Beranda blog Halaman 57

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Prabowo Sambut Pengembalian Dana Negara

0

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyambut pelunasan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp218,3 triliun. Penyelesaian kewajiban tersebut menjadi sorotan karena berkaitan dengan upaya panjang pemerintah memulihkan aset dan keuangan negara.

Pelunasan utang BLBI menjadi bagian penting dalam penuntasan persoalan keuangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pemerintah terus didorong memastikan proses pengembalian aset berjalan transparan dan memberikan manfaat bagi kepentingan negara.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas pengungkapan 30 kontainer berisi beras dan garam oleh Bea Cukai yang diduga disamarkan sebagai bahan kimia. Kasus tersebut menjadi perhatian dalam pengawasan arus barang dan kepatuhan perdagangan.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn23sept2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

MTQ Kaltim 2026 di Depan Mata, Kukar Kejar Persiapan Teknis

0
Sekkab Kukar, Sunggono saat dijumpai usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Waktu persiapan Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 mulai memasuki fase krusial.

Setelah konsep utama penyelenggaraan disepakati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini bersiap mengubah seluruh rancangan tersebut menjadi pekerjaan teknis di lapangan. MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim sendiri direncanakan berlangsung pada 3 hingga 10 Desember 2026 di Tenggarong.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar, Sunggono, menargetkan pekerjaan teknis dan fisik mulai berjalan paling lambat 1 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Sunggono saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim di Ruang Rapat Sekkab Kukar, Rabu (23/9/2026).

Rapat tersebut diikuti panitia inti dan para koordinator bidang untuk mengevaluasi perkembangan persiapan sekaligus memastikan kebutuhan penyelenggaraan dapat dituntaskan sesuai tahapan.

“Dari penjelasan para koordinator bidang, secara keseluruhan kita sudah siap menjadi tuan rumah. Sekarang tinggal bagaimana hasil kesepakatan ini segera kita tindak lanjuti dengan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Sejumlah elemen utama penyelenggaraan disebut telah menemukan titik kesepakatan. Mulai dari konsep arena utama, maskot, logo hingga tema MTQ telah disiapkan sebagai pijakan menuju tahap pelaksanaan.

Konsep tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri untuk mendapatkan persetujuan.

Setelah persetujuan diperoleh, panitia akan langsung masuk pada pekerjaan teknis dan fisik. Setiap koordinator bidang juga telah diminta menyiapkan kebutuhan sesuai tugas masing-masing.

“Waktu kita tidak panjang, sehingga setelah persetujuan diberikan kita harus langsung bergerak. Teman-teman di masing-masing bidang sudah saya minta menyiapkan seluruh kebutuhannya,” bebernya.

Salah satu keputusan penting dalam persiapan MTQ adalah lokasi arena utama. Untuk sementara, halaman Kantor Bupati Kukar di Tenggarong disepakati sebagai lokasi utama pelaksanaan.

Lokasi tersebut nantinya akan ditata secara khusus agar mampu menunjang kegiatan utama sekaligus rangkaian agenda MTQ selama pelaksanaan.

“Untuk sementara kita sepakati di halaman Kantor Bupati. Nanti pengaturannya kita buat secara khusus agar pelaksanaan kegiatan utama bisa berjalan dengan baik,” ungkap Sunggono.

Tak hanya arena, perhatian juga diarahkan pada identitas penyelenggaraan. Logo, tema, dan maskot telah menjadi bagian dari konsep yang disiapkan panitia. Namun, khusus maskot, Sunggono masih memilih merahasiakan bentuknya.

“Maskotnya rahasia dulu. Nanti akan ada waktunya kita sampaikan kepada masyarakat,” kata dia.

Di tengah pemantapan sebagai tuan rumah, Kukar juga tidak melupakan persiapan dari sisi peserta. Melalui LPTQ Kukar, pembinaan kafilah telah dilakukan sejak awal 2026. Prosesnya dimulai dengan seleksi terbatas terhadap peserta yang sebelumnya mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Kukar pada Januari.

Seleksi kemudian diperkuat melalui proses penjaringan dari MTQ tingkat kecamatan. Peserta maupun juara yang dinilai memiliki potensi kembali diseleksi untuk mengikuti pemusatan pelatihan.

Pola pembinaan dilakukan secara bertahap, baik melalui latihan mandiri maupun pelatihan terpusat. Dengan pola tersebut, peserta yang telah terjaring tidak hanya disiapkan untuk tampil, tetapi juga terus dipantau perkembangan kemampuannya hingga mendekati pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

“Pembinaan ini kita lakukan bertahap. Jadi peserta yang sudah terjaring tidak langsung dilepas, tetapi terus kita lihat perkembangannya melalui proses pelatihan yang sudah disiapkan,” jelas Sunggono.

Kukar memastikan akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan dalam MTQ ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim 2026, yang jumlahnya mencapai sekitar 58 cabang.

Dengan persiapan kafilah yang telah dimulai sejak awal tahun dan persiapan teknis tuan rumah yang kini memasuki tahap pengerjaan, Sunggono berharap Kukar tidak hanya sukses menyelenggarakan MTQ, tetapi juga mampu mempertahankan prestasi di arena perlombaan.

“Target kita kembali juara lagi. Insyaallah,” pungkasnya. (Adv)

 

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Dinkes Kukar Bidik Stunting Turun Jadi 12,2 Persen, Intervensi Diperluas

0
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Angka prevalensi stunting di Kutai Kartanegara (Kukar) masih berada di level 14,2 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini membidik penurunan hingga sekitar 12,2 persen dengan memperluas intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, deteksi dini ibu hamil berisiko, penguatan kader hingga mendekatkan layanan dokter spesialis anak ke masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufiddah mengatakan, berdasarkan data September 2026, prevalensi stunting Kukar berada di angka 14,2 persen. Capaian tersebut masih berada dalam target pemerintah daerah, tetapi intervensi tetap harus diperkuat agar angka tersebut dapat ditekan lebih jauh.

“Capaian yang sudah ada harus terus kita jaga. Program penanganan stunting tetap menjadi perhatian dan perlu dipastikan pelaksanaannya berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ismi, Rabu (23/9/2026).

Salah satu intervensi yang terus diperkuat adalah PMT lokal yang disalurkan melalui puskesmas di tingkat kecamatan hingga kelurahan dan desa.

Program tersebut menyasar kelompok yang memiliki risiko terhadap stunting, di antaranya ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), serta bayi dan balita yang mengalami stunting.

Tidak sekadar membagikan makanan, penyusunan menu PMT dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan gizi penerima. Tenaga gizi memastikan kandungan karbohidrat, protein dan zat gizi lainnya sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Sejumlah bahan yang mudah diperoleh di daerah, seperti kacang-kacangan dan sumber protein lainnya, dapat diolah menjadi menu tambahan sesuai kebutuhan penerima.

Intervensi bahkan dilakukan sejak masa kehamilan. Dinkes Kukar mendorong deteksi dini terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami KEK melalui pemeriksaan rutin, salah satunya dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA).

Ibu hamil dengan ukuran LILA di bawah 23 sentimeter masuk dalam kelompok yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Di luar intervensi gizi, Dinkes Kukar juga memperkuat kapasitas kader posyandu dan tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan masyarakat.

Penguatan tersebut dilakukan bersama Yayasan Cipta melalui sejumlah kegiatan, termasuk pilot project di wilayah Loa Janan dan Tenggarong Seberang.

Menurut Ismi, keberadaan kader menjadi bagian penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat membantu mendeteksi persoalan kesehatan sejak dini.

Akses terhadap layanan kesehatan lanjutan juga diperluas. Dinkes Kukar menghadirkan dokter spesialis anak di sejumlah wilayah untuk mendekatkan pemeriksaan kepada masyarakat.

Dengan pola tersebut, masyarakat tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan ketika ditemukan persoalan pada tumbuh kembang anak.

“Penanganan tidak hanya dilakukan dari satu sisi. Kami juga meningkatkan kemampuan kader dan petugas, sekaligus mendekatkan pemeriksaan dokter spesialis anak ke wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.

Penguatan layanan kesehatan tersebut tidak hanya menyasar persoalan stunting. Dinkes Kukar juga memantau penurunan angka kematian balita serta pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Ismi menegaskan, sejumlah indikator kesehatan tersebut perlu dijaga secara konsisten. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penurunan angka dalam satu periode, tetapi juga dari kemampuan pemerintah mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

“Angka September berada di 14,2 persen dan masih sesuai target. Selanjutnya kami membidik sekitar 12,2 persen, sehingga berbagai upaya yang sudah berjalan harus terus kita maksimalkan,” pungkasnya.

 

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

APBD Perubahan Kukar Rp7,9 Triliun, Pinjaman Rp820 Miliar Masuk Struktur Anggaran

0
Suasana paripurna pengesahan Perubahan PPAS 2026 dan Rancangan PPAS 2027. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kutai Kartanegara (Kukar) 2026 ditetapkan sekitar Rp7,9 triliun. Sekilas, angka itu terlihat melonjak sekitar Rp700 miliar dari APBD murni yang berada di kisaran Rp7,2 triliun.

Namun, kenaikan tersebut bukan berarti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memperoleh tambahan ruang fiskal sebesar Rp700 miliar. Di dalam postur APBD-P itu terdapat pencatatan pinjaman Bankaltimtara sebesar Rp820 miliar.

Penjelasan tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri seusai rapat paripurna DPRD Kukar yang membahas pengesahan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 serta Rancangan PPAS 2027.

Aulia menjelaskan, tanpa memperhitungkan pencatatan pinjaman tersebut, nilai anggaran perubahan 2026 justru berada di bawah APBD murni.

“Di anggaran murni kita itu Rp7,2 triliun, di perubahan itu Rp7,1 triliun, ditambah dengan anggaran Rp820 miliar, nampaklah angkanya menjadi Rp7,9 triliun,” kata Aulia, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, pinjaman Rp820 miliar tersebut dalam struktur anggaran bersifat pencatatan atau penatausahaan. Karena itu, angka tersebut terlihat seperti ada dana yang masuk dan kemudian kembali keluar.

“Kenapa bisa terjadi demikian? Karena di perubahan ini kita memasukkan untuk menatausahakan pinjaman di Bank Kaltimtara yang sebesar Rp820 miliar. Sehingga itu terlihat seperti anggaran in-out saja. Dia masuk, langsung keluar lagi,” ujarnya.

Dengan demikian, angka Rp7,9 triliun tidak bisa dibaca sebagai tambahan ruang fiskal baru yang seluruhnya dapat digunakan Pemkab Kukar untuk menambah program atau kegiatan.

“Jadi, ini yang menjadi hal yang harus kami jelaskan pada proses perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Pemkab Kukar sementara menempatkan anggaran 2027 di angka Rp5,4 triliun. Angka tersebut masih dapat berubah karena pemerintah daerah masih menunggu kepastian sejumlah penerimaan, termasuk dana kurang salur dari pemerintah pusat.

Dana kurang salur merupakan dana transfer yang seharusnya diterima daerah, tetapi belum seluruhnya disalurkan pada tahun anggaran sebelumnya.

“Sementara untuk tahun 2027, angka sementara berdasarkan regulasi-regulasi yang kita terima, kita menempatkan angka di Rp5,4 triliun, sambil kita menunggu beberapa hal terkait dengan dana kurang salur dan lain sebagainya,” jelas Aulia.

Pemkab Kukar masih berharap dana kurang salur untuk periode 2024-2025 yang nilainya sekitar Rp2,2 triliun dapat direalisasikan.

Jika dana tersebut disalurkan, ditambah kemungkinan adanya dana kurang salur pada 2026, maka Pemkab Kukar akan kembali menyesuaikan postur anggaran 2027 selama proses pembahasan berlangsung.

“Nah, kalau seandainya dana kurang salur 2024-2025 yang masih ada Rp2,2 triliun itu bisa tersalurkan, ditambah kemungkinan kurang salur di tahun 2026, nanti kita akan coba dalam perjalanan pembahasan ini menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” katanya.

Kepastian dana kurang salur menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Pemkab Kukar dalam menyusun anggaran tahun depan. Sebab, semakin besar penerimaan yang dapat dipastikan, semakin besar pula ruang anggaran yang tersedia untuk membiayai program pemerintah daerah.

Sebelumnya, Pemkab Kukar juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong agar dana kurang salur tersebut dapat direalisasikan. Jika terealisasi, dana tersebut akan menambah kemampuan keuangan daerah dan dapat diperhitungkan kembali dalam penyusunan anggaran berikutnya.

Karena itu, angka Rp5,4 triliun untuk 2027 saat ini masih merupakan angka sementara. Besaran akhirnya akan menyesuaikan dengan perkembangan penerimaan daerah, kebijakan pemerintah pusat, serta hasil pembahasan Pemkab Kukar bersama DPRD.

Pembahasan tersebut nantinya akan menentukan kembali struktur pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah sebelum APBD 2027 ditetapkan. (Adv)

 

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Bencana

0
Penampakan kompleks perkantoran bupati Solok di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pascabencana banjir bandang. ANTARA/HO-Diskominfo Solok

SOLOK— Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam, menyebabkan enam orang terdampak, dua di antaranya masih dalam pencarian, serta merusak sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap bencana mulai Selasa (22/9). Status itu diberlakukan untuk mempercepat evakuasi, pencarian warga, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.

“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” katanya di Solok, Selasa.

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.53 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Dalam penanganan di lapangan, Bupati Solok meninjau sejumlah lokasi terdampak bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekda Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, BPBD, kepala organisasi perangkat daerah, perangkat nagari, serta unsur terkait lainnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy juga turut meninjau kondisi wilayah yang terdampak dan penanganan bencana.

Data sementara Pemkab Solok mencatat enam orang terdampak banjir bandang. Dua orang masih dalam pencarian, yakni AG (59) dan DA (21).

Sementara itu, empat warga lainnya telah mendapat penanganan medis. ML (54), AS (66), dan YN (45) dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan MN (57) mendapat perawatan di SPH Padang.

Tim gabungan bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi, termasuk proses pencarian dan evakuasi.

Banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan di kawasan Arosuka.

Dari sekitar 11 dinas yang terdampak, kerusakan cukup berat dilaporkan terjadi pada sejumlah kantor, antara lain DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah, dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.

Pemkab Solok telah mendirikan tenda pengungsian dan posko bencana di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok.

Posko tersebut digunakan sebagai pusat informasi sekaligus tempat penanganan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana.

Jon Firman Pandu meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam penanganan bencana, terutama untuk membantu evakuasi, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta memulihkan akses dan fasilitas umum yang terdampak.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” katanya.

Hingga Selasa, Pemkab Solok bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, pencarian warga yang belum ditemukan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. (ANT/KN)

Penyelam Tembus Bangkai KM Virgo, Banyak Korban Ditemukan Terjebak di Kamar

0
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana (kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (22/9/2026) malam. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

BANJARMASIN— Tim penyelam gabungan menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam kamar bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Penyelam berhasil menembus sejumlah kamar dengan memecahkan kaca jendela kapal untuk membuka akses menuju korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan temuan tersebut membuat tim SAR memfokuskan operasi pencarian pada bagian badan kapal, khususnya kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif.

“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (22/9/2026) malam.

Menurut Putu, sejumlah korban diduga masih terjepit di dalam bangkai kapal sehingga belum dapat dievakuasi.

Tim penyelam gabungan yang terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, serta sejumlah unsur lainnya telah memecahkan kaca jendela beberapa kamar untuk membuka akses menuju ruang tempat korban terjebak.

Pada Selasa pagi, tim penyelam gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dunia dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
Namun, sejumlah korban lain yang telah terlihat oleh penyelam belum dapat dievakuasi karena kondisi air memburuk pada sore hari. Air menjadi keruh disertai arus laut yang semakin kencang sehingga menyulitkan penyelam melanjutkan proses evakuasi.

“Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” ujarnya.

Evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu (23/9) mulai pagi hingga sore hari. Tim berharap kondisi cuaca dan arus laut lebih mendukung sehingga proses evakuasi di dalam badan kapal dapat dilakukan secara maksimal.

Putu mengatakan tim SAR akan memprioritaskan pencarian di kompartemen kamar tidur penumpang, baik kelas ekonomi maupun kelas eksekutif.

Setelah pencarian di area tersebut, tim akan mempertimbangkan pemeriksaan kendaraan yang berada di dalam kapal apabila kondisi memungkinkan dan tetap aman bagi penyelam.

“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,” katanya.

Hingga Selasa pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat 126 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia.

Sementara itu, 117 korban masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Rabu dengan fokus utama mengevakuasi korban yang telah teridentifikasi di dalam bangkai kapal. (ANT/KN)

Jelang Serah Terima, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Dicat Ulang sesuai Standar Warna TNI AL

0
Sejumlah prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Italia melakukan peran parade di atas geladak kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 saat berlayar di Perairan Bangka, Kamis (17/9/2026). KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dua Helikopter AS565 Panther dan CN-235 TNI AL turut serta dalam penyambutan dan pengawalan kapal induk AL Italia, ITS Giuseppe Garibaldi-551 yang dihibahkan kepada TNI AL saat memasuki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

JAKARTA — Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi mulai dicat ulang dengan standar warna kapal perang TNI Angkatan Laut menjelang prosesi serah terima dari Pemerintah Italia kepada Pemerintah Indonesia pada 24 September 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pengecatan dilakukan pada bagian bangunan dan lambung kapal yang saat ini berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Untuk update persiapan saat ini, sedang dilaksanakan pengecatan bangunan maupun lambung kapal agar sesuai standar warna KRI (Kapal Republik Indonesia) pada umumnya,” kata Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Selain pengecatan ulang, TNI AL juga melakukan pengecatan nomor lambung kapal sebagai bagian dari persiapan sebelum kapal resmi menjadi bagian dari armada TNI AL.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal tersebut disebut akan menggunakan nomor lambung 100. Namun, Tunggul belum mengonfirmasi informasi tersebut dan meminta menunggu keputusan resmi.

“Tunggu surat keputusan resmi ya,” ujarnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan ITS Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah prosesi serah terima pada 24 September 2026.

“Kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 September. Kemungkinan di tanggal yang sama akan ada pergantian bendera dari bendera Italia menjadi bendera Indonesia,” kata Ali saat meninjau kapal tersebut di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9).

Prosesi serah terima rencananya berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok dan akan disaksikan sejumlah pejabat tinggi TNI.

Setelah resmi diserahkan kepada Indonesia, kapal akan menjalani pembenahan fisik dan perbaikan mesin. Pekerjaan tersebut akan melibatkan PT PAL bersama Fincantieri, perusahaan pembuat Giuseppe Garibaldi.

Dengan proses tersebut, Giuseppe Garibaldi tengah memasuki tahap persiapan akhir sebelum secara resmi berganti bendera dan menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut. (ANT/KN)

Danantara Mulai Kaji Pengembangan LRT Sesuai Perintah Presiden Prabowo

0
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menjawab pertanyaan wartawan terkait pengembangan LRT saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai mengkaji pengembangan moda transportasi massal light rail transit (LRT) sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara untuk membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan kajian LRT tersebut merupakan bagian dari rencana integrasi transportasi massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“LRT tentu sedang kita kaji, karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportasi yang sedang kita siapkan,” kata Dony saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut Dony, kajian tersebut tidak hanya mencakup pengembangan LRT, tetapi juga integrasi dengan moda transportasi lain, termasuk MRT dan layanan bus TransJakarta.

“Jadi, tidak terpisah-pisah, mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi JakPro, dan lain sebagainya. Ini akan menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Danantara juga akan membahas rencana pengembangan dan integrasi moda transportasi tersebut bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Selain LRT, Dony mengatakan terdapat rencana elektrifikasi sejumlah jalur kereta api, di antaranya Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.

Perintah untuk membantu pengembangan LRT sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan rute baru LRT Jakarta dari Manggarai-Kelapa Gading pada pekan lalu.

Prabowo menyatakan Danantara perlu membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan LRT.

“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dukungan Danantara untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT hingga terhubung dengan Jakarta International Stadium (JIS).

“Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga untuk membantu kami, Pak,” kata Pramono kepada Prabowo.

Pada Selasa, Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, bersama sejumlah pejabat, termasuk Dony Oskaria dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam rapat itu, Presiden membahas sejumlah isu strategis, terutama peningkatan industri tekstil serta pengembangan produk tekstil dan sepatu dalam negeri. (ANT/KN)

Bea Cukai Bongkar 30 Kontainer Beras-Garam Disamarkan sebagai Bahan Kimia

0
Menteri Keuangan Suahasil Nazara meninjau kontainer berisi beras dan garam ilegal di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Imamatul Silfia

JAKARTA— Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan membongkar modus penyelundupan beras dan garam menggunakan dokumen kepabeanan yang mencantumkan barang sebagai bahan kimia. Sebanyak 30 kontainer dari India ditindak di dua lokasi dengan total ratusan ton beras dan garam.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan 15 kontainer pertama ditindak di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Dalam dokumen impor, barang tersebut diberitahukan sebagai ammonium chloride asal India.

Sementara itu, 15 kontainer lainnya ditindak di Bogor, Jawa Barat. Barang dalam kontainer tersebut dilaporkan sebagai salt-chemical used for leather tanning purposes (low grade).

“Bea Cukai menemukan adanya indikasi pemberitahuan barang yang tidak benar, termasuk upaya pengelabuan melalui kemasan,” kata Djaka dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Selasa (22/92/2026).

Penindakan di Tanjung Perak bermula dari pemberitahuan impor barang yang diajukan PT TI.

Berdasarkan pengumpulan informasi dan analisis intelijen, Bea Cukai menemukan dugaan ketidaksesuaian antara barang yang diberitahukan dengan barang sebenarnya.

Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I bersama Bea Cukai Tanjung Perak kemudian menerbitkan nota hasil intelijen sebagai dasar pemeriksaan fisik terhadap kontainer.

Dalam dokumen kepabeanan, 15 kontainer tersebut diberitahukan sebagai bahan kimia dengan berat total 412,5 ton.

Namun, hasil pemeriksaan fisik menemukan 202.450 kilogram beras dan 211.000 kilogram garam.
Nilai keseluruhan barang diperkirakan mencapai Rp7,85 miliar. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan lebih lanjut.

Penindakan kedua di Bogor merupakan pengembangan informasi dari kasus di Tanjung Perak. Bea Cukai menduga terdapat pengiriman sejenis dengan modus pemberitahuan barang yang sama melalui pelabuhan lainnya.

Pengawasan dilakukan terhadap 15 kontainer yang diimpor PT ILW. Dalam dokumen impor, barang tersebut diberitahukan sebagai bahan kimia dengan berat total 420.000 kilogram.

Direktorat P2 Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Jawa Barat dan Bea Cukai Bogor kemudian melakukan pengawasan terhadap proses pembongkaran.

Hasil pemeriksaan fisik menemukan 194.900 kilogram beras serta 225.400 kilogram butiran putih yang diduga garam.

Nilai keseluruhan barang dalam 15 kontainer tersebut diperkirakan mencapai Rp8 miliar.

Jika digabungkan, dua penindakan itu mengungkap sekitar 397,35 ton beras dan 436,4 ton garam, dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp15,85 miliar.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan besarnya pasar Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat praktik pelanggaran kepabeanan menjadi perhatian.

“Kita harus melindungi pasar kita. Kalau beras diselundupkan masuk, itu sebenarnya menodai swasembada pangan kita,” ujar Suahasil.

Ia menekankan bahwa beras produksi dalam negeri memiliki tata kelola yang mencakup proses produksi, penyimpanan, hingga penjualan.

Menurutnya, pengawasan terhadap masuknya beras secara ilegal diperlukan untuk menjaga tata kelola dan perlindungan pasar pangan dalam negeri. (ANT/KN)

Ketua DPD RI Tinjau Kawasan Legislatif IKN, Progres Gedung DPD Capai 14,2 Persen

0
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin ditemani Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke IKN, Selasa 22/9/2026. ANTARA/HO-OIKN

PENAJAM PASER UTARA— Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin meninjau pembangunan Kawasan Legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan progres rata-rata bangunan gedung saat ini mencapai 14,8 persen.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan pembangunan sarana dan infrastruktur pusat pemerintahan di Nusantara yang ditargetkan mendukung fungsi IKN sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota politik pada 2028.

“Saya beserta beberapa anggota DPD melakukan kunjungan kerja secara khusus untuk melihat langsung perkembangan terkini dari IKN. Kita harapkan penjadwalan yang sudah dibuat itu bisa dilaksanakan tepat waktu, sehingga jadwal perpindahan ASN, kementerian, dan lembaga juga berjalan sesuai target,” ujar Sultan di Kota Nusantara, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan data Otorita IKN, progres fisik bangunan gedung di Kawasan Legislatif rata-rata telah mencapai 14,8 persen.

Untuk persil pembangunan Gedung DPD RI, progres konstruksi tercatat sebesar 14,2 persen.

Pembangunan tersebut meliputi pematangan lahan atau land grading, pengerjaan struktur bawah (substructure), hingga pemancangan tiang utama di lokasi proyek.

Saat ini, pekerjaan di Kawasan Legislatif dan persil Gedung DPD RI masih berfokus pada penataan kavling serta penyiapan struktur dasar sebelum memasuki tahap pembangunan struktur atas (superstructure).

Selain bangunan gedung, pembangunan jalan akses menuju Kawasan Legislatif sepanjang 3,7 kilometer telah mencapai progres 30,4 persen.

Pekerjaan jalan tersebut saat ini difokuskan pada pembukaan badan jalan dan penataan sistem drainase utama.

Jalan akses itu disiapkan sebagai jalur logistik untuk mendukung pergerakan alat berat dan distribusi material selama proses pembangunan kawasan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut peninjauan Ketua DPD RI dan rombongan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan Nusantara.

“Selamat datang kepada Ketua DPD RI beserta rombongan. Kehadiran lembaga tinggi negara sangat membahagiakan kami untuk menyampaikan kemajuan yang telah dicapai, sekaligus melengkapi dukungan politis bagi keberlanjutan IKN,” kata Basuki.

Selain meninjau persil Gedung DPD RI, rombongan senator melihat sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Lokasi yang ditinjau antara lain kompleks Istana Negara dan Istana Wakil Presiden.

Pemerintah menargetkan penyelesaian sarana di Kawasan Legislatif dapat memperkuat fungsi kelembagaan negara secara bertahap seiring dengan pengoperasian Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru. (ANT/KN)