Beranda blog Halaman 566

Pemdes Margahayu Intens Kembangkan Sektor Wisata dan Pertanian

TENGGARONG – Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus melaksanakan sejumlah program prioritas untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama tahun ini adalah pengembangan desa wisata serta peningkatan infrastruktur pertanian guna memperkuat posisi desa dalam swasembada pangan.

Kepala Desa (Kades) Margahayu, Rusdi, menjelaskan bahwa berbagai program yang dirancang sejalan dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. “Prioritas kami mencakup pembangunan fasilitas desa wisata dan infrastruktur di sektor pertanian, seperti irigasi untuk mendukung aktivitas petani,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan swasembada pangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Margahayu memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Infrastruktur pertanian yang memadai, seperti sistem irigasi yang baik, menjadi fokus utama untuk memastikan produktivitas lahan tetap optimal.

“Kami ingin memastikan petani memiliki fasilitas yang mendukung agar hasil panen mereka dapat terus meningkat,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Desa Margahayu juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pembinaan. Fokus pembinaan mencakup bidang keagamaan, pendidikan, dan pelatihan yang ditujukan bagi pemuda.

“Kegiatan peningkatan SDM, termasuk pembinaan keagamaan, terus kami gencarkan agar pemuda Desa Margahayu mampu menjadi generasi yang unggul dan mandiri,” tambahnya.

Rusdi menekankan pentingnya keselarasan program desa dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Ia menilai bahwa program desa harus berlandaskan pada potensi lokal sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah yang lebih luas.

“Setiap program yang kami jalankan harus selaras dengan visi-misi Bupati. Tujuannya agar Desa Margahayu tidak hanya mandiri, tetapi juga berdaya saing,” tegasnya.

Melalui berbagai program prioritas tersebut, Desa Margahayu optimis dapat terus berkembang menjadi desa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Dengan dukungan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah daerah, Desa Margahayu bertekad untuk menjadi contoh desa maju di Kabupaten Kukar.

“Semua langkah ini kami lakukan agar Margahayu bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warganya,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Ketua DPRD Berau Minta Pemerintah Sering Adakan Evaluasi Kinerja Demi Kelancaran Pembangunan Merata

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengungkapkan dalam melakukan pemerataan pembangunan di seluruh kampung, diperlukan adanya perencanaan yang berkesinambungan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dedy meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mengadakan evaluasi kerja lebih rutin.

Dimana setiap diadakannya evaluasi kinerja harus berdasarkan musyawarah mufakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau.

“Kedepannya dengan adanya evaluasi kinerja serta hasil mufakat dapat melahirkan perbaikan birokrasi pemerintah kedepannya,” ucapnya.

Dikatanya, daya serap pembangunan ekonomi Pemerintah Daerah bisa terhambat sebab lemahnya sebuah perencanaan yang secara acuan terperinci tentang bagaimana pembangunan kedepannya itu tidak ada.

Pasalnya, setiap terjadi pergantian bupati maka terputus juga sebuah perencanaan pembangunan tersebut.

“Harusnya sebuah perencanaan perlu berkesinambungan,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah pembangunan ekonomi daerah dapat terlihat dari meningkatnya kualitas kapasitas daerah serta Sumber Daya Manusia (SDM) suatu daerah.

Seperti halnya saat ada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang dimana semua usulan merupakan hasil musyawarah mufakat desa yang dibutuhkan disetiap perangkat kampung maupun masyarakat kampung.

Dijelaskanya, dari hasil usulan yang disampaikan maka terbentuklah sebuah usulan yang menjadi kebutuhan skala prioritas satu.

“Dan usulan skala prioritas satu disampaikan saat musrenbang untuk direalisasikan dan diprioritaskan untuk anggarannya,” imbuhnya.

Namun lanjutnya, tetap saja sering terjadi keluhan usulan-usulan kepala kampung yang hingga bertahun-tahun tidak terealisasi hingga sekarang.

Dirinya menegaskan, bila tidak terealisasinya perencanaan pembanguna suatu daerah disebabkan oleh anggaran yang terlalu besar, maka seharusnya Pemerintah Daerah memberikan solusi alternatif.

“Jika pemilihan anggarannya terlalu besar bisa saja dilakukan realisasi pembuka atau nanti ada lanjutannya, supaya kedepan tidak ada lagi bahasa Kepala Kampung yang merasa kecewa, ini namanya pemerataan keadilan disetiap daerah,” tutupnya. (ADV/KN)

Sakirman Ingin Pengembangan Seluruh Sektor Sebagai Penyongsong IKN

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Sakirman menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong dan mengembangkan seluruh sektor sebagai perkembangan Ibukota Nusantara (IKN).

Sebagai kabupaten penyangga Ibukota Nusantara (IKN), Anggota DPRD Berau, Sakirman mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk terus aktif mengembangkan dari segala sektor.

Dirinya menyebut berbagai sektor yang dimiliki Pemkab Berau perlu dikembangkan, seperti Ketahanan Pangan, Pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM), Pariwisata, Perkebunan, Pertanian dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Semua sektor perlu mendapatkan dukungan untuk perkembangannya,” ucapnya.

Apalagi, Sektor pertanian memerlukan dukungan terkait teknologi alat pertanian yang modern dan tepat guna.

“Di era modern ini semua perlu diperbaruhi untuk menciptakan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Selain itu, Dirinya menyampaikan digitalisasi pemasaran sangat penting dalam memasarkan produk lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat maupun daerah.

“Saya yakin dengan menerapkan digitalisasi pemasaran dapat meningkatkan hasil produksi dam menambah kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya. (ADV/KN)

Rudi Dorong Pemberian Pupuk Berkualitas Untuk Pengembangan Perkebunan Kakao

TANJUNG REDEB  – Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mengatakan saat ini Kabupaten Berau tengah berfokus pada peningkatan Sektor Perkebunan jenis Kakau atau Coklat yang menjadi komoditi andalan.

Namun, fakta dilapangan adalah para petani kakao masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk yang berkualitas untuk mendukung perkembangannya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah seharusnya mampu memberikan perhatian khusus kepada para petani kakao.

Diketahui, Pemerintah Daerah sedang gencar dengan komoditas cokelat yang mulai diekspor keluar negeri. Tidak hanya luar negeri, permintaan akan kakao khas dari Berau ini juga memiliki peminat yang banyak dari dalam negeri.

“Kakao kita memiliki ciri khas yang disukai, terbukti permintaan akan kakao fermentasi ini banyak kepada kita,” tuturnya.

Rudi berharap, Pemerintah Daerah bisa bergerak cepat untuk membantu permasalahan yang dialami para petani kakao yang ada di Bumi Batiwakkal ini.

Tentunya, diharapkan agar para petani tidak beralih fungsi ke komoditi lain yang menurut mereka lebih menguntungkan.

“Jangan sampai petani kakao kita beralih. Kita harus beri dukungan terus dengan bantuan yang maksimal,” tandasnya. (ADV/KN)

Ratna Harap Bahasa Berau Jadi Mata Pelajaran di Sekolah

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Ratna meminta agar bahasa Berau bisa ditetapkan menjadi mata pelajaran di sekolah.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pelajaran bagi anak sekolah betapa pentingnya budaya khas Berau melalui bahasa daerah, yakni bahasa Berau.

Menurutnya, sudah seharusnya bahasa daerah Berau  dipelajari sejak dini dengan membuat Muatan Lokal (Mulok) yang nantinya bisa dijadikan bahan ajaran di setiap sekolah.

Selain itu, sebagai bentuk upaya agar Bahasa Berau tidak tergerus perkembangan zaman dan terhimpit oleh keberadaan bahasa yang lain.

“Bisa dimulai dari tingkat sekolah, seperti SD, SMP dan SMA,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar itu menyebut, bahasa Berau sangat penting diajarkan di semua sekolah sebagai salah satu upaya pemerintah daerah memotivasi masyarakatnya untuk menjaga kearifan lokal dan memperkuat kecintaan atas daerah sendiri.

Sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) Berau perlu mempercepat penerapan mulok bahasa daerah tersebut di sekolah-sekolah.

“Sampai sekarangkan Cuma sekedar wacana saja,” jelasnya.

Selain menjaga kearifan dan nilai-nilai kebudayaan lokal, pelajaran Bahasa Berau yang diajarkan pada semua sekolah, lanjut Ratna, dapat membentuk akhlak dan kepribadian para pelajar. Terutama dalam mencintai adat istiadat dan budayanya sendiri.

“Semoga pelajaran Bahasa Berau itu bisa terealisasi pada semua sekolah di Kabupaten Berau dengan tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Kemendikbud,” tutupnya. (ADV/KN)

Keramahan Difabel di BKPSDM Bontang, Wujud Nyata Pelayanan Inklusif

BONTANG – Era keterbukaan informasi saat ini menuntut layanan informasi bukan hanya diberikan kepada masyarakat dengan kondisi fisik dan mental normal, tetapi juga harus tersedia secara luas bagi mereka yang memiliki kesenjangan kondisi fisik dan mental, atau yang lazim disebut sebagai penyandang disabilitas.

Rekan-rekan penyandang disabilitas perlu difasilitasi agar layanan informasi ini dapat diterima secara maksimal, mengingat keterbatasan yang mereka miliki. Memperkuat hal tersebut, Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Bontang memiliki langkah strategis tersendiri.

Terlihat sejumlah sarana dan prasarana yang disiapkan khusus bagi kawan-kawan difabel. Dari luar pintu masuk, keramahan terhadap penyandang disabilitas sudah terasa. Jalur khusus difabel dengan warna kuning cerah menyambut setiap tamu yang datang.

Di ujung jalur berpola unik itu, sebuah kursi roda dengan corak abu terlihat jelas. Ketua PPID Pelaksana BKPSDM, Hatamuddin, menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir, pihaknya secara bertahap meningkatkan fasilitas pendukung layanan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Ya, Mas, ini layanan menyambut rekan-rekan difabel yang datang berkunjung. Selain jalur khusus dan kursi roda, kami juga menyediakan tongkat untuk membantu berjalan, alat bantu dengar, termasuk kursi tunggu prioritas. Bahkan di parkiran, kami menyediakan area parkir khusus disabilitas,” jelas Hatamuddin sambil menunjuk ke arah lajur berbentuk persegi berwarna biru dengan logo disabilitas di tengahnya.

Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut barulah cerita awal dari capaian BKPSDM saat ini. Terdapat kejutan lain yang diungkapkan oleh Hatamuddin kemudian. Di hadapan kami, seorang pegawai BKPSDM berperawakan sedang tampak fokus memperhatikan layar laptop di hadapannya. Pegawai yang diketahui bernama Chairul Hamzah itu ternyata merupakan “jurus jitu” BKPSDM dalam memberikan layanan kepada kalangan difabel, khususnya tamu tuna rungu, jenis disabilitas yang juga dialami Chairul.

“Mas Chairul ini bukan hanya andalan dalam melayani sesama tamu kami yang tuna rungu, tetapi juga andal dalam menjalani tugas fungsinya sebagai admin perekap absensi dan TPP kecamatan/kelurahan se-Kota Bontang,” terang Arif Supriyadi, atasan langsung Chairul, yang diamini oleh semua rekan kerja Chairul. Menurut mereka, Chairul memiliki ketelitian dan etos kerja yang tinggi. Selain teliti dan tekun, Chairul juga merupakan seorang atlet bulutangkis dan tenis meja yang mumpuni.

“Beliau—Chairul—adalah atlet berprestasi. Sudah level nasional, dan bahkan menempati peringkat 54 dunia atlet bulutangkis tuna rungu,” sebut Kepala BKPSDM, Sudi Priyanto, yang juga menyambangi kami di Ruang Kerja Pokja Kesejahteraan, tempat Chairul mengabdi selama ini. Bahkan, Chairul memiliki kemampuan lain berupa keterampilan menjahit pakaian. Ia pernah menjadi pemenang dalam lomba menjahit yang dilaksanakan di Kota Bogor.

Menurut Sudi, Chairul adalah contoh nyata bahwa rekan difabel juga memiliki keistimewaan dalam menunaikan tugas sebagai abdi masyarakat. Selain itu, Chairul mampu berprestasi dan membanggakan kita semua. (adv)

Kecamatan Samboja Barat Siap Gelar Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Kukar ke-45

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) akan kembali menggelar perhelatan akbar tahunan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten yang ke-45. Acara ini akan berlangsung di Kecamatan Samboja Barat mulai 9 Desember 2024.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, memastikan bahwa segala kebutuhan dan persiapan untuk menyukseskan MTQ tahun ini telah dipenuhi, mulai dari sarana dan prasarana hingga kesiapan teknis lainnya.

“Persiapan di lapangan sudah sangat matang, baik arena lomba, pemondokan peserta, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ujar Sunggono, Kamis (21/11/2024).

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian pada aspek teknis penyelenggaraan. Pelatihan khusus bagi dewan juri telah dilaksanakan sebelumnya, memastikan bahwa para penilai yang terlibat memiliki kompetensi tinggi.

“Dewan juri yang akan bertugas telah bersertifikasi nasional dan sudah mendapatkan pelatihan khusus. Ini menjadi jaminan bahwa penilaian akan dilakukan secara profesional dan transparan,” tambahnya.

Sunggono yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi yang akan digunakan untuk lomba, dan semuanya dinyatakan siap menyambut peserta dari 20 kecamatan se-Kukar.

MTQ tingkat kabupaten ini dipastikan akan diikuti oleh seluruh kecamatan di Kukar. Salah satu syarat utama keikutsertaan adalah bahwa setiap kecamatan wajib menggelar MTQ di tingkat kecamatan terlebih dahulu, sesuai kesepakatan dalam rapat kerja LPTQ tahun sebelumnya.

“Ini adalah komitmen bersama agar setiap kecamatan benar-benar siap dan memiliki wakil terbaik untuk berkompetisi di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Ia menjelaskan, MTQ tingkat kabupaten tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga momen strategis untuk membangun semangat cinta Al-Quran di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan dewan juri yang telah diakui di tingkat nasional, acara ini diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah berbakat yang dapat bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

“MTQ ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi Qurani yang akan menjadi kebanggaan Kukar,” tegas Sunggono. (Yudi/Adv)

Sekkab Sunggono Apresiasi Pelatihan Kejuruan Gaeapan Distransnaker Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui berbagai program pelatihan. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, mengapresiasi langkah inovatif Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) yang telah mengadakan pelatihan kejuruan bagi masyarakat kurang mampu.

“Ini adalah inisiatif luar biasa dari Distransnaker yang konsisten dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Pelatihan-pelatihan yang dihadirkan mendukung target besar kita untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Sunggono, Kamis (21/11/2024).

Ilebih lanjut, Sunggono menuturkan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan Distransnaker tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Tetapi juga untuk membuka akses bagi mereka yang selama ini sulit mendapatkan pelatihan dan pekerjaan.

“Peserta yang mengikuti pelatihan yang digelar Distransnaker adalah masyarakat dari golongan kurang mampu. Hal ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Sunggono menegaskan bahwa Pemkab Kukar tetap berkomitmen untuk menjalankan program berbasis data yang fokus pada pengentasan kemiskinan. Pelatihan kejuruan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam memperbaiki taraf hidup mereka.

“Kita di Pemkab akan terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pelatihan ini,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja sama dalam menyukseskan program ini, termasuk sektor swasta yang turut mendukung pelatihan kejuruan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta merupakan kunci keberhasilan program Kukar Siap Kerja.

“Program Kukar Siap Kerja menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Kecamatan Anggana Dorong Produk UMKM Dari Kelapa Masuk Pasar Ekspor

TENGGARONG – Kecamatan Anggana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menjadi sorotan dengan potensi kelapanya yang melimpah. Dengan luas wilayah sekitar 1.700 km², daerah ini dikenal sebagai lumbung kelapa yang menghasilkan berbagai produk olahan berbahan dasar kelapa. Mulai dari minyak kelapa untuk konsumsi, minyak urut, hingga briket berbahan tempurung kelapa, produk-produk tersebut kini mulai menembus pasar lokal hingga luar daerah.

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengolah kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan khusus bagi pelaku UMKM.

“Kami baru-baru ini menggelar pelatihan tentang ekspor, khususnya untuk produk briket kelapa. Langkah ini kami lakukan agar pelaku UMKM lebih siap memenuhi permintaan pasar internasional,” ujar Rendra, Kamis (21/11/2024).

Selain pelatihan, Kecamatan Anggana juga memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi. Rendra menambahkan bahwa dukungan ini penting agar UMKM dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

“Kami memfasilitasi apa yang dibutuhkan para pelaku UMKM agar mereka dapat meningkatkan jumlah dan kualitas produksi,” jelasnya.

Untuk membantu pemasaran, Kecamatan Anggana telah membentuk UMKM Center, yang menjadi wadah penjualan hasil olahan industri rumahan. Produk dari UMKM Anggana kini dipasarkan tidak hanya melalui pusat ini, tetapi juga ke perusahaan sekitar dan toko swalayan di Kukar.

“Produk kami sudah masuk ke beberapa toko swalayan dan perusahaan di sekitar Kukar. Langkah berikutnya adalah memperluas distribusi hingga ke pasar yang lebih besar,” katanya.

Rendra menekankan bahwa pengembangan UMKM ini tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi ibu rumah tangga untuk berkontribusi pada ekonomi keluarga.

“Banyak ibu rumah tangga yang kini terlibat dalam produksi, mulai dari pengolahan hingga pemasaran. Ini memberikan dampak positif bagi ekonomi rumah tangga mereka,” ujarnya.

“Harapan kami, produk UMKM di Anggana bisa dikenal di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan bahkan diekspor ke luar negeri. Potensi ini sangat besar, terutama untuk briket kelapa yang sudah memiliki daya saing,” tandasnya. (Yudi/Adv)

Pemkab Kukar Fokus Tekan Kerawanan Pemilu Jelang Pelaksanaan Pilkada

TENGGARONG – Tingkat kerawanan pemilu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang mencapai angka 44,28 persen menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November mendatang. Berbagai langkah preventif telah dilakukan untuk memastikan proses pemilu berjalan aman dan kondusif.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kukar, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa kerawanan pemilu di Kukar dipicu oleh sejumlah faktor, seperti isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dinamika politik petahana. Hal ini menjadi titik rawan yang dapat memicu ketegangan di masyarakat.

“Kami telah memetakan penyebab utama kerawanan pemilu di Kukar. Netralitas ASN dan situasi petahana sering menjadi potensi gesekan yang harus diantisipasi secara serius,” ujar Bambang saat ditemui, Kamis (21/11/2024).

Untuk menekan potensi konflik, Pemkab Kukar berkomitmen menjaga netralitas ASN sebagai langkah strategis. Bambang menegaskan bahwa ASN dilarang berpihak pada kandidat mana pun dan harus tetap fokus pada pelayanan masyarakat.

“Netralitas ASN adalah prioritas utama. Kami aktif melakukan monitoring hingga ke tingkat dusun, memberikan pemahaman bahwa ASN harus tetap profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis,” tegasnya.

Sosialisasi mengenai netralitas ASN dan kerawanan pemilu terus digalakkan. Pemkab Kukar bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pesan ini tersampaikan secara luas, baik melalui media maupun pertemuan langsung.

Selain sosialisasi, Bambang mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik dan tim sukses, untuk menjaga etika politik demi menciptakan suasana yang kondusif selama masa Pilkada.

Langkah preventif ini mencerminkan keseriusan Pemkab Kukar dalam menjaga stabilitas politik dan sosial menjelang Pilkada. Dengan pengawasan ketat dan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, Bambang optimistis tingkat kerawanan pemilu dapat ditekan, demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berintegritas.

“Kepentingan bersama harus diutamakan. Kami berharap semua pihak dapat menjaga suasana yang damai, sehingga Pilkada di Kukar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tandasnya. (Yudi/Adv)