek perpajakan dari proyek pembangunan tersebut.

Pajak dari resort dan penginapan yang dibangun dapat menjadi tambahan pemasukan bagi daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Berau.

“Kelancaran dokumen, seperti denah dan status kepemilikan lahan, penting demi kepentingan perpajakan yang adil. Dengan begitu, pemerintah daerah bisa menerima pajak secara tepat,” pungkasnya. (ADV/KN)

Dari Dokter ke Politikus: Kisah Perjalanan Andi Satya Adi Saputra ke DPRD Kaltim

SAMARINDA – Perjalanan hidup sering membawa kejutan. Begitu pula kisah Andi Satya Adi Saputra, Anggota DPRD Kalimantan Timur, yang sebelumnya mengabdikan diri sebagai dokter.

Pilihannya untuk terjun ke dunia politik berawal dari panggilan hati untuk memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sebenarnya, saya tidak pernah terpikir untuk terjun ke politik. Namun, saya percaya bahwa setiap manusia harus berbuat lebih baik untuk sesamanya. Sebagai dokter, saya membantu pasien satu per satu. Tapi sebagai legislator, saya bisa menyentuh lebih banyak orang melalui kebijakan yang dibuat,” ungkap Andi.

Pindah Peran, Tetap Melayani

Selama tujuh tahun berdinas di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, Andi banyak belajar tentang kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

Namun, keterbatasan dampak yang dirasakannya sebagai dokter mendorongnya mencari cara lain untuk berkontribusi lebih besar.

“Misalnya, jika kita merumuskan peraturan daerah tentang perlindungan ibu dan anak, kebijakan ini bisa menyentuh ribuan bahkan jutaan orang. Itu lebih luas dibandingkan hanya melayani kasus per kasus sebagai dokter,” tambahnya.

Andi juga berbagi rencananya untuk fokus pada isu kesehatan dan pendidikan selama masa jabatannya di DPRD.

Sebagai mantan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, ia berharap dapat mengintegrasikan pengalamannya di dunia medis dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim.

Dukungan Keluarga, Fondasi Utama

Keputusan Andi untuk memasuki dunia politik juga mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat penting, terutama dalam menyeimbangkan waktu antara tugas sebagai wakil rakyat dan kehidupan pribadi.

“Keluarga saya mendukung penuh keputusan ini. Walaupun menjadi anggota dewan akan menyita lebih banyak waktu dibandingkan saat menjadi dokter, ini adalah komitmen bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Menariknya, Andi tumbuh di keluarga dokter yang juga banyak berkiprah di dunia politik.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan ini muncul dari keinginannya sendiri, bukan karena paksaan keluarga.

“Orang tua saya sebenarnya tidak pernah mendorong saya untuk terjun ke politik. Bahkan, tawaran-tawaran politik sering ditahan agar tidak sampai ke saya. Tapi jalan hidup saya menemukan arah ini,” katanya.

Harapan untuk Masa Depan Kaltim

Melalui perannya di DPRD, Andi berharap dapat memperjuangkan kebijakan yang membawa perubahan signifikan bagi Kalimantan Timur, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

“Insya Allah, saya akan tetap mempertahankan fokus pada isu kesehatan dan pendidikan. Semoga melalui peran ini, manfaat yang saya berikan bisa dirasakan lebih luas,” tutupnya dengan penuh optimisme. (Adv)

Penulis: Hanafi

Peran Pemuda Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

SAMARINDA– Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, percaya bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

Dalam diskusi publik yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), ia memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana anak muda dapat mengambil peran strategis dalam menciptakan “Indonesia Emas 2045”.

Afif memulai dengan menggambarkan pentingnya pemuda yang memiliki visi dan harapan.

“Kita tidak bisa hanya bermimpi. Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, tapi peluang nyata yang harus kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya keterlibatan dalam politik.

Afif mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah, yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat, sangat bergantung pada siapa yang memutuskan.

“Jika kita apatis, maka kita sendiri yang rugi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Afif juga menyoroti pentingnya produktivitas pemuda pada tahun 2045. “Tahun itu adalah momentum terbaik kita untuk menunjukkan kontribusi nyata. Mulailah dari sekarang dengan terlibat aktif dalam kegiatan positif dan organisasi yang membangun,” ujarnya.

Afif menutup dengan mengajak generasi muda untuk tetap optimis dan bersemangat dalam meraih cita-cita, sembari berkontribusi aktif kepada masyarakat.

“Indonesia ini punya harapan besar. Jangan biarkan peluang ini lewat begitu saja,” tutupnya dengan penuh semangat. (Adv)

Penulis: Hanafi

Tingkatkan Literasi: Samarinda Belajar dari Makassar, Pesan Afif Rayhan untuk Generasi Muda

SAMARINDA – Rendahnya tingkat literasi di Samarinda menjadi perhatian khusus Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.

Dalam sebuah diskusi, Afif mengungkapkan bahwa generasi muda Samarinda perlu mencontoh Makassar dalam meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi.

Afif menjelaskan bahwa kebiasaan konsumsi konten singkat di media sosial menjadi salah satu penyebab rendahnya literasi.

“Generasi muda di Samarinda lebih sering mengandalkan video pendek atau podcast yang kadang informasinya terpotong,” ungkapnya.

Ia menambahkan, membaca buku memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam, berbeda dengan informasi instan yang sifatnya dangkal.

“Banyak tokoh besar mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita memperkaya diri dengan pengetahuan mendalam,” kata Afif.

Tidak hanya itu, Afif juga menyoroti kurangnya budaya diskusi di Samarinda. Ketergantungan pada satu sosok dalam kegiatan literasi menjadi hambatan utama.

“Jika satu orang tidak hadir, kegiatan bisa terhenti. Hal ini harus diubah,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Afif mengajak generasi muda Samarinda untuk menargetkan peningkatan literasi hingga setara dengan Makassar sebelum berkompetisi dengan daerah di Pulau Jawa.

“Saya berharap anak muda Samarinda dapat belajar dari Makassar dan menjadikan literasi sebagai kebiasaan untuk memperkaya pengetahuan dan membangun masa depan daerah,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi