Beranda blog Halaman 565

Hasil Survei Isran-Hadi Dipertanyakan, Karena Pergunakan Lembaga Survei Yang Bermasalah

0

SAMARINDA – Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, mempertanyakan kredibilitas sejumlah lembaga survei yang dinilai memberikan hasil memenangkan pasangan nomor urut 01 Isran-Hadi.

Salah satu lembaga yang memenangkan pasangan Isran-Hadi adalah lembaga survei Poltracking Indonesia yang baru-baru ini mengumumkan hasil survei mereka.

Hal ini disampaikan oleh Tommy Pusriadi, Sekretaris Tim Pemenangan Rudy-Seno, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu di posko tim pemenangan Rudi-Seno jalan Sirat Salman Samarinda.

Menurut Tommy, hasil survei yang tidak konsisten seharusnya menjadi perhatian publik.

Apalagi lembaga survei Poltracking Indonesia dikeluarkan dari perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan lembaga survei yang memberikan data memiliki reputasi yang baik dan telah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami melihat ada hasil survei yang bertentangan, dan masyarakat patut mempertanyakannya. Lembaga survei yang kredibel harus memiliki transparansi metode serta akurasi data,” tegas Tommy.

Ia juga menegaskan bahwa tim pemenangan pasangan Rudy-Seno selalu menghormati hasil survei yang terpercaya, termasuk saat elektabilitas pasangan nomor urut 02 sempat berada di bawah kompetitor.

“Kami tidak pernah merekayasa survei. Kami memilih untuk bekerja keras meningkatkan elektabilitas dengan program-program nyata,” tambahnya.

Tommy menyebut pentingnya data yang valid dalam menentukan pilihan masyarakat di Pilkada. Ia mengajak warga Kaltim untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi atau opini yang belum tentu didukung data faktual.

“Kami ingin masyarakat memilih dengan bijak, berdasarkan informasi yang kredibel, bukan manipulasi data. Pilihan Anda akan menentukan masa depan Kaltim,” himbaunya. (Han)

Penulis: Hanafi

Kampanye Akbar Rudy Mas’ud-Seno Aji: 35 Ribu Peserta Siap Meriahkan GOR Kadrie Oening

0

SAMARINDA – Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur nomor urut 02, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, mempersiapkan kampanye akbar yang akan dilaksanakan pada hari ini 23 November 2024 di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda.

Kampanye ini diperkirakan akan dihadiri 35 ribu peserta.

Sekretaris Tim Pemenangan Rudy-Seno, Tommy Pusriadi menyampaikan, seluruh simpatisan, termasuk ormas pendukung diminta untuk mengerahkan massa secara tertib.

“Kami meminta semua pendukung, untuk ikut serta dalam acara ini. Nantinya, peserta akan konvoi menuju lokasi dengan mematuhi peraturan lalu lintas dan tetap menjaga ketertiban,” ujar Tommy.

Acara ini dijadwalkan pada pukul 14.00 – 17.00 Wita. Sudarno mengungkapkan pengalaman sebelumnya di Tenggarong, yang dihadiri 25 ribu peserta, menunjukkan perlunya persiapan matang, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan penyelesaian acara.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Rudy-Seno, Sudarno Menanggapi isu yang beredar di media sosial tentang ketidakadilan penggunaan GOR Kadrie Oening Sempaja, Sudarno menegaskan keputusan pemakaian lokasi ini telah disepakati bersama.

Kesepakatan tersebut melibatkan tim dari kedua pasangan calon, Bawaslu, Polda Kaltim, dan KPU, serta difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

“Tidak ada pendzaliman terhadap pasangan sebelah. Semua keputusan dibuat secara transparan dan adil,” tegasnya.

Pasangan calon nomor urut 01 dijadwalkan juga kampanye akbar pada hari ini di lapangan parkir Stadion Segiri Samarinda, sedangkan pasangan Rudy-Seno akan menggunakan GOR Kadrie Oening.

Sudarno juga menyampaikan panitia kampanye telah menyiapkan 20 ribu paket makanan dan minuman gratis untuk peserta yang disiapkan pelaku UMKM.

Namun, ia mengakui adanya keterbatasan dalam mengakomodasi seluruh pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi.

“Kami mengutamakan kebersihan dan keteraturan, sehingga beberapa pelaku UMKM yang tidak sesuai kriteria belum bisa diakomodasi,” jelasnya.

Selain itu, UMKM di sekitar lokasi juga diberikan kesempatan untuk berjualan secara mandiri.

“Makanan gratis akan tersedia di dalam area kampanye, sementara UMKM lainnya dapat berjualan di luar lokasi,” tambah Sudarno.

Acara kampanye ini di meriahkan artis papan atas Charly Van Houten juga akan menghadirkan juru kampanye nasional dan tokoh-tokoh penting, termasuk ulama Gus Miftah, Calon Wali Kota Samarinda Andi Harun, serta beberapa tokoh masyarakat dan politik lokal.

Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R

Pemuda Harus Berperan Aktif di Era Pembangunan IKN

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyoroti rendahnya keterlibatan pemuda dalam sektor kepemimpinan di Benua Etam.

Menurutnya, indeks pemudaan di Kaltim masih berada pada level yang jauh di bawah harapan.

“Basis indeks pemudaan itu adalah keterlibatan pemuda dalam kepemimpinan, dan sayangnya di Kaltim angkanya masih rendah,” ujar Damayanti beberapa waktu lalu.

Peran Pemuda di Era IKN
Damayanti menegaskan, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim memerlukan peran aktif pemuda dalam berbagai sektor.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendorong generasi muda untuk lebih terlibat di masyarakat dan mengambil peran strategis demi keberadaan mereka diakui.

“Pemuda harus mengambil peran di mana pun mereka berada, baik di masyarakat maupun di sektor formal. Keaktifan ini sangat penting agar mereka bisa diakui dan memberikan kontribusi nyata,” katanya.

Dorongan untuk Aksi Nyata
Untuk mengantisipasi dan menanggulangi rendahnya keterlibatan pemuda, Damayanti menyarankan berbagai program yang dapat meningkatkan partisipasi generasi muda, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan, dan keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal hingga provinsi.

“Pemerintah harus memberikan ruang lebih besar bagi pemuda untuk terlibat dalam pembangunan. Ini penting, terutama di era IKN, di mana peluang dan tantangan akan semakin besar,” tambahnya.

Dengan potensi besar yang dimiliki generasi muda Kaltim, Damayanti optimistis bahwa peningkatan keterlibatan mereka dapat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut.

“Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan pemuda itu sendiri menjadi langkah penting untuk mencapai tujuan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Selain Minimnya SMA-SMK, Kelangkaan BBM Juga Jadi Keluhan Utama Warga Balikpapan

BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, mengungkapkan sejumlah keluhan yang disampaikan warga saat kegiatan reses di Kota Balikpapan baru-baru ini.

Dua isu utama yang paling banyak dikeluhkan warga adalah minimnya jumlah SMA-SMK dan ketidakmerataan persebarannya, serta permasalahan kebutuhan dasar seperti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di SPBU.

“Keluhan yang paling banyak disampaikan adalah minimnya jumlah SMA dan SMK di Balikpapan, serta distribusinya yang tidak merata. Warga berharap ada pemerataan keberadaan sekolah-sekolah ini agar anak-anak mereka memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” ujar Damayanti.

Kelangkaan BBM Jadi Sorotan
Selain masalah pendidikan, isu kelangkaan BBM juga menjadi perhatian utama warga.

Damayanti mencatat bahwa antrean panjang di SPBU dan sulitnya mendapatkan BBM menjadi keluhan yang sering ditemui di masyarakat.

“Kebutuhan dasar seperti air bersih dan BBM menjadi permasalahan besar. Kelangkaan BBM dan antrean panjang di SPBU sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Ini harus segera dicarikan solusinya,” tambahnya.

Dorongan untuk Pemerintah
Menanggapi keluhan warga, Damayanti berkomitmen untuk menyuarakan masalah-masalah tersebut kepada pemerintah provinsi.

Ia berharap ada langkah konkret untuk mengatasi permasalahan pendidikan dan kebutuhan dasar masyarakat di Balikpapan.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus segera bertindak, baik untuk pemerataan sekolah maupun solusi atas kelangkaan BBM,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Anggota DPRD Kaltim Soroti Kurikulum Merdeka dan Kesejahteraan Guru

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, mengungkapkan pandangannya terkait implementasi Kurikulum Merdeka dan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru.

Ia menilai, meski Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar, tanggung jawab utama dalam mencetak generasi unggul tetap berada di tangan para guru.

“Kalau bicara soal sumber daya manusia, pendidikan adalah kuncinya. Dan kalau kita berbicara pendidikan, maka perhatian utama harus diberikan kepada guru, karena mereka adalah pencetak generasi masa depan,” ujar Damayanti saat diwawancarai wartawan Koran Nusantara.com baru-baru ini.

Ketimpangan Insentif Guru
Damayanti juga menyoroti adanya ketimpangan dalam pemberian insentif bagi guru di tingkat kota atau kabupaten dibandingkan dengan guru SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus agar kesejahteraan para guru dapat meningkat secara merata.

“Insentif guru di beberapa kota atau kabupaten tidak sebanding dengan yang didapat oleh guru SMA dan SMK. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah provinsi agar ada kontribusi nyata terhadap kesejahteraan guru di tingkat kota maupun kabupaten,” tegasnya.

Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka
Damayanti mengingatkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada siswa, tetapi juga pada kesiapan guru.

Ia menilai perlu ada fokus pada pelatihan, insentif, dan dukungan terhadap guru agar mereka mampu mengemban tanggung jawab besar ini.

“Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan belajar kepada anak-anak, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mempersiapkan guru. Jika gurunya siap, maka pendidikan kita akan lebih maju,” katanya.

Dorongan untuk Pemerintah
Damayanti menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah provinsi memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan pengembangan guru.

Ia berharap langkah ini dapat memperkuat fondasi pendidikan di Kalimantan Timur untuk jangka panjang.

“Yang kita lihat 5 hingga 10 tahun ke depan adalah kualitas sumber daya manusia kita. Itu tidak lepas dari peran guru. Jadi, mari kita bersama-sama mendorong agar pendidikan di Kaltim semakin baik, dimulai dari peningkatan kesejahteraan guru,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Kurangnya Persebaran Sekolah Negeri di Balikpapan Jadi Sorotan DPRD Kaltim

BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menyoroti ketidakmerataan keberadaan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Balikpapan, khususnya di wilayah Balikpapan Tengah.

Ia menyebut bahwa daerah Balikpapan Tengah tersebut sama sekali tidak memiliki sekolah negeri, baik SMA maupun SMK, sehingga menyulitkan penerapan sistem zonasi.

“Kalau kita melihat wilayah kota Balikpapan, khususnya Balikpapan Tengah, tidak ada sekolah negeri, baik SMA atau SMK. Ini menjadi perhatian khusus yang harus direspons oleh pemerintah provinsi,” ujar Damayanti Jumat (22/11/2024).

Ia menilai, ketimpangan ini menimbulkan kesenjangan akses pendidikan di beberapa wilayah Balikpapan.

Penyebaran sekolah yang tidak proporsional mempersulit siswa yang tinggal di kawasan tertentu untuk mendapatkan pendidikan negeri di dekat tempat tinggal mereka.

Kebutuhan Kampus Negeri
Tak hanya soal SMA dan SMK, Damayanti juga menyoroti minimnya keberadaan perguruan tinggi negeri di Balikpapan dibandingkan Samarinda.

Ia menyebut bahwa di Balikpapan hanya terdapat dua perguruan tinggi negeri, dan belum ada universitas setara Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda.

“Kampus negeri di Balikpapan kan baru dua, tidak seperti di Samarinda. Mungkin perlu ada dorongan ke pemerintah untuk memperhatikan hal ini,” ungkapnya.

Namun, ia juga menyadari bahwa pembangunan universitas negeri merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Universitas negeri, seperti Universitas Mulawarman, itu kebijakan pusat. Nanti kita akan cek kembali seberapa besar kebutuhan universitas di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan,” tambahnya.

Dukungan dan Harapan
Damayanti berharap pemerintah provinsi dan pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap ketimpangan pendidikan di Balikpapan.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar keberadaan sekolah negeri, baik SMA, SMK, maupun perguruan tinggi, dapat merata di seluruh wilayah Kaltim.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, agar seluruh masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang setara, sesuai dengan sistem zonasi dan kebutuhan daerah,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Tantangan Swasembada Pangan di Kalimantan Timur di Tengah Dinamika IKN

SAMARINDA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan, termasuk dalam upaya mencapai swasembada pangan. Dengan peningkatan jumlah penduduk akibat pertumbuhan IKN, kebutuhan pangan melonjak drastis.

Namun, ironisnya, Kaltim justru menghadapi penurunan produksi padi karena alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan dan pertambangan.

Ketergantungan pada Daerah Lain
Hingga saat ini, Kaltim masih bergantung pada pasokan pangan dari wilayah lain seperti Jawa dan Sulawesi.

Situasi ini menggambarkan kontradiksi besar: wilayah yang luas dengan potensi pertanian yang besar, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kaltim, menyebut bahwa peran sektor pertambangan sebagai tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan sektor pertanian.

“Kita terlalu bergantung pada SDA, padahal kita punya peluang besar untuk swasembada pangan,” ungkapnya.

Menurut Ananda, langkah pertama yang harus diambil adalah menyusun database komprehensif mengenai potensi wilayah di Kaltim.

“Berapa luas lahan, kualitas tanah, dan jenis tanaman yang cocok? Kita belum punya data ini. Kalau database lengkap tersedia, kita bisa mulai merancang cetak biru ketahanan pangan yang solid,” tegasnya.

Database tersebut, lanjut Ananda, menjadi fondasi penting bagi upaya ketahanan pangan, terutama sebagai penyangga kebutuhan IKN.

Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) selama ini dikenal sebagai lumbung pangan Kaltim, namun ia percaya wilayah lain juga memiliki potensi serupa jika dikelola secara optimal.

Ananda juga menyoroti pengembangan food estate sebagai solusi strategis untuk memperkuat swasembada pangan.

Ia mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih pada inisiatif ini, sembari memastikan kebijakan tersebut tetap berpihak pada kesejahteraan petani lokal.

“Food estate bisa menjadi kunci. Tapi harus dilakukan dengan serius dan melibatkan semua pihak. Ini bukan hanya soal produksi pangan, tapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ketahanan pangan bukan sekadar tantangan, melainkan kebutuhan mendesak bagi Kaltim, terutama di era pembangunan IKN.

Dengan potensi besar yang dimiliki, langkah konkret seperti pemetaan wilayah, pengembangan food estate, dan dukungan kebijakan yang tepat diharapkan dapat menjadi pijakan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Namun, tanpa komitmen serius dari pemerintah daerah dan pusat, upaya ini hanya akan menjadi wacana.

“Kaltim harus segera bangkit dari ketergantungan pada pasokan pangan luar dan memaksimalkan potensi lokalnya untuk masa depan yang lebih mandiri,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Perjuangan Pemerataan Pendidikan di Kabupaten Berau

SAMARINDA – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masih menghadapi tantangan lama dalam hal kesenjangan pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan pedalaman. Syarifatul Sya’diah, anggota DPRD Kaltim, menjadi salah satu sosok yang lantang menyuarakan kebutuhan untuk memperbaiki akses pendidikan di daerah ini.

“Pendidikan di Berau sudah ada kemajuan, tapi dibandingkan dengan Jawa, kita masih jauh tertinggal,” ungkap Syarifatul dengan nada prihatin.

Pernyataan itu mencerminkan kegelisahan banyak pihak terhadap ketimpangan yang dirasakan masyarakat di daerah-daerah pelosok Berau.

Meski kemajuan sudah mulai terlihat, pekerjaan besar masih menanti. Infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil harus menjadi fokus utama, tegas Syarifatul.

“Jika hanya mengutamakan daerah perkotaan, daerah terpencil akan terus tertinggal. Pendidikan di pedalaman perlu perhatian khusus,” katanya.

Berau, seperti halnya wilayah lain di Kalimantan Timur, menyimpan harapan besar terhadap pembangunan IKN.

Syarifatul optimistis, keberadaan IKN akan membawa dampak positif terhadap pemerataan pendidikan.

Dengan meningkatnya investasi dan perhatian pemerintah pusat, ia yakin bahwa Kaltim bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah maju lainnya di Indonesia.

Langkah-langkah nyata juga telah dilakukan. Pemkab Berau bersama DPRD memberikan 1.000 laptop gratis untuk guru serta membangun 1.000 titik WiFi gratis.

“Ini semua untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil,” jelas Syarifatul.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Masalah akses telekomunikasi masih menjadi hambatan utama.

“Ujian sekarang berbasis komputer. Kalau masih banyak blank spot, ini jadi masalah besar,” ungkapnya, menyoroti kendala teknis yang sering kali diabaikan.

Komitmen Jangka Panjang
Meskipun demikian, semangat untuk mengatasi hambatan ini tetap tinggi.

Syarifatul menekankan bahwa pemerataan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan komitmen kuat dari semua pihak.

“Kami akan terus berusaha agar jaringan telekomunikasi masuk ke daerah-daerah terpencil. Perjuangan ini tidak boleh berhenti,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Desa Embalut Fokus Maksimpalan Sektor Pangan

TENGGARONG SEBERANG – Pemerintah Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menetapkan tiga sektor utama sebagai prioritas pembangunan di tahun anggaran 2024. Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi desa, dengan program-program inovatif yang kini tengah digalakkan.

Kepala Desa (Kades) Embalut, Yahya, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama adalah mengoptimalkan lahan bekas tambang untuk dijadikan lahan produktif. “Saat ini kami sedang menggarap lahan bekas tambang untuk ditanami jagung. Ini bagian dari upaya kami memaksimalkan potensi desa,” ujarnya pada Kamis (21//11/2024).

Di sektor pertanian, Desa Embalut mengelola sekitar 40 hektare lahan aktif yang menjadi tulang punggung perekonomian warga. Selain itu, pengembangan lahan bekas tambang sebagai perkebunan jagung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru.

Sementara itu, sektor perikanan menjadi salah satu kebanggaan Desa Embalut. Saat ini, terdapat 10 kelompok pembudidaya ikan air tawar yang aktif, selain pelaku usaha mandiri. Potensi besar di sektor ini terlihat dari hasil panen yang mencapai 60 hingga 70 ton ikan air tawar setiap bulan.

“Hasil panen ikan kami tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di Kukar, tetapi juga dipasarkan ke tempat pelelangan di Samarinda,” jelas Yahya.

Dengan tingginya produksi, sektor perikanan di Embalut telah memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan pangan daerah, sekaligus menjadi salah satu andalan ekonomi desa.

Yahya mengungkapkan, program-program prioritas ini dirancang untuk mewujudkan visi Desa Embalut sebagai desa mandiri, di mana masyarakat tidak lagi bergantung pada perusahaan tambang yang sebelumnya menjadi tulang punggung ekonomi desa.

“Kami ingin membangun perekonomian desa berdasarkan potensi yang dimiliki, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri melalui pertanian, perkebunan, dan perikanan,” tegasnya.

“Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Desa Embalut sebagai desa percontohan yang memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal,” pungkasnya. (Yudi/Adv)

Sukses Kelola Air Bekas Tambang Jadi Air Bersih, BUMDes Margahayu Sumbang PADes Rp15 Juta Tiap Tahun

TENGGARONG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan kiprah yang membanggakan. Dalam satu dekade beroperasi, BUMDes ini berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp15 juta secara konsisten di setiap tahun untuk.

Kepala Desa (Kades) Margahayu, Rusdi, menuturkan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan masyarakat dalam memaksimalkan potensi lokal, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi desanya.

“BUMDes kami telah berkembang pesat dan konsisten menyumbang PADes sebesar Rp15 juta setiap tahun. Ini menjadi motivasi kami untuk terus maju,” ujarnya.

Salah satu inovasi terbesar BUMDes Margahayu adalah pengelolaan air dari kolam bekas tambang menjadi air bersih yang layak pakai. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dan Universitas Mulawarman, air dari kolam tersebut telah melalui berbagai uji laboratorium untuk memastikan kebersihan dan kelayakannya.

“Kami menggandeng ahli untuk memastikan air dari kolam bekas tambang ini aman untuk digunakan. Kini, air tersebut menjadi sumber air bersih utama bagi warga desa,” jelas Rusdi.

Keberhasilan ini menjadikan Desa Margahayu sebagai salah satu desa inovatif di Kukar yang mampu mengatasi tantangan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, inovasi ini juga mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Desa Margahayu meraih penghargaan sebagai desa inovatif pengelola air bersih terbaik kedua se-Kalimantan Timur (Kaltim).

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Margahayu mampu bersaing dan berinovasi. Kami akan terus mempertahankan prestasi ini demi masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Desa Margahayu juga berkomitmen untuk terus mengembangkan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. Menurut Rusdi, semua kegiatan BUMDes harus memiliki nilai strategis yang tidak hanya memberikan pelayanan bagi masyarakat tetapi juga meningkatkan PADes.

“BUMDes harus terus menghasilkan kontribusi nyata bagi desa. Inovasi seperti ini harus kita kembangkan agar Desa Margahayu semakin mandiri dan sejahtera,” tegasnya. (Yudi/Adv)